Gambar resmi dari Hypergryph.

Spoiler untuk cerita sampingan Arknights, Children of Ursus.

Para pemain Arknights bisa jadi sudah menyimak cerita event Children of Ursus. Bagaimana perasaan anda setelah membacanya? Menjadi sedih dan kasihan terhadap Zima, Gummy, Istina, dan Rosa? Tetapi yang pasti, banyak di antara kalian memiliki satu perasaan: marah besar terhadap perbuatan Mephisto.

Perbuatan Mephisto bisa dikatakan sangat biadab: menempatkan semua pelajar Ursus ke dalam satu sekolah, mengunci mereka, dan membiarkan mereka dengan stok makanan yang terbatas. Akibatnya, setelah stok makanan habis, mereka kelaparan sehingga terpaksa bertarung bahkan membunuh satu sama lain demi selamat. Perbuatan tersebut juga melanggar perintah Patriot untuk tidak mengganggu kehidupan pelajar-pelajar Ursus.

"How do we survive Chernobog? You don't want to know."

Meskipun terdapat pro-kontra mengenai perilaku Mephisto, kebiadaban tersebut mengundang pertanyaan: Jika terdapat hukum internasional yang dapat diterapkan di gim Arknights, hukum apa saja yang akan menjerat Mephisto? Kami telah merangkumnya di sini.

Hukum Internasional yang Menjerat Mephisto

Konvensi Jenewa

War Crimes

The Parties to the conflict shall take the necessary measures to ensure that children under fifteen, who are ... separated from their families as a result of the war, are not left to their own resources, and that their maintenance ... and their education are facilitated in all circumstances.

Article 24, Geneva Convention: Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War of 12 August 1949

Anak di bawah usia 15 tahun tidak boleh dibiarkan untuk hidup dengan sumber daya sendiri. Tindakan Mephisto yang mengurung pelajar Ursus dan membiarkan mereka hidup seadanya dengan stok makanan yang terbatas (left to their own resources) sehingga memaksa mereka untuk bertarung satu sama lain demi selamat merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap pasal ini.

The Occupying Power shall not hinder the application of any preferential measures in regard to food, medical care and protection against the effects of war, which may have been adopted prior to the occupation in favour of children under fifteen years ...

Article 50, Geneva Convention: Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War of 12 August 1949

Pihak yang menduduki suatu daerah tidak boleh menghalangi kebutuhan khusus berkaitan dengan makanan yang sudah dibutuhkan sebelum pendudukan untuk anak di bawah usia 15 Tahun. Penghentian kebutuhan khusus yang berkaitan dengan makanan kepada pelajar Ursus adalah pelanggaran terhadap pasal ini.

To the fullest extent of the means available to it, the Occupying Power has the duty of ensuring the food and medical supplies of the population ...

Article 55, Geneva Convention: Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War of 12 August 1949

Pihak yang menduduki suatu daerah harus menjamin suplai makanan dan peralatan medis kepada warga sipil. Pada awalnya, memang tidak ada pelanggaran terhadap pasal ini karena stok makanan telah disediakan. Tetapi, setelah stok makanan habis, pembiaran yang dilakukan oleh Mephisto memunculkan pelanggaran terhadap pasal tersebut.

Violations of the laws or customs of war which include, but are not limited to, murder, ill-treatment or deportation to slave-labour or for any other purpose of civilian population of or in occupied territory, ... wanton destruction ... or devastation not justified by military necessity.

Principle VI, Principles of International Law Recognized in the Charter of the Nürnberg Tribunal and in the Judgment of the Tribunal 1950

Tindakan Mephisto yang mengurung semua pelajar Ursus ke dalam satu sekolah hingga kelaparan tentu merupakan perlakuan buruk (ill-treatment) kepada warga sipil biasa atau bahkan pembunuhan secara tidak langsung. Selain itu, penghancuran yang dilakukannya sama sekali tidak berkaitan dengan kepentingan militer apapun dan cenderung lebih ke sikap psikopatis. Tindakan tersebut layak diganjar sebagai kejahatan perang.

Apa yang dilakukan Mephisto juga memenuhi ketentuan penyiksaan di dokumen-dokumen lain, seperti:

For the purposes of this Convention, the term "torture" means any act by which severe pain or suffering, whether physical or mental, is intentionally inflicted on a person for such purposes as obtaining from him or a third person information or a confession, punishing him for an act he or a third person has committed or is suspected of having committed, or intimidating or coercing him or a third person, or for any reason based on discrimination of any kind, when such pain or suffering is inflicted by or at the instigation of or with the consent or acquiescence of a public official or other person acting in an official capacity. It does not include pain or suffering arising only from, inherent in or incidental to lawful sanctions.

Article 1.1, United Nations Coventions against Torture and Other Cruel, Inhuman, or Degrading Treatment or Punishment

Mephisto, di sini, mempunyai agency. Tidak hanya memberikan keputusan, ia secara langsung memutuskan untuk mengurung anak-anak Ursus di kompleks sekolah Peterheim, dengan penuh kesadaran, dan dengan kemampuan untuk memberi komando kepada satu atau lebih satuan pasukan Pergerakan Reunion. Lebih lanjut, jika kita menggunakan Statuta Roma, kapabilitas Mephisto menjadi tidak relevan:

This Statute shall apply equally to all persons without any distinction based on official capacity. In particular, official capacity as a Head of State or Government, a member of a Government or parliament, an elected representative or a government official shall in no case exempt a person from criminal responsibility under this Statute, nor shall it, in and of itself, constitute a ground for reduction of sentence.

Rome Statute of the International Criminal Court, Article 27

Tindakan Mephisto juga termasuk dalam kejahatan perang sesuai dengan Statuta Roma, dokumen utama yang menjadi dasar operasional International Court of Criminals. Meskipun tidak terang-terangan membunuh siapapun, Mephisto menyiksa dan memperlakukan murid-murid Ursus secara tidak manusiawi, dan secara sengaja menyebabkan penderitaan hebat dan cedera berat terhadap kesehatan maupun kondisi fisik anak-anak tersebut.

For the purpose of this Statute, "war crimes" means:
Grave breaches of the Geneva Conventions of 12 August 1949, namely, any of the following acts against persons or property protected under the provisions of the relevant Geneva Convention:
(a) Wilful killing
(b)Torture or inhuman treatment, including biological experiments;
(c) Wilfully causing great suffering, or serious injury to body or health


Rome Statute of the International Criminal Court, Article 8

Crimes against Humanity

Murder, extermination, enslavement, deportation and other inhuman acts done against any civilian population ... when such acts are done or such persecutions are carried on in execution of or in connection with any crime against peace or any war crime.

Principle VI, Principles of International Law Recognized in the Charter of the Nürnberg Tribunal and in the Judgment of the Tribunal 1950.

Serupa dengan penjelasan di atas, tindakan Mephisto tersebut adalah tindakan tidak manusiawi terhadap warga sipil biasa yang berkaitan dengan kejahatan perang yang ia lakukan.

For the purpose of this Statute, "crime against humanity" means any of the following
acts when committed as part of a widespread or systematic attack directed against
any civilian population, with knowledge of the attack:
...
(d) Deportation or forcible transfer of population;
(e) Imprisonment or other severe deprivation of physical liberty in violation of fundamental rules of international law;
(f) Torture


Rome Statute of the International Criminal Court, Article 7

Lebih lanjut, kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh Mephisto dijelaskan di dalam Statuta Roma. Pertama, Mephisto melakukan pemindahan paksa dari suatu sektor populasi (seluruh mahasiswa Ursus ke kompleks sekolah Peterheim). Setelah itu, anak-anak tersebut dipenjara dan dihapuskan kebebasan individualnya. Hal ini melanggar salah satu prinsip mendasar hukum internasional, yaitu freedom to travel.

Penyiksaan yang berlangsung setelahnya juga merupakan bagian dari kejahatan kemanusiaan.

Grave Breaches of Geneva Convention

Grave breaches ... shall be those involving any of the following acts ... willful killing, torture or inhuman treatment ... extensive destruction and appropriation of property, not justified by military necessity and carried out unlawfully and wantonly.

Article 147, Geneva Convention: Relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War of 12 August 1949.

Mephisto melakukan beberapa pelanggaran serius terhadap Konvensi Jenewa dengan melakukan pembunuhan, perlakuan tidak manusiawi, dan penghancuran secara disengaja secara fanatik tanpa adanya keperluan militer apapun. Tidak hanya kepada pelajar Ursus saja, sudah menjadi rahasia umum bahwa mephisto bertindak demikian kepada mayoritas warga sipil yang ia temui.

Additional Protocol to Geneva Convention

Starvation of civilians as a method of warfare is prohibited.

Article 54, Additional Protocol I to the Geneva Convention 1949

Starvation of civilians as a method of combat is prohibited. It is therefore prohibited to attack, destroy, remove or render useless, for that purpose, objects indispensable to the survival of the civilian population, such as foodstuffs, agricultural areas for the production of foodstuffs, crops, livestock, drinking water installations and supplies and irrigation works.

Article 14, Additional Protocol II to the Geneva Convention 1949

Lebih lanjut, apa yang dilakukan Mephisto, yaitu pengepungan yang berujung pada kelaparan dan pembunuhan massal di antara mahasiswa Ursus, melanggar protokol tambahan Konvensi Jenewa 1949. Warga sipil, seperti murid-murid Ursus, tetap harus diperbolehkan mengakses barang-barang yang krusial untuk keberlangsungan hidup, seperti makanan dan obat-obatan.

Prinsip Penindakan Hukum terhadap Mephisto

Pengadilan Nuremberg, pengadilan penjahat perang pada PDII 

Principles of International Law Recognized in the Charter of the Nürnberg Tribunal and in the Judgment of the Tribunal 1950

Principle I

Any person who commits an act which constitutes a crime under international law is responsible therefor and liable to punishment.

Setiap orang yang melakukan tindak kejahatan yang dilarang dalam hukum internasional harus bertanggung jawab atas perbuatannya dan mendapat hukuman. Tidak perlu dijelaskan lagi karena Mephisto sudah jelas melakukan tindakan tersebut dan harus bertanggung jawab atasnya.

Principle II

The fact that internal law does not impose a penalty for an act which constitutes a crime under international law does not relieve the person who committed the act from responsibility under international law.

Meskipun hukum dalam negeri tidak menjadikan tindakan tersebut sebagai "kejahatan", pelaku tindakan tersebut tetap harus bertanggung jawab atas yang Ia perbuat sesuai dengan hukum internasional yang berlaku. Dengan demikian, meskipun seandainya hukum Ursus tidak menjadikan tindakan Mephisto sebagai bentuk "kejahatan perang", Ia tetap harus bertanggung jawab sesuai hukum internasional.

United Nations Convention against Torture and Other Cruel, Inhuman or Degrading Treatment or Punishment


Apalagi, ketiadaan hukum nasional (dalam hal ini Ursus) untuk menangani kejahatan Mephisto sudah termasuk dalam pelanggaran hukum internasional:

Each State Party shall take effective legislative, administrative, judicial or other measures to prevent acts of torture in any territory under its jurisdiction.

Each State Party shall ensure that all acts of torture are offences under its criminal law. The same shall apply to an attempt to commit torture and to an act by any person which constitutes complicity or participation in torture.


Each State Party shall make these offences punishable by appropriate penalties which take into account their grave nature.

Article 2 & 4

Alasan kondisi perang atau 'disuruh oleh Talulah' juga tidak dapat digunakan sebagai pengecualian:

No exceptional circumstances whatsoever, whether a state of war or a threat of war, internal political instability or any other public emergency, may be invoked as a justification of torture.

An order from a superior officer or a public authority may not be invoked as a justification of torture.

Article 2

Rome Statute of the International Criminal Court

In accordance with this Statute, a person shall be criminally responsible and liable for punishment for a crime within the jurisdiction of the Court if that person:
(a) Commits such a crime, whether as an individual, jointly with another or through another person, regardless of whether that other person is criminally responsible;
(b) Orders, solicits or induces the commission of such a crime which in fact
occurs or is attempted;
(c) For the purpose of facilitating the commission of such a crime, aids, abets or otherwise assists in its commission or its attempted commission, including providing the means for its commission;
(d) In any other way contributes to the commission or attempted commission of such a crime by a group of persons acting with a common purpose. Such contribution shall be intentional and shall either:
(i) Be made with the aim of furthering the criminal activity or criminal
purpose of the group, where such activity or purpose involves the
commission of a crime within the jurisdiction of the Court; or
(ii) Be made in the knowledge of the intention of the group to commit the
crime;

Terakhir, dan skenario yang paling memungkinkan, adalah menjerat Mephisto sesuai dengan peraturan International Criminal Court. Mephisto melakukan, menyuruh, memfaslitiasi, dan berkontribusi secara aktif dan sadar terhadap kejahatan-kejahatan perang yang terjadi di kompleks sekolah Peterheim.

Jika Mephisto diseret ke meja hijau, berapa besaran hukuman yang diterima olehnya?

Slobodan Praljak sebelum bunuh diri di persidangan ICTY pada 2017

Jenis kejahatan yang dilakukan oleh Mephisto serupa dengan kejahatan Slobodan Praljak, jenderal Kroat yang terkenal karena bunuh diri di persidangan ICTY (International Criminal Tribunal for the Former Yugoslavia) dan menjadi meme. Keduanya sama-sama melakukan kejahatan perang, kejahatan kemanusiaan, dan pelanggaran serius Konvensi Jenewa. ICTY memutuskan bahwa Slobodan Praljak bersalah dan menjatuhkan vonis penjara 20 tahun kepadanya—yang tidak dijalankan karena ia  langsung menenggak racun saat vonis dibacakan. Jangkauan vonis penjara yang dijatuhkan dalam kasus serupa di persidangan ICTY sendiri adalah 10 hingga 30 tahun penjara.

Dengan demikian, Mephisto berkemungkinan diganjar hukuman penjara antara 10, 20, atau 30 tahun bila sesuai skala peradilan internasional modern. Hukuman tersebut baru berlaku untuk penguncian pelajar Ursus saja dan belum termasuk kejahatan lainnya.

Tetapi, apakah Mephisto bisa diproses secara hukum dan dikenai hukuman tersebut?

"Kehancuran" total Mephisto setelah Faust tewas

Terdapat satu faktor yang dapat membuat Mephisto tidak dicap sebagai penjahat perang: ia mengalami gangguan mental berat yang mengubahnya menjadi psikopat.

Bagaimana tidak? Diperlakukan secara abusif oleh ayahnya, di-bully oleh orang di sekelilingnya, bahkan dicekoki originium asli agar tidak bisa bernyanyi lagi telah menghancurkan mental Mephisto secara menyeluruh. Ia hanya memercayai Faust dan Talulah dan pada akhirnya "diperalat" oleh Talulah sendiri yang menjadikannya berperilaku tanpa rasa kemanusiaan secara absolut.

Masalah gangguan mental tersebut juga diangkat dalam hukum internasional:

... a person shall not be criminally responsible if ... suffers from a mental disease or defect that destroys that person's capacity to appreciate the unlawfulness or nature of his or her conduct, or capacity to control his or her conduct to conform to the requirements of law ... The Court shall determine the applicability of the grounds for excluding criminal responsibility provided for in this Statute to the case before it.

Article 31, Rome Statute of the International Criminal Court.

Seseorang dengan gangguan mental yang menyebabkannya tidak mampu memahami dan mengontrol tindakannya (sehingga menyebabkan terjadinya kejahatan) tidak dapat dikenai pertanggungjawaban atas tindakannya tersebut. Tetapi, pengadilan harus memutuskan apakah pelaku benar-benar tidak dapat disidang atau sebaliknya.

Dengan demikian, Mephisto bisa saja tidak dimintai pertanggungjawaban atas perbuatannya. Tetapi, hal tersebut harus menunggu putusan pengadilan (jika ada) yang memutuskan apakah ia dapat disidang atau tidak.

Terlepas dari hal tersebut, terdapat anggapan bahwa Mephisto terkadang melakukan kejahatan atas kesadarannya sendiri; menentang perintah Patriot atas pelajar Ursus adalah salah satunya. Mephisto sadar penuh dan melakukan segala macam kejahatannya dengan kapasitas mental dan fisik yang penuh. Hal ini dapat terlihat dari seberapa lama Mephisto mempertahankan pengepungan Peterheim dan bagaimana ia secara terang-terangan bertindak atas dasar keinginan pribadi.

Kesimpulan

Tulisan ini menemukan bahwa Mephisto telah melakukan pelanggaran berat Konvensi Jenewa dan berbagai kejahatan perang seperti yang dilakukan olehnya dalam event Children of Ursus. Hal tersebut menjadikan Mephisto pantas diadili secara hukum internasional atas perbuatannya tersebut. Tetapi, gangguan mental yang Ia alami selama ini bisa menjadikannya tidak dapat bertanggung jawab atas perbuatannya, meskipun terdapat perdebatan atas kesadarannya dalam melakukan perbuatan keji tersebut.

Meskipun demikian, cerita masih belum selesai; masih banyak kejadian yang tersembunyi mengenai Mephisto dan Reunion. Teori yang populer bahkan menunjukkan bahwa Mephisto sendiri sedang mengarah ke redemption arc yang mungkin akan menjadikan Mephisto sebagai good guy dan menebus dosa-dosanya selama ini. Karena itu, daripada harus terus-terusan saling menjadi hakim, mari kita tunggu cerita Arknights selanjutnya mengenai Mephisto, Reunion, Rhodes Island, dan semuanya pada hari yang akan datang!

_________________________________________________________

Keterangan

Penulis mengasumsikan bahwa hukum internasional mengenai peperangan berlaku di Terra; hukum yang berlaku adalah sama dengan hukum yang ada di dunia internasional;

Penulis membatasi pembahasan hanya di event Children of Ursus dan beberapa perbuatan Mephisto lainnya yang menjadi rahasia umum;

Penulis membatasi penjeratan hukum hanya kepada Mephisto; penjeratan hukum kepada pihak lain (baik Talulah maupun Doctor sendiri) dapat dibahas di lain waktu;

Penulis mengasumsikan bahwa Mephisto, meskipun memiliki perawakan anak kecil, sudah menginjak usia dewasa yang menjadikannya subjek hukum internasional.