[Ulasan] Weathering With You: Cerita Alamak, Visual AduhaiDibutuhkan waktu 3 menit untuk membaca artikel ini

Makoto Shinkai (lagi-lagi) hadir membawakan film garapannya dengan mengambil tema hujan sebagai balutan utamanya.

Tenki no Ko atau yang dirilis ke pasar internasional dengan judul Weathering With You adalah salah satu film anime yang cukup dinantikan pada tahun ini. Film berdurasi 112 menit yang disutradarai oleh Makoto Shinkai ini telah dirilis di Indonesia untuk penayangan regulernya mulai 21 Agustus 2019.

Film ini mengisahkan tentang Hodaka Morishima (disuarakan oleh Kotarou Daigo) yang melarikan diri dari kota asalnya di Shikoku menuju kota besar impiannya, Tokyo. Namun, sesampainya di sana ia malah menghadapi kesulitan, tak mampu menemukan pekerjaan untuknya hingga tak bermodal dan tidak memiliki tempat tinggal sama sekali untuk bertahan hidup di Tokyo.

Meskipun demikian, nasib baik masih cukup berpihak padanya saat dia mendapatkan pekerjaan sebagai penulis untuk seorang pria yang ditemuinya saat dia baru mendaratkan kaki di Tokyo, Suga Keisuke (disuarakan oleh Shun Oguri). Dengan ditemani oleh seorang gadis bernama Natsumi (disuarakan oleh Tsubasa Honda), Hodaka pun membantu mereka berdua dan dapat menyambung hidup untuk sementara.

Sementara itu, di belahan Tokyo lainnya, Hina Amano (disuarakan oleh Nana Mori) harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan adik laki-lakinya, Nagi Amano (disuarakan oleh Sakura Kiryuu). Diam-diam, Hina ternyata adalah seorang hareonna yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan mengubah langit yang penuh dengan hujan menjadi cerah kembali.

Pertemuan Hodaka dengan Hina pun terjadi, dan ternyata Hodaka tengah mendapatkan tugas untuk melakukan penulisan mengenai hareonna, apa yang melekat pada Hina. Mengetahui hal ini, Hodaka pun saling bekerja sama dengan Hina dan menggunakan kemampuan Hina untuk membantu banyak orang. Seperti apa takdir yang akan menanti mereka selanjutnya?

Cerita Alamak

Klik tombol ini untuk melihat isi teksnya. Peringatan: Paragraf di bawah ini mengandung SPOILER KERAS!

Sepanjang hampir dua jam lamanya, kisah yang disajikan dalam Weathering With You boleh dikatakan nyaris ‘sebelas-dua belas’ dengan apa yang dilakukan Makoto Shinkai dalam Your Name: mulai dari protagonis gadis dan bujang yang berada dalam momen romansa pada masa mudanya, topik supernatural yang berkaitan dengan kepercayaan Jepang, hingga momentum keajaiban yang menyatukan mereka kembali.

Secara garis besar, cerita yang ada tidaklah begitu mengecewakan untuk sekelas film garapan Makoto Shinkai. Akan tetapi, dengan eksekusi dari awal hingga akhir yang tampak seolah-olah Weathering With You dipaksakan habis begitu saja tanpa ada detail mengenai hal penting yang muncul di dalam film seperti makhluk-makhluk penunggu langit, latar belakang tokoh utama, hingga masuk ke tahap alamak saat film ini disudahi dengan akhir yang sangat tragis dengan tenggalamnya kota Tokyo, walau menjadi akhir paling aman bagi semua kalangan penonton: Hodaka berjumpa kembali dengan Hina setelah tiga tahun tak saling bersua.

Sembunyikan isi teks

Visual Aduhai

Terlepas dari ceritanya yang cukup membuat “hah?”, harus diakui bila Weathering With You memasang keunggulan yang sangat tinggi pada aspek visualnya. Mulai dari latar belakang, animasi, hingga detail seperti turunnya hujan, jalanan Tokyo, dan makanan yang muncul di dalam film ini berhasil disajikan dengan baik dari sisi visual. Benar-benar memanjakan mata, begitulah ungkapan yang tepat untuk mengomentari hampir semua scene yang ada.

RADWIMPS Kembali

Dari sisi musik, RADWIMPS kembali mengisi film layar lebar dengan hadir sebagai pengisi lagu-lagu yang muncul dalam Weathering With You. Salah satu lagu utama yang cukup memorable dari film ini adalah “Grand Escape” yang dibawakan RADWIMPS dengan Toko Miura. Nama band ini mulai melambung setelah mengisi film Your Name.

Kesimpulan

Weathering With You sudah berhasil menjadi film berkelas dari segi visual dan Makoto Shinkai berhasil mempertahankan kekhasan film yang digarapnya dalam karya terbarunya yang satu ini. Akan tetapi, jalan cerita yang coba dihadirkan di dalamnya malah terasa harusnya lebih bisa digali lagi untuk dapat dinikmati. Dengan demikian, nilai yang pas bagi film ini adalah 7,5/10.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Rahmat Maulana Koto.


Rahmat Maulana

Suka bahasa Indonesia ~