Faza Meonk Hadirkan Animasi dalam Film GENERASI MICIN vs Kevin

Faza Meonk bersama dengan PIONICON menghadirkan animasi di film GENERASI MICIN VS Kevin serta mengadaptasi skenario filmnya menjadi novel.

Setelah sukses mengangkat komik Si Juki menjadi film animasi Si Juki the Movie pada akhir tahun 2017, Faza Meonk kembali terlibat dalam produksi film layar lebar. Jika sebelumnya Faza berkesempatan menyutradarai sebuah film animasi yang diadaptasi dari komik karyanya sendiri, kali ini Faza justru mendapat kesempatan untuk terlibat dalam produksi film layar lebar live-action yang diangkat dari novel. Rumah produksi Starvision mempercayakan kreator Si Juki ini sebagai penulis skenario sekaligus ko-sutradara untuk film GENERASI MICIN vs Kevin yang dibintangi oleh Kevin Anggara.

Terlibat sebagai penulis skenario dan ko-sutradara di film GENERASI MICIN vs Kevin adalah sebuah pengalaman baru bagi kreator komik ini. “Kesempatan untuk menulis skenario film GENERASI MICIN vs Kevin ini merupakan tantangan menarik bagi saya yang biasanya lebih dikenal sebagai kreator komik dan film animasi si Juki.” Ungkap Faza. Faza mengakui bahwa menjadi penulis skenario dan ikut menyutradarai sebagai ko-sutradara adalah tantangan tersendiri baginya karena ada berbagai improvisasi dialog yang spontan dilakukan di lokasi shooting agar adegan bisa tampil lebih menarik.

Cerita dalam film GENERASI MICIN vs Kevin ini diangkat dari buku karya Kevin Anggara yang berjudul Student Guidebook for Dummies 1 & 2. Faza mengangkat beberapa cerita dari dua buku tersebut menjadi skenario film yang ditulis olehnya. “Cerita dari film ini memang diklaim sebagai adaptasi dari buku Kevin Anggara berjudul Student Guidebook for Dummies 1 & 2 namun sebenarnya saya hanya ambil sebagian dari buku tersebut, salah satunya tentang kelas Kevin yang hanya dihuni 4 siswa.” Ujar Faza. Faza juga mengakui bahwa ada banyak peyesuaian cerita yang dilakukan agar lebih cocok untuk menjadi alur sebuah film.

Dalam film ini, Faza Meonk juga menghadirkan animasi sebagai visualisasi opening di bagian awal film. Para pemeran dalam film ini ditampilkan sebagai karakter animasi yang didesain oleh Faza dan tim PIONICON. Proses pengerjaan animasinya sendiri dikerjakan oleh studio animasi Kumata yang juga membuat animasi untuk film Si Juki the Movie.

Sinopsis

“Bagi Kevin (diperankan oleh Kevin Anggara), sekolah adalah tempat yang membosankan. Bagaimana tidak? Teman sekelasnya hanya tiga orang: Bonbon (diperankan oleh Teuku Ryzki), Dimas (diperankan oleh Joshua Suherman), dan Johanna (diperankan oleh Kamasean Matthews). Hingga tahun akhir sekolahnya, ia tetap menjadi siswa papan tengah. Tidak ada prestasi dan hal lain yang membuatnya menonjol. Terlebih, keluarganya terus bertanya apa tujuan Kevin setelah lulus. Pertanyaan-pertanyaan itu membuat Kevin kesal.

Suatu hari, Kevin menemukan website misterius yang menantangnya melakukan hal-hal jail di sekolah. Iseng, Kevin menjawab tantangan tersebut dengan mengelabui guru di tengah pelajaran. Ternyata, menjawab tantangan jauh lebih menyenangkan buat Kevin ketimbang menghadapi pertanyaan-pertanyaan orang tua. Kevin pun ketagihan merencanakan kejailan-kejailan selanjutnya dengan target siswa songong, properti sekolah, hingga membongkar skandal korupsi di sekolahnya.”

Kevin Anggara dan Ferry Salim, pemeran ayah Kevin di film GENERASI MICIN vs Kevin

Meskipun film ini diangkat dari cerita Kevin Anggara, namun cerita di film ini tidak menampilkan biografi Kevin Anggara secara keseluruhan. Faza Meonk mengakui bahwa sejak awal cerita di film ini dibuat bukan sebagai biografi kisah Kevin Anggara yang asli. “Kevin Anggara dalam cerita ini adalah seorang anak keturunan Tionghoa yang lahir di tahun 2000an atau biasa disebut Generasi Z.” ucap Faza.

Ketertarikan Starvision untuk mengangkat buku karya Kevin Anggara menjadi film diawali dari obrolan Ernest Prakasa yang menyarankan buku Student Guide Book for Dummies 1 & 2 kepada produser Starvision, Chand Parwez Servia. Sebelumnya Ernest sudah mengenal Kevin Anggara saat Kevin berperan sebagai Ernest muda di film Ngenest yang juga diproduksi oleh Starvision. Menurut Chand Parwez Servia, buku ini memiliki filosofi yang tidak kalah dari buku-buku karya Ernest Prakasa dan Raditya Dika yang telah diangkat menjadi film oleh Starvision. Pihak Starvision kemudian menghubungi Kevin Anggara dan mendapat sambutan baik oleh Faza Meonk yang mengadaptasi sebagian cerita di buku tersebut menjadi skenario film.

Tema “Generasi Micin” yang diangkat dalam film ini memang erat kaitannya dengan generasi Z kelahiran tahun 2000-an yang dianggap serba instan dan sering dicibir oleh generasi yang lebih tua. Pada kenyataannya, sebenarnya semua generasi memiliki tantangannya dan kesulitannya masing-masing. “Kegelisahan saya sebagai orang tua yang beda generasi dengan anak-anak, melahirkan ide GENERASI MICIN vs Kevin. Tentang kegelisahan remaja menghadapi kehidupannya dalam keluarga, sekolah, persahabatan dan cinta. Utamanya bagaimana mereka menemukan interest untuk masa depannya, dan menentukan passionnya.” Ujar Chand Parwez Servia selaku produser dari Starvision.

“Uniknya Gen-Z ini tumbuh besar dengan apa-apa yang serba cepat, dan instan dan akhirnya banyak yang mencibir generasi Kevin sebagai generasi micin. Cibiran ini jadi buah keresahan saya saat menulis, karena generasi manapun pasti punya peluang dan tantangannya masing-masing, dan antar generasi sebaiknya saling rangkul dan berkolaborasi bukan hanya saling nyinyir. Semoga lewat film dan buku ini, apa yang saya resahkan bisa tersampaikan walau memang cukup tersirat.” Tambah Faza Meonk mengenai asal usul kenapa film ini mengangkat tema mengenai generasi micin.

Memiliki pengalaman sebagai seorang komikus yang mengembangkan IP (Intellectual Property/Kekayaan Intelektual) komik buatannya ke dalam berbagai bentuk media lain, Faza Meonk juga mengemas skenario film ini menjadi sebuah novel dengan judul sama seperti filmnya. Adaptasi skenario film ini menjadi novel merupakan hasil kolaborasi antara Starvision bersama PIONICON dan penerbit Bukune. Novel setebal 224 halaman ini sudah bisa didapatkan di toko buku terdekat. Adaptasi skenario film menjadi media lain seperti novel sudah sering dilakukan dan membuktikan bahwa IP menjadi kunci bagi sebuah karya kreatif untuk bisa terus eksis dalam berbagai bentuk media yang berbeda.

Film GENERASI MICIN vs Kevin ini mulai tayang di bioskop pada 18 Oktober 2018. Film ini diharapkan bisa menjalin hubungan generasi orang tua dengan anaknya, guru dengan muridnya juga sesama remaja dalam menjalani kehidupannya. Film ini juga dipersembahkan agar bisa menjembatani asumsi yang salah atas cibiran terhadap generasi yang punya tantangannya sendiri, generasi yang justru dituntut untuk lebih kreatif sejalan perkembangan teknologi digital yang semakin pesat.

Sekilas Tentang Pionicon

Pionicon merupakan perusahaan yang bergerak di bidang penerbitan dan manajemen karakter fiksi di Indonesia. Beberapa karakter yang berada di bawah asuhan Pionicon diantaranya adalah Si Juki, Tuti, Pavlichenko, Vusya, dan Bedil. Pionicon juga mendukung para kreator lokal untuk bisa mengembangkan kekayaan intelektual (Intellectual Property) milik Indonesia melalui konten yang kreatif serta menghibur seperti komik, game, merchandise, animasi dan lainnya.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:

Faza Meonk
Kreator Si JUKI, Founder Pionicon Management
E: [email protected]
M: 08561587230

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Pionicon.

Insurgence – Chains of Renegade Akan Rilis di Steam

Platonic Game Studio, Studio Game lokal dari Denpasar Bali bekerjasama dengan Something2 akan segera merilis Game RPG yang berjudul Insurgence – Chains of Renegade pada 10 November 2018 nanti. di Steam yang Trailernya bisa di cek di sini dan di sini.

Dalam game ini dikisahkan mengenai petualangan Rissa dan Diana, dalam melindungi negeri mereka, kerajaan Aereon dari ancaman pemberontakan. Namun ditengah peteluangannya, Rissa dan Diana menemukan hal yang janggal dan akhirnya menguak sisi buruk Kerajaan yang selama ini mereka bela. Akankah mereka tetap loyal kepada kerajaan atau memilih untuk membela kebenaran yang mereka percayai.

Insurgence – Chains of Renegade memiliki fitur fitur di bawah.

10+ Jam Gameplay

Grafis HD 2D

  • Classical Turn Based Battle System
  • 4 Pilihan tingkat Kesulitan
  • Skill dan Special yang banyak, dimana setiap karakter memiliki 40 lebih Skills dan Spesial
  • Senjata, Armor dan Asesoris yang banyak dimana setiap karakter memiliki 25+ Senjata, 25+ Armor, dan 60+ Asesoris

Sistem Skill yang unik selain didapat dari Leveling, Karakter juga bisa mendapatkan skill dari Equip barang tertentu

Dialog dan Presentasi cerita yang terispirasi oleh Visual Novel

  • 20+ Original CG di Gambar langsung oleh Tim Platonic Game Studio
  • 25+ Artwork Collectible yang di gambar oleh banyak Artist LokalDan juga Opening dan Ending
  • Game yang dinyanyikan oleh utaite ternama fleurishana.

Insurgence Chains of Renegade akan membuka Pre Order untuk Rilis Fisik 19 Oktober 2019 ini dan Rilis Digital di Steam seharga $5 ( atau Rp 49.900 untuk pasar Indonesia ) dan membutuhkan Spesifikasi Komputer berikut untuk memainkannya.

Cover Art Insurgence

Minimal

  • Windows 7
  • Processor AMD Athlon 64 X2 6400+ 3.2 Ghz atau Intel Core 2 Duo E6850 3.0 Ghz
  • RAM 2 GB, Free HDD Space 1 GB
  • Kartu Grafis AMD Radeon 5450, Nvidia GT420 atau Intel HD 2500 dengan Support DirectX 9.0 dan OpenGL 4.1

Rekomendasi

  • Windows 10
  • Processor AMD Phenom II X4 955 3.2 Ghz atau Intel Core i5 750 2.80 Ghz
  • RAM 4 GB
  • Kartu Grafis AMD Radeon R5 230, Nvidia GT710 atau Intel HD 4000 dengan Support DirectX 9.0 dan OpenGL 4.1

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Platonic Game Studio

Konami akan Menyelengarakan Turnamen Game Arcade Rhythm Genesis Cup: Road to Infinity 2018 di Indonesia

Seiring dengan suksesnya sejumlah turnamen berskala komunitas yang turut bekerjasama dengan distributor mesin arcade setempat, Konami mulai memperhitungkan Indonesia sebagai salah satu pasar game arcade khususnya game arcade rhythm, di mana Komunitas lokal Bemani yang ada di Indonesia semakin bekembang. Karena itu, Konami akan menggelar turnamen Genesis Cup: Road to Infinity 2018 di Indonesia, yang akan diikuti oleh 4 negara di Asia Tenggara yaitu Indonesia, Thailand, Filipina, dan Singapura. Perkembangan game arcade di negara tersebut cukup potensial dari kompetisi permainan maupun produk-produk game arcade Konami lainnya, terutama untuk game arcade rhythm Bemani.

Genesis Cup Road to Infinity adalah turnamen game arcade sejenis Konami Arcade Championship atau KAC yang merupakan turnamen akbar dari game-game rhythm yang juga begitu didamba-dambakan oleh para pemain game rhythm di seluruh dunia. Dan kali ini Indonesia mendapat kehormatan dari konami menjadi tuan rumah dalam penyelengaraan turnamen game arcade rhythm Genesis Cup: Road to Infinity 2018. Dalam turnamen Genesis Cup: Road to Infinity 2018 akan dipertandingkan game Sound Voltex 4 “Heavenly Haven”, GITADORA: EXCHAIN (Drummania) dan Dance Dance Revolution Ace. Masing-masing negara akan mengutus 2 atlet atau peserta untuk mempertandingkan masing-masing game, dengan total jumlah peserta sebanyak 24 orang. Pemenang dari masing-masing turnamen akan mendapat kesempatan untuk menghadiri perhelatan Japan Amusement Expo (JAEPO), yang akan diselenggarakan pada 25 – 27 Januari 2019, bertempat di Makuhari Messe, Chiba, Jepang.

Penyisihan/pre-qualifier Genesis Cup Road to Infinity 2018 dilakukan secara online untuk menyeleksi dan mendapatkan pemain-pemain terbaik dalam “battle of king” final Genesis Cup: Road to Infinity 2018. Pendaftaran telah dibuka pada 11 Oktober 2018, dan akan berlangsung hingga 11 November 2018.

Adapun ketentuan pre-qualifier turnamen Genesis Cup: Road to Infinity 2018 untuk masing-masing game adalah sebagai berikut:

Sound Voltex 4

Penentuan Pemenang akan ditentukan dari akumulasi total skor game Sound Voltex 4, yaitu peserta akan memainkan 3 lagu dari setlist yang sudah ditentukan, dan pemenang akan ditentukan dari akumulasi skor total dari semua lagu Sound Voltex 4 yang ditentukan sebelumnya.

Berikut adalah setlist untuk Sound Voltex 4:

Pendaftaran Genesis Cup: Road to Infinity untuk Game Sound Voltex 4 dapat dilakukan melalui tautan berikut ini: http://bit.ly/2EixgjB

GITADORA EXCHAIN

Penentuan pemenang akan ditentukan dari akumulasi total skor game GITADORA: EXCHAIN (Drummania), hanya memainkan Drummania saja, peserta akan memainkan 3 lagu dari setlist yang sudah ditentukan, dan pemenang akan ditentukan dari akumulasi skor total dari semua lagu GITADORA: EXCHAIN (Drummania) yang ditentukan sebelumnya.

Berikut adalah setlist lagu untuk GITADORA EXCHAIN:

Pendaftaran Genesis Cup: Road to Infinity untuk Game GITADORA: EXCHAIN (Drummania) dapat dilakukan melalui tautan berikut ini: http://bit.ly/2CGjkhJ

Dance Dance Revolution A

Penentuan pemenang akan ditentukan dari akumulasi total skor Game Dance Dance Revolution A, yaitu peserta akan memainkan 3 lagu dari setlist yang sudah ditentukan, dan pemenang akan ditentukan dari akumulasi skor total dari semua lagu Dance Dance Revolution A yang ditentukan sebelumnya.

Berikut adalah setlist lagu untuk Dance Dance Revolution A:

Pendaftaran Genesis Cup: Road to Infinity untuk Game Dance Dance Revolution A dapat dilakukan melalui tautan berikut ini: http://bit.ly/2CHflBf

Selain turnamen ketiga game tersebut, Konami juga akan merilis DANCERUSH STARDOM ke Indonesia. Ini adalah pertama kalinya DANCERUSH STARDOM rilis di Indonesia, setelah sebelumnya dirilis di Jepang, Singapura dan Korea Selatan. Dan ada kemungkinan pengunjung atau media dapat memainkan DANCERUSH STARDOM tersebut.

Genesis Cup Road to Infinity 2018 turut didukung oleh Megaindo Gemilang Lestari (MG) selaku distributor resmi game arcade Bemani di Indonesia, dan juga KAORI Nusantara selaku media yang telah berpengalaman dalam membahas mengenai budaya pop masa kini, terutama mengenai anime (kartun Jepang), komik, video game maupun industri kreatif Indonesia.

Tentang Megaindo Gemilang Lestari

Megaindo Gemilang Lestari, atau dikenal juga sebagai MG adalah penyuplai mesin arcade terbesar di Indonesia, yang telah beroperasi sejak 1992. Sebagai salah satu penyuplai dengan persebaran mesin arcade yang mencakup berbagai wilayah di Indonesia, MG terus menjadi yang utama dalam industri permainan arcade selama lebih dari 20 tahun.

Tentang KAORI Nusantara

KAORI Nusantara adalah situs berita yang membahas mengenai budaya pop masa kini, terutama mengenai anime (kartun Jepang), komik, video game, maupun industri kreatif Indonesia, dan perkembangan transportasi umum Indonesia.

Berlokasi di www.kaorinusantara.or.id, KAORI berpengalaman selama 9 tahun dalam memanajemen salah satu situs berita anime dan industri kreatif terbesar di Indonesia. KAORI Nusantara dimiliki 100 persen oleh Indonesia dan bertekad untuk menjadi penyedia informasi terbaik yang berkualitas dan terpercaya dalam bidang anime dan industri kreatif Indonesia.

Informasi Lengkap dapat menghubungi:

Dody Kusumanto
Editor Senior
[email protected]
0858 7825 9317

Wisma Rimanda
Jalan Mampang Prapatan VIII No.21
Mampang Prapatan
Kota Jakarta Selatan,
DKI Jakarta, 12790
Indonesia

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Megaindo Gemilang Lestari.

2019, Toaru Kagaku no Railgun Dapatkan Musim Ketiganya

Tidak hanya satu, dua seri Toaru sekaligus akan tayang 2019 mendatang!

Setelah lama diombang-ambing ketidakpastian, Toaru Project mengumumkan sesuatu yang baru di “Dengeki Bunko 25th Anniversary Fall Dengeki Festival”. Ya, musim ketiga Toaru Kagaku no Railgun akan segera hadir pada tahun 2019 mendatang.

Sama seperti seri anime sebelumnya, Tatsuyuki Nagai kembali berkolaborasi dengan studio J.C. Staff. Sejumlah pengisi suara dari seri anime sebelumnya kembali dihadirkan, di antaranya:

  • Rina Satou sebagai Mikoto Misaka
  • Satomi Arai sebagai Kuroko Shirai
  • Aki Toyosaki sebagai Kazari Uiharu
  • Kanae Itō sebagai Ruiko Saten
  • Azumi Asakura sebagai Misaki Shokuhō

Meskipun sudah diumumkan dan key visual-nya, musim ketiga Railgun belum mendapatkan judul pasti. Sebagai perbandingan, Railgun musim kedua memiliki nama resmi Toaru Kagaku no Railgun S.

Toaru Kagaku no Accelerator Juga Mendapatkan Adaptasi Anime

Selain musim ketiga Toaru Kagaku no Railgun, Toaru Project juga mengumumkan satu lagi seri anime yang turut tayang di 2019 mendatang. Toaru Kagaku no Accelerator, arc ketiga seri Toaru, adalah adaptasi anime dari manga berjudul sama, yang terbit sejak akhir 2013 sampai saat ini.

Berbeda dengan seri Toaru lainnya, seri ini berfokus ke karakter Accelerator, yang diperankan oleh seiyuu kondang Nobuhiko Okamoto. Karakter Last Order diperankan oleh Rina Hidaka. J.C. Staff, studio yang juga memproduksi Toaru Kagaku no Railgun, juga akan memproduksi seri anime ini, dengan Nobuharu Kamanaka sebagai pengarahnya.

Tertarik menonton seri Toaru, tapi bingung mulai dari mana? Tak perlu risau, karena Risa Media telah membuat panduan khusus mengikuti seri Toaru. Jangan lupa, musim ketiga Toaru Majutsu no Index juga akan tayang di musim ini.

Sumber dari Anime News Network

Peni Parker, Karakter Baru Spider-Man Gegerkan Ranah Maya

Ya, para penggemar jejepangan mulai kepincut dengan Peni Parker.

Tidak usah diragukan lagi, superhero Marvel sudah mendapatkan hati di kalangan anak muda Indonesia. Setiap ada film barunya rilis, orang berbondong-bondong menonton filmnya, ada pula yang membeli komik dan merchandise-nya. Setelah heboh dengan eksentriknya Thanos di film Avengers: Infinity War lalu, Marvel kembali mengumumkan trailer film animasi terbarunya, kali ini turut menggaet penggemar jejepangan.

Spider-Man: Into the Spider-Verse, judul lengkap film animasi ini, bercerita tentang Miles Morales, seorang Afro-Latino yang menjadi Spider-Man setelah kematian Peter Parker di seri komik Ultimate Spider-Man. Bagai sebuah kejutan, Miles baru mengetahui bahwa ada Spider-Man lain selain dirinya, di dunia nun jauh di sana. Sebutan kerennya, Spider-Verse.

Beberapa karakter di Spider-Man kembali muncul di dalam film kolaborasi Marvel dan Sony Pictures Animation ini, seperti Peter Parker, Spider-Man yang kita semua kenal, juga Gwen Stacy, pacar Peter di seri film The Amazing Spider-Man. Keduanya diselamatkan ke dunia lain melalui alat supercollider. Selain dua karakter di atas, diperkenalkan pula tiga karakter baru yang telah ada di seri komiknya. Ada Spider-Ham, seekor laba-laba yang digigit babi radioaktif, juga Spider-Man Noir, Spider-Man yang hidup di zaman Depresi Besar 1930an.

Dari semua karakter di atas, ada satu karakter yang belum tersebut, satu karakter yang saat ini menggegerkan ranah maya, Peni Parker. Karakter ini masih terbilang baru, pertama kali muncul di mini seri Edge of the Spider-Verse tahun 2014. Peni adalah seorang Jepang berusia 14 tahun, yang kemudian diadopsi oleh Ben dan May Parker, pasangan yang juga pernah mengasuh Peter Parker. “Kostum” andalannya adalah SP//dr, warisan ayahnya yang meregang nyawa di dalam kostum itu. Uniknya lagi, desain SP//dr terinspirasi dari unit Neon Genesis Evangelion!

Karakter ini mendapat perhatian pada tanggal 2 Oktober lalu, saat peluncuran trailer kedua Spider-Man: Into the Spider-Verse. Pada 4 Oktober (waktu Pasifik), Peni Parker menempati posisi teratas di pencarian Wikia Marvel. Sontak, berbagai fanart bermunculan untuk merayakan euforia ini, beberapa di antaranya digambar oleh ilustrator terkenal. Berikut ini adalah beberapa fanart Peni Parker yang berhasil dihimpun dari berbagai sumber.

Mengingat trailer-nya yang baru saja diumumkan, bersiaplah merapikan linimasa Anda agar dapat menikmati fanart segar Peni Parker, digambar oleh ilustrator lokal maupun luar. Satu hal yang paling penting dari semua tren ini, aturan Internet nomor 34 masih berlaku. Persiapkan dirimu!

Artist: Princess Hinghoi

Sumber dikutip dari Wikia Marvel.

[Liputan] Serba Tak Lazim di POPCON Asia 2018

POPCON Asia 2018 menawarkan sesuatu yang berbeda dari perhelatan tahun-tahun sebelumnya.

Tidak lazim. Dua kata yang mampu mewakilkan perhelatan POPCON Asia 2018 tahun ini, tentunya dalam arti positif. Apa yang dimaksud dengan sesuatu yang tidak lazim ini? Tim Risa Media kembali meliput acara berjargon #CLASHofPOP ini selama dua hari penuh.

Hari Pertama (22 September 2018)

Sama halnya dengan C3 AFA Jakarta 2018 tiga pekan sebelumnya, POPCON Asia 2018 turut berpindah tempat ke ICE (Indonesian Convention Exhibition) BSD City, Tangerang. Meskipun lebih jauh, acara ini tetap mudah diakses melalui KRL Commuter Line dan Tol Jakarta-Serpong.

Sesampainya di pintu masuk acara, penulis disambut dengan boneka angin bentuk Tahilalats, yang kebetulan menjadi salah satu mitra resmi acara ini. Tidak hanya di pintu masuk, stan komik strip yang tidak berfaedah ini juga megah dan nyentrik di dalam, bersandingan dengan stan PIONICON dan FRANK KOMIK yang tak kalah megahnya. Acara ini juga turut dimeriahkan oleh puluhan artist yang menjajakan karyanya di Artist Alley. Tidak mau kalah dengan stan besar, artist yang mengisi Artist Alley juga turut menghias stannya untuk menarik hati para pelanggan. Sebut saja Komikin Ajah yang mengadakan kuis berhadiah, Kisai Entertainment yang menghadirkan tantangan menggambar dengan tangan kiri, bahkan ada pula stan yang membawa gerobak utuh! Sungguh kreatifnya insan berkarya Indonesia ini.

Satu hal yang paling ditunggu di POPCON Asia 2018, Kak Seto!

Ketidaklaziman acara ini rupanya belum berakhir, ditandai dengan adanya ring tinju di tengah area acara. Memiliki nama keren Battle Stage, panggung ini adalah arena untuk bertarung, tentunya bertarung untuk menghasilkan karya terbaik. Banyak hal tak lazim terjadi di panggung ini, sebut saja perkenalan serial televisi Satria Naga, komik terbaru Setan Jalanan, peluncuran sekuel gim Dreadout, adaptasi film Terlalu Tampan, dan yang paling ditunggu, Kak Seto! Meskipun jadwalnya padat, psikolog anak legendaris yang sempat terkenal dengan “sleding”-nya menyempatkan diri untuk menyapa insan kreatif yang hadir, serta mengingatkan kembali akan pentingnya mengembangkan potensi anak untuk berkarya.

Menyikapi tren gim dan e-Sports yang kian menggeliat, POPCON Asia 2018 juga diramaikan oleh perilisan berbagai gim terbaru, seperti Pengabdi Setan dan Dreadout terbaru yang sudah mendukung VR. Para sales yang berseragam SMA pun turut menjajal gim yang pernah dicoba PewDiePie ini. Hasilnya? Kaget bukan kepalang.

Panggung utama POPCON Asia diisi oleh lomba e-Sports yang diselenggarakan oleh Supreme League, di mana lomba yang diadakan adalah DotA dan Mobile Legends. Sejumlah nama besar turut hadir mengikuti lomba ini, salah satunya adalah Team RRQ yang terkenal akan salah satu personilnya, Lemon. Pemain tampak sangat antusias berjuang demi kemenangan.

Hari Kedua (23 September 2018)

Hari kedua acara POPCON Asia 2018 cukup ramai, tidak kalah dengan hari pertama. Sesampainya dekat pintu masuk, kami langsung disuguhkan dengan parade cosplayer, di mana para cosplayer berkumpul membuat barisan untuk berjalan memutari lokasi acara POPCON Asia 2018 layaknya sedang mengikuti parade.

Parade cosplayer di POPCON Asia 2018

Acara parade cosplayer selesai, kami pun mengunjungi berbagai booth yang ada di POPCON Asia 2018, Banyak sekali booth menarik untuk dikunjungi, sebut saja Si Juki dan Tahilalats, yang pastinya sudah tidak asing lagi. Anda dapat menyaksikan sang Creator beraksi menggambar karakternya di tempat. Selain itu, Anda juga dapat membeli berbagai macam merchandise resminya di acara ini.

Faza Meonk, komikus Si Juki, tengah menyapa penggemarnya.

Masih di keseruan rangkaian acara POPCON Asia 2018, Nusantara Stage menghadirkan berbagai bintang tamu terkenal, salah satunya adalah David J. Fielding dan Karan Ashley, pemain serial TV tersohor Power Rangers. Di panggung ini, mereka berdua mengumumkan adanya film aksi terbaru, The Order: Icarus Rising, di mana beberapa pemain Power Rangers turut meraimakan film tersebut.

Selanjutnya, acara di Nusantara Stage dilanjutkan dengan penayangan trailer film animasi asal Indonesia, Balpil n Bhinneka. Film ini bergenrekan animasi aksi superhero, di mana jurus-jurusnya terinspirasi dari silat berbagai daerah di Indonesia. POPCON juga menghadirkan Dalang Pelo, animator Instagram yang tersohor akan video animasinya.

Pengumuman animasi superhero asal Indonesia.

Kejutan yang hadir di POPCON tidak hanya sampai di situ. Diumumkan pula satu lagi film baru yang akan hadir di layar kaca 2019 mendatang, yaitu Satria Heroes. Film ini merupakan seri pembaharuan dari seri Bima Satria Garuda yang sebelumnya pernah tayang di televisi. Rencananya Film ini akan tayang di SCTV.

Sesuai semangatnya yang menjunjung tinggi pop kultur, POPCON juga menunjukkan antusiasmenya terhadap cosplay dengan mengadakan Cosplay Competition, juga memberikan kesempatan akses masuk gratis untuk cosplayer. Untuk Anda yang senang menggambar, POPCON juga menghadirkan seminar membuat stiker LINE dan mendapatkan uang dari hasil penjualannya.

Cosplay Competition di POPCON Asia 2018

Hari sudah mulai malam, tapi keramaian panggung POPCON masih terasa. Acara terakhir dibawakan oleh penampilan dari RAN, sebuah grup musik yang pastinya tidak asing bagi penggemar insan musik tanah air. Pengunjung yang sudah mulai kelelahan bersemangat kembali dibuatnya.

Banyak hal yang tentunya bisa kita dapat dari POPCON kali ini. Teman baru, koneksi baru, pengalaman baru, karya baru, juga ilmu-ilmu baru. Semoga saja POPCON bisa kembali lagi menyapa kita di sini.

Liputan dan penulisan artikel oleh Excel Coananda dan Dikki Cantona Putra.

CLOVERLINES, Komik Web Sci-Fi Fantasi Indonesia Debut di Kickstarter untuk Menggalang Dana untuk Debut Cetak Internasional

Satu lagi komik Indonesia yang akan go international!

Jakarta, Indonesia (3 Oktober 2018) – Ababil “Ash” Ashari, projek lead komik Cloverlines, bekerja sama dengan Webcomics Hub, komunitas pencinta webkomik berbasis di Inggris, sedang menggalang dana untuk print run internsional pertama Cloverlines.

Cloverlines adalah komik komedi dengan semangat yang menggabungkan estetika warna-warna neon dari Macross, dan sensibilitas musik Vocaloid!

Ceritanya berawal dari Yuuki, seorang gitaris dengan mimpi untuk menjadi bintang rock terbesar di Milky Way. Ia kemudian bertemu Cloverlines, sebuah band yang dipimpin oleh gadis berambut biru yang nekat bernama Aimi Hoshikawa. Cloverlines baru saja kehilangan lead guitarist mereka, beberapa jam sebelum Cloverlines akan melangsungkan debut streaming untuk seantero galaksi.

Sampul depan komik Cloverlines yang akan memulai debut internasional. (Foto: Scroll Down Comics)

Yuuki juga bertemu Damon, bassis sekaligus manager band yang pragmatis, dan Rinne, sebuah gynoid yang diprogram untuk bermain drum (alias literal drum machine), juga Karen, eksekutif Omnii Musik yang secara terang-terangan berusaha untuk melakukan sabotase pada band Cloverlines.

“Sangat menyenangkan untuk menulis karakter-karakter tersebut.” ungkap Wednesday Ash. “Dan ketika melihat subscriber terus menerus bertambah setiap bulan di Line Webtoon Discover dan Tapas, rasanya sangat luar biasa! Melihat banyaknya minat untuk komik fisik pertama Cloverlines dari subscribers kami, ya… Kami mesti mencobanya lah!”

Sementara Ash yakin dengan minat yang dapat mendukung penggalangan dana untuk komik fisiknya, Ash membutuhkan bantuan yang lebih stabil. Saat itulah ia bertemu Nen.

“Saya rasa Cloverlines bisa mendapatkan audiens yang lebih besar melalui komik fisiknya. Kemudian karena teman saya sendiri, Ash, yang meminta bantuan saya… Saya tidak bisa berkata tidak, haha!” ucap Nen yang kemudian menjelaskan hubungan baik antara server Discord “Webcomics Hub” miliknya dengan tim kreatif Cloverlines. “Mungkin akan ada lebih banyak orang yang tertarik dengan web comic dan menemukan komunitas yang baik, dimana mereka dapat menemukan banyak teman baru seperti yang saya alami.”

Karena memiliki setting cerita di masa depan, Cloverlines mesti mengusung tema fashion yang futuristik. AsteRiesling bercerita mengenai pengalamannya saat membuat karakter, “Membuat design karakter yang berada di masa depan itu menyenangkan tapi juga menantang. Saya rasa, saya masih harus banyak belajar dan mengeksplor aspek-aspek futuristik pada tiap karakter. Tapi sangat saya senang para pembaca sudah bisa menikmatinya.”

“Bukan main! Ini mimpi saya yang saya pikir tidak akan pernah jadi nyata! Kerja keras memang tidak pernah mengkhianati.” tambah lead illustrator, Nachacobana. “Dan bagaimana kami bisa berada di sini, tentu tidak bisa lepas dari dukungan tim kreatif Cloverlines dan juga pembaca!”

Jika Cloverlines Kickstarter ini telah memenuhi target, backers akan mendapatkan komik fisik, album digital lagu-lagu Cloverlines, juga art print ekslusif Kickstarter. Semua reward fisik akan dicetak oleh Ka-Blam.

Publikasi internasional bukan berarti melupakan nuansa lokal. (Foto: Scroll Down Comics)

“Hal tersulit dalam crowd funding seperti ini adalah eksekusinya. Salah satu alasan kenapa kami memilih Kickstarter juga karena kecemasan kami saat benar-benar mengirimkan reward–barang hasil penggalangan dananya.” jelas Ash. “Tapi dengan Ka-Blam yang menyediakan jasa printing dan pengirimannya, saya jadi tenang karena hal itu dikerjakan oleh profesional.”

Kampanye Kickstarter untuk Cloverlines #1 sudah dimulai sekarang untuk review dan pledging.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai Cloverlines, ayo segera cek melalui Cloverlines.com !

Tentang Nen

    Nen adalah pemilik dan admin Webcomics Hub, sebuah server Discord untuk para pecinta web comic. Ia juga menulis sebuah web comic berjudul Val. Nen tinggal di London, Inggris. Ia adalah produser untuk proyek Cloverlines.

Tentang Ababil “Ash” Ashari

    Ababil “Ash” Ashari adalah kreator komik dari Jakarta, Indonesia. Ia telah menulis dan memproduseri komik Kat Story, Entytas, The Animator, dan tentu saja Cloverlines! Ash adalah project lead dan juga head writer untuk proyek Cloverlines. Dia menulis memakai nama pena Wednesday Ash

Tentang Kickstarter

    Kickstarter adalah komunitas besar yang mendunia tentang kreativitas dan proyek-proyek kreatif. Lebih dari 10 juta orang dari semua tempat di dunia telah mendukung proyek-proyek Kickstarter.

Beberapa proyek datang dari artist besar seperti De La Soul dan Masina Abramovic. Kebanyakan datang dari lebih banyak lagi orang-orang dengan ide kreatif hebat yang belum pernah kamu dengar seperti Grandma Pearl, pembuat-pembuat film indie, juga band-band jalanan.

    Semua artist, pembuat film, designer, developer, dan kreator dalam Kickstarter memiliki kuasa penuh terhadap karyanya, juga kesempatan yang sama untuk membagikan karya mereka terhadap komunitas dan pendukungnya.

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Scroll Down Comics.

Siantar Rap Foundation dan Dorman Manik Dipercaya Mengisi Lagu OST Film Pariban Idola dari Tanah Jawa

Jakarta, 24 September 2018 – Setelah beberapa lalu mengumumkan teaser posternya, film ‘Pariban Idola dari Tanah Jawa’ juga memperkenalkan soundtrack-nya. Adalah Siantar Rap Foundation yang dipercaya menjadi pengisi original sound track untuk film komedi dengan latar budaya batak tersebut. Kebetulan, Siantar Rap Foundation dan Dorman Manik tidak asing dengan cerita ‘pariban’ yang menjadi plot utama film besutan Andibachtiar Yusuf tersebut. Film ini merupakan Film Komedi perdana Sutradara Andibachtiar Yusuf dan menjadi kolaborasi keduanya bersama Agustinus Sitorus setelah Love for Sale.

Siantar Rap Foundation atau SRF adalah group rap yang berasal dari kota Pematangsiantar. SRF dibentuk pada 16 Agustus 2013. Grup ini mencoba untuk memadukan unsur rap dan musik tradisional Batak, untuk dituangkan ke dalam sebuah album perdana Rap Batak yang dirilis tahun 2014. Sementara Dorman Manik adalah solois batak yang tengah naik daun. Music Video dari lagu berjudul ‘Holan di Angan-Angan’ telah ditonton lebih dari 6 juta kali di Youtube (link: http://bit.ly/holandiangan2).

Agustinus Sitorus CEO Stayco Media dan Produser Film Pariban Idola dari Tanah Jawa menuturkan pemilihan Siantar Rap Foundation dan Dorman Manik menjadi pengisi OST Film Pariban Idola didasari pada semangat kolaborasi yang lazim di industri kreatif. “Film ini didasari oleh semangat untuk memopulerkan budaya batak, tentu saya tidak bisa sendiri dan harus kolaborasi dengan teman-teman orang batak sesama pegiat seni. Cerita film ini akan cukup cepat khas film komedi, sesuai dengan lagu Rap yang dibawakan oleh SRF. Sementara cerita cinta antara Halomoan (Ganindra Bimo) dan Uli (Atiqah Hasiholan) coba dibingkai melalui lagu cinta yang dibawakan Dorman Manik.”

Menjadi pengisi soundtrack film Pariban Idola dari Tanah Jawa merupakan kesempatan yang tidak didapat oleh semua musisi. Dorman Manik menuturkan, kebanggan akan budaya batak menjadi alasan utama Ia ikut mengambil kesempatan ini. “Puji Tuhan lagu yg aku nyanyikan ‘HOLAN DIANGAN ANGAN’ dan satu lagi ‘HOLAN TU HO’ telah ditunjuk jadi OST film Pariban Idola, yang mengangkat budaya batak, diperankan oleh aktor-aktor keren. Cerita film ini sangat bagus dan dijamin akan bangga akan budayamu, senang, sedih sampai tertawa se ngakaknya. Dukung generasi muda batak berkarya!”

Selain 2 lagu dari Dorman Manik, Siantar Rap Foundation juga akan menyiapkan 2 lagu untuk muncul di Film Pariban dari Tanah Jawa berjudul ‘Pariban’ (Teaser Video: http://bit.ly/SRFPariban) dan ‘Boru Ni Raja’ (Teaser: bit.ly/SRFBoruNiRaja). Awenz Manurung, salah seorang Anggota Siantar Rap Foundation menuturkan harapannya agar karya kolaborasi ini bisa diterima dengan baik oleh publik. “Harapannya lagu kami bisa dinikmati pendengar dan film Pariban Idola bisa memopulerkan budaya batak. Jadi anak muda batak bisa bangga akan kebudayaannya lewat lagu dan film yang kami kerjakan bersama. Film ini segar, mengangat nilai-nilai budaya batak dari keseharian anak muda yang sering kita alami di keseharian.”

Film Pariban Idola dari Tanah Jawa bercerita tentang Moan (Ganindra Bimo) sosok pemuda Batak yang sudah lama tinggal di Jakarta. Meski usianya sudah menginjak 37 tahun, tetapi belum punya pacar. Situasi ini membuat ibunya yang bermukim di Samosir pusing dan harus turun tangan. Lalu memaksa Moan untuk mudik dan menikah dengan sepupunya, Uli (Atiqah Hasiholan).  Setelah menyelesaikan proses shooting pada Maret lalu, Film ‘Pariban Idola’ hingga kini terus membagikan berbagai teaser agar penonton kian penasaran. Stayco Media selaku rumah produksi yang membuat film Pariban mencoba untuk menghadirkan film komedi yang juga menyuguhkan keindahan alam Pulau Samosir dan Danau Toba yang kental dengan kebudayaan adat Batak.

Untuk informasi lebih lanjut, hubungi:
Agustinus Sitorus
CEO, Stayco Media
M: +62 812-8316-9445
E: [email protected]

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Stayco Media.

CIAYO Comics Rewards, Bagi-bagi Hadiah untuk Pembaca Komik!

Membaca komik sambil mendapatkan hadiah? Mengapa tidak.

CIAYO Comics optimis meluncurkan program loyalitas pengguna, CIAYO Comics Rewards untuk semua pengguna aplikasi maupun pembaca melalui website. CIAYO Comics Rewards sudah dapat digunakan seluruh pengguna CIAYO Comics pada tanggal 24 September 2018. Sebagai platform komik digital pertama asal Indonesia, jumlah download CIAYO Comics yang telah mencapai 900.000 download dengan jumlah pengunjung aktif 50.000 pengunjung per hari sejak pertama berdiri di tahun 2017.

Setiap akun yang berpartisipasi dalam  program ini akan mendapatkan poin. Poin didapatkan dengan cara menjawab kuis trivia yang berisi pertanyaan seputar komik yang ada di CIAYO Comics. Setiap pertanyaan yang dijawab dengan benar akan mendapatkan 20 poin dan untuk setiap akun baru akan mendapatkan tambahan 500 poin. Setiap akun mempunyai satu kali kesempatan untuk mengumpulkan poin setiap harinya. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan hadiah yang menarik seperti voucher Go-Pay, Voucher Pulsa, tiket bioskop, dan berbagai merchandise menarik dari CIAYO Comics.

Cara baru untuk engage berhadiah!

Dengan adanya fitur baru ini CIAYO Comics berharap aktivitas pengguna di dalam aplikasi maupun website akan meningkat. Pengguna bukan hanya membaca dan berinteraksi dengan sesama pembaca maupun author komik, namun juga mendapatkan hadiah menarik. Selain mengapresiasi pengguna lama, CIAYO Comics juga menyasar pengguna baru dengan program CIAYO Comics Rewards.

Bukan hanya pengguna, CIAYO Comics Rewards juga membantu para kreator komik dengan meningkatkan loyalitas pembaca komik dan mendatangkan pembaca baru. Para kreator komik juga mendapatkan apresiasi tersendiri dari CIAYO Comics melalui program khusus kreator komik, Authors Rewards.

Poin yang didapat juga bisa ditukar, loh!

“Mempertimbangkan jumlah download kita yang hampir menyentuh 1 juta dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.  Ini saatnya kita mengapresiasi setiap pengguna yang sudah setia membaca komik melalui CIAYO Comics, ini juga bentuk perhatian kita untuk mempromosikan komik yang tentunya akan berdampak positif bagi para author komik juga” ungkap Head of business Development CIAYO Comics, Khrisnawan Adhie.

About CIAYO Corp

CIAYO Corp memulai bisnis perkembangan properti intelektual dari aplikasi komik digital, CIAYO Comics pada akhir tahun 2016. CIAYO Comics menjadi platform komik digital pertama yang di kembangkan oleh anak bangsa. CIAYO Corp juga menggawangi studio developer games, CIAYO Games serta berkolaborasi dengan studio animasi ternama, Kumata Studio dan studio games yang populer, Agate Studio. CIAYO Games meluncurkan permainan mobile arcade berjudul “CHIPS: Monster Tap!” yang berhasil menjadi finalis Indonesia Game Contest oleh Google Play dan The Best Mobile Game of The Year oleh Popcon Asia 2017. Bergerak sebagai media, CIAYO Corp mengoperasikan CIAYO Blog yang membahas tren pop culture terbaru dan telah menarik lebih dari 100.000 pembaca setiap bulannya.

Kontak
Michael Tan
Public Relation
+6282273170103
[email protected] 

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari CIAYO Corp