Di Balik Judul Novel Ringan yang Terlewat Panjang

Judul light novel cenderung panjang dan kurang masuk akal. Tetapi hal tersebut bukanlah tanpa alasan.

Pernahkan kalian merasa bahwa beberapa judul anime memiliki panjang dan arti yang kurang masuk akal, sehingga diperlukan singkatan untuk menyebutnya seperti Konosuba, Danmachi, Oregairu, Oreimo, dan semacamnya? Persamaan dari anime-anime dengan judul panjang tersebut adalah adaptasi mereka bersumber dari Light Novel.

Light novel atau novel ringan merupakan sebutan untuk novel asal jepang yang menggunakan illustrasi gambar dengan gaya manga atau anime. Biasanya novel ringan ditargetkan untuk para remaja. Selain itu, yang unik dari novel ringan adalah pada penjudulan mereka.

Novel ringan mempunyai tren dimana mereka memiliki judul yang panjang dengan arti yang kurang masuk akal. Contohnya saja pada salah satu judul novel ringan yang berjudul “Tsuujou Kougeki ga Zentai Kougeki de Ni-kai Kougeki no Okaa-san wa Suki desu ka?yang dapat diartikan menjadi “Apakah Kamu Menyukai Ibu mu? Serangan Normalnya adalah Dua Serangan dengan Kekuatan Penuh”.  Bisa dilihat sendiri, judul tersebut bukan lagi hanya sepatah atau dua kata, melainkan sudah menjadi sebuah kalimat. Belum lagi artinya yang membuat kepala bergeleng-geleng.

Masih banyak lagi novel ringan yang memiliki judul-judul panjang dan aneh. Akan tetapi tentu saja hal tersebut dilakukan bukan tanpa alasan. Ada beberapa alasan mengapa novel-novel ringan tersebut di berikan judul seperti itu.

Menggambarkan isi Cerita Novel Ringan Dalam Judulnya

Banyak novel ringan yang memiliki judul panjang dan deskriptif. Seperti pada judul novel ringan “Kono Sekai wa Mō Ore ga Sukutte Tomi to Kenryoku wo Te ni Ireta shi, Onna Kishi ya Onna Maō to Shirode Tanoshiku Kurashiteru Kara, Ore Igai no Yūsha wa Mō Isekai ni Konai de Kudasai” (I’ve Already Saved This World and Taken Its Wealth and Power and I Live Happily in a Castle with a Female Knight and Demon Queen, So To All Other Heroes Stay Out of This Fantasy World).

Hal tersebut dilakukan untuk memuat gambaran cerita novel ringan tersebut dalam judulnya. Tentu saja hal tersebut sebenarnya dapat ditulis pada sinopsis buku. Namun apakah setiap orang mempunyai waktu untuk mengecek setiap sinopsis pada buku yang mereka lihat? Oleh karena itu semuanya kembali kepada hal pertama yang mereka lihat, yaitu judul buku. Seperti yang dikatakan oleh Pan Tachibana, penulis dari seri Dakara Boku wa, H ga Dekinai, yang dilansir dari Kotaku. 

“There’s no guarantee that someone will take the time to read the plot description of a book, so if the title is long and has its own descriptive meaning, it serves that purpose.”

Dijelaskan bahwa tidak semua orang mempunyai waktu untuk membaca sinopsis dari buku. Jadi jika penggambaran isi cerita dapat dijelaskan melalui judul yang panjang dan deskriptif, mengapa tidak?

Sebagai Penarik Perhatian 

Selain judul yang deskriptif, arti dari judul pada novel ringan kadang juga kurang masuk akal. Ketatnya persaingan pada pasar novel ringan harus membuat para penulis memberikan keunikan pada novel ringan mereka, terutama bagi para penulis yang memulai debut mereka. Mereka harus berpikir bagaimana caranya agar orang-orang mau mencoba untuk membaca novel ringan mereka.

Oleh karena itu, mereka membutuhkan sesuatu yang dapat menarik perhatian para pembaca. Salah satunya caranya adalah dengan memberikan judul yang unik dan menarik. Coba saja lihat pada beberapa judul novel ringan berikut:

  • Nuiage! Nugashite? Kise kaeru! ! Kanojo ga kōkō debut ni shippai shite hikikomori to kashita no de, ore ga seishun (fashion) o coordinate suru koto ni (Sew it up! Take it off? Change your clothes!! Because my girlfriend failed at her high school debut and became a shut-in, I decided to become a youth-fashion coordinator)
  • Danshi Koukousei de Urekko Light novel Sakka wo Shiteiru keredo Toshishita no Classmate de Seiyuu no Onnanoko ni Kubi wo Shimerareteiru (I’m a successful light novel author at a boy’s high school, but I’m being strangled by a female classmate who’s a voice actress and is younger than me)
  • Jidouhanbaiki ni Umarekawatta Ore wa Meikyuu ni Samayou (Reborn as a Vending Machine, I Now Wander the Dungeon)

Cerita tentang menjadi koordinator busana bagi pacarnya yang shut-in? Penulis novel ringan yang dicekik temannya? Reinkarnasi jadi mesin penjual otomatis? Tentu saja judul-judul tersebut membuat anda geleng kepala dan juga membuat anda penasaran akan isi cerita pada novel ringan tersebut.

Kesimpulan

Dapat disimpulkan bahwa tren judul novel ringan yang terkesan panjang dan memiliki arti yang kurang masuk akal ini sengaja dilakukan untuk membuat novel ringan tersebut menonjol dipasaran. Penjudulan yang deskriptif dan arti yang rada aneh tersebut memberikan kesan menarik, sehingga dapat menarik minat para pembaca untuk setidaknya mencoba membaca novel ringan tersebut.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Allen Saputra.

[Ulasan] Oyasumi Punpun, Kisah Tertampar Realita Kehidupan

Sebuah manga yang menceritakan beranjak dewasanya seorang pemuda.

Oyasumi Punpun atau Goodnight Punpun merupakan manga yang ditulis oleh Inio Asasano.  Manga yang berjalan dari Maret 2007 sampai November 2013 ini dipublikasikan oleh Weekly Young Sunday pada tahun pertamanya, setelah itu oleh Big Comic Spirits pada tahun selanjutnya hingga selesai.

Oyasumi Punpun merupakan manga psikologi yang bercerita tentang beranjak dewasanya seorang pemuda bernama Onodera Punpun, dimulai dari masa kecilnya, hubungan keluarganya, kisah cintanya, dan berbagai permasalahan dalam hidupnya.

Menurut opini penulis sendiri, Oyasumi Punpun merupakan salah satu manga terbaik yang pernah penulis baca. Manga ini mengangkat cerita yang bisa dibilang cukup gelap, seperti kekerasan rumah tangga, perselingkuhan, depres\si, hingga bunuh diri. Akan tetapi, manga ini dikemas dengan sedemikian rupa sehingga memberikan kesan realistis yang menggambarkan pahit dan manisnya kehidupan. Manga ini sukses membuat penulis merasakan krisis eksistensial setelah membacanya. Di artikel ini, penulis akan coba mengulas hal yang membuat manga ini begitu menarik.

Penggunaan Simbolisme

Manga Oyasumi Punpun menggunakan banyak simbolisme dalam penceritaannya.  Salah satu hal yang paling berkesan dalam manga ini adalah bagaimana karakter utamanya di illustrasikan. Karakter utama yang kerap di panggil Punpun ini tidak diperlihatkan dalam bentuk manusia, melainkan di gambarkan seperti karikatur burung. Dalam manga ini, Punpun dan keluarganya digambarkan seperti itu. Alasan pengarangnya menggambarkannya seperti itu adalah agar para pembaca dapat mengidentifikasikan diri mereka kepada Punpun. Dengan membuat karakter utamanya berbentuk karikatur, pengarang dapat memanfaatkan bentuk tersebut sebagai simbolisme keadaan psikologis Punpun. Seiring berjalannya cerita, penggambaran Punpun berubah tergantung dengan keadaan psikologisnya.

Manga ini juga membuat simbolisme sisi gelap manusia. Dalam cerita, Punpun memiliki Tuhan pribadi yang digambarkan dalam bentuk orang afro. Tuhan pribadi ini sering memberikan nasihat kepada Punpun, tapi bukan dalam hal baik. Dia sering mengolok-olok Punpun karena pengecut dan terus menjalani hidup yang membosankan. Nasihatnya pun semakin menjadi-menjadi seiring berjalannya cerita. Tuhan pribadi Punpun merupakan penggambaran sisi gelap Punpun yang ada dalam dirinya.

Penceritaan Dari Sudut Pandang Orang Ketiga

Hal lain yang unik dari manga ini adalah bagaimana manga ini diceritakan dari sudut pandang ketiga. Manga ini diceritakan melalui perspektif Punpun sendiri, akan tetapi melalui naratif sudut pandang orang ketiga. Di sini Punpun jarang sekali berbicara. Segala pikiran dan tindakan yang ia lakukan dijelaskan melalui narator yang menggunakan kata ganti Punpun untuk menjelaskan  hal- hal tersebut. Sudut pandang orang ketiga ini digunakan untuk memperjelas keadaan psikologi Punpun sepanjang jalan cerita.

Perkembangan Karakter Utama yang Detil dan Bertahap

Perkembangan karakter utama disini benar-benar dijelaskan secara detail dan dikemas secara bertahap. Cerita dimulai dari masa kecil Punpun, di mana pada fase ini cerita masih bisa dibilang ringan dan menyenangkan. Ia digambarkan sebagai anak yang pemalu. Punpun bertemu dengan cinta pertamanya, Aiko Tanaka yang membuat hidupnya penuh warna. Klimaks dari fase ini adalah saat  munculnya masalah keluarga Punpun akibat kekerasan yang dilakukan ayahnya, serta kepergian cinta pertamanya.

Setelah itu terdapat lompatan waktu beberapa tahun, sampai Punpun memasuki masa remaja. Pada fase ini, Punpun digambarkan  sebagai anak yang penasaran dengan banyak hal, terutama pada hal yang berhubungan dengan seks. Ia terlihat lebih berani untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi, keberanian tersebut malah berbalik arah dan membuatnya dibenci oleh perempuan yang ia incar.

Manga ini melakukan lompatan waktu lagi sampai Punpun memasuki masa perkuliahan. Pada fase ini, keadaan psikologis Punpun makin tidak stabil. Dia mengalami berbagai macam stres hingga depresi yang membuatnya tidak memiliki keinginan untuk hidup.  Cerita menjadi semakai berat disini, dan illustrasi dirinya pada fase ini mulai menjadi aneh.

Memasuki akhir cerita, ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang tidak dapat ia lupakan. Setelah Punpun mengetahui kejadian tragis yang menimpa Aiko, Punpun berupaya melindunginya dengan segala cara. Apapun akan ia lakukan walaupun itu adalah sebuah kejahatan. Keadaan pskilogisnya benar-benar kacau. Ilustrasi dirinya pun sangat mendekati penggambaran setan. Lika-liku hidup yang dialami Punpun membuat diri pemalunya berubah menjadi agresif yang mengirimnya ke jalan gelap kedewasaan.

Karakter Sampingan yang Tidak Terlupakan

Walaupun manga ini berfokus terhadap kehidupan Punpun, manga ini juga tidak lupa untuk mengulas berbagai kisah hidup orang-orang di sekeliling Punpun dan berbagai masalah yang mereka hadapi, seperti cerita dua sahabat Masumi Seki dan Koh Shimizu, kisah cinta Yuichi Onodera (paman Punpun), klub okultisme, dan cerita lainnya.

Perlu diingat juga bahwa semua kisah sampingan tersebut memiliki hubungan dengan cerita utama, sehingga membuat manga ini benar-benar menanfaatkan serta mengupas karakter-karakter sampingannya dengan maksimal.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Oyasumi Punpun merupakan manga yang membahas berbagai masalah kehidupan yang dapat terjadi pada kehidupan nyata. Penggambaran kondisi psikologis karakter Punpun seiring berjalannya cerita terlihat sangat jelas. Akhir cerita manga ini juga sangat memuaskan, sehingga manga ini patut dibaca bagi kalian yang ingin merasakan emosi roller coaster dari awal hingga akhir.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Aji Kurniawan Saputra.

 

Manga Spin-off “Hataraku Saibou BLACK”: Cerita Kehidupan Para Sel Dalam Tubuh yang Tidak Sehat

Bagaimana jika para sel seperti pada Hataraku Saibou bekerja dalam tubuh yang tidak sehat? Jawaban tersebut dapat Anda temukan di manga spin-off-nya, "Hataraku Saibou BLACK".

Hataraku Saibou atau Cell at Work! merupakan manga buatan Akane Shimizu yang menggambarkan bagaimana sel-sel dalam tubuh manusia bekerja. Manga yang diterbitkan oleh Kodansha’s Shonen Manga ini telah diadaptasi menjadi anime oleh David Production yang tayang pada musim ini.

Hataraku Saibou bercerita tentang berbagai macam personifikasi sel seperti sel darah putih, sel darah merah, trombosit, dan sel lainnya yang bekerja sama untuk merawat serta menjaga tubuh tempat mereka tinggal. Hal tersebut membuat seri ini cukup edukatif dan ringan untuk diikuti. Namun, apakah kalian tahu bahwa seri tersebut memiliki spin-off yang sedikit berbeda dari seri utamanya? Berbeda dengan seri utamanya, spin-off nya yang berjudul Hataraku Saibou BLACK ini bisa dikatakan memiliki cerita dan penggambaran yang lebih gelap.

Hataraku Saibou BLACK merupakan manga spin-off yang ditulis oleh Shigemitsu Harada dan digambar oleh Issei Hatsuyoshi serta diawasi oleh pengarang aslinya. Jika pada seri utamanya para sel tersebut bekerja pada tubuh manusia yang sehat, spin-off ini menceritakan pekerjaan para sel di dalam tubuh yang tidak sehat. Ya, mereka bekerja pada tubuh manusia yang suka mabuk, merokok, berkolestrol tinggi, dan juga memiliki tingkat stres yang tinggi. Hal tersebut menghasilkan kondisi lingkungan hidup yang keras bagi para sel tersebut.

Dari ilustrasi sampul di atas, dapat dilihat bahwa karakter utama pada spin-off Hataraku Saibou BLACK merupakan gender-bender dari karakter utama pada seri utama mereka. Sel darah merah pada Hataraku Saibou BLACK membawa beban yang terlihat lebih berantakan dan berat sehingga membutuhkan perjuangan untuk mengantarkannya. Lalu sel darah putih terlihat lebih brutal dan dilengkapi dengan pedang di pundaknya.

Berbeda dengan seri utamanya dimana para sel bekerja di lingkungan yang bersih dan tertata rapi, pada Hataraku Saibou BLACK para sel harus bekerja pada lingkungan yang keras dan mematikan. Contohnya pada saat sel darah merah melukan pengiriman oksigen ke lokasi tertentu, mereka harus melewati semacam asap beracun yang dapat membunuh mereka.

Spin-off ini juga mengangkat cerita yang bisa dikatakan lebih dewasa. Contohnya pada momen di mana para sel darah merah masuk ke dalam alat kelamin pria dan bertemu dengan banyak sel sperma. Selain itu, bakteri dan virus juga terlihat lebih kejam dan menakutkan di sini.

Jadi, spin-off manga ini menceritakan pekerjaan para sel dalam kondisi tubuh yang berbeda, yaitu tubuh yang tidak sehat dengan segala masalah kesehatan yang dialaminya. Oh, iya. Jangan berharap Anda dapat melihat para trombosit yang imut pada spin-off ini.

Selain Hataraku Saibou BLACK, seri Hataraku Saibou juga memiliki 2 spin-off lainnya, yaitu:

  • Hataraku Saikin (Bacteria at Work), spin-off yang bercerita tentang pertarungan antara bakteri baik dengan bakteri buruk.
  • Hatarakanai Saibou (Cells that Don’t Work), spin-off yang bercerita tentang Erythroblasts, yaitu sel darah merah yang belum sepenuhnya dewasa, menolak untuk bekerja, hanya bermalas-malasan, serta mengurung diri di kamar.

ASMR Anime: Bisikan Suara Lembut yang Dapat Membuat Anda Rileks

Jika Anda merasa stres atau susah tidur, mungkin Anda harus mendengarkan beberapa ASMR anime untuk membantu Anda merasa rileks ...

Pernahkah Anda merasakan getaran halus di bagian belakang leher Anda? Jika jawabannya adalah “iya”, barangkali Anda baru saja merasakan ASMR. Apa itu ASMR? ASMR (Autonomous Sensory Meridian Respons) merupakan sensasi getaran statis pada kulit yang menjalar dari kepala sampai ke tulang belakang leher. ASMR biasanya dipicu melalui suara seperti suara bisikan, suara kunyahan, suara yang berulang-ulang, dan berbagai kegiatan lainnya. ASMR memiliki efek menenangkan yang dapat membuat pendengarnya menjadi rileks. Oleh karena itu, ASMR biasanya digunakan untuk membantu beberapa orang yang memiliki masalah susah tidur agar membuat tubuh mereka rileks dan membantu mereka tidur.

Sudah ada berbagai macam video ASMR di internet, dan tentu saja ASMR dengan tema Jejepangan pun sudah banyak beredar. ASMR tersebut biasanya bertema anime yang berfokus terhadap suara bisikan halus dan lembut. Dari yang hanya sekadar bisikan biasa sampai menggunakan role-play yang mengilustrasikan situasi tertentu. Sangat cocok bagi kalian yang suka mendegarkan suara karakter anime.

Video di atas merupakan salah satu contoh video ASMR yang mengilustrasikan bisikan imouto atau adik perempuan. Rasanya bagaikan dia berada di samping kita dan membisikkan kata-kata tersebut di telinga kita secara langsung. Jika Anda merasakan getaran halus di belakang leher anda saat mendengarkan video itu, berarti video tersebut sukses memicu ASMR Anda.

Selain suara bisikan, ASMR yang biasa popular di Jepang adalah ASMR mimi souji atau pembersihan telinga. Di dalam anime atau film Jepang pasti Anda sering melihat adegan saat seorang cowok dibersihkan telinganya oleh seorang cewek sambil tidur di pangkuan cewek tersebut. Hal tersebut memang sebuah kegiatan romantis bagi warga Jepang, sehingga tidak heran ASMR dengan jenis tersebut sangat popular di Jepang. Gesekkan yang terdengar pada video tersebut dapat memicu serta merangsang ASMR mereka dan membuat mereka yang mendegarkannya merasa seperti pada situasi yang nyata.

Kedua video di atas hanyalah sebuah contoh kecil dari berbagai macam anime ASMR yang ada. Masih banyak berbagai jenis ASMR bertema Jejepangan yang dapat anda temukan. Anda tinggal memilih mana suara dan keadaan yang cocok sesuai dengan selera Anda. Berikut beberapa anime ASMR yang bisa Anda jadikan referensi:

 

Selamat menikmati sensasi ASMR yang siap menggelegarkan Anda!

Isekai Tidak Seburuk yang Anda Pikirkan

Isekai merupakan sesuatu yang popular belakangan ini. Lantas, hal apa yang membuat isekai dapat menjadi begitu populer hingga menuai pro kontra?

Isekai, mungkin itu adalah kata yang sudah tidak asing lagi bagi para penggemar anime. Sebuah kata  yang dapat diartikan secara harfiah sebagai “dunia lain”, merupakan sub-genre yang berasal dari genre fantasi. Sesuai dengan artinya, isekai merupakan sub-genre yang menggunakan latar dunia lain atau dunia pararel.

Biasanya karakter utama akan terlempar ke dunia lain yang berlawanan dengan dunia mereka, dunia pedang dan sihir misalnya. Mereka terlempar ke dunia tersebut biasanya melalui teleportasi atau dengan reinkarnasi.

Isekai memang sedang populer akhir-akhir ini, hal ini dapat dilihat dari banyaknya konten isekai yang diadaptasi menjadi anime pada tahun ini, seperti Death March kara Hajimaru Isekai, Isekai wa Smartphone, Isekai Shokudou,dan Knight & magic.

Kepopuleran isekai pun banyak menuai pro dan kontra. Ada yang menyambut dengan positif adaptasi-adaptasi sub-genre tersebut, tapi ada juga yang sudah merasa muak dengan hal itu. Bahkan sampai ada yang menganggap bahwa isekai itu sampah. Hal itu mungkin disebabkan karena cerita-cerita tersebut hampir selalu menggunakan konsep yang sama.

Oleh karena itu, penulis akan membahas hal apa yang membuat isekai menarik hingga mendapatkan popularitas, juga sisi lain isekai yang kurang disukai.

Isekai Bukanlah Hal Baru

Isekai memang konsep yang popular belakangan ini. Namun, konsep isekai sendiri bukanlah hal yang baru. Jika kita lihat kembali pada awal tahun 2000-an, anime seperti Inuyasha dan Digimon bisa dibilang sudah menggunakan konsep isekai dimana karakternya terlempar ke dunia lain yang berbeda dari dunia mereka.

Jika lihat lebih jauh lagi, pada tahun 90-an, konsep isekai sudah digunakan. Contohnya pada serial Fushigi Yugi yang berjalan dari tahun 1992 sampai 1996, di mana serial tersebut menceritakan seorang heroine yang terlempar ke dalam sebuah buku yang berlatar pada negeri Tiongkok kuno.

Setelah itu pun beberapa anime dengan konsep isekai terus bermunculan dari waktu ke waktu seperti hack//Sign, Idaten Jump, Zero no Tsukaima, dan berbagai macam anime isekai populer beberapa tahun ini yaitu, yaitu Sword Art Online, Konosuba, Re:Zero, Overlord. Jadi isekai sebenarnya bukanlah konsep baru, melainkan sebuah konsep yang kembali populer.

Lalu, kenapa anime dengan konsep isekai mulai bermunculan kembali belakangan ini? Jawaban simpelnya mungkin karena permintaan pasar. Namun, dapat dikatakan bahwa maraknya anime isekai belakangan ini disebabkan oleh maraknya novel ringan yang menggunakan konsep isekai tersebut.

Saking maraknya penggunaan isekai pada novel ringan, penerbit Kodansha pernah melarang penggunaan isekai pada lomba penulisan novel mereka. Novel-novel ringan berkonsep isekai tersebut pun akhirnya mendapatkan adaptasi anime sehingga membuat anime isekai mulai bermunculan belakangan ini.

Kenapa Harus Menggunakan Isekai?

Mungkin kalian pernah berpikir, kenapa harus menggunakan isekai? Bukankah bisa saja langsung membuat cerita yang berlatar pada dunia fantasi tanpa menggunakan konsep isekai?Memang hal tersebut dapat dilakukan, tapi ada beberapa ada beberapa faktor yang menyebabkan mereka menggunakan isekai.

Menggunakan konsep isekai dapat membuat world-bulding pada ceritanya menjadi lebih mudah dan menarik. Jika menggunakan genre fantasi secara murni maka pengarang harus benar-benar membuat dunia fantasi dari awal, dan tentu saja segala macam hukum fisika yang ada pada dunia tersebut harus dijelaskan untuk memperlihatkan seberapa berbeda dunia tersebut dengan dunia nyata yang kita tempati.

Dengan menggunakan isekai, penulis dapat mempertemukan dua budaya yang berbeda, yaitu budaya dunia fantasi dan budaya modern yang dibawa karakter utama. Salah satu ciri khas dari isekai adalah bagaimana karakter yang terlempar ke dunia fantasi tersebut beradaptasi. Jadi perkembangan dan bagaimana cara dunia itu bekerja akan dijelaskan bersamaan dengan bergeraknya alur cerita melalui sudut pandang orang modern, sehingga membuat kita sebagai penikmat dapat merasakannya juga melalui pengalaman yang dialami karakter utama.

Biasanya pada cerita isekai, karakter utama akan dipertemukan dengan budaya dan gaya hidup yang berbeda dengan dunianya. Nah, interaksi antar karakter tersebut yang membuatnya menjadi menarik. Interaksi karakter tersebut bisa menjadi komedi dengan segala kesalahpahaman budaya yang terjadi atau bisa menjadi tragedi karena berbahaya dan kerasnya dunia itu, hal tersebut tergantung oleh konsep dunia yang dibuat pengarangnya. Karakter yang terlempar tersebut biasanya juga menerapkan pengetahuan mereka dari dunia modern ke dunia tersebut sehingga menimbulkan reaksi yang menarik dari orang-orang yang ada di dunia tersebut.

Unsur Wish Fulfillment Dalam Isekai

Inilah hal yang membuat isekai mendapatkan popularitas dan juga tanggapan negatif. Unsur yang biasa selalu terlihat dalam isekai adalah wish fulfillment.

Wish fulfilment atau yang bisa dibilang pemenuhan keinginan adalah pembuatan cerita untuk memuaskan hasrat yang terpendam, dan hal tersebut merupakan sesuatu yang melekat pada isekai. Bagaimana tidak, biasanya karakter utama pada isekai merupakan seorang gamer, pengangguran, pecundang, atau orang yang biasa saja.

Persamaan dari mereka semua adalah mereka merupakan orang-orang yang kurang berkontribusi kepada masyarakat atau bahkan tidak sama sekali. Namun, setelah terlempar ke isekai mereka menjadi orang yang penting dan spesial. Perbedaan yang signifikan tersebut bisa dibilang menggambarkan keinginan terpendam orang-orang yang memiliki karakteristik seperti itu di dunia nyata, di mana mereka ingin menjadi pusat perhatian dan bisa berkontribusi kepada dunia.

Kesuksesan mereka di dunia lain biasanya karena sesuatu yang disebut cheat ability. Sebelum terlempar atau tereinkarnasi, rata-rata karakter utama akan mendapatkan kekuatan khusus yang akan membuat mereka mendapatkan keuntungan lebih saat ada di dunia lain tersebut. Contohnya seperti pada serial Isekai wa Smartphone, di mana karakter utamanya merupakan orang biasa. Setelah mendapatkan kekuatan spesial, yaitu kekuatan sihir yang melebihi rata-rata dan seperangkat telepon pintar yang bisa ia bawa ke dalam dunia fantasi, hal tersebut membuatnya memiliki kelebihan dari penghuni asli dunia itu sehingga membuat perjalanannya menjadi mudah (seperti menyelamatkan beberapa gadis, menjadikan gadis itu haremnya, dan menjadi perhatian penduduk kota sampai orang-orang penting pada negeri itu).

Contoh lainnya bisa dilihat pada serial Death March kara Hajimaru Isekai yang berlatar dunia gim RPG, dimana karakter utamanya bisa mendapatkan dan menaikkan segala macam kemampuan dengan mudah. Hal tersebut juga bisa dikatakan sebagai wish fulfillment, dilihat dari bagaimana lancarnya perjalanan mereka di dunia tersebut.

Selain menggunakan cheat ability, unsur wish fulfillment bisa dilakukan dengan membuat dunia yang mereka datangi menjadi dunia yang sangat sesuai dengan mereka. Seperti pada No Game No Life, di mana karakter utamanya merupakan gamer genius dan dunia yang mereka datangi merupakan dunia yang menyelesaikan segala sesuatu dengan permainan sehingga membuatnya menjadi sangat cocok bagi mereka.

Unsur wish fulfillment ini dapat dikatakan sesuatu yang menarik minat orang-orang yang mencari pelarian dari kenyataan atau kegiatan-kegiatan sehari-hari yang memuakkan. Hal itu dilakukan dengan cara mengaitkan diri mereka dengan karakter utama isekai tersebut, apalagi orang-orang yang memiliki persamaan karakteristik dengan karakter-karakter itu.

Di sisi lain, penggunaan wish fulfillment yang terlalu berlebihan juga tidak baik,  membuat beberapa orang merasa jijik dengan hal tersebut dan akhirnya memandang negatif isekai itu sendiri. Perlu diingat juga bahwa tidak semua isekai menggunakan unsur ini secara berlebihan. Hal itu akan dijelaskan lebih lanjut di bawah ini.

Menggunakan Konsep yang Sama dengan Eksekusi yang Berbeda

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa cerita isekai memang banyak yang memiliki kesamaan. Meskipun begitu, tentu saja setiap pengarang harus dapat menciptakan keunikan pada cerita mereka.

Contoh mudahnya adalah salah satu anime isekai terkenal Re:Zero yang menggabungkan konsep isekai dengan time loop. Karakter utama yang berharap dapat hidup dengan indah di dunia lain malah mendapatkan kekuatan seperti save point di mana ia dapat kembali ke waktu tertentu setelah ia mati. Ditambah dengan dunia tersebut ternyata lebih kejam dari yang ia bayangkan membuatnya mati berkali-kali dan terus mengulang beberapa kejadian yang bisa dibilang menyakitkan.

Contoh lainnya bisa terlihat pada Konosuba yang dapat dikatakan memparodikan sub-genre isekai itu sendiri. Konosuba memang mengikuti konsep isekai yang umum, dimulai dari terlempar ke dunia lain, mendapatkan “cheat ability” dan gadis-gadis cantik sebagai kawannya. Sayangnya, karakter utamanya terlempar karena meninggal dengan cara konyol, membawa dewi bodoh sebagai cheat ability nya, dan mendapatkan gadis-gadis cantik dengan sifat yang terbilang aneh sebagai kawannya. Hal umum tersebut dipelintir sedemikian rupa sehingga membuat keunikan tersendiri pada seri tersebut.

Hal lainnya yang biasa dilakukan pengarang isekai untuk membuat serialnya berbeda adalah dengan cara membuat karakter utamanya bereinkarnasi menjadi makhluk atau benda lain. Ada yang bereinkarnasi menjadi hewan seperti pada Kumo Desu ga, Nani ka? yang karakter utamanya berubah menjadi laba-laba, ada yang menjadi monster seperti pada Tensei Shitara Slime Datta Ken yang karakter utamanya menjadi slime, atau menjadi benda mati seperti pedang pada Tensei Shitara Ken Deshita, dan yang paling aneh menurut penulis adalah karakter utama yang bereinkarnasi menjadi mesin penjual otomatis pada seri I Reincarnated Into a Vending Machine.

Di sini karakter utamanya bukan hanya harus beradaptasi dengan budaya fantasi yang ada, melainkan mereka juga harus beradaptasi dengan tubuh baru mereka sehingga menimbulkan interaksi yang cukup menarik. Selain itu, pengarang juga bisa membalikkan keadaan dengan membuat orang yang tinggal di dunia fantasi mendatangi dunia modern seperti pada Isekai Shokudou yang mempertemukan makhluk fantasi dengan makanan modern.

Cerita dengan konsep yang sama juga bukan berarti memiliki kekurangan yang sama juga. Semuanya masih tergantung bagaimana sang pengarang menyusun dan menyampaikan cerita tersebut. Dari sekian banyak novel ringan dan anime isekai, kita tidak bisa langsung memberi label semuanya sebagai sesuatu yang buruk. Jika Anda mau menggali lebih dalam, pasti akan mendapatkan cerita isekai yang cocok dengan selera Anda.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Aji Kurniawan Saputra.

Inilah Keluh Kesah Para Pejuang Gacha

Suka bingung melihat kelakuan para penggacha yang kadang suka marah dan kadang terlihat sangat bahagia? Inilah hal-hal yang mereka hadapi setiap menggacha hingga terlihat seperti itu.

Gacha memang istilah yang sudah tidak asing lagi di dalam dunia gim mobile. Istilah yang datang dari sebuah mesin populer di jepang yang bernama gashapon, di mana mesin tersebut akan memberikan mainan kapsul secara random jika kalian memasukkannya sejumlah uang. Sistem tersebut juga sudah banyak diimplementasikan pada gim smartphone, dan dapat dikatakan bahwa sistem tersebut sukses besar untuk menarik pemain serta menghasilkan keuntungan. Hal tersebut dapat dilihat dari kesuksesan game berbasis gacha populer seperti Fate/Grand Order (FGO) yang telah meraup keuntungan ratusan juta yen. Kalian pasti sering melihat di timeline kalian para pemain game tersebut marah sampai frustrasi karena hasil gachanya tidak sesuai dengan yang diharapkan. Lantas, hal apa saja sih yang membuat para pejuang gacha tersebut sampai frustrasi, tapi tetap saja setia memainkan gim tersebut?

Persentase Rates yang Bikin Nangis

Hal pertama yang perlu diingat dalam bergacha adalah persentase ratesnya yang bisa terbilang kecil. Rarity (kelangkaan) pada game gacha biasanya terbagi menjadi beberapa bagian, yaitu Normal, Rare, Super Rare, dan Special Super Rare atau yang biasa disebut SSR, walaupun beberapa juga ada yang sampai Ultra Rare (UR) seperti pada gim Love Live! School Idol Festival (LLSIF). Semakin tinggi raritynya, maka semakin kecil pula kesempatan untuk medapatkannya. Beberapa gim memang memiliki presentase yang berbeda-beda, contohnya seperti pada Granblue Fantasy (GBF) dan [email protected] Cinderella Girls Starlight Stage (CGSS) yang memiliki  persentase rates SSR sebesar 3%. Lain cerita dengan FGO, di mana persentase rates untuk mendapatkan servant bintang lima (setara dengan SSR) hanya 1%, sama halnya pada LLSIF dimana persentase rates untuk mendapatkan UR adalah 1%. Selain itu, biasanya juga terdapat gacha festival dalam beberapa bulan sekali yang dimana persentase rates gacha menjadi 2x lipat.

Bisa dilihat bahwa kesempatan untuk mendapatkan rarity tertinggi masih kurang dari 10%, dan perlu diingat juga bahwa persentase rates tersebut mencakup seluruh karakter yang ada, artinya walaupun kalian telah mendapatkan rarity tertinggi, belum tentu itu adalah karakter yang kalian inginkan. Persentase rates kecil inilah yang terkadang membuat para pejuang gacha geram, terutama kepada para pemain yang kurang memiliki keberuntungan. Jadi jangan heran jika melihat ada orang yang sangat senang saat mendapatkan SSR di timeline anda.

Waifu/Husbando Adalah Prioritas Utama

Dalam gim yang dimainkan setiap pemainnya, pasti memiliki karakter favorit yang biasa disebut sebagai waifu atau husbando mereka. Faktor inilah yang terus mendorong para pemain untuk menggacha terus menerus hingga waifu/husbandonya berhasil didapat.  Bagi yang memiliki hoki tinggi mungkin akan  mendapatkannya hanya dengan sekali gacha. Akan tetapi bagi pemain yang kurang beruntung, mereka baru akan mendapatkannya setelah gacha berkali-kali, atau mereka bisa saja salah tarik dan mendapatkan SSR karakter yang tidak diinginkan, atau bahkan tidak mendapatkan SSR sama sekali. Tidak peduli ada karakter yang statnya atau skillnya lebih bagus, jika itu bukan karakter yang mereka incar, maka hasil gachanya bisa dianggap ampas oleh mereka sendiri.

Mendapatkan rarity tertinggi waifu/husbando bisa dibilang sebagai suatu pencapaian pada game gacha tersebut. Mendapatkan SSR waifu/husbando diibaratkan seperti menjemput kekasih pulang ke rumah.  Oleh karena itu, beberapa orang tidak segan mengeluarkan uang yang tidak sedikit agar waifu/husbandonya dapat pulang ke sisi mereka. Seperti pada kasus dua tahun lalu, di mana seorang pemain GBF pernah mengeluarkan $6,065 (Rp. 86 juta) untuk mendapatkan karakter bernama Andira yang  terbatas pada waktu itu. Ada juga pemain FGO yang mengeluarkan 600 ribu Yen (Rp. 77 juta) demi memaksimalkan NP (Noble Phantasm) seorang karakter bernama Scathach, yang di mana untuk menaikkan NP dibutuhkan beberapa salinan kartu dari karakter tersebut.

Menggarami atau Tergarami?

Dalam hukum rimba pergachaan, terdapat dua pilihan, yaitu antara kalian menggarami orang lain atau tergarami oleh orang lain.  Hal pertama kali yang biasa dilakukan setelah mendapatkan SSR adalah memamerkannya di media sosial, entah dalam grup, sekadar teman dekat, atau pada linimasa sendiri. Rasanya kurang sempurna jika mendapatkan SSR tidak dipamerkan ke orang lain. Kegiatan seperti inilah yang dapat memicu situasi menggarami, yaitu situasi di mana membuat pemain lain iri, apalagi jika dibumbui dengan kata-kata manis seperti “duh salah tarik”, “kok malah dapat dia sih”, “waifu ku kok gak dapet-dapet, malah ampas mulu”,  padahal mereka sudah mendapatkan rarity tertinggi, walaupun bukan karakter favorit mereka.

“One man’s trash is another man’s treasure” adalah sebuah ungkapan yang sangat cocok untuk situasi tersebut. Arti dari ungkapan itu sendiri adalah sesuatu yang orang lain anggap sampah atau tidak berguna mungkin dapat dianggap berharga oleh orang lain. Mungkin saja karakter yang mereka dapatkan itu adalah waifu/husbando orang lain, yang tentu saja dapat memicu kekesalan orang yang menginginkannya.

Itulah keluh kesah yang dialami para pejuang gacha, mulai dari persentase rates yang bisa terbilang kecil, waifu/husbando yang tak kunjung pulang, serta garam yang bertebaran di sekeliling mereka sehingga membuat mereka jengkel.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Aji Kurniawan Saputra.