[Liputan] Mari Mengenal Karuta Bersama di Karuta Nation!Dibutuhkan waktu 2 menit untuk membaca artikel ini

Seberapa serunya sih bermain karuta?

Hai Hai Riscomrades! Pada kesempatan kali ini, Tim Risa Media berkesempatan untuk hadir dalam acara Karuta Nation yang diselenggarakan oleh Ogura Karuta Club di Japan Foundation pada hari Sabtu (3/11). Acara ini dimulai pada pukul 13.00. Para peserta yang ingin mengenal lebih jauh mengenai permainan karuta tampak antusias mengikuti Karuta Nation.

Karuta Nation dibuka oleh kata sambutan dari Ibu Diana selaku Chief Officer Japan Foundation. Dalam kata sambutannya, beliau memberikan apresiasi kepada Ogura Karuta Club yang telah berhasil menyelenggarakan Karuta Nation pada kesempatan ini. Sesi dilanjutkan dengan kata sambutan dari Ali Chaidar selaku Ketua Ogura Karuta Club (Okakura). Dia menjelaskan bahwa acara ini bertepatan dengan hari ulang tahun pertama dari klub ini yang didirikan pada 3 November 2017.

Sesi berikutnya adalah penjelasan materi mengenai karuta yang dibawakan oleh Wakil Ketua Okakura Bimo Ardev. Pada kesempatan ini, jenis karuta yang dimainkan adalah kyogi karuta (karuta kompetitif) dengan puisi yang diambil dari Hyakunin Isshu. Sebelum Okakura didirikan, hanya Bimo dan Ali yang menggeluti permainan karuta di Okakura. Awalnya, mereka berdua tertarik untuk bermain karuta setelah menonton anime Chihayafuru yang menceritakan tentang kisah para pemain karuta.

Permainan karuta membutuhkan setidaknya tiga pemain dan harus dimainkan dalam jumlah ganjil. Ada dua jenis kartu dalam karuta, yaitu yomifuda (kartu yang dibaca) dan torifuda (kartu yang diambil). Objektif dari permainan karuta adalah menang ketika kartu habis. Keunikan dari permainan karuta adalah adanya satu pemain yang disebut sebagai dokusha, pemain yang membacakan kartu kepada setiap pemain karuta yang “bertarung” di atas tatami tempat permainan karuta dilangsungkan. Ketika dokusha membaca puisi, pemain akan menepuk kartu dari pihak musuh atau kartu sendiri yang dianggap sesuai sebagai kelanjutan dari baris puisi yang dibacakan oleh sang dokusha. Siapa yang paling cepat menghabiskan kartunya, dialah yang keluar sebagai sang pemenang.

Salah satu kesulitan yang dihadapi saat  bermain karuta adalah harus menghafal puisi karena untuk yomifuda yang dibacakan adalah baris pertama puisi dan yang harus direbut oleh para pemain adalah torifuda yang ada di atas tatami. Sungguh seru sekali, bukan?

Ada dua sesi utama dalam acara ini, yaitu Workshop dan Live Performance. Berikut adalah suasana saat Karuta Nation berlangsung!

Liputan oleh Rahmat & Bonaventura


Rahmat Maulana Koto

Suka bahasa Indonesia dan lagu-lagu YUC’e.

Tinggalkan Balasan