[Fella ke Jepang] Bermain Bersama Anjing Lucu di Mameshiba CafeDibutuhkan waktu 3 menit untuk membaca artikel ini

Nikmati kelucuan anjing-anjing shiba inu yang ada di cafe ini!

Hai hai Riscomrades, Fella di sini punya tebakan. Hewan yang menjadi sahabat terbaik manusia tuh apa ya, Riscomrades? Yap, benar banget. Hewan ini adalah anjing! Eits, tapi yang Fella mau bahas di sini bukan sekadar anjing secara umum, tetapi salah satu anjing yang terkenal dan berasal dari Jepang. Kira-kira apa ya?

Nah, ini nih yang namanya Shiba Inu! Pasti kalian semua sudah pernah mendengarnya, terutama Riscomrades yang suka anjing. Beberapa hari yang lalu saat Fella sedang liburan, Fella sempat mencoba datang ke Mameshiba Café Osaka, salah satu animal cafe ternama di Jepang.

Di Jepang, kafe hewan (animal café) menjadi sebuah tempat yang cukup menjamur. Ragamnya bervariasi dari hewan yang biasa kita pelihara—seperti anjing dan kucing—sampai ke hewan yang cukup tidak lazim seperti ular dan burung hantu. Bahkan, di sini ada senmon gakkou (sekolah vokasi) yang menyediakan bidang tersebut, yakni belajar mengenai animal café.

Kafe Anjing di Tengah Kota

Mameshiba Café Osaka ini terletak di Dotonburi, hanya beberapa langkah dari jembatan Shinsaibashi-Glico yang terkenal. Untuk bisa datang ke café ini, kalian harus naik tangga dulu sampai lantai dua dan membeli tiket yang bernilai 780 yen untuk dewasa dan 580 yen untuk anak-anak (13 tahun ke bawah). Dengan biaya tersebut, kita bisa menikmati Mameshiba Café ini selama 30 menit dan mendapat drink bar sepuasnya. Selanjutnya, kita akan diarahkan ke lantai empat, di mana kita harus menunggu selang beberapa saat sampai waktu jika kafe sedang penuh.

Sebelum benar-benar bisa mengelus para shiba mini ini, ada beberapa aturan yang harus diperhatikan oleh para pengunjung. Staf akan menjelaskan aturan ini dalam bahasa yang kita pilih—Inggris atau Jepang—. Kira-kira aturannya adalah sebagai berikut: cuci tangan sebelum masuk ke kafe (akan disediakan spray antiseptik oleh staf yang bertugas); tidak boleh menggunakan flash kamera; tidak boleh mengenakan alas kaki di dalam kafe; dan menaruh barang-barang kita di tempat yang sudah disediakan.

Kafe anjing ini tidak terlalu mewah, tidak terlalu luas dan tidak ada bangku. Kafe ini bertemakan Jepang tradisional, sehingga pengunjung harus duduk di lantai. Ada beberapa meja untuk pengunjung menaruh minumannya. Bicara soal minuman, tentu tetap dengan gaya Jepang, all-you-can-drink di sini menggunakan mesin otomatis. Kita bisa memilih kopi, teh, jus jeruk, dan lainnya, lengkap dengan pilihan dingin ataupun panas. Disarankan juga kita menggunakan tutup gelas supaya rambut dari para shiba tidak masuk ke minuman kita ya, Riscomrades!

Serasa Punya Anjing Sendiri

Saat Fella pergi ke kafe kemarin, Fella melihat ada empat ekor shiba dewasa dan juga tiga ekor shiba yang masih kecil. Sayangnya, saat Fella datang ke sana, para shiba mini semuanya sedang tertidur, tetapi tetapi bisa kita elus dan merasakan rambut-rambut anjing yang sangat halus. Lebih mengejutkannya lagi, ternyata shiba dewasa juga masih memiliki tekstur rambut yang mirip dengan yang kecil.

Selang beberapa menit setelah itu semua shiba mungil terbangun! Satu kafe langsung terasa ramai dengan adanya tiga shiba yang aktif lagi, terlebih dengan tindakan lucu nan menggemaskan dari para bayi shiba ini.

 

Masih bicara soal sifat-sifat para shiba ini, mereka bermacam-macam sekali loh! Para mameshiba ini juga tidak telanjang saat bertemu dengan para pengunjung, nama mereka semuanya tertulis di bandana yang mereka kenakan. Ada seekor shiba yang sangat senang dengan manusia; ketika dia merasa nyaman dengan seseorang, dia akan datang langsung ke pangkuannya dan tidur begitu saja, serasa seperti punya shiba sendiri!

Tiga puluh menit pun berlalu, tidak terasa waktunya sudah habis. Agak sedikit sedih, tetapi cukup lega juga karena sudah tidak penasaran lagi dan bisa merasakan lembutnya dan fuwafuwa-nya para mameshiba! Jadi Riscomrades, adakah yang tertarik untuk berkunjung ke sini juga?

Penulisan artikel oleh Caninus.

Dede Magdalena

Tinggalkan Balasan