[Risa Gaming] Trailer Terbaru ‘Dragon Ball Z: Kakarot’ Perlihatkan Gameplay Gohan Dan Cell Saga

Ingin bernostalgia dengan kisah Dragon Ball Z yang melegenda dengan cerita turnamen Cell? Maka gim ini layak untuk dinantikan!

Pada Gamescom 2019, Bandai Namco merilis trailer terbaru Dragon Ball Z: Kakarot. Trailer tersebut memperlihatkan cuplikan Cell Game Arc dan juga gameplay Gohan, yang merupakan anak dari Goku.

Selain itu, ada beberapa unsur gameplay lain yang bisa kita lihat ditrailer tersebut. Unsur gameplay tersebut menunjukan bahwa gim ini sangat ditunjukan untuk fans Dragon Ball yang sudah pada tua! Yuk kita lihat saja apa yang kita bisa nantikan dari Dragon Ball Z: Kakarot:

Petualangan Ayah Dan Anak

Cuplikan Goku yang sedang jalan – jalan bersama anaknya, Gohan yang masih kecil

Bisa disimpulkan bahwa gim ini memang mengambil prespektif Goku dan Gohan. Disini bisa dilihat bahwa pada awal Saiyan Arc, kita bermain sebagai Goku bersama dengan Gohan. Kemudian pada trailer diatas juga terlihat bahwa kita bisa menaiki awan kintoun bersama dengan Gohan.

Berlatih Demi Membangun Karakter Kita

Gohan remaja sedang berlatih bersama ayahnya, Goku didalam Time Chamber

Tampilan tersebut diambil pada pertengahan cerita Android Arc. Disitu diperlihatkan gameplay saat memakai Gohan yang sudah umur remaja berlatih bersama Goku didalam time chamber. Mungkin saja sepanjang permainan kita bisa berganti karakter antara Goku dan Gohan, atau mungkin tergantung alur cerita dan mengikuti pertumbuhan Gohan seiring waktu.

Player Bisa Makan Bersama

Goku dan Gohan balapan makan sambil meningkatkan status

Tentunya para fans tua tidak akan melupakan adegan yang paling menyegarkan sepanjang sejarah Dragon Ball, yaitu balap – balapan makan. Dragon Ball Z: Kakarot memberikan sesi meal time, dimana Goku dan Gohan disini balap – balapan makan terbanyak. Setiap makanan yang dimakan juga membantu menambahkan status tertentu untuk kedua karakter.

Dragon Ball Z: Kakarot akan dirilis untuk PS4, Xbox One, dan PC pada tahun 2020 mendatang. Selain yang tertera pada trailer diatas, harapan apakah yang kalian inginkan terkait info gim ini tuk kedepannya? Fans Dragon Ball mari berdiskusi pada kolom komentar dibawah ini yuk!

Sumber: Video Trailer Bandai Namco

Youtuber PewDiePie Dan Marzia Akhirnya Menikah!

Youtuber sensasional PewDiePie, dengan nama asli Felix Kjellberg, telah mengumumkan bahwa ia dan Marzia Bisognin kini telah menikah dalam serangkaian gambar yang indah!

Youtuber gamer terkenal asal Swedia Felix Kjellberg, yang akrab dengan panggilan PewDiePie, baru saja mengungah foto pernikahannya di twitter. Ia akhirnya menikahi pasangan jangka panjangnya Marzia Bisognin setelah 8 tahun bersama.

“Kami menikah!!! Saya menjadi yang paling bahagia. Saya sangat beruntung bisa berbagi hidup saya dengan wanita luar biasa ini”

-PewDiePie-

Pasangan yang manis ini terlihat saling berseri-seri dalam satu gambar setelah upacara pernikahan yang indah itu, dengan Marzia menyandarkan kepalanya di bahu suami barunya.

Marzia juga berbagi beberapa foto pernikahan cantiknya di Instagram.

“Pada kemarin hari, tanggal 19 Agustus, setelah tepat 8 tahun sejak kami bertemu, kami merayakan pernikahan kami dengan teman dan keluarga terdekat kami. Sungguh hari yang sangat indah, dimana saya akan menyimpan momen berharga itu selamanya.”

“Saya sangat berterima kasih kepada semua orang yang meluangkan waktu untuk menghadiri acara dan membantu kami merayakan pernikahan kami. Saya merasa seperti saya adalah orang yang sangat beruntung dan saya sangat penuh cinta.”

“Saya luar biasa senang bisa memanggil suamiku Felix selama sisa hidup kami”

-Marzia-

Secara keseluruhan hubungan mereka, mereka telah tinggal di Italia dan Swedia bersama sebelum mendirikan rumah di Inggris. Felix memiliki banyak hal untuk dirayakan baru-baru ini, dengan pemain berusia 29 tahun ini mengubah kontennya dan mendekati angka 100 juta subscriber di channel YouTube.

Sumber: Metro.co.uk

[Risa Gaming] Masih Ingat Meme Final Fantasy VIII ‘Best Looking Guy’? Begini Tampilannya Sekarang!

Visual FFVIII

Kangen dengan sosok best looking guy? mari kita simak berita dibawah ini!

Final Fantasy VIII adalah seri gim RPG Final Fantasy kedelapan dan yang kedua yang dirilis untuk PS1. Sebelumnya, gim ini sudah sekian lamanya belum mendapatkan remaster sama sekali. Pihak Square Enix pernah menyatakan bahwa source code untuk gim ini telah hilang. Entah bagaimana Square Enix bisa mendapatkan source code dari gim ini, namun akhirnya pihak Square Enix merencanakan remaster gim ini untuk PS4, Xbox One, Switch, dan PC.

Grafis pada Final Fantasy VIII di PS1 dulu termasuk peningkatan yang lumayan drastis dari pendahulunya Final Fantasy VII. Dari desain background, model karakter tiga dimensi, hingga cutscene yang lebih mulus dan detil. Namun, kualitas model 3D karakter yang masih pixelated pada saat itu membuat suatu adegan pada gim ini dijadikan meme oleh pengguna sosial media.

Salah satu meme Final Fantasy VIII yang fenomenal pada saat itu, sumber: reddit.com

Adegan tersebut diambil saat pertama kalinya Squall bertemu dengan Rinoa dan berdansa. Setelah berdansa, Rinoa membayarnya dengan pujian “best looking guy” yang merupakan apresiasi luar biasa. Berkat meme, adegan Rinoa memuji Squall malah lebih memorable ketimbang adegan dansa mereka sendiri, bahkan membuat fans terbayangkan wajah pixelated Squall yang katanya “best looking guy“.

Namun, tidak lama ini Square Enix merubah esensi meme tersebut.

Perbandingan versi asli dan versi remaster

Seperti itulah perbedaan yang luar biasa drastis untuk adegan ini. Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian sudah sangat puas dengan Squall yang kini tampil layaknya “best looking guy“? Silahkan menaruh opini kalian mengenai Final Fantasy VIII Remastered pada kolom komentar dibawah ini.

 

Sumber: Kotaku

[Risa Gaming] Fans ‘Zelda’ Banting PS4 Didepan Booth ‘Genshin Impact’ Sebagai Bentuk Protes!

Diduga plagiat, para fans hardcore Zelda di China rela melakukan segala aksi ekstrim sebagai bentuk protes mereka terhadap gim tersebut!

Genshin Impact merupakan gim Action RPG buatan developer asal Tiongkok, MiHoYo, yang lumayan memikat para pecinta RPG. Selain visualnya yang cantik, gim ini memiliki unsur gameplay open-world yang tak kalah menariknya dengan Zelda: Breath of The Wild.

Sesuai dengan yang ada di trailer diatas, gim ini akan dirilis untuk PS4 pada tahun 2020. Pihak Sony juga memfasilitasi booth Genshin Impact untuk mempromosikan gim tersebut pada event ChinaJoy kemarin. Namun, ketimbang mendapatkan apresiasi, gim ini ternyata mendapatkan responden yang cukup mengejutkan. Seperti apakah bentuk reaksi pengunjung terhadap gim ini?

Seperti inilah realita dari keadaan booth tersebut. Banyak kekecewaan yang diluapkan oleh sekumpulan fans disana. Mereka memprovokasi booth tersebut dengan mengeluarkan Switch dan Zelda: Breath of The Wild milik mereka sambil mengacungkan jari tengah. Sebagian besar dari mereka melampiaskan rasa kesal mereka karena Genshin Impact dianggap memplagiat gim favorit mereka.

Lebih ekstrim lagi, ada seseorang yang membanting PS4 miliknya didepan booth Genshin Impact. Orang tersebut terduga sangat terpukul karena pihak Sony mengfasilitasi booth untuk Genshin Impact.

Menurut fans Zelda, gim tersebut secara terang – terangan meniru banyak asset BOTW. Mulai dari tampilan UI inventory, gameplay open-world, musik, hingga mekanisme serangan terhadap musuh.

Perbandingan visual antara Zelda: Breath of The Wild dan Genshin Impact.

Belum ada respon dari pihak Sony, Nintendo, maupun MiHoYo terkait masalah ini. Namun bagaimana dengan pendapat kalian? Apakah menurut kalian gim ini merupakan inspirasi Zelda yang layak ditunggu atau tidak?

Sumber: Kotaku

[Risa Gaming] Inilah Daftar Gim Gratis Untuk Pelanggan PS Plus Region Asia Periode Agustus Hingga September 2019!

Sepertinya bulan ini merupakan bulan nostalgia untuk pelanggan PS Plus, mari kita lihat ada apa saja gimnya!

Bagi yang berlangganan PS Plus, jangan lupa untuk perpanjang masa aktif PS Plus kalian. Mulai tanggal 7 Agustus hingga 3 September ini, daftar gim gratis PS Plus region Asia akan berganti lagi!

Yuk kita simak daftar gim gratis khusus pelanggan PS Plus region Asia yang ada di bawah ini!

Wipeout Omega Collection

Pada jaman PS1 dulu, Wipeout merupakan seri gim futuristic racing yang tidak kalah serunya dengan gim F-Zero milik Nintendo. Tentu saja hal ini membuat Wipeout Omega Collection menjadi pusat perhatian untuk gim gratisan PS Plus bulan ini. Kompilasi gim ini terdiri dari Wipeout HD beserta DLCnya HD Fury, dan Wipeout 2048.

Chronicles of Teddy: Harmony of Exidus

Chronicles of Teddy: Harmony of Exidus adalah seri gim indie bergenre platformer / metroidvania. Disini kalian bermain sebagai seorang gadis yang berpetualang ke dunia fantasi untuk menyelamatkan temannya. Sama halnya dengan gim Castlevania maupun Metroid, yang kalian lakukan disini ialah memecahkan puzzle, berkomunikasi dengan penduduk setempat dan dapatkan skill untuk mengembalikan perdamaian dalam Exodus. Gim ini divisualisasikan dengan grafis pixelated kearifan 8-bit demi memberikan kesan nostalgic yang segar.

Kedua gim ini akan tersedia di PS Store mulai dari tanggal 7 Agustus 2019 ini. Jadi, jangan sampai kelewatan, ya!

Sumber: Playstation.com

[Rilis Pers] Dukung Esports, UniPin Siapkan Hadiah Miliaran Dalam SEACA 2019

UniPin telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp2,4 miliar untuk para pemenang turnamen. Ayo gabung dan tunjukkan kemampuanmu!

UniPin, penerbit voucher game online terkemuka dengan portal www.unipin.com, mendukung penuh kehadiran electronic sports (eSports) di Indonesia. Oleh karena itu, UniPin kembali menggelar kompetisi eSports kelas internasional. Kompetisi ini untuk mendukung pegiat eSports yang berkomitmen tinggi dengan mendedikasikan kehidupannya menjadi atlet eSports profesional dalam meraih prestasi tertinggi serta mengharumkan nama bangsa.

Menurut riset dari Newzoo, pada bulan Januari tahun 2019, sebanyak 82 juta populasi pengguna internet di Indonesia telah membelanjakan uangnya hingga total sebesar US$1,084 juta untuk bermain game dan menempatkan Indonesia di posisi 17 dari sisi pendapatan. Dari berbagai negara di Asia Tenggara yang mendapatkan pendapatan dari bermain game, Indonesia menduduki peringkat pertama yang disusul oleh negara sahabat yaitu Thailand, Malaysia, Vietnam, Filipina, dan kemudian Myanmar. Di sisi lain, Asia Tenggara menjadi wilayah dengan peningkatan jumlah penonton eSports paling cepat, dengan perkiraan penonton sebesar 31,9 juta di tahun 2019.

CEO & Founder Unipin Ashadi Ang dan Kasubdit Pengembangan Ekosistem Ekonomi Digital Kemkominfo

 “Melihat jumlah penggemar eSports yang semakin besar di Indonesia, UniPin sebagai perusahaan voucher game online terdepan di Asia Tenggara bertekad untuk mendukung minat dan hobi generasi muda Indonesia di bidang eSports. Oleh karena itu, UniPin yang sudah berekspansi ke Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, Myanmar dan Kamboja menggelar SEACA 2019 sebagai wujud nyata kami untuk mendorong perkembangan eSports di Indonesia. Harapannya mereka dapat mencapai potensi tertinggi dalam berkompetisi, sehingga dapat mengharumkan nama tim dan Indonesia. Besar harapan kami dengan hadirnya kembali SEACA 2019 dapat menjadi wadah untuk anak muda Indonesia yang menggemari eSports, agar dapat menunjukkan kemahirannya dalam berkompetisi untuk meraih prestasi,”

-CEO & Co Founder UniPin, Ashadi Ang.-

Penyelenggaraan Turnamen

Turnamen yang akan digelar di Kartika Expo – Balai Kartini, Jakarta pada 8 hingga 10 November 2019 ini, akan kembali menjadi panggung untuk pegiat eSports Tanah Air, untuk menunjukkan kebolehannya serta membuktikan kualitas eSports Tanah Air di mata dunia. SEACA 2019 akan mempertemukan ratusan tim eSports nasional maupun internasional, untuk saling bertempur di 3 game yang sedang populer saat ini: Dota 2, Free Fire dan PUBG MOBILE. Selain itu, juga terdapat ekshibisi game Tekken 7 yang dapat dinikmati oleh para pengunjung SEACA 2019.

Sebagai bukti nyata dalam mendukung perkembangan eSports Tanah Air, UniPin telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp2,4 miliar untuk para pemenang. Selain itu, SEACA 2019 juga akan menghadirkan Southeast Asia Milenial Expo (SEAME), yang diikuti oleh berbagai perusahaan lokal maupun internasional. UniPin juga akan menggelar turnamen UIC (UniPin Indomaret Championship) dan UCL (UniPin City League) yang merupakan rangkaian acara dari Road to SEACA 2019.

Bekerja sama dengan Indomaret, kompetisi UIC akan digelar di beberapa Indomaret terbesar di 24 kota di Indonesia. Adapun game yang akan dipertandingkan adalah Free Fire. Selain itu UniPin juga akan menggelar turnamen offline bertajuk UCL yang akan diadakan di 12 kota berbeda dengan mempertandingkan game Free Fire. Pemenang dari turnamen UIC dan UCL akan diundang untuk mengikuti main event di ajang SEACA 2019 di bulan November nanti.

Kualifikasi di Berbagai Negara Asia Tenggara

Melihat antusiasme eSports yang begitu besar di negara sahabat, UniPin berusaha menangkap momen tersebut dengan menghadirkan turnamen kualifikasi SEACA di negara Filipina dan Malaysia. Kualifikasi SEACA Filipina akan diselenggarkan pada bulan Agustus 2019, menyusul kualifikasi SEACA Malaysia pada bulan September 2019 mendatang. Kedua turnamen internasional tersebut akan mempertandingkan sebanyak 2 game populer yakni Dota 2 dan PUBG Mobile. Dua tim yang memenangkan turnamen di masing-masing negara, berhak menunjukkan kebolehannya di turnamen SEACA 2019 yang akan berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada bulan November nanti.

Turnamen yang digelar UniPin bukan pertama kalinya. Tahun lalu, UniPin sukses menggelar sebuah turnamen eSports berkelas internasional bertajuk South East Asia Cyber Arena (SEACA) yang digelar pada bulan Oktober 2018 di Mall Taman Anggrek, Jakarta Barat. Turnamen SEACA 2018 yang turut dihadiri Menteri Komunikasi dan Informatika, Bapak Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF), Bapak Triawan Munaf, dan Sekretaris Kabinet Indonesia, Bapak Pramono Anung Wibowo, berhasil menggaet ribuan pecinta eSports yang ada di Indonesia untuk menyaksikan langsung serta menjadi saksi sejarah berkobarnya eSports di Tanah Air.

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak penyelenggara

[Risa Gaming] Mario dan Sonic Berselancar Menyambut Olimpiade Tokyo 2020

Setelah dua tahun lamanya, akhirnya Mario dan Sonic kembali berkolaborasi menyambut meriahnya olimpiade, kini di Tokyo 2020!

Setelah dua tahun tidak ada kelanjutan semenjak Mario & Sonic at the Rio 2016 Olympic Games, akhirnya gim olahraga kolaborasi antara kedua maskot ini akan mendapatkan gim terbarunya. Kali ini seri gim Mario & Sonic mengambil setting Olimpiade Tokyo 2020, gim ini berjudul Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020.

Sega melalui twitternya baru saja menampilkan aksi dari Mario sang tukang ledeng legendaris ini dalam melakukan olahraga selancar. Seri gim olahraga kolaborasi antara Nintendo dan Sega ini akan menjadi gim olahraga yang tambah interaktif dan menyegarkan.

Tahukah kalian bahwa Olimpiade Tokyo 2020 akan menjadi debut untuk olahraga selancar? Oleh karena itu, Sega juga menaruh konten olahraga tersebut dalam gim Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020. Tentu saja masih banyak olahraga baru lainnya seperti skateboard dan karate. Beberapa olahraga pada seri sebelumnya seperti atletik dan panahan juga kembali hadir. Gameplay lainnya bisa dilihat dari video berikut.

 

Mario & Sonic at the Olympic Games merupakan seri Mario & Sonic pertama yang dirilis pada tahun 2008 untuk platform Wii dan NDS. Gim tersebut mengambil tema Olimpiade Beijing 2008. Mario & Sonic at the Rio 2016 Olympic merupakan seri Mario & Sonic yang terakhir kali rilis untuk Wii U dan 3DS pada tahun 2016.

Mario & Sonic at the Olympic Games Tokyo 2020 akan dirilis untuk Switch pada bulan November 2019.

Sumber: Mynintendonews.com

[Retro Corner] Video Game Generasi 2, Dan Jatuhnya Video Game Tahun 1983

Dibalik dari era keemasan industri video game pada saat ini, rupanya memiliki masa - masa kelam pada generasi awal jauh sebelum sekarang ini.

Selamat datang di Retro Corner, sebuah rubik gaming yang membawa kalian untuk menelusuri hal yang berhubungan dengan video game lawas. Minggu lalu kita sudah membahas sebuah konsol gim generasi pertama, yaitu Magnavox Odyssey. Pada hari ini kita akan membahas konsol gim generasi kedua dan sejarah kehancuran video game pada tahun 1983.

1976, Mulainya Era Video Game Generasi Kedua

Dari kiri atas kebawah kanan, Faichild Channel F, Atari 2600, Magnavox Odyssey 2, Intellivision, ColecoVision, Atari 5200

Generasi kedua ini merupakan era dimana pertama kalinya sebuah konsol menampilkan grafis dan suara. Generasi ini diperkenalkan pertama kali oleh konsol Fairchild Channel F, yang menggunakan cartridge yang lebih jelas identitasnya daripada Magnavox Odyssey, dengan dipakaikannya selubung agar lebih aman saat dipegang dan dipasang-cabut dari konsol. Awal mulanya, Fairchild mencoba menciptakan sebuah inovasi hiburan yang lebih menarik lagi dalam dunia konsol gim dengan kode nama VES (Video Entertainment System). Namun, demi menghindari copyright dari nama VCS (Video Computer System) milik Atari 2600, maka Fairchild mengganti nama tersebut dengan Channel F.

Sayangnya, pada tahun 1977 Fairchild Channel F memasuki moment dimana konsol gim sudah tidak terlalu menarik perhatian lagi untuk para pencari sarana hiburan. Namun, saat itu munculah pesaingnya yaitu Atari 2600. Konsol ini jauh lebih laris manis daripada Fairchild Channel F, sebab Atari memiliki pustaka gim yang menupuk dan gameplay yang lebih interaktif, dibantu oleh beberapa port (pengalihan gim Arcade ke konsol) dari gim seperti Space Invader yang laku keras selaku port gim Arcade pertama untuk konsol. Kemudian, Magnavox mengeluarkan konsol terbarunya, Magnavox Odyssey 2 pada tahun 1978 dilanjutkan oleh varian konsol lainnya seperti ColecoVision, Intellivision, Atari 5200, dan beberapa varian konsol lainnya.

1983, Masa Terpuruknya Bisnis Video Game

Pada tahun 1983, ketika video game masih berada pada generasi kedua, terjadi sebuah kejadian besar yang menimpa industri gim, yaitu terpuruknya penjualan video game pada tahun 1983 atau disebut Video Game Crash of 1983. Pendapatan dari bisnis konsol gim sudah mencapai sekitar $3,2 miliar pada tahun 1983, turun drastis sekitar 97% menjadi $100 juta pada tahun 1985.

Kehancuran tersebut menghapus kepercayaan pasar kepada industri gim yang sedang berada di puncaknya. Akibatnya, beberapa perusahaan produsen konsol gim di wilayah tersebut mengalami kebangkrutan atau dengan cepat mengalihkan produksi ke arah lainnya. Raksasa gim dan pelaku utama crash ini tak lain adalah perusahaan gim dan komputer dengan pertumbuhan tercepat di Amerika Serikat, Atari.

Mengapa Bisnis Video Game Terpuruk?

Dari banyak sekali faktor yang membuat bisnis video game ini terancam berakhir begitu saja, penyebab utamanya adalah kejenuhan pasar (oversaturation) yang menerima terlalu banyak gim berkualitas buruk tanpa jumlah pembeli yang memadai, dimulai sejak tahun 1985. Berikut ini adalah beberapa hal yang menjadi penyebab kejadian ini.

Pasar Video Game Yang Terlalu Dibanjiri Oleh Beragam Konsol

Generasi 2 merupakan generasi yang dibanjiri oleh berbagai varian konsol gim

Didorong oleh keberhasilan Atari 2600, maka para perusahaan berlomba-lomba untuk membuat konsolnya sendiri. Baik dari Atari dan perusahaan lain, bermunculan konsol seperti Atari 5200, ColecoVision, Odyssey 2 dan Intellivision, belum lagi beberapa konsol lainnya yang mampu menjalankan gim Atari dan ColecoVision sekaligus. Masing-masing konsol memiliki pustaka gimnya sendiri yang diproduksi oleh pembuat konsol itu sendiri. Namun, lebih banyak memiliki pustaka gim yang diproduksi oleh pengembang dari pihak ketiga.

Sejak tahun 1982, para analis telah memperingatkan adanya kejenuhan pasar dari industri gim yang sedang ‘booming’ itu, akibat terlalu banyaknya varian konsol. Jumlah gim baru yang dijual tidak begitu sukses. Pedagang konsol gim sudah kehabisan ruang untuk menyimpan stok konsol gim, dan penurunan harga untuk komputer rumahan (PC) memperparah keruntuhan industri video game.

Persaingan Dengan Komputer Rumah

Atari 800, komputer rumah terlaris pada masanya

Pada tahun 1979, Atari merilis komputer mereka Atari 400 dan 800, yang dibangun dengan chipset yang awalnya digunakan untuk konsol gim. Selanjutnya, pada 1982 desain komputer rumahan baru pada umumnya menyediakan grafis dan suara warna yang lebih baik daripada konsol gim. Komputer juga memiliki lebih banyak memori dan prosesor yang lebih cepat daripada konsol. Mereka juga bisa digunakan untuk tugas seperti pengolah kata dan akuntansi dasar.

Gim komputer juga lebih mudah diduplikasi, karena bisa dikemas dalam disket dan kaset, ketimbang cartridge. Media penyimpanan yang digunakan memungkinkan gamer untuk melakukan save-game, sebuah fitur yang belum ada pada era tersebut. Tidak lama kemudian, terjadi perang harga antar industri komputer, dimana mereka saling menurunkan harga perangkat mereka hingga semurah konsol gim. Orang-orang pada masanya banyak melontar pertanyaan, “Mengapa saya harus membeli konsol gim disaat komputer sudah bisa memainkan gim dan melakukan hal yang lebih banyak lagi? Siapa yang mau membayar $200 hanya untuk perangkat yang hanya bisa dipakai untuk main gim?”

Kebanjiran Gim Third-Party Atau Pihak Ketiga Hingga Publikasi Yang Hilang Kendali

Pada tahun 1979, Activision menjadi developer third-party pertama dalam dunia industri video game. Perusahaan ini didirikan oleh beberapa programmer dari Atari yang keluar dari perusahaan karena Atari tidak mengizinkan nama mereka muncul di kredit dalam gim yang mereka buat dan tidak membayar royalti kepada karyawan berdasarkan penjualan.

Sampai tahun 1982, beberapa developer third-party bermunculan selain Activison. Imagic dan Games by Apollo menunjukan cartridge Atari 2600 mereka sendiri pada bulan Januari 1982, kemudian Coleco juga mengumumkan beberapa gim untuk Atari 2600 dan Intellivision. Perusahaan – perusahaan baru membuat Atari mengurangi pangsa pasar cartridge gim mereka sendiri dari 75% di tahun 1981 menjadi kurang dari 40% di tahun 1982.

Pada paruh kedua tahun 1982 jumlah gim berkembang dari 100 pada bulan Juni menjadi lebih dari 400 pada bulan Desember. Activision, Atari, dan Mattel, semua memiliki programmer gim handal. Namun, banyak perusahaan baru yang bergegas bergabung dengan pasar gim tidak memiliki keahlian untuk menciptakan gim berkualitas. Belum lagi dengan banyaknya platform konsol gim membuat segala quality control pembuatan gim ini sulit terjaga.

Maka, dikejar oleh keuntungan gampangan, produksi gim pihak-ketiga digiatkan tanpa kualitas yang baik, bertumpuk memenuhi pasar yang tak ingin membelinya. Keruntuhan industri yang menggiurkan bagi pasar ini, lalu, mulai terasa.

Dampak Dari Terpuruknya Bisnis Video Game

Sebuah guncangan industri besar lantas mulai terjadi. Magnavox berhenti dari bisnis produksi konsol gim. Imagic menarik IPO-nya, lalu ambruk dan bangkrut. Salah satu dampak yang paling dominan terjadi pada Atari.

Pada tahun 1982, Atari telah merilis sejumlah besar gim Atari 2600 yang mereka perkirakan laris, seperti Pac-Man dan adaptasi dari film E.T. Extra-Terrestrial. Namun, Pac-Man versi Atari memiliki kualitas sangat buruk dibandingkan versi Arcade-nya, apalagi E.T Extra-Terrrestrial dengan grafiknya yang kacau balau. Sebagian besar gim tersebut tidak laris manis, proyeksi profit tak tercapai, dan Atari terpaksa mengubur tumpukan kaset-kaset gim tersebut.

E.T, sebuah gim Atari yang dinobatkan sebagai gim terburuk pada masanya

Penguburan Cartridge Atari 2600

Beberapa gim Atari yang ditemukan saat dilakukan penggalian pada tahun 2014

Pada bulan September 1983, pihak Atari mengubur sebagian besar stok berlebih dari beberapa gimnya di TPA dekat Alamogordo, New Mexico. Penguburan gim Atari menjadi urban legend terbesar didunia video game, dengan statement bahwa jutaan cartridge telah dikuburkan di sini. Meskipun begitu, pihak eksekutif Atari mengatakan pada tahun 2014, di samping penggalian TPA sebagai dokumentasi, bahwa hanya sekitar 700.000 cartridge yang dikuburkan di sana.

Munculnya NES Sebagai Penyelamat Kehancuran Video Game

NES, sebuah konsol generasi 3 yang menyelamatkan industri konsol gim

Sedangkan Atari terpuruk, Nintendo baru akan memulai masa kejayaannya. Setelah crash 1983 yang melelahkan, pada 1985 perusahaan keluarga Jepang tersebut mengeluarkan konsol NES (Nintendo Entertainment System) yang merupakan terobosan dari berbagai lini pada masanya. Ketika diedarkan di pasar Amerika Serikat, penjualan konsol gim ini mencapai $5 Miliar pada 1989, melampaui puncak penjualan sebelumnya yaitu $3 Miliar pada 1982. Sebagian besar pasar industri video game lantas dikendalikan oleh Nintendo, hingga muncul pesaingnya seperti Sega dan Atari yang kembali ikut serta dalam menyaingi kesuksesan Nintendo.

Atari, bagaimanapun juga, meredup melewati titik balik. Perusahaan gim pelopor dan terbesar pada masanya tersebut dengan cepat menghilang dari pasaran, dan kini hanya dipandang sebagai figur sejarah dengan masa kejayaan yang sudah tidak ada.

Kesimpulan

Berdasarkan artikel ini, dapat disimpulkan bahwa jumlah konsol gim saat ini sangat sedikit dan mahal dibanding konsol gim dimasa lampau. Mengapa demikian? Karena jika tidak, dunia industri video game ini akan dibanjiri gim murah namun kualitasnya tidak terjamin. Terlebih lagi terlalu banyak varian konsol gim bisa menyebabkan berkurangnya konsumen video game ketimbang diberi tiga pilihan varian konsol yang berunjung konsumen bisa membeli ketiganya.

Selalu ada juga quality control di setiap platform baik konsol maupun platform di PC seperti Steam, Origin, dan lain sebagainya, karena setiap platform memiliki optimalisasi yang berbeda untuk setiap gim tersebut dijalankan.

Itulah beberapa info terkait dari Retro Corner hari ini. Pada Retro Corner selanjutnya, kita akan membahas bagaimana NES bisa mengakhiri terpuruknya bisnis video game ini. Adakah teman-teman Riscomrades sekalian yang punya masukan dan saran untuk bahasan Retro Corner berikutnya? Seperti biasa, silakan sampaikan pendapat kalian pada kolom komentar di bawah ini, ya!

Sampai ketemu di Retro Corner berikutnya!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Ivan Mahendrawan.
Penyuntingan dan penulisan tambahan oleh Muhammad Naufal Hanif.

 

[Liputan] BEKRAF Game Prime 2019, Serunya Mengunjungi Turnamen e-Sport dan Main Gim Karya Anak Bangsa!

Rasakan kemeriahan dan serunya event silaturahmi baik untuk gamer se-Indonesia maupun seluruh developer gim lokal!

Hai-hai Riscomrades! Event BEKRAF Game Prime 2019 telah selesai digelar pada 13-14 Juli untuk tahun ini. BEKRAF Game Prime adalah acara tahunan bagi developer dan praktisi industri gim dan gamer se-Indonesia untuk bertemu dan membangun koneksi. Acara ini diselenggarakan oleh BEKRAF (Badan Ekonomi Kreatif), AGI (Asosiasi Game Indonesia), dan IDEA Network, dan sudah berjalan sejak 2016 di Surabaya, lalu berlanjut di Jakarta sampai sekarang.

Bermain Gim Karya Anak Bangsa Serta Berkenalan dengan Tim Developernya

Kalahkan boss pada gim Mark of the Beast untuk mendapatkan kode gim steam gratis di stand SEMISOFT

Tujuan utama acara ini tentunya agar menjadi wadah bagi para developer gim Indonesia untuk memperkenalkan diri mereka di depan audiens yang lebih luas. Mereka dapat memamerkan karya mereka dan mempersilahkan pengunjung untuk mencoba main dan memberikan saran. Beberapa dari tim developer tersebut juga memberi apresiasi berupa hadiah bagi para pengunjung yang telah menyelesaikan gim dalam kondisi tertentu.

Bermain Gim Arcade, PS1 Mini, Sega Genesis, Super Nintendo, dan Gim-Gim Klasik Lainnya

Para pengunjung yang asyik bernostalgia dengan gim masa kecilnya di stand RGCI

Selain memainkan gim yang ditawarkan oleh stand-stand developer lokal, kalian juga dapat bernostalgia di stand RGCI (Republic Games & Collectors Indonesia). Platform gim retro yang disediakan disini antara lain adalah PS1, SNES, NES, Sega Genesis, dan tentu saja mesin Arcade atau biasa dikenal dengan Dingdong. RGCI juga mengadakan turnamen Tekken dan CTR (Crash Team Racing) yang berhadiah mouse dan headphone.

Stand Board Game Indonesia yang Tak Kalah Diminati Pengunjung

Bapak Triawan Munaf selaku ketua BEKRAF sedang melihat cara bermain board game The Heritage of Batik

Acara ini tak hanya diramaikan gim video, melainkan juga berjejeran stand board game yang ikut serta memikat para pengunjung acara ini. Terdapat sekitar 14 exhibitor disini, baik mereka yang selalu tampil tiap tahun maupun yang baru pertama kali tampil. Banyaknya board game disini menunjukan bahwa permainan ini sudah sangat berkembang dan diminati di Indonesia. Sebelumnya kita mungkin baru mengenal ular tangga, monopoli, dan sebagainya, sekarang sudah bertambah variasi board game yang menekankan sisi edukatif dan pesan moral untuk pemainnya.

Turnamen Mobile Legends Dan Pengumuman Pemenang BEKRAF Game Prime Awards

Turnamen Mobile Legends Clash of Titans

Sebanyak delapan tim e-Sports mengadu kemampuan bermain mereka dalam turnamen Mobile Legends. Turnamen tersebut bernama Clash of Titans yang diselenggarakan pada acara BEKRAF Game Prime 2019 ini. Kemudian, BEKRAF Game Prime 2019 juga mengadakan BEKRAF Game Prime Awards untuk exhibitor terbaik di event ini. Berikut adalah pemenang event ini antara lain:

    • Best Booth: CIAYO Comics Mart (CIAYO)
    • Citizen Choise Award: Jurit Malam (Gambir Studio)
    • Board Game of The Year: Jalan-Jalan (Chiveus)
    • Game of The Year: Rage in Peace (Rolling Glory)

Berlomba – Lomba Mendapatkan Doorprize: Nintendo Switch dan PS4

Pemenang doorprize Nintendo Switch untuk hari pertama

Sama seperti tahun sebelumnya, BEKRAF Game Prime 2019 mengadakan undian dengan hadiah Nintendo Switch dan PS4 untuk para pengunjung. Untuk mendapatkan doorprize ini, pengunjung harus mengumpulkan stamp yang didapat dari setiap stand yang ia kunjungi. Berbeda dengan tahun lalu, kali ini kedua doorprize dibagikan dalam dua hari, dengan hari pertama untuk konsol Nintendo Switch dan hari kedua berhadiah PS4 Pro.

Masih banyak lagi hal menarik selain yang diatas tadi. Seperti apa keseruan suasana BEKRAF Game Prime pada tahun ini? Yuk, kita simak foto-foto berikut ini!

BEKRAF Game Prime menunjukan sisi positif bahwa Indonesia memiliki banyak orang – orang yang memiliki semangat luar biasa dalam bidang industri kreatif, terutama dalam pengembangan gim. Baik itu orang-orang yang masih berkembang maupun sudah profesional. Mereka siap memajukan industri kreatif Indonesia hingga dapat sejajar dengan orang luar yang selalu berinovasi.

Terima kasih banyak untuk BEKRAF Game Prime 2019, semoga tahun depan acara ini bisa lebih meriah dari tahun ini dan makin banyak memperkenalkan kita dengan developer lokal lainnya!

Diliput dan ditulis oleh Ivan Mahendrawan