[Diskusi Sehat] Anime Bajakan di Indonesia, Sampai Kapan?Dibutuhkan waktu 3 menit untuk membaca artikel ini

Gerah dengan iklan bertumpuk-tumpuk saat hendak mengunduh anime ilegal? Tenang, ada Ponimu!

Tidak bisa dipungkiri, mudahnya akses menonton anime lewat Internet membuat hobi jejepangan terus berkembang di Indonesia. Sayangnya, mayoritas anime yang beredar di Indonesia adalah versi bajakan, biasanya didapatkan melalui situs fansub, baik lokal maupun luar negeri.

Membajak memanglah satu-satunya cara untuk menonton anime di Indonesia secara mudah, bahkan hingga saat ini. Beli DVD/Blu-ray aslinya? Mahal, lama, belum lagi biaya kirimnya. Situs streaming anime? Pembayarannya hanya bisa via kartu kredit. Menunggu anime kesukaan ditayangkan di televisi seperti zaman 90-an dulu? Rasa-rasanya penulis sudah pernah membahas ini tempo hari. “Mendingan gue download yang udah ada subtitle, gampang, gratis lagi”, begitulah kata mereka.

Bagaimanapun juga, pembajakan memanglah sesuatu yang tidak etis, dan seharusnya Anda sudah tahu kenapa. Meskipun begitu, pembajakan anime yang marak terjadi ini pastilah ada sebabnya, dan salah satunya adalah sulitnya mendapatkan anime yang legal. Kini, hal itu tidak bisa lagi jadi alasan.

Nonton Anime Murah, Cepat, dan Legal

Perkenalkan Ponimu, sebuah layanan yang menyajikan solusi menonton anime yang legal. Rencana rilis Juli mendatang, usaha rintisan ini telah menampakkan dirinya di Creator Super Fest 2018, tentunya menawarkan sejumlah keunggulan yang membedakannya dengan layanan unduh anime ilegal.

Ponimu mempunyai fitur Simulcast, sehingga Anda bisa menonton anime tertentu di waktu yang tak jauh berbeda dari waktu Jepang. Ponimu telah bekerja sama dengan sejumlah produsen anime di Jepang untuk menayangkan anime tersebut di Indonesia, lengkap dengan subtitel Indonesia dan kualitas gamabar HD (definisi tinggi). Lain cerita dengan layanan anime ilegal yang harus menunggu berkas RAW (anime tanpa subtitel) terlebih dahulu, yang kemudian baru bisa dirilis beberapa jam atau hari setelahnya.

Ingin anak atau adik Anda terhindar dari pengaruh buruk anime tertentu? Tidak perlu khawatir, karena ada fitur Age Restriction juga. Anime yang mengandung banyak unsur kekerasan, hal menjijikkan, atau menjurus ke arah mesum dapat disaring sehingga tidak dapat dilihat oleh anak di bawah umur.

Bebas dari Iklan yang Mengganggu!

Mengunduh anime ilegal memanglah penuh perjuangan. Klik tautannya, tunggu iklan, klik tautannya selanjutnya di antara tumpukan tulisan, tunggu iklan lagi, dan ternyata harus menunggu lebih lama lagi karena AdBlock belum dimatikan, lebih apes lagi kalau tautan yang Anda klik ternyata sudah rusak. Merepotkan? Tentu, tapi tidak dengan Ponimu.

Gerah dengan iklan bertumpuk-tumpuk saat hendak mengunduh anime ilegal?

Semua koleksi anime di Ponimu dapat ditonton secara legal tanpa iklan. Memang ada harga yang harus dibayarkan, tapi biaya langganan Rp 49.000 per bulan tentunya lebih terjangkau dibanding layanan serupa. Belum punya rekening bank dan tidak boleh memakai rekening orang tua? Tak usah takut, karena Ponimu mendukung berbagai macam metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, transfer bank, bahkan via minimarket. Metode pembayaran lainnya juga dikabarkan menyusul.

Tidak hanya suguhan anime legal dan langsung dari sumbernya, Anda juga berhak untuk bergabung dalam komunitas Ponimu, tempat di mana Anda dapat membahas seputar anime terkini dan bersosialisasi satu sama lain.

Kembali ke anime bajakan, memang hal itu belum akan sirna dalam waktu dekat. Meskipun begitu, hadirnya Ponimu ini merupakan secercah harapan untuk Anda yang ingin menonton anime legal yang berkualitas. Sekilas ide “anime berbayar” ini tampak mustahil, namun pada kenyataannya, banyak orang Indonesia yang berlangganan Spotify, meskipun lagu bajakan mudah didapat. Semakin banyak pula wibu yang menonton film anime di bioskop, meskipun bajakannya sudah tersedia. Semakin banyak pula gamer yang tergerak untuk membeli gim legal di Steam, walaupun ada versi bajakannya. Apakah Ponimu dapat menorehkan kesuksesan seperti layanan sejenis? Hanya waktu dan minat pasar yang dapat menjawab.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.


Excel Coananda

Komikus Risa Comics, Penulis Risa Media
Hobi membuat dan membunuh meme.

Tinggalkan Balasan