Toko Fisik Kyoto Animation Tutup Sampai Maret 2020Dibutuhkan waktu 1 menit untuk membaca artikel ini

Situs fisik dari Kyoani & Do Shop! akan tetap tutup sampai akhir Maret 2020.

Pada situs resminya, Kyoto Animation telah mengumumkan bahwa toko fisik yang terletak di Kyoto, Kyoani & Do Shop! akan tetap ditutup pasca-tragedi kebakaran beberapa bulan silam sampai dengan bulan Maret 2020. Para staf dan karyawan sedang menimbang-nimbang cara untuk membuka kembali toko tersebut seperti biasanya.

Namun, toko daring (online) telah dan akan terus terbuka. Pesanan yang sudah masuk akan membutuhkan waktu sampai dengan satu bulan untuk pemrosesan dan pengiriman, dan pada tanggal 14 sampai 25 Agustus 2019 tidak menerima pesanan dikarenakan perbaikan situs.

Selain itu, acara KyoAni and Do Fan Days 2019: This Is What We Are Now!! It’s A Festival After 2 Years! secara parsial dibatalkan.

Rangkaian acara pertama, Enjoy! The World of Kyoani and Do. dijadwalkan pada tanggal 3 sampai 4 November di aula Miyako Messe, Kyoto. Acara ini dibatalkan dan diganti dengan acara lain di dalam kota Kyoto. Di sini, para penggemar bisa ‘mengucapkan selamat tinggal kepada kreator-kreator dimana mereka memiliki ikatan kuatan melalui karya-karya mereka’.

Sedangkan rangkaian acara kedua, Sound! From Kyoto to the World dijadwalkan pada tanggal 9 sampai 10 November akan tetap dilaksanakan di Rohm Theater. KyoAni telah mengumumkan pada 14 Agustus silam bahwa seluruh acara panggung bagi kedua rangkaian acara tersebut telah dibatalkan.

Selain itu, KyoAni juga mengumumkan bahwa acara tahunannya, 11th Kyoto Animation Awards, telah ditunda. Studio animasi tersebut tidak lagi menerima karya yang masuk untuk penghargaan tersebut.

Penundaan dan pembatalan ini dilatarbelakangi oleh tragedi kebakaran pada Studio 1 Kyoto Animation pada beberapa bulan silam, dimana lebih dari 30 orang meninggal dunia dan puluhan lainnya luka-luka dikarenakan aksi pembakaran oleh seorang pria paruh baya. Aksi ini merupakan pembunuhan terbesar di Jepang setelah Perang Dunia II, dengan jumlah korban jauh melampaui serangan sarin di jaringan kereta Tokyo pada tahun 1995.

Sumber: ANN