[Liputan] Intip Serunya Nonton Bareng Film “Love Live! Sunshine!! Over The Rainbow”

Simak Liputan Nonton Bareng Film Love Live! Sunshine!! Over The Rainbow bersama komunitas Love Live Jogja!

 

Hai Hai Riscomrades!! Kali ini kami diajak komunitas Love Live Jogja (LLJ) untuk bersama-sama menonton film “Love Live! Sunshine!! Movie Over The Rainbow” pada Jumat, 29 Maret 2019 di Bioskop CGV Sahid J-Walk, Jalan Babarsari No. 2, Caturtunggal, Kabupaten Sleman, D.I.Yogyakarta.

Film lanjutan serial Love Live!! Sunshine ini tayang pada 4 Januari 2019 di Jepang dan resmi masuk Indonesia melalui pembawa lisensi ODEX bekerja sama dengan pihak Bioskop CGV mulai tanggal 29 Maret 2019 setelah sebelumnya pihak ODEX mengadakan fans screening pada tanggal 16 Maret 2019.

Film ini menceritakan kisah para personil grup Aqours yang harus pindah ke sekolah baru karena sekolah mereka sebelumnya, SMA Uranohoshi, ditutup. Ketika personil dari murid kelas satu dan dua sedang dirundung masalah yang tidak terduga, personil dari murid kelas tiga menghilang saat bertamasya untuk merayakan kelulusan mereka! Ketika saling terpisah, mereka mulai menyadari pentingnya persahabatan. Akhirnya, para personil Aqours yang tersisa pergi ke Italia untuk mencari kakak kelas mereka.

Cuplikan dari film Love Live! Sunshine!! Movie Over The Rainbow

Antusiasme penonton sudah terlihat sebelum pintu dibuka. Momo Yanuarta selaku penyelenggara menuturkan lebih dari 50 orang mengikuti acara nonton bareng ini. Dia juga menuturkan alasan menyelenggarakan acara nonton bareng ini karena dia kecewa tidak bisa menonton saat fans screening di Jakarta sehingga saat rilis resmi di beberapa bioskop di daerah dia mengajak bersama-sama untuk menonton film ini.

Saat menonton film yang panjangnya sekitar 2 jam ini, berbagai kejutan dan kelucuan dihadirkan oleh film ini. Karena seri Love Live! adalah seri Idol, beberapa lagu baru untuk film ini mampu menyihir penonton yang banyak membawa lightsticknya untuk berteriak chant.

Tidak hanya bersama-sama menonton film Love Live! Sunshine!! ini, Momo berserta Extalia Hobbies juga mengadakan giveaway berupa voucher diskon sampai dengan hadiah utama figure Matsuura Kanan dari Love Live! Sunshine!!

Sekian dari kami, Sampai Jumpa di event-event berikutnya!!

 

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan

[Liputan] Ikimasu! 2019, Ajang Kreativitas Cosplayer dan Idol

Apa jadinya event idol tingkat nasional dan event cosplay Bergengsi berlangsung dalam satu acara?

Peserta Indonesian Cosplay Gran Prix sedang unjuk kebolehannya (Foto: Aditya Putera T.)

Hai Hai Riscomrades! Kali ini kami kembali ke Kota Yogyakarta untuk mengunjungi event Ikimasu! 2019 yang diadakan pada Tanggal 24 Maret 2019 bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH), Kompleks Universitas Gadjah Mada, Jalan Pancasila, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Ikimasu! 2019 sendiri adalah event kerjasama antara pihak Jogja Idol Festival (JIF) dan pihak Indonesian Cosplay Grand Prix (ICGP) untuk menentukan masing-masing juara yang akan mewakili Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta di event Ennichisai Jakarta.

JIF sendiri sudah menyeleksi 3 peserta secara offline dan 2 peserta secara online untuk berebut Juara 1 Local Idol Competition yang berhak mendapatkan sebuah lagu orisinal berserta video klip yang akan dibuatkan oleh pihak JIF atau juri, menjadi Guest Star dalam acara JIF atau yang berafiliasi dengan JIF selanjutnya, dan berhak tampil menjadi Guest Star dalam event Ennichisai 2019.

Sedangkan ICGP juga sudah menentukan 6 tim cosplay untuk memperebutkan 2 slot untuk mewakili Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta untuk bertarung dalam Grand Final ICGP yang akan diadakan juga di Ennichisai Jakarta.

Dalam event ini sendiri, tidak hanya babak penyisihan JIF dan ICGP yang menarik untuk dilihat, Guest Star yang diisi berbagai Idol terkenal seperti LUSCA dan Momiji Velvet berhasil memanaskan acara dengan berbagai lagu yang menarik.

Terkenal dengan banyaknya orang kreatif di Yogyakarta, cosplayer yang mengikuti event Ikimasu ini juga mampu membuat pengunjung berdecak kagum dengan kostum yang mereka kenakan benar-benar totalitas!

Tidak hanya penampilan peserta ICGP saja yang keren, Werewolf Cosproject juga tampil dengan Kabaret dari Anime K Project yang membuat banyak penonton histeris dengan penampilannya.

Acara ditutup dengan penampilan DJ Saddam yang makin menghentak pengunjung walaupun sudah cukup larut malam. Terima kasih dan sampai jumpa di laporan lainnya!

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan dan Kevin Akbar.

[Liputan] Kemeriahan Seishun no Sekai Bunkasai UDINUS Semarang 2019

Bunkasai UDINUS kembali menghadirkan pengalaman menarik seperti festival di Jepang tahun ini!

Yosakoi (foto: Aditya Putera T.)

Hai Hai Riscomrades! Kali ini Risa Media akan menceritakan kunjungan kami ke event Bunkasai UDINUS yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang (HIKARI) dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang, nih!

Seishun no Sekai Bunkasai UDINUS diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 23-24 Februari 2019 bertempat di Gedung G, Universitas Dian Nuswantoro, Jalan Imam Bonjol no. 207 Kota Semarang, Jawa Tengah.

Penampilan Peserta Lomba Cover Dance dari serial Kyoukai no Kanata (foto: Aditya Putera T.)

Meskipun acara diselenggarakan di tanggalyang kebetulan sama dengan sebuah event besar di Jakarta, antusiasme para penggemar Jejepangan terutama yang berasal dari Semarang dan sekitarnya untuk mengunjungi event Bunkasai UDINUS ini tetap tinggi. Hal itu terbukti dari banyaknya pengunjung yang rela berpanas-panas ria ditengah panasnya udara Kota Semarang dari pagi hingga akhir acara.

Kerumunan Pengunjung (foto: Rizaldy Firstky)

Event ini menghadirkan pengalaman unik perpaduan budaya Jepang dan budaya Jawa. Beberapa tarian khas Jepang dihadirkan, seperti tarian Yosakoi, tarian Senbon Zakura dan tarian Soran Bushi yang konon diilhami dari perjuangan para nelayan dari Hokkaido, Jepang. Selain pertunjukkan tari, ada pula atraksi Rumah Hantu atau Obake yang terletak didalam Gedung G yang semakin memeriahkan suasana layaknya festival (matsuri) di Jepang. Nuansa jejepangan pun semakin terasa ketika Band Hydra yang beraliran Visual Kei tampil dengan membawakan lagu-lagu pop kultur Jepang.

Tarian Soran Bushi (Foto : Rizaldy Firstky)

Sementara itu, unsur budaya Jawa ditunjukkan melalui penampilan seorang penari legendaris dari kota Yogyakarta yaitu Didik Nini Thowok yang memukau pengunjung dengan tarian campuran budaya Jawa-Jepang. Selain beliau, muncul pula band Dejikai yang terkenal dengan lagu Campursarinya. Melalui aksinya, mereka berhasil menggelitik para pendengarnya dengan lirik campuran bahasa Indonesia, Jawa, Jepang dalam lagu-lagu yang mereka bawakan.

Penampilan Luna Gravity (foto: Aditya Putera T.)

 

Salah satu puncak kemeriahan terjadi pada saat penampilan dari Luna Gravity yang membawakan salah satu lagu milik Roselia, sebuah grup band yang berasal dari serial Bang Dream. Sepak terjang Luna Gravity di atas panggung kemudian memicu pengunjung untuk melakukan moshing. 

Lukisan “Tampan dan Berani” terlihat di Udinus (foto: Aditya Putera T.)

Selain penampilan band, tarian, dan berbagai macam atraksi, Bunkasai Udinus juga menggelar berbagai perlombaan menarik seperti lomba makan Ramen dengan sistem Tim, lomba Cosplay, lomba dance cover, lomba Band, dan lain lain. Stand makanan dan pernak pernik jejepangan pun berjajar rapi di sisi lapangan tempat Bunkasai diselenggarakan.

Bunkasai Udinus berhasil memberikan kami sebuah kesan yang cukup kuat. Jika diibaratkan, kami merasa seperti di suatu festival musim panas di Jepang, namun kami juga masih merasa jika kami sebenarnya masih berada di Semarang saat menikmati event ini.

 

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan dan Rizaldy Firstky

[Liputan] Jogja Toys Frontier 2019 Resmi Dibuka!

Acara ini resmi dibuka pada hari Rabu, 13 Februari 2019.

 

Untuk pertama kalinya, JTOKU Indonesia bekerja sama dengan Multi Toys Hobbies mengadakan acara Yogyakarta Toys Frontier 2019 di Yogyakarta. bertempat di Main Hall Jogja City Mall, Jl. Magelang Km 6, Sinduadi, Mlati, Kabupaten Sleman, D.I. Yogyakarta. Acara yang akan memanjakan para penggemar dan kolektor action figure ini akan berlangsung mulai dari hari Rabu, 13 Februari 2019 sampai dengan Minggu, 17 Februari 2019.

Multi Toys & Game yang sudah terkenal di kalangan para kolektor action figure menghadirkan berbagai koleksi action figure dari berbagai serial seperti Tokusatsu Kamen Rider, Gundam, dan serial lainnya yang siap meracuni penggemar pop kultur Jejepangan di Yogyakarta dengan diskon-diskon menariknya.

Salah Satu Pajangan

Ibu Nidia dari JTOKU dalam sambutannya menuturkan bahwa Toys Frontier 2019 diadakan pertama kalinya di Yogyakarta dilatarbelakangi oleh keinginan JTOKU untuk berbalas budi kepada tempat yang telah membesarkan JTOKU dengan cara mengembangkan event pop kultur di Yogyakarta serta merangkul pelaku, peminat, komunitas, dan pihak-pihak terkait pop kultur di Yogyakarta dalam satu wadah agar bisa berkembang dan mampu besar bersama-sama. Toys Frontier tidak hanya berisi berbagai macam action figure, tetapi juga terdapat berbagai acara menarik seperti penampilan berbagai bintang tamu mulai dari dance cover yang dibawakan oleh Lovemade Idol Project, Gochikara, dan Hybrid Dvlust. Selain itu, ada juga DJ dari Waiwaiskool yang siap menghentak panggung. Tidak lupa pula penyanyi lagu-lagu soundtrack serial Tokusatsu seperti Rizqa Fasirha, Zetto dan lain-lain.

Suasana Zona Khilaf

Toys Frontier sendiri juga mempunyai beberapa lomba menarik seperti Lomba Cosplay berhadiah total jutaan rupiah yang akan dinilai oleh juri yang terdiri dari Nawa Rie Eda, Lola Zieta dan Gita W. Tidak hanya itu saja, di sini diadakan juga lomba makan Onigiri Indomie!

Untuk semakin menggairahkan acara, terdapat juga Khilaf Award, yaitu penghargaan bagi pengunjung yang berani berbelanja dengan nominal yang sadis. Pemenangnya akan diberikan hadiah dan sembako ala anak kos untuk mengapresiasinya.

Bagaimana? Kalian tertarik mengikutinya?

[Liputan] Wibu Night Show 2018, Pesta Malam Minggu Bagi Penggemar Jejepangan

Wibu Night Show memberikan nafas baru event Jejepangan di Yogyakarta dengan konsep pesta yang meriah.

Penampilan Momiji Velvet di acara Wibu Night Show (foto: Farid Ikhwan)

Hai hai Riscomrades!! Kali ini Tim Risa Media berkesempatan untuk mengunjungi event yang terbilang unik di Yogyakarta yaitu Wibu Night Show yang diadakan pada tanggal 8 Desember 2018 bertempat di Borobudur Plaza lantai 2, Jl. Magelang no.80, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Wibu Night Show mengajak para penggemar jejepangan untuk berpesta layaknya orang biasa pada Malam Minggu namun tetap dengan nuansa jejepangan. Acara ini ingin mematahkan stereotip bahwa penggemar pop kultur jejepangan pada malam Minggu hanya berdiam diri di rumah saja tanpa bersenang-senang.

Penampilan U-Zone, Grup Idol Cover dari serial Love Live!! (foto: Sebastian Ganibrata)

Acara yang dimulai sejak pukul 15:00 WIB ini dibuka oleh penampilan Idol Grup Camelia Noir dan Idol Grup Saywon dan dilanjutkan Cosplay Walk yang diadakan untuk memperkuat nuansa pop kultur jejepangan.

Malam semakin larut, pengunjung diajak bernostalgia bersama Grup Idol Cover μ’Zone dari Serial Love Live!! yang membawakan lagu hits μ’s salah satunya berjudul Snow Halation. Setelahnya, Band Morning Star mengajak bernostalgia dengan membawakan beberapa lagu-lagu jejepangan era 2000-2010an.

Penampilan Band Morning Star yang mengajak pengunjung bernostalgia (foto: Sebastian Ganibrata)

Setelah bernostalgia, Band Shitagi Uma mengajak pengunjung kembali ke masa kini dengan membawakan beberapa lagu Anime yang sedang hits. Merasa pengunjung sudah kembali bergairah, Idol Cover Devilust memeriahkan suasana dan mengumumkan bahwa Devilust berganti nama menjadi Hybrid Dvlust, mereka mengatakan bahwa pergantian nama ini bertujuan untuk melepaskan citra grup yang terkenal seksi dan ingin merambah genre lain selain Idol Jejepangan saja.

Kehebohan Pengunjung Wibu Night Show saat Band Shitagi Uma tampil (foto: Sebastian Ganibrata)

Band 2n2 Project kemudian membawa pengunjung terbawa suasana mellow dengan beberapa lagu sedih seperti lagu Orange yang dipopulerkan oleh band 7!! dari serial Shigatsu wa Kimi to Uso dan dilanjutkan oleh Idol terkenal dari Yogyakarta, Momiji Velvet dengan membawakan 3 lagu original, salah satunya bernuansa Dangdut Koplo dan lagu cover untuk mengajak pengunjung kembali bersemangat.

Penampilan Momiji Velvet diatas Panggung Wibu Night Show (foto: Farid Ikhwan)

Malam Minggu yang sudah sangat larut itu kemudian ditutup oleh penampilan DJ Saddam yang langsung menghentakkan pengunjung dengan lagu-lagu jejepangan bergenre EDM.

Kami menilai Wibu Night Show berhasil menarik perhatian para penggemar jejepangan yang ingin berpesta dengan caranya sendiri. Acara musik seperti ini menunjukkan Yogyakarta layak dijuluki Kota Budaya dimana segala kultur budaya berkembang dan memberikan warna baru bagi Dunia Jejepangan terutama di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Liputan dan Penulisan oleh Aditya Putera Tanriawan, Foto oleh Farid Ikhwan dan Sebastian Ganibrata.

Ikuti Si Juki Jalan-Jalan ke Berbagai Destinasi Wisata Melalui Komik “Si Juki : Seri Jalan-Jalan Nusantara”!

Kemenko Bidang Kemaritiman bekerjasama dengan Elex Media dan PIONICON untuk merilis komik Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara.

 

Indonesia adalah negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau yang dihubungkan oleh wilayah perairan yang luasnya menutupi sekitar dua pertiga dari luas keseluruhan Indonesia. Sebagai negara kepulauan, Indonesia tentu memiliki potensi kemaritiman yang sangat besar. Berangkat dari isu tersebut, pihak Kemenko Bidang Kemaritiman bekerjasama dengan Elex Media dan PIONICON untuk mengenalkan wisata maritim melalui komik Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara.

Komik pertama dalam seri ini diluncurkan dengan mengangkat tema keindahan alam berbagai objek wisata yang ada di Labuan Bajo-Flores. Dalam komik berjudul Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara: Petualangan Labuan Bajo-Flores ini, Si Juki ditemani oleh temannya yang tidak kalah kocak yaitu Mang Awung. Peluncuran seri komik baru dari Si Juki ini diadakan pada tanggal 5 Desember 2018 bertempat di gedung Kompas Gramedia, Palmerah, Jakarta Pusat.

“Pihak Kemenko Bidang Kemaritiman memiliki kepentingan untuk mengenalkan objek wisata baru sekaligus membuat literasi kemaritiman. Maka dari itu, kami dari Elex mengajak Si Juki untuk mengenalkan objek wisata maritime di Indonesia sekaligus memberikan literasi kemaritiman kepada generasi muda.” Ujar Ari, perwakilan dari Elex Media Komputindo dalam sambutannya yang membuka acara peluncuran komik tersebut.

 

Pada komik kali ini Si Juki tidak melakukan perjalanan sendirian, ia ditemani oleh temannya bernama Mang Awung. Si Juki pergi ke Labuan Bajo bersama Mang Awung untuk menyelesaikan sebuah misi rahasia. Dalam menjalankan misi rahasia tersebut, mereka pergi ke berbagai destinasi wisata yang ada di Labuan Bajo mulai dari Bukit Cinta, Gua Batu Cermin, hingga pergi ke Taman Nasional Pulau Komodo untuk mencari harta karun.

“Dalam proses riset komik ini saya menemukan bahwa kalimat ‘Indonesia itu Indah’ benar adanya. Selain indah, saya juga menemukan keberagaman budaya yang menurut saya begitu luar biasa. Keberagaman inilah yang membentuk Indonesia, inilah harta karun Indonesia. Karena itulah, dalam cerita kali ini saya membuat konsep berburu harta karun dengan berbagai misi yang harus dilalui oleh Si Juki yang kali ini ditemani oleh Mang Awung.” Ucap Faza Meonk selaku kreator Si Juki sekaligus founder dari PIONICON IP Management.

Seri komik Si Juki Jalan-Jalan pada awalnya memang diluncurkan oleh penerbit Elex Media dan PIONICON sebagai komik dengan tema wisata. Destinasi wisata pertama yang dituju oleh Si Juki dalam seri komik ini adalah Korea Selatan dengan meluncurkan komik Si Juki Seri Jalan-Jalan: Petualangan di Korea pada tahun 2017. Sebenarnya pihak Elex sangat ingin agar seri komik ini juga bisa mengangkat tujuan destinasi wisata lokal yang ada di Indonesia. Kesempatan pun datang ketika pihak Kemenko Bidang Kemaritiman menawarkan potensi kerjasama untuk meluncurkan buku literasi kemaritiman.

Untuk membuat komik ini, tim kreatif melakukan riset mencari ide cerita dan hal-hal menarik lainnya dengan mengunjungi langsung Labuan Bajo-Flores selama 5 hari. Hasil temuan selama 5 hari tersebut kemudian dikemas menjadi material cerita komik Si Juki. Setelah riset mencari ide cerita, komik ini kemudian memasuki tahap produksi selama 3 bulan hingga akhirnya dirilis pada hari Rabu, 5 Desember 2018.

 

Dalam acara peluncuran komik ini, Faza Meonk mengaku sangat senang bisa mengerjakan komik Si Juki ini. Ia mengaku bahwa sebenarnya sudah sejak lama ia memiliki keinginan agar Si Juki bisa bekerja sama dengan pemerintah. Baginya, dengan adanya komik ini membuktikan bahwa kini anak muda juga bisa ikut berpartisipasi dalam membangun negeri bersama pemerintah.

Bekerjasama Dengan Kemenko Bidang Kemaritiman, Si Juki Siap Rilis 10 Buku Baru

Ada 10 destinasi wisata maritim ”Bali Baru” yang akan diperkenalkan Si Juki di komik Seri Jalan-Jalan Nusantara.

 

Jika membicarakan tentang destinasi wisata yang ada di Indonesia, Bali menjadi salah satu tujuan yang wisata yang paling dikenal di Indonesia. Padahal faktanya, sebagai negara kepulauan yang memiliki lebih dari 17 ribu pulau, ada berbagai destinasi wisata lain yang tidak kalah menarik dari Bali. Saat ini pihak Kemenko Bidang Kemaritiman tengah merencanakan untuk memperkenalkan destinasi wisata 10 Bali Baru melalui komik Si Juki.

Kedekatan karakter Juki dengan para penikmat kisahnya ini dinilai bisa menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang potensi maritim yang Indonesia miliki, sehingga terbentuklah suatu gerakan literasi kemaritiman. Elex Media dan Kemenko Bidang Kemaritiman membuat gerakan literasi kemaritiman dalam bentuk komik seri Si Juki Jalan-Jalan Nusantara ke 10 destinasi pariwisata prioritas sesuai dengan arahan Presiden.

Destinasi pertama yang didatangi oleh Si Juki dalam petualangannya keliling Nusantara adalah Labuan Bajo. Daerah Labuan Bajo ini memang sudah sangat dikenal dengan keindahan alamnya yang menarik perhatian para wisatawan. Ada beragam objek wisata menarik yang bisa ditemukan di Labuan Bajo mulai dari wisata pantai, bukit, hingga gua bawah tanah.

Selain Labuan Bajo-Flores, masih ada 9 destinasi wisata lainnya yang akan diangkat menjadi komik Si Juki. Kabar tersebut disampaikan pada acara peluncuran komik Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara: Labuan Bajo-Flores yang berlangsung pada hari Rabu, 5 Desember 2018. Dalam acara tersebut, pihak Kemenko Bidang Kemaritiman menyatakan telah menjalin kerjasama dengan Elex dan PIONICON untuk membuat 10 komik yang mengangkat 10 destinasi wisata maritim Bali Baru.

“Labuan Bajo-Flores ini baru 1, kita berencana untuk mengembangkan 10 destinasi wisata Bali Baru, dan itu masih baru 10, masih ada potensi besar lainnya di Indonesia. Kita baru bekerja di satu aspek saja yaitu pariwisata, masih banyak aspek kemaritiman lain yang bisa kita angkat. Saya yakin kalau terus kerjasama dengan Faza, tidak hanya 3 bulan sekali komik ini terbit tetapi bisa jadi 1 bulan sekali atau bahkan seminggu sekali.” Ungkap Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Bidang Kemaritiman, Agung Kuswandono.

Sebagai kreator Si Juki, Faza juga baru mengetahui tentang adanya destinasi wisata 10 Bali Baru tersebut. Dalam acara peluncuran komik yang berlangsung di gedung Kompas-Gramedia pada hari Rabu, 5 Desember 2018 Faza mengaku bahwa ia sangat tertarik untuk mengangkat 10 destinasi wisata tersebut menjadi komik. Baginya yang terpenting dalam membuat komik tersebut adalah ide dasar dan fakta menarik yang bisa dikemas menjadi komik.

Dalam komik pertama di Seri Jalan-Jalan Nusantara, Si Juki mengunjungi Labuan Bajo-Flores bersama Mang Awung untuk menjalankan sebuah misi rahasia. Di akhir komik tersebut terungkap bahwa destinasi wisata berikutnya yang akan dikunjungi Juki adalah Belitung. Rencananya komik Si Juki Seri Jalan-Jalan Nusantara edisi Belitung ini akan dirilis pada bulan Maret 2019.

 

Sambut Kemeriahan Japanese Film Festival 2018!

JFF 2018 akan hadir di empat kota: Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Makassar.

Film adalah media yang memungkinkan kita untuk memahami perbedaan budaya. Melalui kekuatan bercerita dan teknik visual, film memiliki kemampuan untuk menggambarkan kehidupan nyata dari orang-orang yang tinggal di belahan dunia yang berbeda. Secara efektif, film dapat menjangkau penonton dalam jumlah besar, dan memiliki kekuatan yang menggerakkan orang-orang dari beragam latar belakang untuk saling memahami.

Berdasarkan pandangan tersebut, Japan Foundation meluncurkan “The JFF: Asia – Pacific Gateway Initiative” (JFF APAC) pada tahun 2016. Japan Foundation ingin memperkenalkan budaya Jepang secara utuh kepada masyarakat Indonesia melalui film-film Jepang yang masih tergolong sulit dinikmati secara resmi di Indonesia dan menjadikan JFF sebagai wadah bagi penikmat film untuk memperoleh dan berbagi informasi mengenai film-film Jepang.  Hingga tahun 2017, JFF APAC melangsungkan festival film di 13 negara (10 negara Asia Tenggara, Australia, India, dan Tiongkok) dan dihadiri oleh 140,000 penonton. Mulai tahun ini, Rusia turut bergabung dalam JFF APAC.

Selain film festival, Japan Foundation juga membuat majalah daring JFF Web Magazine yang berfungsi sebagai wadah informasi film dan budaya Jepang bagi para penggemarnya. Dengan adanya kedua hal tersebut, diharapkan dapat memajukan rasa saling pengertian antara Jepang dan negara lain.

Menyambut Japanese Film Festival 2018 di Indonesia

Tahun 2018, Japanese Film Festival (JFF) di Indonesia menginjak tahun yang ke-3. JFF kali ini membawa 14 film terbaru dari beragam genre untuk diperkenalkan kepada masyarakat di Indonesia khususnya di empat kota yaitu Makassar, Yogyakarta, Jakarta, dan Bandung. JFF 2018 akan diselenggarakan di Bandung untuk pertama kalinya dan sekaligus menjadi penutup rangkaian JFF di Indonesia.

Dalam JFF 2018, seri film terbaru dari “Chihayafuru” (Nori Koizumi) akan hadir membawakan bagian ketiganya. Dua bagian sebelumnya sudah dihadirkan pada JFF 2016. Mewakili genre drama romantika, akan hadir film-film seperti “Color Me True” (Hideki Takeuchi), “The 8 Year Engagement” (Takahisa Zeze), “Perfect World” (Kenji Shibayama), dan “Mixed Doubles” (Junichi Ishikawa) yang akan menjadi daya tarik bagi para remaja yang gandrung akan artis idola Jepang. Disusul film animasi dari para sutradara animasi kenamaan Jepang berjudul “Lu over the Wall” (Masaaki Yuasa) dan “Mary and the Witch’s Flower” (Hiromasa Yonebayashi). “The Crimes That Bind” (Katsuo Fukuzawa) mewakili film bergenre thriller dari JFF pada tahun ini. Film “Laughing under the Clouds” (Katsuyuki Motohiro) dan film “Yakiniku Dragon” (Wui Sin Chong) membawa cerita mitologi dan sejarah yang menggambarkan Jepang di zaman yang berbeda.

JFF juga membawa film peraih banyak penghargaan internasional yaitu “Shoplifters” karya Hirokazu Kore-eda yang mendapatkan penghargaan Palme d’Or di Cannes Film Festival 2018, serta film “One Cut of the Dead” (Shinichirou Ueda) yang merupakan film horror komedi  yang menduduki box office di Jepang selama 4 pekan dan wara-wiri di berbagai festival film internasional. “The Man from the Sea”, film terbaru dari sutradara peraih Un Certain Regard Jury Prize di Cannes Film Festival 2017, Koji Fukada, akan menjadi salah satu penanda terbaik di tahun 2018 yang bertepatan dengan Peringatan 60 Tahun Hubungan Indonesia-Jepang. Film ini merupakan kerja sama Indonesia, Jepang, dan Perancis yang menampilkan Adipati Dolken dan Sekar Sari serta mengambil lokasi syuting di Aceh.

The Japan Foundation bekerja sama dengan Tokyo International Film Festival memproduksi seri kedua film omnibus “Asian Three Fold Mirror” dengan tema Journey pada tahun ini. Film ini menyatukan tiga karya dari tiga sutradara yang berasal dari Jepang (Daishi Matsunaga), Tiongkok (Degena Yun), dan Indonesia (Edwin). Tiga aktor Indonesia (Nicholas Saputra, Agni Pratistha, dan Oka Antara) ikut mempertunjukkan aktingnya dalam film ini.

Berikut jadwal Japanese Film Festival di Indonesia:

MAKASSAR: 23-25 November 2018

CGV Daya Grand Square lantai 4
Harga tiket: Rp 10,000 per penayangan film
Film pembuka: One Cut of the Dead (13+)

YOGYAKARTA: 27 November sampai 4 Desember 2018

Bekerja sama dengan Jogja-NETPAC Asian Film Festival
Jogja National Museum, Empire XXI, Cinemaxx
Harga tiket: Gratis dan Rp 20,000
Film pembuka: The Man from the Sea (13+)
Info: https://jaff-filmfest.org

JAKARTA: 7-16 Desember 2018

Bekerja sama dengan Pekan Sinema Jepang
CGV Grand Indonesia
Harga tiket: Rp 20,000 (Senin-Jumat), Rp 25,000 (Sabtu-Minggu)
Film pembuka: One Cut of the Dead (13+)
Info: http://jcinema2018.id

BANDUNG: 21-23 Desember 2018

CGV 23 Paskal Shopping Center Lantai 3
Harga tiket: Rp 15,000
Film pembuka: Chihayafuru Part 3 (13+)

Info pembelian tiket (Makassar, Jakarta, Bandung):
– Offline: Loket CGV di lokasi kegiatan
– Online: Website CGV (cgv.id), Traveloka, Bookmyshow
– Mobile Apps: CGV ID, Goers, Go-Tix by Go-Jek

*Jadwal penjualan tiket akan diumumkan segera.
** Pembelian secara online & mobile apps akan dikenakan biaya admin

Seluruh informasi terkini mengenai Japanese Film Festival 2018 dapat diakses di:
Facebook Fan page : Japanese Film Festival – Indonesia
Website : http://id.japanesefilmfest.org/
E-mail : [email protected]

Artikel ini merupakan rilis pers dari pihak penyelenggara

Lagi, Remaja 21 Tahun Merayakan Ulang Tahun di Restoran Cepat Saji

Tren merayakan ulang tahun di restoran cepat saji masih berlanjut. Adalah Risaldi Hartono (21), seorang penggemar jejepangan yang merayakan ulang tahun bersama teman-temannya di McDonald’s Sudirman, Yogyakarta Selasa, 20 November 2018. Ia menuturkan ide perayaan ulang tahunnya diilhami oleh postingan viral yang sempat menggegerkan dunia maya beberapa waktu lalu.

Bermodalkan iseng, Risaldi kemudian mengadakan tantangan ke teman-teman komunitasnya untuk menebak tanggal ulang tahunnya tanpa bertanya ke siapapun dan tidak boleh melihat KTP/kartu identitas lainnya. Jika berhasil, Risaldi berjanji untuk merayakan ulang tahunnya di Restoran Cepat Saji menggunakan paket ulang tahun anak. Grup Idol cover No Name yang cukup terkenal di Yogyakarta juga diundang untuk memeriahkan acara.

Banyak orang dewasa yang merindukan masa kecilnya sehingga mereka nekat mengadakan acara tersebut, suatu hal yang biasa dilakukan anak berusia di bawah 10 tahun.

Tertarik untuk mencoba?

Kearifan Lokal Tetap Terjaga
Penampilan Idol “No Name” bersama Risaldi

Penulisan oleh Aditya Putera Tanriawan.