Film Kamen Rider Heisei Generations FOREVER Tayang Dengan Sukses Di Indonesia

Film Kamen Rider Heisei Generations FOREVER sukses tayang di Indonesia dengan ribuan penonton

Kamen Rider atau yang lebih dikenal sebagai Ksatria Baja di indonesia merupakan serial tokusatsu dari jepang. Sudah lumayan banyak seri Kamen Rider yang pernah tayang di stasiun TV Indonesia, dimulai dari Kamen Rider Black hingga Kamen Rider OOO. Kali ini film Kamen Rider tayang di bioskop Indonesia.

Kamen Rider Heisei Generations FOREVER adalah film crossover antara Kamen Rider Build dan Kamen Rider Zi-O yang juga menampilkan para Rider era heisei sebelumnya.

Film ini pertama kali tayang di jepang pada 22 Desember 2018 lalu. Film ini merupakan film ketiga serta terkahir dari film Heisei Generation Series yang juga sekaligus merayakan 20 tahunnya seri Kamen Rider Heisei berjalan.

Setelah kesuksesannya di Jepang, film ini juga merambat ke bioskop-bioskop Singapur, Malayasia, dan Indonesia. Akan tetapi siapa disangka bahwa film ini sangat diterima oleh masyrakat Indonesia.

Berbeda dengan Singapore dan Malaysia yang hanya mendapatkan pemutaran terbatas saja, Indonesia mendapatkan pemutaran regular.

Special screening film ini telah tayang di Cinemaxx dan CGV Indonesia pada 30 Maret lalu. Sedangkan pemutaran regularnya dimulai pada 17 April dua hari yang lalu bersamaan dengan pemilu.

Dari twitter Feat Pictures, distributor film ini di Indonesia, mengatakan bahwa pada hari pertama, film Kamen Rider Heisei Generations FOREVER sudah mencapai 8000 penonton.

Siapa sangka bahwa ternyata fans Kamen Rider di Indonesia sebanyak dan seantusias itu. Film Kamen Rider ini memang menarik untuk berbagai kalangan. Dimulai dari sekedar anak kecil yang ingin menonton pahlawannya, fans yang sudah lama mengikuti serinya, sampai om dan tante yang ingin sekedar bernostalgia.

Tim Kreatif Ultra Peace Busters Mengungkapkan Film Anime Orisinal Berjudul “Sora no Aosa o Shiru Hito yo”

Sambutlah film anime terbaru buatan sutradara Tatsuyuki Nagai, penulis Mari Okada, dan artis Masayoshi Tanaka

Pada Kamis (3/21), Tim kreatif Ultra Peace Busters yang terdiri dari sutradara Tatsuyuki Nagai, penulis dan sutradara Mari Okada, dan artis Masayoshi Tanaka, mengumumkan proyek film anime orisinal mereka yang berjudul Sora no Aosa o Shiru Hito yo (To Those Who Know of the Blueness of the Sky).

Anime ini akan diputar pada semua TOHO CINEMAS di Jepang mulai tanggal 11 Oktober mendatang. Nagai akan menjadi sutradara, Okada yang menulis naskahnya, dan Tanaka yang menggambar desain karakter serta menjadi direktur animasi utama.

Studio CloverWorks akan memegang serta bertanggung jawab atas produksi animasi ini dengan Hiroyuki Shimizu (Anohana, The Anthem of the Heart) dan Genki Kawamura (Your Name, Mirai) sebagai produsernya.

Teks dalam visual di atas berbunyi, “Ini adalah kisah cinta pertama kedua yang mengharukan dan misterius.”

Nagai, Okada, dan Tanaka berkomentar bahwa film ini adalah karya ketiga pada kota kelahiran Okada di Chichibu, setelah Anohana dan The Anthem of the Heart. Nagai juga mencatat bahwa cerita film ini akan berputar pada hubungan di antara empat orang.

Ketiganya pertama kali berkolaborasi di anime Toradora! pada tahun 2008 dan bersatu kembali untuk serial anime Anohana serta filmnya pada 2011 dan 2013 dimana mereka mengambil nama Ultra Peace Busters ini. Ketiganya kemudian berkolaborasi sekali lagi pada tahun 2015 dengan film anime The Anthem of the Heart.

Nagai dan Okada berkolaborasi lagi (tanpa Tanaka) pada serial Mobile Suit Gundam: Iron-Blooded Orphans. Lalu, Nagai menjabat sebagai direktur unit untuk film debut sutradara Okada, Maquia – When the Promised Flower Blooms pada tahun 2018.

Selain itu ketiganya juga sudah menghasilkan beberapa karya lainnya. Karya-karya sutradara Nagai lainnya mencakup serial A Certain Scientific Railgun dan Waiting in the Summer. Sedangkan Okada sering berkolaborasi dengan P.A.Works, yang menghasilkan karya-karya seperti True Tears, Hana-Saku Iroha, A Lull in the Sea, dan The Lost Village.

Lalu, karya-karya terkenal Tanaka lainnya di mana ia menjabat sebagai desainer karakter dan direktur animasi utama yang menghasilkan Your Name., DARLING di FRANXX, Highschool of the Dead, Joshiraku, dan Waiting in the Summer.

Sumber: ANN

 

Mengenali Tokoh-tokoh dalam Film DreadOut

Kali ini, Fella membeberkan hasil wawancaranya dengan empat dari tokoh yang ada di DreadOut!

Hai hai Riscomrades, Fella kembali lagi menemani hari kalian dengar berita segar! Hehe… Tapi bukan bertajuk Jepang ataupun gim, Fella kali ini dapat kesempatan untuk mewawancarai cast DreadOut! Hayo, kalian pastinya sudah pernah dengar dong.

DreadOut ini dulunya merupakan sebuah gim PC yang bertajuk horor dan dirilis pada tahun 2014. Gim ini menjadi salah satu gim Indonesia yang dikenal sampai mancanegara sehingga dimainkan dan di-review oleh salah YouTuber terkenal, yaitu PewDiePie. Game yang dibuat oleh Digital Happiness ini mempunyai tokoh utama siswa SMA bernama Linda. Nah, dialah yang akan membawa pemain menuju dunia horror lokal menggunakan smartphone miliknya yang bisa digunakan untuk memotret dan membasmi hantu yang ditemui sepanjang jalan. Hantunya juga Indonesia banget lho! Ada pocong, kuntilanak, dan juga hantu-hantu lain.

Melihat kesuksesan game ini, akhirnya game ini pun diadaptasi ke bentuk layar lebar karya sutradara Kimo Stamboel. Film ini direncanakan akan rilis pada tanggal 3 Januari 2019 mendatang. Oh ya, ada beberapa perbedaan cerita antara gim dengan filmnya. Salah satunya adalah jumlah karakter utama yang bertambah menjadi sekelompok siswa SMA. Siapa saja sih? Nih, Fella akan beberkan hasil wawancara dengan empat dari tokoh yang ada di DreadOut, yakni: Erik (Jeffri Nicole), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Linda (Caitlyn Halderman), dan Alex (Ciccio Manassero).

Fella       : “Bagaimana sih karakter masing-masing dari kalian di film ini?”

Ciccio     : “Alex ini karakter yang paling berandal, tetapi sebenarnya dia yang paling penakut dan tidak bisa bercanda pada waktu yang tepat.”

Caitlyn  : “Linda paling dewasa dibandingkan dengan temannya yang lain, selain itu juga dark dan cukup introvert.”

Irsyad    : “Beni ini berbeda dengan anak-anak lainnya, dia juga yang mengajak teman-teman lainnya untuk pergi ke gedung berhantu.”

Nicole   : “Erik adalah anak yang paling normal dan menjadi penengah di antara teman-temannya. Bapaknya anak-anak.”

Fella       : “Mengapa kalian tertarik untuk memerankan karakter di DreadOut?”

Semua  : “Karena kita tahu kualitas dari DreadOut dari nasional atau internasional, buat shooting dan riset tidak sembarangan. Selain itu juga alur ceritanya juga bagus.”

Fella       : “Kira-kira mau kalau diberi kesempatan untuk memerankan hantunya?”

Ciccio     : “Nggak mau.”

Irsyad    : “Mau, menjadi hantu anak kecil yang ada di trailer atau menjadi hantu yang kepalanya bisa berputar”

Nicole   : “Mau, jadi babi ngepet raksasa.”

Caitlyn  : “Jadi wanita berkebaya merah, karena paling kuat.”

Fella       : “Pernah lihat atau memainkan game DreadOut sendiri?”

Semua  : “Pernah dari PewDiePie, tetapi kita tidak memainkan gamenya.”

Fella       : “Apa pendapat kalian tentang game DreadOut dari go international hingga menjadi film layar lebar?”

Ciccio     : “Bangga tentunya, apalagi hantu sampai seragamnya merupakan aset lokal tetapi bisa mendunia.”

Irsyad    : “Terutama ini pertama kalinya di Indonesia mengangkat gim menjadi film layar lebar sehingga punya kebanggaan tersendiri.”

Fella       : “Wah, terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Fella!”

Selain menjawab pertanyaan dari Fella, para aktris dan aktor ini juga punya salam untuk disampaikan kepada Riscomrades sekalian loh! Simak videonya di bawah ya!

Seri “Love Live! Sunshine!!” akan Berlanjut ke Layar Lebar

Akun Twitter resmi untuk Love Live! telah mengumumkan pada Sabtu kemarin (30/12) bahwa sebuah proyek film untuk Love Live! Sunshine!! sudah diberi lampu hijau untuk penayangannya. Musim kedua dari Love Live! Sunshine!! tayang perdana pada 7 Oktober hingga mencapai episode akhirnya pada 30 Desember 2017. Musim keduanya ini merupakan kelanjutan dari cerita musim pertamanya yang ditayangkan pada tahun 2016.

Proyek Love Live! Sunshine!! pertama kali diumumkan pada Februari 2015. Nama Aqours terpilih untuk menjadi grup idol utama dari anime ini berdasarkan hasil dari pilihan terbanyak dari suara penggemar.

Love Live! sendiri pada mulanya diluncurkan oleh Sunrise, Lantis, dan Dengeki G Magazine (ASCII Media Works) pada 2010 sebagai proyek idola dengan partisipasi penggemar yang mempersilakan penggemarnya dapat menentukan masa depan dari idola fiksi kesayangan mereka. Proyek ini lalu mendapatkan anime televisi pertamanya yang tayang mulai dari 2013.

Sumber: Anime News Network

Ghost in The Shell Live Action Masuk Dalam TOP List 20 Dalam Akademi Motion Picture Arts and Sciences Awards

Ghost in The Shell Live Action baru saja mendapatkan nominasi film dengan efek visual terbaik dalam The Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Film ini masuk dalam 20 TOP List dalam kategori tersebut.

Dirilis di Amerika Serikat pada 30 Maret silam, film ini mendapatkan penghasilan sekitar US$18,676,033 saat pertama debut, dengan target penghasilan secara menyeluruh sebesar US$169,801,921.

Selain itu, film ini juga memenangkan penghargaan pada Hollywood Professional Association Award sebagai Outstanding Color Grading for Feature Film. Sayangnya, pada nominasi kategori Outstanding Visual Effects, film ini gagal mendapatkan nominasi tersebut.

Sumber : animenewsnetwork

[WARTASEMERTA] Saekano Siap Diangkat Menjadi Film Layar Lebar

Saekano

Sebuah kabar yang cukup mengejutkan datang untuk kalian penggemar seri Saenai Heroine no Sodatekata atau biasa disingkat dengan Saekano. Melalui akun Twitter resminya, diumumkan bahwa Saekano akan diadaptasi dalam bentuk film layar lebar.

“Telah diputuskan produksi anime layar lebar untuk Saekano, tetap nantikan laporan selanjutnya”, begitu bunyi cuitan tersebut.

Tentunya ini merupakan sesuatu yang cukup di luar ekspetasi karena banyak yang menebak-nebak kalau anime ini bakal berlanjut ke musim ketiga setelah tayang selama dua musim dalam format anime televisi. Semoga saja kalian tidak akan ribut perang waifu ya di bioskop jika film ini masuk ke tanah air.

Novel ringan Saenai Heroine no Sodatekata atau yang kerap disingkat sebagai Saekano ini pertama kali diterbitkan pada 20 Juli 2012. Saekano merupakan karya dari Kurehito Misaki (gambar) dan Fumiaki Maruto (cerita). Menceritakan tentang sosok Aki Tomoya, dan berbagai rekan setimnya di lingkar karya kreatif blessing software. Seri yang terkenal dengan rivalitas para karakter wanitanya untuk merebut hati sang karakter utama ini telah diangkat menjadi anime sebanyak dua musim, masing-masing pada 2015 (musim pertama) dan 2017 (musim kedua).

Tidak hanya itu, Saekano juga diadaptasi menjadi manga yang bertajuk Saenai Heroine no Sodatekata: Girls Side (sebagai cerita sampingan), Saenai Heroine no Sodatekata: Koisuru Metronome(sebagai spin-off), dan Saenai Heroine no Sodatekata: Egoistic-Lily (alternatif).

Sumber: Akun Twitter resmi Saekano

Manga ‘Moe’ Gakkou Gurashi Siap Mendapatkan Adaptasi Film Live Action

gakkou_gurashi

WA-TA-SHI-TA-CHI-WA-KO-KO-NI-I-MA-SU~ Megu-nee, megu-nee…

Sampul depan dari edisi Januari 2018 majalah Manga Time Kirara Forward terbitan Houbunsha akan mengumumkan pada Jumat ini (24/11) bahwa manga Gakkou Gurashi! karangan Norimitsu Kaihou (cerita) dan Sadoru Chiba (ilustrator) akan mendapatkan sebuah adaptasi film live action!

Tidak hanya itu, sampul depannya juga mengonfirmasi bahwa manga Gakkou Gurashi akan kembali dari masa hiatusnya pada 22 Desember mendatang. Sebelumnya, Hiatusnya manga ini dimulai pada edisi September 2017 dari majalah ini.

Kaihou dan Chiba pertama kali meluncurkan manga Gakkou Gurashi di Manga Time Kirara Forward pada 2012 silam. Houbunsha menerbitkan volume kompilasi kesembilan dari manga ini pada 11 Maret lalu.

Manga Gakkou Gurashi mengisahkan tentang Ekskul Tinggal-di-Sekolah (School living). Temuilah Kurumi Ebisuzawa sang pencinta sekop, Yuuri Wakasa sang onee-san, Megumi Sakura sebagai pembina ekskul ini, dan tentu saja sang tokoh utama yang menjadi pusat perhatian cerita ini, Yuki Takeya. Ekskul ini tentunya hanya sekadar sebuah organisasi tempat para siswi meluangkan waktunya, bersenda gurau bersama, dan … tinggal di sekolah sebagai mereka yang tersisa untuk bertahan hidup dari gelombang serbuan zombie. Ya, hanya itu.

Manga ini telah diangkat menjadi seri anime televisi yang tayang perdana mulai Juli 2015 sebanyak 12 episode. Cerita di animenya sendiri mengambil kisah yang agak berbeda dari manga orisinalnya.

Sumber: Anime News Network

Sekuel Film Gintama Telah Diumumkan untuk Tayang Tahun Depan

Gintama

Sekuel untuk film live action dari adaptasi manga karangan Hideaki Sorachi, Gintama, telah mendapatkan lampu hijau. Hal ini telah diumumkan melalui akun Twitter resmi untuk film Gintama pada Kamis ini (16/11). Pada waktu yang bersamaan, Yuichi Fukuda selaku sutradara dari film pertamanya yang telah memperoleh kesuksesan ini mengonfirmasi bahwa sekuelnya ini telah dijadwalkan untuk tayang pada liburan musim panas tahun depan.

Fukuda mengumumkan berita ini pada acara peringatan perilisan DVD/Blu-Ray dari film pertamanya di teater UDX, Tokyo. Shun Oguri, aktor yang berperan sebagai sang protagonis Gintoki Sakata, juga turut memeriahkan acara tersebut dan menjalani sesi bincang dengan Fukuda. Keterlibatan Oguri pada film keduanya nanti masih belum dikonfirmasi untuk saat ini.

Sebelumnya, film Gintama telah dirilis di Jepang pada 14 Juli 2017 dan memperoleh pendapatan 3,84 milyar yen (sekitar 459 milyar rupiah) dari pemutaran domestiknya. Dengan mengalahkan pesaing kuat lainnya, film ini menjadi film live action Jepang dengan pemasukan besar pada musim panas lalu.

Sumber: Crunchyroll

WARTASEMERTA: Akibat Perekaman di Bioskop, Kepastian Tayang Film Fate/kaleid Liner Prisma Illya Ditunda

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Yukishita no Chikai

Lagi-lagi dunia jejepangan di Indonesia menjadi gempar, kali ini disebabkan oleh pengumuman oleh CGV Cinemas Indonesia dan CB International Movie yang diunggah di laman Facebook mereka.

ATTENTION.
Bagaimana jika kami tidak lagi merilis film anime di Indonesia?
Bagaimana jika film anime yang telah kami umumkan dibatalkan penayangannya?

Kami sangat kecewa atas apa yang terjadi beberapa hari lalu. Kondisi ini telah terjadi di negara lain, dan sangat disayangkan harus terjadi juga di Indonesia. Beberapa waktu lalu kami mendapati adanya fans film NO GAME NO LIFE: ZERO yang melakukan perekaman via sosial media.

Atas kondisi yang terjadi kami dengan resmi menunda kepastian tayang (holdback) film FATE/ KALEID dan film-film anime lainnya yang pernah kami umumkan. Kami memohon kerjasama para anime fans di Indonesia agar tetap kondusif dan bisa tetap mensupport kami.

Saling ingatkan sesama fans akan menjadi terbaik yang bisa kita tempuh. Segala bentuk pengambilan gambar atau suara merupakan pelanggaran hukum.

http://www.tribunnews.com/…/uu-nomor-28-tahun-2014-tentang-…

on behalf
CB International Movie and CGV Cinemas Indonesia

Sebelumnya, film anime Fate/kaleid Liner Prisma Illya Yukishita no Chikai dikabarkan telah lulus sensor dan akan tayang di Indonesia. Meskipun begitu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan film tersebut akan dirilis.

Namun, kelihatannya para fans Illya dan Miyu harus menunggu lebih lama lagi dikarenakan CGV harus menunda kepastian tayang film tersebut. Selain film Fate/kaleid Liner Prisma Illya, film-film anime lainnya juga akan ditunda kepastian tayangnya.

Penundaan kepastian tayang film-film anime tersebut disebabkan oleh ditemukannya penonton yang merekam dan mengunggah ke media sosial film No Game No Life: Zero yang baru tayang di layar besar tanah air hari Rabu kemarin, tanggal 25 Oktober 2017.

Meskipun begitu, penayangan film Fireworks (Uchiage Hanabi) tidak ditunda dan akan tetap tayang mulai tanggal 1 November 2017 mendatang.

Maka dari itu, ayo saling mengingatkan diri sendiri dan teman-teman kita untuk lebih bijak dalam menonton film dan tidak merekam — apalagi mengunggah ke media sosial — film yang ditayangkan di bioskop sehingga kita tetap bisa menikmati keimutan Illya dan Miyu di layar besar.