Pelecehan Seksual Terhadap Cosplayer di Comiket

Comiket 96

Seorang cosplayer asal Tiongkok diberondong kamera dari fotografer yang tidak memerhatikan batas privasi, dan tetap mengarahkan kamera bahkan ketika diminta mundur.

Comic Market seharusnya menjadi event yang menyenangkan–tempat para kreator dan sirkel untuk menampilkan karya-karya mereka yang berdedikasi, bertemu langsung dengan para penggemar dari seluruh dunia untuk menikmati dan mengapresiasi karya mereka. Acara dengan ratusan ribu pengunjung ini juga penuh dengan cosplayer-cosplayer paling populer seantero Jepang dan sekitarnya, beserta para fotografer yang antusias mengambil foto dari idola mereka.

Namun, tak semua sesi pengambilan foto berlangsung dengan lancar dan sopan. Comiket kali ini mengalami insiden yang tidak mengenakkan: seorang cosplayer secara massal mendapatkan pelecehan dari sekumpulan orang.

Insiden Pelecehan Saat Sesi Foto Cosplayer

Sang cosplayer, All, mendapati para fotografer berada terlalu dekat dengan dirinya. Namun, alih-alih mundur, para fotografer justru semakin mendekat dan memotret sang cosplayer, yang sudah merasa tidak nyaman dan hampir menangis, dari segala sisi. Parahnya, mereka juga mencoba mengambil foto dari sudut pandang bawah rok, suatu tindakan yang sudah termasuk kategori pelecehan.

Bahkan, ketika petugas comiket menyuruh para fotografer untuk mundur, para fotografer tetap mengelilingi All, menyudutkannya sampai terjatuh dan masih tetap saja mengarahkan kameranya pada cosplayer tersebut.

Sang cosplayer sendiri telah memberi pernyataan lewat akun resminya:

“Itu aku dalam video tersebut. Aku berkata, berkali-kali, ‘Kamu terlalu dekat, tolong agak mundur’, tapi tidak ada yang mendengarkan. Aku berterimakasih pada staf (comiket) yang datang membantu. Kalau kejadian seperti ini terulang lagi, aku akan menendang orang-orang yang mengambil foto (Aku mengambil kelas boxing)”

Padahal, dengan menghormati jarak privasi dan mengambil foto dengan sopan, hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. Masih banyak orang-orang yang mampu mengendalikan diri dan mengambil foto yang bagus, seperti pada cuitan ini dengan cosplayer yang sama:

Bagaimanapun juga, cosplayer juga manusia yang harus dihormati dan diperlakukan dengan sopan santun. Dengan tata krama yang sederhana, seluruh peserta event, dimanapun itu, dapat sama-sama senang mengekspresikan dan menikmati hobinya masing-masing. Anda dapat mempelajari tata krama bersama cosplayer di artikel kami

Comiket sendiri telah berakhir pada beberapa hari yang lalu. Acara terbesar pada kelasnya ini mencetak rekor pengunjung, jauh melebihi rekor sebelumnya, dengan mayoritas sirkel mendedikasikan diri untuk serial Fate.

Sumber: Soranews
Foto milik Crunchyroll.

Comiket 96 Cetak Rekor dengan 730.000 Pengunjung

Comiket 96 mencetak rekor dengan mengalahkan jumlah pengunjung comiket-comiket sebelumnya.

Comic Market di Tokyo merupakan acara terbesar pada kelasnya. Acara ini mendatangkan ratusan ribu pengunjung dari seantero dunia setiap musim panas dan musim dingin. Comiket pada musim panas kali ini, Comiket 96, berhasil mencetak rekor dengan 730.000 pengunjung. Jumlah ini jauh melebihi rekor sebelumnya, yaitu 590.000 pengujung pada tahun 2013 silam.

Padahal, Comiket tahun ini datang dengan perubahan besar. Sebagian dari Tokyo Big Hit tidak bisa dipakai karena digunakan untuk Olimpiade Musim Panas Tokyo 2020, menyebabkan gedung untuk sirkel independen dan gedung untuk stand industri dipisahkan. Juga, untuk pertama kalinya, terdapat tiket masuk senilai 500 yen (Rp67.000) per harinya, yang berarti 2000 yen (Rp268.000) untuk empat hari, dengan 2500 yen (Rp335.000) dengan booklet khusus.

Tetapi tiket masuk tidak dapat menahan antusiasme pengunjung pasar komik terbesar yang didominasi oleh sirkel Fate ini. Hari pertama acara ini dikunjungi oleh 160.000 orang, hari kedua oleh 170.000 orang, hari ketiga 200.000 orang.

Comiket kali ini diperpanjang menjadi empat hari, 9 sampai 12 Agustus. Perubahan-perubahan yang sama akan terjadi pada Comiket selanjutnya yang dilancarkan pada golden week (2-5 Mei 2020), mengantisipasi Olimpiade 2020 yang diselenggarakan pada Agustus 2020.

Sumber: ANN, Crunchyroll

Fate Paling Populer di Comiket Tahun Ini

Comiket Tokyo Big Sight

Doujin yang mendedikasikan diri untuk Fate mengalahkan Kancolle, [email protected], dan Touken Ranbu.

Minggu ini adalah pelaksanaan pameran terbesar bagi otaku sedunia: Comiket. Pada Comiket yang ke-96 ini, ribuan kreator bersama ratusan stand milik korporat berjejer untuk menjual merchandise, doujin, dan kreasi-kreasi penggemar lain.

Comiket selalu menjadi ajang untuk mencari-tahu: franchise apa yang paling populer tahun ini dan fanbase apa yang paling besar? Bagaimanapun jugak, butuh kisah yang kuat dan karakter yang menarik untuk memunculkan karya-karya penggemar (fanart) yang menumpuk.

Sejak bertahun-tahun dimonopoli Touhou, beberapa tahun lalu Kancolle muncul sebagai seri dengan circle terbanyak. Bagaimana dengan tahun ini?

Fate Kembali Merajai Comiket Tahun Ini

Dengan ratusan karakter Fate/Grand Order, tayangnya Heaven’s Feel, serta masih banyak judul franchise lainnya, Fate menjadi favorit di antara 35.000 sirkel yang berpartisipasi. Terdapat 2.506 kumpulan penggemar yang mendedikasikan diri untuk serial milik Nasu dan Takeuchi tersebut. Meskipun jumlahnya turun dari tahun lalu, Fate masih jauh mengalahkan serial terpopuler kedua, Kancolle, dengan 1.615 sirkel. Kancolle telah menjadi ‘raja’ pada tujuh Comiket berturut-turut sebelum dikalahkan oleh Fate pada Comiket ke-93.

Dalam posisi ketiga adalah serial idol multimedia, [email protected]dengan jumlah sirkel turun secara signifikan dari posisi kedua pada Comiket sebelumnya. Touhou dan Touken Ranbu berada pada posisi keempat dan kelima dengan masing-masing memiliki 1.095 dan 859 sirkel.

Bagaimanapun juga, Touhou tetap akan menang di Reitaisai.

Kancah baru yang memasuki dunia popkultur Jejepangan, Virtual Youtubers, langsung dengan cepat mendapatkan popularitasnya. VTubers memiliki 500 sirkel berdedikasi pada Comiket kali ini, mengalahkan Love Live! yang sempat berada di puncak, kali ini berjulah 445 sirkel. Case Closed mengikuti pada ranking delapan, diikuti oleh Azur Lane dan Girls und Panzer dalam posisi sepuluh besar.

Sisanya, pada ranking 11 sampai 20, terdapat Vocaloid, Granblue Fantasy, Yuri!! on ICE, Haikyu!!, TIGER&BUNNY, Puella Magi Madoka Magica, Hypnosis Mic, BanG! Dream, Kuroko’s Basketball, dan Kemono Friends.

Comiket merupakan acara semi-tahunan paling akbar untuk penggemar popkultur jejepangan seantero dunia, dimana para artist, illustrator, dan kreator-kreator populer lainnya berkumpul untuk berbincang dan menampilkan karya-karyanya untuk para penggemar. Tak seperti rezim Intellectual Property negara lain, Comiket justru diperbolehkan dan dianjurkan oleh para mangaka dan kreator serial orisinil, sebab ia sangat membantu menumbuhkan basis penggemar dan menyebarluaskan karya-karya orisinil.

Sumber: Crunchyroll
Foto milik The Japan Times.

[Liputan] Mangafest 2018, Unjuk Gigi Industri Kreatif Lokal Yogyakarta dan Sekitarnya

Mangafest, event kondang yang paling ditunggu di Yogyakarta dan Jawa Tengah Kembali digelar dengan semangat baru.

Hai Hai, Riscomrades!! Kali ini Risa Media mendapatkan sebuah kehormatan menjadi Media Partner bagi event yang paling ditunggu di Yogyakarta dan sekitarnya, yaitu Mangafest 2018 yang kali ini diadakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2018 bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) yang terletak di Area Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Jl. Pancasila, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mangafest 2018 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (HIMAJE) Universitas Gadjah Mada sejak 2010 kali ini mengajak kita untuk peduli pada lingkungan sekitar kita melalui tema “EARTHVENTURE”.

Acara ini Menghadirkan Band cover Anime Luna Gravity dari Semarang dan Cosplayer kondang Punipun dari Jakarta sebagai Guest Star, dan menampilkan berbagai Performer seperti Aya Anjani, Momiji Velvet, Shitagi Uma, JAV, E-qourz!, dan lain lain.

Mangafest tidak melupakan tujuan dibentuknya event ini dengan mengadakan berbagai kompetisi seperti Kompetisi Manga, Silent Comic dan Fanart. 20 karya terbaik yang terpilih dipamerkan dalam ruangan khusus lengkap dengan deskripsi cerita beserta opini dari panitia penilai. Mangafest juga mengikuti zaman dengan menggunakan sistem voting untuk menilai karya terbaik menurut pengunjung melalui situs resmi Mangafest 2018 selain menggunakan sistem voting langsung.

Mangafest juga terkenal menjadi tempat dimana para pegiat industri kreatif kecil di Yogyakarta dan Jawa Tengah dapat memamerkan dan menjual karyanya melalui Comiket yang diadakan di dalamnya. Tercatat lebih dari 80 stand lingkar karya (circle) yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan banyak terdapat penggiat karya yang berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang ikut meramaikan Comiket tahun ini.

Tak lupa, Mangafest juga meningkatkan kualitas para penggiat karya dengan mengadakan talkshow dan workshop bersama beberapa komikus terkenal seperti Kharisma Jati, Sweta Kartika, Kelompok Roket Kertas, Shinshinhye, dan lain lain.

Platelet setelah rajin berolahraga (kanan)

Sekian liputan Risa Media divisi Jawa Tengah dan Yogyakarta kali ini, sampai ketemu di liputan selanjutnya!

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan, Intan Kusumadewi, Kevin Akbar, dan Rizaldy Firstky.