[Fella ke Jepang] Hemat Sehemat-hematnya di JepangDibutuhkan waktu 4 menit untuk membaca artikel ini

Hidup di Jepang bisa murah, asal tahu tips hematnya!

Hai, hai Riscomrades! Perkenalkan saya Fella, penulis sekaligus maskot baru Risa media. Fella akan membawakan rubrik penulis di Jepang, dimana akan diisi dengan beragam tips dan hal-hal unik langsung dari negeri matahari terbit.

Apabila kalian diberi kesempatan untuk melanjutkan studi di luar negeri, kira-kira kalian akan memilih negara apa? Mungkin sebagian dari kalian akan memilih Jepang. Jepang adalah negara yang cukup diminati masyarakat Indonesia untuk melanjutkan studi. Selain jurusan teknik, Negeri Matahari Terbit ini juga tentunya terkenal dengan jurusan animasi dan manga. Inilah mengapa Jepang tidak hanya terkenal di antara kaum wibu, tetapi juga di kaum riajuu yang ingin mendalami teknik industri maupun robot.

Meskipun Jepang merupakan negara yang cukup terkenal sebagai tujuan studi, kita harus tetap berhati-hati untuk finansial kita selama bersekolah di sini. Harga-harga barang di Jepang cukup tinggi bila dibandingkan dengan Indonesia. Nah, untuk mengatasi itu, penulis di sini ingin membagikan sedikit tips mengenai bagaimana “bertahan hidup” di Jepang sebagai pelajar. Simak baik-baik ya!

Hyaku-en Shop (Toko Seratus Yen)

Toko 100 yen yang tidak menjual barang (persis) 100 yen.

Ini nih, toko andalan kita semua. Toko seratus yen menyediakan berbagai macam barang dengan harga yang mayoritasnya sama. Sejujurnya, ada beberapa hal yang perlu diluruskan soal hyaku-en shop ini. Yang pertama, hyaku-en shop tidak hanya menyediakan barang seharga seratus yen, tetapi juga barang yang lebih murah sedikit ataupun lebih mahal seperti 200 yen. Maka dari itu, kita masih harus memastikan harga dari barang yang ingin kita beli.

Yang kedua, tajuknya hampir sama, yaitu hyaku-en shop hampir TIDAK menyediakan barang seharga 100 yen. Kok bisa? Ya, dikarenakan barang di toko ini masih dikenakan pajak penambahan nilai dari pemerintah sebesar 8%. Jadi, toko ini menjual barang-barang yang sebagian besar berharga 108 yen. Tenang saja, toko ini masih menjadi toko yang paling bisa diandalkan saat kita ingin mencari sesuatu dengan harga yang murah.

Yahoo! Transit

Siapa di sini yang tidak kenal Yahoo? Situs ini dulu pernah merajai dunia mesin pencari laman jejaring internet sebelum berjayanya Google sekarang. Hal yang cukup unik di Jepang adalah, Yahoo! masih menjadi andalan di Jepang, salah satunya mencari berita. Namun di lain itu, situs yang penting dari Yahoo! untuk kita ketahui sebagai orang luar (gaikokujin) adalah Yahoo! Transit (transit.yahoo.co.jp).

Mudah mencari destinasi favorit!

Yahoo! Transit adalah situs untuk kita mengetahui kereta mana saja yang harus kita lalui untuk mencapai tujuan kita. Cara menggunakannya cukup dengan mengetik stasiun kita dan mengetik stasiun tujuan kita di kolom selanjutnya, jangan lupa juga untuk mengatur jam keberangkatan kita. Setelah kita memilih lanjut, akan terdapat tiga tab yang bertuliskan bahasa Jepang. Bila diterjemahkan ketiga tab itu menjadi “paling cepat”, “paling nyaman”, dan “paling murah”. Apabila ingin berhemat pilih yang paling murah, tetapi jangan lupa untuk memastikan durasi berkeretanya ya. Kalau hemat tetapi telat juga tidak baik. Di sini juga kalian bisa mengecek jam operasional terakhir dari kereta dengan memilih opsi 終電.

Magang (Arubaito)

Sebagian dari mahasiswa ataupun pelajar yang bersekolah di sini memilih opsi magang, entah itu di minimarket, supermarket, ataupun toko obat. Meskipun hanya menjadi petugas magang, tetapi gaji yang didapatkan di sini cukup tinggi, mulai dari 900 yen atau lebih tergantung dari tempat dan jobdesk yang ada. Magang menjadi salah satu aktivitas yang banyak digemari para ryuugakusei (pelajar yang melancong), tidak hanya mereka bisa mendapatkan uang tambahan per jam, tetapi juga dapat melatih kemampuan oral dalam berbahasa dan mengisi waktu di saat liburan ataupun senggang.

Namun perlu digarisbawahi juga, kita tidak bisa magang seenaknya. Ada dua alasan, yakni jam magang yang dibatasi oleh pemerintah ataupun tokonya. Para ryuugakusei di sini sebagian besar memegang visa pelajar, yang berarti kita hanya diperbolehkan sekitar 28 jam per minggu untuk magang dan 40 jam per minggu bila sedang liburan. Lain halnya bila kita memegang visa working holiday yang memperbolehkan kita bekerja entah berapa jam pun dalam seminggu. Alasan kedua adalah shift toko yang lumayan ketat yang berpotensi mengganggu kita dalam pendidikan! Maka dari itu Riscomrades harus berhati-hati ya dalam menentukan apakah perlu magang ataupun tidak.

Mizu di Restoran

Restoran di Jepang rata-rata menyediakan air minum gratis loh, entah itu teh (ocha) ataupun air biasa. Baiknya lagi, mereka menyediakan air minum dalam bentuk pitcher yang berarti kita mendapatkan gratis isi ulang terus-terusan! Tetapi ada sebagian restoran yang tidak menyediakan hal demikian, contohnya restoran franchise luar di sini seperti Taco Bell. Ketika kita hanya ingin memesan misalkan satu makanan dan kita tetap ingin minum air putih, ucapkan mizu, bukan mineral water.

Mizu bisa kita dapatkan secara cuma-cuma, tidak seperti air mineral yang bisa menghabiskan 100 – 200 yen. Perlu diperhatikan juga, terkadang mizu yang diberikan oleh pelayan adalah air ledeng. Namun jangan khawatir, semua air ledeng di sini aman diminum. Jadi ini menjadi salah satu tips berhemat juga bagi Riscomrades yang ingin menjadi ryuugakusei di negeri asal sushi ini.

Segitu dulu tips yang Fella berikan untuk saat ini, semoga bisa membantu bagi Riscomrades yang ingin studi di negeri Jepang! Jangan lupa juga tujuan awal kalian pergi ke Jepang adalah untuk studi, maka dari itu berhemat secukupnya. Bukan mentang-mentang berhemat, malah menyampingkan kesehatan dan sekolah, salah-salah malah kita tidak bisa bertahan lama di Jepang loh! Semangat bagi para ryuugakusei ataupun calon ryuugakusei!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Caninus.

Tinggalkan Balasan