[Liputan] Kemeriahan Seishun no Sekai Bunkasai UDINUS Semarang 2019

Bunkasai UDINUS kembali menghadirkan pengalaman menarik seperti festival di Jepang tahun ini!

Yosakoi (foto: Aditya Putera T.)

Hai Hai Riscomrades! Kali ini Risa Media akan menceritakan kunjungan kami ke event Bunkasai UDINUS yang diadakan Himpunan Mahasiswa Program Studi Bahasa Jepang (HIKARI) dari Universitas Dian Nuswantoro Semarang, nih!

Seishun no Sekai Bunkasai UDINUS diadakan pada hari Sabtu dan Minggu, 23-24 Februari 2019 bertempat di Gedung G, Universitas Dian Nuswantoro, Jalan Imam Bonjol no. 207 Kota Semarang, Jawa Tengah.

Penampilan Peserta Lomba Cover Dance dari serial Kyoukai no Kanata (foto: Aditya Putera T.)

Meskipun acara diselenggarakan di tanggalyang kebetulan sama dengan sebuah event besar di Jakarta, antusiasme para penggemar Jejepangan terutama yang berasal dari Semarang dan sekitarnya untuk mengunjungi event Bunkasai UDINUS ini tetap tinggi. Hal itu terbukti dari banyaknya pengunjung yang rela berpanas-panas ria ditengah panasnya udara Kota Semarang dari pagi hingga akhir acara.

Kerumunan Pengunjung (foto: Rizaldy Firstky)

Event ini menghadirkan pengalaman unik perpaduan budaya Jepang dan budaya Jawa. Beberapa tarian khas Jepang dihadirkan, seperti tarian Yosakoi, tarian Senbon Zakura dan tarian Soran Bushi yang konon diilhami dari perjuangan para nelayan dari Hokkaido, Jepang. Selain pertunjukkan tari, ada pula atraksi Rumah Hantu atau Obake yang terletak didalam Gedung G yang semakin memeriahkan suasana layaknya festival (matsuri) di Jepang. Nuansa jejepangan pun semakin terasa ketika Band Hydra yang beraliran Visual Kei tampil dengan membawakan lagu-lagu pop kultur Jepang.

Tarian Soran Bushi (Foto : Rizaldy Firstky)

Sementara itu, unsur budaya Jawa ditunjukkan melalui penampilan seorang penari legendaris dari kota Yogyakarta yaitu Didik Nini Thowok yang memukau pengunjung dengan tarian campuran budaya Jawa-Jepang. Selain beliau, muncul pula band Dejikai yang terkenal dengan lagu Campursarinya. Melalui aksinya, mereka berhasil menggelitik para pendengarnya dengan lirik campuran bahasa Indonesia, Jawa, Jepang dalam lagu-lagu yang mereka bawakan.

Penampilan Luna Gravity (foto: Aditya Putera T.)

 

Salah satu puncak kemeriahan terjadi pada saat penampilan dari Luna Gravity yang membawakan salah satu lagu milik Roselia, sebuah grup band yang berasal dari serial Bang Dream. Sepak terjang Luna Gravity di atas panggung kemudian memicu pengunjung untuk melakukan moshing. 

Lukisan “Tampan dan Berani” terlihat di Udinus (foto: Aditya Putera T.)

Selain penampilan band, tarian, dan berbagai macam atraksi, Bunkasai Udinus juga menggelar berbagai perlombaan menarik seperti lomba makan Ramen dengan sistem Tim, lomba Cosplay, lomba dance cover, lomba Band, dan lain lain. Stand makanan dan pernak pernik jejepangan pun berjajar rapi di sisi lapangan tempat Bunkasai diselenggarakan.

Bunkasai Udinus berhasil memberikan kami sebuah kesan yang cukup kuat. Jika diibaratkan, kami merasa seperti di suatu festival musim panas di Jepang, namun kami juga masih merasa jika kami sebenarnya masih berada di Semarang saat menikmati event ini.

 

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan dan Rizaldy Firstky

[Liputan] Wibu Night Show 2018, Pesta Malam Minggu Bagi Penggemar Jejepangan

Wibu Night Show memberikan nafas baru event Jejepangan di Yogyakarta dengan konsep pesta yang meriah.

Penampilan Momiji Velvet di acara Wibu Night Show (foto: Farid Ikhwan)

Hai hai Riscomrades!! Kali ini Tim Risa Media berkesempatan untuk mengunjungi event yang terbilang unik di Yogyakarta yaitu Wibu Night Show yang diadakan pada tanggal 8 Desember 2018 bertempat di Borobudur Plaza lantai 2, Jl. Magelang no.80, Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Wibu Night Show mengajak para penggemar jejepangan untuk berpesta layaknya orang biasa pada Malam Minggu namun tetap dengan nuansa jejepangan. Acara ini ingin mematahkan stereotip bahwa penggemar pop kultur jejepangan pada malam Minggu hanya berdiam diri di rumah saja tanpa bersenang-senang.

Penampilan U-Zone, Grup Idol Cover dari serial Love Live!! (foto: Sebastian Ganibrata)

Acara yang dimulai sejak pukul 15:00 WIB ini dibuka oleh penampilan Idol Grup Camelia Noir dan Idol Grup Saywon dan dilanjutkan Cosplay Walk yang diadakan untuk memperkuat nuansa pop kultur jejepangan.

Malam semakin larut, pengunjung diajak bernostalgia bersama Grup Idol Cover μ’Zone dari Serial Love Live!! yang membawakan lagu hits μ’s salah satunya berjudul Snow Halation. Setelahnya, Band Morning Star mengajak bernostalgia dengan membawakan beberapa lagu-lagu jejepangan era 2000-2010an.

Penampilan Band Morning Star yang mengajak pengunjung bernostalgia (foto: Sebastian Ganibrata)

Setelah bernostalgia, Band Shitagi Uma mengajak pengunjung kembali ke masa kini dengan membawakan beberapa lagu Anime yang sedang hits. Merasa pengunjung sudah kembali bergairah, Idol Cover Devilust memeriahkan suasana dan mengumumkan bahwa Devilust berganti nama menjadi Hybrid Dvlust, mereka mengatakan bahwa pergantian nama ini bertujuan untuk melepaskan citra grup yang terkenal seksi dan ingin merambah genre lain selain Idol Jejepangan saja.

Kehebohan Pengunjung Wibu Night Show saat Band Shitagi Uma tampil (foto: Sebastian Ganibrata)

Band 2n2 Project kemudian membawa pengunjung terbawa suasana mellow dengan beberapa lagu sedih seperti lagu Orange yang dipopulerkan oleh band 7!! dari serial Shigatsu wa Kimi to Uso dan dilanjutkan oleh Idol terkenal dari Yogyakarta, Momiji Velvet dengan membawakan 3 lagu original, salah satunya bernuansa Dangdut Koplo dan lagu cover untuk mengajak pengunjung kembali bersemangat.

Penampilan Momiji Velvet diatas Panggung Wibu Night Show (foto: Farid Ikhwan)

Malam Minggu yang sudah sangat larut itu kemudian ditutup oleh penampilan DJ Saddam yang langsung menghentakkan pengunjung dengan lagu-lagu jejepangan bergenre EDM.

Kami menilai Wibu Night Show berhasil menarik perhatian para penggemar jejepangan yang ingin berpesta dengan caranya sendiri. Acara musik seperti ini menunjukkan Yogyakarta layak dijuluki Kota Budaya dimana segala kultur budaya berkembang dan memberikan warna baru bagi Dunia Jejepangan terutama di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Liputan dan Penulisan oleh Aditya Putera Tanriawan, Foto oleh Farid Ikhwan dan Sebastian Ganibrata.

Berkunjung ke BEKRAF Animation Conference (BEACON) 2018 di Surabaya

BEACON (Bekraf Animation Conference), sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif sebagai jembatan bagi para pegiat animasi di Indonesia!

BEACON (BEKRAF Animation Conference) merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif untuk menjembatani kolaborasi dan interaksi antara para aktor-aktor yang berperan dalam perkembangan animasi di Indonesia, seperti: pelaku animasi nasional, pemilik IP, distributor, TV, agensi, investor, pemerintah, dan media. Dalam BEACON diharapkan terjadi pertukaran informasi, pengalaman, transaksi bisnis dan sarana dalam mempublikasikan karya-karya animasi anak bangsa yang nantinya akan mampu mengembangkan ekonomi kreatif nasional, khususnya dalam subsektor animasi.

Bertempat di Hotel Wyndham Surabaya pada Selasa, 13 November 2018 , Acara BEACON dibuka oleh bapak Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif. Beliau menyebutkan bahwa film dan animasi, sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, menyumbang nilai tambah sebesar Rp1,354 trilyun  terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif sebesar 0,16% atau sebesar 0,01% terhadap PDB Nasional.

Salah satu rangkaian acara BEACON adalah pameran yang memperkenalkan dan mempromosikan hasil karya dari berbagai studio animasi Indonesia, terutama studio asal Surabaya dan juga beberapa karya siswa SMK di Surabaya.

Diselenggarakan pula talkshow yang menghadirkan beberapa narasumber seperti Eki N.F (MPic Animation), Faza Sulthon (Hompimpa Studio), Cak Waw (Trio Hantu Cs), Berny Julianto (Neo Paradigm Comics), Alfi Zachkyelle (Kampoong Monster), Cak Ikin (CuloBoyo) dan mas Akbar (Komikus/Jatim strip).

Tertarik untuk hadir namun melewatkan acara ini? Tenang, akan ada BEKRAF Festival 2018 pada 15-17 NOVEMBER 2018 di GRAND CITY, SURABAYA!

[Liputan] Mangafest 2018, Unjuk Gigi Industri Kreatif Lokal Yogyakarta dan Sekitarnya

Mangafest, event kondang yang paling ditunggu di Yogyakarta dan Jawa Tengah Kembali digelar dengan semangat baru.

Hai Hai, Riscomrades!! Kali ini Risa Media mendapatkan sebuah kehormatan menjadi Media Partner bagi event yang paling ditunggu di Yogyakarta dan sekitarnya, yaitu Mangafest 2018 yang kali ini diadakan pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2018 bertempat di Pusat Kebudayaan Koesnadi Hardjasoemantri (PKKH) yang terletak di Area Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM), Jl. Pancasila, Bulaksumur, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Mangafest 2018 yang digelar oleh Himpunan Mahasiswa Sastra Jepang (HIMAJE) Universitas Gadjah Mada sejak 2010 kali ini mengajak kita untuk peduli pada lingkungan sekitar kita melalui tema “EARTHVENTURE”.

Acara ini Menghadirkan Band cover Anime Luna Gravity dari Semarang dan Cosplayer kondang Punipun dari Jakarta sebagai Guest Star, dan menampilkan berbagai Performer seperti Aya Anjani, Momiji Velvet, Shitagi Uma, JAV, E-qourz!, dan lain lain.

Mangafest tidak melupakan tujuan dibentuknya event ini dengan mengadakan berbagai kompetisi seperti Kompetisi Manga, Silent Comic dan Fanart. 20 karya terbaik yang terpilih dipamerkan dalam ruangan khusus lengkap dengan deskripsi cerita beserta opini dari panitia penilai. Mangafest juga mengikuti zaman dengan menggunakan sistem voting untuk menilai karya terbaik menurut pengunjung melalui situs resmi Mangafest 2018 selain menggunakan sistem voting langsung.

Mangafest juga terkenal menjadi tempat dimana para pegiat industri kreatif kecil di Yogyakarta dan Jawa Tengah dapat memamerkan dan menjual karyanya melalui Comiket yang diadakan di dalamnya. Tercatat lebih dari 80 stand lingkar karya (circle) yang berasal dari Yogyakarta dan Jawa Tengah, bahkan banyak terdapat penggiat karya yang berasal dari kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya yang ikut meramaikan Comiket tahun ini.

Tak lupa, Mangafest juga meningkatkan kualitas para penggiat karya dengan mengadakan talkshow dan workshop bersama beberapa komikus terkenal seperti Kharisma Jati, Sweta Kartika, Kelompok Roket Kertas, Shinshinhye, dan lain lain.

Platelet setelah rajin berolahraga (kanan)

Sekian liputan Risa Media divisi Jawa Tengah dan Yogyakarta kali ini, sampai ketemu di liputan selanjutnya!

Liputan oleh Aditya Putera Tanriawan, Intan Kusumadewi, Kevin Akbar, dan Rizaldy Firstky.

[Liputan] INOBU 12, Fantasi di Ujung Ibukota

Hai hai Riscomrades! Kali ini Risa Media berkesempatan datang meliput acara INOBU 12 pada hari Minggu ( 22/7) dan tentu juga ikut merasakan serunya atmosfer acara ini. INOBU (Ichi Gakuen no Bunkasai) merupakan acara wajib tahunan yang diselenggarakan oleh Nihon Club SMAN 1 Bekasi, mengambil tema “Otogibanashi no Kuni: Dive into The Wonderful World of Fairytale” untuk tahun ini.

Keseruan acara ini dimulai dengan penampilan peserta lomba dance cover, disusul dengan penampilan peserta lomba cosplay. Para peserta memberikan penampilan dengan totalitas tanpa batas, membuat awal acara ini menjadi sangat bersemangat. Sebelum ishoma terdapat pertunjukan aikido di dekat panggung, mendapat tepuk tangan yang meriah dari para pengunjung.

Seni bela diri Jepang ini dipertunjukkan di INOBU 12.

Di sela berbagai penampilan di panggung, ada juga nonton bareng dan seminar seiyuu di ruangan Auditorium SMAN 1 Bekasi. Berbagai film dan animasi diputar untuk ditonton bersama, suasana ruangan pun diatur sedemikian rupa sehingga terasa seperti bioskop pada umumnya. Tentu film yang ditayangkan adalah film yang layak untuk ditonton bersama ya!

Seminar ini diisi oleh Dewi Sartika, seorang dubber yang cukup legendaris dan terkenal dengan mengisi suara karakter Nobita dari animasi Doraemon. Kak Dewi memberikan berbagai materi yang menarik di dalam seminar ini, mulai dari lika-liku pengalamannya menjadi seorang seiyuu, penjelasan tentang dunia penyulihan suara (dubbing), hingga berbagai tips menjadi seiyuu pun diberikan oleh kak Dewi. Penyampaian materi yang sangat santai membuat para peserta seminar dengan luwes mengikuti alur seminar dan suara tawa dari para peserta seminar pun mengisi ruangan. Tak tertinggal, seminar ini diakhiri dengan foto bersama kak Dewi dengan para peserta seminar.

Pengisi suara Nobita (Doraemon)

Walau panasnya siang hari menyorot lapangan sekolah, acara ini tetap berjalan dengan meriah. Selepas ishoma, halaman panggung diisi oleh penampilan yosakoi dari Universitas Darma Persada, kemudian dilanjutkan dengan hiburan musik dari berbagai band seperti Egao, Niwakaraa, Kepik Terbang, Thousand Sunny, dan Lunatic Tokyo. Kerumunan pengunjung semakin bertambah mengisi halaman panggung untuk melihat berbagai penampilan.

Pertunjukan band memecah rasa penat di siang bolong.

Di sisi lain dalam acara ini, terdapat sebuah stand khusus ‘permainan rakyat’. Para pengunjung bisa mencoba berbagai macam permainan sederhana, seperti menembak balok dengan pistol, melempar tali hingga masuk ke tabung, serta menuliskan sesuatu di atas kayu. Tentu untuk pengunjung yang berhasil memainkan permainan tersebut akan mendapatkan hadiah. Ada pula komunitas itasha yang turut memamerkan kendaraan sepeda dan motor berhias karakter anime. Kendaraan tersebut tersusun secara berjajar dan rapi sehingga ikut menghiasi sisi lapangan menjadi lebih bervarian.

Acara belum selesai, panggung kembali diisi penampilan. Selanjutnya terdapat penampilan kabaret Shadow Cosplay, menceritakan kisah Naruto dan Hinata sebagai pemeran utama, penampilan ini mampu membuat para pengunjung antusias menontonnya. Alur yang ringan membuat pengunjung menyaksikan kabaret sambil duduk di lapangan hingga cerita selesai dan memberikan tepuk tangan yang sangat meriah.

Semakin sore, semakin banyak pengunjung yang berdatangan. Disambung dengan penampilan dari Shojo Complex dan Ren-Ai membuat para pengunjung bernyanyi dan mengayunkan tangan bersama meramaikan acara. Menjelang akhir, acara disisipkan pengumuman pemenang untuk lomba cosplay dan lomba dance cover dan akhirnya ditutup dengan bon odori.

Acara juga dimeriahkan oleh berbagai bintang tamu dan beraneka ragam karakter yang dibawakan oleh banyak cosplayer, juga oleh para panitia. Panitia dalam acara ini turut turun ke lapangan dengan memakai seragam yang cukup modis dan mudah dikenali, sehingga dapat dibedakan antara banyaknya pengunjung yang hadir.

Cukup sudah liputan dari tim Risa Media untuk acara INOBU 12. Terima kasih banyak untuk para partisipan acara ini karena sudah turut serta memeriahkannya. Sampai jumpa di acara INOBU selanjutnya!

Liputan oleh Hilmy Oktoharitsa, Rinaldi Xafort dan Aisyah Muza.

[Liputan] Semangat Persahabatan di Harumatsuri UHAMKA

Pada tahun ini, acara Harumatsuri persembahan dari UHAMKA (Univ. Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA) sukses dilaksanakan pada 19 dan 21 April 2018 di kampus B UHAMKA, Pasar Rebo, Jakarta Timur. Harumatsuri merupakan festival musim semi yang diselenggarakan oleh prodi Pendidikan Bahasa Jepang UHAMKA, di mana tahun ini merupakan tahun ke-13 Harumatsuri diadakan. Tahun ini Harumatsuri memilih tema Our Great Friendship (Kizuna no Utsukushisa) yang juga merupakan perayaan untuk 60 tahun hubungan persahabatan Indonesia dan Jepang.

Kesibukan Hari Pertama

Hari pertama Harumatsuri disibukan dengan pembukaan acara dan berbagai macam lomba, dari lomba umum hingga lomba pendidikan. Diawali dengan upacara pembukaan yang dilaksanakan di Aula Ahmad Dahlan, UHAMKA, diisi dengan beberapa sambutan, tarian daerah, paduan suara dari Uhamka Choir, dan penyerahan charity.

Opening ceremony Harumatsuri di Aula Ahmad Dahlan

Hari pertama Harumatsuri ini dipadatkan dengan kegiatan lomba-lomba pendidikan seperti lomba mading 3D, fanart, rodoku, cerdas cermat, pidato, kanatakai, dan kanji N4.

Kemeriahan Hari Kedua

Panggung utama merupakan pusat dari berlangusngnya acara Harumatsuri. Dimulai dengan pembukaan hari ke-2 dan bon odori, acara ini dilanjutkan dengan penampilan finalis lomba akustik, yaitu X-Kustik, Jempol Kejepit dan Rattle. Walau panggung utama merupakan pusat acara, di lain tempat juga berlangsung acara penting, yaitu workshop bento di Aula Ahmad Dahlan FKIP UHAMKA.

Waktu terus berjalan, walau hari semakin panas, Harumatsuri pun terus berlanjut. Menjelang siang hari, ada lomba makan takoyaki dan okonomiyaki di sekitar panggung utama. Para peserta lomba pun memakan makanan tersebut dengan lahap dan cepat. Acara ini juga diisi dengan penampilan dari band Catastrophe, The Weeaboo, lomba cosplay walk, dan pengumuman pemenang dari setiap lomba.

Penampilan Kendo dari Unsada.

Bukan hanya penampilan musik, acara Harumatsuri pun dilengkapi dengan penampilan kendo dari Unsada. Kendo merupakan sebuah seni bela diri dari Jepang yang cukup populer. Setelah para pengunjung Harumatsuri dibuat kagum oleh kendo, acara ini terus dilanjut dengan penampilan angklung dari Melodi Manis. Para pengunjung pun dibuat nyaman dengan alunan melodi dari angklung yang dimainkan. Selain pertunjukan angklung, para pengunjung juga diajak menari yosakoi bersama Hyakka Ryouran. Sore hari pun dimeriahkan dengan penampilan Devil Side, Cynthia Paula dan Astro Paper.

Matahari mulai terbenam tetapi keseruan tetap berlanjut! Penampilan cover anisong dari Jakarta Keion Club dan Heno Heno Moheji membuat para pengunjung ikut bernyanyi dan berjingkrak dengan semangat, ada pula ayunan light stick yang ikut mewarnai penampilan mereka.

Jakarta Keion Club is on the stage!!

Harumatsuri yang ke-13 ini ditutup dengan bon odori dan hanabi, para pengunjung ikut menari bersama sehingga kebersamaan sangat terasa.

Terima kasih banyak kepada seluruh partisipan Harumatsuri 13th! Sampai jumpa di Harumatsuri 14th dan jangan lupa untuk ikut memeriahkannya, dan yang terpenting adalah kita harus tetap menjaga etika supaya acara bisa berlangsung dengan lancar.

Bon Odori saat penutupan~

Liputan oleh Aisyah Muza, Hafizh Aldi, Hilmy Okto, Rinaldi Ridhogusti, dan R. Ahmad Yusuf

Bupati Karawang Hadir di Festival Anime!

Sekilas acara ini hanyalah acara biasa.. Sampai bupati setempat turut hadir di sana.

Bagi Anda yang belum mengenal Karawang, kota yang letaknya tidak jauh dari Jakarta ini terkenal dengan julukannya sebagai lumbung padi nasional. Pada hari Minggu (26/3) lalu, kota ini kembali menjadi sorotan, kali ini karena festival anime yang diadakan di sana.

Dilansir dari akun Facebook Manarul, pemuda ini tengah pergi bersama teman-temannya ke sebuah festival anime yang diadakan dalam mal di Karawang. Tak disangka, mereka bertemu dengan Cellica Nurrachadiana, bupati Kabupaten Karawang yang telah menjabat sejak 2015. Kesempatan itu tidak disia-siakan oleh mereka, yang kemudian mengajak sang bupati untuk berfoto bersama.

Kisah unik pejabat Indonesia yang bersentuhan dengan hal-hal berbau jejepangan tidak hanya kali ini saja terjadi. 2016 lalu, walikota Bandung Ridwan Kamil mempromosikan Jalan Asia Afrika sebagai sentra komunitas cosplay di Bandung. Festival jejepangan tahunan Ennichisai juga sempat terancam batal dilangsungkan di tahun 2014, namun berhasil diselamatkan oleh mantan gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama. Tidak mau kalah, bupati Trenggalek Emil Dardak menyanyikan lagu Yuki no Hana sebagai salam perpisahan untuk Yoshiharu Kato, konsul jenderal Jepang untuk Surabaya, sampai-sampai Kato menangis dibuatnya.

Penulisan oleh Excel Coananda

[Liputan] ONEGAI, Pagelaran Jejepangan UPN Veteran

Satu lagi pagelaran jejepangan dari kota pahlawan!

Hai Hai Riscomrades!

Kali ini Risa Media menyambangi ONEGAI, sebuah acara jejepangan perdana di kampus bela negara Universitas Pembangunan Nasional “Veteran”, Surabaya, Jawa Timur, dilangsungkan pada hari Minggu (25/2) bertempat di Gedung Serba Guna Giri Loka.

Onigiri no Egao Bunkasai, atau yang selanjutnya disingkat ONEGAI, adalah festival jejepangan yang diselenggarakan oleh UKM Oni-GIRI sebagai salah satu langkah awal untuk ikut berperan dalam kebudayaan Indonesia-Jepang.

Ada berbagai acara pada ONEGAI perdana ini, mulai dari lomba desain karakter, J-song , dan cosplay. Acara ini juga turut menghadirkan berbagai jenis hiburan dengan mayoritas band dari para bintang tamu mereka. Teman-teman Kendo ITS dan UKM Tari UPN pun ikut serta memeriahkan acara. Bintang tamu acara ini adalah Escape, Akiba Street, Kiseki, Counter Attack, pertunjukan spesial dari Ryuichi Keita. tak lupa pula DJ Zennith ft. Mbah Kacang sebagai penutup malam itu.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Lantunan musik ajeb-ajeb membuat para pengunjung seakan tak ingat daratan untuk terus bergoyang dan ber-SKJ ria. Hujan yang turun di penghujung acara seakan mengiringi derasnya keringat pengunjung, capek dan lelah mereka rasakan.

Liputan oleh Canang Cita (Surabaya, Jawa Timur)

“Kekuatan Magis” di Japanese World Unair 2018

Tidak hanya di Malang, Risa Media juga hadir di Surabaya dalam acara Japanese World Unair 2018.

Hai Hai Riscomrades! Kembali lagi ke kabar liputan Tim Risa Media!

Kali ini Risa Media menyambangi “Mahou no Chikara” Japanese World Unair, sebuah acara jejepangan dengan konsep dunia magis yang dilangsungkan pada hari Sabtu (27/1) dan Minggu (28/1) di Kampus B Universitas Airlangga Surabaya.

Japanese World, atau yang selanjutnya disingkat JW Unair, adalah festival jejepangan yang diselenggarakan oleh Jurusan Sastra Jepang, Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga sebagai salah satu agenda wajib tahunan mereka. Ada berbagai acara yang terdapat di dalam JW Unair, mulai dari lomba akademik, lokakarya, gelar wicara oleh komikus Webtoon kenamaan Trickster dan Terlalu Tampan, parade band, dan masih banyak lagi.

Acara ini turut menghadirkan berbagai jenis hiburan kekinian dari para bintang tamu mereka, sebut saja Escape dan Akiba Street pada hari Sabtu dan Niseikai Story pada hari Minggu. Teman-teman dari Teater Gapus pun ikut serta. Lapar? Atau ingin khilaf? Monggo. Banyak stan-stan merchandise dan kuliner yang ikut meramaikan pagelaran acara ini.

Tiada angin, tiada hujan. Sebuah sihir telah diaktifkan! Para pengunjung ikut bergoyang dan ber-SKJ ria dengan alunan musik dugem dari DJ Zennith hingga lupa diri. Acara ditutup dengan rangkaian kembang api yang ciamik dan teriakan encore dari pengunjung garis keras. Para pengunjung pun pulang dengan senyum sumringah dan badan lemas, dan mungkin bertanya-tanya dalam hati, apa gerangan yang baru saja terjadi.

Berikut ini adalah hasil tangkapan kamera kami di kala menjelajahi “dunia magis” JW Unair.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Liputan dan penulisan oleh Canang Cita