[Liputan] Comic Frontier 12: Penyempurnaan dari Event SebelumnyaDibutuhkan waktu 2 menit untuk membaca artikel ini

Comic Frontier 12 telah berakhir pada tanggal 23-24 Februari 2019 lalu. Namun, bagi banyak circle dan komunitas yang berpartisipasi, pengalaman di Comifuro 12 menjadi salah satu yang sangat berkesan.

Sejak kemunculan perdananya, Comic Frontier menjadi surga bagi para kreator lokal untuk menerbitkan karya mereka secara independen. Comifuro 12 pun, masih mengusung spirit demikian. Lebih dari 400 kreator hadir selama dua hari untuk memamerkan karya mereka; mulai dari komik, novel, ilustrasi, hingga game dan musik. Mereka menciptakan berbagai karya original, maupun karya derivatif dari berbagai jenis fandom.

 

Suasana di dalam Balai Kartini. (Sumber: Risa Media)

Pada hari pertama dari Comic Frontier 12, suasana Balai Kartini sangatlah ramai. Acara yang diadakan tiap dua kali dalam setahun ini dikabarkan dikunjungi oleh ribuan pengunjung, dan tentu saja, tiket yang disediakan oleh panitia penyelenggara ludes terjual.

 

Dikabarkan, setidaknya terdapat 7000 (Tujuh Ribu) pengunjung yang telah datang di hari pertama Comic Frontier. “Kami tengah bersiap-siap, dengan menambah 1000 (Seribu) tiket lagi” ujar Sudwi Karyadi selaku penyelenggara acara Comifuro 12.

Comifuro 12 tampilkan berbagai kreator dengan karya mereka. (Sumber: CIAYO Blog)

Dilaporkan pula bahwa puluhan telepon pintar (smartphone) hilang selama gelaran ini. Sudwi sendiri juga telah mempersiapkan pengamanan tambahan agar kejadian tersebut tidak terjadi kembali.  “Panitia telah standby dan terus mengingatkan kepada semuanya agar para pengunjung tetap menjaga barang bawaannya,” ujarnya, “pengamanan telah kami tambah, tetapi, pengunjung juga harus hati-hati.”

Baik Sudwi maupun para panitia Comic Frontier juga terus meminta kepada para pengunjung untuk tetap menjaga barangnya dan waspada dengan kondisi sekitar, baik saat berkeliling maupun saat berbelanja.

Orkestra Mewah di Balai Kartini

Tokoh industri komik diundang untuk berbagi pengalaman. (Sumber: CIAYO Blog)

Namun, Comifuro 12 bukan sekedar acara jual beli karya kreatif saja. Acara utama yang disajikan pun mampu memberikan insight dan tentu saja menghibur. Ada talkshow yang menghadirkan para komikus dan kreator lokal seperti Is Yuniarto, Ghosty’s Comic, Pandaclip, serta Galang Tirtakusuma. Comifuro 12 juga menjadi event yang cukup bergengsi karena menjadi saksi peluncuran berbagai komik superhero karya Bumilangit. Ada komik Patriot, Aquanus, serta Virgo and the Sparklings.

Penampilan orkestra, pertama dalam sejarah Comic Frontier. (Sumber: Risa Media)

Dari sisi hiburan, pengunjung juga dimanjakan dengan penampilan musik yang menarik selama dua hari. Dibuka dengan penampilan orkestra dari Waltzio Edutainment, membawakan aransemen klasik dari musik anime dan game. Kemudian ada pula cover performance dari grup akustik IXRE dan grup vokal Nanairo Symphony. Acara Comifuro 12 pun ditutup dengan aksi DJ Vibetronic.

Dalam setiap iterasinya, Comic Frontier selalu menyempurnakan diri dengan segala kelebihan dan kekurangan dalam setiap pagelarannya. Di Comifuro 12 ini pun, acara yang awalnya merupakan bagian dari Gelar Jepang Universitas Indonesia ini nampak masih menjadi pilihan utama bagi para kreator indie yang mencari platform untuk unjuk karya.

Liputan ini terselenggara atas kerja sama CIAYO Blog, Risa Media, dan Nawala Karsa.

Rahmat Maulana Koto

Suka bahasa Indonesia dan lagu-lagu YUC’e.

Tinggalkan Balasan