[Vtuber Corner] APOKI, Virtual Youtuber dari Negeri Ginseng

Virtual Youtuber dengan telinga kelinci khasnya ini akan membawakan lagu-lagu merdu untuk kalian!

Semenjak terlepas dari penjajahan Jepang, negeri Korea, terutama Korea Selatan, terus berambisi untuk menyaingi, bahkan mengalahkan Jepang dalam berbagai aspek. Mulai dari mobil, produk elektronik, hingga yang tersengit saat ini:  J-Pop vs K-Pop.

Tidak mau kalah dengan Jepang yang sudah meluncurkan banyak virtual Youtuber, Korea Selatan ternyata juga mempunyai VTubernya sendiri.

Perkenalkan APOKI, virtual Youtuber asal Korea Selatan. Debut pada 17 April lalu, APOKI tampil modis dengan mengenakan hoodie hitam, ditambah dengan telinga kelinci di rambutnya. Dalam video pertamanya, APOKI menyanyi lagu “Honey” dari Kehlani. Ia juga membuka saran lagu yang akan ia nyanyikan selanjutnya. Video baru akan dirilis setiap minggunya.

Dalam videonya, APOKI berbicara dalam bahasa Korea. Untuk kamu yang tidak paham, jangan khawatir karena turut disediakan pula takarir dalam bahasa Inggris.

Sumber: Youtube APOKI

“Lelah”, Single Kedua Moccatune Rilis 14 April

Moccatune adalah unit kreator (illustrator dan musisi) dari Surabaya, Indonesia. Musik dari Moccatune akan terdengar sangat familiar jika kamu sudah mengenal lagu-lagu dari supercell, EGOIST, Tia, Koeda, Yanagi Nagi, dan HoneyWorks. Vokal yang imut dan lembut di saat yang bersamaan ditemani alunan piano dengan beat drum yang sangat khas Jepang adalah gambaran musik yang akan kamu dapat saat kamu mendengarkan musik dari Moccatune. Khususunya buat kamu yang sangat familiar dengan OST atau soundtrack anime.

Mocccatune ingin mengangkat lagu dari kehidupan remaja, tidak melulu hanya cinta dan hubungan pribadi saja. “Lagu cinta sudah banyak, mungkin kita bakal nulis beberapa. Tapi ga bakal sebanyak lagu dengan unsur-unsur remaja lainnya.”, kata produsernya. “Kita pengen bikin lagu yang bukan cuma sekadar lagu, tapi yang bisa jadi reminder juga. Mengingatkan banyak oang bahwa anak Indonesia juga bisa bikin karya.”

Lagu yang Punya Cerita

CD cover single Moccatune “Lelah”

Single “Lelah” ditulis oleh Sato dan liriknya dibantu oleh Alice. Proses produksi kreatifnya dimulai dari sebuah komentar yang ditulis di media sosial Moccatune. Salah satu penggemar beranggapan bahwa Moccateam perlu mempertimbangkan untuk membuat latar belakang dari masing-masing karakter yang diperkenalkan di MV “Tentangmu”, maka dari itu “Lelah” pun ditulis.

Sebenarnya, “Lelah” tidak menceritakan back story tiap karakter di Moccatune, karena Moccateam ingin para penonton untuk lebih merasakan pengalaman bagaimana rasanya menjadi masing-masing karakter, daripada menjelaskan ceritanya secara langsung. Agar penonton juga bisa lebih intim dengan karakter-karakter yang sudah diperkenalkan sebelumnya.

Salah satu ilustrasi single Moccatune “Lelah”

Produksi lagu “Lelah” kurang lebih memakan waktu 30 hari, dimulai tak lama setelah “Tentangmu” dirilis di YouTube. Untuk musiknya, Sato (produser) merasa bahwa lagu yang dirilis harus bisa dinikmati, tidak hanya oleh penikmat lagu Jepang, namun juga penikmat lagu Indonesia pada umumnya. Maka dari itu, aransemen dari lagu “Lelah” dibuat lebih pop dan chilly, namun masih beraroma Jepang. “Niatnya, ‘Lelah’ nanti akan dibuat agar orang-orang seolah mendengarkan lagu penyanyi Indonesia, seperti Raisa, HiVi, atau Anji”, kata Sato.

Masih seperti single “Tentangmu”, single “Lelah” mengusung ide tentang kehidupan romansa para remaja, khususnya remaja SMP dan SMA. Sesuai dengan konsep Moccatune, “mocca” yang berarti sesuatu yang tidak tua ataupun muda, dan “tune” yang berarti nada, digabung menjadi “nada-nada remaja”.

Artikel ini merupakan rilis pers dari pihak Moccatune.

Jeanne d’Arc Ikut Pemilu, Pengawas Kebingungan

Pemilu adalah momen perayaan demokrasi di Indonesia. Rakyat berbondong-bondong datang ke TPS untuk menentukan masa depan bangsa lima tahun ke depan. Banyak hal yang terjadi saat pemilu ini, mulai dari pengawas yang mengenakan kostum Avengers, pengawas yang bergaya ala hantu, dan sejumlah hal lucu lainnya.

Salah satu momen tersebut dibagikan oleh warganet Facebook Alice Hito Rain, yang diketahui bernama asli Jeanne d’Arc. Nama ini tentunya membuat bingung pengawas pemilu, membuatnya harus absen kembali setelah melakukan pencoblosan. Warganet pun mengaitkan nama ini dengan salah satu karakter di seri Fate, yang juga bernama Jeanne d’Arc.

Jeanne d’Arc, umumnya dipanggil Jannu dalam penggemar gim Fate, adalah salah satu karakter dalam seri Fate yang berdasarkan dari Jeanne ‘Arc, tokoh dunia nyata asal Prancis yang maju mengalahkan Inggris dalam Perang Seratus Tahun. Dalam gimnya, Jannu adalah Servant bertipe Ruler.

Sumber: Alice Hito Rain (Facebook). Gambar keluku oleh Shima Shinoji.

Iklan Djarum 76 Terbaru Mencuri Perhatian Warganet

Pemeran wanita yang menarik membuat warganet berbondong-bondong menggambar fanartnya.

Memikirkan ide kreatif untuk iklan rokok memang tidak mudah. Larangan untuk menampilkan produk menjadi tantangan tersendiri bagi produsen rokok untuk menyampaikan pesannya kepada masyarakat. Salah satu dari produk rokok tersebut adalah Djarum 76. Iklannya selalu menampilkan konsep yang lucu dan nyeleneh di saat produsen lain berusaha menampilkan kesan jantan, kesuksesan, dan kemewahan.

Dalam iklan terbarunya yang berdurasi 38 detik, ditampilkan seorang calon legislatif meminta bantuan Om Jin, karakter yang identik dengan iklan Djarum 76, meminta bantuan agar lolos pemilu legislatif. Om Jin kemudian menghadirkan seorang wanita dengan pakaian office lady, berkacamata, dan rambut ponytail. Di akhir iklan, Om Jin dan caleg tersebut ikut berdansa bersama.

Keanggunan pemeran wanita yang dihadirkan menuai respon warganet. Sebagian menanggapi konsep iklan tersebut, “cerdas,”  seperti kata Om Jin dalam iklan itu. Sebagian lagi mencari siapa gerangan aktris tersebut, yang belakangan ini diketahui bernama Elizabeth Angela Lorenza. Tidak sedikit pula para insan kreatif yang turut menggambar fanart pemeran tersebut. Begitu melihat kumpulan fanart ini, sang pemeran turut memberikan apresiasi.

Apa saja fanart yang dihadirkan? Berikut kompilasinya di bawah ini!

Tidak lupa apresiasi positif dari sang pemeran melalui Instagram Story-nya.

Bersiaplah untuk mendapati lebih banyak kumpulan fanart dari iklan Djarum 76 terbaru yang sekaligus mencairkan suasana politik pada masa tenang ini. Selamat hari Senin dan selamat beraktivitas!

Penulisan oleh Excel Coananda.

Film “Gundala” Perlihatkan Teaser Trailer Terbarunya

Film ini merupakan pembaharuan dari Gundala Putra Petir serta perkenalan kepada Bumilangit Cinematic Universe

Akun YouTube resmi Screenplay Films mengunggah teaser trailer film Gundala pada hari Jumat (4/12), karakter superhero asli Indonesia. Dalam video berdurasi satu menit ini, terlihat bagian masa lalu Sancaka, dan bagaimana ia tersambar petir dan berubah jadi Gundala. Saat itu, bangsa telah jatuh dalam anarki, dan di sinilah peran Gundala untuk menjadi patriot. Belum nampak rupa kostum Gundala dalam teaser trailer ini.

Film Gundala yang akan dirilis Agustus 2019 mendatang ini merupakan rangkaian pertama dalam seri BumiLangit Cinematic Universe, sebuah langkah ambisius oleh studio BumiLangit untuk menyatukan seluruh karakter superhero Indonesia dalam universe yang berkaitan satu sama lain. Bekerja sama dengan Screenplay Films sebagai distributor, film ini disutradarai oleh Joko Anwar. Abimana Aryasatya, yang juga memerankan Dono dalam Warkop DKI Reborn, terpilih untuk memerankan karakter Gundala. Dalam teaser trailer ini pula diperdengarkan lagu “The End of The World” yang dahulu dinyanyikan oleh Skeeter Davis, namun dalam trailer ini tidaklah memakai versinya Skeeter Davis.

Gundala, Superhero Lokal dengan Petir di Tangannya

Gundala Putra Petir adalah komik superhero Indonesia buatan oleh Hasmi (1946-2016). Pertama rilis tahun 1969, edisi-edisi komiknya terus berlanjut hingga 1982. Gundala pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 1981, dan sempat diisukan kembali naik layar tahun 2008.

Dalam kisahnya, Gundala atau dikenal sebagai Sancaka, seorang ilmuwan yang patah hati dan tersambar petir saat sedang galau-galaunya. Tak disangka, peristiwa itu memberikannya kekuatan super. Sancaka dapat menembakkan petir dari tangannya, juga dapat berlari secepat kilat.

Keterangan foto tidak tersedia.
Rangkaian besar BumiLangit Cinematic Universe, di mana Gundala menjadi film pembukanya.

Rilisnya film Gundala pada tahun 2019 ini merupakan waktu yang monumental karena, film ini dirilis tepat 50 tahun setelah komik pertama Gundala Putra Petir terbit. Selain itu, tahun 2019 merupakan peringatan satu abad R.A. Kosasih, pencipta karakter superhero pertama Indonesia,  Sri Asih juga menjadi bagian dalam rangkaian besar BumiLangit Cinematic Universe.

Sumber: BumiLangit

Menjadi Wibu Sehat Jasmani

Ingin tampil lebih menarik di event anime selanjutnya? Fitness center ini dapat menjadi rutinitas baru Anda.

Menjadi seorang wibu tidak cukup bermodal pengetahuan akan banyak anime. Luasnya wawasan Anda, banyaknya koleksi anime Anda, kesehatan jasmani tidak boleh sampai dilewatkan. Cosplay Anda akan tampak lebih baik jika didukung postur tubuh yang sesuai. Bagi anda yang sering diejek “gendut” dan “bau bawang”, kini bisa tampil lebih percaya diri di event anime. Dari sekian banyak cara untuk mendapat postur tubuh yang sesuai, gym adalah salah satunya.

Pada hari Sabtu (23/3), Risa Media menghadiri acara open house di 121 Fitness Japan, gym di area Blok M, Jakarta Selatan. Sesuai namanya, 121 Fitness Japan berada di area Little Tokyo Blok M, tempat di mana segala hal yang berbau jejepangan tegak berdiri, termasuk festival jejepangan Ennichisai. Meskipun bernama Jepang, baik wibu maupun non-wibu dapat mengikuti pelatihan di gym ini.

Personal Trainer, Bikin Fokus dan Memotivasi

121 Fitness Japan hadirkan “fitness ala Jepang” sebagai nilai jualnya. Mereka percaya bahwa kesuksesan peserta gym dalam mencapai tujuannya adalah hasil dari kemauan dan kerja keras pesertanya sendiri. Disiplin adalah satu poin penting dalam program ini, mulai dari tepat waktu hingga pola makan yang disarankan dan dihindari. Semua harus diikuti sedemikian rupa demi mencapai hasil yang maksimal.

Aktivitas gym Anda akan terbantu dengan adanya personal trainer.

Sebelum memulai program, peserta terlebih dahulu mengukur badan mereka melalui mesin khusus. Berat badan, berat otot, nutrisi, berat lemak, hingga konsentrasi lemak, semuanya dicatat untuk kebutuhan konseling dan penyusunan program diet untuk peserta. Setelah selesai, trainer menyampaikan hasil yang didapat dan memberikan saran diet dan olahraga untuk peserta.

Salah satu keunggulan dari 121 Fitness Japan adalah personal trainer. Aktivitas gym dilakukan di ruangan tertutup, di mana hanya ada Anda dan trainer di sana. Meskipun demikian, ruangan gym telah dipasang CCTV untuk menjamin keamanan. Cocok untuk Anda yang mudah terdistraksi ketika mengikuti gym terbuka. Trainer yang dihadirkan yang akan push you to the limit, tetapi tetap memberikan motivasi agar Anda semakin bersemangat mencapai target yang diinginkan.

Dekat dengan MRT

Naik MRT ke stasiun Blok M, langsung sampai di 121 Fitness Japan.

Semenjak diresmikannya MRT Jakarta Maret lalu, daerah Blok M menjadi salah satu yang beruntung karena disinggahi oleh moda transportasi modern ini. 121 Fitness Japan sendiri terletak persis di depan stasiun MRT Blok M, dimana anda tak perlu berjalan jauh dari stasiun. Jangkauan MRT yang luas (Lebak Bulus – Bundaran HI), serta terhubung dengan moda transportasi umum lainnya (Transjakarta, KRL), gym jauh tak lagi menjadi alasan.

Smaqueen Yaqueen nih  menjadi wibu sehat jasmani? Segera datang ke 121 Fitness Japan di Jl. Panglima Polim No.7B. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi Kindi (0856-7758-335) atau Rica (0877-3391-0138).

Artikel ini merupakan kerjasama antara Risa Media dengan 121 Fitness Japan.

[Wartasemerta] Comic Frontier 13 Tanggal 10 – 11 Agustus 2019

Singsingkan lengan bajumu, kerja keras hadapi deadline!

Pada hari Minggu (31/3) malam, laman Facebook Comic Frontier mengumumkan kabar yang dinanti-nanti. Ya, Comic Frontier selanjutnya akan diadakan tanggal 10 – 11 Agustus 2019.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Comic Frontier 13 diselenggarakan di Kartika Expo Center, Balai Kartini, Jakarta. Tempat ini sudah menjadi “rumah” Comic Frontier sejak perhelatannya yang kesembilan.

Untuk Anda yang ingin turut berpartisipasi dalam acara ini, Comic Frontier akan membuka pendaftaran booth terbuka. Tetap pantau terus laman Facebooknya untuk info lebih lanjut. Jangan lupa baca beberapa tips berikut ini agar Anda tidak merugi di Comic Frontier selanjutnya.

Sumber: Laman Facebook Comic Frontier

Sebelum “Wibu Mangdu”, Ada “Wibu PRJ”

Alkisah, ada sebuah event anime di PRJ dengan nama HobbyFest. Seperti apakah event anime "pendahulu Mangdu" ini?

Jika Anda membayangkan event anime menengah ke bawah saat ini, besar kemungkinan pikiran Anda langsung tertuju ke Mangga Dua, yang juga lazim disebut Mangdu. Bagaimana tidak, harga tiket masuk yang murah (kadang gratis), barang bootleg yang juga murah, dan wibunya yang benar-benar bau bawang, telah menjadi ciri khas dari setiap event anime yang dilaksanakan di tempat ini.

Rupanya, hal demikian bukanlah yang pertama kali. Jauh sebelum ada event Mangdu, ada sebuah event anime yang bernama HobbyFest. Acara tahunan yang diselenggarakan di JIExpo Kemayoran ini memiliki ciri khas yang tidak jauh berbeda dengan event Mangdu saat ini.

Kiblat “Wibu Zaman Then”

Jakarta HobbyFest adalah event anime yang diselenggarakan oleh Komunitas Harajuku Cosplay Indonesia (KHCI). Event ini diselenggarkan tiga kali, yaitu pada tahun 2013, 2014, dan 2015 di JIExpo Kemayoran.

Penulis adalah salah satu pengunjung pada saat HobbyFest pertama dibuka, yaitu tahun 2013. Saat itu, penulis berumur 15 tahun dan baru saja menjadi seorang otaku (karena zaman dulu tidak ada istilah wibu) dan ingin lebih mendalami kultur pop Jepang. Setelah berdiskusi dengan teman sesama otaku, penulis memutuskan untuk mengikuti acara ini, secara tiketnya murah dan tidak jauh dari rumah.

Sesaat setelah masuk, penulis dimanjakan dengan berbagai suguhan Jejepangan. Stan komunitas terletak di bagian depan, lengkap dengan tembok yang dapat Anda lukis untuk meninggalkan jejak. Komunitas yang dihadirkan bermacam-macam, mulai dari Yu-Gi-Oh, Cardfight Vanguard, Gundam, hingga para penakarir penggemar yang lebih dikenal dengan istilah fansub. Dua meja besar di tengah dapat menjadi tempat Anda untuk berdiskusi dengan teman, bersantap ria, atau bermain bersama.

Lomba, Lomba, dan Lomba

Salah satu nilai tambah dari event ini adalah lombanya. Mengingat penyelenggaranya adalah komunitas yang berkutat di bidang cosplay, lomba cosplay menjadi salah satu bagian yang tidak boleh dilewatkan dalam event ini. Puluhan cosplayer turut unjuk gigi menampilkan kostum dan akting sesuai karakter yang ia perankan.

Tidak tertarik cosplay? Masih ada lomba lainnya yang tak kalah menarik, seperti lomba Vanguard, lomba karaoke, lomba fanart, dan khusus untuk Anda yang lapar, lomba makan. Lomba-lomba seperti inilah yang tidak dapat kita temui di event Mangdu saat ini.

Tetap Dikenang

Pagelaran tahunan HobbyFest harus berakhir pada tahun 2015 karena suatu drama. Meskipun demikian, acara ini tetap meninggalkan kesan tersendiri bagi mereka yang hadir di sana.

Poster Jakarta HobbyFest 2015

Seorang warganet bernama Mathali al Anwar membuat sebuah pos, menyatakan nostalgianya akan event ini. Menurutnya, event buatan KHCI, salah satunya HobbyFest, masih lebih baik dibanding event anime sejenis saat ini. Warganet Arife Malakian pun setuju dengan pendapat ini, dan merasa event anime jaman sekarang membosankan dan tidak seseru dulu.

Kisah HobbyFest ini menjadi PR penting bagi penyelenggara event anime pada masa kini. Di tengah kejenuhan event anime yang “gitu-gitu aja”, mampukah mereka membawakan konsep yang berbeda dan tidak membosankan? Atau justru malah terjun bebas dalam kubangan drama? Biarlah mereka yang menentukan.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.

Teruntuk Penjual yang Merugi di Comifuro

Merasa pundung karena tidak balik modal sesudah berjualan di Comifuro? Semoga artikel ini membantu.

Hingar bingar Comifuro 12 baru saja berlalu. Banyak kesan yang tertinggal setelah perhelatan akbar penuh harapan ini. Ada yang gembira karena barang dagangannya habis. Ada pula yang bernapas lega karena balik modal, meskipun tidak seberapa. Di balik keramaian mereka yang bergembira, tersimpan pula raut kecewa sebagian penjual karena barang dagangannya tidak laku, atau malah rugi besar. Mereka mulai menunjuk sesuatu untuk disalahkan, mulai dari lokasi stan yang tidak strategis, tanggal tua, hingga stan sebelah yang lebih besar dan ramai dibanding mereka.

Untuk Anda yang bertanya-tanya, kenapa barang jualan tidak laku sedangkan yang lain bisa, Anda datang di tempat yang tepat. Berikut ini adalah sejumlah alasan laku tidaknya sebuah produk di Comifuro, yang juga dapat Anda aplikasikan ketika mengikuti festival industri kreatif lain.

Fandom Minor? Riset Dulu!

Riset pasar adalah hal-hal yang sering dilupakan penjual saat Comifuro tiba. Sah-sah saja Anda ingin menjadi idealis dengan menjual barang fandom minor (dari segi audiens Comifuro saat ini), seperti Touhou, Ghibli, ataupun Shingeki no Kyojin, tapi jangan berharap banyak jika Anda menyajikannya dengan cara yang biasa saja. Anda harus mempunyai alasan kenapa produk Anda layak dibeli, apa yang membuat produk Anda dilirik oleh fandom yang minor itu.

Keterangan foto tidak tersedia.
Salah satu konten artbook anime 90-an.

Contoh termudah adalah artbook kompilasi anime 90-an karya Dwikipan dan sejumlah ilustrator lainnya. Fandom anime 90-an memang terbilang kecil dalam skala Comifuro. Meskipun demikian, konsep yang disajikan oleh artbook ini mampu membangkitkan aura nostalgia massa, membuatnya laris manis bak kacang goreng. Hal yang sama juga berlaku dengan zine Torsi karya Rimawarna. Anime dan otomotif, konsep yang tidak pernah terlihat sebelumnya, ternyata mampu mengantarkan kesuksesan buku ini hingga edisi kedua. Semua itu mustahil dilakukan tanpa adanya riset.

Fandom Mayor Belum Tentu Sukses

Love Live, Idolmaster, Fate, Granblue Fantasy, Azur Lane. Kelima nama ini adalah sekian banyak contoh fandom mayor, seri anime/game yang mempunyai banyak penggemar. Soal pasar, sebenarnya tidak perlu khawatir, toh massanya sudah banyak dari sananya. Ada satu hal yang sebenarnya Anda perlu lebih khawatirkan. Pesaing yang membuat produk serupa.

Seperti halnya prinsip ekonomi dasar, tingginya demand memicu tingginya supply. Banyak pesaing yang membuat produk dari fandom yang sama, lantas untuk apa pengunjung membeli produk Anda kalau di stan sebelah kualitas gambarnya lebih bagus?

Jualan fandom mayor sebenarnya tidak masalah, malah bisa jadi sesuatu yang menguntungkan jika dilakukan dengan benar. Pastikan kualitas gambarnya bagus, dan sajikan dengan konsep yang bagus pula. Strategi pemasaran yang baik juga turut andil dalam hal ini.

Permainan Stok dan Harga

Selain fandom minor dan mayor, ada pula yang menjual fandom musiman di Comifuro, seperti Go-toubun no Hanayome, SSSS Gridman, dan lain sebagainya. Mereka benar-benar melihat apa yang tengah menjadi tren di masa itu, kemudian membuat karya dari fandom tersebut. Sayangnya, fandom musiman tidak bertahan lama, biasanya hanya 3-6 bulan. Banyak penjual fandom musiman yang merugi di Comifuro, dan banyak pula penyebabnya. Bisa karena kualitas gambar atau konsep yang kurang menarik, sudah lewat musimnya, atau stok barang yang berlebih.

Mau menjual fandom musiman? Pengelolaan stok dan harga itu penting!

Pengelolaan stok penting adanya, tidak hanya untuk fandom musiman, tapi juga untuk fandom minor, mayor, dan IP original. Anda harus benar-benar menentukan berapa jenis produk yang akan Anda jual, berapa jumlah buku yang akan dicetak, hingga harga yang harus ditetapkan. Menguasai teknik ini butuh pengamatan dan logika yang kuat. Jika Anda menjual fandom minor dengan penyajian yang biasa saja, jangan cetak banyak-banyak. Cari tempat percetakan yang tepat agar dapat menekan ongkos cetak. Harga produk yang ditetapkan juga harus pas. Jika harga produk terlalu mahal, orang akan berpikir ulang untuk membeli produk Anda. Sebaliknya, jika harga produk terlalu murah, Anda akan semakin sulit untuk balik modal.

Marketing adalah Kunci

Sebagian besar pengunjung di Comifuro membeli suatu produk karena memang mereka sudah merencanakan ingin membelinya. Dari mana mereka tahu keberadaan produk Anda? Ya dari katalog Anda, promosi yang sudah Anda lakukan jauh hari sebelum acara. Hal sesederhana ini jugalah bagian dari strategi marketing.

Gambar mungkin berisi: 1 orang, teks
Strategi marketing jika dilakukan dengan benar.

Sama halnya dengan menentukan stok, strategi marketing juga membutuhkan pengamatan dan logika yang kuat. Singkatnya, Anda harus membuktikan kalau circle Anda ada, dan akan menjual produk tersebut di Comifuro. Mau membawa marketing ke ranah yang lebih ekstrim? Coba tengok Cozy Production dengan strategi marketing Adidas KW-nya (bahkan sampai Ericko Lim memantik drama), atau Komik Ms Paint yang mematahkan stigma “jualan di Comifuro gambarnya harus bagus”. Apapun bisa terjadi jika strategi marketing Anda mumpuni.

Satu lagi untuk Anda para deadliner, publikasi katalog di H-1 Comifuro adalah marketing yang buruk. Usahakan juga untuk selalu membuat produk baru setiap Comifuro, agar orang tidak bosan dan berpersepsi buruk melihat karya yang “itu-itu mulu”.

Biar Sepele Jangan Sampai Lupa

Selain keempat poin yang disebutkan di atas, ada pula beberapa poin yang kedengarannya sepele, tapi mampu membawa dampak yang signifikan. Salah satunya adalah tindakan kita pada saat hari H Comifuro.

Jika circle Anda menjual banyak jenis barang, pastikan Anda menata meja jualan dengan baik. Hanya barang display dan peralatan mencatat yang diperbolehkan berada di atas meja, sisanya diletakkan di bawah atau belakang meja. Pastikan semua barang ditampilkan dengan rapi dan mudah dilihat pengunjung, tidak ada yang tertutupi.

Saat pengunjung datang, tingkah laku Anda juga mempengaruhi pembeli untuk membeli produk tersebut. Kontak mata, kesigapan, dan kesopanan diperlukan harus dijaga ketika Anda berhadapan dengan calon pembeli. Percuma konten bagus, marketing bagus, jika penjual sibuk main ponsel ketika berjualan. Pengunjung jadi malas dan mengurungkan niatnya untuk membeli.

Setelah pengunjung pergi, pastikan Anda selalu merapikan barang display agar dapat pengunjung selanjutnya merasa nyaman. Hal yang tidak boleh terlupa, jagalah kebersihan agar pengunjung lebih nyaman.

Petik Hikmahnya

Banyak orang memaknai Comifuro dengan cara yang berbeda. Ada yang menganggapnya sebagai tempat berbelanja barang-barang anime. Ada pula mereka yang menafsirkannya sebagai tempat bertemu dengan kawan sehobi dan komunitas. Sebagian ada yang mencari untung, sebagian mencari koneksi, sebagian lagi menunjukkan bahwa ia bisa berkarya, terlepas untung ruginya.

Untuk Anda yang berjualan di Comifuro, terlepas untung atau rugi, penulis hanya dapat berkata, Anda yang berjualan di Comifuro sudah menjalankan wirausaha. Meskipun skalanya kecil, jadikan Comifuro ini sebagai pengalaman berharga untuk mengenal dan mendalami wirausaha, karena ilmu ini akan berguna di kemudian hari.

Selamat berkarya!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.