Film “Gundala” Perlihatkan Teaser Trailer Terbarunya

Film ini merupakan pembaharuan dari Gundala Putra Petir serta perkenalan kepada Bumilangit Cinematic Universe

Akun YouTube resmi Screenplay Films mengunggah teaser trailer film Gundala pada hari Jumat (4/12), karakter superhero asli Indonesia. Dalam video berdurasi satu menit ini, terlihat bagian masa lalu Sancaka, dan bagaimana ia tersambar petir dan berubah jadi Gundala. Saat itu, bangsa telah jatuh dalam anarki, dan di sinilah peran Gundala untuk menjadi patriot. Belum nampak rupa kostum Gundala dalam teaser trailer ini.

Film Gundala yang akan dirilis Agustus 2019 mendatang ini merupakan rangkaian pertama dalam seri BumiLangit Cinematic Universe, sebuah langkah ambisius oleh studio BumiLangit untuk menyatukan seluruh karakter superhero Indonesia dalam universe yang berkaitan satu sama lain. Bekerja sama dengan Screenplay Films sebagai distributor, film ini disutradarai oleh Joko Anwar. Abimana Aryasatya, yang juga memerankan Dono dalam Warkop DKI Reborn, terpilih untuk memerankan karakter Gundala. Dalam teaser trailer ini pula diperdengarkan lagu “The End of The World” yang dahulu dinyanyikan oleh Skeeter Davis, namun dalam trailer ini tidaklah memakai versinya Skeeter Davis.

Gundala, Superhero Lokal dengan Petir di Tangannya

Gundala Putra Petir adalah komik superhero Indonesia buatan oleh Hasmi (1946-2016). Pertama rilis tahun 1969, edisi-edisi komiknya terus berlanjut hingga 1982. Gundala pernah diangkat ke layar lebar pada tahun 1981, dan sempat diisukan kembali naik layar tahun 2008.

Dalam kisahnya, Gundala atau dikenal sebagai Sancaka, seorang ilmuwan yang patah hati dan tersambar petir saat sedang galau-galaunya. Tak disangka, peristiwa itu memberikannya kekuatan super. Sancaka dapat menembakkan petir dari tangannya, juga dapat berlari secepat kilat.

Keterangan foto tidak tersedia.
Rangkaian besar BumiLangit Cinematic Universe, di mana Gundala menjadi film pembukanya.

Rilisnya film Gundala pada tahun 2019 ini merupakan waktu yang monumental karena, film ini dirilis tepat 50 tahun setelah komik pertama Gundala Putra Petir terbit. Selain itu, tahun 2019 merupakan peringatan satu abad R.A. Kosasih, pencipta karakter superhero pertama Indonesia, Sri Asih juga menjadi bagian dalam rangkaian besar BumiLangit Cinematic Universe.

Sumber: BumiLangit

Komikus Legendaris Stan Lee Meninggal Dunia

Selama hidupnya, Stan Lee berkontribusi banyak terhadap karya-karya komik superhero Marvel.

Dunia pop kultur kembali berduka hari ini, melepas kepulangan komikus legendaris Stan Lee. Beliau menghembuskan napas terakhirnya pada tanggal 12 November 2018 (waktu Pasifik) di usia 95 tahun.

Lahir dengan nama Stanley Martin Lieber pada tahun 1922, Stan Lee muda telah menaruh impiannya menjadi penulis terkenal di Amerika Serikat. Ia telah bekerja dalam beberapa agensi berita sebelum akhirnya masuk ke Timely Comics (sekarang Marvel Comics) pada tahun 1939. Karirnya merangkak naik mulai dari asisten, penulis, editor, hingga akhirnya menjadi publisher di Marvel.

Merevolusi Superhero

Stan Lee di masa mudanya.

Pada akhir 1950an, karakter superhero identik dengan perawakan yang sempurna dan tanpa cela. Hal ini terlihat jelas dari seri Justice League rilisan DC Comics, kompetitor Marvel. Akan tetapi, Stan Lee berpikiran lain. Ia melihat superhero tak ubahnya manusia biasa. Mereka dapat merasakan hidup susah, konflik kepentingan, juga merasakan cinta dan sakit.

Bersama Jack Kirby dan Steve Ditko, buah pikirnya ini pertama direalisasikan di Fantastic Four, kemudian Hulk, Thor, Iron Man, X-Men, Doctor Strange, dan yang terutama, Spider-Man. Beberapa karakter ini hidup di alam yang sama, berkolaborasi membentuk The Avengers, yang juga menyertakan Captain America dari era 1940-an.

Menjadi Wajah Marvel

Setelah berhenti menjadi komikus di tahun 1972, Stan Lee menjadi publisher sekaligus wajah dari Marvel Comics. Ia sempat memegang jabatan menjadi CEO perusahaan dalam waktu singkat, dan kemudian hengkang karena ia lebih senang menjadi publisher. Ia juga turut terlibat dalam proyek komik di luar Marvel, seperti manga Karakuri Douji Ultimo terbitan Shueisha. Uniknya lagi, ia juga sempat membuat komik untuk pesaing Marvel, DC Comics, dalam judul Just Imagine.

Bagi kalangan muda yang baru menggemari Marvel pada era Marvel Cinematic Universe, Anda tentu akrab dengan penampilan singkat bapak tua yang menjadi supir truk, jenderal PD II, juri kontes kecantikan, bartender, tukang pos, dan lain sebagainya. Ya, Stan Lee memang menjadi cameo dari berbagai film dalam seri MCU, atas kontribusinya yang telah mengembangkan Marvel Comics, dari studio komik kecil-kecilan hingga menjadi ikon pop kultur seperti saat ini.

Selamat jalan, Stan Lee..

[Guide Corner] Episentrum Moe di Manga Time Kirara

Mari mengenal lebih dekat penyedia komik 4-koma untuk berbagai kalangan!

Pernah nonton K-ON!, Gochiusa, atau Blend S? Apakah anda menyukainya?

Anime yang disebutkan diatas memiliki unsur moe dan kehidupan sehari-hari yang nyaman untuk diikuti. Jika anda menyukai cerita ringan dan karakter moe yang dapat memenangkan hati anda saat membaca atau menontonnya, mungkin anda harus mengenal seri majalah Manga Time Kirara tempat berkumpulnya serial tersebut.

Dalam artikel ini, penulis akan mengenalkan kalian kepada serial majalah komik Manga Time Kirara dan beberapa seri komik di dalamnya serta komunitasnya di Indonesia.

Selayang Pandang

Manga Time Kirara adalah majalah komik terbitan Houbunsha. Majalah komik ini pertama kali terbit sebagai edisi spesial komik gag Manga Time pada tahun 2003. Berkat kepopularannya, edisi komik ini berkembang menjadi satu majalah komik sendiri yang khusus menampilkan komik 4-koma dengan gaya karakter moe.

Pada awal tahun 2000-an, popularitas gaya moe meroket, sehingga menyebabkan Houbunsha mengembangkan Manga Time Kirara menjadi satu lini majalah komik sendiri dengan beberapa ‚Äúsister magazine‚ÄĚ-nya sebagai berikut:

  • Manga Time Kirara (2002)
  • Manga Time Kirara Carat (2003)
  • Manga Time Kirara Max (2004)
  • Manga Time Kirara Forward (2006)
  • Manga Time Kirara Miracle (2011)
  • Manga Time Kirara Carino (2012)
  • Manga Time Kirara Magica (2012)

Karakteristik Manga Time Kirara

Secara umum, walaupun tidak semuanya, serial yang terbit pada majalah Manga Time Kirara memilki karakteristik sebagai berikut:

  • Iyashikei (Healing), serial pada Manga Time Kirara banyak yang memiliki cerita iyashikei yaitu mempunyai efek ‚Äúamnis dan ‚Äúmenenangkan kepada pembacanya.
  • Slice Of Life, cerita pada serial Manga Time Kirara banyak yang menggunakan slice of life atau bisa disebut sebagai kisah kehidupan sehari-hari.
  • Cute Girls Doing Cute things, serial pada Manga Time Kirara banyak yang menampilkan tokoh perempuan dengan segala tingkah laku mereka.
  • The One Guy, serial pada Manga Time Kirara jarang menampilkan karakter pria, jika ditampilkan maka hanya beberapa dan akan mudah untuk dikenali.

Meskipun serial pada Manga Time Kirara kebanyakan komik 4-koma dan dipenuhi dengan moe serta slice of life, faktanya seluruh majalah Manga Time Kirara terbit dengan kategori pembaca seinen.

MANGA TIME KIRARA

Manga Time Kirara pertama kali terbit pada tahun 2002 sebagai edisi spesial dari Manga Time. Manga Time Kirara terbit pada tanggal 9 setiap bulan dengan harga jual 429 Yen. 113 seri komik sudah diterbitkan pada majalah komik ini. Berikut beberapa contoh seri komik yang terbit pada Manga Time Kirara:

K-ON!

K-ON! adalah komik 4-koma yang ditulis dan diilustrasikan oleh Kakifly. Komik ini terbit dan diserialisasikan di Manga Time Kirara pada April 2007 hingga Oktober 2010. juga di Manga Time Kirara Carat pada 2008 hingga 2012.

K-ON! bercerita tentang  lima cewek SMA yang berada dalam klub musik di sekolahnya. Kelima cewek tersebut, Yui Hirasawa, Ritsu Tainaka, Mio Akiyama, Tsumugi Kotobuki dan Azusa Nakano membentuk sebuah band bernama Ho-kago Tea Time (HTT). Cerita K-ON tidak berfokus hanya pada aspek band saja, melainkan juga aspek kehidupan sehari-hari mereka.

Komik K-ON! sudah mendapatkan adaptasi anime sebanyak dua musim oleh studio Kyoto Animation. Musim pertama tayang pada 3 April 2009 hingga 26 Juni 2009 sebanyak 13 episode. Musim keduanya tayang pada 7 April 2010 hingga 29 September 2010 sebanyak 26 episode. K-ON! juga mendapatkan adaptasi movie yang tayang pada 3 Desember 2011.

Doujin Work

Doujin Work adalah komik 4-koma buatan Hiroyuki. Komik ini terbit pada Manga Time Kirara, Manga Time Kirara Carat, dan Manga Time Kirara Forward, diserialisaikan pada 2004 hingga 2008.

Doujin Work becerita tentang Najimi Osana yang mencoba menjadi doujin artist, setelah terpukau akan keuntungan yang bisa dihasilkan melalui penjualan doujin. Setelah mencobanya, ia menemukan bahwa hal tersebut tidak semudah yang ia kira.

Doujin Work sudah mendapatkan adaptasi anime oleh studio Remic, ditayangkan pada 4 Juli 2007 hingga 19 September 2007 sebanyak 12 episode.

Slow Start

Slow Start merupakan komik 4-koma buatan Yuiko Tokumi yang terbit dalam Manga Time Kirara pada tahun 2013.

Slow Start menceritakan kisah Hana Ichinose yang telat masuk SMA selama satu tahun. Selama bersekolah Hana berusaha mengejar ketinggalannya dan menjaga rahasia tersebut dari teman-teman barunya.

Slow Start telah mendapatkan adaptasi oleh studio CloverWorks, tayang pada 7 Januari 2018 hingga 25 Maret 2018 sebanyak 12 episode.

MANGA TIME KIRARA CARAT

Manga Time Kirara Carat pertama kali terbit pada tahun 2003. Majalah ini terbit pada tanggal 28 setiap bulannya dengan harga jual 333 yen. 112 seri komik sudah diterbitkan pada majalah komik ini. Berikut beberapa contoh seri komik yang diserialisasikan pada Manga Time Kirara Carat

Kill Me Baby

Kill Me Baby adalah komik 4-koma buatan Kaduho, diserialisasikan pada Manga Time Kirara Carat sejak 2008 hingga sekarang.

Kill Me Baby bercerita tentang Yasuna Oribe dan temannya, Sonya sang assassin beserta Agiri Goshiki yang merupakan seorang ninja. Cerita Kill Me Baby berputar pada kehidupan sehari-sehari yang dipengaruhi oleh kebiasan-kebiasan unik mereka.

Kill Me Baby telah mendapatkan adaptasi anime oleh J.C. Staff, tayang pada 6 Januari 2012 hingga 30 Maret 2012 sebanyak 12 episode.

Blend S

Blend S merupakan komik 4-koma buatan Miyuki Nakayama, diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Carat pada Oktober 2013 hingga sekarang.

Blend S bercerita tentang cewek SMA bernama Maika Sakuranomiya yang sulit medapatkan pekerjan sampingan, karena wajahnya yang seram saat tersenyum. Akhirnya, ia direkrut untuk bekerja sebagai pelayan oleh Stile, kafe di mana pelayannya diberikan keunikan khusus seperti tsundere dan Adik perempuan.

Blend S diadaptasi menjadi anime oleh studio A-1 Pictures, tayang pada 8 Oktober 2017 hingga 24 Dsember 2017 sebanyak 12 episode.

New Game!

New Game! adalah komik 4-koma buatan ShŇćtarŇć TokunŇć, terbit pada Januari 2013 dalam Manga Time Kirara Carat.

New Game! bercerita tentang Aoba Suzukaze yang baru bekerja sebagai desainer karakter pada perusahaan gim Eagle Jump. Aoba bertemu dengan berbagai macam orang, sebut saja Yun Iijima spesialis desainer monster; Hifumi Takimoto yang pemalu; Hajime Shinoda sang pengoleksi figurin, Rin Tooyama, direktur seni yang tertib; Shizuku Hazuki, direktur game yang membawa kucingnya bekerja, dan Umiko Ahagon, kepala programmer pemarah.

New Game! diadaptasi menjadi anime oleh studio Doga Kobo sebanyak 2 musim. Musim pertama tayang pada 4 Juli 2016 hingga 19 September 2016 sebanyak 12 episode. Musim Kedua tayang pada 11 Juli 2017 hingga 26 September 2017 sebanyak 12 episode.

MANGA TIME KIRARA MAX

Manga Time Kirara Max pertama kali terbit pada tahun 2003. Majalah ini terbit pada tanggal 19 setiap bulannya dengan harga jual 426 yen. 114 seri komik telah berhasil diterbitkan pada majalah komik ini. Berikut beberapa contoh seri komik yang diserialisasikan pada Manga Time Kirara Max

Kiniro Mosaic

Kiniro Mosaic merupakan komik 4-koma buatan Yui Hara, diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Max pada Juni 2010.

Kiniro Mosaic bercerita tentang Shinobu Omiya, seorang gadis SMP yang pernah homestay di Inggris dengan seorang gadis bernama Alice Cartelet. Suatu hari, Shinobu menerima surat dari Alice bahwa dia akan datang ke Jepang. Alice muncul dan bergabung dengan Shinobu dan lingkaran temannya yaitu Aya Komichi dan Yoko Inokuma di sekolahnya, juga diikuti oleh temannya dari Inggris bernama Karen Kujo.

Kiniro Mosaic diadaptasi menjadi anime oleh studio Gokumi sebanyak dua musim. Musim pertama tayang pada  6 Juli 2013 hingga 21 September 2013. Musim keduanya tayang pada 6 April 2015 hingga 22 Juni 2015. Keduanya sama-sama berjumlah 12 episode.

Gochuumon wa Usagi desu ka?

Gochuumon wa Usagi desu ka?, atau biasa disebut Gochiusa, adalah komik 4-koma buatan Koi yang diserialisasikan dalam majalah Manga Time Kirara Max pada Maret 2011 hingga sekarang.

Gochiusa menceritakan kisah lima cewek pelayan Cocoa Hoto, Chino Kafu, Rize Tedeza, Chiya dan Syaro Kirima dalam menjalani pekerjaan serta kehidupan sehari-hari mereka.

Gochiusa diadaptasi oleh studio White Fox sebanyak dua musim, dengan masing-masing berjumlah 12 episode. Musim pertama tayang pada 10 April 2014 hingga 26 Juni 2014. Musim keduanya tayang pada 10 Oktober 2015 hingga 26 Desember 2015.

Comic Girls

Comic Girls adalah komik 4-koma buatan Kaori Hanzawa dan diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Max pada Mei 2014.

Comic Girls bercerita tentang Kaoruko Moeta, seorang pembuat komik yang masuk ke dalam asrama wanita untuk pengarang komik setelah mendapatkan posisi terbawah pada survei pembaca. Teman sekamar Kaoruko adalah Koyume Koizuka, seorang pengarang komik shoujo, Ruki Irokawa seorang pengarang manga romansa remaja, dan Tsubasa Katsuki seorang pengarang komik shounen. Para gadis saling mendukung saat mereka bekerja untuk menjadi pengarang komik yang lebih baik.

Comic Girls diadaptasi menjadi anime oleh studio Nexus, tayang pada 5 April 2018 hingga 21 Juni 2018 sebanyak 12 episode.

MANGA TIME KIRARA FORWARD

Manga Time Kirara Forward pertama kali terbit pada tahun 2006. Majalah ini terbit pada tanggal 24 setiap bulannya dengan harga jual 528 yen. Berbeda dengan majalah komik Kirara lainnya, Manga Time Kirara Forward tidak menampilkan komik 4-koma, melainkan komik dalam format biasa. 109 seri komik telah diterbitkan pada majalah komik ini. Berikut beberapa contoh seri komik yang diserialisasikan pada Manga Time Kirara Forward

Hanayamata

Hanayamata adalah komik buatan SŇć Hamayumiba. Komik ini diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Forward pada Juni 2007 hingga April 2018.

Hanyamata menceritakan gadis biasa bernama Naru Sekiya yang masuk kedunia tarian yosakoi setelah bertemu dengan seorang gadis asing bernama Hana N. Fountainstand.

Hanayamata mendapatkan adaptasi anime oleh studio Madhouse, tayang pada 8 Juli 2014 hingga 23 September 2014 sebanyak 12 episode.

Yuru Camp

Yuru Camp merupakan  komik buatan Afro dan diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Forward pada Juli 2015.

Yuru Camp menceritakan tentang kisah sekumpulan gadis SMA yang suka berkemah di gunung. Nadeshiko, yang berniat untuk melihat gunung, pingsan setengah jalan ke tujuannya. Nadeshiko diselamatkan ketika dia bertemu Rin, seorang gadis yang sedang berkemah sendiri.

Yuru Camp telah diadaptasi menjadi anime oleh studio C-Station, tayang pada 4 Maret 2018 hingga 22 Maret 2018 sebanyak 12 episode.

Yumekui Merry

Yumekui Merry adalah komik fantasi buatan Ushiki Yoshitaka, diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Forward pada Agustus 2008.

Yumekui Merry bercerita tentang Yumeji Fujiwara yang memiliki kemampuan untuk melihat aura mimpi orang lain, memprediksi mimpi seperti apa yang akan mereka miliki selanjutnya. Suatu hari Yumeji menemukan dirinya dalam daydream dan bertemu dengan seorang gadis bernama Merry Nightmare yang mencari cara untuk kembali ke dunianya.

Yumekui Merry diadaptasi oleh studio J.C. Staff. Tayang pada 7 Januari 2018 hingga 8 April 2018 sebanyak 13 episode.

MANGA TIME KIRARA MIRACLE!

Manga Time Kirara Miracle! pertama kali terbit pada tahun 2011. Majalah ini terbit setiap bulannya dengan harga jual 333 yen. Sayangnya majalah ini telah berhenti terbit pada bulan Desember 2017 lalu, karena sebagian komik-komik di Manga Time Kirara Miracle! sudah tamat. Komik yang belum tamat dipindahkan ke majalah Manga Time Kirara lainnya. 48 seri komik telah diterbitkan selama majalah ini masih eksis. Berikut beberapa contoh seri komik yang diserialisasikan pada Manga Time Kirara Miracle!

Joukamachi no Dandelion

 

Joukamachi no Dandelion adalah komik 4-koma buatan Ayumu Kasuga, diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Miracle! pada Juni 2012.

Dandelion becerita tentang keluarga Sakurada yang kelihatan seperti keluarga normal. Akan tetapi, mereka adalah keluarga kerajaan, di mana setiap anak memiliki kekuatan super yang unik. Lebih dari 2.000 kamera keamanan dipasang di seluruh kota untuk memantau mereka. Sembilan anak tersebut telah ditetapkan sebagai calon pengganti tahta dengan keputusan bahwa penguasa berikutnya akan dipilih melalui pemilihan. Akane Sakurada, yang merupakan putri ketiga, memutuskan akan menghilangkan seluruh kamera keamanan jika ia menjadi ratu.

Dandelion diadaptasi oleh studio Production IMS, tayang pada 3 Juli 2015 hingga 18 September 2015 sebanyak 12 episode.

Koufuku Graffiti

koufukuGraffiti

Koufuku Graffiti adalah komik 4-koma buatan Makoto Kawai dan diserialisasikan dalam Manga Time Kirara Miracle! pada 2012.

Koufuku Graffiti berceri tentang Ryo Machiko, seorang cewek SMA yang tinggal sendiri sejak neneknya meninggal. Meskipun memiliki keterampilan luar biasa dalam memasak, Ryo merasa masakannya belum terasa enak. Begitulah, sampai ia bertemu dengan sepupu keduanya, Kirin Morino, yang menunjukkan kepadanya kunci untuk membuat masakan menjadi enak.

Koufuku Graffiti diadaptasi oleh studio Shaft, tayang pada 9 Januari 2015 hingga 27 Maret 2015 sebanyak 12 episode.

Sakura Trick

Sakura Trick merupakan komik yuri 4-koma buatan Tachi dan diserialisasikan pada Manga Time Kirara Miracle! pada Maret 2011.

Sakura Trick bercerita tentang Haruka Takayama dan YŇę Sonoda¬†yang merupakan teman tidak terpisahkan selama SMP. Akan tetapi setelah memasuki SMA, mereka akhirnya duduk di sisi yang berlawanan dari kelas. Haruka cemburu pada Yuu saat membuat teman baru, oleh karena itu keduanya memutuskan untuk membuat hubungan mereka spesial dengan saling mencium satu sama lain secara rahasia.

Sakura Trick mendapatkan adaptasi anime oleh studio DEEN, tayang pada 10 Januri 2014 hingga 28 Maret 2014 sebanyak 12 episode.

Manga Time Kirara Carino

Manga Time Kirara Carino pertama kali terbit di tahun 2012 dengan harga 980 yen. Majalah ini adalah majalah antologi komik dari para komikus pada seri Manga Time Kirara.

Manga Time Kirara Magica

Manga Time Kirara Magica adalah majalah khusus untuk seri Puella Magica. Majalah ini berisi segala info tentang seri Puella Magica mulai dari wawancara staf sampai berbagai spin-off dari serinya.

Manga Time Kirara Magica terbit pada tahun 2012 dengan harga 639 yen. Pertama kali majalah ini terbitsecara dwi-bulanan, dan mulai terbit menjadi bulanan sejak Oktober 2013. Majalah ini terbit secara tidak rutin sejak Februari 2017.

Kirara Fantasia

Kirara Fantasia adalah gim RPG fantasi pada ponsel pintar. Gim ini merupakan kolaborasi dari Hobunsha dan Aniplex yang menampilkan berbagai karakter dari komik Manga Time Kirara. Gim ini dirilis pada 11 Desember 2017 untuk iOS dan Android. Sayangnya, gim ini masih dalam bahasa jepang dan belum ada untuk bahasa lainnya.

Dalam gim ini pemain dapat menggunakan karakter asli di gim yaitu Kirara, Lamp, dan Match, atau berbagai macam karakterdari Manga Time Kirara dalam sebuah petualangan untuk menyelamatkan dunia. Gim ini¬†menampilkan skenario utama, juga skenario karakter di mana pemain dapat meningkatkan “friendship level” mereka dengan berbagai macam karakter. Gim ini merupakan gim turn-based, di mana pemain menyerang secara bergantian.

Kirara Fantasia juga memiliki fitur town building dan room-customization. Berbagai fasilitas yang dibangun di kota seperti pusat perbelanjaan, tempat pelatihan, dan aula pemanggilan memiliki berbagai efek dalam game yang bermanfaat. Sementara itu pada “Kirara Room” pemain dapat mendokarasi dan megisi ruangan tersebut dengan karakter Manga Time Kirara favorit pemain.

Partai Kirara Indonesia

Aktivitas propaganda Partai Kirara Indonesia di Comifuro 11.

Partai Kirara Indonesia adalah komunitas yang menghimpun para penggemar karakter anime maupun komik dari majalah komik Manga Time Kirara. Komunitas ini memperkenalkan dan mensosialisasikan perihal Manga Time Kirara dan menghimbau warganet untuk membeli komiknya secara resmi, dengan harapan komik terbitan Kirara lainnya dapat masuk ke Indonesia.

Kegiatan terbaru dari komunitas ini adalah pada saat Comifuro 11 lalu, di mana mereka mendirikan stan untuk memperkenalkan hal-hal dasar mengenai Manga Time Kirara, dan memamerkan komik-komik Kirara yang secara resmi masuk ke Indonesia.

Kesimpulan

Manga Time Kirara memang cocok bagi yang ingin menikmati cerita ringan, santai dan menenangkan hati. Masih banyak lagi seri yang ada dalam Manga Time Kirara yang belum disebutkan diatas. Jangan lupa untuk bergabung dan menjadi kader dalam Partai Kirara Indonesia untuk mengetahui hal terupdate soal Manga Time Kirara!

Artikel ini juga merupakan kolaborasi bersama Partai Kirara Indonesia. Penulisan oleh Allen Saputra.

 

CIAYO Comics Rewards, Bagi-bagi Hadiah untuk Pembaca Komik!

Membaca komik sambil mendapatkan hadiah? Mengapa tidak.

CIAYO Comics optimis meluncurkan program loyalitas pengguna, CIAYO Comics Rewards untuk semua pengguna aplikasi maupun pembaca melalui website. CIAYO Comics Rewards sudah dapat digunakan seluruh pengguna CIAYO Comics pada tanggal 24 September 2018. Sebagai platform komik digital pertama asal Indonesia, jumlah download CIAYO Comics yang telah mencapai 900.000 download dengan jumlah pengunjung aktif 50.000 pengunjung per hari sejak pertama berdiri di tahun 2017.

Setiap akun yang berpartisipasi dalam  program ini akan mendapatkan poin. Poin didapatkan dengan cara menjawab kuis trivia yang berisi pertanyaan seputar komik yang ada di CIAYO Comics. Setiap pertanyaan yang dijawab dengan benar akan mendapatkan 20 poin dan untuk setiap akun baru akan mendapatkan tambahan 500 poin. Setiap akun mempunyai satu kali kesempatan untuk mengumpulkan poin setiap harinya. Poin yang terkumpul dapat ditukarkan dengan hadiah yang menarik seperti voucher Go-Pay, Voucher Pulsa, tiket bioskop, dan berbagai merchandise menarik dari CIAYO Comics.

Cara baru untuk engage berhadiah!

Dengan adanya fitur baru ini CIAYO Comics berharap aktivitas pengguna di dalam aplikasi maupun website akan meningkat. Pengguna bukan hanya membaca dan berinteraksi dengan sesama pembaca maupun author komik, namun juga mendapatkan hadiah menarik. Selain mengapresiasi pengguna lama, CIAYO Comics juga menyasar pengguna baru dengan program CIAYO Comics Rewards.

Bukan hanya pengguna, CIAYO Comics Rewards juga membantu para kreator komik dengan meningkatkan loyalitas pembaca komik dan mendatangkan pembaca baru. Para kreator komik juga mendapatkan apresiasi tersendiri dari CIAYO Comics melalui program khusus kreator komik, Authors Rewards.

Poin yang didapat juga bisa ditukar, loh!

‚ÄúMempertimbangkan jumlah download kita yang hampir menyentuh 1 juta dalam kurun waktu kurang dari 2 tahun.¬† Ini saatnya kita mengapresiasi setiap pengguna yang sudah setia membaca komik melalui CIAYO Comics, ini juga bentuk perhatian kita untuk mempromosikan komik yang tentunya akan berdampak positif bagi para author komik juga‚ÄĚ ungkap Head of business Development CIAYO Comics, Khrisnawan Adhie.

About CIAYO Corp

CIAYO Corp memulai bisnis perkembangan properti intelektual dari aplikasi komik digital, CIAYO Comics pada akhir tahun 2016. CIAYO Comics menjadi platform komik digital pertama yang di kembangkan oleh anak bangsa. CIAYO Corp juga menggawangi studio developer games, CIAYO Games serta berkolaborasi dengan studio animasi ternama, Kumata Studio dan studio games yang populer, Agate Studio. CIAYO Games meluncurkan permainan mobile arcade¬†berjudul ‚ÄúCHIPS: Monster Tap!‚ÄĚ yang berhasil menjadi finalis Indonesia Game Contest oleh Google Play dan The Best Mobile Game of The Year oleh Popcon Asia 2017. Bergerak sebagai media, CIAYO Corp mengoperasikan CIAYO Blog yang membahas tren pop culture terbaru dan telah menarik lebih dari 100.000 pembaca setiap bulannya.

Kontak
Michael Tan
Public Relation
+6282273170103
[email protected]¬†

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari CIAYO Corp

‚ÄúMisi Rahasia‚ÄĚ Terbitan Manga Jojo di Indonesia Dengan Kearifan Lokal

Terbitan manga Jojo di Indonesia dengan segala keunikannya

JoJo’s Bizarre Adventure adalah manga buatan¬†Hirohiko Araki. Manga ini diserialisasikan pada 1987 dalam Weekly Shonen Jump hingga tahun 2004 sebelum pindah ke Ultra Jump sebagai manga bulanan sampai sekarang.

Manga Jojo ini memang sangat popular di jepang, sampai saat ini sudah ada 8 bagian cerita pada manga tersebut yang jika ditotalkan menjadi 122 volume. Tapi apakah kalian tahu bahwa manga Jojo juga pernah diterbitkan di Indonesia? Ya, manga Jojo pernah di terbitkan di Indonesia dengan judul Misi Rahasia.

Misi Rahasia di terbitkan di Indonesia secara ilegal oleh Rajawali Grafiti. Rajawali Grafii sendiri merupakan penerbit yang berfokus pada penerjemahan manga yang tenar pada zamannya. Komik ini diterbitkan sampai volume 13 yang mencakup Jojo bagian 1 sampai 3.

Rajawali Grafiti memang terkenal kontroversial karena tidak pernah menyertakan informasi pengarang asli yang mereka terbitkan. Terjemahan mereka pun juga apa adanya, bahkan bisa dibilang sedikit kacau dengan bahasa gaul dan istilah-istilah lokal yang mereka selipkan.

Hal tersebut juga terjadi pada manga Jojo yang mereka terbitkan di Indonesia. Hal pertama yang paling berbeda adalah pada penamaan judul. Judul asli yang seharusnya adalah JoJo’s Bizarre Adventure diubah menjadi Mission Impossible Misi Rahasia. Terlebih lagi tampilan depan buku pada komik Misi Rahasia ini bukanlah cover aslinya, melainkan tampilan depan buku yang diilustrasikan oleh orang lain.

Menarik dan mempunyai keunikan tersendiri bukan? Jika anda tertarik untuk mengoleksinya tenang saja, karena masih ada orang yang menjual komik ini. Kalian dapat mencarinya pada toko online favorit kalian.

Sumber gambar diambil dari pengguna Facebook Alif Bintang dan Hamdal Al Syahzi.

Ganci Lebih Dari Komik?

Poster, gantungan kunci, stiker, pin. Barang ini banyak dijual di festival anime, tapi tidak dengan komik. Kenapa?

Jika Anda pergi ke festival jejepangan atau industri kreatif Indonesia, ada pemandangan yang hampir pasti ditemui, yakni stan yang menjual berbagai pernak-pernik anime, seperti poster, stiker, atau gantungan kunci. Ketiga barang ini terus merajai berbagai festival jejepangan, bahkan di acara yang mengedepankan komik atau novel sebagai komoditas jual. Lain nasib dengan buku komik dan novel, walau sekarang mulai berkembang, masih kalah jumlah dengan ketiga barang ini.

Mungkin Anda bertanya-tanya, kenapa hal ini bisa terjadi? Anda datang di waktu yang tepat, karena penulis akan menjawab rasa penasaran Anda. Dirangkum dari berbagai sumber, mulai dari pengunjung, percetakan, hingga penjual, inilah sejumlah alasan kenapa merchandise masih lebih diminati dibanding buku komik atau novel.

Lebih Cepat Untung

Sebagian besar penjual di acara jejepangan adalah anak SMA atau mahasiswa, di mana mereka memiliki motivasi tinggi untuk mencukupi kehidupan mereka, menambah uang jajan, atau sekadar ingin merasakan uang hasil jerih payah sendiri. Jika uang adalah motivasi utama, tentu penjual ingin mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dengan modal sedikit-dikitnya. Mau tidak mau, kita harus kembali membahas seputar ekonomi di sini.

Dalam ekonomi, kita mengenal istilah profit margin, yaitu keuntungan (profit) yang dihasilkan dibagi dengan omset (revenue) yang didapatkan. Dalam hal ini, buku komik hanya menghasilkan untung sebesar 20-50%, mengingat biaya produksinya yang mahal dan harga jual yang harus dipertimbangkan sedemikian rupa agar dapat menarik penggemar. Laba yang lebih meyakinkan dapat diraih dengan menjual gantungan kunci (70%), poster (80%), atau bahkan stiker (90%). Mengingat biaya produksinya yang murah, penjual dapat mendongkrak harga jual dengan tenang. Terjual sedikit saja sudah balik modal.

Lebih Sedikit Kerja

Harus diakui, membuat komik bukanlah hal mudah. Perlu konsep yang matang akan ide dan alur cerita, pemilihan gaya gambar, desain, dan perwatakan karakter, beserta segala hal yang membuat proses pembuatan komik memakan waktu yang lama. Jika Anda membuat komik tersebut dengan karakter Anda sendiri, bukan dari anime yang sudah ada, Anda perlu memutar otak kembali untuk menentukan target pasar dan cara marketing yang tepat untuk karya Anda.

Curhatan seorang artist mengejar deadline acara (Sumber: Momo Yanuarta)

Alhasil, membuat merchandise seperti poster, stiker, atau gantungan kunci menjadi pilihan. Cukup riset tentang anime yang tengah diminati pasar, gambar, cetak, selesai. Mepet deadline? Tak perlu risau, karena Anda dapat membuatnya dalam kurun waktu yang singkat.

Beginilah Pasar Wibu Nusantara

Bicara soal jual beli komoditas jejepangan, mau tidak mau kita harus melihat pasar utama kita, tentu saja para wibu, yang ternyata memiliki keunikan tersendiri dibanding penggemar anime di negara lain. Selain menjadi satu-satunya negara yang menyebut dirinya sebagai “wibu” alih-alih “otaku”, para wibu Indonesia menganggap hobi akan hal jejepangan sebagai suatu kebanggaan, yang patut dipamerkan tidak hanya di dunia maya, melainkan juga dunia nyata.

Merchandise bisa dipamerkan, atau setidaknya jadi barang koleksi (Sumber: Ade Naufal Ammar)

Hal ini terpampang jelas dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pin anime di tas, gantungan kunci anime di kotak pensil, kaus anime, hingga poster anime di dinding kamar. Melihat permintaan pasar akan merchandise ini yang begitu tinggi, para illustrator ramai-ramai membuatnya dengan harapan mendapatkan untung dari hasil penjualannya.

Nasib yang sama tidak dialami oleh komik dan novel. Taraf kebangaan pembeli tak setinggi stiker atau gantungan kunci. Apresiasi wibu terhadap buku komik cetak juga masih tergolong rendah, bahkan beberapa di antara mereka malas membeli buku fisik dan lebih mengharap akan versi digitalnya yang bisa dibaca gratis. Doujin masih dipukul rata dengan komik hentai. Jika ada komik atau novel yang bisa laris, biasanya karena komiknya atau komikusnya terkenal.

Tidak Selamanya Indah

Waktu pembuatan singkat, untung lebih banyak, dan minat pasar yang tinggi. Kalimat yang tentunya menggiurkan untuk para illustrator yang hendak mencari uang dengan membuat merchandise.

Sayangnya, banyak illustrator juga berpikir hal yang sama, tidak mau mengambil risiko. Alhasil, pasar dipenuhi oleh barang-barang yang sejatinya adalah sama. Ketika yang satu menjual gantungan kunci Love Live, penjual lainnya juga menjual hal yang sama, hanya gambarnya saja yang berbeda. Hukum alam pun berlaku: siapa yang gambarnya paling bagus, dialah yang paling laku. Keuntungan yang dihasilkan hanya sesaat dan semakin sulit seiring makin banyaknya pendatang baru yang menjual karya yang kurang lebih sama. Jika merchandise anime musiman tidak laku, jangan harap banyak barang itu terjual di acara selanjutnya.

Di sinilah komik dan novel menunjukkan keunggulannya, yakni sebagai investasi karya. Perumusan ide dan alur cerita, pemilihan gaya gambar, desain dan perwatakan karakter, dll. tetap harus dilalui. Proses ini memang membutuhkan waktu, tenaga, dan uang yang tidak sedikit. Selama Anda konsisten berkarya, menggunakan strategi pemasaran yang tepat, serta mampu menjaring penggemar, karya Anda akan terus-menerus menghasilkan laba, tak peduli musim. Kabar gembiranya, banyak artist sudah menyadari hal ini, sehingga jumlah buku komik dan novel yang dijual di acara industri kreatif menjadi semakin banyak.

Pilih yang Mana?

Setelah semua diskusi sehat ini, mungkin Anda berpikir, lebih baik jualan merchandise (gantungan kunci, poster, pin, stiker) atau buku (komik, novel)? Tergantung. Jika Anda mengharapkan keuntungan dan tidak punya waktu banyak, membuat merchandise bisa menjadi pilihan cepat. Lain halnya jika Anda suka membuat cerita, atau ingin mengembangkan karakter sendiri, membuat komik atau novel fisik sangatlah ampuh untuk mendekatkan diri kepada pembaca. Apapun jalan yang Anda pilih, tetaplah berjualan secara sehat. Selamat berkarya!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.

[Liputan] Pesta Karya di ComicFest ID 2018

Ketiga kalinya diadakan, Comicfest ID semakin serius dalam menjaring talenta baru yang belum ditemukan sebelumnya.

Akhir pekan ini tim Risa Media kembali meliput sebuah acara industri kreatif lokal, yakni ComicFest ID 2018. Acara yang berlangsung tanggal 7-8 Juli 2018 ini diselenggarakan oleh re:ON, sebuah majalah kompilasi komik Indonesia yang kebetulan juga tengah merayakan hari jadi kelimanya. Seperti apa keseruan tim kami selama menghadiri acara ini?

Hari Pertama

Di perhelatan ketiganya, ComicFest ID diselenggarakan di tempat yang baru, Epicentrum Epiwalk. Mal ini mempunyai hall luas yang didesain layaknya taman, lengkap dengan atap transparan yang memungkinkan masuknya cahaya matahari, sehingga pengunjung ComicFest ID betah berlama-lama di sini, tak peduli panas atau hujan. Deretan meja di tengah dikhususkan untuk lingkarya yang hendak menjajakan karyanya.

Acara dibuka tepat jam 11.00, dengan cosplayer Jeanice Ang dan Ola Aphrodite sebagai MC-nya. Beberapa bintang tamu turut hadir di panggung, sebut saja cosplayer kelas wahid Ying Tze dan Pinky Lu Xun, art battle antara Erfan Fajar dan Adimas Soekidin, juga presentasi dari Komikin Ajah. Dari semua pertunjukan itu, hal yang ditunggu-tunggu di hari pertama ini adalah Dubbing Competition, kompetisi sulih suara komik yang langsung dinilai oleh ahlinya, Santosa Amin, pengisi suara Spongebob dan Suneo bahasa Indonesia.

Mengingat Comicfest ID adalah acara besutan re:ON, semua hal yang berkaitan dengan si imut Reon dan kawan-kawannya bisa Anda temukan di sini. Buku komik, merchandise komik, hingga merchandise cosplay re:ON bisa Anda dapatkan di sini. Momen ini juga menjadi kesempatan untuk memperkenalkan cosplay karakter baru, Noer. Berbalut hijab yang bernuansa Islami, Noer pertama diperkenalkan pada awal bulan Ramadhan sebagai anak sholeh yang rajin berwirausaha.

Sama halnya dengan festival pop kultur pada umumnya, acara ini juga ditutup dengan pertunjukan musik dari REBORN. Penonton tampak antusias dan bergerak mengikuti irama, sehingga mereka pulang dengan hati senang.

Hari Kedua

Sama seperti hari sebelumnya, Jeanice Ang dan Ola Aphrodite sebagai pemandu acara mengisi rangkaian event ComicFest ID 2018. Keseruan kali ini diisi oleh para peserta costreet yg menampilkan aksi mereka di hadapan para juri.

Pada sesi bincang dengan Ying Tze dan Pinky Lu Xun, kedua bintang tamu ini ditanyakan mengenai makanan favoritnya di Indonesia. Ying Tze menjawab Indomie Goreng, sedangkan Pinky Lu Xun tempe mendoan, sampai-sampai dia menghabiskan 15 buah, karena mendoan sangat jarang ditemukan di tempat asalnya sekarang, Australia. Bicara soal cosplay, keduanya sepakat bahwa kemampuan cosplayer di Indonesia saat ini semakin meningkat. Bahkan, menurut Pinky Lu Xun, cosplayer Indonesia itu kompetitif dan termasuk salah satu cosplayer terbaik di dunia.

Lomba costreet pun dimulai dengan Punipun dan kedua cosplayer di atas. Berbagai karakter yang dilombakan dalam lomba costreet ini membuat suasana menjadi sangat ramai dan seru. Tidak sedikit pengunjung yang memberikan semangat untuk para peserta lomba. Para peserta pun memberika penampilan pose yang menakjubkan. Tidak ketinggalan, sesi foto para peserta lomba costreet dengan para juri di akhir lomba.

Acara pun hampir di penghujung, dibuat ramai dengan penampilan RedShift dan Ola Aphrodite. RedShift membawakan beberapa lagu seperti Aozora no Rhapsody dan Youkoso Japari Park, serta Ola Aphrodite tampil menari dengan sangat imut. Berakhirnya penampilan RedShift dan Ola Aphrodite, berakhir pula acara ComicFest ID 2018. Sampai jumpa di keseruan acara Comicfest selanjutnya!

Liputan dan penulisan oleh Excel Coananda, Rahmat Maulana, Bonaventura Aditya Perdana, Aisyah Muza, dan Rinaldi Xafort.

[Ulasan] Tiap Detik, Panggilan Wibu Untuk Berkarya

Akhirnya serial komik Tiap Detik yang sudah berjalan sejak 2015 berakhir tahun ini. Bagaimana pengaruhnya dalam perkembangan "wibu berkarya" di Indonesia?

Mei 2015. Zaman di mana komik Indonesia masih belum naik daun. Hanya ada dua cara untuk menikmati komik pada saat itu: membeli bukunya di toko buku, atau mengunduh bajakannya secara gratis di jagat maya. Masyarakat masih bimbang, menerka-nerka, apakah yang disebut “komik Indonesia” itu, dan apakah itu akan sukses ke depannya.

Di lain tempat, Renato Reimundo Jr, juga dikenal dengan nama penanya Voyager289, turut membaca situasi ini, melihat komik Indonesia sebagai pasar yang potensial. Sebagai penggemar anime, dia paham betul komik seperti apa yang diinginkan oleh orang-orang sepertinya. Romansa komedi, tentu dengan balutan jejepangan yang khas. Awalnya, Rey (sebutan untuk komikus Tiap Detik) membagikan komiknya untuk dibaca secara gratis di situs ngomik.com. Karena responnya positif, penerbit Koloni menawarkan Rey untuk merilis komiknya dalam bentuk buku.

Keempat buku komik Tiap Detik

Pada awal rilisnya, komik ini langsung menuai berbagai pendapat. Banyak yang memuja komik ini sebagai “manga karya anak bangsa”, tetapi tak sedikit pula yang mengkritiknya karena masih terkesan asal-asalan dan “gak Indonesia banget”. Terlepas dari itu semua, komik ini menjadi salah satu komik terlaris di Gramedia tahun 2015.

Sesuai yang dijanjikan oleh komikusnya, Tiap Detik terdiri dari empat buku, yang rilis setiap tahunnya. Berhubung buku terakhirnya baru saja terbit, penulis akan mengulas segala hal tentang komik ini, dari awal sampai akhir.

PERINGATAN: TINGGALKAN ARTIKEL INI JIKA ANDA TIDAK INGIN TERCEMAR SPOILER.

Sinopsis Singkat

Tiap Detik bercerita tentang kisah Teo, seorang lelaki yang selalu dirundung kemalangan. Teo menyukai Riya, teman SMA-nya yang kalem tapi duduk di kursi roda, dan berencana untuk memacarinya. Surat cinta telah disiapkan. Namun sialnya, surat itu malah jatuh ke tangan Erina, gadis yang terkenal jutek di sekolahnya.

Erina pun menjadi pacar Teo, namun Teo hanya menganggap Erina sebagai teman karena masih mencintai Riya. Terjebaklah Teo dalam cinta segitiga yang penuh dengan naik turun, sampai harus berhadapan dengan Key, kakak Erina sekaligus antagonis utama dalam cerita ini, demi menyelamatkan orang-orang yang dicintainya.

Latar yang Membingungkan

Saat pertama membaca komik ini, pandangan penulis tertuju ke sekolah di mana tempat Teo dkk menuntut ilmu. Nuansa yang dihadirkan benar-benar terasa jejepangan. Bangunan sekolah, loker sepatu khas sekolah-sekolah di Jepang, tapi seragam sekolahnya mirip seragam sekolah negeri di Indonesia, lengkap dengan logo OSIS-nya, tapi seragamnya boleh ketat dan roknya boleh pendek. Pembaca pun dibuat bingung, cerita ini latarnya di Indonesia atau Jepang?

Nuansa sekolah yang masih terasa jejepangan. (Buku 1)

Kebingungan ini akhirnya dijawab oleh sang komikus di buku keduanya, yang sayangnya tidak banyak membantu. Diceritakan bahwa latar dalam Tiap Detik sebenarnya adalah alternate universe, di mana Indonesia menjadi negara maju dan berteknologi tinggi. Kebingungan justru semakin bertambah ketika mengetahui bahwa SMA Ciranca adalah sekolah negeri. Jika sedari awal sekolah ini diceritakan sebagai sekolah swasta, dengan seragamnya yang juga ala sekolah swasta, semua kebingungan ini tidak akan terjadi, dan tidak ada pihak yang tersinggung dengan seragam Erina yang ketat itu.

Komikus yang Mengerti Pasar

Mengingat komikusnya adalah seorang penggemar jejepangan, unsur wibu tentunya tidak terlewatkan di sini. Jojo Bizzare Adventure, Shokugeki no Souma, Shingeki no Kyojin, Yu-Gi-Oh, dan berbagai referensi jejepangan lainnya. Ada pula yang menilai cerita dari buku pertamanya mirip dengan serial anime Nisekoi, meskipun hal itu tak sepenuhnya benar.

Referensi anime yang sangat familiar. (Buku 2)

Selain dari banyaknya selipan khas anime tertentu dalam komik ini, perwatakan karakter yang dibuat “se-anime mungkin” juga membuat komik ini lekat ke penggemarnya yang mayoritas wibu. Riya yang dandere, Hima yang kuudere, dan Erina yang sudah jelas-jelas tsundere. Ketiganya juga didukung dengan penampilan yang sesuai dengan perwatakannya, terutama Erina dan rambut pirang yang cukup lazim dalam karakter tsundere, yang tentunya mempunyai daya tarik tersendiri di kalangan wibu. Seperti apakah daya tarik itu? Biarlah penulis lain yang membahasnya di lain waktu.

Banyaknya unsur anime dalam sebuah karya memang manjur untuk menggaet pangsa pasar wibu yang loyal. Jika ingin merambah pasar yang lebih luas, komik semacam ini bukan hal yang tepat. Jangankan non-wibu, ada pula wibu yang kurang mengerti beberapa referensi anime dan berbagai meme kekinian (pada zamannya) dalam komik ini.

Cerita Menarik di Awal Itu Penting!

Alur cerita yang masih tampak santai di buku pertama dan kedua mulai meningkat di buku ketiga. Di situlah baru dijelaskan konflik antara keluarga Riya dan Erina yang telah berlangsung sejak lama, yang juga menjadi alasan kelumpuhan Riya dan kebencian Key terhadap Riya dan juga Teo.

Di sinilah peran Hima, cewek kuudere berambut pendek yang tak suka disentuh, menjadi amat vital di buku kedua dan seterusnya. Persahabatan Erina dan Riya mulai mengalami keretakan semenjak kedatangan Teo, ditambah dengan konflik keluarga yang kembali mengemuka, menjadikan Hima sebagai penengah antara Riya, Erina, dan Teo. Di balik diamnya, Hima adalah karakter yang serba tahu, menjadi tempat curhat di saat hubungan Erina dan Riya sedang dingin. Potensi karakter ini terlambat disadari dan menjadi sia-sia, mengingat Hima di buku pertama hanya dicitrakan sebagai gadis pendiam yang kebetulan menjadi pelayan kafe.

Potensi yang terlambat disadari ini tidak hanya berlaku bagi Hima, melainkan keseluruhan isi komik ini dari buku kedua dan seterusnya. Key, antagonis utama dalam komik ini, awalnya digambarkan sebagai karakter yang kuat, tanpa cela, tapi perwatakannya terkesan seperti perebut perempuan orang semata. Karakter ini baru dijelaskan sedetil-detilnya di buku keempat. Bahkan, pengertian tentang spirit dan karakter yang memilikinya baru dijelaskan di buku keempat, seakan-akan konsep ini hanyalah tambalan inkonsistensi dari ketiga buku sebelumnya. Alhasil, pembaca pun bosan dan tidak berniat melanjutkan komik ini lagi, karena cerita yang sudah datar sedari awal.

Pertarungan antara protagonis dan antagonis yang diakhiri dengan “Ceramah no Jutsu” (Buku 4)

Kendati telah ditutupi dengan konsep spirit ini, masih banyak hal yang hal yang harus dipertanyakan dalam komik ini. Banyak bagian-bagian seru yang terlalu difokuskan di akhir, tanpa dibocorkan sedikit pun di awal. Adegan Teo vs Key demi menyelamatkan Erina berakhir dengan “ceramah no jutsu“, satu lagi referensi anime. Tari dan pesawat yang digambarkan di sampul belakang buku keempat ternyata benar digunakan dalam ceritanya… Hanya untuk transportasi cepat dari sekolah ke rumah Erina!

Bagaimana dengan Hima? Ternyata dia tewas karena membagikan spirit-nya ke Erina yang sekarat. Fokus cerita berubah jadi menyelamatkan Hima, tanpa kejalasan ke mana cinta Teo berlabuh.

Sulitnya Mempertahankan Pasar

Saat awal kemunculannya di pertengahan 2015, komik Tiap detik menjadi buah bibir kalangan wibu dan pemerhati komik lokal. Konsep “manga karya anak bangsa” menjadi faktor utama larisnya buku pertama ini. Fanart karakternya bertebaran dimana-mana. Sayangnya, euforia itu tak berlangsung lama. Saat kemunculan buku kedua, semakin sedikit yang membahas meskipun kualitasnya meningkat. Begitu pula dengan buku ketiga dan keempat, bisa dikatakan hampir tidak terdengar gaungnya.

Perginya pembaca buku pertama menjadi salah satu faktor melemahnya gaung Tiap Detik. Kualitas gambar dan ceritanya yang terkesan “setengah matang” membuat pembaca pesimis akan buku lanjutannya.

Pesawat yang ada di sampul belakang buku keempat ternyata ada di dalam cerita. (Buku 4)

Kemunculan layanan komik daring berformat Webtoon, ditambah dengan semakin maraknya komik di jejaring sosial Facebook dan Instagram, semakin memperparah keadaan. Pembaca kini dapat membaca berbagai komik baru setiap minggunya secara gratis dan legal. Sang komikus tampaknya tidak menyadari peluang ini, dan tetap berfokus di komik cetak sampai akhir terbitnya. Laman penggemarnya hanya berisikan fanart kiriman pembaca, testimoni pembaca, dan progres pengerjaan buku selanjutnya. Andaikan sang komikus mulai¬† menyadari akan potensi komik daring, setidaknya membuat versi komik strip ringan dari Tiap Detik, pembaca akan tetap ingat akan karakternya dan lebih mudah “nyambung” ketika buku barunya dirilis.

Komik ini juga hampir tidak pernah terlihat dalam perhelatan industri kreatif lokal, seperti Comifuro atau Pakoban. Padahal, acara ini dapat dijadikan kesempatan untuk berjumpa dan berinteraksi dengan penggemar, juga memasarkan komik dan merchandise-nya ke kalangan yang menjadi target utamanya, wibu. Tampaknya sang komikus harus memutar strategi baru agar komik Tiap Detik tetap dapat bersaing di pasaran.

Panggilan Wibu Untuk Berkarya

Terlepas dari berbagai penilaian negatif yang ada, komik Tiap Detik telah menjadi inspirasi dalam belantara komik lokal. Para wibu yang membaca komik ini, atau setidaknya melihat tren dari komik ini, mulai mencoba untuk membuat komiknya sendiri. Komik lokal bertema jejepangan, atau setidaknya menggunakan gaya gambar anime, satu persatu muncul ke permukaan. Banyak yang gagal, tapi tidak sedikit pula yang sukses dan dikenang.

Apakah keempat buku komik ini layak dibeli? Apakah pertanyaan #KemanaKomikIndonesia tiga tahun silam sudah terjawab? Biarlah Anda yang menentukan.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.

Style Anime Untuk Industri Kreatif Lokal, Why Not?

Menggambar dengan style anime/manga, kenapa diminati, dan kenapa tidak? Lantas harus bagaimana?

Ya, industri kreatif lokal, terutama komik, tengah berkembang pesat di tanah air. Banyak orang mulai mencicipi industri yang potensial dan penuh saingan ini, tidak terkecuali para penggemar jejepangan. Mereka mulai membuat fanart, menjualnya, kemudian “naik kelas” menjadi kreator IP, membuat karakter sendiri. Tidak jauh dari anime dan manga yang mereka konsumsi, mereka menerapkan gaya gambar yang terinspirasi dari anime yang mereka tonton. Risa Comics, Pandaclip, Yozhman, dan masih banyak lagi.

Meskipun penuh dengan pro dan kontra, apakah benar gaya gambar anime/manga masih diminati industri kreatif lokal hingga saat ini? Kali ini, Risa Media, bersama dengan salah satu ilustrator lokal Roux Crimsonella, mengadakan survei untuk membuktikan argumen di atas.

Kenapa Style Anime Diminati?

Kebangkitan industri kreatif lokal di Indonesia tidak terlepas dari pengaruh anime dan manga. Hampir semua responden paham betul apa yang membedakan gaya gambar anime/manga dengan yang lainnya. Mata besar, hidung kecil, juga mengedepankan estetika karakter yang menarik. Anatomi dan proporsinya memang tidak realistis, tapi tidak terlalu abstrak seperti kartun barat, membuatnya mudah dimodifikasi sesuka hati. Mau dibuat moe, bisa. Dibuat sangar, bisa juga. Mau disederhanakan agar bisa digambar cepat? Pastinya bisa.

“Kenapa style gambar anime/manga diminati dalam industri kreatif lokal?”

Lingkungan sosial juga mempengaruhi tumbuh suburnya gaya gambar anime/manga. Banyak komunitas gambar yang tersebar di ranah maya, hampir semuanya mengedepankan gaya gambar anime/manga, mengingat mayoritas anggota grup memang penggemar jejepangan. Adanya teman yang suka menggambar dengan gaya anime/manga juga mendorong teman-temannya turut terjun ke dunia industri kreatif.

Di mana ada pasar yang besar, di situlah ada orang yang turut meramaikan. Alhasil, produk kreatif dengan gaya anime/manga merebak di mana-mana, terutama ilustrasi dan komik. Penggemar jejepangan yang tadinya hanya menjadi konsumen, kini turut membuat karya tanpa meninggalkan hobi jejepangan mereka.

Style Anime yang Menuai Kontra

Meskipun gaya gambar anime/manga tengah naik daun saat ini, tidak sedikit pula yang kurang berminat. Salah satu alasan terkuat adalah stereotip “anime tontonan bocah” yang masih mengakar kuat. Selain itu, banyaknya ilustrasi pornografi dengan gaya gambar anime/manga turut mempengaruhi buruknya persepsi anime di mata masyarakat luas.

“Kenapa style gambar anime/manga kurang diminati dalam industri kreatif lokal?”

Bagi sebagian orang, gaya gambar anime/manga cenderung generik, monoton, dan minim ciri khas. Mata besar, hidung kecil, moe, warna mencolok, dan masih banyak lagi pengaruh anime yang masih tersisa dari semua gambaran mereka. Tidak hanya itu, kasus same face syndrome juga sering terjadi bagi mereka yang menggunakan style anime/manga, di mana satu karakter dengan yang lain memiliki muka yang sama, hanya berbeda rambut dan atributnya saja.

Tidak hanya di masyarakat, gaya gambar ala anime juga mendapatkan “diskriminasi” di ranah akademik. Di beberapa sekolah dan universitas, menggambar dengan style anime/manga haram hukumnya, sehingga karya Anda langsung dicoret oleh dosen. Menurut mereka, gaya gambar¬†anime/manga itu kaku, kekanak-kanakan, dan juga menghilangkan esensi dari sebuah seni. Beberapa pelaku industri kreatif juga menyayangkan tren anime/manga ini, karena terlalu kejepang-jepangan dan “gak Indonesia banget”.

Untuk Mereka yang Berkarya

Terlepas dari pro dan kontra yang ada, toh gaya gambar anime/manga masih menguasai pasar industri kreatif Indonesia. Mayoritas hasil survei memandang gaya gambar anime/manga membawa lebih banyak dampak positif dibanding negatifnya.

Same face syndrome, kasus yang sering terjadi saat menggambar dengan gaya anime/manga.

Tidak ada salahnya Anda menggambar dengan gaya apapun juga, namun lebih bagus lagi jika Anda menguasai dasarnya, terutama anatomi dan proporsi. Mempelajari gaya gambar realis adalah salah satu cara untuk menguasai kedua hal yang menjadi titik lemah sebagian besar ilustrator dan komikus, bahkan yang terkenal sekalipun.

Mengingat persaingan pasar dalam bidang ilustrasi yang semakin sengit, mengembangkan keunikan dalam karya Anda adalah sebuah keharusan. Dengan adanya ciri khas, orang akan tahu dan mengingat karya Anda. Kenali target pasar Anda. Jangan terus menerus terlena di zona nyaman. Satu hal yang tidak kalah penting, banyak-banyak latihan, banyak-banyak berkarya, kurangi drama, karena tingkah laku juga mempengaruhi kinerja Anda sebagai pelaku seni.

Selamat berkarya dan tetap semangART!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Survei oleh Roux Crimsonella. Penulisan oleh Excel Coananda.