Hassan-i Sabbah, Pemimpin Assassin dan Ulama yang TegasDibutuhkan waktu 4 menit untuk membaca artikel ini

Siapakah sosok sejarah yang ada di balik pembuatan karakter "King Hassan" di semesta Fate?

Sumber: fate-go.us

Fate/Grand Order versi NA (Amerika Utara) mengumumkan kemunculan sekaligus rate-up gacha dari “First Hassan“, kelas assassin dengan pangkat SSR yang merupakan karakter terkuat dalam kelasnya. Pemain dapat mendapatkannya dalam waktu yang terbatas, mulai 1 Januari, 10.00 WIB, sampai dengan 24 Januari 2019, 09.59 WIB. Siapa sebenarnya “First Hassan” dan apa yang menyebabkan ia menjadi karakter yang sangat diinginkan?

Karakter “First Hassan” dibuat berdasarkan tokoh Hassan-i Sabbah, seorang panglima, ulama, dan pemimpin tarekat dari Persia pada abad ke-11 masehi. Ia awalnya merupakan sosok yang dipercaya utnuk melaksanakan misi kenegaraan bagi Turki Seljuk, tetapi tak lama kemudian menentang langsung rezim tersebut karena adanya rasa keterasingan yang dirasakan warga Persia dari kepemimpinan Turki Seljuk.

Selain itu, salah satu petinggi rezim, Nizam al-Mulk, menjalankan sentimen anti-Ismailiyyah dan menentang doktrin taklim yang merupakan ajarah sentral dari Nizar Ismailiyyah, di mana Hassan lah yang kemudian menjadi pemimpinnya. Dalam memimpin ajarannya, Nizar Ismailiyyah, Hassan mendapatkan banyak pengikut dan kemudian mencanangkan tujuannya untuk mendapatkan basis yang kuat di Benteng Alamut, jauh di ketinggian Pegunungan Elburz.

Capture of Alamut, Sumber: Wikicommon

Peristiwa itu, kemudian dikenal sebagai Penaklukan Alamut, merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah. Hassan, yang saat itu sudah memiliki banyak pengikut di antara orang-orang Persia, mengajak seluruh masyarakat di sekeliling Alamut—mayoritas Syiah Ismailiyyah—untuk memberontak melawan Turki. Ia kemudian dengan hati-hati melakukan ekspedisi infiltrasi ke dalam jantung pertahanan kota di Alamut. Rakyat Alamut sendiri banyak yang mendukung Hassan. Ketika Hassan akhirnya muncul di hadapan penguasa setempat untuk merebut tahta, sang penguasa menyuruh para penjaganya untuk menangkap dan mengusir Hassan, tetapi mereka justru berbalik arah dan menetapkan kesetiaannya pada Hassan. Seluruh proses, mulai dari perencanaan sampai jatuhnya benteng ke tangan Hassan, berjalan tanpa adanya banyak pertumpahan darah.

Dalam penaklukan tersebut, juga dalam ekspedisi-ekspedisi Hassan yang lain, ia dibantu oleh pasukannya yang dinamakan Hashashin atau Assassiyun (أساسيون, mereka yang setia pada keyakinannya), akar etimologi dari kata “assassin” seperti yang kita kenal sekarang.

Hasan-e Sabah. Sumber: Wikicommon
Deskripsi King Hassan. Sumber: fate-go.us

Pada semesta “Fate”, Hassan-i Sabbah sendiri tidaklah tunggal, tapi dideskripsikan sebagai sembilan belas pemimpin Hashashin. Mereka yang sudah muncul dalam semesta Fate diantaranya adalah “Hassan of the Cursed Arm” dari “Fate/Stay Night”, “Hassan of the Hundred Faces” di “Fate/Zero”, serta “Hassan of Serenity” dan “First Hassan” sendiri di “Fate/Grand Order”. First Hassan menjadi yang pertama dan terakhir dari para Hassan dalam semesta Fate, dan ialah manifestasi dari Hassan-i Sabbah, sang tokoh sejarah dibalik orde Hashashin. Oleh Ritsuka Fujimaru (Gudako/Gudao), ia dinamakan “King Hassan”.

King Hassan sendiri dikenal sebagai pemimpin yang sangat ketat terkait dengan prinsip-prinsip hidup dan hukum syariah baik di Persia maupun Chaldea. Di Persia, ia merupakan ulama dengan pengetahuan yang mumpuni, menjalankan syariah secara ketat dan keras dan menuntut komunitasnya untuk melakukan hal yang serupa di bawah pimpinannya tanpa memandang bulu. Kedua anaknya dieksekusi, masing-masing untuk tuduhan pembunuhan dan kecurigaan atas meminum alkohol. Menurut Rashid-ad Din, penerusnya, ia menghabiskan waktunya membaca buku, melaksanakan ajarannya, dan mengurus pemerintahannya.

Di Chaldea pun tak terlalu jauh—ia akan mengeksekusi siapapun bawahannya, termasuk Hassan of the Cursed Arm, Thousand Faces, dan Serenity, untuk tidak menyimpang dari “ajaran Tuhan”. Sebab ajaran yang ia canangkan sangatlah ketat, para Hassan lain itu hampir pasti akan terancam dieksekusi olehnya. Namun, di luar ketegasannya, ia dideskripsikan sebagai tokoh dengan hati yang lapang, tidak banyak bicara, dan mampu berkorban—ia meninggalkan gelarnya sebagai Grand Asssassin untuk turun bersama karakter-karakter Chaldea lain untuk melawan Tiamat.

 

Kekuatannya pun tidak main-main. Masing-masing Hassan memiliki kemampuan yang disebut dengan Zabaniya—sembilan belas pembantu malaikat Malik di Neraka. Sedangkan Noble Phantasm dari King Hassan adalah Izrail, sang malaikat pencabut nyawa.

Akhir kata, agak ironis bagi mereka yang menghabiskan banyak uang untuk mencari untung-untungan untuk memunculkan King Hassan, sedang gacha, praktik-yang-mendekati-perjudian (karena sebenarnya tidak bisa begitu saja disebut sebagai perjudian yang nyata ), tak akan terlihat baik di mata praktik syariah manapun, apalagi milik Hassan. Gacha adalah peradaban buruk, klaim Atilla, dan pedang sang raja selalu mengarah kepada mereka yang menyalahi ajaran agama—ini berarti banyak atau malah semua dari kita.

Tapi toh, dengan statistik yang mumpuni dan karakter yang baik untuk berada dalam satuan tim, First Hassan pantas mendapatkan pangkat SSR dan gelar serta kemampuan Grand Assassin dengan segala kemampuannya—hero yang setara dengan jumlah saint quartz yang dikeluarkan untuk menebusnya.

Sumber: Fate-go.us

Sumber sejarah didapatkan dari berbagai sumber dan https://iis.ac.uk/encyclopaedia-articles/hasan-sabbah

Sumber pengkisahan semesta Fate dibantu oleh laman facebook Perjalanan Menembus Nasuverse di Dalam Vantank. https://www.facebook.com/GoldolfSeksi/

Ditulis oleh: Naufal Hanif

 


Muchamad Kibar Kaloka

Deposit meme dan receh harian. Tidak menggigit dan terancam punah. Suka main game.

Tinggalkan Balasan