Ganci Lebih Dari Komik?

Poster, gantungan kunci, stiker, pin. Barang ini banyak dijual di festival anime, tapi tidak dengan komik. Kenapa?

Jika Anda pergi ke festival jejepangan atau industri kreatif Indonesia, ada pemandangan yang hampir pasti ditemui, yakni stan yang menjual berbagai pernak-pernik anime, seperti poster, stiker, atau gantungan kunci. Ketiga barang ini terus merajai berbagai festival jejepangan, bahkan di acara yang mengedepankan komik atau novel sebagai komoditas jual. Lain nasib dengan buku komik dan novel, walau sekarang mulai berkembang, masih kalah jumlah dengan ketiga barang ini.

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi? Anda datang di waktu yang tepat, karena penulis akan menjawab rasa penasaran Anda. Dirangkum dari berbagai sumber, mulai dari pengunjung, percetakan, hingga penjual, inilah sejumlah alasan kenapa merchandise masih lebih diminati dibanding buku komik atau novel.

Lebih Cepat Untung

Sebagian besar penjual di acara jejepangan adalah anak SMA atau mahasiswa, di mana mereka memiliki motivasi tinggi untuk mencukupi kehidupan mereka, menambah uang jajan, atau sekadar ingin merasakan uang hasil jerih payah sendiri. Jika uang adalah motivasi utama, tentu penjual ingin mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit-dikitnya. Mau tidak mau, kita harus kembali membahas seputar ekonomi di sini.

Dalam ekonomi, kita mengenal istilah profit margin, yaitu keuntungan (profit) yang dihasilkan dibagi dengan omset (revenue) yang didapatkan. Dalam hal ini, buku komik hanya menghasilkan untung sebesar 20-50%, mengingat biaya produksinya yang mahal dan harga jual yang harus dipertimbangkan sedemikian rupa agar dapat menarik penggemar. Laba yang lebih meyakinkan dapat diraih dengan menjual gantungan kunci (70%), poster (80%), atau bahkan stiker (90%). Mengingat biaya produksinya yang murah, penjual dapat mendongkrak harga jual dengan tenang. Terjual sedikit saja sudah balik modal.

Lebih Sedikit Kerja

Harus diakui, membuat komik bukanlah hal mudah. Perlu konsep yang matang akan ide dan alur cerita, pemilihan gaya gambar, desain, dan perwatakan karakter, beserta segala hal yang membuat proses pembuatan komik memakan waktu yang lama. Jika Anda membuat komik tersebut dengan karakter Anda sendiri, bukan dari anime yang sudah ada, Anda perlu memutar otak kembali untuk menentukan target pasar dan cara marketing yang tepat untuk karya Anda.

Curhatan seorang artist mengejar deadline acara (Sumber: Momo Yanuarta)

Alhasil, membuat merchandise seperti poster, stiker, atau gantungan kunci menjadi pilihan. Cukup riset tentang anime yang tengah diminati pasar, gambar, cetak, selesai. Mepet deadline? Tak perlu risau, karena Anda dapat membuatnya dalam kurun waktu yang singkat.

Beginilah Pasar Wibu Nusantara

Bicara soal jual beli komoditas jejepangan, mau tidak mau kita harus melihat pasar utama kita, tentu saja para wibu, yang ternyata memiliki keunikan tersendiri dibanding penggemar anime di negara lain. Selain menjadi satu-satunya negara yang menyebut dirinya sebagai “wibu” alih-alih “otaku”, para wibu Indonesia menganggap hobi akan hal jejepangan sebagai suatu kebanggaan, yang patut dipamerkan tidak hanya di dunia maya, melainkan juga dunia nyata.

Merchandise bisa dipamerkan, atau setidaknya jadi barang koleksi (Sumber: Ade Naufal Ammar)

Hal ini terpampang jelas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pin anime di tas, gantungan kunci anime di kotak pensil, kaus anime, hingga poster anime di dinding kamar. Melihat permintaan pasar akan merchandise ini yang begitu tinggi, para illustrator ramai-ramai membuatnya dengan harapan mendapatkan untung dari hasil penjualannya.

Nasib yang sama tidak dialami oleh komik dan novel. Taraf kebangaan pembeli tak setinggi stiker atau gantungan kunci. Apresiasi wibu terhadap buku komik cetak juga masih tergolong rendah, bahkan beberapa di antara mereka malas membeli buku fisik dan lebih mengharap akan versi digitalnya yang bisa dibaca gratis. Doujin masih dipukul rata dengan komik hentai. Jika ada komik atau novel yang bisa laris, biasanya karena komiknya atau komikusnya terkenal.

Tidak Selamanya Indah

Waktu pembuatan singkat, untung lebih banyak, dan minat pasar yang tinggi. Kalimat yang tentunya menggiurkan untuk para illustrator yang hendak mencari uang dengan membuat merchandise.

Sayangnya, banyak illustrator juga berpikir hal yang sama, tidak mau mengambil risiko. Alhasil, pasar dipenuhi oleh barang-barang yang sejatinya adalah sama. Ketika yang satu menjual gantungan kunci Love Live, penjual lainnya juga menjual hal yang sama, hanya gambarnya saja yang berbeda. Hukum alam pun berlaku: siapa yang gambarnya paling bagus, dialah yang paling laku. Keuntungan yang dihasilkan hanya sesaat dan semakin sulit seiring makin banyaknya pendatang baru yang menjual karya yang kurang lebih sama. Jika merchandise anime musiman tidak laku, jangan harap banyak barang itu terjual di acara selanjutnya.

Di sinilah komik dan novel menunjukkan keunggulannya, yakni sebagai investasi karya. Perumusan ide dan alur cerita, pemilihan gaya gambar, desain dan perwatakan karakter, dll. tetap harus dilalui. Proses ini memang membutuhkan waktu, tenaga, dan uang yang tidak sedikit. Selama Anda konsisten berkarya, menggunakan strategi pemasaran yang tepat, serta mampu menjaring penggemar, karya Anda akan terus-menerus menghasilkan laba, tak peduli musim. Kabar gembiranya, banyak artist sudah menyadari hal ini, sehingga jumlah buku komik dan novel yang dijual di acara industri kreatif menjadi semakin banyak.

Pilih yang Mana?

Setelah semua diskusi sehat ini, mungkin Anda berpikir, lebih baik jualan merchandise (gantungan kunci, poster, pin, stiker) atau buku (komik, novel)? Tergantung. Jika Anda mengharapkan keuntungan dan tidak punya waktu banyak, membuat merchandise bisa menjadi pilihan cepat. Lain halnya jika Anda suka membuat cerita, atau ingin mengembangkan karakter sendiri, membuat komik atau novel fisik sangatlah ampuh untuk mendekatkan diri kepada pembaca. Apapun jalan yang Anda pilih, tetaplah berjualan secara sehat. Selamat berkarya!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.

Tetsuya Kakihara, Seiyuu Populer dari Anime Fairy Tail Akan Hadir di POPCON ASIA 2018

Jakarta, 13 Agustus 2018 – Satu lagi nama besar yang bergabung dalam deretan POPSTAR POPCON ASIA 2018, Tetsuya Kakihara. seiyuu (pengisi suara) populer dari Negeri Matahari Terbit.

Seiyuu yang mempunyai panggilan akrab “Kakki” ini terkenal dengan ciri khas suaranya yang cool dan hot. Karakter yang di-dubbing olehnya biasanya adalah karakter anak muda dengan semangat yang berapi-api. Di Indonesia para penggemar anime mengenalnya sebagai pengisi suara karakter Natsu Dragneel dari serial animasi “Fairy Tail” yang terkenal dengan catchphraseMoete kitta zo.

Kelebihan pria kelahiran 24 Desember 1982 ini dibanding seiyuu yang lainnya adalah dia fasih menggunakan Bahasa Inggris dan Bahasa Jerman. Kemampuannya dalam menggunakan Bahasa Jerman ditunjukkan saat ia mengisi suara Laevatein, senjata yang dimiliki oleh karakter Signum pada serial anime Mahou Shoujo Lyrical Nanoha. Meski kedua orang tuanya adalah orang Jepang tapi ia dilahirkan di Dusseldorf, Jerman dan tinggal disana selama belasan tahun.

Kehadiran Kakki di POPCON Asia 2018 adalah sebuah hal yang sangat istimewa karena ini adalah pertama kalinya Tetsuya Kakihara bertemu dengan para fansnya di Indonesia secara langsung. Pengalamannya mengisi berbagai karakter yang cukup fenomenal di berbagai anime dan game membuat kehadiran seiyuu yang satu ini menjadi salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan oleh seluruh penggemar anime di tanah air.

Selain itu, tahun 2018 adalah tahun yang spesial bagi franchise “Fairy Tail” yang saat ini mulai booming kembali. Meskipun seri manga ini sudah tamat, Hiro Mashima melanjutkan cerita dengan merilis manga terbarunya, “Fairy Tail: 100 Years Quest” beberapa waktu yang lalu. Serial animasi “Fairy Tail” juga akan memasuki season terakhir yang akan berlanjut di bulan Oktober. Kegembiraan masih belum selesai, karena “Fairy Tail” akan hadir dalam format mobile game lewat “Fairy Tail Dice Magic” yang dibuat bergaya Action RPG.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc menjelaskan,“Kehadiran Tetsuya Kakihara yang merupakan seiyuu kelas dunia adalah untuk memuaskan keinginan para penggemarnya di Tanah Air sekaligus menjadikan POPCON Asia 2018 sebagai ajang pop culture yang wajib dikunjungi  di Indonesia yang tidak hanya menghadirkan talenta-talenta berbakat dari Nusantara tapi juga dari Mancanegara”.

Ada begitu banyak karakter-karakter menarik dari serial animasi, video game dan tokusatsu yang telah diisi suaranya oleh Kakki. Dia mengisi suara Simon di “Tengen Toppa Gurren Lagann”, Kouichi Hayase di “Linebarrels of Iron”, Garma Zabi di “Mobile Suit Gundam the Origins”, Shing Meteoryte di “Tales of Hearts”, Avatar di “Xenoblade Chronicles X”. Prompto Argentum di “Final Fantasy XV”, Jin Kisaragi dan Hakumen di “Blazblue”, Pegasus Tenma di “Saint Seiya: the Lost Canvas”, Imajin Piggies di “Kamen Rider × Kamen Rider × Kamen Rider The Movie: Cho-Den-O Trilogy Episode Red” dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya berpengalaman mengisi suara dalam anime, game, dan tokusatsu, Pemenang Seiyuu Awards tahun 2007 untuk penghargaan Best Male Newcomer/Rookie ini juga memiliki bakat sebagai seorang penyanyi. Karir Kakki sebagai penyanyi dimulai pada tahun 2010 saat ia bergabung dalam label Kiramune dari Bandai Visual dan Lantis. Di bawah naungan Kiramune, Kakki merilis mini album pertamanya yang bertajuk “Still on Journey”.

Sebagai seorang penyanyi, Kakki sempat merilis beberapa single yang menjadi soundtrack dari berbagai seri anime. Single pertamanya yang berjudul “String of Pain” terpilih menjadi lagu ending untuk seri anime Hakkenden: Eight Dogs of The East. Selain itu ia juga pernah menyanyikan lagu untuk seri anime Brave10, B-Project (sebagai anggota B-Project), Hozuki no Reitetsu, Nanbaka, Pretty Rhytm Rainbow Live, Shonen Hollywood (sebagai anggota Shonen Hollywood), Show by Rock (sebagai anggota ShinganCrimsonZ), Tsukiuta The Animation (sebagai anggota Procellarum), dan Yowamushi Pedal.

Bagi penggemar serial animasi “Fairy Tail”, “Tengen Toppa Gurren Lagann”  dan “Saint Seiya: Lost Canvas” yang ingin berjumpa langsung Tetsuya Kakihara, musti datang ke POPCON Asia 2018 yang kali ini berlangsung di venue yang lebih besar, yaitu di ICE BSD City pada tanggal 22-23 September 2018.

Terkait dengan kehadiran Tetsuya Kakihara, POPCON Inc. juga mengadakan Seiyuu Challenge (lomba sulih suara) dari beberapa karakter populer yang suaranya diisi oleh Kakki. Pendaftaran dibuka mulai hari ini hingga 2 September 2018.

Penjualan tiket awal POPCON Asia 2018 (early bird) telah dibuka seharga Rp.75.000 (satu hari) dan Rp. 130.000 (untuk dua hari). Pesan tiketnya di situs resmi Popcon.Asia. Untuk anak-anak yang tinggi badannya di bawah 100 cm, masuk ke POPCON Asia 2018-nya gratis.

Tentang POPCON Asia

POPCON Asia atau Popular Culture Convention Asia, adalah festival terkemuka di Indonesia untuk konten terkait industri kreatif, terutama komik, mainan, film, dan animasi dari kreator lokal dan internasional. Popcon Asia bertujuan mengembangkan hak kekayaan intelektual para kreator Indonesia, dan mempromosikannya ke dunia. Pada tahun 2018 ini, Popcon Asia diselenggarakan untuk yang ketujuh kalinya pada 22-23 September di ICE BSD.

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Dhaniel D. Gumala
Public Relations
POPCON Asia 2018

E : [email protected]
M : +62856 9755 1391

POPCON ASIA 2018 Merayakan 25 Tahun POWER RANGERS bersama Austin St John

Jakarta, 1 Agustus 2018 – Dalam rangka merayakan hari jadi serial Power Rangers yang ke-25, POPCON Inc. mengumumkan akan memboyong langsung aktor dari serial Mighty Morphin Power Rangers, Austin St. John, sang Ranger Merah pertama, yang di serialnya dikenal sebagai Jason Lee Scott. POPCON Asia merupakan ajang popular culture convention pertama Austin St John di benua Asia.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc menuturkan, “POPCON Asia memposisikan diri sebagai ajang pop culture yang wajib dikunjungi di Indonesia, selalu mencoba untuk menghadirkan popstar untuk memuaskan dahaga pecinta pop culture di tanah air. Pada POPCON Asia 2017, kita membawa tiga Ranger sekaligus dari franchise Power RangersWalter Jones si Ranger Hitam pertama dari serial “Mighty Morphin Power Rangers”, dan Yoshi Sudarso bersama Peter Sudarso, kakak beradik asal Indonesia yang menjadi Ranger Biru di serial Power Rangers Dino Charge” dan “Power Rangers Ninja Steel”.

Austin St. John dalam kostum Ranger Merah.

Ada setidaknya 97 episode Power Rangers yang  diperankan Austin St John sepanjang tahun 1993 hingga 2002. Walaupun sempat mendapat kostum dengan warna yang berbeda, sebagai Ranger Emas Zeo di serial “Power Rangers Zeo” (1996), tapi sosok pemimpin Merah, tidak bisa dilepaskan dari dirinya. Dalam setiap komik, juga action figure Power Rangers, sosok Jason yang diperankan oleh Austin St. John masih menjadi karakter yang paling terkenal.

Sempat menghilang dari dunia hiburan, pemegang black belt Taekwondo dan Judo ini aktif menjadi petugas medis yang membantu tentara Amerika di Timur Tengah selama lima tahun. Sekarang, Austin kembali terlibat dalam beberapa film layar lebar yang akan rilis di sepanjang tahun 2019.

Gagahnya Austin St. John, si Ranger Merah

Bagi fans di seluruh penjuru Nusantara (juga Asia) yang ingin merayakan seperempat abad franchise Power Rangers bersama Austin St. John, si Ranger Merah pertama itu, jelas wajib datang ke POPCON Asia 2018 yang mengusung tema “Clash of POP”.

Penjualan tiket awal POPCON Asia 2018 (early bird) telah dibuka seharga Rp.75.000 (satu hari) dan Rp. 130.000 (untuk dua hari). Pesan tiketnya sekarang juga di situs resmi Popcon.Asia. Untuk anak-anak yang tinggi badannya di bawah 100 cm, masuk ke POPCON Asia 2018-nya gratis.

Tentang POPCON Asia

POPCON Asia atau Popular Culture Convention Asia, adalah festival terkemuka di Indonesia untuk konten terkait industri kreatif, terutama komik, mainan, film, dan animasi dari kreator lokal dan internasional. Popcon Asia bertujuan mengembangkan hak kekayaan intelektual para kreator Indonesia, dan mempromosikannya ke dunia. Pada tahun 2018 ini, Popcon Asia diselenggarakan untuk yang ketujuh kalinya pada 22-23 September di ICE BSD.


Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Dhaniel D. Gumala

Public Relations

POPCON Asia 2018

E : [email protected]

M : +62856 9755 1391

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak penyelenggara.

Staf Kemendikbud Jepang Korupsi 1 Milyar Demi Konten Gim Ponsel

Dalam pemerintahan di negara mana pun, korupsi sudah menjadi hal yang sering didengar. Akan tetapi, kasus yang satu ini berbeda dan mencengangkan.

Dilansir dari Asahi Shimbun, sejumlah karyawan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Jepang (Mobugakusho) telah menggelapkan dana sejumlah 7,7 juta Yen, atau setara 1 miliar Rupiah. Dana ini sebenarnya ditujukan untuk pembiayaan ekstrakurikuler di universitas dan pertukaran pelajar ke luar negeri, dibayarkan oleh orang tua murid dari April 2015 hingga Maret 2018.

Mencium kejanggalan dalam penggunaan dana ini, pihak universitas melakukan investigasi awal bulan ini. Belakangan, beberapa karyawan diketahui menggunakan dana tersebut untuk membeli konten gim ponsel. Hal ini dibuktikan dengan beberapa riwayat transaksi konten gim di ponsel pintar pegawainya.

Sumber: Asahi Shimbun

Otomotif dan Ilustrasi Jejepangan Bertemu di Zine TORSI Volume 2

Setelah sukses meluncurkan zine otomotif TORSI, lingkar kreatif Rimawarna mempersembahkan sekuel dari buku tersebut yang berjudul TORSI volume 2. Zine ini disusun oleh para pecinta otomotif dari Rimawarna, menampilkan sejumlah ilustrasi mobil dengan detail tinggi dan ditemani karakter-karakter original sebagai modelnya.

“TORSI (edisi pertama) secara fundamental memang upaya ‘coba-coba’, eksperimen dari Rimawarna sendiri untuk coba membuat buku yang bukan berisi cerita pendek. Hasilnya terbukti cukup sukses dan berangkat dari hasil itu, niatnya memang mau bikin sekuel secara annual (per tahun),” ungkap redaktur TORSI volume 2 dan ketua Rimawarna, Winsen Tandra. “Perihal planning soal apa yang mau dibuat dan kapan mau dirilis memang tak ada yang pasti. Rimawarna pada dasarnya adalah kerjaan sampingan atau hobi. Pada akhirnya tergantung sikon, kontributornya apa sedang sibuk dengan kegiatan sendiri, misal kerja atau kuliah,” lanjutnya.

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, para pecinta otomotif dari lingkar kreatif Rimawarna berpartisipasi dalam zine TORSI volume 2. Entah itu penulis, maupun ilustrator. Untuk memastikan keotentikan konten dan juga kualitas keseluruhannya, Rimawarna bekerja sama dengan beberapa pelaku dari dunia otomotif lokal. Sebut saja ada Andika Rama Maulana, juara dua Nissan GT Academy 2015 di Silverstone Inggris dan pembalap nasional di kompetisi Indonesia Sentul Series of Motorsport; serta jurnalis otomotif Julfikri Ahmad (dari J-Autotaku) dan Avicena Pratikto.

Sumber: Rimawarna

Ilustrasi karakter model dan mobil diciptakan dengan rapi, penuh detil, serta sedap dipandang, berkat sentuhan desain karakter dari Blueriest dan desain mobil dari Papakiro. TORSI volume 2 juga menampilkan beberapa ilustrator tamu yang menyumbangkan karya mereka, seperti dari Pack (ilustrator Handband Studio), Beny Maulana (desain karakter Vandaria Saga: Red Deimos), serta Kueginger.

Sederet kuda besi hadir di dalam TORSI volume 2 ini. Sebut saja Mazda RX-7 FD3S, mobil sport bermesin rotari yang jadi idaman pehobi otomotif. Kemudian ada mobil reli Alpine A110 1600S dengan desain trendi yang tak lekang dimakan zaman. Zine ini juga bakal menampilkan sosok penyanyi virtual Hatsune Miku lho! Ia hadir bersama mobil Mercedes-AMG GT3 milik tim balap Super GT Goodsmile Racing.

“Tapi ya secara visi, memang bisa dibilang tahun ini Rimawarna ingin mengubah citra, nggak melulu menerbitkan buku cerita. Karena TORSI sukses dan para kontributor menyanggupi untuk mengerjakan sekuelnya langsung, kenapa tidak? Langsung saja kita bikin dua art book tahun ini. Besar harapan kami sendiri kalau TORSI volume 2 ini bisa mengulang kesuksesan kemarin. Kalau hasilnya positif dan sukses, kami bisa lebih percaya diri untuk tidak lagi sekadar membuat buku cerita melulu seperti sebelum-sebelumnya, tapi juga produk-produk lain,” ujar Winsen.

Sumber: Rimawarna

Zine TORSI volume 2 dengan tebal 48 halaman full color sudah bisa dipesan secara online di fan page Rimawarna di Facebook seharga 45.000 rupiah. Kamu juga bisa mendapatkannya secara langsung dengan mengunjungi booth Rimawarna di Comic Frontier 11 pada tanggal 18-19 Agustus 2018 di Balai Kartini Jakarta.

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Rimawarna.

6 Celebrity Cosplayers Bersiap Hadir di C3AFA Jakarta 2018

Jakarta, 21 Juli 2018 – 6 cosplayers regional – lokal terfavorit & terpopoler dipastikan akan hadir di gelaran pop culture terbesar se Asia C3AFA Jakarta – 31 August sampai dengan 2 September 2018. Aza Miyuko dari Korea Selatan, Baozi & Hana dari Tiongkok, Clarissa Punipun dari Indonesia, Luffy dari Hong Kong, Ola Aphrodite dari Indonesia dan Thames Malerose dari Thailand. Info selengkapnya https://animefestival.asia/jakarta18/.

Jangan sampai ketinggalan – dapatkan tiketnya di https://afaid.loket.com/.

Aza Miyuko – Korea Selatan

Aza Miyuko adalah si cantik perwakilan cosplayer dari Korea Selatan. memiliki 380,000 fans di Facebook, Twitter dan Instagram. Cosplay Aza yang paling khas adalah Cosplay Ahri dari LOL dan D.Va dari Overwatch.

Aza tidak hanya membawakan cosplay karakter game, tapi juga beberapa karakter dari berbagai seri animasi. Demi cosplay-nya, ia juga sangat detil tentang implementasi karya aslinya dan kemampuan aktingnya.

Belakangan ini ia berusaha untuk masuk ke area lain seperti broadcasting dan syuting CG, dan juga menjadi topik perbincangan di Youtube

https://www.instagram.com/aza_miyuko/

Baozi & Hana – Tiongkok

Baozi
Baozi yang tampan dan karismatik adalah bagian dari duo Baozi & Hana. Mereka telah berhasil mengumpulkan fanbase yang sangat besar di Tiongkok dan sekarang mulai menarik perhatian fans di seluruh dunia.

Baozi mulai menjadi terkenal setelah menjadi karakter Makoto (dari anime Free!). Baozi menyukai pembuatan prop cosplay dan kadang membuat sendiri properti yang dipakai dengan kostumnya.

https://www.instagram.com/moemoebaozi/

Hana
Hana yang lucu dan pemalu adalah bagian dari duo Baozi & Hana. Mereka telah berhasil mengumpulkan fanbase yang sangat besar di Tiongkok dan sekarang mulai menarik perhatian fans di seluruh dunia. Ia mulai menjadi terkenal setelah menjadi karakter dari Kuroko no Basket. Hana hobi bereksperimen dengan makeup. Ia bisa menciptakan berbagai tampak dengan sekali usapan kuasnya. Ia dan Baozi memulai brand kosmetik mereka sendiri, Flower Knows

https://www.instagram.com/moemoehana/

Clarissa Punipun – Indonesia

Clarissa Punipun adalah cosplayer, gamer dan Anisong enthusiast dari Jakarta. Ia memulai bercosplay dan membuat prop sejak 2006, membuatnya menjadi salah satu figur paling dikenal di dunia cosplay. Ia juga suka membawa karakternya ke dunia nyata via karakter cosplay nya dan memainkan lagu anisong favoritnya di cover piano/drum/cello.

Melalui cosplay dan musik, ia telah diundang ke berbagai event di Asia seperti Jepang, Thailand, Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan berbagai tempat di Indonesia

Punipun menjadi Official Cosplayer untuk re:ON comics di tahun 2015 dan menjadi perwakilan Indonesia untuk Kurate Gakuen Moe Ambassador di Fukuoka di tahun 2017. Tidak hanya di dunia cosplay, ia juga dikenal sebagai Brand Ambassador di Asus Republic of Gamer di tahun 2018. Punipun bercita-cita untuk membawa angin segar untuk komunitas melalui bakat (dan pipi bulatnya!)

https://www.instagram.com/punipun7/

Luffy – Hong Kong

Cosplayer dari Hong Kong yang multitalenta , Luffy sangat populer dan mendapatkan atensi fansnya di Honoka Series dan Love Live! School Idol Project.

Selain menyukai memiliki hobi dance dan performer, Luffly adalah bagian dari V-Project Group dan menyukai dance performance dalam karakter cosplay.

C3AFAJKT adalah kali pertamakanya Luffy hadir di Indonesia.

https://www.instagram.com/luffylam/

Ola Aphrodite – Indonesia

Cosplayer muda dan berbakat dari tanah air. Ola Aphrodite telah memulai karirnya sejak umur 5 tahun. Ketertarikannya di bidang tarik suara (ya, cosplayer ini bisa menyanyi!) membuat Ola bergabung dengan Idol Group – Shojo Complex di 2016.

Ola Aphrodite telah lulus sekolah dan fokus sebagai cosplayer sejak tahun 2013, dia telah diundang sebagai Guest Cosplayer serta penari di berbagai negara Asia sejak 2016, seperti: Thailand, Singapura, Ho Chi Minh (Vietnam), Hanoi (Vietnam), Sabah (Malaysia), Kuala Lumpur (Malaysia), Cosplay Mania (Filipina) & Winter Comiket 2017 di Jepang.

https://www.instagram.com/olaaphrodite/

Thames Malerose – Thailand

Cosplayer serba bisa asal Bangkok, Thailand, Thames Malerose selain memiliki hobi utama sebagai cosplayer ini – menekuni kesibukannya sebagai model, desainer, komposer musik dan aktor. Tergabung dalam  group band rock Thailand – Malerose.

Thames Malerose sangat teliti saat membuat kostum dan propnya. Dikenal dengan sebutan – Bintang Baru di Asia, Thames Malerose sudah diundang ke berbagai acara di berbagai negara dan bekerja dengan berbagai perusahaan sebagai cosplayer untuk mempromosikan brand mereka.

https://www.instagram.com/thames_malerose/

C3 Anime Festival Asia Jakarta 2018

  • Tanggal : 31 Agustus – 2 September 2018 (Konser I LOVE ANISONG di tanggal 31 Agustus – 1 September)
  • Venue : Indonesia Convention Exhibition (ICE)

Official Social Media :

Official Hashtag : #C3AFAJKT & #C3AFAJKT18

Agen Tiket Resmi : www.loket.com

Official Website : https://animefestival.asia/jakarta18/

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak penyelenggara.

Konomi Suzuki Akan Hadir Kembali di C3 AFA Jakarta 2018

Siapkan uang Anda, karena AFAID tahun ini sayang untuk dilewatkan!

Pernah nonton anime No Game No Life, Sakurasou no Pet na Kanojo, atau Re:Zero? Ketiga anime yang sempat populer ini memiliki satu kesamaan, yakni sama-sama mempercayakan Konomi Suzuki sebagai penyanyi lagu pembuka atau penutupnya. Kini, Anda dapat melihat Konomi Suzuki manggung secara langsung, karena ia akan hadir di C3 AFA Jakarta 2018 September ini.

Dilansir dari media sosial resmi Anime Festival Asia, Konomi Suzuki akan hadir di hari kedua acara ini, yakni 1 September. Penyanyi anisong lainnya yang telah dikonfirmasi akan hadir adalah Ayasa, Eri Sasaki, dan Sora Tokui.

Sekilas Tentang Konomi Suzuki

Lahir di Osaka, Jepang pada tahun 1996, Konomi kecil sudah terbiasa menyanyi sejak umur 6 tahun. Karirnya mulai melejit setelah dinobatkan menjadi juara Animax All-Japan Anisong Grand Prix pada tahun 2011. Single pertamanya, Choir Jail, rilis di tahun 2012 sebagai lagu pembuka anime Dusk Maiden of Amnesia, menduduki peringkat 34 di chart Oricon. Karya keduanya adalah Days of Dash, lagu penutup untuk anime Sakurasou no Pet na Kanojo. Tidak berhenti sampai di situ, ia kembali dipercaya untuk mengisi lagu pembuka kedua dari anime yang sama, berjudul Yume no Tsuzuki.

Selama karirnya, ada beberapa anime yang lagu pembuka atau penutupnya dinyanyikan oleh Konomi Suzuki. Beberapa yang terkenal adalah This Game (No Game No Life), Watashi ga Motenai no wa dō Kangaetemo Omaera ga Warui!/Tears Breaker (WataMote)Absolute Soul (Absolute Duo), dan Redo (Re:Zero). Ia juga telah diundang di berbagai acara mancanegara, seperti Anime Expo 2017 di Los Angeles, AnimagiC 2017 di Jerman, bahkan AFAID 2017 di Jakarta. Singkatnya, AFAID 2018 tahun ini menjadi kali kedua Konomi Suzuki menghibur penggemarnya di tanah air.

Ingin melihat Konomi Suzuki lebih dekat? Segera pesan tiket C3 AFA Jakarta 2018 di tautan ini. Sampai ketemu!

[Liputan] INOBU 12, Fantasi di Ujung Ibukota

Hai hai Riscomrades! Kali ini Risa Media berkesempatan datang meliput acara INOBU 12 pada hari Minggu ( 22/7) dan tentu juga ikut merasakan serunya atmosfer acara ini. INOBU (Ichi Gakuen no Bunkasai) merupakan acara wajib tahunan yang diselenggarakan oleh Nihon Club SMAN 1 Bekasi, mengambil tema “Otogibanashi no Kuni: Dive into The Wonderful World of Fairytale” untuk tahun ini.

Keseruan acara ini dimulai dengan penampilan peserta lomba dance cover, disusul dengan penampilan peserta lomba cosplay. Para peserta memberikan penampilan dengan totalitas tanpa batas, membuat awal acara ini menjadi sangat bersemangat. Sebelum ishoma terdapat pertunjukan aikido di dekat panggung, mendapat tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung.

Seni bela diri Jepang ini dipertunjukkan di INOBU 12.

Di sela berbagai penampilan di panggung, ada juga nonton bareng dan seminar seiyuu di ruangan Auditorium SMAN 1 Bekasi. Berbagai film dan animasi diputar untuk ditonton bersama, suasana ruangan pun diatur sedemikian rupa sehingga terasa seperti bioskop pada umumnya. Tentu film yang ditayangkan adalah film yang layak untuk ditonton bersama ya!

Seminar ini diisi oleh Dewi Sartika, seorang dubber yang cukup legendaris dan terkenal dengan mengisi suara karakter Nobita dari animasi Doraemon. Kak Dewi memberikan berbagai materi yang menarik di dalam seminar ini, mulai dari lika-liku pengalamannya menjadi seorang seiyuu, penjelasan tentang dunia penyulihan suara (dubbing), hingga berbagai tips menjadi seiyuu pun diberikan oleh kak Dewi. Penyampaian materi yang sangat santai membuat para peserta seminar dengan luwes mengikuti alur seminar dan suara tawa dari para peserta seminar pun mengisi ruangan. Tak tertinggal, seminar ini diakhiri dengan foto bersama kak Dewi dengan para peserta seminar.

Pengisi suara Nobita (Doraemon)

Walau panasnya siang hari menyorot lapangan sekolah, acara ini tetap berjalan dengan meriah. Selepas ishoma, halaman panggung diisi oleh penampilan yosakoi dari Universitas Darma Persada, kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik dari berbagai band seperti Egao, Niwakaraa, Kepik Terbang, Thousand Sunny, dan Lunatic Tokyo. Kerumunan pengunjung semakin bertambah mengisi halaman panggung untuk melihat berbagai penampilan.

Pertunjukan band memecah rasa penat di siang bolong.

Di sisi lain dalam acara ini, terdapat sebuah stand khusus ‘permainan rakyat’. Para pengunjung bisa mencoba berbagai macam permainan sederhana, seperti menembak balok dengan pistol, melempar tali hingga masuk ke tabung, serta menuliskan sesuatu di atas kayu. Tentu untuk pengunjung yang berhasil memainkan permainan tersebut akan mendapatkan hadiah. Ada pula komunitas itasha yang turut memamerkan kendaraan sepeda dan motor berhias karakter anime. Kendaraan tersebut tersusun secara berjajar dan rapi sehingga ikut menghiasi sisi lapangan menjadi lebih bervarian.

Acara belum selesai, panggung kembali diisi penampilan. Selanjutnya terdapat penampilan kabaret Shadow Cosplay, menceritakan kisah Naruto dan Hinata sebagai pemeran utama, penampilan ini mampu membuat para pengunjung antusias menontonnya. Alur yang ringan membuat pengunjung menyaksikan kabaret sambil duduk di lapangan hingga cerita selesai dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Semakin sore, semakin banyak pengunjung yang berdatangan. Disambung dengan penampilan dari Shojo Complex dan Ren-Ai membuat para pengunjung bernyanyi dan mengayunkan tangan bersama meramaikan acara. Menjelang akhir, acara disisipkan pengumuman pemenang untuk lomba cosplay dan lomba dance cover dan akhirnya ditutup dengan bon odori.

Acara juga dimeriahkan oleh berbagai bintang tamu dan beraneka ragam karakter yang dibawakan oleh banyak cosplayer, juga oleh para panitia. Panitia dalam acara ini turut turun ke lapangan dengan memakai seragam yang cukup modis dan mudah dikenali, sehingga dapat dibedakan antara banyaknya pengunjung yang hadir.

Cukup sudah liputan dari tim Risa Media untuk acara INOBU 12. Terima kasih banyak untuk para partisipan acara ini karena sudah turut serta memeriahkannya. Sampai jumpa di acara INOBU selanjutnya!

Liputan oleh Hilmy Oktoharitsa, Rinaldi Xafort dan Aisyah Muza.

[Liputan] Pesta Karya di ComicFest ID 2018

Ketiga kalinya diadakan, Comicfest ID semakin serius dalam menjaring talenta baru yang belum ditemukan sebelumnya.

Akhir pekan ini tim Risa Media kembali meliput sebuah acara industri kreatif lokal, yakni ComicFest ID 2018. Acara yang berlangsung tanggal 7-8 Juli 2018 ini diselenggarakan oleh re:ON, sebuah majalah kompilasi komik Indonesia yang kebetulan juga tengah merayakan hari jadi kelimanya. Seperti apa keseruan tim kami selama menghadiri acara ini?

Hari Pertama

Di perhelatan ketiganya, ComicFest ID diselenggarakan di tempat yang baru, Epicentrum Epiwalk. Mal ini mempunyai hall luas yang didesain layaknya taman, lengkap dengan atap transparan yang memungkinkan masuknya cahaya matahari, sehingga pengunjung ComicFest ID betah berlama-lama di sini, tak peduli panas atau hujan. Deretan meja di tengah dikhususkan untuk lingkarya yang hendak menjajakan karyanya.

Acara dibuka tepat jam 11.00, dengan cosplayer Jeanice Ang dan Ola Aphrodite sebagai MC-nya. Beberapa bintang tamu turut hadir di panggung, sebut saja cosplayer kelas wahid Ying Tze dan Pinky Lu Xun, art battle antara Erfan Fajar dan Adimas Soekidin, juga presentasi dari Komikin Ajah. Dari semua pertunjukan itu, hal yang ditunggu-tunggu di hari pertama ini adalah Dubbing Competition, kompetisi sulih suara komik yang langsung dinilai oleh ahlinya, Santosa Amin, pengisi suara Spongebob dan Suneo bahasa Indonesia.

Mengingat Comicfest ID adalah acara besutan re:ON, semua hal yang berkaitan dengan si imut Reon dan kawan-kawannya bisa Anda temukan di sini. Buku komik, merchandise komik, hingga merchandise cosplay re:ON bisa Anda dapatkan di sini. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cosplay karakter baru, Noer. Berbalut hijab yang bernuansa Islami, Noer pertama diperkenalkan pada awal bulan Ramadhan sebagai anak sholeh yang rajin berwirausaha.

Sama halnya dengan festival pop kultur pada umumnya, acara ini juga ditutup dengan pertunjukan musik dari REBORN. Penonton tampak antusias dan bergerak mengikuti irama, sehingga mereka pulang dengan hati senang.

Hari Kedua

Sama seperti hari sebelumnya, Jeanice Ang dan Ola Aphrodite sebagai pemandu acara mengisi rangkaian event ComicFest ID 2018. Keseruan kali ini diisi oleh para peserta costreet yg menampilkan aksi mereka di hadapan para juri.

Pada sesi bincang dengan Ying Tze dan Pinky Lu Xun, kedua bintang tamu ini ditanyakan mengenai makanan favoritnya di Indonesia. Ying Tze menjawab Indomie Goreng, sedangkan Pinky Lu Xun tempe mendoan, sampai-sampai dia menghabiskan 15 buah, karena mendoan sangat jarang ditemukan di tempat asalnya sekarang, Australia. Bicara soal cosplay, keduanya sepakat bahwa kemampuan cosplayer di Indonesia saat ini semakin meningkat. Bahkan, menurut Pinky Lu Xun, cosplayer Indonesia itu kompetitif dan termasuk salah satu cosplayer terbaik di dunia.

Lomba costreet pun dimulai dengan Punipun dan kedua cosplayer di atas. Berbagai karakter yang dilombakan dalam lomba costreet ini membuat suasana menjadi sangat ramai dan seru. Tidak sedikit pengunjung yang memberikan semangat untuk para peserta lomba. Para peserta pun memberika penampilan pose yang menakjubkan. Tidak ketinggalan, sesi foto para peserta lomba costreet dengan para juri di akhir lomba.

Acara pun hampir di penghujung, dibuat ramai dengan penampilan RedShift dan Ola Aphrodite. RedShift membawakan beberapa lagu seperti Aozora no Rhapsody dan Youkoso Japari Park, serta Ola Aphrodite tampil menari dengan sangat imut. Berakhirnya penampilan RedShift dan Ola Aphrodite, berakhir pula acara ComicFest ID 2018. Sampai jumpa di keseruan acara Comicfest selanjutnya!

Liputan dan penulisan oleh Excel Coananda, Rahmat Maulana, Bonaventura Aditya Perdana, Aisyah Muza, dan Rinaldi Xafort.