[Wawancara] Sally Amaki, Seorang Idol yang Juga Manusia BiasaDibutuhkan waktu 3 menit untuk membaca artikel ini

Dengan segala kesibukannya sebagai idol, Sally Amaki juga tetaplah seorang manusia biasa yang butuh hiburan. Simak wawancara kami bersama Sally Amaki di CSF 2019!

Sally Amaki, ia adalah sosok dari voice acting idol group 22/7 yang dibentuk pada tahun 2017. Ia juga merupakan representasi internasional yang mewakili grup tersebut. Bagi sebagian orang (penggemar Jejepangan), nama Sally Amaki mungkin tidak begitu asing di telinga. Sosok idol yang secara umum lebih menjaga image-nya ternyata bisa diputarbalikkan secara baik oleh Sally dengan pos lucu di akun media sosialnya.

Dengan dalih untuk memberikan kebahagiaan bagi siapapun yang melihat kontennya, sosok Sally Amaki berhasil meraih banyak perhatian dan penggemar di Indonesia karena gaya khasnya itu.

Banyak orang berdesak-desakan bahkan menunggu lama hanya untuk menyaksikan Sally tampil dan menghibur mereka. Memang benar, ia sudah berhasil memikat banyak orang karena keunikannya itu. Namun, banyak orang yang belum mengetahui kalau ia juga manusia biasa. Itu pun kami mengetahuinya setelah kami (bersama dengan beberapa media lain) diberikan kesempatan untuk melakukan wawancara Sally Amaki pada 26 Oktober 2019.

Sempat Mengalami Culture Shock

Sally Amaki di CSF 2019.

Sally bercerita bagaimana awal mula ia tertarik dengan hal Jejepangan: “Ketika aku masih SMP, aku mengalami kesulitan dalam mencari teman. Hal itulah yang membuat aku jarang masuk sekolah dan mengurung diri di rumah.”

Pada titik tersebut, ia menemukan seberkas cahaya dengan menonton anime Gintama yang membuatnya bisa bangkit dan lebih percaya diri. “Setelah menonton Gintama, itu menjadi momen life changing dan mulai tertarik akan dunia mengisi suara”, imbuhnya.

Sebelum ia terjun ke dunia idol, keluarganya pernah menyarankan ia untuk menjadi dokter. Namun, semua itu terkendala karena biaya pendidikan yang banyak.

Berhubung ia terbiasa akan kehidupan di Amerika Serikat, ketika pindah ke Jepang ia mengalami halangan. “Aku datang ke Jepang sendirian, dan aku merasa kesulitan untuk bersosialisasi apabila tak ada teman yang juga bisa berbahasa Jepang”, tukasnya saat itu.

Salah satu tips yang ia berikan adalah carilah teman baru di tempat yang baru. “Komunikasi adalah kunci utama untuk mendapatkan teman baru”, jawabnya dengan percaya diri.

Selain di atas, halangan sosial budaya harus ia hadapi. Imbuhnya: “Menurutku, orang Jepang benar-benar tidak memahami apa itu meme, jadi apapun yang aku bagikan tentang meme maka mereka menganggap itu hal yang serius.” Maka dari itu, Sally harus menyesuaikan ucapan maupun tingkah lakunya agar bisa diterima oleh masyarakat di Jepang.

Ketika ditanya mengenai ulahnya di media sosial, ia merasa sangat tersanjung karena banyak orang yang suka akan gaya posnya yang nyeleneh dan jenaka. “Sebenarnya aku berusaha untuk membuat orang lain menjadi lebih senang ketika melihat posku di media sosial”, tambahnya ketika ia menceritakan mengenai aktivitasnya di media sosial.

Sakura Fujima, Sebagian dari Jiwanya

Sakura Fujima, karakter yang disuarakan oleh Sally Amaki.

Ketika awak media menanyakan karakter yang ia isi suaranya, Sakura Fujima, ia menjawab: “Ketika aku melihatnya, aku langsung jatuh cinta pada pandangan pertama.”

Ia menganggap memiliki hubungan secara emosional karena terdapat kesamaan antara Sally dengan Sakura. “Ia sangat baik dan sangat memperhatikan semua membernya. Ia juga bisa berbicara bahasa Inggris dan lahir di Los Angeles seperti aku”, imbuhnya.

Selain itu, ia merasa sangat senang sekali karena 22/7 akan memperoleh animenya. Ia pun menambahkan bahwa proses pembuatannya memakan waktu selama 2 tahun.

Bertemu dengan Pucchi JKT48

Momen pertemuan Sally Amaki dan Pucchi JKT48.

Puti Nadhira, salah satu member JKT48 tim T, merupakan salah satu penggemar dari Sally Amaki. Ternyata hal ini tak luput menjadi pertanyaan dari awak media yang hadir.

Ia menjawab: “Kami bertemu di Akihabara dan saling menukar nomor telepon”. Bahkan ia memiliki niat untuk bertemu pada hari ke-2 CSF berlangsung.

Sebelum sesi wawancara berakhir, Sally Amaki menjawab satu pertanyaan terakhir dengan bercerita:

“Ketika ada fans yang menemui aku, aku mengetahui kalau ia ingin menjadi seperti diriku. Maka aku langsung memberikan motivasi dan semangat agar impiannya bisa terwujud. Ia langsung terharu dan mengucapkan terima kasih.”

Menurutnya, momen itulah yang sangat berkesan dalam menjalani kariernya sebagai idol. Meskipun demikian, Sally Amaki tetaplah manusia biasa, sama seperti kita. Ia bisa tampil sempurna, juga bisa bercanda tawa. Ia juga punya kehidupan pribadi dan perasaan yang harus kita jaga.

Wawancara oleh Kibar Kaloka, penulisan oleh Bonaventura Aditya Perdana, dan penyuntingan oleh Excel Coananda.


Bonaventura Aditya Perdana

Social Media Officer di CIAYO Comics, pengelola media sosial Wikipedia bahasa Indonesia.