Kami Berkunjung ke InsertLive J-Pop Membahas Media WibuDibutuhkan waktu 3 menit untuk membaca artikel ini

Risa Media mendapat kesempatan untuk hadir di InsertLive J-Pop, membahas cara kerja dan kegiatan media jejepangan di tanah air. Seperti apa keseruannya di sana?

Senin (29/7) lalu, Risa Media mendapat undangan dari InsertLive J-Pop, bagian dari acara infotainment Insert yang khusus membahas tentang pop kultur Jepang. Tiga anggota Risa Media (Excel, Ivan, Rinaldi) menjadi perwakilan dari media jejepangan yang sudah aktif sejak 2017 ini. Ditemani Bou sebagai pembawa acara, kami membahas segala hal tentang media jejepangan yang senantiasa mengabarkan warta terkait berita dan acara pop kultur Jepang.

Penasaran dengan keseruan di studio? Anda dapat menonton videonya di sini, hari Rabu (31/7) jam 13.00 WIB. Ketinggalan? Jangan risau, Anda dapat menonton rekamannya di akhir pekan.

Jembatan Wibu Elit dan Akar Rumput

Risa Media didirikan pada tahun 2017, oleh tiga mahasiswa Jakarta yang menyukai pop kultur Jepang. Ketiganya menyadari adanya pemisahan kasta antara wibu elit dan wibu akar rumput. Oleh karena itu, Risa Media didirikan untuk menaungi dan menjembatani kedua kelas tersebut.

Wibu elit adalah penggemar anime yang biasa dikategorikan sebagai “kelas atas”. Wibu elit terkenal dengan selera animenya yang “tinggi”, dan umumnya tidak sudi menonton anime yang ramai ditonton orang. Acara kelas atas seperti Anime Festival Asia, Creators Super Fest, atau POPCON. Membeli barang-barang anime orisinil nan mahal langsung dari Jepang sudah menjadi hal biasa bagi mereka.

Lain halnya dengan wibu akar rumput, yang kerap kali dipandang sebelah mata oleh wibu elit. Biasa mampir ke acara sekolah, kampus, Ennichisai, atau Mangga Dua, wibu akar rumput terkenal dengan stereotipnya, seperti membawa spanduk komunitasnya, aksesoris anime yang murah (dan terkadang bootleg), hingga bau badan yang menyengat. Meskipun demikian, wibu akar rumput tidak malu tampil apa adanya dan memiliki solidaritas yang tinggi terhadap kawan-kawan dan idolanya. Jika dididik dengan benar, wibu akar rumput dapat menjadi penggemar yang sangat setia.

Risa Media, Menjalar Hingga Daerah

Festival jejepangan bukan hanya milik Jakarta seorang. Sebut saja Bandung yang menjadi rumah bagi insan kreatif pop kultur Jejepangan, dengan acara Genfest, Comicsphere, dan Pakoban. Jawa Timur juga tidak mau kalah, terbukti dengan adanya acara Utsuru dan Daisuki, keduanya diadakan oleh Japan Culture Daisuki. Area Jawa Tengah juga mentereng dengan Orenji (Semarang), Gambarimasu (Yogyakarta), dan Mangafest (Yogyakarta).

Meskipun berpisah jarak, Risa Media mampu menghadirkan liputan acara yang aktual dan berkualitas, langsung dari tempat acara. Di sinilah biro daerah mengambil peran. Ada empat daerah yang menjadi fokus Risa Media, semuanya berada di pulau Jawa. Divisi Sentral melayani liputan untuk wilayah Jabodetabek dan Karawang. Divisi Jawa Barat melayani Bandung dan sekitarnya. Divisi Jawa Tengah menangani liputan di Semarang, Surakarta, dan Yogyakarta. Divisi Jawa Timur membawakan liputan di daerah Surabaya, Malang, dan sekitarnya.

Risa Media Bagi-Bagi Hadiah di GJUI

Risa bagi-bagi hadiah di GJUI?! Bukan hoax, bukan isapan jempol, Risa Media akan bagi-bagi hadiah secara gratis untuk Anda yang datang di Gelar Jepang Universitas Indonesia hari ketiga (4/8).

Caranya? Mudah. Anda cukup datang ke booth Risa Media di GJUI di hari ketiga, dan mengikuti beberapa langkah mudah. Setelah itu, Anda memutar fortune wheel untuk mendapatkan hadiah menarik dari Risa Media. Hadiah utamanya? Satu nesoberi spesial Risa ver. media siap menjadi milik Anda!

Akhir kata, sampai jumpa di GJUI hari Minggu, dan selamat menikmati sesi bincang Risa Media dengan InsertLive J-Pop. Terima kasih untuk tim InsertLive J-Pop yang telah mengundang Risa Media kemari. Semoga Risa Media menjadi wadah terdepan dalam mengabarkan segala hal tentang jejepangan dan industri kreatif di Indonesia.

Liputan oleh Excel Coananda, Ivan Mahendrawan, dan Rinaldi Ridhogusti


Excel Coananda

Komikus Risa Comics, Penulis Risa Media
Hobi membuat dan membunuh meme.