Sally Amaki Hiatus dari 22/7

Menderita social anxiety disorder, Sally Amaki memutuskan untuk hiatus dari segala kegiatannya di grup 22/7.

Menjadi seorang publik figur memang bukan perkara mudah. Tampil di hadapan ribuan pasang mata membutuhkan kesehatan dan mental yang kuat. Sebagaimana halnya manusia yang tidak sempurna, berbagai kendala dapat menghambat karir dan membuat jenuh, sehingga keinginan untuk beristirahat tak terhindarkan. Hal ini juga yang membuat Sally Amaki, salah satu personil grup idol 22/7, memutuskan untuk hiatus dari segala kegiatannya sebagai penghibur.

Dalam rilis pers resminya yang ditulis dalam bahasa Jepang dan Inggris, sang idol mengaku telah menderita social anxiety disorder semenjak awal karirnya. Adanya social anxiety disorder ini membuat penderita ketakutan dan kekhawatiran ketika tampil di depan umum. Sebagai idol, penampilan menarik merupakan sebuah keharusan. Tidak seperti kata lagu, Sally tidak sendiri. Ia mendapatkan bantuan dari psikiater, orang tua, dan segenap staf 22/7.

Meskipun demikian, kondisi Sally kian memburuk setelah rilis single ketiga. Setelah berkonsultasi, ia diizinkan untuk mengikuti kegiatan handshake, meskipun hanya satu sesi. Setelah kembali berkonsultasi, akhirnya Sally Amaki memutuskan untuk hiatus dari segala kegiatan grup 22/7 setelah perilisan single keempat.

Saat ia memutuskan untuk rehat, Sally mulai khawatir akan penggemarnya yang pergi meninggalkannya. Meskipun demikian, ia yakin bahwa masih banyak penggemar di luar sana yang mendukungnya, apapun keputusan yang ia ambil. Ia mengaku bangga telah menekuni sebuah kegiatan di luar zona nyamannya, menjalani karir sebagai idol yang dicintai penggemarnya. Sang idol juga berharap agar para penggemar terus mendukungnya, agar ia kembali pulih dan menemui penggemarnya.

Get well soon, Sally Amaki!

Sumber: 22/7

Seekor Kambing Resmi Menjadi Anggota Idol Grup Jepang

Anda tidak salah baca, seekor kambing ini memang benar-benar menjadi idol!

Ya, Anda tidak salah baca. Adalah Idol Grup *ChocoLate Bomb! yang tergabung pada agensi Johnny’s Entertaiment mengumumkan anggota barunya, seekor Kambing bernama Shiropen. Ia akan ikut bernyanyi dalam single baru *ChocoLate Bomb! yang berjudul “LOVE ME DO ~Doko ni mo Iccha Dame~” yang akan rilis pada 24 Juni 2019.

Bagi yang penasaran akan suara merdu Shiropen, Anda harus mendatangi konser atau membeli singlenya melalui toko online, karena single ini tidak tersedia di semua toko fisik di Jepang.

Sang kambing idol dibesarkan di daerah Shitamachi, Tokyo. Sebelum menjadi idol, ia sudah sangat populer di Jepang karena pemiliknya sering memotret dia menggunakan kostum di Instagram. Ia juga sering muncul di televisi Jepang dan dijuluki “ Ikemen”.

Sayangnya, Shiropen hanya menjadi anggota sementara. Jika Anda ingin sekali melihat kambing menjadi idol, silahkan anda menonton konsernya dalam waktu dekat.

Sumber: Soranews24

Kereta Commuter Line “Berbicara” Bahasa Jepang

Bagi Anda yang mengerti bahasa Jepang, tentu Anda paham betul apa yang kereta commuter line ini katakan.

KRL Commuter Line, bersama dengan Transjakarta, MRT dan LRT yang baru saja diuji coba, telah menjadi urat nadi transportasi warga Jakarta. Anda dapat memulai perjalanan Anda sesaat setelah menginjakkan kaki di Stasiun Senen, lalu bersenang ria di Ennichisai Blok M, atau mencoba kafe ala Jepang di Cipete. Harganya yang terjangkau membuat transportasi ini menjadi pilihan warga Jakarta. Tahukah kamu, bahwa kereta-kereta commuter line ini ternyata bisa “berbicara” bahasa Jepang?

Kejadian langka ini disorot oleh warganet Zen Maichiru, saat perjalanannya di KRL Commuter Line. Saat kereta akan tiba di Stasiun Mangga Besar, ia mendengar suara pengumuman kereta commuter line yang berbicara bahasa Jepang. Berikut ini adalah terjemahan dari announcer tersebut (Sumber: Irfan Muhammad):

“Kereta ini hanya berhenti di Stasiun Otemachi, Kasumigaseki, Omote-sandō, Yoyogi-Uehara. Stasiun selanjutnya, Kita Senju, Kita Senju.”

Setelah kalimat ini, sekejap bug tersebut berhenti dan mengumumkan kereta telah tiba di stasiun Mangga Besar. Meskipun hanya berlangsung 8 detik, bug ini merupakan kejadian langka, menjadi sorotan para wibu yang paham artinya.

Hingga saat ini, pos tersebut telah dibagikan lebih dari 600 kali, mengundang decak kagum warganet yang menontonnya. Seorang warganet bernama Reen menganjurkan penumpang untuk memejamkan mata saat bug ini dikumandangkan, serasa naik kereta di Tokyo. Sebagian lagi khawatir video ini dapat disalahgunakan menjadi fitnah “anti asing”. Sebagian lagi mengagungkan kejadian langka ini sebagai momen yang patut diabadikan.

Sisa-Sisa Kereta Jepang di Commuter Line

Tentu Anda bertanya-tanya mengapa hal ini bisa terjadi. Singkatnya, kereta commuter line memanglah buatan Jepang, dan dulunya pernah dipakai di Jepang.

Tokyo Metro 6000 Set 10 di tahun 1985, sebelum dipasangi AC.

Kereta yang dipakai di KRL Commuter Line adalah kereta jenis Tokyo Metro 6000. Kereta jenis ini pertama beroperasi pada tahun 1971, melayani Tokyo Metro Chiyoda Line, juga Odakyu Odawara Line dan Joban Line. Semua stasiun yang disebutkan di atas berada di Chiyoda Line ini. Kereta jenis ini diproduksi hingga tahun 1990, dengan jumlah total 36 set kereta (353 gerbong).

Pada tahun 2018, kereta jenis ini berhenti beroperasi di Jepang. 25 dari 36 set kereta tersebut diekspor ke Indonesia, untuk kemudian digunakan di rangkaian KRL Commuter Line di Jabodetabek. Sistem komputer yang terdapat pada kereta tersebut harus diatur ulang, menyesuaikan dengan jalur-jalur yang ada di KRL Commuter Line. Pepatah mengatakan, tidak ada ciptaan manusia yang sempurna, termasuk kereta ini. Sisa-sisa perangkat lunak dari Tokyo Metro Chiyoda Line rupanya masih belum terhapus dengan sempurna, sehingga Anda dapat mendengarkan sang announcer berbicara bahasa Jepang dengan fasihnya.

Terlepas dari bug yang ada, kejadian di atas rupanya membuat para wibu menjadi antusias naik transportasi umum. Murah, bisa ke banyak tempat, dan berharap agar sang kereta berbicara bahasa Jepang lagi di lain waktu.

Sumber: Zen Maichiru

Bubble Tea Challenge, Tantangan Tawawa Teranyar

Bubble Tea Challenge ini dijawab oleh warganet dengan tindakan serupa, atau dalam rupa fanart karakter anime.

Para wibu tentunya tak asing lagi dengan Getsuyobi no Tawawa. Ya, komik bernada biru yang naik tiap Senin ini, bercerita tentang seorang keseharian wanita berdada besar. Dalam komik terbarunya, Ai-chan (karakter utama dalam komik ini), meminum bubble tea dengan gelas menyangga di belahan dadanya. Oleh warganet, tingkah ini menjadi sebuah tantangan, bernama Bubble Tea Challenge. Sejulmlah istilah seperti Boba Tea Challenge atau Tapioca Challenge juga umum disebut.

Komik dari Getsuyobi no Tawawa yang memulai Bubble Tea Challenge.

Para warganet pun ikut tertantang melakukan tantangan serupa. Sebut saja warga Twitter @mizuki_momoko yang berhasil menyangga bubble tea dengan dadanya. Hal serupa juga dilakoni oleh @miku_emori, @hcupadman, @creamcandy123, dan @mi0_maniac.

Para seniman pun tak mau kalah. Berbagai fanart karakter anime tertentu juga bermunculan. Ada yang berhasil, ada yang gagal, dan ada pula yang tak mau mengakui kegagalannya.

Karakter-karakter Lingkarya Moesia juga gak mau ketinggalan tren, loh! Liat aja kelakuan Clarra Charlone dan PesutBalap.

Kaum lelaki ternyata mau ikutan juga?!

Dirangkum dari berbagai sumber.

 

Amazin, Majalahnya Lingkarya Moesia

Berisikan kompilasi komik dari 8 komikus berbakat, Amazin diharapkan dapat menarik antusiasme penggemar Lingkarya Moesia, penggiat jejepangan dan pembaca komik Indonesia.

Keberadaan platform komik daring dan media sosial membuat komik cetak seakan ketinggalan zaman. Meskipun demikian, Lingkarya Moesia percaya bahwa komik cetak masih mempunyai basis penggemar yang kuat. Hal ini ditunjukkan dengan rilisnya Amazin, majalah kompilasi Lingkarya Moesia.

Amazin hadir menampilkan delapan komikus berbakat anggota Moesia. Ada Risa Comics yang terkenal dengan memenya, Gula Comic untuk Anda yang suka keimutan, dan The Alig Neighborhood karya ORION Artworks. Suka yang cinta-cintaan? Anda bisa membaca komik karya Aegires Blight dalam majalah ini. Ingin komik yang relevan dengan kehidupan nyata? Coretan Harian, Kagamin, dan Panneko dapat menjadi bacaan Anda.

Sampul dari majalah Amazin.

Karena Amazin ini merupakan rilis perdana, Moesia mengambil tema First Impression dalam majalah ini. Majalah ini akan memperkenalkan kembali kehidupan dan perwatakan dari karakter-karakter Moesia dalam bentuk komik. Tujuannya, agar pembaca memiliki keterikatan terhadap karakter tersebut, dan menjelajahi komik karakter-karakter Moesia lainnya. Tidak hanya komik, Amazin juga memuat artikel singkat tentang Virtual Youtuber, dibawakan oleh Clarra Charlone.

Amazin akan dirilis pada Comic Frontier 13 awal September mendatang. Harga majalah dan pengumuman pre-order akan diumumkan belakangan. Info selanjutnya dari proyek Amazin dapat dipantau langsung dari laman Facebook Lingkarya Moesia.

Tentang Lingkarya Moesia

Lingkarya Moesia adalah sebuah lingkarya yang beranggotakan ilustrator, penulis, dan komikus lokal dari berbagai kalangan. Didirikan 16 Desember 2017, kami hadir untuk membantu mereka mengembangkan dan memasarkan IP (karya intelektual) agar dapat bernilai lebih di pasar.

Kontak Kami
Facebook: www.facebook.com/lkmoesia
Twitter: www.twitter.com/lkmoesia
Email: [email protected]

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Lingkarya Moesia. Ilustrasi oleh Sudhi.

Neo Jakarta 2050, Rebutan Wilayah Ala Mafia

60 wilayah mafia dalam neo Jakarta berusaha memperluas kekuasaan mereka. Mana yang Anda jagokan?

Jakarta, 2050. Pemerintah pusat dan pemerintah kota kolaps. Tiap-tiap daerah di kota yang kini bernama neo Jakarta, dikuasai mafia daerah. Total 60 mafia daerah berusaha memperluas daerah, dan merebut daerah mafia lawannya.

Beginilah narasi dari permainan neo Jakarta, sebuah gim distopia yang mengambil latar belakang di ibukota Indonesia. Meskipun gim bertema demikian bukanlah hal baru, ada kisah tersendiri yang menginspirasi keberadaan dari gim “iseng-iseng” ini. Mengingat saat ini kompetisi Neo Jakarta War Bot 2050 telah dimulai, tentu menarik jika penulis membahas sedikit tentang gim ini.

Lelucon Internal yang Menyebar Luas

Awal mula dari konsep ini berawal dari Januari 2019, di mana terjadi “pertikaian mafia” antara kubu neo-Matraman dan neo-Sunter. Kubu neo-Matraman dikepalai oleh Riku, mewakili kecamatan Matraman, Jakarta Timur. Di sisi lain, kubu neo-Sunter diketuai oleh Marquee Adam, sosok di balik suksesnya Naruto Run Comic Frontier 9 yang sensasional. Belakangan, kubu neo-Mangga Dua juga turut terlibat dalam pertarungan, menambah warna dalam “pertarungan” ini.

Berawal dari lelucon internal, “pertarungan” ala mafia ini mendapat sambutan luas saat seorang warganet bernama Excel Coananda mempublikasikan peta Jakarta, lengkap dengan konsep gim dan aturan mainnya. Wilayah Sunter, Matraman, dan Mangga Dua yang menjadi inspirasi juga turut dimasukkan dalam gim ini.

Sebagai catatan, peta gim neo-Jakarta tidak mengikuti batas-batas kelurahan maupun kecamatan riil di Jakarta. Beberapa nama tempat telah diganti namanya dengan nama-nama yang lebih populer di masyarakat. Sebut saja Kecamatan Menteng yang diganti namanya menjadi Thamrin, dan Kecamatan Setiabudi menjadi Sudirman. Kedua nama ini terkenal sebagai wilayah sentra bisnis di Jakarta.

Betransformasi Menjadi Bot

Menyusul ketenaran bot perang wilayah tingkat dunia dan nasional, seseorang berinisiatif untuk membuat versi War Bot untuk wilayah Jakarta. Peta yang digunakan adalah peta neo-Jakarta buatan Excel Coananda. “Biar lebih seru”, sahut admin War Bot yang dalam wawancara singkat kami.

Secara garis besar, aturan main dalam War Bot ini tidak jauh berbeda dengan konsep gim neo-Jakarta. Satu wilayah menyerang wilayah lain yang ada di dekatnya. Pertarungan akan terus berlanjut hingga tersisa satu wilayah yang menguasai seluruh Jakarta. Bedanya, permainan ini sepenuhnya dijalankan oleh program, membuat permainan ini semakin menegangkan. Warganet turut membuat meme dalam bentuk breaking news sebagai respon dari hasil pertarugan yang ada.

Meme buatan Jaya Richard Elvan Panjaitan ini diciptakan setelah pertarungan perdana, di mana wilayah Bunis tumbang.

Bicara soal jagoan admin Neo Jakarta War Bot 2050, ia menginginkan wilayah Bunis menjadi pemenang. Seribu sayang, wilayah Bunis menjadi yang pertama tumbang, diserang Kebon Jeruk dari sisi barat. Sejumlah meme yang berkaitan dengan Bunis bermunculan, salah satunya ayam goreng Rocky Rooster yang terkenal di wilayah tersebut. Setelah Bunis tumbang, sang admin mengaku berpindah dukungan kepada sang agresor, Kebon Jeruk.

Asli Bot, Ada Algoritmanya

Menyusul kekalahan perdana Bunis atas Kebon Jeruk, banyak warganet yang mulai mencurigai laman ini bukanlah bot, melainkan settingan dari adminnya sendiri. Kecurigaan ini wajar terjadi, mengingat beberapa laman yang mengaku sebagai War Bot malah memiliki alur pertarungan yang tidak masuk akal. Untuk menjawab keraguan tersebut, sang admin berbaik hati memberikan algoritma singkat dari pertarungan ini.

  1. Pilih satu dari 60 daerah secara acak. Sebut saja daerah A.
  2. Catat siapa saja tetangga yang merupakan musuhnya.
  3. Jika tidak ada tetangga yang merupakan musuhnya, kembali ke poin 1
  4. Pilih satu dari tetangga musuhnya secara acak. Sebut saja daerah B.
  5. Kesimpulan: Daerah A diserang daerah B.

Siapakah nantinya wilayah yang akan menjadi pemenang dalam battle royale neo Jakarta ini? Manakah wilayah yang Anda jagokan? Ikuti terus alur pertarungannya di laman Facebooknya!

Sumber: Wawancara admin Neo Jakarta War Bot 2050

Bullying pada Karakter Fiksi, Salahkah?

Pukul Bocchi, nistakan Komi, karungi loli, kelabangi Yuriko. Salahkah melakukan bullying pada karakter fiksi?

Hitori Bocchi adalah seorang anak yang polos dan kesulitan mendapatkan teman baru. Sifat polosnya ini menjadi keunikan tersendiri dalam membentuk karakter Bocchi, menggugah perasaan penonton untuk senantiasa melindunginya. Meskipun demikian, ada pula mereka yang menggerakan propaganda untuk memukul Bocchi. Ya, sebagian warganet memang benar-benar melakukan bullying pada karakter fiksi.

Kasus bullying pada karakter fiksi ini bukanlah yang pertama kali. Baru beberapa waktu lalu, muncul gerakan untuk membuat karya hentai dari Komi-san, untuk melawan persepsi karakter Komi-san yang tanpa cela. Karakter Yuriko Nanao dari serial [email protected] juga kerap dikaitkan dengan hewan kelabang, mengacu pada sebuah karya hentai yang menampilkan Yuriko dan kelabang. Begitu pula dengan Rem (Re:Zero) si “babu rumah tangga”, dan beberapa contoh lainnya yang terlalu panjang untuk disebut.

Penyebab Karakter Fiksi Dicaci

Ada banyak sebab sebuah karakter fiksi dibully. Namun, penulis hanya menyebutkan empat alasan yang paling umum mengapa kasus ini bisa terjadi.

Naoka Ueno, salah satu karakter fiksi yang paling dibenci.

Alasan pertama, sifat karakter itu sendiri. Biasanya, sosok ini melakukan perbuatan yang tidak terpuji dalam cerita di anime/manganya. Jika Anda mengikuti serial anime Tate no Yuusha, tentu Anda mengetahui tindakan tidak terpuji Malty Melromarc terhadap Naofumi, dan reaksi gembira para penonton saat sang putri dipermalukan di tiang pancung. Contoh lainnya adalah Naoka Ueno, yang menindas si tunarungu Nishimiya Shouko. Julukan “bitch” biasanya disematkan untuk karakter fiksi wanita yang menyebalkan dalam anime.

Dua, penonton iri dengan karakter tersebut. Tampang biasa saja, payah dalam segala hal, tapi bisa memikat hati banyak wanita. “Seharusnya saya yang lebih dari dia kok nasibnya gak sebaik dia”, keluh penonton yang iri. Jika alasan pertama umum dalam karakter wanita, contoh kedua didominasi oleh karakter pria. Karakter yang sudah pasti masuk dalam kategori ini adalah Kirito dari Sword Art Online. Tidak perlu banyak penjelasan, yang pasti karakter ini begitu dicaci hingga menjadi julukan untuk wibu dengan selera rendahan.

Salah satu meme yang mengajak warganet “memukul Bocchi”.

Alasan ketiga dan yang paling umum, melawan fans garis keras. Biasanya, karakter yang dibully ini memiliki penggemar garis keras yang siap melawan orang-orang yang hendak menistakan karakter favoritnya. Penggemar garis keras Komi-san mencegah warganet membuat karya hentai Komi-san. Penggemar garis keras Bocchi berusaha menjaga Bocchi agar tidak sedih. Terkadang, perilaku fans garis keras ini terlalu berlebihan dalam melindungi karakter favoritnya, dan salah satu cara untuk melawan mereka adalah menyerang karakter fiksinya. Salah satu caranya adalah membuat meme di media sosial, agar fans garis keras ini naik pitam.

Alasan terakhir? Tidak ada alasan jelas. Karakter tersebut memang memiliki bagian tertentu yang bisa dijadikan bahan tertawaan oleh warganet. Tidak ada balas dendam, tidak ada rasa iri, hanya iseng saja.

“Salahkah Dibully? Kan Cuma Karakter Fiksi”

Pertanyaan yang selanjutnya terbesit di pikiran Anda, apakah sebuah karakter fiksi tidak apa dibully? Toh hanya karakter fiksi, tidak ada sangkut pautnya dengan dunia nyata. Jawaban singkatnya, bisa iya dan bisa tidak. Jawaban panjangnya, sangat panjang dan rumit.

sayori
Membully Sayori = merendahkan penderita depresi. Begitulah konsensusnya.

Sebelum Anda mengiyakan alasan di atas, Anda harus mengetahui bahwa ada beberapa karakter fiksi yang erat kaitannya dengan dunia nyata. Nishimiya Shouko hadir mewakilkan para tunarungu. Sayori dari Doki Doki Literature Club erat kaitannya dengan depresi dan niat bunuh diri. Melakukan bullying pada dua karakter di atas sama saja dengan merendahkan suatu golongan yang diwakilkan karakter tersebut.

Keterkaitan karakter anime dengan dunia nyata ini tidak selalu datang dari karakter itu sendiri. Ada pula beberapa oknum wibu yang tidak bisa membedakan dunia nyata dan dunia anime. Salah satu contohnya adalah cosplayer yang diteriaki “pelakor”, hanya karena karakter yang ia kenakan memang seperti itu di cerita animenya. Masih ingat dengan lelucon “menculik loli”? Ternyata ada yang benar-benar menculik loli ke dalam karung! Inilah jadinya kalau inside joke yang merendahkan suatu karakter terbawa ke kehidupan sehari-hari.

Masih soal bullying karakter fiksi, ada pengecualian untuk karakter fiksi yang memang layak dibenci dari wataknya. Itu hal yang wajar, tanda Anda memang benar-benar memahami dan terbawa emosi oleh ceritanya. Selama tidak terbawa ke dunia nyata saja.

Karakter yang satu ini pengecualian. Toh orang-orang juga tak suka.

Jangan Berlebihan!

Selebihnya, tindakan bullying pada karakter fiksi bukanlah sesuatu yang salah secara etis. Tidak ada gologan tertentu yang terwakilkan, yang ada hanyalah fans garis keras yang marah-marah saat junjungannya dihina. Pemujaan berlebihan memang tidak sehat, namun kebencian berlebihan jugalah tidak sehat. Banyak warganet yang tidak mengikuti jalan cerita anime tersebut, tetapi lelah dengan semua hujatan ini dan meminta agar warganet menghentikan serangan terhadap karakter tersebut.

 

Satu hal yang paling penting, tindak bullying berlebihan pada karakter fiksi adalah seusatu yang tidak ada gunanya. Anda hanya akan terlihat bodoh dan norak di mata warganet lain. Daripada terus menghujat, lebih baik kita meminta maaf pada orang lain yang terganggu dengan cacian Anda. Terlebih saat ini masih hangat suasana Idulfitri.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.

Yoshinoya Kini Hadir dalam Kemasan Kaleng!

Tidak perlu jauh-jauh pergi untuk merasakan enaknya daging Yoshinoya, karena kini ada kemasan kaleng.

Sebagai anak milenial yang sering nongkrong, tentu Anda sudah tak asing lagi dengan Yoshinoya. Makanan asal negeri matahari terbit ini telah lama ada di Indonesia. Daging yakiniku yang gurih, dipadukan dengan nasi hangat dan bawang bombay, merupakan ciri khas dari makanan ini. Sekarang, tidak perlu jauh-jauh pergi ke mal untuk menyantapnya, karena sudah hadir Yoshinoya dalam bentuk kaleng.

Yoshinoya instan tersedia dalam 6 varian rasa, mulai dari yakiniku, yakitori, babi jahe, hingga makarel. Tidak perlu dimasak, namun tetap boleh dimasak jika Anda menginginkan kehangatan. Cukup buka kalengnya dan langsung nikmati kelezatan dagingnya. Produk ini juga mengandung nasi di dalamnya, terbuat dari beras coklat Prefektur Miyagi. Anda juga boleh menambahkan nasi jika dirasa kurang.

Makanan ini sangat disarankan untuk mahasiswa dan pekerja dengan waktu dan kantung terbatas, namun tetap menginginkan makanan bergizi. Tidak hanya instan, produk ini juga dapat menjadi makanan darurat di saat bencana menerpa. Jika Anda tertarik, Anda dapat membeli sepaket Yoshinoya kaleng ini (isi 6, semua varian rasa) di toko daringnya dengan harga 4.860 yen (Rp 640.000). Ada pula paket Yoshinoya 6 kaleng makarel dengan harga 4.590 yen (Rp 604.000).

Sumber: Soranews24

Kenapa Wibu Indonesia Suka Anime Bajakan?

Memang tidak bisa dipungkiri kalau masih banyak situs bajakan yang menjadi sumber dari banyak otaku di Indonesia untuk mendapatkan dosis anime hariannya. Walaupun dewasa ini mulai banyak situs-situs yang menyediakan anime legal dengan harga yang cukup terjangkau, masyarakat sepertinya masih enggan untuk berpaling, ada apa gerangan?

Mungkin pertanyaan yang retorik, tapi anime bajakan memang masih menguasai sebagian besar pasar Indonesia. Selain dari faktor ketersediaan, faktor finansial sepertinya juga memegang peranan yang penting dalam proses pengambilan keputusan para penikmat anime memenuhi kebutuhan mereka.

Tentu hal ini menjadi tantangan bagi Ponimu yang menyediakan anime-anime legal. Ponimu sendiri dalam beberapa kesempatan pernah membicarakan mengenai pandangan mereka terhadap anime bajakan. Menurut Ponimu, walaupun ilegal, bajakan masih dibutuhkan untuk distribusi anime yang lebih cepat, dan memang tidak mungkin untuk bisa langsung berpaling dari bajakan.

Lalu apa saja sih faktor yang menurut Ponimu memiliki andil dalam merebut hati penonton anime dari penyedia anime-anime legal? Berikut adalah poin-poinnya.

1. Gratis

Siapa yang tidak suka dengan kata gratis? Banyak anime yang tersedia secara gratis di internet dan accessible untuk semua orang, sehingga tidak heran bila layanan anime berbayar kurang populer di mata mereka.

2. Mudah untuk Ditemukan

Sepertinya kamu tidak akan susah untuk menemukan anime bajakan di internet, hanya bermodalkan google maka kamu bisa disuguhi berbagai macam situs yang menyediakan banyak judul anime.

3. Library yang Luas

Keterbatasan library menjadi salah satu kendala anime legal, karena tidak semua anime bisa didapatkan lisensinya dengan mudah. Namun library anime bajakan tersedia dengan sangat luas membuat para penikmatnya sulit untuk berpaling.

4. Bisa diunduh

Pengunduhan menjadi faktor yang cukup penting karena banyak penikmat anime yang memilih untuk mencari wi-fi lalu menonton anime yang sudah diunduhnya di rumah. Karena dengan cara ini mereka bisa menghemat kuota.

5. Versi Hemat

Versi hemat menjadi alternatif yang baik bagi para penghemat kuota, dengan versi ini, sebuah anime dengan kualitas HD bisa diunduh tanpa menghabiskan paket data penonton.

Ingin baca lebih banyak? Yuk baca langsung artikel Ponimu mengenai kenapa nonton anime bajakan lebih disenangi.

Tentang Ponimu Indonesia

Ponimu Indonesia adalah sebuah situs streaming simulcast anime yang akan dibuka pada bulan Juli 2018 mendatang (tentatif). Situs ini akan memuat anime-anime legal yang dibawakan langsung dari Jepang dengan terjemahan bahasa Indonesia. Ponimu juga menawarkan layanannya dalam kualitas HD jadi para pengguna dapat menonton anime favorit mereka dengan kualitas terbaik.

Ponimu bekerja sama dengan penerjemah profesional yang akan mengerjakan subtitel anime yang tayang di Ponimu berdasarkan teks bahasa Jepang yang didapat dari komite produksi. Hal ini memastikan kualitas dari terjemahan yang baik serta ketepatan dari terjemahan itu sendiri.

Ponimu juga sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa lisensor, diantaranya adalah Hakuhodo dan juga FCC. Ponimu juga sudah beberapa kali melakukan pendekatan ke pemilik lisensi besar seperti Production Reed, TV Tokyo, dan juga Aniplex.

Contact info:

PT Ponimu Indonesia
Situs : www.ponimu.com
Facebook : Ponimu
Instagram : ponimu.id
E-mail : [email protected]

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia.