Manga Senryū Shōjo Mendapatkan Adaptasi Anime

Manga Senryū Shōjo mendapatkan adaptasi anime pada musim semi mendatang

Pada kamis (6/12), Kondansha mengumumkan bahwa manga buatan Masakuni Igarashi berjudul Senryū Shōjo akan mendapatkan adaptasi anime pada musim semi mendatang. Kana Hanazawa akan membintangi adaptasi ini sebagai pengisi suara karakter utama.

Pada situs resminya www.senryu-girl-official.com, mereka telah menampilkan  promotional image dan key visual serta beberapa jajaran staff pada adaptasi anime ini.

Promotional image
Key visual

Seri ini akan diadaptasi oleh studio Connect. Masato Jinbo (Shomin Sample, Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!, Restaurant to Another World) akan mengarahkan dan mengawasi adaptasi ini. Sedangkan Maki Hashimoto yang akan menangani design karakternya.

Manga ini bercerita tentang Nanako Yukishiro dan Eiji Busujima. Nanako adalah gadis yang imut dan ceria tetapi ia hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan senryū (sejenis gaya puisi). Sedangkan Eiji adalah seorang anak laki-laki yang terlihat menyeramkan tetapi baik hati. Manga ini menceritakan kisah interaksi sehari-hari mereka dalam klub Sastra sekolah melalui 17 suku kata.

Igarashi meluncurkan manga ini di Weekly Shonen Magazine pada bulan Oktober 2016. Seri ini telah menghasilkan lebih dari 450.000 cetakan. Manga ini berada di peringkat # 16 dalam kategori manga cetak dari Tsugi ni Kuru Manga Awards tahun ini di bulan Agustus.

Sumber: ANN

“Misi Rahasia” Terbitan Manga Jojo di Indonesia Dengan Kearifan Lokal

Terbitan manga Jojo di Indonesia dengan segala keunikannya

JoJo’s Bizarre Adventure adalah manga buatan  Hirohiko Araki. Manga ini diserialisasikan pada 1987 dalam Weekly Shonen Jump hingga tahun 2004 sebelum pindah ke Ultra Jump sebagai manga bulanan sampai sekarang.

Manga Jojo ini memang sangat popular di jepang, sampai saat ini sudah ada 8 bagian cerita pada manga tersebut yang jika ditotalkan menjadi 122 volume. Tapi apakah kalian tahu bahwa manga Jojo juga pernah diterbitkan di Indonesia? Ya, manga Jojo pernah di terbitkan di Indonesia dengan judul Misi Rahasia.

Misi Rahasia di terbitkan di Indonesia secara ilegal oleh Rajawali Grafiti. Rajawali Grafii sendiri merupakan penerbit yang berfokus pada penerjemahan manga yang tenar pada zamannya. Komik ini diterbitkan sampai volume 13 yang mencakup Jojo bagian 1 sampai 3.

Rajawali Grafiti memang terkenal kontroversial karena tidak pernah menyertakan informasi pengarang asli yang mereka terbitkan. Terjemahan mereka pun juga apa adanya, bahkan bisa dibilang sedikit kacau dengan bahasa gaul dan istilah-istilah lokal yang mereka selipkan.

Hal tersebut juga terjadi pada manga Jojo yang mereka terbitkan di Indonesia. Hal pertama yang paling berbeda adalah pada penamaan judul. Judul asli yang seharusnya adalah JoJo’s Bizarre Adventure diubah menjadi Mission Impossible Misi Rahasia. Terlebih lagi tampilan depan buku pada komik Misi Rahasia ini bukanlah cover aslinya, melainkan tampilan depan buku yang diilustrasikan oleh orang lain.

Menarik dan mempunyai keunikan tersendiri bukan? Jika anda tertarik untuk mengoleksinya tenang saja, karena masih ada orang yang menjual komik ini. Kalian dapat mencarinya pada toko online favorit kalian.

Sumber gambar diambil dari pengguna Facebook Alif Bintang dan Hamdal Al Syahzi.

[Ulasan] Oyasumi Punpun, Kisah Tertampar Realita Kehidupan

Sebuah manga yang menceritakan beranjak dewasanya seorang pemuda.

Oyasumi Punpun atau Goodnight Punpun merupakan manga yang ditulis oleh Inio Asasano.  Manga yang berjalan dari Maret 2007 sampai November 2013 ini dipublikasikan oleh Weekly Young Sunday pada tahun pertamanya, setelah itu oleh Big Comic Spirits pada tahun selanjutnya hingga selesai.

Oyasumi Punpun merupakan manga psikologi yang bercerita tentang beranjak dewasanya seorang pemuda bernama Onodera Punpun, dimulai dari masa kecilnya, hubungan keluarganya, kisah cintanya, dan berbagai permasalahan dalam hidupnya.

Menurut opini penulis sendiri, Oyasumi Punpun merupakan salah satu manga terbaik yang pernah penulis baca. Manga ini mengangkat cerita yang bisa dibilang cukup gelap, seperti kekerasan rumah tangga, perselingkuhan, depres\si, hingga bunuh diri. Akan tetapi, manga ini dikemas dengan sedemikian rupa sehingga memberikan kesan realistis yang menggambarkan pahit dan manisnya kehidupan. Manga ini sukses membuat penulis merasakan krisis eksistensial setelah membacanya. Di artikel ini, penulis akan coba mengulas hal yang membuat manga ini begitu menarik.

Penggunaan Simbolisme

Manga Oyasumi Punpun menggunakan banyak simbolisme dalam penceritaannya.  Salah satu hal yang paling berkesan dalam manga ini adalah bagaimana karakter utamanya di illustrasikan. Karakter utama yang kerap di panggil Punpun ini tidak diperlihatkan dalam bentuk manusia, melainkan di gambarkan seperti karikatur burung. Dalam manga ini, Punpun dan keluarganya digambarkan seperti itu. Alasan pengarangnya menggambarkannya seperti itu adalah agar para pembaca dapat mengidentifikasikan diri mereka kepada Punpun. Dengan membuat karakter utamanya berbentuk karikatur, pengarang dapat memanfaatkan bentuk tersebut sebagai simbolisme keadaan psikologis Punpun. Seiring berjalannya cerita, penggambaran Punpun berubah tergantung dengan keadaan psikologisnya.

Manga ini juga membuat simbolisme sisi gelap manusia. Dalam cerita, Punpun memiliki Tuhan pribadi yang digambarkan dalam bentuk orang afro. Tuhan pribadi ini sering memberikan nasihat kepada Punpun, tapi bukan dalam hal baik. Dia sering mengolok-olok Punpun karena pengecut dan terus menjalani hidup yang membosankan. Nasihatnya pun semakin menjadi-menjadi seiring berjalannya cerita. Tuhan pribadi Punpun merupakan penggambaran sisi gelap Punpun yang ada dalam dirinya.

Penceritaan Dari Sudut Pandang Orang Ketiga

Hal lain yang unik dari manga ini adalah bagaimana manga ini diceritakan dari sudut pandang ketiga. Manga ini diceritakan melalui perspektif Punpun sendiri, akan tetapi melalui naratif sudut pandang orang ketiga. Di sini Punpun jarang sekali berbicara. Segala pikiran dan tindakan yang ia lakukan dijelaskan melalui narator yang menggunakan kata ganti Punpun untuk menjelaskan  hal- hal tersebut. Sudut pandang orang ketiga ini digunakan untuk memperjelas keadaan psikologi Punpun sepanjang jalan cerita.

Perkembangan Karakter Utama yang Detil dan Bertahap

Perkembangan karakter utama disini benar-benar dijelaskan secara detail dan dikemas secara bertahap. Cerita dimulai dari masa kecil Punpun, di mana pada fase ini cerita masih bisa dibilang ringan dan menyenangkan. Ia digambarkan sebagai anak yang pemalu. Punpun bertemu dengan cinta pertamanya, Aiko Tanaka yang membuat hidupnya penuh warna. Klimaks dari fase ini adalah saat  munculnya masalah keluarga Punpun akibat kekerasan yang dilakukan ayahnya, serta kepergian cinta pertamanya.

Setelah itu terdapat lompatan waktu beberapa tahun, sampai Punpun memasuki masa remaja. Pada fase ini, Punpun digambarkan  sebagai anak yang penasaran dengan banyak hal, terutama pada hal yang berhubungan dengan seks. Ia terlihat lebih berani untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi, keberanian tersebut malah berbalik arah dan membuatnya dibenci oleh perempuan yang ia incar.

Manga ini melakukan lompatan waktu lagi sampai Punpun memasuki masa perkuliahan. Pada fase ini, keadaan psikologis Punpun makin tidak stabil. Dia mengalami berbagai macam stres hingga depresi yang membuatnya tidak memiliki keinginan untuk hidup.  Cerita menjadi semakai berat disini, dan illustrasi dirinya pada fase ini mulai menjadi aneh.

Memasuki akhir cerita, ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang tidak dapat ia lupakan. Setelah Punpun mengetahui kejadian tragis yang menimpa Aiko, Punpun berupaya melindunginya dengan segala cara. Apapun akan ia lakukan walaupun itu adalah sebuah kejahatan. Keadaan pskilogisnya benar-benar kacau. Ilustrasi dirinya pun sangat mendekati penggambaran setan. Lika-liku hidup yang dialami Punpun membuat diri pemalunya berubah menjadi agresif yang mengirimnya ke jalan gelap kedewasaan.

Karakter Sampingan yang Tidak Terlupakan

Walaupun manga ini berfokus terhadap kehidupan Punpun, manga ini juga tidak lupa untuk mengulas berbagai kisah hidup orang-orang di sekeliling Punpun dan berbagai masalah yang mereka hadapi, seperti cerita dua sahabat Masumi Seki dan Koh Shimizu, kisah cinta Yuichi Onodera (paman Punpun), klub okultisme, dan cerita lainnya.

Perlu diingat juga bahwa semua kisah sampingan tersebut memiliki hubungan dengan cerita utama, sehingga membuat manga ini benar-benar menanfaatkan serta mengupas karakter-karakter sampingannya dengan maksimal.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Oyasumi Punpun merupakan manga yang membahas berbagai masalah kehidupan yang dapat terjadi pada kehidupan nyata. Penggambaran kondisi psikologis karakter Punpun seiring berjalannya cerita terlihat sangat jelas. Akhir cerita manga ini juga sangat memuaskan, sehingga manga ini patut dibaca bagi kalian yang ingin merasakan emosi roller coaster dari awal hingga akhir.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Aji Kurniawan Saputra.

 

Manga Spin-off “Hataraku Saibou BLACK”: Cerita Kehidupan Para Sel Dalam Tubuh yang Tidak Sehat

Bagaimana jika para sel seperti pada Hataraku Saibou bekerja dalam tubuh yang tidak sehat? Jawaban tersebut dapat Anda temukan di manga spin-off-nya, "Hataraku Saibou BLACK".

Hataraku Saibou atau Cell at Work! merupakan manga buatan Akane Shimizu yang menggambarkan bagaimana sel-sel dalam tubuh manusia bekerja. Manga yang diterbitkan oleh Kodansha’s Shonen Manga ini telah diadaptasi menjadi anime oleh David Production yang tayang pada musim ini.

Hataraku Saibou bercerita tentang berbagai macam personifikasi sel seperti sel darah putih, sel darah merah, trombosit, dan sel lainnya yang bekerja sama untuk merawat serta menjaga tubuh tempat mereka tinggal. Hal tersebut membuat seri ini cukup edukatif dan ringan untuk diikuti. Namun, apakah kalian tahu bahwa seri tersebut memiliki spin-off yang sedikit berbeda dari seri utamanya? Berbeda dengan seri utamanya, spin-off nya yang berjudul Hataraku Saibou BLACK ini bisa dikatakan memiliki cerita dan penggambaran yang lebih gelap.

Hataraku Saibou BLACK merupakan manga spin-off yang ditulis oleh Shigemitsu Harada dan digambar oleh Issei Hatsuyoshi serta diawasi oleh pengarang aslinya. Jika pada seri utamanya para sel tersebut bekerja pada tubuh manusia yang sehat, spin-off ini menceritakan pekerjaan para sel di dalam tubuh yang tidak sehat. Ya, mereka bekerja pada tubuh manusia yang suka mabuk, merokok, berkolestrol tinggi, dan juga memiliki tingkat stres yang tinggi. Hal tersebut menghasilkan kondisi lingkungan hidup yang keras bagi para sel tersebut.

Dari ilustrasi sampul di atas, dapat dilihat bahwa karakter utama pada spin-off Hataraku Saibou BLACK merupakan gender-bender dari karakter utama pada seri utama mereka. Sel darah merah pada Hataraku Saibou BLACK membawa beban yang terlihat lebih berantakan dan berat sehingga membutuhkan perjuangan untuk mengantarkannya. Lalu sel darah putih terlihat lebih brutal dan dilengkapi dengan pedang di pundaknya.

Berbeda dengan seri utamanya dimana para sel bekerja di lingkungan yang bersih dan tertata rapi, pada Hataraku Saibou BLACK para sel harus bekerja pada lingkungan yang keras dan mematikan. Contohnya pada saat sel darah merah melukan pengiriman oksigen ke lokasi tertentu, mereka harus melewati semacam asap beracun yang dapat membunuh mereka.

Spin-off ini juga mengangkat cerita yang bisa dikatakan lebih dewasa. Contohnya pada momen di mana para sel darah merah masuk ke dalam alat kelamin pria dan bertemu dengan banyak sel sperma. Selain itu, bakteri dan virus juga terlihat lebih kejam dan menakutkan di sini.

Jadi, spin-off manga ini menceritakan pekerjaan para sel dalam kondisi tubuh yang berbeda, yaitu tubuh yang tidak sehat dengan segala masalah kesehatan yang dialaminya. Oh, iya. Jangan berharap Anda dapat melihat para trombosit yang imut pada spin-off ini.

Selain Hataraku Saibou BLACK, seri Hataraku Saibou juga memiliki 2 spin-off lainnya, yaitu:

  • Hataraku Saikin (Bacteria at Work), spin-off yang bercerita tentang pertarungan antara bakteri baik dengan bakteri buruk.
  • Hatarakanai Saibou (Cells that Don’t Work), spin-off yang bercerita tentang Erythroblasts, yaitu sel darah merah yang belum sepenuhnya dewasa, menolak untuk bekerja, hanya bermalas-malasan, serta mengurung diri di kamar.

Manga “Citrus” akan Tamat pada 18 Agustus 2018

citrus

Kok bisa sama ya tamatnya dengan hari pembukaan Asian Games? #eh

Kabar yang cukup menyedihkan datang bagi kalian para pencinta cerita bernuansa yuri. Edisi bulan September 2018 dari majalah Comic Yuri Hime terbitan Ichijinsha telah mengungkapkan pada Rabu ini (18/7) bahwa manga yuri karangan Saburouta, Citrus, akan tamat pada edisi bulan Oktober yang akan mulai didistribusikan pada 18 Agustus mendatang.

Kisah dalam Citrus menceritakan Yuzuko Aihara (Yuzu), seorang gadis SMA yang sangat hobi dengan fashion, berteman, dan bersenang-senang, segera menghadapi kehidupan nyatanya. Ibunya yang menikah lagi menyebabkan Yuzu pindah sekolah ke SMA khusus wanita yang memiliki aturan yang sangat ketat. Di sinilah keseharian sekolah Yuzu yang sesungguhnya bakal segera dimulai. Baru saja hari pertama, Yuzu sudah bermusuhan dengan Mei, sang Ketua OSIS yang cantik lagi galak kepada para siswi. Kenyataan yang menghampiri Yuzu berikutnya benar-benar mengagetkannya: Mei kini adalah saudari tirinya dan mereka berdua akan tinggal seatap! Bukan hanya itu saja, Mei tiba-tiba saja mencium Yuzu! Apa maksud dari semua itu?

Saburouta meluncurkan manga ini di majalah Comic Yuri Hime (Ichijinsha) pada tahun 2012. Ichijinsha menerbitkan volume kompilasi ke-9 dari Citrus pada 23 Maret 2018. Volume kompilasi ini telah dicetak sebanyak 800.000 eksemplar. Seven Seas akan merilis volume ke-8 dalam versi bahasa Inggris pada 28 Agustus mendatang.

Manga ini telah mendapatkan adaptasi anime televisinya yang ditayangkan pertama kali pada 6 Januari tahun ini dan tayang sebanyak 12 episode.

Sumber: Anime News Network

Manga “Domestic na Kanojo” Mendapatkan Adaptasi Anime

Seiyuu Yoko Hikasa dan Maaya Uchida akan ambil baigan dalam anime ini.

Pada hari Kamis (12/7), studio diomedea mengumumkan bahwa manga Domestic na Kanojo karya Kei Sasuga mendapatkan adaptasi anime. Maaya Uchida akan mengisi suara sebagai Rui Tachibana, sedangkan Yoko Hikasa akan mengisi suara sebagai Hina Tachibana.

Shota Ihata (Girlish Number) akan menyutradarai anime ini di studio diomedeaTatsuya Takahashi (The [email protected] Cinderella Girls, Eromanga Sensei, Katana Maidens: Toji no Miko) akan menangani bagian naskah, dan Naomi Ide (Problem Children are Coming from Another World, Aren’t They? , Gingitsune, Kan Colle) akan menangani bagian desain karakternya.

Tampilan sampul buku dari Domestic na Kanojo

Manga ini menceritakan tentang Natsuo, siswa SMA yang mencintai gurunya yang ceria dan populer, yaitu Hina. Namun suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis yang pemurung bernama Rui yang akhirnya ia tidur bersamanya. Tidak lama kemudian, ayahnya Natsuo mengumumkan bahwa ia akan menikah lagi dengan wanita yang telah memiliki dua orang anak perempuan, yaitu Hina dan Rui. Kehidupan Natsuo yang memalukan pun dimulai.

Sasuga pertama kali meluncurkan manganya di majalah mingguan milik Kodansha (Weekly Shonen Magazine) pada April 2014 dan hingga sekarang telah terjual lebih dari 3 juta eksemplar.

Sumber: Anime News Network

Inilah Daftar Lengkap Pemeran Live Action Nisekoi!

Debat panas antara Chitoge vs Onodera, akankah terulang lagi di film live action ini?

Sempat menjadi manga dan anime populer, Nisekoi, kisah cinta palsu Raku Ichijou ini akan ditayangkan di layar lebar dalam bentuk film live action, Meskipun baru tayang 21 Desember mendatang, beberapa pemeran karakter utama dan sampingan dalam film ini telah diumumkan. Siapa sajakah mereka?

Kento Nakajima (Raku Ichijou)

Biasa dikenal sebagai personil J-Pop Sexy Zone, Nakajima sudah meniti karirnya sebagai aktor sejak 2008. Beberapa film yang pernah dibintanginya adalah Silver Spoon (2014) sebagai Yuugo Hachiken dan The Anthem of the Heart (2017) sebagai Takumi Sakagami.

Ayami Nakajo (Chitoge Kirisaki)

Di usianya yang masih 21 tahun, karir aktris sekaligus model asal Osaka ini sedang bersinar. Pertama kali melakoni seni peran pada serial TV Summer Nude (2013), Nakajo telah menyabet dua penghargaan aktris pendatang baru di tahun 2017 dan 2018. Selamat!

Natsumi Ikema (Kosaki Onodera)

Peran “si penjual kue” di film ini jatuh pada Natsumi Ikema, pendatang baru yang masih berusia sangat muda, 15 tahun! Perannya sebagai Onodera adalah peran pertamanya sebagai pemain film, dan sebagian besar warganet mengakui Ikema cocok memainkan peran ini.

Haruka Shimazaki (Marika Tachibana)

Sebagian besar 48fans tentu tidak asing lagi dengan Haruka Shimazaki. Ya, mantan personil AKB48 mendapat perannya sebagai Marika. Pengalaman? Tak usah diragukan lagi. 16 serial drama televisi, 5 variety show televisi, dan 4 film sudah dilakoninya.

Yuuta Kishi (Shuu Maiko)

Shuu Maiko, teman baik Raku, diperankan oleh Yuuta Kishi. Sama halnya dengan pemeran Raku, Kishi juga merupakan personil J-Pop di King & Prince. Tidak banyak yang diketahui soal pengalamannya di dunia seni peran, beberapa di antaranya adalah Kurosaki-kun no Iinari ni Nante Naranai (2016) dan Kamen Teacher (2013).

Hana Kawamura (Ruri Miyamoto)

Sama halnya dengan Ikema, peran Hana Kawamura sebgai teman baik Onodera ini juga merupakan debutnya dalam perfilman. Dua pendatang baru di dua peran yang berhubungan dekat, sepertinya akan menjadi peran yang serasi.

DAIGO (Claude)

Film Nisekoi:False Love tidak hanya diisi oleh pemain muda yang berbakat, tetapi juga pemain senior yang pastinya memiliki segudang pengalaman. Sosok Claude sebagai penjamin keamanan Chitoge diperankan oleh DAIGO, musisi sekaligus aktor yang pernah tampil di serial Cardfight!!! Vanguard sebagai dirinya sendiri. Selain itu, DAIGO juga pernah memerankan Ultraman Zero di Ultraman Saga (2012) dan Sena Shogo di Love Stage!!! (2014).

Aono Kaede (Seishirou Tsugumi)

Tersohor sebagai model, Kaede mulai mencoba peruntungannya di dunia seni peran. Beberapa peran yang pernah diperankannya adalah Maki Akagi di High Kick Angels (2014) dan Ran di Asura Girl: A Blood-C Tale (2017).

Marika Matsumoto (Kyoko Hihara)

Dari semua yang telah ditunjuk menjadi pemeran film ini, Marika Matsumoto adalah yang paling berpengalaman sebagai aktris dibanding pemeran lain. Perannya bervariasi dari bidang live action hingga sulih suara anime, seperti Yuka Morita in Reincarnation, Shoko in Cold Blood, Fafner in the Azure, Un-Go, hingga menjadi Rikku di gim Final Fantasy dan Kingdom Hearts, Matsumoto siap mengambil satu lagi peran sebagai guru kelas tempat Raku menimba ilmu, Kyoko Hihara.

Apakah mereka cocok memainkan perannya sebagai karakter di serial populer ini, atau malah menjadi bencana seperti halnya adaptasi anime live action lainnya? Biarlah film lengkapnya yang akan menjawabnya.

Sumber dari Sauce-senpai. Penulisan oleh Excel Coananda.

[Ulasan] Tiap Detik, Panggilan Wibu Untuk Berkarya

Akhirnya serial komik Tiap Detik yang sudah berjalan sejak 2015 berakhir tahun ini. Bagaimana pengaruhnya dalam perkembangan "wibu berkarya" di Indonesia?

Mei 2015. Zaman di mana komik Indonesia masih belum naik daun. Hanya ada dua cara untuk menikmati komik pada saat itu: membeli bukunya di toko buku, atau mengunduh bajakannya secara gratis di jagat maya. Masyarakat masih bimbang, menerka-nerka, apakah yang disebut “komik Indonesia” itu, dan apakah itu akan sukses ke depannya.

Di lain tempat, Renato Reimundo Jr, juga dikenal dengan nama penanya Voyager289, turut membaca situasi ini, melihat komik Indonesia sebagai pasar yang potensial. Sebagai penggemar anime, dia paham betul komik seperti apa yang diinginkan oleh orang-orang sepertinya. Romansa komedi, tentu dengan balutan jejepangan yang khas. Awalnya, Rey (sebutan untuk komikus Tiap Detik) membagikan komiknya untuk dibaca secara gratis di situs ngomik.com. Karena responnya positif, penerbit Koloni menawarkan Rey untuk merilis komiknya dalam bentuk buku.

Keempat buku komik Tiap Detik

Pada awal rilisnya, komik ini langsung menuai berbagai pendapat. Banyak yang memuja komik ini sebagai “manga karya anak bangsa”, tetapi tak sedikit pula yang mengkritiknya karena masih terkesan asal-asalan dan “gak Indonesia banget”. Terlepas dari itu semua, komik ini menjadi salah satu komik terlaris di Gramedia tahun 2015.

Sesuai yang dijanjikan oleh komikusnya, Tiap Detik terdiri dari empat buku, yang rilis setiap tahunnya. Berhubung buku terakhirnya baru saja terbit, penulis akan mengulas segala hal tentang komik ini, dari awal sampai akhir.

PERINGATAN: TINGGALKAN ARTIKEL INI JIKA ANDA TIDAK INGIN TERCEMAR SPOILER.

Sinopsis Singkat

Tiap Detik bercerita tentang kisah Teo, seorang lelaki yang selalu dirundung kemalangan. Teo menyukai Riya, teman SMA-nya yang kalem tapi duduk di kursi roda, dan berencana untuk memacarinya. Surat cinta telah disiapkan. Namun sialnya, surat itu malah jatuh ke tangan Erina, gadis yang terkenal jutek di sekolahnya.

Erina pun menjadi pacar Teo, namun Teo hanya menganggap Erina sebagai teman karena masih mencintai Riya. Terjebaklah Teo dalam cinta segitiga yang penuh dengan naik turun, sampai harus berhadapan dengan Key, kakak Erina sekaligus antagonis utama dalam cerita ini, demi menyelamatkan orang-orang yang dicintainya.

Latar yang Membingungkan

Saat pertama membaca komik ini, pandangan penulis tertuju ke sekolah di mana tempat Teo dkk menuntut ilmu. Nuansa yang dihadirkan benar-benar terasa jejepangan. Bangunan sekolah, loker sepatu khas sekolah-sekolah di Jepang, tapi seragam sekolahnya mirip seragam sekolah negeri di Indonesia, lengkap dengan logo OSIS-nya, tapi seragamnya boleh ketat dan roknya boleh pendek. Pembaca pun dibuat bingung, cerita ini latarnya di Indonesia atau Jepang?

Nuansa sekolah yang masih terasa jejepangan. (Buku 1)

Kebingungan ini akhirnya dijawab oleh sang komikus di buku keduanya, yang sayangnya tidak banyak membantu. Diceritakan bahwa latar dalam Tiap Detik sebenarnya adalah alternate universe, di mana Indonesia menjadi negara maju dan berteknologi tinggi. Kebingungan justru semakin bertambah ketika mengetahui bahwa SMA Ciranca adalah sekolah negeri. Jika sedari awal sekolah ini diceritakan sebagai sekolah swasta, dengan seragamnya yang juga ala sekolah swasta, semua kebingungan ini tidak akan terjadi, dan tidak ada pihak yang tersinggung dengan seragam Erina yang ketat itu.

Komikus yang Mengerti Pasar

Mengingat komikusnya adalah seorang penggemar jejepangan, unsur wibu tentunya tidak terlewatkan di sini. Jojo Bizzare Adventure, Shokugeki no Souma, Shingeki no Kyojin, Yu-Gi-Oh, dan berbagai referensi jejepangan lainnya. Ada pula yang menilai cerita dari buku pertamanya mirip dengan serial anime Nisekoi, meskipun hal itu tak sepenuhnya benar.

Referensi anime yang sangat familiar. (Buku 2)

Selain dari banyaknya selipan khas anime tertentu dalam komik ini, perwatakan karakter yang dibuat “se-anime mungkin” juga membuat komik ini lekat ke penggemarnya yang mayoritas wibu. Riya yang dandere, Hima yang kuudere, dan Erina yang sudah jelas-jelas tsundere. Ketiganya juga didukung dengan penampilan yang sesuai dengan perwatakannya, terutama Erina dan rambut pirang yang cukup lazim dalam karakter tsundere, yang tentunya mempunyai daya tarik tersendiri di kalangan wibu. Seperti apakah daya tarik itu? Biarlah penulis lain yang membahasnya di lain waktu.

Banyaknya unsur anime dalam sebuah karya memang manjur untuk menggaet pangsa pasar wibu yang loyal. Jika ingin merambah pasar yang lebih luas, komik semacam ini bukan hal yang tepat. Jangankan non-wibu, ada pula wibu yang kurang mengerti beberapa referensi anime dan berbagai meme kekinian (pada zamannya) dalam komik ini.

Cerita Menarik di Awal Itu Penting!

Alur cerita yang masih tampak santai di buku pertama dan kedua mulai meningkat di buku ketiga. Di situlah baru dijelaskan konflik antara keluarga Riya dan Erina yang telah berlangsung sejak lama, yang juga menjadi alasan kelumpuhan Riya dan kebencian Key terhadap Riya dan juga Teo.

Di sinilah peran Hima, cewek kuudere berambut pendek yang tak suka disentuh, menjadi amat vital di buku kedua dan seterusnya. Persahabatan Erina dan Riya mulai mengalami keretakan semenjak kedatangan Teo, ditambah dengan konflik keluarga yang kembali mengemuka, menjadikan Hima sebagai penengah antara Riya, Erina, dan Teo. Di balik diamnya, Hima adalah karakter yang serba tahu, menjadi tempat curhat di saat hubungan Erina dan Riya sedang dingin. Potensi karakter ini terlambat disadari dan menjadi sia-sia, mengingat Hima di buku pertama hanya dicitrakan sebagai gadis pendiam yang kebetulan menjadi pelayan kafe.

Potensi yang terlambat disadari ini tidak hanya berlaku bagi Hima, melainkan keseluruhan isi komik ini dari buku kedua dan seterusnya. Key, antagonis utama dalam komik ini, awalnya digambarkan sebagai karakter yang kuat, tanpa cela, tapi perwatakannya terkesan seperti perebut perempuan orang semata. Karakter ini baru dijelaskan sedetil-detilnya di buku keempat. Bahkan, pengertian tentang spirit dan karakter yang memilikinya baru dijelaskan di buku keempat, seakan-akan konsep ini hanyalah tambalan inkonsistensi dari ketiga buku sebelumnya. Alhasil, pembaca pun bosan dan tidak berniat melanjutkan komik ini lagi, karena cerita yang sudah datar sedari awal.

Pertarungan antara protagonis dan antagonis yang diakhiri dengan “Ceramah no Jutsu” (Buku 4)

Kendati telah ditutupi dengan konsep spirit ini, masih banyak hal yang hal yang harus dipertanyakan dalam komik ini. Banyak bagian-bagian seru yang terlalu difokuskan di akhir, tanpa dibocorkan sedikit pun di awal. Adegan Teo vs Key demi menyelamatkan Erina berakhir dengan “ceramah no jutsu“, satu lagi referensi anime. Tari dan pesawat yang digambarkan di sampul belakang buku keempat ternyata benar digunakan dalam ceritanya… Hanya untuk transportasi cepat dari sekolah ke rumah Erina!

Bagaimana dengan Hima? Ternyata dia tewas karena membagikan spirit-nya ke Erina yang sekarat. Fokus cerita berubah jadi menyelamatkan Hima, tanpa kejalasan ke mana cinta Teo berlabuh.

Sulitnya Mempertahankan Pasar

Saat awal kemunculannya di pertengahan 2015, komik Tiap detik menjadi buah bibir kalangan wibu dan pemerhati komik lokal. Konsep “manga karya anak bangsa” menjadi faktor utama larisnya buku pertama ini. Fanart karakternya bertebaran dimana-mana. Sayangnya, euforia itu tak berlangsung lama. Saat kemunculan buku kedua, semakin sedikit yang membahas meskipun kualitasnya meningkat. Begitu pula dengan buku ketiga dan keempat, bisa dikatakan hampir tidak terdengar gaungnya.

Perginya pembaca buku pertama menjadi salah satu faktor melemahnya gaung Tiap Detik. Kualitas gambar dan ceritanya yang terkesan “setengah matang” membuat pembaca pesimis akan buku lanjutannya.

Pesawat yang ada di sampul belakang buku keempat ternyata ada di dalam cerita. (Buku 4)

Kemunculan layanan komik daring berformat Webtoon, ditambah dengan semakin maraknya komik di jejaring sosial Facebook dan Instagram, semakin memperparah keadaan. Pembaca kini dapat membaca berbagai komik baru setiap minggunya secara gratis dan legal. Sang komikus tampaknya tidak menyadari peluang ini, dan tetap berfokus di komik cetak sampai akhir terbitnya. Laman penggemarnya hanya berisikan fanart kiriman pembaca, testimoni pembaca, dan progres pengerjaan buku selanjutnya. Andaikan sang komikus mulai  menyadari akan potensi komik daring, setidaknya membuat versi komik strip ringan dari Tiap Detik, pembaca akan tetap ingat akan karakternya dan lebih mudah “nyambung” ketika buku barunya dirilis.

Komik ini juga hampir tidak pernah terlihat dalam perhelatan industri kreatif lokal, seperti Comifuro atau Pakoban. Padahal, acara ini dapat dijadikan kesempatan untuk berjumpa dan berinteraksi dengan penggemar, juga memasarkan komik dan merchandise-nya ke kalangan yang menjadi target utamanya, wibu. Tampaknya sang komikus harus memutar strategi baru agar komik Tiap Detik tetap dapat bersaing di pasaran.

Panggilan Wibu Untuk Berkarya

Terlepas dari berbagai penilaian negatif yang ada, komik Tiap Detik telah menjadi inspirasi dalam belantara komik lokal. Para wibu yang membaca komik ini, atau setidaknya melihat tren dari komik ini, mulai mencoba untuk membuat komiknya sendiri. Komik lokal bertema jejepangan, atau setidaknya menggunakan gaya gambar anime, satu persatu muncul ke permukaan. Banyak yang gagal, tapi tidak sedikit pula yang sukses dan dikenang.

Apakah keempat buku komik ini layak dibeli? Apakah pertanyaan #KemanaKomikIndonesia tiga tahun silam sudah terjawab? Biarlah Anda yang menentukan.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.

Doktor dari Italia gunakan Manga dan Anime untuk Mengajarkan Astronomi dan Fisika

Ternyata Anime dan Manga selain menjadi sarana hiburan, ternyata bisa digunakan untuk media pembelajaran lho!

Seorang lulusan Filosofi Doktor Universitas Teknologi Chalmer di Göteborg, Swedia. Asal Italia ini membawakan ilmu sains dengan menggunakan bantuan dari anime dan manga. Daria Dall’Olio meluncurkan sebuah program yang bernama “Manga Constellation” (Konseltasi Manga), merupakan sebuah program yang dikerjakan dengan sesama penggila Alessandro Montosi dan Piero Ranalli pada tahun 2011.

Program ini difokuskan untuk bidang astronomi dan melibatkan masyarakat mulai dari dasar – dasar dalam bidang angkasa luar hingga Astrofisika dengan mengambil beberapa contoh dari anime, Saint Seiya, Sailor Moon, Galaxy Project 999, dan beberapa contoh anime lainnya.

“Kami memberikan kepada mereka isyarat dari sebuah komik yang realistik sebagai ilustrasi tentang kenyataan buruk pada suatu perjalanan luar angkasa.” tulisnya.

“Sebaliknya kami menggunakannya untuk menjadikan contoh yang fantastis untuk mengenalkan beberapa topik umum : Perbedaan Bintang, Planet, dan galaxi, Kemungkinan menemukan kehidupan di planet lain, dan juga menjelaskan bagaiman sebuah bintang diartikan lain oleh budaya yang berbeda.”

Daria Dall’Olio, membawa hasil kerjanya ke Fukuoka, Jepang pada sebuah Konferensi “Communciating Astronomy with The Public” yang dilaksanakan oleh International Astronomical Union (IAU) pada bulan maret. Manga Constellation juga mnediskusikan dari anime yang tidak terlalu terkenal namun Fiksi Sains yang lebih akurat seperti Planetes dan 2001 nights.

Dall”Olio juga menggunakan Konsultasi Manga untuk penduduk luar dan juga mengamati bintang – bintang. Dia juga adalah seorang pemandu yang memegang Lisensi Lingkungan Alam dan menawarkan Konsultasi Manga ini pada kelas alam, dimana peserta tidak hanya akan belajar tentang anime, manga, astronomi, dan fisika. Namun juga bisa mengamati keindahan surga yang ada di habitat alami.

Sumber : Anime News Network and Myanimelist

Penulisan oleh Hilmy Oktoharitsa