Mengenali Tokoh-tokoh dalam Film DreadOut

Kali ini, Fella membeberkan hasil wawancaranya dengan empat dari tokoh yang ada di DreadOut!

Hai hai Riscomrades, Fella kembali lagi menemani hari kalian dengar berita segar! Hehe… Tapi bukan bertajuk Jepang ataupun gim, Fella kali ini dapat kesempatan untuk mewawancarai cast DreadOut! Hayo, kalian pastinya sudah pernah dengar dong.

DreadOut ini dulunya merupakan sebuah gim PC yang bertajuk horor dan dirilis pada tahun 2014. Gim ini menjadi salah satu gim Indonesia yang dikenal sampai mancanegara sehingga dimainkan dan di-review oleh salah YouTuber terkenal, yaitu PewDiePie. Game yang dibuat oleh Digital Happiness ini mempunyai tokoh utama siswa SMA bernama Linda. Nah, dialah yang akan membawa pemain menuju dunia horror lokal menggunakan smartphone miliknya yang bisa digunakan untuk memotret dan membasmi hantu yang ditemui sepanjang jalan. Hantunya juga Indonesia banget lho! Ada pocong, kuntilanak, dan juga hantu-hantu lain.

Melihat kesuksesan game ini, akhirnya game ini pun diadaptasi ke bentuk layar lebar karya sutradara Kimo Stamboel. Film ini direncanakan akan rilis pada tanggal 3 Januari 2019 mendatang. Oh ya, ada beberapa perbedaan cerita antara gim dengan filmnya. Salah satunya adalah jumlah karakter utama yang bertambah menjadi sekelompok siswa SMA. Siapa saja sih? Nih, Fella akan beberkan hasil wawancara dengan empat dari tokoh yang ada di DreadOut, yakni: Erik (Jeffri Nicole), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Linda (Caitlyn Halderman), dan Alex (Ciccio Manassero).

Fella       : “Bagaimana sih karakter masing-masing dari kalian di film ini?”

Ciccio     : “Alex ini karakter yang paling berandal, tetapi sebenarnya dia yang paling penakut dan tidak bisa bercanda pada waktu yang tepat.”

Caitlyn  : “Linda paling dewasa dibandingkan dengan temannya yang lain, selain itu juga dark dan cukup introvert.”

Irsyad    : “Beni ini berbeda dengan anak-anak lainnya, dia juga yang mengajak teman-teman lainnya untuk pergi ke gedung berhantu.”

Nicole   : “Erik adalah anak yang paling normal dan menjadi penengah di antara teman-temannya. Bapaknya anak-anak.”

Fella       : “Mengapa kalian tertarik untuk memerankan karakter di DreadOut?”

Semua  : “Karena kita tahu kualitas dari DreadOut dari nasional atau internasional, buat shooting dan riset tidak sembarangan. Selain itu juga alur ceritanya juga bagus.”

Fella       : “Kira-kira mau kalau diberi kesempatan untuk memerankan hantunya?”

Ciccio     : “Nggak mau.”

Irsyad    : “Mau, menjadi hantu anak kecil yang ada di trailer atau menjadi hantu yang kepalanya bisa berputar”

Nicole   : “Mau, jadi babi ngepet raksasa.”

Caitlyn  : “Jadi wanita berkebaya merah, karena paling kuat.”

Fella       : “Pernah lihat atau memainkan game DreadOut sendiri?”

Semua  : “Pernah dari PewDiePie, tetapi kita tidak memainkan gamenya.”

Fella       : “Apa pendapat kalian tentang game DreadOut dari go international hingga menjadi film layar lebar?”

Ciccio     : “Bangga tentunya, apalagi hantu sampai seragamnya merupakan aset lokal tetapi bisa mendunia.”

Irsyad    : “Terutama ini pertama kalinya di Indonesia mengangkat gim menjadi film layar lebar sehingga punya kebanggaan tersendiri.”

Fella       : “Wah, terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Fella!”

Selain menjawab pertanyaan dari Fella, para aktris dan aktor ini juga punya salam untuk disampaikan kepada Riscomrades sekalian loh! Simak videonya di bawah ya!

Seri “Love Live! Sunshine!!” akan Berlanjut ke Layar Lebar

Akun Twitter resmi untuk Love Live! telah mengumumkan pada Sabtu kemarin (30/12) bahwa sebuah proyek film untuk Love Live! Sunshine!! sudah diberi lampu hijau untuk penayangannya. Musim kedua dari Love Live! Sunshine!! tayang perdana pada 7 Oktober hingga mencapai episode akhirnya pada 30 Desember 2017. Musim keduanya ini merupakan kelanjutan dari cerita musim pertamanya yang ditayangkan pada tahun 2016.

Proyek Love Live! Sunshine!! pertama kali diumumkan pada Februari 2015. Nama Aqours terpilih untuk menjadi grup idol utama dari anime ini berdasarkan hasil dari pilihan terbanyak dari suara penggemar.

Love Live! sendiri pada mulanya diluncurkan oleh Sunrise, Lantis, dan Dengeki G Magazine (ASCII Media Works) pada 2010 sebagai proyek idola dengan partisipasi penggemar yang mempersilakan penggemarnya dapat menentukan masa depan dari idola fiksi kesayangan mereka. Proyek ini lalu mendapatkan anime televisi pertamanya yang tayang mulai dari 2013.

Sumber: Anime News Network

Ghost in The Shell Live Action Masuk Dalam TOP List 20 Dalam Akademi Motion Picture Arts and Sciences Awards

Ghost in The Shell Live Action baru saja mendapatkan nominasi film dengan efek visual terbaik dalam The Academy of Motion Picture Arts and Sciences. Film ini masuk dalam 20 TOP List dalam kategori tersebut.

Dirilis di Amerika Serikat pada 30 Maret silam, film ini mendapatkan penghasilan sekitar US$18,676,033 saat pertama debut, dengan target penghasilan secara menyeluruh sebesar US$169,801,921.

Selain itu, film ini juga memenangkan penghargaan pada Hollywood Professional Association Award sebagai Outstanding Color Grading for Feature Film. Sayangnya, pada nominasi kategori Outstanding Visual Effects, film ini gagal mendapatkan nominasi tersebut.

Sumber : animenewsnetwork

[WARTASEMERTA] Saekano Siap Diangkat Menjadi Film Layar Lebar

Saekano

Sebuah kabar yang cukup mengejutkan datang untuk kalian penggemar seri Saenai Heroine no Sodatekata atau biasa disingkat dengan Saekano. Melalui akun Twitter resminya, diumumkan bahwa Saekano akan diadaptasi dalam bentuk film layar lebar.

“Telah diputuskan produksi anime layar lebar untuk Saekano, tetap nantikan laporan selanjutnya”, begitu bunyi cuitan tersebut.

Tentunya ini merupakan sesuatu yang cukup di luar ekspetasi karena banyak yang menebak-nebak kalau anime ini bakal berlanjut ke musim ketiga setelah tayang selama dua musim dalam format anime televisi. Semoga saja kalian tidak akan ribut perang waifu ya di bioskop jika film ini masuk ke tanah air.

Novel ringan Saenai Heroine no Sodatekata atau yang kerap disingkat sebagai Saekano ini pertama kali diterbitkan pada 20 Juli 2012. Saekano merupakan karya dari Kurehito Misaki (gambar) dan Fumiaki Maruto (cerita). Menceritakan tentang sosok Aki Tomoya, dan berbagai rekan setimnya di lingkar karya kreatif blessing software. Seri yang terkenal dengan rivalitas para karakter wanitanya untuk merebut hati sang karakter utama ini telah diangkat menjadi anime sebanyak dua musim, masing-masing pada 2015 (musim pertama) dan 2017 (musim kedua).

Tidak hanya itu, Saekano juga diadaptasi menjadi manga yang bertajuk Saenai Heroine no Sodatekata: Girls Side (sebagai cerita sampingan), Saenai Heroine no Sodatekata: Koisuru Metronome(sebagai spin-off), dan Saenai Heroine no Sodatekata: Egoistic-Lily (alternatif).

Sumber: Akun Twitter resmi Saekano

Manga ‘Moe’ Gakkou Gurashi Siap Mendapatkan Adaptasi Film Live Action

gakkou_gurashi

WA-TA-SHI-TA-CHI-WA-KO-KO-NI-I-MA-SU~ Megu-nee, megu-nee…

Sampul depan dari edisi Januari 2018 majalah Manga Time Kirara Forward terbitan Houbunsha akan mengumumkan pada Jumat ini (24/11) bahwa manga Gakkou Gurashi! karangan Norimitsu Kaihou (cerita) dan Sadoru Chiba (ilustrator) akan mendapatkan sebuah adaptasi film live action!

Tidak hanya itu, sampul depannya juga mengonfirmasi bahwa manga Gakkou Gurashi akan kembali dari masa hiatusnya pada 22 Desember mendatang. Sebelumnya, Hiatusnya manga ini dimulai pada edisi September 2017 dari majalah ini.

Kaihou dan Chiba pertama kali meluncurkan manga Gakkou Gurashi di Manga Time Kirara Forward pada 2012 silam. Houbunsha menerbitkan volume kompilasi kesembilan dari manga ini pada 11 Maret lalu.

Manga Gakkou Gurashi mengisahkan tentang Ekskul Tinggal-di-Sekolah (School living). Temuilah Kurumi Ebisuzawa sang pencinta sekop, Yuuri Wakasa sang onee-san, Megumi Sakura sebagai pembina ekskul ini, dan tentu saja sang tokoh utama yang menjadi pusat perhatian cerita ini, Yuki Takeya. Ekskul ini tentunya hanya sekadar sebuah organisasi tempat para siswi meluangkan waktunya, bersenda gurau bersama, dan … tinggal di sekolah sebagai mereka yang tersisa untuk bertahan hidup dari gelombang serbuan zombie. Ya, hanya itu.

Manga ini telah diangkat menjadi seri anime televisi yang tayang perdana mulai Juli 2015 sebanyak 12 episode. Cerita di animenya sendiri mengambil kisah yang agak berbeda dari manga orisinalnya.

Sumber: Anime News Network

Sekuel Film Gintama Telah Diumumkan untuk Tayang Tahun Depan

Gintama

Sekuel untuk film live action dari adaptasi manga karangan Hideaki Sorachi, Gintama, telah mendapatkan lampu hijau. Hal ini telah diumumkan melalui akun Twitter resmi untuk film Gintama pada Kamis ini (16/11). Pada waktu yang bersamaan, Yuichi Fukuda selaku sutradara dari film pertamanya yang telah memperoleh kesuksesan ini mengonfirmasi bahwa sekuelnya ini telah dijadwalkan untuk tayang pada liburan musim panas tahun depan.

Fukuda mengumumkan berita ini pada acara peringatan perilisan DVD/Blu-Ray dari film pertamanya di teater UDX, Tokyo. Shun Oguri, aktor yang berperan sebagai sang protagonis Gintoki Sakata, juga turut memeriahkan acara tersebut dan menjalani sesi bincang dengan Fukuda. Keterlibatan Oguri pada film keduanya nanti masih belum dikonfirmasi untuk saat ini.

Sebelumnya, film Gintama telah dirilis di Jepang pada 14 Juli 2017 dan memperoleh pendapatan 3,84 milyar yen (sekitar 459 milyar rupiah) dari pemutaran domestiknya. Dengan mengalahkan pesaing kuat lainnya, film ini menjadi film live action Jepang dengan pemasukan besar pada musim panas lalu.

Sumber: Crunchyroll

WARTASEMERTA: Akibat Perekaman di Bioskop, Kepastian Tayang Film Fate/kaleid Liner Prisma Illya Ditunda

Fate/kaleid liner Prisma Illya: Yukishita no Chikai

Lagi-lagi dunia jejepangan di Indonesia menjadi gempar, kali ini disebabkan oleh pengumuman oleh CGV Cinemas Indonesia dan CB International Movie yang diunggah di laman Facebook mereka.

ATTENTION.
Bagaimana jika kami tidak lagi merilis film anime di Indonesia?
Bagaimana jika film anime yang telah kami umumkan dibatalkan penayangannya?

Kami sangat kecewa atas apa yang terjadi beberapa hari lalu. Kondisi ini telah terjadi di negara lain, dan sangat disayangkan harus terjadi juga di Indonesia. Beberapa waktu lalu kami mendapati adanya fans film NO GAME NO LIFE: ZERO yang melakukan perekaman via sosial media.

Atas kondisi yang terjadi kami dengan resmi menunda kepastian tayang (holdback) film FATE/ KALEID dan film-film anime lainnya yang pernah kami umumkan. Kami memohon kerjasama para anime fans di Indonesia agar tetap kondusif dan bisa tetap mensupport kami.

Saling ingatkan sesama fans akan menjadi terbaik yang bisa kita tempuh. Segala bentuk pengambilan gambar atau suara merupakan pelanggaran hukum.

http://www.tribunnews.com/…/uu-nomor-28-tahun-2014-tentang-…

on behalf
CB International Movie and CGV Cinemas Indonesia

Sebelumnya, film anime Fate/kaleid Liner Prisma Illya Yukishita no Chikai dikabarkan telah lulus sensor dan akan tayang di Indonesia. Meskipun begitu, belum ada informasi lebih lanjut mengenai kapan film tersebut akan dirilis.

Namun, kelihatannya para fans Illya dan Miyu harus menunggu lebih lama lagi dikarenakan CGV harus menunda kepastian tayang film tersebut. Selain film Fate/kaleid Liner Prisma Illya, film-film anime lainnya juga akan ditunda kepastian tayangnya.

Penundaan kepastian tayang film-film anime tersebut disebabkan oleh ditemukannya penonton yang merekam dan mengunggah ke media sosial film No Game No Life: Zero yang baru tayang di layar besar tanah air hari Rabu kemarin, tanggal 25 Oktober 2017.

Meskipun begitu, penayangan film Fireworks (Uchiage Hanabi) tidak ditunda dan akan tetap tayang mulai tanggal 1 November 2017 mendatang.

Maka dari itu, ayo saling mengingatkan diri sendiri dan teman-teman kita untuk lebih bijak dalam menonton film dan tidak merekam — apalagi mengunggah ke media sosial — film yang ditayangkan di bioskop sehingga kita tetap bisa menikmati keimutan Illya dan Miyu di layar besar.

Film Horor ‘Crow’s Blood’ akan Tayang di AS Pekan Ini

Crow’s Blood merupakan film serial mini garapan Hulu Japan yang disutradarai oleh Lynn Bousman bersama dengan pendiri AKB48 Yasushi Akimoto dan telah ditayangkan pada gala premiere-nya Juli 2016 di Jepang.

Kini, film Crow’s Blood akan ditayangkan dalam versi bahasa Inggris dalam ajang Premier Crow’s Blood Original mini-series. Film ini terdiri dari 6 part yang akan disiarkan secara maraton pada 28 Oktober mendatang mulai dari jam 18.00 waktu Washington D.C hingga tengah malam.

Film ini akan tersedia dalam dua bahasa, yait bahasa Inggris dan bahasa Jepang. Hal ini lantas bakal membuat para penontonnya tidak akan kebingungan karena telah dibantu dengan takarir yang telah disediakan dengan bahasa yang disesuaikan juga.

Hulu Japan mengatakan bahwa: “Pada film ini nantinya akan diperankan oleh Mayu Watanabe dari mantan anggota AKB48 dan Sakura Miyawaki dari HKT48. Mereka berdua berperan sebagai murid sekolah dengan mempunyai karakteristik yang unik dan tentunya sangatlah misterius”.

Film live-action dari Crow’s Blood sangatlah seru untuk kalian tonton khususnya bagi Anda yang suka dengan genre horor. Alur cerita dari film ini akan membuat Anda pensaran dan berpikir keras menebak setiap adegannya.

Sumber : Bloody-disgusting, Anime News Network

Live Action ‘Fukumenkei Noise’ Merilis Trailer Beserta Soundtrack-nya!

poster film

Jika Anda tertarik dengan anime dan manga yang menggunakan latar belakang sebuah band musik, maka jangan sampai dilewatkan salah satu anime bergenre musik ini yang pernah mendapatkan adaptasi anime TV-nya pada saat musim semi 2017 kemarin, Fukumenkei Noise.

Laman resmi dari pengarang manga Fukumenkei Noise, Ryoko Fukuyama, baru saja memperlihatkan trailer perdana bagi live action dari Fukumenkei Noise dengan menghadirkan soundtrack musik dari band yang baru saja memulai debutnya dengan film ini, NO hurry to shout berjudul “Close to me” dan lagu penutupnya dari band rock kenamaan MAN WITH A MISSION berjudul “Find You”.

Poster dari film live-action Fukumenkei Noise, memperlihatkan tiga tokoh utama dalam ceritanya. (© Komite Produksi Film Fukumenkei Noise)

Film ini akan ditayangkan perdana di Jepang mulai tanggal 25 November 2017 mendatang.

Sinopsis dari film ini dapat dideskripsikan sebagai berikut:

Nino dan Momo, dua sahabat kecil ini sangat senang bernyanyi dalam suka dan duka. Namun, suatu hari Momo tiba-tiba menghilang, meninggalkan Nino yang akhirnya terguncang dan tak mau lagi bernyanyi, sampai suatu hari ia bertemu Yuzu. Yuzu yang pintar menggubah lagu, mendukung Nino untuk terus bernyanyi, tapi tak lama kemudian Yuzu pun menghilang. Kini Nino sudah tumbuh menjadi seorang gadis penyendiri yang selalu memakai masker. Akankah Nino bertemu kembali dengan Momo dan Yuzu?

Sumber: Comic Natalie