Dukung Pembinaan e-Sports Indonesia, POPCON Asia 2018 Gelar Kompetisi e-Sports AGCON “Celebration Cup”

Celebration Cup yang akan dilaksanakan di POPCON Asia 2018

Bagi Anda penggemar gim Mobile Legends: Bang Bang dan DOTA 2, jangan lewatkan pertandingan Celebration Cup di POPCON Asia 2018!

Saat ini, e-Sports kian menjadi perhatian semua orang. Masuknya kategori e-Sports di Asian Games 2018 juga semakin mengukuhkan bahwa olahraga yang satu ini mempunyai banyak peminat dan tidak kalah populer dengan olahraga lain pada umumnya.

Di Olimpiade ke-32 yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang pada tahun 2020, e-Sports telah resmi masuk ke jajaran olahraga yang dipertandingkan. Potensi yang dimiliki e-Sports menarik perhatian POPCON Asia untuk menggelar kompetisi dan memberi wadah bagi para atlet potensial untuk mengasah kemampuan mereka di tingkat nasional.

Bertepatan dengan momen film Dreadout yang akan bisa disaksikan di layar lebar pada tahun depan, AGCON berkolaborasi dengan goodhouse.id dan dibantu oleh Supreme League serta Nimpuna akan menghadirkan kompetisi gim daring (online games) alias e-Sports yang diberi nama “Celebration Cup” untuk pertama kalinya di POPCON Asia 2018.

Celebration Cup di POPCON Asia 2018

Ada dua gim yang akan ditandingkan di Celebration Cup, yaitu Mobile Legends: Bang Bang dan DOTA 2. Siapa saja dapat mengikuti kompetisi ini, dengan total hadiah Rp.160.000.000,-, dengan mendaftar di laman https://esport.popconinc.com. Untuk pendaftaran DOTA 2 paling lambat tanggal 6 September dan Mobile Legends: Bang Bang pada tanggal 13 September.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc., menuturkan kompetisi e-Sports digelar di POPCON Asia 2018 sebagai bentuk dukungan pada perkembangan e-Sports di tanah air:

“Kepopuleran e-Sports sudah tidak diragukan lagi. Beberapa tahun ini, kompetisi e-Sports di Indonesia kian banyak jumlahnya. Masuknya kategori e-Sports di Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020 juga semakin mengukuhkan bahwa olahraga yang satu ini memang mempunyai banyak peminat dan tidak kalah populer dengan olahraga lain pada umumnya.

Jadi sangat tepat rasanya jika POPCON Asia 2018 juga mulai memasukkan e-Sports, agar para atlet talenta e-Sports juga bisa memiliki wadah, di Popcon Asia.”

Masih ada banyak hal seru lainnya yang bisa dinikmati di POPCON Asia 2018, seperti wahana Rumah Pengabdi Setan hasil kerjasama dengan Pandora Experience yang bisa menjadi ajang uji nyali para pengunjung.

Bagi penggemar film-film Indonesia, tahun ini POPCON akan menyertakan beberapa pemeran dari film Hello Salma, sekuel Dear Nathan (2017). Selain itu, juga ada pemeran film Dreadout, dan para pemeran Foxtrot 6 yang bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia pada awal tahun 2019.

Beberapa tambahan bintang dalam negeri yang akan meramaikan POPCON Asia 2018 adalah pemerhati anak Seto Mulyadi yang sebelumnya sempat populer menjadi bahan meme generasi milenial, dan Reino Barack yang merupakan kreator dari Satria Heroes yang akan mengumumkan serial barunya.

Tiket POPCON Asia 2018 bisa dibeli secara online di https://ticket.popconinc.com. Untuk anak-anak dengan tinggi badan di bawah 100 cm dapat masuk dengan gratis.

Tentang POPCON Asia

POPCON Asia atau Popular Culture Convention Asia adalah festival terkemuka di Indonesia untuk konten terkait industri kreatif, terutama komik, mainan, film, dan animasi dari kreator lokal dan internasional. POPCON Asia bertujuan mengembangkan hak kekayaan intelektual para kreator Indonesia, dan mempromosikannya ke dunia. Pada tahun 2018 ini, POPCON Asia diselenggarakan untuk yang ketujuh kalinya pada 22-23 September 2018 di ICE BSD.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Dhaniel D. Gumala
Public Relations
POPCON Asia 2018
Surel : [email protected]
Ponsel : +62856 9755 1391

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak penyelenggara.

[Liputan] Bersinar Bersama di GJUI 24

Perhelatan jejepangan teruzur se-Indonesia tetap eksis di kali keduapuluhempat!

Hai hai, Riscomrades! Kali ini Tim Risa Media akan memberitakan liputan dari acara GJUI24 hari ke-3 bertema Luminous Japan yang berlangsung pada hari Minggu (16/8) di Universitas Indonesia.

Acara ini berlangsung dengan sangat meriah dan tak ada sepinya panggung utama karena jadwal penampilan yang sangat padat. Panggung utama diisi dengan berbagai penampilan dari Pygmalion Effect, Hyakkunin Isshu Mai, Comico, Egao, Omikoshi, dan Last Exile. Tidak hanya itu, di panggung utama pun diadakan lomba cosplay walk serta diumumkannya para pemenang dari lomba karaoke.

Pada acara ini dikenalkan Jakarta Osoji Club, sebuh komunitas sukarelawan yang peduli dengan lingkungan dan kebersihan. Jakarta Osoji Club turut berpartisipasi mengkampanyekan gerakan peduli lingkungan melalui tindakan sederhana seperti memungut sampah selama acara GJUI24 berlangsung. Sebuah kegiatan yang sederhana tetapi memberikan dampak yang sangat baik selama berlangsungnya acara.

Semakin sore, panggung utama semakin padat. Penampilan Shojo Complex membuat banyak pengunjung turut mengayunkan tangan saat penampilannya. Pada acara ini, grup Shojo Complex memberikan pengumuman bahwa salah satu anggotanya yang bernama Rhaina Kirana telah menyelesaikan kegiatannya dalam Shojo Complex dan acara GJUI24 merupakan penampilan terakhir dari Rhaina Kirana bersama para anggota Shojo Complex lainnya. Setelah penampilan Shojo Complex, acara dilanjutkan dengan penampilan Yosakoi, Nanairo Shympony, dan Amakusa.

Bukan GJUI namanya kalau tidak memberikan penampilan yang keren. Selepas break Maghrib, panggung utama dibuat sangat pecah dan meriah tiada hentinya! Mulai dari penampilan Hydra, Tokyo Lite ft. Heavenly Project, Otagroove, dan tentu bintang tamu yang paling ditunggu adalah Back-On!!

Atmosfer suasana acara sangat seru dan panas saat penampilan Back-On. Mereka membawakan beberapa lagu di antaranya adalah Blaze Line yang merupakan lagu pembukaan dari anime Eye Shield 21 dan lagu One Half yang merupakan lagu pembukaan dari anime Gundam Build Fighter.

Sekian info liputan GJUI24 oleh Tim Risa Media! Sampai jumpa di acara GJUI selanjutnya, dan jangan lupa untuk tetap tertib dan menjaga kebersihan saat mengunjungi acara apa pun ya!

Liputan oleh Aisyah Muza dan Rinaldi Xafort

Bintang “Marvel’s Jessica Jones” dan “Arrow” Akan Hadir untuk Pertama Kalinya di POPCON Asia 2018

POPCON Asia 2018 akan mengundang aktor Marvel, yaitu Wil Traval.

Beberapa waktu lalu, POPCON Asia telah mengumumkan enam kreator dari ranah Pop Culture yang akan menjadi host dari pilar-pilar POPCON seperti komik, cosplay, animasi, musik, dan lainnya. Selain itu juga ada pemberitahuan, yang sudah sangat dinanti-nanti, mengenai siapa saja POPSTAR yang akan hadir untuk meramaikan POPCON Asia 2018.

Ada empat nama yang diungkap, yaitu Kael Ngu (konsep artis dan ilustrator asal Malaysia yang mengerjakan kover varian DC Comics “Justice League” dan IDW Publishing’s “GI Joe”), Mico Suayan (yang mengerjakan komik Thor dan Bloodshot Reborn), Ronny Gani (yang terlibat di dalam penggarapan film-film superhero Hollywood seperti Pacific Rim, Avengers: Age of Ultron, dan Avengers: Infinity War), dan Monez Gusmang (seorang ilustrator asal Bali yang menjadi seniman/ilustrator pertama Indonesia dan menjadi duta Apple Inc.)

Selain keempat POPSTAR yang telah disebutkan di Temu Media POPCON Asia 2018, POPCON Asia 2018 akan menghadirkan Wil Traval, aktor kelahiran Australia yang terkenal sebagai pemeran Will Simpson di drama superhero serial Netflix yaitu Marvel’s Jessica Jones. Kalau di komik Marvel, karakter Wil ini disebut sebagai Nuke, musuh dari Daredevil dan Wolverine yang kekuatannya bersumber dari berbagai macam pil. Selain bermain di drama superhero yang menjadi bagian dari Marvel Cinematic Universe, Wil juga bermain di serial Arrow sebagai Christopher Chance alias Human Target.

Wil Traval

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc. menuturkan bahwa kehadiran Wil Traval dipastikan akan membuat POPCON Asia 2018 semakin seru dan meriah. Ia pun menambahkan, “Kehadiran Wil Traval di POPCON Asia 2018 yang akan berlangsung pada tanggal 22-23 September di ICE BSD, membuat dirinya menjadi aktor Marvel pertama yang hadir di event pop culture yang diadakan di Tanah Air. POPCON Asia berkomitmen untuk terus memberikan pengalaman baru kepada para penikmat pop culture di Indonesia dengan menghadirkan Popstar terbaik dalam tiap gelaran kegiatan.”

Bermain di dua serial superhero yang berasal dari Marvel Comics dan DC Comics, menjadikan pria yang lahir pada 9 Juli 1980 ini, satu dari segelintir aktor dan aktris yang pernah bermain di “dua dunia” yang berbeda. Bagi para fans serial Marvel’s Jessica Jones atau Arrow yang ingin berjumpa dengan Wil Traval, jangan lupa untuk datang ke POPCON Asia 2018.

Penjualan tiket awal POPCON Asia 2018 (early bird) telah dibuka dan dijual seharga Rp75.000 (satu hari) serta Rp130.000 (untuk dua hari). Tiket dapat dipesan di situs web resmi POPCON.

Tentang POPCON Asia

POPCON Asia atau Popular Culture Convention Asia, adalah festival terkemuka di Indonesia untuk konten terkait industri kreatif; terutama komik, mainan, film, serta animasi dari kreator lokal dan internasional. POPCON Asia bertujuan mengembangkan hak kekayaan intelektual para kreator Indonesia, dan mempromosikannya ke dunia. Pada tahun 2018 ini, POPCON Asia diselenggarakan untuk yang ketujuh kalinya pada tanggal 22-23 September 2018 di ICE BSD.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan menghubungi:

Dhaniel D. Gumala
Public Relations
POPCON Asia 2018

Surel (e-mail): [email protected]
Ponsel: +62856 9755 1391

Artikel ini adalah siaran pers resmi dari pihak POPCON Asia 2018.

Serial Manga “YuruYuri” Akan Hiatus Sampai Waktu yang Tidak Ditentukan

Serial manga ini sudah diadaptasi ke dalam tiga musim anime dan satu OVA.

Berdasarkan informasi dari akun Twitter YuruYuri, disebutkan bahwa Namori (pengarang YuruYuri) tidak akan menerbitkan serial terbaru dari manga tersebut. Tidak disebutkan kapan YuruYuri akan kembali terbit, tetapi ia akan menerbitkan serial terbarunya di majalah Comic Yuri Hime pada edisi bulan September sebelum hiatus.

Ia juga menambahkan, bahwa dirinya akan menginformasikan kembali kepada publik mengenai lamanya waktu hiatus.

YuruYuri adalah serial manga yang dibuat oleh Namori. Serial tersebut diterbitkan pertama kali oleh Ichijinsha di majalah Comic Yuri Hime S pada 12 Juni 2008. Pada September 2010, serial tersebut pindah ke majalah Comic Yuri Hime dengan penerbit yang sama.

YuruYuri mendapatkan adaptasi anime oleh studio animasi Doga Kobo dan ditayangkan di Jepang dari bulan Juli hingga September 2011. Musim kedua dari animenya dibuat dan ditayangkan dari bulan Juli hingga September 2011.

Seri animasi video asli (OVA, Original Video Animation) YuruYuri Nachuyachumi! dibuat oleh studio animasi TYO Animations (sekarang Yumeta Company) dan dirilis pada 18 Februari 2015. Beberapa bulan setelahnya, anime YuruYuri Nachuyachumi! + ditayangkan pada 21 Agustus hingga 18 September 2015, kemudian diikuti oleh anime YuruYuri San Hai! yang tayang pada 6 Oktober hingga 21 Desember 2015.

YuruYuri mengambil latar di sekolah fiktif bernama Nanamori di Takaoka, Prefektur Toyama, Jepang. Serial ini bercerita tentang keseharian dari Akari Akaza, Kyōko Toshinō, Yui Funami, dan Chinatsu Yoshikawa di Klub Kesenangan (ごらく部 Goraku-bu); bersama dengan beberapa rekan lainnya di organisasi sekolah tersebut.

Sumber: Anime News Network

Kizuna Ai Merilis Lagu Pertamanya, “Hello,Morning”

Siapkah Anda untuk mendengarkan lagu pertama dari Kizuna Ai?

Pada tanggal 15 Juli 2018, Kizuna Ai merilis lagu pertama miliknya di akun YouTube-nya dengan judul “Hello,Morning“.

Sewaktu Kizuna Ai mengadakan perayaan ulang tahunnya yang kedua, ia menjanjikan akan merilis lagu terbarunya pada tanggal 15 Juli 2018. Selain di akun YouTube-nya, Kizuna Ai merilis lagunya melalui platform Spotify, Apple Music, iTunes, dan masih banyak lagi.

Lagu “Hello,Morning” dibuat oleh Kizuna Ai dan komposisi musik oleh Nor.

Mengenal Nor, Komposer Musik dari Lagu Pertama Kizuna Ai

Nor adalah salah satu produser musik dan DJ asal Jepang yang sudah membuat banyak lagu di akun Soundcloud miliknya. Beberapa lagu yang dibuatnya adalah Tulala Story, MOMO SYRUP, Mint Comet, dan masih banyak lagi.


Bagi Anda penggemar Kizuna Ai, dengarkan lagu pertamanya melalui platform streaming musik favorit Anda!

[Wawancara] Ola Aphrodite

Kami menemui Ola Aphrodite pada hari pertama ComicFest ID 2018

Nama Ola Aphrodite mungkin sudah tidak asing lagi bagi para pembaca. Ia pernah lebih dikenal dengan nama Ola “Shoujo Complex” berkat kepopulerannya sebagai anggota dari grup idola asal Jakarta, Shoujo Complex. Idol kelahiran 2 Agustus 1995 itu saat ini telah memiliki banyak penggemar di mana-mana. Ia pernah tampil sebagai bintang tamu spesial dalam sebuah program saluran televisi Jepang pada Januari 2018.

Nah, simak bincang-bincang kami bersama dengan Ola Aphrodite dalam artikel ini!

Wawancara

Sejak kapan Anda mendalami dunia cosplay?
Aku dari dahulu sudah suka dengan manga, anime, dan hal-hal budaya Jepang lainnya. Sebenarnya aku ingin cosplay, tetapi baru bisa tercapai pada tahun 2013 pas kuliah.

Anda mulai cosplay sejak kuliah pada tahun 2013. Bagaimana Anda membagi waktu antara kuliah dengan cosplay? Apakah ada tentangan dari orang tua mengenai hal tersebut?
Untuk tentangan, syukurnya tidak ada. Waktu dari kecil, mama sama papa sudah mendukung dengan sepenuh yang mereka bisa. Mereka sudah terbiasa melihat aku dari kecil sudah memakai kostum. Kalau soal membagi waktu, sebenarnya tidak terlalu susah. Paling utama adalah aku mengerjakan tugas, setelah itu baru fokus ke event.

Karakter apa yang Anda cosplay-kan pertama kali?
Aku masih ingat, dong. Pertama kali aku cosplay karakter Enma Ai dari Hell Girl, soalnya kostum yang aku dapatkan pertama kali adalah itu. Waktu itu aku masih belum tahu cara memakai wig, dan masih memakai rambut sendiri.

Waktu kemarin di Ennichisai, Anda baru saja graduate dari Shojo Complex. Bisa diceritakan alasannya?
Sebenarnya aku senang banget bisa berada di Shojo Complex, bergabung di salah satu grup idol terbesar di Jakarta merupakan kesempatan besar yang aku dapatkan. Setelah bergabung cukup lama, aku merasa cukup dan ingin berkembang dengan sendiri. Aku memutuskan untuk cukup di dunia grup idol dan akan berjalan sendiri sebagai solo. Aku juga ingin memberikan kesempatan kepada yang lain untuk berkembang di Shojo Complex.

Apa rencana Anda ke depannya?
Untuk ke depannya sudah banyak yang aku pikirkan baik dan matang. Namun, yang jelas aku akan berkarier di dunia solo, baik solo idol maupun di dunia entertainment seperti cosplay.

Pada hari kedua ComicFest, Anda akan berkolaborasi dengan REDSHIFT. Apakah Anda memiliki rencana untuk berkolaborasi dengan musisi lainnya?
Untuk kolaborasi dengan REDSHIFT, aku baru dapat kesempatan di ComicFest ini. Namun, aku tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan musisi dan idol lainnya. Tentu saja aku senang sekali kalau bisa berkolaborasi dengan mereka.

Apakah Anda memiliki pesan untuk penggemar Anda?
Sebenarnya kalau aku sebutkan dengan kata-kata, maka tidak akan selesai. Namun, semua pencapaianku tidak akan tercapai apabila tidak ada yang support aku. Daripada disebut “fans”, aku lebih senang menyebut mereka sebagai “keluargaku”. Motivasi utama aku adalah untuk membanggakan mereka semua. Siapa sih yang tidak bangga kalau kalau anggota keluarganya tidak sukses? Aku ingin menunjukkan kalau support yang kalian berikan tidak akan lari ke mana-mana, melainkan ke aku sendiri.

Apakah Anda memiliki program dalam waktu dekat?
Aku sudah memiliki rencana untuk solo karier, tetapi masih dalam proses dalam penyusunan jadwal. Mohon ditunggu saja, dan aku minta untuk “keluargaku” dapat melihat perkembanganku dalam karier yang aku jalani. Aku minta support dari kalian.

Kami mengucapkan terima kasih kepada Ola Aphrodite atas kesempatan wawancaranya, dan pihak ComicFest ID yang telah memberikan izin kepada kami untuk melakukan wawancara. Sukses selalu dalam solo karier dan cosplay-nya.

Bagi Anda yang penasaran dengan Ola Aphrodite, silakan mengunjungi dan menyukai halaman penggemarnya.

Wawancara oleh Rahmat Maulana Koto, foto oleh Bryan Coananda, dan penulisan oleh Bonaventura Aditya Perdana. Sumber keluku: halaman penggemar Facebook Ola Aphrodite.

Mentahkan Serangan Alien di Game CHIPS: Heroes Uprising!

Setelah sukses dengan game perdananya, CHIPS: Monster Tap, CIAYO Games kini kembali hadir dengan game terbaru mereka.

Pada game terbaru CHIPS: Heroes Uprising produksi divisi game CIAYO Corp. ini; petualangan Chips, Crocket, dan Coco kini tampil dengan gameplay yang segar dan lebih menantang!

Masih bersetting di Chammyland, pulau yang tenteram ini kini kedatangan tamu yang tak hanya tidak diundang, juga tidak menyenangkan. Sepasukan alien turun dan mengisolasi seluruh pulau Chammyland. Para penduduk Chammyland ditangkap, termasuk Crocket dan Coco.

Hanya Chips yang selamat, dan ia berambisi untuk menyelamatkan teman-temannya serta penduduk Chammyland yang lain. Untuk itu, Chips menggunakan berbagai bangunan di kota sebagai markas pertahanan. Bisakah Chips menyelamatkan Chammyland dari serangan alien? Apa tujuan para alien tersebut menguasai Chammyland?

Dalam game action-RPG ini, gamer ditugaskan untuk membangun berbagai macam tower untuk mementahkan serangan alien. Setiap tower bisa diperkuat dengan menambahkan karakter hero dan juga peralatan khusus. Semakin solid kekuatan tower, hero, dan persenjataan mereka; maka semakin mudah pula menghalau serangan alien.

Untuk menambah kemampuan tower, hero, dan senjata mereka; gamer bisa melakukan ekspedisi untuk mencari berbagai bahan dan material. Material ini kemudian akan dijadikan bahan crafting untuk membuat dan menambah kekuatan tower, hero, dan senjata.

Jika pertahanan tower sudah sangat kuat, maka sudah saatnya untuk menyerang balik para alien! Gamer bisa menyerang markas alien untuk mendapatkan berbagai loot dan item berharga, bahkan tower baru. Gamer juga bisa menyerang tower milik gamer lainnya dalam Raid Mode, untuk mencari loot tambahan.

CHIPS: Heroes Uprising akan dirilis untuk perangkat Android dan iOS. Walau pun saat ini game tersebut masih dikembangkan CIAYO Games, gamer bisa mencoba versi beta dari CHIPS: Heroes Uprising hanya di Bekraf Game Prime 2018! Jangan sampai kehabisan tiketnya dengan registrasi di sini.

Untuk informasi lebih lanjut tentang CHIPS: Heroes Uprising dan CIAYO Games, kunjungi situs web CIAYO Games di http://games.ciayo.com.

Artikel ini merupakan siaran pers resmi dari pihak pengembang CHIPS: Heroes Uprising, CIAYO Games.

LovePlus Every Akan Dirilis Pada Agustus Tahun Ini

Anda pencinta LovePlus? Bergembiralah, karena LovePlus akan tersedia di dalam ponsel Anda!

Setelah Konami menyatakan penundaan peluncuran LovePlus Every pada bulan Februari kemarin, akhirnya diputuskan bahwa gim simulasi kencan (dating sim) tersebut akan diluncurkan pada Agustus tahun ini berdasarkan informasi dari akun Twitter resminya.

LovePlus Every adalah kelanjutan dari serial LovePlus yang akan hadir pada perangkat dengan sistem operasi Android dan iOS. Seperti pada serial LovePlus sebelumnya, LovePlus Every kembali menghadirkan 3 karakter heroine yaitu Manaka Takane, Rinko Kobayakawa, dan Nene Anegasaki.

Inti dari gim ini adalah Anda harus mendekatkan diri pada salah satu wanita yang disukai untuk menjadi pacarnya. Setiap harinya akan ada kisah baru yang dapat Anda jalani, baik secara real-time atau game time.

Sebelum membuat LovePlus Every, Konami sudah merilis gim serupa untuk perangkat dengan sistem operasi iOS yaitu LovePlus i yang dijual seharga 600 yen.

Gim LovePlus dibuat oleh Konami dan awalnya dirilis untuk Nintendo DS. Pada 14 Februari 2012, dibuatlah sekuelnya dengan judul New LovePlus untuk Nintendo 3DS. Kemudian pada 27 Maret 2014, dibuat pembaruannya dengan judul New LovePlus + untuk perangkat yang sama.

Tertarik untuk mencoba LovePlus Every di ponsel Anda? Nah, Anda bisa melakukan reservasi dengan mengikuti akun Twitter-nya atau melalui surel (e-mail) berikut ini.

Sumber: SiliconEra, Duniaku, dan LovePlus Every.

La Mémoire, Sebuah Visual Novel Karya Anak Bangsa

Akankah sebuah robot Android bisa bermanfaat bagi manusia? Atau hanya akan menjadi celah bagi manusia untuk semakin tergantung dan malah menjadikannya bencana bagi manusia itu sendiri?

Inilah La mémoire dari Kalong Studio. Sebuah Visual Novel karya dari dalam negeri.

La mémoire berlatar pada dunia modern di mana manusia sudah menciptakan berbagai robot Android untuk membantu kehidupan sehari-harinya, hingga puncaknya sampai menggantikan pekerja manusia dalam bidang industri. Gejolak dan riak dari seluruh dunia telah memenangkan manusia yang merasakan cacatnya keadilan, sehingga Android dijauhkan dari sektor industri dan dibatasi penggunaannya. Meskipun begitu, tetap saja ada pihak yang ingin menggunakan teknologi tersebut untuk membuat senjata dan alat berbahaya lainnya sehingga mengancam kedamaian dunia.

Dalam dunia seperti itu, ada seorang remaja bernama Inazuma Kazuya. Setelah kematian misterius ibunya, ia diajak pindah kota oleh ayahnya yang juga seorang ilmuwan. Sebelum pindah, ia ingin bermain untuk yang terakhir kalinya bersama teman masa kecilnya, Kotobuki Risu. Namun, Kotobuki Risu terbunuh karena sebuah kecelakaan, tepat di depan matanya. Kehilangan ibu dan teman terbaiknya, membuat Kazuya mengalami depresi berat.

Beberapa tahun kemudian, Kazuya kembali ke kota kelahirannya untuk masuk salah satu SMA yang memiliki sistem asrama di sana. Dengan begitu ia yakin mampu mengembalikan kehidupan normalnya yang damai dan tenang dengan teman-teman barunya.

Suatu hari, Kazuya sangat terkejut ketika bertemu lagi dengan teman masa kecilnya, Kotobuki Risu, yang seharusnya sudah meninggal. Namun, sayangnya Risu tidak mengingat Kazuya. Sejak hari itu semua ingatan akan kejadian kelam dulu, kembali mengalir dalam kepala Kazuya.

Kenapa Kotobuki Risu bisa kembali? Apa yang terjadi? Apakah Risu akan mengingat Kazuya kembali?

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.


Untuk mengetahui kelanjutan cerita Kazuya dalam La mémoire, Anda bisa membantu mengembangkan proyek ini melalui Kickstarter. Dengan berpartisipasi dalam proyek ini, Anda akan mendapatkan reward yang spesial. Mulai dari $1 untuk mencantumkan nama Anda dalam credit, hingga $1000 untuk mendapatkan Dakimakura dan merchandise menarik lainnya.

Bahkan lagu pembuka dari Visual Novel La mémoire dibuat langsung oleh farmagic dari Jepang (yang pastinya berbahasa Jepang)! Sehingga membuat Visual Novel ini pastinya tidak akan kalah dengan Visual Novel dari negeri matahari terbit tersebut.

Semua hal yang berkaitan dengan proyek ini bisa Anda lihat di halaman Kickstarter mereka. Bagi Anda yang suka dan mencari Visual Novel bertema fiksi ilmiah dengan drama yang mengharukan, La mémoire patut untuk dipertimbangkan!

Artikel ini merupakan siaran pers resmi dari pihak pengembang La mémoire, Kalong Studio.