Mantap! Ponimu Menayangkan Animasi Lokal “Lukisan Nafas” dan “WachtenStaad”!Dibutuhkan waktu 1 menit untuk membaca artikel ini

kelukuPonimu

Dua animasi buatan Dawn Animation menjadi debut animasi lokal di Ponimu!

Situs Ponimu ternyata tidak hanya menyediakan animasi dari Jepang saja, loh! Mulai bulan November ini, Ponimu mulai menayangkan animasi buatan dalam negeri di situsnya! Dua judul yang menjadi pelopor animasi Indonesia di Ponimu adalah Lukisan Nafas dan WachtenStaad yang dibuat oleh Dawn Animation.

Lukisan Nafas merupakan animasi pendek buatan Dawn Animation yang berhasil memenangkan Piala Citra dalam Festival Film Indonesia 2017 (FFI) untuk kategori Film Animasi Pendek Terbaik. Film ini bercerita tentang seorang pria yang berprofesi sebagai ornitolog (ilmuwan yang meneliti tentang burung). Dia memiliki sebuah ambisi untuk bisa memfoto seluruh spesies burung yang asli berasal dari Indonesia, hingga tinggal elang jawa (Nisaetus bartelsi) saja yang belum berhasil difotonya.

Sementara itu, film kedua berjudul WachtenStaad. Film ini memiliki tema yang berbeda dengan Lukisan Nafas karena ceritanya yang lebih gelap. Film ini bercerita tentang kota bernama WachtenStaad tempat matahari tidak terlihat karena adanya awan tebal yang menutupi kota itu. Dikisahkan, ada tiga orang anak yang ingin mengungkap kebenaran dibalik masalah tersebut di luar WachtenStaad.

Film WachtenStaad juga berhasil mendapatkan berbagai penghargaan, mulai dari menjadi pemenang kategori Cerita Animasi Terbaik dari Inamafest 2016 hingga menjadi juara ketiga dalam acara Increfest 2014. Film ini juga ditayangkan dalam berbagai festival film baik di Indonesia maupun dalam maupun di luar negeri.

Nah, kedua film di atas saat ini telah tersedia dalam situs Ponimu bagi semua anggota yang sudah mendaftarkan diri mereka di Ponimu! Bila kamu ingin menonton kedua film ini, langsung saja klik tautan ini untuk film WachtenStaad dan tautan ini untuk Lukisan Nafas.

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari Ponimu Indonesia

Rahmat Maulana Koto

Suka bahasa Indonesia dan lagu-lagu YUC’e.

Tinggalkan Balasan