Mantap! Ponimu Menayangkan Animasi Lokal “Lukisan Nafas” dan “WachtenStaad”!

kelukuPonimu

Dua animasi buatan Dawn Animation menjadi debut animasi lokal di Ponimu!

Situs Ponimu ternyata tidak hanya menyediakan animasi dari Jepang saja, loh! Mulai bulan November ini, Ponimu mulai menayangkan animasi buatan dalam negeri di situsnya! Dua judul yang menjadi pelopor animasi Indonesia di Ponimu adalah Lukisan Nafas dan WachtenStaad yang dibuat oleh Dawn Animation.

Lukisan Nafas merupakan animasi pendek buatan Dawn Animation yang berhasil memenangkan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2017 (FFI) untuk kategori Film Animasi Pendek Terbaik. Film ini bercerita tentang seorang pria yang berprofesi sebagai ornitolog (ilmuwan yang meneliti tentang burung). Dia memiliki sebuah ambisi untuk bisa memfoto seluruh spesies burung yang asli berasal dari Indonesia, hingga tinggal elang jawa (Nisaetus bartelsi) saja yang belum berhasil difotonya.

Sementara itu, film kedua berjudul WachtenStaad. Film ini memiliki tema yang berbeda dengan Lukisan Nafas karena ceritanya yang lebih gelap. Film ini bercerita tentang kota bernama WachtenStaad tempat matahari tidak terlihat karena adanya awan tebal yang menutupi kota itu. Dikisahkan, ada tiga orang anak yang ingin mengungkap kebenaran dibalik masalah tersebut di luar WachtenStaad.

Film WachtenStaad juga berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, mulai dari menjadi pemenang kategori Cerita Animasi Terbaik dari Inamafest 2016 hingga menjadi juara ketiga dalam acara Increfest 2014. Film ini juga ditayangkan dalam berbagai festival film baik di Indonesia maupun dalam maupun di luar negeri.

Nah, kedua film di atas saat ini telah tersedia dalam situs Ponimu bagi semua anggota yang sudah mendaftarkan diri mereka di Ponimu! Bila kamu ingin menonton kedua film ini, langsung saja klik tautan ini untuk film WachtenStaad dan tautan ini untuk Lukisan Nafas.

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Ponimu Indonesia

Apa Itu Simulcast dan Apa Bedanya dengan Streaming? Ponimu Menjawab!

Bukannya sama-sama tayang di internet ya? Bedanya apa?

Dewasa ini, istilah simulcast semakin banyak dikumandangkan di internet, layanan-layanan seperti Netflix, Amazon Prime, dan Crunchyroll sering memasarkan konten mereka dengan istilah tersebut. Begitu juga dengan Ponimu, pemain baru di dunia streaming anime legal di Indonesia yang membawakan anime-anime berlisensi langsung dari Jepang. Mereka juga menyuguhkan simulcast sebagai salah satu senjata utama mereka.

Akan tetapi, apa sih sebenarnya yang disebut dengan simulcast? Memang apo bedanya dengan streaming yang sudah ada di internet selama ini? Bukankah selama medianya sama, artinya tidak peduli sebutannya apa maka namanya bakal disebut sebagai streaming juga?

Jawabannya tentu saja tidak, karena sebenarnya streaming dan simulcast adalah istilah yang berbeda. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, mari kita bahas bersama!

Streaming

Streaming adalah sebuah proses pengiriman data multimedia (video, lagu, dsb.) kepada pengguna (end user) sembari melihat data multimedia tersebut. Mudahnya, streaming adalah proses mendengarkan lagu atau menonton video lewat internet tanpa mengunduh failnya ke komputer masing-masing. Contoh termudah untuk menggambarkan layanan streaming adalah seperti menonton video lewat YouTube atau mendengarkan lagu lewat Spotify.
Menonton televisi dan mendengarkan radio juga merupakan sebuah proses streaming yang dilakukan tanpa menggunakan internet namun menggunakan jaringan mereka masing-masing. Istilah ini dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pengaliran.

Simulcast

Sementara itu, simulcast merupakan sebuah proses penayangan di radio, televisi, dan internet melalui beberapa media sekaligus dalam waktu yang relatif sama. Artinya, pengguna (end user) bisa menikmati tayangan yang disiarkan oleh seorang pemilik acara dalam waktu yang relatif sama dengan saat acara tersebut pertama kali tayang. Bila diumpamakan, streaming merupakan tayangan TV yang sudah direkam sebelumnya dan ditayangkan di kemudian waktu, sedangkan simulcast merupakan sebuah acara yang ditayangkan secara berbarengan di beberapa tempat sekaligus. Simulcast bisa menggunakan streaming sebagai media penayangannya, tetapi tidak semua streaming bisa disebut dengan simulcast. Istilah ini dalam bahasa Indonesia disebut sebagai siar serentak.

Perbedaan

Lalu, apa perbedaan antara kedua istilah di atas? Sekilas sepertinya sama, tetapi ada perbedaan antara live streaming dengan simulcast. Sesuai dengan namanya, live streaming harus bersifat live, ditayangkan langsung kepada para penonton dan bukan rekaman yang ditayangkan di kemudian hari. Namun, tayangan simulcast tidak harus live, tetapi yang paling penting penayangannya harus di lingkup waktu yang relatif sama di berbagai saluran yang memiliki izin untuk menayangkan konten tersebut.

Bagaimana dengan simulcast dari Ponimu?

Sebagai sebuah situs streaming dan simulcast anime, Ponimu juga mengandalkan simulcast sebagai salah satu produk mereka. Pada bulan Oktober ini Ponimu membawakan 2 buah judul yang menarik bagi para penggunanya, yakni Ms. Vampire who lives in my Neighborhood (Tonari no Kyuuketsuki-san) yang sudah tayang mulai tanggal 5 Oktober lalu. Anime ini adalah sebuah serial slice of life tentang seorang siswi SMA yang hidup bersama vampir modern imut. Sedangkan simulcast keduanya adalah Merc StoriA, sebuah serial yang diangkat dari sebuah mobile game yang terkenal di Jepang. Merc Storia memiliki latar adventure fantasy yang mungkin bisa menarik perhatian para penikmat genre adventure.

Sebagai acara simulcast, Tonakyuu dan Merc StoriA juga bisa ditonton setiap minggunya dengan jeda selama 1 jam dari penayangan perdananya di Jepang. Berikut ini adalah jadwal penayangannya.
– Tonari no Kyuuketsuki-san: Setiap hari Jumat pukul 21:00 WIB
– Merc Storia: Setiap hari Kamis pukul 22:30 WIB

Nah, bisa disimpulkan bahwa streaming dan simulcast adalah 2 istilah yang berbeda. Streaming adalah sebuah proses pengiriman data lewat sebuah medium, sedangkan simulcast adalah sebuah metode penayangan yang menekankan waktu penayangan yang relatif bersamaan dengan penayangan perdananya.

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia

Ponimu Umumkan “Tonari no Kyuuketsuki-san” dan “Merc Storia” sebagai Judul Simulcast

thumbnailPonimu

Kedua judul tersebut adalah "Tonakyuu" dan "Merc Storia"!

Anime musim gugur tahun 2018 sudah akan dimulai, dan dalam jendela waktu yang cukup singkat ini, Ponimu akhirnya mengumumkan 2 buah judul simulcast yang sudah mereka dapatkan. Lisensi dari kedua judul tersebut didapatkan dari Hakuhodo DY Music & Pictures. Apakah ada yang sudah bisa menebaknya?

Sebelum ini Ponimu juga sudah membocorkan sedikit informasi mengenai simulcast ini di acara Comifuro XI akhir Agustus lalu. Kemudian Ponimu juga menambahkan lebih banyak petunjuk minggu lalu saat mereka mengunggah 2 buah gambar petunjuk bagi kedua acaranya. Akhirnya, simulcast pertama Ponimu akan segera tayang mulai tanggal 5 Oktober mendatang.

Acara simulcast Ponimu yang pertama adalah Tonari no Kyuuketsuki-san, sebuah anime mengenai keseharian seorang vampir yang hidup di dunia modern. Vampir ini bernama Sophie, tetapi dia tidak menyerang manusia untuk makan darah, dia membeli darah secara online beserta dengan berbagai merchandise anime dari situs online.

Acara simulcast kedua Ponimu adalah Merc Storia, sebuah seri yang diangkat dari mobile game (mobage) yang cukup terkenal di Jepang. Merc Storia mengambil latar di dunia tempat monster dan manusia hidup berdampingan. Pemeran utamanya, Yuu adalah seorang healer yang memiliki kemampuan untuk menjinakkan monster dan sedang dalam tugas untuk mengambil kembali ingatan dari Merc, seorang gadis yang terperangkap dalam botol.

Tonari no Kyuuketsuki-san bisa ditonton mulai tanggal 5 Oktober mendatang dan Merc Storia bisa mulai ditonton pada tanggal 11 Oktober. Kedua acara simulcast ini juga akan memiliki jeda satu jam setelah animenya tayang secara perdana di Jepang.

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia

Peluncuran Awal Ponimu Hadirkan Berbagai Anime!

Ponimu juga baru saja menambahkan lebih banyak konten pada bulan September.

Bulan ini sudah masuk ke bulan kedua dari fase peluncuran awal (soft launching) Ponimu sejak pertama kali diluncurkan pada tanggal 30 Juli lalu. Saat itu, konten Ponimu masih bisa dihitung dengan jari saja, yaitu Project Itoh: Empire of Corpses, Polyphonica, dan Higashi no Eden. Pengguna juga mendapatkan 3 hari gratis untuk mencoba menonton anime-anime Ponimu.

Selain 3 hari gratis tersebut, para peserta survei awal dan juga mereka yang mengikuti Ponimu CSF Challenge juga akan mendapatkan bonus-bonus hari gratis yang dapat digunakan sampai minggu kedua setelah situs Ponimu go live.

Pada bulan Agustus lalu, Ponimu juga menghadiri salah satu acara kreatif besar di Indonesia, Comifuro XI, yang diadakan di Balai Kartini. Dalam acara tersebut, Ponimu menjual berbagai macam merchandise dan menawarkan paket-paket edisi terbatas yang dapat dibeli selama acara tersebut berlangsung. Berbicara mengenai paket edisi terbatas, pada tanggal 31 Agustus sampai 2 September, Ponimu juga menawarkan paket spesial dalam rangka menyambut Egoist yang datang ke Indonesia.

Memasuki bulan September ini, Ponimu akan kembali menambahkan judul-judul ke dalam jajaran animenya. Judul yang akan Ponimu tambahkan di bulan September ini antara lain adalah:

– Project Itoh: Harmony
– Girls und Panzer
– Polyphonica Crimson S
– Higashi no Eden movie I dan II
– Canaan
– Tari Tari

Ponimu akan mulai menambahkan konten mereka dimulai pada tanggal 3 September 2018, tepatnya pada pukul 23.59. Selain berbagai konten di atas, Ponimu juga akan membawakan 2 buah movie, yaitu film ketiga dari Project Itoh dan juga Maquia. Tidak lupa pula 2 buah acara simulcast yang akan dibawakan oleh Ponimu di musim gugur tahun ini.

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia

Menyambut Datangnya Egoist ke Jakarta, Ponimu Potong Harga Lewat Egoist Festival!

Project Itoh Galore! (4)

Potongan harga ini hanya terbatas dalam 3 hari saja!

Grup musik kenamaan dari Jepang Egoist dikabarkan akan datang ke Jakarta untuk mengisi acara salah satu gelaran Jejepangan terbesar di Jakarta. Egoist merupakan sebuah duo antara komposer musik Ryo dari Supercell, dan Chelly sebagai penyanyinya. Kedua nama ini pasti sudah cukup terkenal di antara teman-teman mengingat sudah banyak lagu tema anime yang dibawakan oleh mereka.

Mengingat 3 buah movie dari serial Project Itoh yang dibawakan oleh Ponimu memiliki lagu-lagu tema yang dibawakan oleh Egoist, Ponimu ingin memberikan potongan harga dalam kesempatan ini. Ponimu akan memberikan potongan 20% untuk subskripsi 30 hari, dan 30% untuk subskripsi selama 90 hari.

Paket 30 hari yang pada awalnya dihargai 49.000 rupiah akan dijual seharga 39.000 rupiah, dan paket 90 hari yang pada awalnya dijual dengan harga 135.000 rupiah akan dijual seharga 94.500 rupiah. Kedua paket ini bisa langsung dibeli lewat situs Ponimu mulai tanggal 31 Agustus mendatang sampai tanggal 2 September.

Paket ini tidak akan bisa dibeli di luar periode promosi di atas.

Ponimu Indonesia adalah sebuah situs streaming simulcast anime yang telah dibuka pada bulan Juli 2018 mendatang. Situs web ini akan memuat anime-anime legal yang dibawakan langsung dari Jepang dengan terjemahan bahasa Indonesia. Ponimu juga menawarkan layanannya dalam kualitas HD jadi para pengguna dapat menonton anime favorit mereka dengan kualitas terbaik.

Ponimu bekerja sama dengan penerjemah profesional yang akan mengerjakan sulih teks anime yang tayang di Ponimu berdasarkan teks bahasa Jepang yang didapatkan dari komite produksi. Hal ini memastikan kualitas dari terjemahan yang baik serta ketepatan dari terjemahan itu sendiri. Ponimu juga sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa lisensor, diantaranya adalah Hakuhodo dan juga FCC. Ponimu juga sudah beberapa kali melakukan pendekatan ke pemilik lisensi besar seperti Production Reed, TV Tokyo, dan juga Aniplex.

Informasi kontak PT Ponimu Indonesia:
– Situs: www.ponimu.com
– Facebook: Ponimu
– Instagram: ponimu.id
– E-mail: [email protected]

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia

Nanairo Symphony Berkolaborasi dengan Ponimu Merayakan Peluncuran Awal Ponimu!

Nanairo

Nanairo Symphony menyanyikan lagu dari serial anime "Tari-Tari" yang akan segera tayang dI Ponimu!

Situs web Ponimu sudah melaksanakan peluncuran awal (soft launching) pada tanggal 30 Juli lalu. Dalam kesempatan ini, Ponimu membawakan 3 judul dalam fase soft launching mereka. Tiga judul tersebut adalah Project Itoh: Empire of Corpses, Higashi no Eden, dan Polyphonica.

Higashi no Eden dan Polyphonica merupakan anime library Ponimu yang bisa dibilang cukup lawas, tetapi untuk film anime Project Itoh: Empire of Corpses adalah movie yang bisa terbilang baru. Dengan animasi yang dikerjakan oleh Wit Studio, kualitas dari movie yang satu ini juga terjamin dan adegan-adegan action-nya tergambar dengan menarik dan keren!

Pada akhir bulan Agustus ini, Ponimu berencana untuk menambah 5 judul baru ke jajaran anime library mereka dan salah satunya adalah serial Tari-Tari yang dikerjakan oleh studio P.A. Works! Untuk memperingati masuknya judul-judul baru ini, Ponimu kemudian berkolaborasi dengan Nanairo Symphony, grup utaite lokal yang

Nanairo Symphony menyanyikan lagu Shiokaze no Harmony yang dinyanyikan oleh Shirahamazaka Koukou Gasshou-bu. Nah, video penampilan dari grup Utaite ini menyanyikan lagu penutup dari seri Tari Tari tersebut dapat Anda lihat melalui tautan ini.

Ingin tahu lebih banyak mengenai Nanairo Symphony? Kunjungi halaman Facebook resminya melalui tautan yang satu ini!

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Ponimu Indonesia

Ponimu Umumkan 5 Judul Baru Anime Yang Akan Ditayangkan di Situs Webnya

Beberapa dari judul ini mungkin sudah jadi anime favoritmu!

Dalam gelaran Comifuro XI 2018 yang dilangsungkan pada tanggal 18-19 tahun lalu, teman-teman dari Ponimu Indonesia maju ke panggung untuk membicarakan lebih jauh mengenai Ponimu. Mungkin ada beberapa teman-teman yang sempat menonton talk show tim Ponimu di atas panggung, tapi mungkin tidak semua. Karena banyak info penting yang dibahas, termasuk 5 judul baru yang akan dibawakan Ponimu di tahun 2018 ini!

Lewat patch kedua Ponimu Indonesia yang dijadwalkan akan rilis pada akhir bulan ini, Ponimu juga akan menambah beberapa judul baru dalam line-up mereka. Salah satunya adalah Project Itoh: Harmony yang sudah diumumkan dalam patch notes sebelumnya. Ada 5 (lima) judul lain yang akan dikeluarkan oleh Ponimu untuk masa yang akan mendatang, yaitu:
1. Girls und Panzer
2. Tari-Tari
3. Canaan
4. Polyphonica Crimson S
5. Higashi no Eden: King of Eden & Paradise Lost

Kelima judul ini akan segera tayang di Ponimu, tetapi masih belum ada tanggal tayang yang pasti untuk kelima judul tersebut. Selain itu, Ponimu juga tengah mempersiapkan untuk simulcast pada bulan Oktober, tepatnya untuk menyambut musim gugur tahun ini. Simulcast atau penyiaran serentak merupakan bentuk sebuah penayangan anime yang bersamaan atau berdekatan dengan waktu penayangan perdananya di Jepang. Kira-kira, judul apakah yang Ponimu bawakan? Mari kita nantikan bersama!

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak Ponimu Indonesia

Ponimu Akan Menayangkan Film Layar Lebar Maquia: When the Promised Flower Blooms

Apakah judul ini akan menjadi judul flagship yang baik bagi Ponimu?

Maquia: When the Promised Flower Blooms adalah sebuah film layar lebar dari Jepang besutan penulis naskah ternama, Mari Okada. Di Jepang, film ini berjudul  Sayonara no Asa dan berhasil duduk di posisi kelima Box Office Jepang di minggu pembukanya. Film ini juga mendapatkan kritik positif di berbagai tempat karena dramanya yang menyentuh dan baru-baru ini dinobatkan sebagai Film Animasi Terbaik di Shanghai Film Festival.

Film ini juga sudah ditayangkan di berbagai negara, misalnya di Amerika Serikat, Kanada, Inggris, Australia, New Zealand, dan masih banyak lagi. Sekarang, Indonesia bisa ditambahkan ke dalam daftar tersebut setelah Ponimu, situs streaming anime legal yang akan launching dalam waktu dekat ini sudah mendapatkan hak siar untuk film tersebut.

Dalam acara Comicfest ID yang dilangsungkan pada tanggal 7-8 Juli 2018, Ponimu mengisi sebuah acara di atas panggung. Dalam acara tersebut, Ponimu membahas mengenai lika-liku dunia lisensi, namun ternyata bukan hanya talkshow yang dibawakan oleh mereka, tapi juga sebuah kejutan spesial berupa PV dari Maquia: When the Promised Flower blooms di akhir talkshow mereka.

Ini artinya, Ponimu sudah berhasil mendapatkan lisensi dari film layar lebar tersebut dan pastinya akan tersedia dalam layanan Ponimu. Namun untuk saat ini, penonton diharapkan bersabar sampai Ponimu berhasil mendapatkan release date yang pasti. Karena sampai saat ini Ponimu masih belum mendapatkan lampu hijau untuk tanggal penayangan dari Jepangnya.

Salah satu alasan kenapa release date masih belum bisa diumumkan ini karena pihak Jepang sendiri belum menentukan tanggal penayangan Maquia via internet, jadi film ini memang belum tersedia di situs streaming legal manapun.

Untuk saat ini, baru Maquia sajalah judul yang sudah Ponimu umumkan, namun Ponimu juga masih memiliki judul-judul lain! Karena itu, harap menunggu launching situs Ponimu ya!

Tentang Ponimu Indonesia

Ponimu Indonesia adalah sebuah situs streaming simulcast anime yang akan dibuka pada bulan Juli 2018 mendatang (tentatif). Situs ini akan memuat anime-anime legal yang dibawakan langsung dari Jepang dengan terjemahan bahasa Indonesia. Ponimu juga menawarkan layanannya dalam kualitas HD jadi para pengguna dapat menonton anime favorit mereka dengan kualitas terbaik.

Ponimu bekerja sama dengan penerjemah profesional yang akan mengerjakan subtitel anime yang tayang di Ponimu berdasarkan teks bahasa Jepang yang didapat dari komite produksi. Hal ini memastikan kualitas dari terjemahan yang baik serta ketepatan dari terjemahan itu sendiri.

Ponimu juga sudah memiliki hubungan yang baik dengan beberapa lisensor, diantaranya adalah Hakuhodo dan juga FCC. Ponimu juga sudah beberapa kali melakukan pendekatan ke pemilik lisensi besar seperti Production Reed, TV Tokyo, dan juga Aniplex.

Contact Info

PT Ponimu Indonesia

Artikel ini merupakan siaran pers resmi dari pihak Ponimu Indonesia

[Diskusi Sehat] Anime Bajakan di Indonesia, Sampai Kapan?

Gerah dengan iklan bertumpuk-tumpuk saat hendak mengunduh anime ilegal? Tenang, ada Ponimu!

Tidak bisa dipungkiri, mudahnya akses menonton anime lewat Internet membuat hobi jejepangan terus berkembang di Indonesia. Sayangnya, mayoritas anime yang beredar di Indonesia adalah versi bajakan, biasanya didapatkan melalui situs fansub, baik lokal maupun luar negeri.

Membajak memanglah satu-satunya cara untuk menonton anime di Indonesia secara mudah, bahkan hingga saat ini. Beli DVD/Blu-ray aslinya? Mahal, lama, belum lagi biaya kirimnya. Situs streaming anime? Pembayarannya hanya bisa via kartu kredit. Menunggu anime kesukaan ditayangkan di televisi seperti zaman 90-an dulu? Rasa-rasanya penulis sudah pernah membahas ini tempo hari. “Mendingan gue download yang udah ada subtitle, gampang, gratis lagi”, begitulah kata mereka.

Bagaimanapun juga, pembajakan memanglah sesuatu yang tidak etis, dan seharusnya Anda sudah tahu kenapa. Meskipun begitu, pembajakan anime yang marak terjadi ini pastilah ada sebabnya, dan salah satunya adalah sulitnya mendapatkan anime yang legal. Kini, hal itu tidak bisa lagi jadi alasan.

Nonton Anime Murah, Cepat, dan Legal

Perkenalkan Ponimu, sebuah layanan yang menyajikan solusi menonton anime yang legal. Rencana rilis Juli mendatang, usaha rintisan ini telah menampakkan dirinya di Creator Super Fest 2018, tentunya menawarkan sejumlah keunggulan yang membedakannya dengan layanan unduh anime ilegal.

Ponimu mempunyai fitur Simulcast, sehingga Anda bisa menonton anime tertentu di waktu yang tak jauh berbeda dari waktu Jepang. Ponimu telah bekerja sama dengan sejumlah produsen anime di Jepang untuk menayangkan anime tersebut di Indonesia, lengkap dengan subtitel Indonesia dan kualitas gamabar HD (definisi tinggi). Lain cerita dengan layanan anime ilegal yang harus menunggu berkas RAW (anime tanpa subtitel) terlebih dahulu, yang kemudian baru bisa dirilis beberapa jam atau hari setelahnya.

Ingin anak atau adik Anda terhindar dari pengaruh buruk anime tertentu? Tidak perlu khawatir, karena ada fitur Age Restriction juga. Anime yang mengandung banyak unsur kekerasan, hal menjijikkan, atau menjurus ke arah mesum dapat disaring sehingga tidak dapat dilihat oleh anak di bawah umur.

Bebas dari Iklan yang Mengganggu!

Mengunduh anime ilegal memanglah penuh perjuangan. Klik tautannya, tunggu iklan, klik tautannya selanjutnya di antara tumpukan tulisan, tunggu iklan lagi, dan ternyata harus menunggu lebih lama lagi karena AdBlock belum dimatikan, lebih apes lagi kalau tautan yang Anda klik ternyata sudah rusak. Merepotkan? Tentu, tapi tidak dengan Ponimu.

Gerah dengan iklan bertumpuk-tumpuk saat hendak mengunduh anime ilegal?

Semua koleksi anime di Ponimu dapat ditonton secara legal tanpa iklan. Memang ada harga yang harus dibayarkan, tapi biaya langganan Rp 49.000 per bulan tentunya lebih terjangkau dibanding layanan serupa. Belum punya rekening bank dan tidak boleh memakai rekening orang tua? Tak usah takut, karena Ponimu mendukung berbagai macam metode pembayaran, mulai dari kartu kredit, transfer bank, bahkan via minimarket. Metode pembayaran lainnya juga dikabarkan menyusul.

Tidak hanya suguhan anime legal dan langsung dari sumbernya, Anda juga berhak untuk bergabung dalam komunitas Ponimu, tempat di mana Anda dapat membahas seputar anime terkini dan bersosialisasi satu sama lain.

Kembali ke anime bajakan, memang hal itu belum akan sirna dalam waktu dekat. Meskipun begitu, hadirnya Ponimu ini merupakan secercah harapan untuk Anda yang ingin menonton anime legal yang berkualitas. Sekilas ide “anime berbayar” ini tampak mustahil, namun pada kenyataannya, banyak orang Indonesia yang berlangganan Spotify, meskipun lagu bajakan mudah didapat. Semakin banyak pula wibu yang menonton film anime di bioskop, meskipun bajakannya sudah tersedia. Semakin banyak pula gamer yang tergerak untuk membeli gim legal di Steam, walaupun ada versi bajakannya. Apakah Ponimu dapat menorehkan kesuksesan seperti layanan sejenis? Hanya waktu dan minat pasar yang dapat menjawab.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Excel Coananda.