[Perspektif] Mencari Lokasi Ennichisai SelanjutnyaDibutuhkan waktu 4 menit untuk membaca artikel ini

Gelaran Ennichisai selanjutnya dipastikan akan pindah tempat. Pertanyaan besarnya, di mana?

Ennichisai selanjutnya tidak di Blok M lagi. Begitulah kata Daisei Takeya, ketua umum panitia Ennichisai. Konfirmasi ini menjawab segala kekhawatiran akan masa depan gelaran jejepangan rakyat ini. Tidak sedikit yang menyayangkan keputusan ini, mengingat Blok M sudah lekat dengan julukannya sebagai Little Tokyo, dan Ennichisai berjalan hampir tanpa kendala selama 10 tahun terakhir di tempat ini. Meskipun demikian, pemilihan tempat baru ini dinilai penting, melihat pengunjung yang terus membludak setiap tahunnya. Belum lagi adanya ketidaknyamanan dari warga sekitar saat acara ini digelar.

Topik hangat ini menarik perhatian Risa Media untuk menerka. Jika Ennichisai harus pindah, ke manakah ia akan pindah? Berikut ini adalah beberapa saran dari tim redaksi dan warganet penggemar Jejepangan.

Kondisi Saat Ini (33,75 m2)

Peta lokasi Ennichisai saat ini.

Semenjak awal diselenggarakan di 2010, Ennichisai diselenggarkan di Blok M, dan tetap di Blok M hingga saat ini. Adanya jalur Transjakarta dan MRT yang baru dibuka membuat akses ke tempat ini menjadi lebih mudah. Meskipun demikian, jumlah pengunjung yang membludak dan ketidaknyamanan penduduk sekitar membuatnya harus pindah.

Untuk mengukur luas tempat acara, kami menggunakan peranti lunak Google Earth, yang memiliki fitur mengukur luas. Dari hasil ini, kami mendapatkan estimasi luas acara Ennichisai saat ini adalah 33,75 m2. Perlu diingat, tidak semua area ini digunakan, mengingat ada bangunan-bangunan ruko dan Blok M Square dalam penghitungan luas ini. Tentu Anda dapat membayangkan betapa sempitnya bagi para pengunjung untuk berjalan di acara yang ramai ini.

Kriteria Lokasi Baru Ennichisai

Dalam mencari lokasi Ennichisai selanjutnya, tentu penulis tidak langsung menunjuk satu lokasi begitu saja. Ada banyak hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih lokasi baru Ennichisai, di antaranya:

  1. Luas maksimal yang dapat digunakan;
  2. Moda transportasi umum yang memadai;
  3. Kondisi sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat dan pengunjung sekitarnya;
  4. Kesiapan tempat tersebut dalam menjalakan acara besar, terutama acara jejepangan;
  5. Adanya venue dalam dan luar ruangan. Venue luar ruangan harus lebih luas;
  6. Pertimbangan kenyamanan dan keamanan pengunjung;
  7. Harus lebih besar dari Ennichisai sebelumnya.

Parkir Timur Senayan (82,18 m2)

Parkir Timur Senayan (biasa disingkat Parkit) adalah salah satu tempat berkumpul favorit anak muda. Tempatnya yang luas memungkinkan acara outdoor skala besar diselenggarakan di sini. Selain itu, Parkit juga pernah menjadi tempat diselenggarakannya Jak Japan Matsuri, festival Jejepangan lain yang tak kalah meriah.

Keunggulan

  • Lokasi tidak terlalu jauh dari Ennichisai sebelumnya, sehingga pengunjung masih dapat menjangkaunya dengan mudah.
  • Dapat diakses melalui Transjakarta halte Senayan JCC dan MRT stasiun Istora Mandiri.
  • Sering menjadi lokasi acara-acara besar, termasuk acara jejepangan Jak Japan Matsuri.
  • Lahan parkir luas.

Kelemahan

  • Minimnya opsi venue dalam ruangan. Ada Jakarta Convention Center dan Istora Senayan, namun hal ini akan membuat pengeluaran acara membengkak.
  • Waktu penyelenggaraan acara sulit dipastikan, mengingat banyak EO lain yang juga ingin menjalankan acara di Parkit.

JIExpo Kemayoran / PRJ (82,1 m2)

Biasa disebut sebagai PRJ, lokasi ini memiliki sejarah panjang dalam acara jejepangan di Jakarta. Pada tahun 2013-2015, lokasi ini menjadi tempat utama wibu menengah ke bawah sebelum Mangga Dua. Tidak hanya itu, PRJ juga sempat menjadi lokasi penyelenggaraan Anime Festival Asia di Indonesia, salah satu acara wibu yang bergengsi.

Keunggulan

  • Sering menjadi venue sejumlah acara jejepangan, dari yang kecil hingga selevel Anime Festival Asia.
  • Lahan parkir luas.
  • Lahan indoor dan outdoor yang luas.

Kelemahan

  • Lokasi terlalu jauh dari pusat kota, membuatnya sulit dijangkau bagi sebagian orang.
  • Tidak dapat diselenggarakan di bulan Mei hingga Juli, karena ada Pekan Raya Jakarta.
  • Hanya tersedia satu jalur Transjakarta ke Monas. Stasiun KRL terdekat (Kemayoran) masih jauh dari lokasi acara.

Lapangan Banteng (59,01 m2)

Bertempat tidak jauh dari Monas, Lapangan Banteng menjadi tempat favorit warga Jakarta untuk berwisata dan bersantai. Sejumlah acara pernah diselenggarkan di lapangan ini. Meskipun lahannya tidak seluas Parkit atau PRJ, Lapangan Banteng dapat dipertimbangkan menjadi tempat baru Ennichisai selanjutnya.

Keunggulan

  • Lahan outdoor luas dan pohon yang rindang, sehingga pengunjung tidak kepanasan.
  • Lokasi di pusat kota, sehingga masih mudah dijangkau.
  • Mudah diakses melalui Transjakarta dan KRL.

Kelemahan

  • Lahan parkir sedikit.
  • Lapangan Banteng biasa dikunjungi oleh warga dengan latar belakang beragam. Hal ini bisa saja menimbulkan culture clash.
  • Tidak ada opsi venue dalam ruangan.

Opsi Lain: Desentralisasi

Di balik meriahnya acara Ennichisai, tentu tidak sedikit warganet yang mengeluh tidak bisa datang. Jarak menjadi alasan yang paling umum, mengingat Ennichisai selama ini hanya diselenggarakan di Jakarta.

Beberapa warganet mengusulkan  agar acara Ennichisai juga diselenggarakan di kota lain, sehingga mereka juga dapat merasakan sensasi jejepangan sama seperti mereka di Jakarta. Hal serupa telah dilakukan oleh acara Creators Super Fest, dengan acaranya yang tersebar di Jakarta dan Surabaya.

Sejumlah kota yang dapat dipertimbangkan dalam “Ennichisai desentralisasi” ini adalah Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya, mengingat ekosistem penggemar jejepangan yang sudah lumayan terbentuk di sana.

Keunggulan

  • Wibu luar Jakarta dapat mengunjungi Ennichisai tanpa harus ke Jakarta.
  • Ekosistem penggemar jejepangan di beberapa daerah sudah terbentuk.
  • Luas lahan dan aksesibilitas tempat tergantung pemilihan venue.

Kelemahan

  • Agar dana tidak terlalu membengkak, Ennichisai hanya dapat diselenggarakan di kota-kota besar di pulau Jawa.
  • Ennichisai di daerah kemungkinan tidak sebesar Jakarta.

Dari semua opsi ini, manakah yang dirasa paling pantas? Apakah opsi lokasi di atas sudah ideal, atau Anda memiliki usulan lain? Apakah solusi desentralisasi cocok untuk Ennichisai selanjutnya? Semoga usulan pengunjung ini menjadi pertimbangan penyelenggara.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.


Excel Coananda

Komikus Risa Comics, Penulis Risa Media
Hobi membuat dan membunuh meme.