Spoiler Alert (untuk non-CN)

Gim Arknights semakin menghadirkan plot baru yang menarik di dalam setiap chapter-nya. Di dalam chapter-chapter setelah Chapter 5, lore-lore baru mulai mengungkapkan berbagai hal, mulai dari nasib Reunion Movement beserta bosnya, hingga 'konfirmasi' bahwa Amiya adalah penerus takhta Raja Iblis.

Tetapi, chapter terbaru (atau bahkan yang sudah dimainkan) akan membuat pemain berpikir: apakah plot Arknights hanya sebatas pertentangan antara infected yang terpuji (Rhodes Island dan aliansinya) melawan infected yang barbar dan radikal (Reunion) semata? Bagaimana jika selama ini terdapat aktor lain yang berada di balik Rhodes Island vs Reunion yang memperalat salah satu atau keduanya untuk mencapai tujuannya sendiri?

Pertanyaan kedua adalah apa yang paling mungkin terjadi sekarang. Tidak hanya terjadi di permainan ini saja, fenomena "diperalat" juga terjadi di dalam berbagai konflik antarnegara di dunia. Nama fenomena tersebut: proxy war, sesuatu yang dihadapi oleh Reunion dan negara-negara di dunia.

Apa itu Proxy War?

Proxy war adalah peperangan di antara suatu kelompok atau negara yang dilakukan dengan adanya kepentingan kekuatan yang lebih besar tanpa keterlibatan langsung dari kekuatan besar tersebut. Di dalam proxy war, kekuatan besar akan memberikan bantuan kepada salah satu pihak untuk membantunya menang dalam perang. Apabila pihak yang dibantu tersebut memenangkan perang, agenda yang dimiliki oleh kekuatan besar akan berjalan dengan lancar.

Contoh proxy war paling umum: Perang Vietnam

Kekuatan besar sering kali mengubah perang dengan citra 'perjuangan mulia' menjadi proxy war, sehingga pihak yang sebenarnya berperang berubah menjadi 'alat' dari kekuatan besar. Sebagai contoh, Perang Vietnam yang awalnya bertujuan untuk menyatukan Vietnam berubah menjadi proxy war antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam menanamkan pengaruhnya di Asia Tenggara. Invasi Indonesia ke Timor Leste di tahun 1975 juga merupakan proxy war Amerika Serikat dan Australia untuk mencegah komunisme di Asia Tenggara.

Bagaimana dampak dari proxy war? Sangat merugikan pihak yang sebenarnya berperang. Secara langsung, proxy war menyebabkan kerusakan material, finansial, dan sumber daya akibat peperangan. Secara tidak langsung, pihak pemenang berpeluang besar menjadi 'bawahan' dari kekuatan besar yang membantunya sebagai 'balas budi' terhadap bantuan yang diberikan.

Proxy War di Balik Perjuangan Reunion

Perjuangan kaum infected oleh Reunion adalah 'perjuangan mulia', ternodai oleh kekuatan besar, dan menjelma menjadi alat proxy war.

Pada chapter-chapter awal Arknights, kita telah melihat bagaimana perseteruan antara Rhodes Island dan Reunion Movement dicitrakan sebagai "perseteruan antara infected baik dan infected buruk". Rhodes Island diperlihatkan sebagai organisasi infected yang memperjuangkan riset dan perdamaian untuk pengobatan Oripathy. Di lain pihak, Reunion diperlihatkan sebagai gerakan massa infected revolusioner yang melawan sistem dan ketidakadilan terhadap infected secara radikal.

Tetapi, memasuki chapter 6 dan 7, pemain akan dihadapkan kepada realitas kompleks dari perjuangan infected: terdapat kekuatan besar di balik semua yang terjadi, terutama di balik Reunion. Mengapa Reunion yang awalnya merupakan gerakan infected yang damai dan penuh persaudaraan, berubah menjadi gerakan infected yang radikal, kejam, dan barbar?

Apabila berpedoman kepada hipotesis populer, Talulah dirasuki oleh sesuatu di suatu desa yang dilewati oleh Reunion sehingga sifatnya berubah 180 derajat; dari baik dan murah hati menjadi bengis tanpa belas kasihan. Siapa yang merasukinya? Dugaan terkuat adalah Adipati Koschei, 'ayah angkat' Talulah, yang merasuki Talulah ketika sang 'anak angkat' membunuhnya. Penulis akan menggunakan istilah 'Sang Perasuk' untuk mendeskripsikan sesuatu yang merasuki Talulah.

Dengan menggunakan asumsi bahwa setiap aktor bertindak rasional, akan tidak mungkin apabila Talulah dirasuki oleh Sang Perasuk tanpa alasan. Dengan demikian, Sang Perasuk hampir dipastikan memiliki kepentingan tersendiri, namun belum diungkap secara gamblang oleh chapter yang ada. Kekuatan dari Sang Perasuk juga besar:  ia mampu mengubah arah Reunion dari gerakan damai menjadi radikal, kejam, dan tanpa belas kasihan.

Konflik Wei vs Koschei yang memisahkan Ch'en dan Talulah

Selain itu, apabila dugaan bahwa "Sang Perasuk" adalah Koschei itu benar, konflik antara Wei Yenwu dan Koschei dapat menjadi hipotesis lain yang berkaitan dengan proxy war dalam perjuangan infected. Diceritakan bahwa Koschei gagal dalam merebut Lungmen, namun berhasil menculik Talulah sebagai sandera untuk pergi dari Lungmen (dan memisahkannya dari Ch'en). Oleh karena itu, terdapat kemungkinan bahwa perasukan Talulah erat kaitannya dengan upaya Koschei untuk kembali menyerang Lungmen melalui perantara Reunion.

Pola proxy war pun sudah terlihat: Siapakah kekuatan besar di balik Reunion? Sang Perasuk yang kemungkinan besar adalah Koschei. Apa kepentingannya? Belum terungkap, namun dapat berkaitan dengan konflik Wei vs Koschei. Hal apa yang ia manfaatkan? Citra 'perjuangan infected' yang diyakini oleh anggota Reunion. Dengan demikian, perjuangan infected yang awalnya mulia telah berubah menjadi alat kekuatan besar proxy war secara terselubung.

Bagaimana dampak 'penodaan' Reunion dengan menjadi alat proxy war? Plot Arknights telah menjelaskan semuanya. Tidak perlu dijelaskan secara rinci bagaimana Catastrophe menghancurkan Chernobog atau Mephisto menghabisi masyarakat sipil tak bersalah dengan tanpa rasa berdosa. Semuanya mengerikan.

Mereka yang Ingin Mengembalikan Kemurnian Perjuangan

Frostnova, gugur sebelum bisa memperbaiki semuanya
"That's right. Yes. That's right. The corrupted should be cut clean. Defeat me. Defeat Talulah."
-Frostnova, Chapter 6-16

Berbagai pihak di dalam Reunion menyadari bahwa perjuangan infected yang dilakukan oleh Reunion itu sendiri telah dinodai oleh proxy war melalui perasukan Talulah. Mereka sadar bahwa Reunion yang sekarang bukanlah Reunion ketika mereka bergabung untuk pertama kali. Mereka pun mencoba untuk menginsafkan Talulah.

Faust kecewa dengan Talulah yang berubah dan memengaruhi Mephisto untuk berbuat bengis. Ia mencoba menyadarkan Talulah bahwa ia yang sekarang bukanlah ia yang ditemui oleh Sasha (nama kecil Faust), namun gagal. Sebagai usaha terakhir, ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya agar Mephisto sadar mengenai kesalahannya dan lepas dari pengaruh Talulah.

Frostnova sadar bahwa Talulah sudah berubah. Ia sadar bahwa apa yang telah dilakukan Reunion itu salah dan bertekad ingin memperbaikinya. Sayangnya, ia harus berpulang sebelum tekadnya terwujud. Namun, ia menitipkan pesan kepada Amiya untuk 'mengembalikan' Talulah sebelum ia berpulang.


Apa yang terjadi di dalam Reunion merupakan realitas akan bahaya proxy war. Idealisme Reunion hancur dan digantikan oleh 'kendali' kekuatan besar. Niatan tulus Reunion dinodai oleh aksi yang barbar dan kejam. Semuanya demi kepentingan yang bukan merupakan tujuan dari Reunion itu sendiri.

Tetapi, cerita belum selesai. Kekuatan superior Amiya sebagai penerus takhta Raja Iblis masih menunggu waktu untuk digunakan. Selain itu, "Dia" yang disebut oleh Confessor di akhir Chapter 7 belum menunjukkan penampilannya. Masih ada harapan cerah pada chapter-chapter yang akan datang.

Tetap saja, semua hal yang sudah ada menunjukkan bahaya dari proxy war, terutama kepada Reunion Movement yang ternodai perjuangannya.