[Liputan] Sambut Kehangatan Musim Semi di Festival Bunka No Hi ITB 2019

Kemeriahan serta Kehangatan dari munculnya bunga musim semi dapat kamu rasakan di Event Bunka No Hi 2019.

Event tahunan Bunka no Hi tahun 2019 diselenggarakan pada hari Sabtu, tanggal 30 Maret silam. Acara tahunan yang diselenggarakan oleh Unit Kebudayaan Jepang ITB ini merupakan yang ke-lima kalinya secara berurutan setiap tahunnya dengan fokus pada penampilan dan pertunjukan terkait dengan kebudayaan Jepang. Acara diadakan di Aula Timur ITB dari siang hingga malam hari. Agenda utama acara ini berpusat pada pertunjukan para anggota dari UKJ ITB itu sendiri.

Acara dimulai pukul 13.30 siang yang kemudian langsung dilanjutkan penampilan tari Yosakoi dari grup Yosakoi Shima. Tarian-tarian lain bercorak kebudayaan Jepang lainnya juga ditampilkan oleh grup Unagi, Matsudan dan Neo Denpa. Menjelang pertengahan acara, diadakan cosplay walk yang merupakan agenda acara baru bagi Bunka no Hi tahun ini. Setelah coswalk acara berlanjut dengan penampilan dari Natsu Matsuri, serta dari beberapa band seperti Haruoto dan Tentative.

Menjelang malam, terdapat penampilan drama budaya yang berjudul ‘Bokutachi no Kisetsu’. Drama ini mengisahkan kedua mahasiswa baru ITB, serta pergelutannya dengan masalah akademik dan minatnya sendiri—dimana kemudian UKJ datang sebagai sarana dan fasilitas untuk mendapatkan solusi. Penampilan sandiwara tersebut diselingi pertunjukan band dari BandWots, tari tradisional dari Sagamihara, Senbonzakura, dan penampilan lainnya. Acara diakhiri pada pukul 08.00 malam dengan lagu cover ‘Peace Sign’ milik Kenshi Yonezu, dan ditutup dengan Bon Odori bersama seluruh pengunjung acara.

Acara ini sendiri, yang secara harfiah berarti ‘Hari Budaya’, merupakan ajang bagi para anggota UKJ ITB untuk menunjukkan kemampuannya yang telah dipelajari selama setahun. UKJ ITB terdiri dari enam divisi yaitu Tari, Musik, Manga, Bahasa, Cosplay, dan Memasak, semua turut andil dalam acara Bunka no Hi ini. Bagian Tari dan Musik melakukan penampilan di atas panggung dan Cosplay melakukan coswalk, divisi Manga, Bahasa, dan Masak memiliki stand dimana mereka menunjukkan kemampuannya.

Penyelenggaraan ini sendiri bisa terwujud sebab adanya solidaritas dan rasa kebersamaan dari UKJ ITB itu sendiri. Murni berdasarkan minat, setiap tahun UKJ ITB menarik mahasiswa-mahasiswa baru yang kemudian menjadi sering berkumpul. “Minat mereka tak sekedar menjadi minat,” ujar Ikrar, Ketua UKJ ITB. “Tapi terwujudkan, dan dapat dinikmati semua orang. Dengan rasa ingin membuat sesuatu dari minat mereka tersebut, para anggota UKJ ITB bahu membahu memanifestasikan minat mereka dalam ajang Bunka no Hi ini.

Dengan bercermin pada pertunjukan yang menarik dari Bunka no Hi ini sendiri, Ikrar berpesan bagi mereka yang memiliki minat dan bakat tetapi masih ragu untuk mengejawantahkannya. “Mungkin awalnya dari dengerin aja…Kenapa nggak kamu coba mainkan?” ujarnya. “Selama proses itu, harus dibawa dengan hati—dengan suka.”

Tanpa Izin Resmi, 52 Cosplayer Diperiksa dan 11 Ditahan pada Event Cosplay Malaysia

Tanpa Visa Kerja, setidaknya ada 52 cosplayer diperiksa dan 11 lainnya ditahan oleh Jabatan Imigresen Malaysia (Badan Imigrasi Malaysia). 11 orang yang di tahan tersebut adalah guest cosplayer yang terdiri dari 5 warga negara Jepang, 3 warga negara Singapura, 2 warga negara Thailand dan 1 dari Hong Kong, ditahan atas tuduhan PATI ( Pendatang tanpa izin) karena mereka melanggar ketentuan Visa Negara Malaysia dimana mereka datang menggunakan visa kunjungan sementara yang seharusnya menggunakan visa kerja sementara di event cosplay bernama Cosplay Festival 4 menurut MY-Metro (Media Malaysia).

Event Cosplay Festival 4 adalah event khusus cosplay dilangsungkan selama dua hari (23-24 maret) di Grand Ballroom Sunway Putra Hotel Kuala Lumpur yang turut dihadiri mon夢 dan stayxxxx ini juga terpaksa dihentikan paksa karena tidak mengantongi izin dari Agensi Pusat Permohonan Penggambaran Filem dan Persembahan Artis Luar Negara (PUSPAL). Pihak EO sekarang sedang dalam masa refund dan pembayaran kepada guest cosplayers yang hadir, pembelian tiket dan uang booth yang telah di bayarkan oleh community.

Pembubaran paksa acara cosplay di Malaysia ini tentu membuat gempar komunitas cosplay baik di Malaysia dan di Indonesia, mengingat budaya cosplaying saat ini sedang digemari oleh penikmat budaya jejepangan khususnya di negara-negara Asia Tenggara. Peristiwa ini seharusnya memberikan pelajaran juga bagi penggiat acara budaya Jepang agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Ikuti semua prosedur dan regulasi yang berlaku agar acara yang diselenggarakan dapat berjalan lancar dan nyaman.

Ditulis oleh: Giovanni Yano

Sumber:

laman facebook resmi Jabatan Imigresen Malaysia WP Kuala Lumpur

MY-Metro

Laman Facebook resmi Cosplay Festival 4

[Liputan] Sashimi XI: Animo yang Tinggi, Pertunjukan yang Meriah

Liputan Khusus Tim Risamedia di Sashimi XI di GOR Universitas Widyatama

Penyelenggaraaan Sashimi XI baru saja berakhir beberapa saat silam dengan berbagai macam acara dan kegiatan. Acara yang diselenggarakan tahunan oleh Japan Community Widyatama ini diadakan untuk yang kesebelas kalinya tahun ini dengan tema ‘Dungeon’ di Gedung Serba Guna Universitas Widyatama pada tanggal 9 Maret 2019 silam.

Panggung dipenuhi dengan peminat mulai dari awal sampai penghujung acara. Pada pagi sampai dengan siang hari, terdapat pertunjukan dari Sara Odori, Onomatope, kompetisi Dance Cover, dan Veiled. Setelah itu, berlangsung kompetisi Cosplay dengan juri Nanaamao, Dimboyz, dan Kazuhyun. Selain itu, terdapat juga beberapa stand penjual merchandise anime yang berjejer di luar gedung dan dipenuhi oleh para pengunjung. Terdapat juga beberapa stand komunitas seperti Kameko (Komunitas Fotografer Cosplay) Bandung dan photobooth untuk para cosplayer oleh fotografer profesional di sisi lain gedung. Pengunjung juga dapat beristirahat di area stand makanan dan minuman yang beragam.

 

 

Sore sampai dengan malam hari dipenuhi dengan bermacam performa dari para bintang tamu, seperti Blaze dengan penampilan J-Rock, Harvest yang membawakan J-Pop dan Anisong, serta Ticking Timebomb yang membawakan cover K/DA. Terdapat juga penampilan bintang tamu dari Thousand Sunny, Eviyose, Lunatic Tokyo, dan masih banyak lainnya—penyelenggaraan Sashimi XI diisi dengan penampilan musik terus menerus yang disambut dengan antusiasme yang konstan dari pengunjung acara.

Sesuai dengan temanya, ‘Dungeon’, panggung utama bernuansa pekat dengan dekorasi bercorak hitam, diiringi oleh pertunjukan musik yang penuh energi, baik oleh bintang tamu maupun oleh pengunjung. Acara ditutup dengan penampilan dari Lunatic Tokyo dan Lusca.

Penulis: Muhammad Naufal Hanif

[Liputan] Kemeriahan Seishun no Sekai Bunkasai UDINUS Semarang 2019

Bunkasai UDINUS kembali menghadirkan pengalaman menarik seperti festival di Jepang tahun ini!

Yosakoi (foto: Aditya Putera T.)

Hai Hai Riscomrades! Kali ini Risa Media akan menceritakan kunjungan kami ke event Bunkasai UDINUS yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang (HIKARI) dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang, nih!

Seishun no Sekai Bunkasai UDINUS diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 23-24 Februari 2019 bertempat di Gedung G, Universitas Dian Nuswantoro, Jalan Imam Bonjol no. 207 Kota Semarang, Jawa Tengah.

Penampilan Peserta Lomba Cover Dance dari serial Kyoukai no Kanata (foto: Aditya Putera T.)

Meskipun acara diselenggarakan di tanggalyang kebetulan sama dengan sebuah event besar di Jakarta, antusiasme para penggemar Jejepangan terutama yang berasal dari Semarang dan sekitarnya untuk mengunjungi event Bunkasai UDINUS ini tetap tinggi. Hal itu terbukti dari banyaknya pengunjung yang rela berpanas-panas ria ditengah panasnya udara Kota Semarang dari pagi hingga akhir acara.

Kerumunan Pengunjung (foto: Rizaldy Firstky)

Event ini menghadirkan pengalaman unik perpaduan budaya Jepang dan budaya Jawa. Beberapa tarian khas Jepang dihadirkan, seperti tarian Yosakoi, tarian Senbon Zakura dan tarian Soran Bushi yang konon diilhami dari perjuangan para nelayan dari Hokkaido, Jepang. Selain pertunjukkan tari, ada pula atraksi Rumah Hantu atau Obake yang terletak didalam Gedung G yang semakin memeriahkan suasana layaknya festival (matsuri) di Jepang. Nuansa jejepangan pun semakin terasa ketika Band Hydra yang beraliran Visual Kei tampil dengan membawakan lagu-lagu pop kultur Jepang.

Tarian Soran Bushi (Foto : Rizaldy Firstky)

Sementara itu, unsur budaya Jawa ditunjukkan melalui penampilan seorang penari legendaris dari kota Yogyakarta yaitu Didik Nini Thowok yang memukau pengunjung dengan tarian campuran budaya Jawa-Jepang. Selain beliau, muncul pula band Dejikai yang terkenal dengan lagu Campursarinya. Melalui aksinya, mereka berhasil menggelitik para pendengarnya dengan lirik campuran bahasa Indonesia, Jawa, Jepang dalam lagu-lagu yang mereka bawakan.

Penampilan Luna Gravity (foto: Aditya Putera T.)

 

Salah satu puncak kemeriahan terjadi pada saat penampilan dari Luna Gravity yang membawakan salah satu lagu milik Roselia, sebuah grup band yang berasal dari serial Bang Dream. Sepak terjang Luna Gravity di atas panggung kemudian memicu pengunjung untuk melakukan moshing. 

Lukisan “Tampan dan Berani” terlihat di Udinus (foto: Aditya Putera T.)

Selain penampilan band, tarian, dan berbagai macam atraksi, Bunkasai Udinus juga menggelar berbagai perlombaan menarik seperti lomba makan Ramen dengan sistem Tim, lomba Cosplay, lomba dance cover, lomba Band, dan lain lain. Stand makanan dan pernak pernik jejepangan pun berjajar rapi di sisi lapangan tempat Bunkasai diselenggarakan.

Bunkasai Udinus berhasil memberikan kami sebuah kesan yang cukup kuat. Jika diibaratkan, kami merasa seperti di suatu festival musim panas di Jepang, namun kami juga masih merasa jika kami sebenarnya masih berada di Semarang saat menikmati event ini.

 

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan dan Rizaldy Firstky

[Liputan] Wibu Night Show 2018, Pesta Malam Minggu Bagi Penggemar Jejepangan

Wibu Night Show memberikan nafas baru event Jejepangan di Yogyakarta dengan konsep pesta yang meriah.

Penampilan Momiji Velvet di acara Wibu Night Show (foto: Farid Ikhwan)

Hai hai Riscomrades!! Kali ini Tim Risa Media berkesempatan untuk mengunjungi event yang terbilang unik di Yogyakarta yaitu Wibu Night Show yang diadakan pada tanggal 8 Desember 2018 bertempat di Borobudur Plaza lantai 2, Jl. Magelang no.80, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Wibu Night Show mengajak para penggemar jejepangan untuk berpesta layaknya orang biasa pada Malam Minggu namun tetap dengan nuansa jejepangan. Acara ini ingin mematahkan stereotip bahwa penggemar pop kultur jejepangan pada malam Minggu hanya berdiam diri di rumah saja tanpa bersenang-senang.

Penampilan U-Zone, Grup Idol Cover dari serial Love Live!! (foto: Sebastian Ganibrata)

Acara yang dimulai sejak pukul 15:00 WIB ini dibuka oleh penampilan Idol Grup Camelia Noir dan Idol Grup Saywon dan dilanjutkan Cosplay Walk yang diadakan untuk memperkuat nuansa pop kultur jejepangan.

Malam semakin larut, pengunjung diajak bernostalgia bersama Grup Idol Cover Îź’Zone dari Serial Love Live!! yang membawakan lagu hits Îź’s salah satunya berjudul Snow Halation. Setelahnya, Band Morning Star mengajak bernostalgia dengan membawakan beberapa lagu-lagu jejepangan era 2000-2010an.

Penampilan Band Morning Star yang mengajak pengunjung bernostalgia (foto: Sebastian Ganibrata)

Setelah bernostalgia, Band Shitagi Uma mengajak pengunjung kembali ke masa kini dengan membawakan beberapa lagu Anime yang sedang hits. Merasa pengunjung sudah kembali bergairah, Idol Cover Devilust memeriahkan suasana dan mengumumkan bahwa Devilust berganti nama menjadi Hybrid Dvlust, mereka mengatakan bahwa pergantian nama ini bertujuan untuk melepaskan citra grup yang terkenal seksi dan ingin merambah genre lain selain Idol Jejepangan saja.

Kehebohan Pengunjung Wibu Night Show saat Band Shitagi Uma tampil (foto: Sebastian Ganibrata)

Band 2n2 Project kemudian membawa pengunjung terbawa suasana mellow dengan beberapa lagu sedih seperti lagu Orange yang dipopulerkan oleh band 7!! dari serial Shigatsu wa Kimi to Uso dan dilanjutkan oleh Idol terkenal dari Yogyakarta, Momiji Velvet dengan membawakan 3 lagu original, salah satunya bernuansa Dangdut Koplo dan lagu cover untuk mengajak pengunjung kembali bersemangat.

Penampilan Momiji Velvet diatas Panggung Wibu Night Show (foto: Farid Ikhwan)

Malam Minggu yang sudah sangat larut itu kemudian ditutup oleh penampilan DJ Saddam yang langsung menghentakkan pengunjung dengan lagu-lagu jejepangan bergenre EDM.

Kami menilai Wibu Night Show berhasil menarik perhatian para penggemar jejepangan yang ingin berpesta dengan caranya sendiri. Acara musik seperti ini menunjukkan Yogyakarta layak dijuluki Kota Budaya dimana segala kultur budaya berkembang dan memberikan warna baru bagi Dunia Jejepangan terutama di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Liputan dan Penulisan oleh Aditya Putera Tanriawan, Foto oleh Farid Ikhwan dan Sebastian Ganibrata.

Berkunjung ke BEKRAF Animation Conference (BEACON) 2018 di Surabaya

BEACON (Bekraf Animation Conference), sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif sebagai jembatan bagi para pegiat animasi di Indonesia!

BEACON (BEKRAF Animation Conference) merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif untuk menjembatani kolaborasi dan interaksi antara para aktor-aktor yang berperan dalam perkembangan animasi di Indonesia, seperti: pelaku animasi nasional, pemilik IP, distributor, TV, agensi, investor, pemerintah, dan media. Dalam BEACON diharapkan terjadi pertukaran informasi, pengalaman, transaksi bisnis dan sarana dalam mempublikasikan karya-karya animasi anak bangsa yang nantinya akan mampu mengembangkan ekonomi kreatif nasional, khususnya dalam subsektor animasi.

Bertempat di Hotel Wyndham Surabaya pada Selasa, 13 November 2018 , Acara BEACON dibuka oleh bapak Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif. Beliau menyebutkan bahwa film dan animasi, sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, menyumbang nilai tambah sebesar Rp1,354 trilyun  terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif sebesar 0,16% atau sebesar 0,01% terhadap PDB Nasional.

Salah satu rangkaian acara BEACON adalah pameran yang memperkenalkan dan mempromosikan hasil karya dari berbagai studio animasi Indonesia, terutama studio asal Surabaya dan juga beberapa karya siswa SMK di Surabaya.

Diselenggarakan pula talkshow yang menghadirkan beberapa narasumber seperti Eki N.F (MPic Animation), Faza Sulthon (Hompimpa Studio), Cak Waw (Trio Hantu Cs), Berny Julianto (Neo Paradigm Comics), Alfi Zachkyelle (Kampoong Monster), Cak Ikin (CuloBoyo) dan mas Akbar (Komikus/Jatim strip).

Tertarik untuk hadir namun melewatkan acara ini? Tenang, akan ada BEKRAF Festival 2018 pada 15-17 NOVEMBER 2018 di GRAND CITY, SURABAYA!

[Liputan] Mangafest 2018, Unjuk Gigi Industri Kreatif Lokal Yogyakarta dan Sekitarnya

Mangafest, event kondang yang paling ditunggu di Yogyakarta dan Jawa Tengah Kembali digelar dengan semangat baru.

Hai Hai, Riscomrades!! Kali ini Risa Media mendapatkan sebuah kehormatan menjadi Media Partner bagi event yang paling ditunggu di Yogyakarta dan sekitarnya, yaitu Mangafest 2018 yang kali ini diadakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2018 bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) yang terletak di Area Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Jl. Pancasila, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mangafest 2018 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (HIMAJE) Universitas Gadjah Mada sejak 2010 kali ini mengajak kita untuk peduli pada lingkungan sekitar kita melalui tema “EARTHVENTURE”.

Acara ini Menghadirkan Band cover Anime Luna Gravity dari Semarang dan Cosplayer kondang Punipun dari Jakarta sebagai Guest Star, dan menampilkan berbagai Performer seperti Aya Anjani, Momiji Velvet, Shitagi Uma, JAV, E-qourz!, dan lain lain.

Mangafest tidak melupakan tujuan dibentuknya event ini dengan mengadakan berbagai kompetisi seperti Kompetisi Manga, Silent Comic dan Fanart. 20 karya terbaik yang terpilih dipamerkan dalam ruangan khusus lengkap dengan deskripsi cerita beserta opini dari panitia penilai. Mangafest juga mengikuti zaman dengan menggunakan sistem voting untuk menilai karya terbaik menurut pengunjung melalui situs resmi Mangafest 2018 selain menggunakan sistem voting langsung.

Mangafest juga terkenal menjadi tempat dimana para pegiat industri kreatif kecil di Yogyakarta dan Jawa Tengah dapat memamerkan dan menjual karyanya melalui Comiket yang diadakan di dalamnya. Tercatat lebih dari 80 stand lingkar karya (circle) yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan banyak terdapat penggiat karya yang berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang ikut meramaikan Comiket tahun ini.

Tak lupa, Mangafest juga meningkatkan kualitas para penggiat karya dengan mengadakan talkshow dan workshop bersama beberapa komikus terkenal seperti Kharisma Jati, Sweta Kartika, Kelompok Roket Kertas, Shinshinhye, dan lain lain.

Platelet setelah rajin berolahraga (kanan)

Sekian liputan Risa Media divisi Jawa Tengah dan Yogyakarta kali ini, sampai ketemu di liputan selanjutnya!

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan, Intan Kusumadewi, Kevin Akbar, dan Rizaldy Firstky.

[Liputan] INOBU 12, Fantasi di Ujung Ibukota

Hai hai Riscomrades! Kali ini Risa Media berkesempatan datang meliput acara INOBU 12 pada hari Minggu ( 22/7) dan tentu juga ikut merasakan serunya atmosfer acara ini. INOBU (Ichi Gakuen no Bunkasai) merupakan acara wajib tahunan yang diselenggarakan oleh Nihon Club SMAN 1 Bekasi, mengambil tema “Otogibanashi no Kuni: Dive into The Wonderful World of Fairytale” untuk tahun ini.

Keseruan acara ini dimulai dengan penampilan peserta lomba dance cover, disusul dengan penampilan peserta lomba cosplay. Para peserta memberikan penampilan dengan totalitas tanpa batas, membuat awal acara ini menjadi sangat bersemangat. Sebelum ishoma terdapat pertunjukan aikido di dekat panggung, mendapat tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung.

Seni bela diri Jepang ini dipertunjukkan di INOBU 12.

Di sela berbagai penampilan di panggung, ada juga nonton bareng dan seminar seiyuu di ruangan Auditorium SMAN 1 Bekasi. Berbagai film dan animasi diputar untuk ditonton bersama, suasana ruangan pun diatur sedemikian rupa sehingga terasa seperti bioskop pada umumnya. Tentu film yang ditayangkan adalah film yang layak untuk ditonton bersama ya!

Seminar ini diisi oleh Dewi Sartika, seorang dubber yang cukup legendaris dan terkenal dengan mengisi suara karakter Nobita dari animasi Doraemon. Kak Dewi memberikan berbagai materi yang menarik di dalam seminar ini, mulai dari lika-liku pengalamannya menjadi seorang seiyuu, penjelasan tentang dunia penyulihan suara (dubbing), hingga berbagai tips menjadi seiyuu pun diberikan oleh kak Dewi. Penyampaian materi yang sangat santai membuat para peserta seminar dengan luwes mengikuti alur seminar dan suara tawa dari para peserta seminar pun mengisi ruangan. Tak tertinggal, seminar ini diakhiri dengan foto bersama kak Dewi dengan para peserta seminar.

Pengisi suara Nobita (Doraemon)

Walau panasnya siang hari menyorot lapangan sekolah, acara ini tetap berjalan dengan meriah. Selepas ishoma, halaman panggung diisi oleh penampilan yosakoi dari Universitas Darma Persada, kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik dari berbagai band seperti Egao, Niwakaraa, Kepik Terbang, Thousand Sunny, dan Lunatic Tokyo. Kerumunan pengunjung semakin bertambah mengisi halaman panggung untuk melihat berbagai penampilan.

Pertunjukan band memecah rasa penat di siang bolong.

Di sisi lain dalam acara ini, terdapat sebuah stand khusus ‘permainan rakyat’. Para pengunjung bisa mencoba berbagai macam permainan sederhana, seperti menembak balok dengan pistol, melempar tali hingga masuk ke tabung, serta menuliskan sesuatu di atas kayu. Tentu untuk pengunjung yang berhasil memainkan permainan tersebut akan mendapatkan hadiah. Ada pula komunitas itasha yang turut memamerkan kendaraan sepeda dan motor berhias karakter anime. Kendaraan tersebut tersusun secara berjajar dan rapi sehingga ikut menghiasi sisi lapangan menjadi lebih bervarian.

Acara belum selesai, panggung kembali diisi penampilan. Selanjutnya terdapat penampilan kabaret Shadow Cosplay, menceritakan kisah Naruto dan Hinata sebagai pemeran utama, penampilan ini mampu membuat para pengunjung antusias menontonnya. Alur yang ringan membuat pengunjung menyaksikan kabaret sambil duduk di lapangan hingga cerita selesai dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Semakin sore, semakin banyak pengunjung yang berdatangan. Disambung dengan penampilan dari Shojo Complex dan Ren-Ai membuat para pengunjung bernyanyi dan mengayunkan tangan bersama meramaikan acara. Menjelang akhir, acara disisipkan pengumuman pemenang untuk lomba cosplay dan lomba dance cover dan akhirnya ditutup dengan bon odori.

Acara juga dimeriahkan oleh berbagai bintang tamu dan beraneka ragam karakter yang dibawakan oleh banyak cosplayer, juga oleh para panitia. Panitia dalam acara ini turut turun ke lapangan dengan memakai seragam yang cukup modis dan mudah dikenali, sehingga dapat dibedakan antara banyaknya pengunjung yang hadir.

Cukup sudah liputan dari tim Risa Media untuk acara INOBU 12. Terima kasih banyak untuk para partisipan acara ini karena sudah turut serta memeriahkannya. Sampai jumpa di acara INOBU selanjutnya!

Liputan oleh Hilmy Oktoharitsa, Rinaldi Xafort dan Aisyah Muza.

[Liputan] Semangat Persahabatan di Harumatsuri UHAMKA

Pada tahun ini, acara Harumatsuri persembahan dari UHAMKA (Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA) sukses dilaksanakan pada 19 dan 21 April 2018 di kampus B UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Harumatsuri merupakan festival musim semi yang diselenggarakan oleh prodi Pendidikan Bahasa Jepang UHAMKA, di mana tahun ini merupakan tahun ke-13 Harumatsuri diadakan. Tahun ini Harumatsuri memilih tema Our Great Friendship (Kizuna no Utsukushisa) yang juga merupakan perayaan untuk 60 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang.

Kesibukan Hari Pertama

Hari pertama Harumatsuri disibukan dengan pembukaan acara dan berbagai macam lomba, dari lomba umum hingga lomba pendidikan. Diawali dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di Aula Ahmad Dahlan, UHAMKA, diisi dengan beberapa sambutan, tarian daerah, paduan suara dari Uhamka Choir, dan penyerahan charity.

Opening ceremony Harumatsuri di Aula Ahmad Dahlan

Hari pertama Harumatsuri ini dipadatkan dengan kegiatan lomba-lomba pendidikan seperti lomba mading 3D, fanart, rodoku, cerdas cermat, pidato, kanatakai, dan kanji N4.

Kemeriahan Hari Kedua

Panggung utama merupakan pusat dari berlangusngnya acara Harumatsuri. Dimulai dengan pembukaan hari ke-2 dan bon odori, acara ini dilanjutkan dengan penampilan finalis lomba akustik, yaitu X-Kustik, Jempol Kejepit dan Rattle. Walau panggung utama merupakan pusat acara, di lain tempat juga berlangsung acara penting, yaitu workshop bento di Aula Ahmad Dahlan FKIP UHAMKA.

Waktu terus berjalan, walau hari semakin panas, Harumatsuri pun terus berlanjut. Menjelang siang hari, ada lomba makan takoyaki dan okonomiyaki di sekitar panggung utama. Para peserta lomba pun memakan makanan tersebut dengan lahap dan cepat. Acara ini juga diisi dengan penampilan dari band Catastrophe, The Weeaboo, lomba cosplay walk, dan pengumuman pemenang dari setiap lomba.

Penampilan Kendo dari Unsada.

Bukan hanya penampilan musik, acara Harumatsuri pun dilengkapi dengan penampilan kendo dari Unsada. Kendo merupakan sebuah seni bela diri dari Jepang yang cukup populer. Setelah para pengunjung Harumatsuri dibuat kagum oleh kendo, acara ini terus dilanjut dengan penampilan angklung dari Melodi Manis. Para pengunjung pun dibuat nyaman dengan alunan melodi dari angklung yang dimainkan. Selain pertunjukan angklung, para pengunjung juga diajak menari yosakoi bersama Hyakka Ryouran. Sore hari pun dimeriahkan dengan penampilan Devil Side, Cynthia Paula dan Astro Paper.

Matahari mulai terbenam tetapi keseruan tetap berlanjut! Penampilan cover anisong dari Jakarta Keion Club dan Heno Heno Moheji membuat para pengunjung ikut bernyanyi dan berjingkrak dengan semangat, ada pula ayunan light stick yang ikut mewarnai penampilan mereka.

Jakarta Keion Club is on the stage!!

Harumatsuri yang ke-13 ini ditutup dengan bon odori dan hanabi, para pengunjung ikut menari bersama sehingga kebersamaan sangat terasa.

Terima kasih banyak kepada seluruh partisipan Harumatsuri 13th! Sampai jumpa di Harumatsuri 14th dan jangan lupa untuk ikut memeriahkannya, dan yang terpenting adalah kita harus tetap menjaga etika supaya acara bisa berlangsung dengan lancar.

Bon Odori saat penutupan~

Liputan oleh Aisyah Muza, Hafizh Aldi, Hilmy Okto, Rinaldi Ridhogusti, dan R. Ahmad Yusuf