Shindou Amane. Nama seorang seiyuu muda yang sedang ramai diperbincangkan dalam fanbase BanG Dream! dikarenakan banyaknya hujatan yang ditujukan untuk dia dalam perannya sebagai vokalis band Morfonica, Kurata Mashiro dalam seri BanG Dream! (Bandori).

Hujatan yang ia terima pun sebenarnya cukup beralasan. Suaranya tidak terlatih atau terkesan amatiran. Fans Bandori yang terbiasa mendengarkan kualitas suara seiyuu kelas kakap pun langsung memberikan reaksi negatif di awal kemunculannya.

Awal Mula Semua Terjadi

Band Morfonica sendiri muncul secara tiba-tiba menjelang event peringatan ulang tahun ketiga game "BanG Dream! Girls Band Party!". Fans pun dilanda kebingungan karena Band keenam mereka, Raise A Suilen (RAS) belum masuk game sama sekali. Tiba-tiba, kok ada band baru masuk terlebih dahulu mendahului RAS.

Shindou Amane (tengah) bersama personil Morfonica.

Saat pengumuman pun, fans langsung berekspektasi tinggi karena saat mengumumkan para seiyuu, terdapat nama Ayasa yang sudah sangat terkenal kemampuannya dalam memainkan biola mengisi karakter Yashio Rui dalam Morfonica. Otomatis fans sangat berharap tinggi terhadap kualitas vokalis yang setidaknya setara dengan vokalis 6 band lain di Bandori.

Saat preview lagu pertama Morfonica diperkenalkan, banyak sekali "fans" yang kecewa tentang suara dari Amane. Namun seiring berjalannya waktu, kualitas vokal dari Amane mulai meningkat sedikit demi sedikit.

Preview Lagu Pertama dari Morfonica.

Lagu Cover dan Etika Buruk "Fans"

Amane mulai diperbincangkan kembali setelah ada event kolaborasi Bandori dengan serial Toaru Kagaku no Railgun T yang akan dimulai pada 30 Juni 2020, di mana sebagai bagian dari kolaborasi, terdapat lagu-lagu dari serial Railgun  yang akan dicover band-band dari Bandori.

Preview dari cover "LEVEL5 -judgelight-" yang dibawakan Morfonica.

Morfonica kebagian jatah untuk menyanyikan kembali lagu pembuka seri Railgun berjudul "LEVEL 5 -judgelight-" oleh Fripside. "Fans" mulai bereaksi dan membanjiri segala macam grup penggemar Bandori dan media sosial pribadi Amane dan menghina kualitas suara Amane, setelah mendengarkan preview dari coverannya. Tidak hanya "fans" dari Indonesia saja yang membabi-buta. Bahkan dari negara asalnya pun mereka berkomentar sangat negatif, menghina Amane yang terhitung sangat fresh dalam dunia seiyuu.

Amane sendiri seperti peka terhadap komentar negatif yang ditujukan kepadanya. Amane membatasi komentar dalam Instagram dan membuat status Twitter berisi permintaan maaf atas suaranya yang tidak sesuai ekspektasi.

Dukungan untuk Amane dan Menertibkan "Fans" Toxic

Seorang seiyuu muda seperti Amane seharusnya didukung agar berkembang dengan baik. Namun "fanbase" Bandori sudah terlanjur kotor dengan tingkah laku "fans" mereka yang benar-benar tidak beretika. Bahkan penulis sempat melihat tangkapan layar beberapa komentar (kini sudah dihapus) di salah satu grup fans Bandori di Facebook yang mendoakan Amane bunuh diri.

Amane meminta maaf kepada para penggemarnya.

Bung, bukan seperti itu cara mainnya. Ini nyawa manusia jangan dipermainkan. Minta dipatahkan tulang kering dia yang mengetik seenak jidat. Penulis pun jengkel dan prihatin dengan komentar negatif yang ditujukan ke Amane.

Mereka yang menghina dan mendoakan Amane bunuh diri berkilah itu hanyalah sebuah "shitpost". Apa yang kalian perbuat sudah termasuk ujaran kebencian (hate speech) dan dapat dikenakan hukum yang berlaku.

Ini juga bisa dibilang sebuah pekerjaan rumah bagi fanbase Bandori secara keseluruhan untuk menertibkan banyak sekali "bocah" tidak tahu aturan, sopan santun dan selalu berlindung dalam identitas anonim, yang mendominasi dan membuat citra Bandori secara keseluruhan sangat jelek.

Saat ini, berkembang pula gerakan untuk menyemangati Amane dari fansnya, terutama yang berada diluar Jepang. Mereka menyemangati via komentar-komentar membangun, tagar-tagar seperti #WeSupportAmane, dan sebagainya. Langkah kecil ini setidaknya menyadarkan khalayak luas, bahwa fansbase Bandori masih ada yang peduli dengan Amane dan siap mendukung Amane secara moral.

Amane masih sangat muda, mungkin lebih muda dari kalian. Bahkan, dia masih berusia 16 tahun dan baru saja masuk SMA. Potensi dia sangat besar untuk berkembang. Namun tekanan dari fanbase yang toxic bisa saja mengganggu mental, karir dan kesehatan Amane sendiri.