Manga “Cooking Master Boy” Mendapatkan Adaptasi Anime Baru

Adaptasi anime dari serial manga legendaris "Cooking Master Boy"!

Pada hari Senin (4/2), Production I.G dan NAS mengumumkan bahwa seri manga Shin Chūka Ichiban! karya Etsushi Ogawa mendapatkan adaptasi anime. Staf mengungkapkan visual dan rancangan karakter untuk Meili, Mao, dan Shirou (dari kiri ke kanan pada gambar).

Berikut adalah jajaran staf yang dilibatkan dalam anime ini:

Sutradara: Itsuro Kawasaki (The Legend of the Legendary Heroes, Arc the Lad, Chrome Shelled Regios, Shining Hearts)
Komposisi Seri: Itsuro Kawasaki
Desain Karakter: Saki Hasegawalip (Flappers, Seraph of the End: Battle in Nagoya, A.I.C.O. -Incarnation-)
Mitra Animasi: I.G Production
Studio: NAS

Sinopsis:

“Setelah melewati Ujian Juru Masak Spesial Guangzhou, Mao memutuskan untuk melakukan perjalanan keliling Cina untuk mempelajari lebih lanjut tentang persiapan makanan yang unik. Setelah kembali, ia akan belajar bahwa pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai. Underground Cooking Society sudah mulai bergerak.”

Shin Chūka Ichiban! manga telah terbit sebayak 12 volume dari tahun 1997 sampai 1999. Manga ini merupakan sekuel dari manga Chūka Ichiban! yang terbit sebanyak 5 volume pada tahun 1995 sampai 1997.

Selain itu Ogawa juga membuat gambar perayaan untuk pengumuman tersebut.

Sumber: ANN,

 

Anime Joshi Kausei Umumkan Pengisi suara, Staf dan Tanggal Tayang

Tachibana Rika, Mineuchi Tomomi dan Kubo Yurika tergabung dalam susunan Pengisi Suara

Joshi Kausei, Manga tanpa dialog unik karya Wakai Ken akan mendapatkan projek anime. Website Resmi Joshi Kausei mengumumkan susunan pengisi suara dan staff. 

Adalah Tachibana Rika (Terkenal sebagai Karyl dalam Princess Connect: Redive dan Kobayakawa Sae dalam serial [email protected]: Cinderella Girls) akan mengisi suara Futo Momoko, Mineuchi Tomomi (Terkenal sebagai Tokura Eiko dalam Slow Start) yang akan mengisi suara Shibusawa Shibumi dan Kubo Yurika (Terkenal sebagai Koizumi Hanayo dalam serial Love Live).

Studio Seven akan memproduksi anime imut ini. Sebelumnya Seven memproduksi anime pendek “Danna ga Nani wo Itteiru ka Wakaranai Ken” dan anime pendek lainnya “Okusama ga Seitokaichou”.  Duduk di kursi sutradara adalah Tokihiro Sakaki yang sebelumnya juga menangani “Kyoto Teramachi Sanjou no Holmes”, dan Kyohei Yamamoto yang sebelumnya menangani “Anima Yell!” sebagai sutradara animasi.

Joshi Kausei bercerita tentang kehidupan normal 3 siswi SMA yang unik, terdiri dari Momoko yang berparas menarik namun tidak memiliki keberuntungan yang bagus, Shibumi yang berpenampilan apik namun mempunyai sifat yang teratur dan mayumi, seorang siswi SMA yang lugu. Joshi Kausei merupakan Manga yang unik karena tidak adanya percakapan  didalam ceritanya, atau silent manga.

Serial manga ini di pertama kali di terbitkan pada tahun 2013 dalam laman web manga  “WEB Comic Action”  milik Futabansha dan telah menerbitkan 8 volume buku per september lalu.

Sumber : 

Anime News Network

Laman Resmi Anime Joshi Kausei

Akhir One Piece Semakin Dekat, Penggarang Berniat Mengakhirinya diatas 100 Volume

Eiichiro Oda, Pengarang One Piece menyatakan manganya semakin mendekati akhir

One Piece merupakan manga yang memulai serinya pada tahun 1997 di majalah mingguan Shonen Jump. Serial ini sangat popular baik di dalam ataupun di luar Jepang. Serial manga yang bisa dibilang jam terbangnya tinggi ini telah memasuki volumenya yang ke 91 pada tanggal empat Desember lalu.

Pengarang One Piece, Eiichiro Oda, dalam wawancaranya pada tahun 2016 pernah berkata bahwa dia telah menyelesaikan sekitar 65% dari manganya. Dalam program telivisi Honma dekka!? Fuji TV pada rabu (9/1/19), Oda mengatakan bahwa akhir dari One Piece sudah semakin “dekat”. Oda juga mengatakan bahwa manga One Piece akan “sedikit” lebih dari 100 volume.

Dalam acara tersebut Oda berkata bahwa dia telah memikirkan akhir dari manganya sejak dia masih kuliah. Saat ditanya bagaimana jika para penggemar berhasil menebak akhir dari manga yang Oda rencanakan, Oda menjawab bahwa dia akan menganti akhir yang telah ia rencanakan tersebut.

Pembawa acara tersebut juga bertanya apakah harta karun “One Piece” yang dicari-cari itu akan berupa sesuatu seperti “Ikatan keluarga”, Oda menjawab “Tidak, aku tidak suka hal tersebut”. Oda menjelaskan lebih lanjut “Itu sama saja seperti akhir dari The Wizard of Oz, yang saya tonton ketika saya masih kecil. Berpetualang selama itu, dan menjadikan petualangan itu sendiri sebagai hartanya, sangat tidak memuaskan. Cerita seperti itu tidak akan mungkin. Itu terasa seperti, ‘Aku sudah melakukan petualangan sepanjang ini, jadi berikan aku harta karun!’ “.

Greg Werner, kolumnis pada V Jump dan OnePiece.com mengevaluasi pernyataan Oda tersebut. Dia mengingatkan para penggemar untuk tidak terlalu mempermasalahkan klaim pengarang manga tersebut. Dia mengatakan bahwa walaupun akhir One Piece dikatan semakin dekat, serial ini pasti masih akan berlanjut untuk beberapa waktu.

Sumber: ANN

 

 

Manga Senryū Shōjo Mendapatkan Adaptasi Anime

Manga Senryū Shōjo mendapatkan adaptasi anime pada musim semi mendatang

Pada kamis (6/12), Kondansha mengumumkan bahwa manga buatan Masakuni Igarashi berjudul Senryū Shōjo akan mendapatkan adaptasi anime pada musim semi mendatang. Kana Hanazawa akan membintangi adaptasi ini sebagai pengisi suara karakter utama.

Pada situs resminya www.senryu-girl-official.com, mereka telah menampilkan  promotional image dan key visual serta beberapa jajaran staff pada adaptasi anime ini.

Promotional image
Key visual

Seri ini akan diadaptasi oleh studio Connect. Masato Jinbo (Shomin Sample, Fate/kaleid liner Prisma☆Illya 3rei!!, Restaurant to Another World) akan mengarahkan dan mengawasi adaptasi ini. Sedangkan Maki Hashimoto yang akan menangani design karakternya.

Manga ini bercerita tentang Nanako Yukishiro dan Eiji Busujima. Nanako adalah gadis yang imut dan ceria tetapi ia hanya bisa berkomunikasi dengan menggunakan senryū (sejenis gaya puisi). Sedangkan Eiji adalah seorang anak laki-laki yang terlihat menyeramkan tetapi baik hati. Manga ini menceritakan kisah interaksi sehari-hari mereka dalam klub Sastra sekolah melalui 17 suku kata.

Igarashi meluncurkan manga ini di Weekly Shonen Magazine pada bulan Oktober 2016. Seri ini telah menghasilkan lebih dari 450.000 cetakan. Manga ini berada di peringkat # 16 dalam kategori manga cetak dari Tsugi ni Kuru Manga Awards tahun ini di bulan Agustus.

Sumber: ANN

“Misi Rahasia” Terbitan Manga Jojo di Indonesia Dengan Kearifan Lokal

Terbitan manga Jojo di Indonesia dengan segala keunikannya

JoJo’s Bizarre Adventure adalah manga buatan  Hirohiko Araki. Manga ini diserialisasikan pada 1987 dalam Weekly Shonen Jump hingga tahun 2004 sebelum pindah ke Ultra Jump sebagai manga bulanan sampai sekarang.

Manga Jojo ini memang sangat popular di jepang, sampai saat ini sudah ada 8 bagian cerita pada manga tersebut yang jika ditotalkan menjadi 122 volume. Tapi apakah kalian tahu bahwa manga Jojo juga pernah diterbitkan di Indonesia? Ya, manga Jojo pernah di terbitkan di Indonesia dengan judul Misi Rahasia.

Misi Rahasia di terbitkan di Indonesia secara ilegal oleh Rajawali Grafiti. Rajawali Grafii sendiri merupakan penerbit yang berfokus pada penerjemahan manga yang tenar pada zamannya. Komik ini diterbitkan sampai volume 13 yang mencakup Jojo bagian 1 sampai 3.

Rajawali Grafiti memang terkenal kontroversial karena tidak pernah menyertakan informasi pengarang asli yang mereka terbitkan. Terjemahan mereka pun juga apa adanya, bahkan bisa dibilang sedikit kacau dengan bahasa gaul dan istilah-istilah lokal yang mereka selipkan.

Hal tersebut juga terjadi pada manga Jojo yang mereka terbitkan di Indonesia. Hal pertama yang paling berbeda adalah pada penamaan judul. Judul asli yang seharusnya adalah JoJo’s Bizarre Adventure diubah menjadi Mission Impossible Misi Rahasia. Terlebih lagi tampilan depan buku pada komik Misi Rahasia ini bukanlah cover aslinya, melainkan tampilan depan buku yang diilustrasikan oleh orang lain.

Menarik dan mempunyai keunikan tersendiri bukan? Jika anda tertarik untuk mengoleksinya tenang saja, karena masih ada orang yang menjual komik ini. Kalian dapat mencarinya pada toko online favorit kalian.

Sumber gambar diambil dari pengguna Facebook Alif Bintang dan Hamdal Al Syahzi.

[Ulasan] Oyasumi Punpun, Kisah Tertampar Realita Kehidupan

Sebuah manga yang menceritakan beranjak dewasanya seorang pemuda.

Oyasumi Punpun atau Goodnight Punpun merupakan manga yang ditulis oleh Inio Asasano.  Manga yang berjalan dari Maret 2007 sampai November 2013 ini dipublikasikan oleh Weekly Young Sunday pada tahun pertamanya, setelah itu oleh Big Comic Spirits pada tahun selanjutnya hingga selesai.

Oyasumi Punpun merupakan manga psikologi yang bercerita tentang beranjak dewasanya seorang pemuda bernama Onodera Punpun, dimulai dari masa kecilnya, hubungan keluarganya, kisah cintanya, dan berbagai permasalahan dalam hidupnya.

Menurut opini penulis sendiri, Oyasumi Punpun merupakan salah satu manga terbaik yang pernah penulis baca. Manga ini mengangkat cerita yang bisa dibilang cukup gelap, seperti kekerasan rumah tangga, perselingkuhan, depres\si, hingga bunuh diri. Akan tetapi, manga ini dikemas dengan sedemikian rupa sehingga memberikan kesan realistis yang menggambarkan pahit dan manisnya kehidupan. Manga ini sukses membuat penulis merasakan krisis eksistensial setelah membacanya. Di artikel ini, penulis akan coba mengulas hal yang membuat manga ini begitu menarik.

Penggunaan Simbolisme

Manga Oyasumi Punpun menggunakan banyak simbolisme dalam penceritaannya.  Salah satu hal yang paling berkesan dalam manga ini adalah bagaimana karakter utamanya di illustrasikan. Karakter utama yang kerap di panggil Punpun ini tidak diperlihatkan dalam bentuk manusia, melainkan di gambarkan seperti karikatur burung. Dalam manga ini, Punpun dan keluarganya digambarkan seperti itu. Alasan pengarangnya menggambarkannya seperti itu adalah agar para pembaca dapat mengidentifikasikan diri mereka kepada Punpun. Dengan membuat karakter utamanya berbentuk karikatur, pengarang dapat memanfaatkan bentuk tersebut sebagai simbolisme keadaan psikologis Punpun. Seiring berjalannya cerita, penggambaran Punpun berubah tergantung dengan keadaan psikologisnya.

Manga ini juga membuat simbolisme sisi gelap manusia. Dalam cerita, Punpun memiliki Tuhan pribadi yang digambarkan dalam bentuk orang afro. Tuhan pribadi ini sering memberikan nasihat kepada Punpun, tapi bukan dalam hal baik. Dia sering mengolok-olok Punpun karena pengecut dan terus menjalani hidup yang membosankan. Nasihatnya pun semakin menjadi-menjadi seiring berjalannya cerita. Tuhan pribadi Punpun merupakan penggambaran sisi gelap Punpun yang ada dalam dirinya.

Penceritaan Dari Sudut Pandang Orang Ketiga

Hal lain yang unik dari manga ini adalah bagaimana manga ini diceritakan dari sudut pandang ketiga. Manga ini diceritakan melalui perspektif Punpun sendiri, akan tetapi melalui naratif sudut pandang orang ketiga. Di sini Punpun jarang sekali berbicara. Segala pikiran dan tindakan yang ia lakukan dijelaskan melalui narator yang menggunakan kata ganti Punpun untuk menjelaskan  hal- hal tersebut. Sudut pandang orang ketiga ini digunakan untuk memperjelas keadaan psikologi Punpun sepanjang jalan cerita.

Perkembangan Karakter Utama yang Detil dan Bertahap

Perkembangan karakter utama disini benar-benar dijelaskan secara detail dan dikemas secara bertahap. Cerita dimulai dari masa kecil Punpun, di mana pada fase ini cerita masih bisa dibilang ringan dan menyenangkan. Ia digambarkan sebagai anak yang pemalu. Punpun bertemu dengan cinta pertamanya, Aiko Tanaka yang membuat hidupnya penuh warna. Klimaks dari fase ini adalah saat  munculnya masalah keluarga Punpun akibat kekerasan yang dilakukan ayahnya, serta kepergian cinta pertamanya.

Setelah itu terdapat lompatan waktu beberapa tahun, sampai Punpun memasuki masa remaja. Pada fase ini, Punpun digambarkan  sebagai anak yang penasaran dengan banyak hal, terutama pada hal yang berhubungan dengan seks. Ia terlihat lebih berani untuk melakukan sesuatu. Akan tetapi, keberanian tersebut malah berbalik arah dan membuatnya dibenci oleh perempuan yang ia incar.

Manga ini melakukan lompatan waktu lagi sampai Punpun memasuki masa perkuliahan. Pada fase ini, keadaan psikologis Punpun makin tidak stabil. Dia mengalami berbagai macam stres hingga depresi yang membuatnya tidak memiliki keinginan untuk hidup.  Cerita menjadi semakai berat disini, dan illustrasi dirinya pada fase ini mulai menjadi aneh.

Memasuki akhir cerita, ia bertemu kembali dengan cinta pertamanya yang tidak dapat ia lupakan. Setelah Punpun mengetahui kejadian tragis yang menimpa Aiko, Punpun berupaya melindunginya dengan segala cara. Apapun akan ia lakukan walaupun itu adalah sebuah kejahatan. Keadaan pskilogisnya benar-benar kacau. Ilustrasi dirinya pun sangat mendekati penggambaran setan. Lika-liku hidup yang dialami Punpun membuat diri pemalunya berubah menjadi agresif yang mengirimnya ke jalan gelap kedewasaan.

Karakter Sampingan yang Tidak Terlupakan

Walaupun manga ini berfokus terhadap kehidupan Punpun, manga ini juga tidak lupa untuk mengulas berbagai kisah hidup orang-orang di sekeliling Punpun dan berbagai masalah yang mereka hadapi, seperti cerita dua sahabat Masumi Seki dan Koh Shimizu, kisah cinta Yuichi Onodera (paman Punpun), klub okultisme, dan cerita lainnya.

Perlu diingat juga bahwa semua kisah sampingan tersebut memiliki hubungan dengan cerita utama, sehingga membuat manga ini benar-benar menanfaatkan serta mengupas karakter-karakter sampingannya dengan maksimal.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, Oyasumi Punpun merupakan manga yang membahas berbagai masalah kehidupan yang dapat terjadi pada kehidupan nyata. Penggambaran kondisi psikologis karakter Punpun seiring berjalannya cerita terlihat sangat jelas. Akhir cerita manga ini juga sangat memuaskan, sehingga manga ini patut dibaca bagi kalian yang ingin merasakan emosi roller coaster dari awal hingga akhir.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Aji Kurniawan Saputra.

 

Manga Spin-off “Hataraku Saibou BLACK”: Cerita Kehidupan Para Sel Dalam Tubuh yang Tidak Sehat

Bagaimana jika para sel seperti pada Hataraku Saibou bekerja dalam tubuh yang tidak sehat? Jawaban tersebut dapat Anda temukan di manga spin-off-nya, "Hataraku Saibou BLACK".

Hataraku Saibou atau Cell at Work! merupakan manga buatan Akane Shimizu yang menggambarkan bagaimana sel-sel dalam tubuh manusia bekerja. Manga yang diterbitkan oleh Kodansha’s Shonen Manga ini telah diadaptasi menjadi anime oleh David Production yang tayang pada musim ini.

Hataraku Saibou bercerita tentang berbagai macam personifikasi sel seperti sel darah putih, sel darah merah, trombosit, dan sel lainnya yang bekerja sama untuk merawat serta menjaga tubuh tempat mereka tinggal. Hal tersebut membuat seri ini cukup edukatif dan ringan untuk diikuti. Namun, apakah kalian tahu bahwa seri tersebut memiliki spin-off yang sedikit berbeda dari seri utamanya? Berbeda dengan seri utamanya, spin-off nya yang berjudul Hataraku Saibou BLACK ini bisa dikatakan memiliki cerita dan penggambaran yang lebih gelap.

Hataraku Saibou BLACK merupakan manga spin-off yang ditulis oleh Shigemitsu Harada dan digambar oleh Issei Hatsuyoshi serta diawasi oleh pengarang aslinya. Jika pada seri utamanya para sel tersebut bekerja pada tubuh manusia yang sehat, spin-off ini menceritakan pekerjaan para sel di dalam tubuh yang tidak sehat. Ya, mereka bekerja pada tubuh manusia yang suka mabuk, merokok, berkolestrol tinggi, dan juga memiliki tingkat stres yang tinggi. Hal tersebut menghasilkan kondisi lingkungan hidup yang keras bagi para sel tersebut.

Dari ilustrasi sampul di atas, dapat dilihat bahwa karakter utama pada spin-off Hataraku Saibou BLACK merupakan gender-bender dari karakter utama pada seri utama mereka. Sel darah merah pada Hataraku Saibou BLACK membawa beban yang terlihat lebih berantakan dan berat sehingga membutuhkan perjuangan untuk mengantarkannya. Lalu sel darah putih terlihat lebih brutal dan dilengkapi dengan pedang di pundaknya.

Berbeda dengan seri utamanya dimana para sel bekerja di lingkungan yang bersih dan tertata rapi, pada Hataraku Saibou BLACK para sel harus bekerja pada lingkungan yang keras dan mematikan. Contohnya pada saat sel darah merah melukan pengiriman oksigen ke lokasi tertentu, mereka harus melewati semacam asap beracun yang dapat membunuh mereka.

Spin-off ini juga mengangkat cerita yang bisa dikatakan lebih dewasa. Contohnya pada momen di mana para sel darah merah masuk ke dalam alat kelamin pria dan bertemu dengan banyak sel sperma. Selain itu, bakteri dan virus juga terlihat lebih kejam dan menakutkan di sini.

Jadi, spin-off manga ini menceritakan pekerjaan para sel dalam kondisi tubuh yang berbeda, yaitu tubuh yang tidak sehat dengan segala masalah kesehatan yang dialaminya. Oh, iya. Jangan berharap Anda dapat melihat para trombosit yang imut pada spin-off ini.

Selain Hataraku Saibou BLACK, seri Hataraku Saibou juga memiliki 2 spin-off lainnya, yaitu:

  • Hataraku Saikin (Bacteria at Work), spin-off yang bercerita tentang pertarungan antara bakteri baik dengan bakteri buruk.
  • Hatarakanai Saibou (Cells that Don’t Work), spin-off yang bercerita tentang Erythroblasts, yaitu sel darah merah yang belum sepenuhnya dewasa, menolak untuk bekerja, hanya bermalas-malasan, serta mengurung diri di kamar.

Manga “Citrus” akan Tamat pada 18 Agustus 2018

citrus

Kok bisa sama ya tamatnya dengan hari pembukaan Asian Games? #eh

Kabar yang cukup menyedihkan datang bagi kalian para pencinta cerita bernuansa yuri. Edisi bulan September 2018 dari majalah Comic Yuri Hime terbitan Ichijinsha telah mengungkapkan pada Rabu ini (18/7) bahwa manga yuri karangan Saburouta, Citrus, akan tamat pada edisi bulan Oktober yang akan mulai didistribusikan pada 18 Agustus mendatang.

Kisah dalam Citrus menceritakan Yuzuko Aihara (Yuzu), seorang gadis SMA yang sangat hobi dengan fashion, berteman, dan bersenang-senang, segera menghadapi kehidupan nyatanya. Ibunya yang menikah lagi menyebabkan Yuzu pindah sekolah ke SMA khusus wanita yang memiliki aturan yang sangat ketat. Di sinilah keseharian sekolah Yuzu yang sesungguhnya bakal segera dimulai. Baru saja hari pertama, Yuzu sudah bermusuhan dengan Mei, sang Ketua OSIS yang cantik lagi galak kepada para siswi. Kenyataan yang menghampiri Yuzu berikutnya benar-benar mengagetkannya: Mei kini adalah saudari tirinya dan mereka berdua akan tinggal seatap! Bukan hanya itu saja, Mei tiba-tiba saja mencium Yuzu! Apa maksud dari semua itu?

Saburouta meluncurkan manga ini di majalah Comic Yuri Hime (Ichijinsha) pada tahun 2012. Ichijinsha menerbitkan volume kompilasi ke-9 dari Citrus pada 23 Maret 2018. Volume kompilasi ini telah dicetak sebanyak 800.000 eksemplar. Seven Seas akan merilis volume ke-8 dalam versi bahasa Inggris pada 28 Agustus mendatang.

Manga ini telah mendapatkan adaptasi anime televisinya yang ditayangkan pertama kali pada 6 Januari tahun ini dan tayang sebanyak 12 episode.

Sumber: Anime News Network

Manga “Domestic na Kanojo” Mendapatkan Adaptasi Anime

Seiyuu Yoko Hikasa dan Maaya Uchida akan ambil baigan dalam anime ini.

Pada hari Kamis (12/7), studio diomedea mengumumkan bahwa manga Domestic na Kanojo karya Kei Sasuga mendapatkan adaptasi anime. Maaya Uchida akan mengisi suara sebagai Rui Tachibana, sedangkan Yoko Hikasa akan mengisi suara sebagai Hina Tachibana.

Shota Ihata (Girlish Number) akan menyutradarai anime ini di studio diomedeaTatsuya Takahashi (The [email protected] Cinderella Girls, Eromanga Sensei, Katana Maidens: Toji no Miko) akan menangani bagian naskah, dan Naomi Ide (Problem Children are Coming from Another World, Aren’t They? , Gingitsune, Kan Colle) akan menangani bagian desain karakternya.

Tampilan sampul buku dari Domestic na Kanojo

Manga ini menceritakan tentang Natsuo, siswa SMA yang mencintai gurunya yang ceria dan populer, yaitu Hina. Namun suatu hari ia bertemu dengan seorang gadis yang pemurung bernama Rui yang akhirnya ia tidur bersamanya. Tidak lama kemudian, ayahnya Natsuo mengumumkan bahwa ia akan menikah lagi dengan wanita yang telah memiliki dua orang anak perempuan, yaitu Hina dan Rui. Kehidupan Natsuo yang memalukan pun dimulai.

Sasuga pertama kali meluncurkan manganya di majalah mingguan milik Kodansha (Weekly Shonen Magazine) pada April 2014 dan hingga sekarang telah terjual lebih dari 3 juta eksemplar.

Sumber: Anime News Network