Kami Menemui Pemilik Asobi Cafe dan Bertanya Mengenai Sosok Heru

Kegilaan dari sosok Heru inilah yang membuat kami mengunjungi dan mewawancarai pemilik Asobi Cafe.

Beberapa waktu belakangan ini ranah media sosial diramaikan dengan salah satu restoran bernama Asobi Cafe yang isi menu di Go Food-nya nyeleneh semua. Menunya seperti apa, sih? Bisa dilihat pada sebuah pos di bawah ini:

Setelah kami telisik lebih jauh, ternyata semua itu adalah ulah dari sosok yang bernama Heru. Berdasarkan pernyataan di akun media sosial Facebook resminya, bahwa Heru adalah pelaku dari semua kegilaan tersebut.

Tak sampai di situ, bahkan Heru mencoba melakukan kegilaan dengan memenuhi permintaan pelanggannya seperti ini:

Awal mulanya kami tidak terlalu begitu tertarik memperhatikan hal tersebut, mengingat juga ada beberapa merek maupun usaha yang menggunakan metode pemasaran serupa. Namun, tingginya reaksi maupun minat dari orang untuk mengunjungi restoran tersebut memperkuat niat kami untuk berkunjung ke sana.

Sekaligus kami ingin bertanya lebih jauh mengenai sosok Heru ini.

T: Asobi Cafe ini sebenarnya apa, sih?
J: Asobi Cafe ini sebenarnya adalah kafe Jejepangan yang menjual beragam makanan maupun minuman yang dikemas dengan konsep kekinian.

T: Kafe ini berdiri pada waktu kapan?
J: Tepatnya pada 23 Februari 2019.

T: Keunikan yang dimiliki dibandingkan dengan restoran lain itu apa saja?
J: Hm, apa ya? Kami memiliki banyak board game, sih. Kami menyediakan board game bagi siapa saja yang ingin bersantap sembari bermain. Selain itu kami juga menyediakan akses Wi-Fi bagi pengunjung.

T: Di kafe ini kami melihat banyak sekali buku yang berjejer. Apakah itu juga termasuk pajangan atau bisa dibaca oleh seluruh pengunjung?
J: Kami menyediakan buku itu memang untuk dibaca oleh semua pengunjung di kafe kami. Silakan saja.

T: Bisa diceritakan bagaimana kafe ini bermula dan bisa seperti saat ini? Mengapa memilih nama “Asobi”?
J: Sebenarnya waktu itu kami memilih nama “Asobi” (bahasa Jepang dari “bermain”) karena awalnya ingin membuat kafe dengan konsep board game, tetapi setelah kami berdiskusi ternyata modal untuk membuat kafe board game sangat kurang. Maka dari itu kami banting setir dengan menjual makanan khas Jepang.

T: Kenapa yang dijual harus makanan khas Jepang, bukan makanan khas dari wilayah lain?
J: Mudah, karena kami memang suka Jejepangan. Dari itulah kami meng-kiblat-kan diri untuk lebih fokus membuat makanan khas Jejepangan.

T: Ooh, kalau suka Jejepangan berarti tahu Risa Media?
J: Sayangnya tidak. Maaf, ya. 🙁

Hhe he he he…. :'(

T: Oke. Beberapa waktu belakangan kafe ini sempat viral karena menu di Go Food yang asal-asalan. Nah, kenapa bisa seperti itu, ya?
J: Sebenarnya itu memang ulah dari karyawan kami yang iseng. Kami juga berpikir menu kafe kami di Go Food sepi sekali, maka dari itu karyawan kami mengusulkan untuk membuat nyeleneh semua isi menunya agar orang lain jadi tertarik.

T: Kafe ini dikelola oleh berapa orang?
J: Ada lima orang. Kami semua adalah teman dan saling kenal.

T: Kami juga melihat bahwa gaya pos di media sosial kafe ini cenderung nyeleneh pula. Apakah itu untuk mengikuti tren atau ada maksud lain?
J: Sebenarnya itu memang kelakuan dari karyawan kami yang sifatnya memang nyeleneh. Jadi apapun yang ia buat di media sosial merupakan gambaran dari kelakuannya yang nyeleneh pula. Ya, sekaligus juga ikut tren, sih. He he he.

T: Sebentar, kalau kami boleh menebak, karyawan itu apakah bernama Heru?
J: Iya, benar sekali.

T: Wah, kebetulan sekali. Apakah kami boleh bertanya lebih jauh mengenai Heru ini? Atau kalau bisa diajak untuk ngobrol bareng di sini.
J: Heru ini sebenarnya adalah chef kami, tetapi ia juga memegang akun media sosial kafe ini. Ia cenderung lebih suka untuk tidak keluar dari wilayah kerjanya di dapur. Maklum, soalnya Heru pemalu sekali.

T: Duh, sayang sekali. Padahal banyak sekali orang yang mau tahu soal Heru. 🙁
J: Wah, kami juga minta maaf tak bisa memenuhi permintaan kalian. Namun, kami pastikan ia kerja di kafe kami dan membuat kegilaan yang berfaedah untuk kelangsungan usaha kafe ini.

T: Ya, sudahlah. Akun Go Food dari kafe ini sempat kena suspend karena kelakuan Heru. Nah, kenapa bisa demikian?
J: Sebenarnya akun Go Food kami saat ini masih kena suspend, padahal sebelumnya sudah diaktikan kembali dan dibetulkan deskripsi menunya. Kami sama sekali tidak tahu alasan dari suspend tersebut, bahkan kami sudah menghubungi pihak Go Food dan mereka menjawab tak mengetahui alasan secara pasti. Sampai saat ini masih belum ada kabar terbaru dari pihak mereka.

T: Sebenarnya sangat disayangkan sekali, karena itu hal unik yang bisa memancing orang untuk tahu lebih dan datang ke kafe ini. 
J: Ya, begitulah. He he he he.

T: He he he. Apakah sebenarnya yang ingin disampaikan oleh kafe ini terhadap semua kegilaan yang terjadi di ranah media sosial akhir-akhir ini?
J: Apa, ya? Sebenarnya tidak ada, sih. Kami berniat untuk membawakan sesuatu yang lucu, itu saja. Bahkan kami tak menyangka bahwa yang dilakukan Heru itu bisa membuat viral dan kafe ini dikunjungi banyak orang.

T: Wah, jadi kerjaan Heru yang nggilani itu bisa membawa banyak orang untuk datang ke kafe ini, ya?
J: Ya, untungnya seperti itu. Awalnya kafe ini hanya ramai pada waktu makan siang maupun malam hari, tetapi karena kelakuan Heru maka kafe ini ramai terus setiap waktunya.

T: Kami tahu kafe ini dari media sosial resminya yang isinya shitpost melulu. Nah, apa tidak ada kepikiran untuk memberikan aksen shitposting di kafe ini?
J: Sebenarnya kami tidak kepikiran untuk melakukan seperti itu, tetapi karena kelakukan Heru (lagi-lagi) membuat kami untuk mencoba menambahkan aksen shitpost seperti itu.

T: Bisa dijelaskan kepada pembaca Risa Media alasan setiap orang harus berkunjung ke kafe ini?
J: Ya, kami harapkan setiap orang bisa datang ke kafe ini karena makanannya dan bukan karena Heru. Makanannya enak, tempatnya nyaman, dan ada permainan board game-nya. Oh, iya. Kami berusaha untuk menambah board game baru agar pengunjung semakin ramai.

T: Terakhir, apa yang kalian harapkan ke depannya untuk kafe ini?
J: Semoga nama Asobi Cafe ini semakin besar dan dikenal oleh masyarakat secara luas. Selain itu, semoga Heru tetap bisa memberikan kegilaan di ranah dunia maya agar setiap orang menjadi terhibur dan datang ke kafe ini.

T: Bicara soal Heru lagi, bisa nggak untuk sekali lagi mencoba mengenalkan Heru kepada kami dan pembaca Risa Media?
J: Udaaah. Untuk kalian para pembaca Risa Media, kalau memang ingin ketemu Heru, yuk dateng aja ke Asobi Cafe ini. Sekalian menikmati menu makanan dan minuman kami sambil seru-seruan. He he he.

Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak Asobi Cafe karena telah memberikan kesempatan kepada kami untuk melakukan wawancara dan mencoba mengulik lebih dalam mengenai Heru (meskipun kami gagal menemui ybs. Hadeh.)

Heru, apabila kamu membaca artikel ini, perlu diingat bahwa seluruh warganet “memburu” kamu. Sekian.

Terima kasih kepada Aisyah dan Sena yang membantu melakukan wawancara kepada pihak Asobi Cafe!

“Weathering With You” Masuk Dalam Submisi Best International Feature Film Oscars Ke-92

Salah satu film karya Makoto Shinkai ini masuk ke dalam submisi Best International Feature Film Oscars ke-92 dari Jepang.

Berdasarkan informasi yang kami himpun dari akun Twitter resminya, film Tenki No Ko (juga dikenal sebagai Weathering With You) masuk dalam daftar submisi Best International Feature Film Oscars ke-92 yang berasal dari Jepang.

Sampai saat ini, film Weathering With You telah mencapai pendapatan kotor sebesar 10,07 miliar Yen atau sekitar US$ 94,59 juta.

Submisi Best International Feature Film untuk Oscars ke-92 diselenggarakan mulai tanggal 1 Oktober 2018 hingga 30 September 2019. Sampai saat ini baru 15 negara yang mengirimkan film pilihannya untuk masuk nominasi Oscars ke-92.

Rencananya Academy Awards ke-92 (sebutan utama untuk Oscars) akan diselenggarakan pada 9 Februari 2020.

Sumber: Hollywood Reporter

[Ulasan] Weathering With You: Cerita Alamak, Visual Aduhai

Makoto Shinkai (lagi-lagi) hadir membawakan film garapannya dengan mengambil tema hujan sebagai balutan utamanya.

Tenki no Ko atau yang dirilis ke pasar internasional dengan judul Weathering With You adalah salah satu film anime yang cukup dinantikan pada tahun ini. Film berdurasi 112 menit yang disutradarai oleh Makoto Shinkai ini telah dirilis di Indonesia untuk penayangan regulernya mulai 21 Agustus 2019.

Film ini mengisahkan tentang Hodaka Morishima (disuarakan oleh Kotarou Daigo) yang melarikan diri dari kota asalnya di Shikoku menuju kota besar impiannya, Tokyo. Namun, sesampainya di sana ia malah menghadapi kesulitan, tak mampu menemukan pekerjaan untuknya hingga tak bermodal dan tidak memiliki tempat tinggal sama sekali untuk bertahan hidup di Tokyo.

Meskipun demikian, nasib baik masih cukup berpihak padanya saat dia mendapatkan pekerjaan sebagai penulis untuk seorang pria yang ditemuinya saat dia baru mendaratkan kaki di Tokyo, Suga Keisuke (disuarakan oleh Shun Oguri). Dengan ditemani oleh seorang gadis bernama Natsumi (disuarakan oleh Tsubasa Honda), Hodaka pun membantu mereka berdua dan dapat menyambung hidup untuk sementara.

Sementara itu, di belahan Tokyo lainnya, Hina Amano (disuarakan oleh Nana Mori) harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan adik laki-lakinya, Nagi Amano (disuarakan oleh Sakura Kiryuu). Diam-diam, Hina ternyata adalah seorang hareonna yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan mengubah langit yang penuh dengan hujan menjadi cerah kembali.

Pertemuan Hodaka dengan Hina pun terjadi, dan ternyata Hodaka tengah mendapatkan tugas untuk melakukan penulisan mengenai hareonna, apa yang melekat pada Hina. Mengetahui hal ini, Hodaka pun saling bekerja sama dengan Hina dan menggunakan kemampuan Hina untuk membantu banyak orang. Seperti apa takdir yang akan menanti mereka selanjutnya?

Cerita Alamak

Klik tombol ini untuk melihat isi teksnya. Peringatan: Paragraf di bawah ini mengandung SPOILER KERAS!

Sepanjang hampir dua jam lamanya, kisah yang disajikan dalam Weathering With You boleh dikatakan nyaris ‘sebelas-dua belas’ dengan apa yang dilakukan Makoto Shinkai dalam Your Name: mulai dari protagonis gadis dan bujang yang berada dalam momen romansa pada masa mudanya, topik supernatural yang berkaitan dengan kepercayaan Jepang, hingga momentum keajaiban yang menyatukan mereka kembali.

Secara garis besar, cerita yang ada tidaklah begitu mengecewakan untuk sekelas film garapan Makoto Shinkai. Akan tetapi, dengan eksekusi dari awal hingga akhir yang tampak seolah-olah Weathering With You dipaksakan habis begitu saja tanpa ada detail mengenai hal penting yang muncul di dalam film seperti makhluk-makhluk penunggu langit, latar belakang tokoh utama, hingga masuk ke tahap alamak saat film ini disudahi dengan akhir yang sangat tragis dengan tenggalamnya kota Tokyo, walau menjadi akhir paling aman bagi semua kalangan penonton: Hodaka berjumpa kembali dengan Hina setelah tiga tahun tak saling bersua.

Sembunyikan isi teks

Visual Aduhai

Terlepas dari ceritanya yang cukup membuat “hah?”, harus diakui bila Weathering With You memasang keunggulan yang sangat tinggi pada aspek visualnya. Mulai dari latar belakang, animasi, hingga detail seperti turunnya hujan, jalanan Tokyo, dan makanan yang muncul di dalam film ini berhasil disajikan dengan baik dari sisi visual. Benar-benar memanjakan mata, begitulah ungkapan yang tepat untuk mengomentari hampir semua scene yang ada.

RADWIMPS Kembali

Dari sisi musik, RADWIMPS kembali mengisi film layar lebar dengan hadir sebagai pengisi lagu-lagu yang muncul dalam Weathering With You. Salah satu lagu utama yang cukup memorable dari film ini adalah “Grand Escape” yang dibawakan RADWIMPS dengan Toko Miura. Nama band ini mulai melambung setelah mengisi film Your Name.

Kesimpulan

Weathering With You sudah berhasil menjadi film berkelas dari segi visual dan Makoto Shinkai berhasil mempertahankan kekhasan film yang digarapnya dalam karya terbarunya yang satu ini. Akan tetapi, jalan cerita yang coba dihadirkan di dalamnya malah terasa harusnya lebih bisa digali lagi untuk dapat dinikmati. Dengan demikian, nilai yang pas bagi film ini adalah 7,5/10.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Rahmat Maulana Koto.

Akun YouTube PewDiePie Telah Mencapai 100 Juta Subscribers!

Wah, ternyata akun YouTube PewDiePie telah mencapai 100 juta subscribers!

Salah satu YouTuber terkenal yaitu PewDiePie, juga dikenal dengan Felix Kjellberg, kini telah memiliki 100.000.000 subscribers. Hal tersebut kami ketahui berdasarkan data dari Socialblade Live Counter.

Jumlah subscriber PewDiePie per pukul 10.33 WIB tanggal 25 Agustus 2019

Sampai saat ini, PewDiePie sendiri masih belum membuat pernyataan resmi melalui akun YouTube, Twitter, maupun Instagram-nya.

Berdasarkan data yang kami himpun dari Socialblade, PewDiePie menempati posisi 11 dari 50 YouTubers dengan subscribers terbanyak. Posisi pertama masih ditempati oleh T Series.

Data diambil pada 25 Agustus 2019 pukul 10.58 WIB

 

Gambar keluku berasal dari akun Instagram pribadinya.

Inilah Para Pemeran BumiLangit Cinematic Universe!

bumilangit universe

Zara JKT48 juga ikut ambil peran, loh.

Setelah berhasil meluncurkan film Gundala, BumiLangit mengumumkan pula film superhero Indonesia lainnya berserta dengan para pemerannya.

Berdasarkan informasi yang kami dapatkan melalui akun media sosial Superheromaxid, pihak BumiLangit mengumumkan siapa saja artis yang akan membintangi di Jagat BumiLangit Jilid 1:

    1. Abimana berperan sebagai Gundala
    2. Chicco Jericho berperan sebagai Godam
    3. Pevita Pearce berperan sebagai Sri Asih
    4. Chelsea Islan berperan sebagai Tira
    5. Tara Basro berperan sebagai Merpati
    6. Asmara Abigail berperan sebagai Desti Nikita
    7. Hannah Al Rashid berperan sebagai Camar
    8. Kelly berperan sebagai Cempaka
    9. Delly D berperan sebagai Nila Umaya
    10. Ario Bayu berperan sebagai Ghani Zulham
    11. Lukman Sardi berperan sebagai Ridwan Bahri
    12. Tatjana Saphira berperan sebagai Mustika
    13. Zara JKT48 berperan sebagai Virgo
    14. Dian Sastro berperan sebagai Dewi Api
    15. Nicholas Saputra berperan sebagai Aquanus
    16. Joe Taslim berperan sebagai Mandala

Berikut adalah detail dari karakter tersebut berdasarkan twit Joko Anwar:

Semoga saja para pemeran yang telah disebutkan dapat memancing minat para penonton untuk lebih mencintai karakter superhero Indonesia.

Sumber: Akun Facebook Superheromaxid

Piko Taro Merilis Lagu Terbarunya: “Everyone Must Die”

piko taro

Setelah terkenal akan "Pen-Pinnaple-Apple-Pen"-nya, Piko Taro merilis lagu terbarunya.

Sekitar 2 tahun yang lalu, Piko Taro (Kazuhito Kosaka) merilis lagu Pen-Pinnaple-Apple-Pen (PPAP) yang sempat menjadi viral di internet. Sampai saat ini, video YouTube dari lagu tersebut sudah ditonton lebih dari 133 juta kali.

Lagu PPAP menjadi viral karena selain mudah diingat, lagu ini juga sangat asik untuk didengarkan walau banyak masyarakat yang bingung dengan maksud dari lagu ini. Lagu ini bagaikan teka-teki singkat yang kita sendiri harus memahaminya.

Setelah lama tak terdengar, Piko Taro merilis lagu terbarunya dengan judul Everyone Must Die pada tanggal 14 Agustus 2019 di kanal YouTube miliknya. Lagu ini sempat membuat warganet menjadi terkejut, karena warganet mengira lagu tersebut akan menjadi lagu terakhir dari Piko Taro.

Setelah sukses dengan PPAP, Piko Taro membuat proyek PIKO10PROJECT. Melalui proyek tersebut, Piko Taro membuat 10 lagu dengan gaya khasnya dan sejak 14 Juni 2019 merilis 1 lagu berbeda setiap minggunya. Semua lagu di proyek ini berisikan berbagai hal unik dengan tambahan bumbu khas ala Piko Taro.

Semua lagu yang ada dalam PIKO10PROJECT dapat Anda lihat di sini.

Artikel disusun oleh Aisyah Muliana Zulfah dan penyesuaian oleh Bonaventura Aditya Perdana.

BUBU.COM Gelar IDBYTE Esports 2019, Hadirkan BUBU Esports Tournament Berhadiah Total 750 Juta Rupiah

Dengan tagline "Gaming for Change", BUBU Esports Tournament ingin mengangkat kesetaraan gender melalui kompetisi PUBG Mobile dengan hadiah terbesar di Asia Tenggara untuk tim wanita.

Esports menjadi peluang ekonomi besar di masa depan. Data dari PUBG Mobile Asia Tenggara pada bulan Mei 2019 menunjukkan bahwa Indonesia adalah negara dengan pertumbuhan pengguna PUBG Mobile tertinggi sedunia. Bahkan hingga akhir April 2019, tercatat dalam satu bulan rata-rata 220 kota di Indonesia, dan 23 juta orang mengakses PUBG Mobile.

Sementara para peminat esports Indonesia bukan hanya PUBG Mobile, tapi juga game lainnya. Perkembangan pelaku esports di Indonesia diyakini akan terus bertambah, seperti disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara bahwa potensi bisnis esports di Indonesia telah mencapai US$700 juta atau sekitar Rp9,8 triliun pada 2017 dan terus meningkat.

Mengetahui hal tersebut, pionir perusahaan digital di Indonesia, BUBU.COM, akan kembali menggelar acara tahunannya yaitu IDBYTE. Berbeda dengan gelaran sebelumnya, pada tahun ini IDBYTE 2019 akan mengangkat esports sebagai tema utamanya. Dengan tagline “Gaming for Change”, IDBYTE 2019 siap menjadi pionir untuk menghadirkan konferensi esports pertama di Indonesia yang dihadiri berbagai pembicara internasional serta mewakili brand yang sudah mendunia.

Tidak hanya konferensi, di waktu dan tempat yang sama, BUBU.COM juga menggelar BUBU Esports Tournament, atau yang disingkat sebagai B.E.S.T. Bermitra dengan Tencent Games dan didukung oleh IESPA, Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO), serta Kementerian Pemuda dan Olahraga (KEMENPORA), B.E.S.T akan mempertandingkan salah satu game mobile dengan komunitas yang besar di Indonesia, PUBG Mobile.

Acara ini juga didukung oleh Sinar Mas Land yang terus berinovasi dalam mengembangkan ekosistem ekonomi digital di Indonesia. Keseriusan Sinar Mas Land dalam pengembangan ekonomi berbasis digital diwujudkan dalam pengembangan Digital Hub, suatu kawasan seluas 26 hektar yang didedikasikan untuk menjadi pusat pendidikan, riset, komunitas dan perusahaan berskala startup hingga multinasional yang berfokus di bidang digital dan teknologi.

Project Leader Digital Hub, Irawan Harahap menyatakan, “Transformasi BSD City menjadi the first integrated smart city dilakukan di berbagai sektor berbasis digital. Esports menjadi salah salah satu fokus kami dalam pembangunan sektor ekonomi digital. Oleh sebab itu, kami menyambut baik kesempatan untuk menjadi tuan rumah acara ini, terlebih karena PUBG telah memiliki reputasi dan komunitas yang baik. Belum lama berselang, kami secara resmi juga menjadi tuan rumah untuk NXL, manajemen esports terbesar di Indonesia. Kami dari Digital Hub dan Sinar Mas Land berharap acara ini dapat memberi dampak positif untuk kemajuan esports dan ekonomi digital di Indonesia.”

Prizepool Turnamen PUBG Mobile Wanita Terbesar di Asia Tenggara

Berbeda dari turnamen PUBG Mobile lainnya, B.E.S.T hadir tidak hanya dengan prizepool fantastis sebesar 750 juta Rupiah, tetapi juga menggelar kompetisi PUBG Mobile yang terbagi menjadi 2 kategori, yaitu divisi pria dan wanita.

Selaras dengan tagline yang diusung, BUBU.COM ingin mengubah pandangan masyarakat Indonesia tentang gaming, terlebih kesetaraan gender antara wanita dan pria. Mengingat jumlah gamer wanita di dunia telah mencapai 44 persen menurut riset dari Newzoo. Oleh karena itu, B.E.S.T telah menyiapkan 290 juta Rupiah sebagai prizepool untuk turnamen divisi wanita saja. Hal ini otomatis membuat B.E.S.T menjadi kompetisi esports PUBG Mobile wanita di Asia Tenggara dengan hadiah terbesar yang pernah ada!

“B.E.S.T 2019 merupakan sebuah langkah awal dari BUBU.COM yang menargetkan sebuah perubahan dan perkembangan ekosistem esports Indonesia,” kata Shinta Danuwardoyo selaku CEO BUBU.COM.

“Perubahan ini sudah mulai terlihat dari banyaknya tim esports besar yang membuat tim wanita. Perubahan dan perkembangan ini diharapkan akan menjadikan Indonesia sebagai ekosistem esports terbesar dan terkuat di Asia Tenggara.”

Selain pertandingan PUBG Mobile, B.E.S.T juga akan menghadirkan Talent Hunt by BUBU Awards. Adapun tujuan diadakannya Talent Hunt adalah untuk memberi kesempatan kepada individu yang hendak menampilkan bakat terbaik mereka, dan tentunya menyediakan hadiah khusus bagi pemenang.

Talent Hunt by BUBU Awards nantinya akan mencari talenta-talenta dalam beberapa bidang yang berhubungan dengan esports dan game, yaitu shoutcaster, streamer, dan pastinya cosplay yang akan dinilai langsung oleh Alodia Gosiengfiao, cosplayer asal Filipina yang kerap diundang ke berbagai event internasional.

IDByte 2019 dan B.E.S.T. akan digelar di ICE BSD pada tanggal 13-14 September 2019 yang akan dihadiri Kevin Lin, COO & Co-Founder Twitch, Allan Phang, Head of Esports Airasia, Shigenori Araki, Head of Esports Capcom, Alodia Gosiengfiao, dan pembicara serta talent kelas dunia lainnya.

Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut, bisa disimak langsung di https://best-tournament.com

Tautan resmi B.E.S.T:

Tautan resmi IDBYTE Esports 2019:

Tautan resmi BUBU.COM:

Tautan resmi Sinar Mas Land:

Artikel merupakan rilis pers dari pihak BUBU.COM

Menonton Konser Love Live! dari Sisi Seorang Awam

Penulis mendapatkan kesempatan untuk menonton konser "Aqours 5th LoveLive! ~Next SPARKLING!!~" oleh komunitas "Love Live! School Idol Project" Indonesian Nakama.

Bayangkan apabila Anda diberikan kesempatan untuk menonton sebuah konser dari grup idola yang sama sekali tidak pernah Anda dengarkan lagunya. Ya, itulah yang penulis alami pada hari Sabtu (6 Juli 2019) kemarin.

Pada hari Kamis (4 Juli 2019), penulis dihubungi oleh salah satu tim redaksi untuk menonton konser Love Live! “Aqours 5th LoveLive! ~Next SPARKLING!!~” pada hari Sabtu (6 Juli 2019) di CGV Grand Indonesia.

Mulanya penulis berpikir karena secara pribadi jarang mendengarkan semua lagu dari grup Love Live! (bahkan hingga Sunshine!! sekali pun) dan takut akan “diasingkan” karena bukan bagian dari mereka. Namun, penulis tetap memberanikan diri untuk ikut demi mencari tahu lebih dalam mengenai Love Live! secara keseluruhan.

Hari H

Setelah tiba di CGV Grand Indonesia, penulis bertemu dengan seseorang yang bernama Rio Vitoni. Ia merupakan anggota dari komunitas “Love Live! School Idol Project” Indonesian Nakama dan ternyata ia pula yang mengajak penulis untuk menonton konser bersama dengan anggota komunitas lainnya.

Ia juga sempat bercerita bahwa hidupnya mulai merasakan perubahan ketika dirinya mengenal Love Live! pada tahun 2013. Bahkan ia menyempatkan diri untuk mengikuti konsernya di Jepang secara langsung pada tahun 2019 ini.

Tak lama setelah bertemu dengan Rio Vitoni, penulis bertemu dengan beberapa anggota lainnya. Mereka semua sangat ramah dan terbuka terhadap orang lain di luar anggota komunitas. Bahkan penulis dipinjamkan light stick Aqours agar bisa ikut meramaikan konsernya.

Ketika sebagian besar anggota telah berkumpul, saatnya mereka membagikan tiket masuk. Penulis mendapatkan tempat duduk di bagian belakang dan Rio Vitoni di bagian terdepan. Awalnya agak ragu karena harus berkumpul dengan mereka yang tak penulis kenal, tetapi demi mendapatkan pengalamannya maka penulis tetap memberanikan diri.

Tiket konsernya (bukan milik penulis)
Tiket masuk menonton konser (dokumentasi pribadi)

Pada pukul 12.30 kami semua bergegas memasuki ruang bioskop untuk segera menonton konsernya. Ya, sebenarnya ini bukan menonton konser secara langsung, melainkan kami menonton rekaman dari konser yang sesungguhnya telah dilaksanakan pada 8-9 Juni 2019 di Metlife Dome, Saitama.

Lagu pertama yang dibawakan oleh Aqours dalam konser adalah Bokura no Hashiketta Michi wa… dan seketika itu pula semua penonton yang hadir langsung bersorak kegirangan. Penulis juga merasakan hal yang sama, meskipun sebelumnya tidak pernah mendengar lagu tersebut.

Setelah dua lagu lainnya yaitu Thrilling・One Way dan Aozora Jumping Heart, para pengisi suara dari karakter Aqours mulai memperkenalkan dirinya satu persatu. Penulis melihat hal yang menarik yaitu ketika semua penonton mengganti warna di light stick mereka ketika para pengisi suara bergantian berbicara. Sayangnya penulis tidak terlalu paham warna-warnanya, jadinya penulis melihat orang di sekitar dan sedikit bertanya kepada anggota komunitas.

Para penonton bersorak ketika idolanya bernyanyi.
Para penonton bersorak ketika idolanya bernyanyi.

Selama konser berlangsung, penulis cenderung lebih memilih untuk duduk dibandingkan berdiri seperti anggota lainnya. Bukannya tidak menarik, tetapi penulis canggung untuk berdiri dan bersorak seperti yang lain. Meskipun demikian, penulis tetap melambaikan light stick untuk meramaikan konsernya.

Ketika sedang intermission, penulis tidak merasa bosan karena diputarkan animasi singkat yang lucu dan menghibur. Setidaknya penulis bisa mengikuti sedikit momen seperti penonton yang lainnya.

Penulis menitikkan air mata ketika lagu Next SPARKLING!! dinyanyikan, dan semua penonton yang hadir juga ikut bersorak dengan kencangnya. Momen di mana semua pengisi suaranya mengakhiri konser dan layar menampilkan tulisan “Aqours” di pinggir pantai adalah momen terbaik menurut penulis.

Sebenarnya penulis bisa saja menangis karena itu sangat bagus, tetapi penulis memilih untuk menahannya.

Kesimpulan

Awalnya penulis berpikir bahwa sepanjang konser berlangsung akan diam dan tidak terbawa keseruan dari anggota komunitas (berhubung penulis jarang mendengarkan lagu dari serial Love Live!), tetapi pada akhirnya penulis merasakan emosi dari setiap penonton dan bahkan sampai menangis.

Meskipun mereka hanya menonton rekaman dari konser yang telah berlangsung, tetapi antusiasme semua anggota komunitas membuat penulis menjadi merasa kagum akan loyalitas mereka terhadap grup idola yang mereka cintai.

Semua orang yang penulis temui sangat terbuka dan sangat senang menjelaskan seluruh serial Love Live! (terkhusus serial Sunshine!!) kepada penulis. Mereka juga mengharapkan agar penulis mengikuti kegiatan seperti ini pada lain kesempatan bersama anggota komunitas.

Sehari setelah acara tersebut berlangsung, penulis mulai mencoba untuk mendengarkan lagu-lagu dari Aqours. Meskipun penulis lebih senang mendengarkan lagu mainstream, tetapi ini juga menjadi lagu wajib yang tak boleh ditinggalkan dalam daftar putar lagu penulis.

Penulis mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota komunitas “Love Live! School Idol Project” Indonesian Nakama yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk merasakan konser Aqours 5th LoveLive! ~Next SPARKLING!!~ secara langsung.

Semua anggota komunitas berfoto setelah konser usai.
Semua anggota komunitas berfoto setelah konser usai.
Penulis berfoto bersama dengan anggota komunitas.
Penulis berfoto bersama dengan anggota komunitas.

Semua dokumentasi (kecuali dinyatakan lain) berasal dari komunitas “Love Live! School Idol Project” Indonesian Nakama.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media.

Dukung Pembinaan e-Sports Indonesia, POPCON Asia 2018 Gelar Kompetisi e-Sports AGCON “Celebration Cup”

Celebration Cup yang akan dilaksanakan di POPCON Asia 2018

Bagi Anda penggemar gim Mobile Legends: Bang Bang dan DOTA 2, jangan lewatkan pertandingan Celebration Cup di POPCON Asia 2018!

Saat ini, e-Sports kian menjadi perhatian semua orang. Masuknya kategori e-Sports di Asian Games 2018 juga semakin mengukuhkan bahwa olahraga yang satu ini mempunyai banyak peminat dan tidak kalah populer dengan olahraga lain pada umumnya.

Di Olimpiade ke-32 yang akan berlangsung di Tokyo, Jepang pada tahun 2020, e-Sports telah resmi masuk ke jajaran olahraga yang dipertandingkan. Potensi yang dimiliki e-Sports menarik perhatian POPCON Asia untuk menggelar kompetisi dan memberi wadah bagi para atlet potensial untuk mengasah kemampuan mereka di tingkat nasional.

Bertepatan dengan momen film Dreadout yang akan bisa disaksikan di layar lebar pada tahun depan, AGCON berkolaborasi dengan goodhouse.id dan dibantu oleh Supreme League serta Nimpuna akan menghadirkan kompetisi gim daring (online games) alias e-Sports yang diberi nama “Celebration Cup” untuk pertama kalinya di POPCON Asia 2018.

Celebration Cup di POPCON Asia 2018

Ada dua gim yang akan ditandingkan di Celebration Cup, yaitu Mobile Legends: Bang Bang dan DOTA 2. Siapa saja dapat mengikuti kompetisi ini, dengan total hadiah Rp.160.000.000,-, dengan mendaftar di laman https://esport.popconinc.com. Untuk pendaftaran DOTA 2 paling lambat tanggal 6 September dan Mobile Legends: Bang Bang pada tanggal 13 September.

Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc., menuturkan kompetisi e-Sports digelar di POPCON Asia 2018 sebagai bentuk dukungan pada perkembangan e-Sports di tanah air:

“Kepopuleran e-Sports sudah tidak diragukan lagi. Beberapa tahun ini, kompetisi e-Sports di Indonesia kian banyak jumlahnya. Masuknya kategori e-Sports di Asian Games 2018 dan Olimpiade Tokyo 2020 juga semakin mengukuhkan bahwa olahraga yang satu ini memang mempunyai banyak peminat dan tidak kalah populer dengan olahraga lain pada umumnya.

Jadi sangat tepat rasanya jika POPCON Asia 2018 juga mulai memasukkan e-Sports, agar para atlet talenta e-Sports juga bisa memiliki wadah, di Popcon Asia.”

Masih ada banyak hal seru lainnya yang bisa dinikmati di POPCON Asia 2018, seperti wahana Rumah Pengabdi Setan hasil kerjasama dengan Pandora Experience yang bisa menjadi ajang uji nyali para pengunjung.

Bagi penggemar film-film Indonesia, tahun ini POPCON akan menyertakan beberapa pemeran dari film Hello Salma, sekuel Dear Nathan (2017). Selain itu, juga ada pemeran film Dreadout, dan para pemeran Foxtrot 6 yang bakal tayang di bioskop seluruh Indonesia pada awal tahun 2019.

Beberapa tambahan bintang dalam negeri yang akan meramaikan POPCON Asia 2018 adalah pemerhati anak Seto Mulyadi yang sebelumnya sempat populer menjadi bahan meme generasi milenial, dan Reino Barack yang merupakan kreator dari Satria Heroes yang akan mengumumkan serial barunya.

Tiket POPCON Asia 2018 bisa dibeli secara online di https://ticket.popconinc.com. Untuk anak-anak dengan tinggi badan di bawah 100 cm dapat masuk dengan gratis.

Tentang POPCON Asia

POPCON Asia atau Popular Culture Convention Asia adalah festival terkemuka di Indonesia untuk konten terkait industri kreatif, terutama komik, mainan, film, dan animasi dari kreator lokal dan internasional. POPCON Asia bertujuan mengembangkan hak kekayaan intelektual para kreator Indonesia, dan mempromosikannya ke dunia. Pada tahun 2018 ini, POPCON Asia diselenggarakan untuk yang ketujuh kalinya pada 22-23 September 2018 di ICE BSD.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat menghubungi:
Dhaniel D. Gumala
Public Relations
POPCON Asia 2018
Surel : [email protected]
Ponsel : +62856 9755 1391

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak penyelenggara.