Japanese Film Festival 2019 Hadirkan Aktris Yoshida Mikako

Berbagai film akan menghiasi Japanese Film Festival 2019! Apa saja ya judul-judulnya?

Film yang diputar di setiap kota berbeda. Judul film-film, perolehan tiket, sinopsis, jadwal dan lokasi pemutaran secara detail dapat diperoleh melalui website http://id.japanesefilmfest.org/

Updated Line Up Japanese Film Festival 2019

NoTitle (English)Title (Japanese)DurasiTahun Rilis
1Samurai ShiftersHikkoshi Daimyo120 menit2019
2Bento HarassementKyo mo Iyagarase Bento106 menit2019
3Little Love SongChiisana Koi no Uta124 menit2019
4My Dad is a Heel WreslerPapa wa Warumono Champion110 menit2018
5Masquerade HotelMasukare-do Hoteru132 menit2019
6 12 Suicidal TeensJu Ni nin no Shinitai Kodomotachi118 menit2019
7Children of the SeaKaiju no Kodomo111 menit2019
8The FableZa Faburu123 menit2019
9Dance with Me (Can’t Stop the Dancing)Dansu wizu Me123 menit2019
10A Banana? At this Time of Night?Konna Yofuke ni Banana ka yo120 menit2018
11We are Little ZombiesWi- A- Ritoru Zonbi-zu120 menit2019
12Katsuo-bushiKatsuo-bushi25 menit2015
13Angel SignEnjeru sain105 menit2019
14Humba Dreams75 menit2019
Angel Sign - ©Angel Sign Film Partners
Angel Sign – ©Angel Sign Film Partners
Humba Dreams (©Miles Films)
Humba Dreams (©Miles Films)

Guest Star: Yoshida MikakoYoshida Mikako (©Japanese Film Festival 2019)

Lahir pada tanggal Maret 1999, Mikako Yoshida merupakan aktris asal Tokyo yang memulai karirnya sebagai aktris pentas drama dengan pentas Tsuka-ban Chuujin’gura ~ Taiganjouju Uchiiri ver. (2015) sebagai drama pertamanya.

Ia kemudian terus menggeluti bidang pentas drama diantaranya drama musikal beitshow YOKOHAMA Seishun ver. (2018), dan Shinjoururi Hyakkimaru ‘Dororo’ by Osamu Tezuka (2019). Selain sibuk dengan pentas drama, gadis berusia 20 tahun ini juga membintangi film The Edge of Sin (2015) dan terlibat dalam seri film Tokusatsu Gagaga (2019)

Film omnibus bisu Angel Sign (2019) merupakan pertama kalinya Mikako syuting di luar Jepang. Ia membintangi kisah yang disutradari Kamila Andani dan menjadi partner Teuku Rifnu Wikana sebagai seorang wanita Indonesia.

Jadwal Japan Film Festival 2019 di Jakarta

 

Tentang Japan Film Festival 2019

Tiket

Jakarta, Surabaya, Bandung: IDR 20.000 | Makassar: IDR 15.000

Secara offline : Di loket CGV tempat pemutaran (untuk JAFF silahkan mengacu pada sistem tiketing Festival terkait).

Secara online : Website cgv.id, Apps CGV, Apps Partner CGV (akan dikenai biaya administrasi).

Info selengkapnya:

Panitia Penyelenggara Japanese Film Festival 2019

id.japanesefilmfest.org
[email protected]

FB: Japanese Film Festival – Indonesia

IG: indonesiajff

Telp: 021-5201266 (Divisi Budaya)

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari pihak penyelenggara

Seiyuu Osaka Ryota dan Numakura Manami Mengumumkan Pernikahan Mereka

Kabar gembira datang dari dua seiyuu ini!

Seiyuu Osaka Ryota (33) dan Numakura Manami (31) mengumumkan pernikahan mereka di situs web resmi agensi mereka pada hari Rabu (23/10).

Pernyataan di situs web agensi

 

Dalam pernyataan yang dimuat dalam situs web agensi mereka masing-masing, sebagai seorang tokoh publik dan pendamping hidup, mereka akan mencurahkan diri masing-masing untuk menghormati satu sama lain dan akan berusaha untuk memberikan berbagai karya yang mengagumkan.

Osaka Ryouta terkenal dengan perannya antara lain Yuiga Nariyuki (Bokutachi wa Benkyou ga Dekinai), Maou Sadao (Hataraku Maou-sama!), dan Watari Ryouta (Shigatsu wa Kimi no Uso).

Sementara itu, Numakura Manami sendiri memerankan Ganaha Hibiki (The [email protected]), Endou Saya (Dagashi Kashi), dan Toudou Yurika (Aikatsu!).

Sumber : Oricon, Early Wing, Arts Vision 

Ditulis oleh Aditya Putera T.

Kisah Kesuksesan BanG Dream! untuk Berjuang dalam Industri Anime

Pendiri Bushiroad Takaaki Kidani berbicara kepada Oricon pada Minggu (15/9) mengenai kesuksesan dari francis BanG Dream!, mulai dari kualitas yang melekat pada BanG Dream! hingga situasi industri di sekitarnya.

Ide untuk BanG Dream! muncul pertama kali pada Maret 2004 dan pada waktu itu “tidak ada contoh dari membuat band yang asalnya dari para seiyu” sebagai hal yang berlawanan dengan idol unit. “Semuanya berpikir itu adalah hal yang mustahil,” Kidani berbicara tentang kerja keras untuk membuat kesuksesan pertunjukan live band Poppin’ Party.

“Pada beberapa hari, para member menghabiskan waktu sampai 10 jam untuk latihan,” ungkapnya. Dia juga mengatakan bahwa Poppin’ Party dibuat sebagau girl band yang “biasa saja”, sekalipun banyak kasus dalam tayangan berorientasi musik yang karakter utamanya kalah bersaing dengan grup lainnya, dia percaya bahwa kerja keras inilah yang membuat Poppin’ Party dapat meraih kepopuleran di tangan mereka sendiri.

Saat ditanya bagaimana dia berpikir BanG Dream! dapat mempertahankan popularitasnya untuk masa depan, Kidani mengatakan bahwa ada dua jalan yang mungkin: pertama, membuat usia para karakter sama dengan waktu yang berlalu pada kehidupan nyata, dan yang lainnya adalah untuk tetap mempertahankan karakter sebagai siswi SMA untuk selamanya.

Dia secara pribadi lebih memilih opsi terakhir. “Saya ingin band real life-nya untuk lanjut sejauh yang dapat dicapai, tetapi saya tidak berpikir ada kebutuhan untuk memikirkan tentang dunia nyata sekarang.

Apa yang dapat saya katakan adalah seiring dewasanya francis BanG Dream!, saya mengharapkan ada karakter dan band baru yang akan muncul. Dengan menambah member baru, fanbase dapat bertambah lebih luas lagi.”

Kidani tidak terlalu optimistis mengenai industri anime sebagai keseluruhan dan mengatakan “tanpa ragu, jumlah anime akan berkurang.” Dia menjelaskan: “Ketika biaya produksi meningkat, pebisnis Tiongkok membeli sedikit anime. BanG Dream! akan terus berjalan dalam term dari penjualan konser dan merchandise, tetapi ada banyak yang harus ditingkatkan pada area tersebut.”

Kidani juga menyampaikan kearifan industri konvensional bahwa anime berfungsi sebagai iklan untuk karya-karya lain dalam francis campuran media, dengan mengatakan bahwa dalam beberapa hari terakhir semakin sulit untuk membuat orang menonton anime. “Sekarang kamu harus mengiklankan anime sehingga prioritasnya menjadi kacau.”

Kidani menunjukkan bahwa salah satu kekuatan dari karya Bushiroad adalah penekanannya pada hiburan langsung. “Orang-orang tidak cenderung menonton pertunjukan panggung, tetapi dengan hal-hal seperti pemetaan proyeksi, kita dapat membuat 20 hingga 30 scene dengan satu panggung, dan kita bekerja lebih keras dengan make-up dan kostum.” Namun, di sisi lain, dia mencatat bahwa anime dan gim pada dasarnya adalah produk digital dan bahwa saat ini para penggemar datang untuk lebih menikmati acara langsung, nilai media digital menurun.

Ini tidak berarti BanG Dream! menjauh dari anime, seperti yang ditunjukkan Kidani di akhir wawancara. Salah satu kerepotan terbesar dalam pertunjukan live adalah menyiapkan venue, tetapi itu bukan keharusan untuk anime. “Kita dapat membuat hal-hal terjadi di media digital yang tidak mungkin dilakukan di kehidupan nyata.” Kidani mengatakan bahwa ia ingin melakukan siklus saat peristiwa kehidupan nyata terjadi diikuti dengan peluncuran media digital, dan sebagainya.

Bushiroad meluncurkan proyek multimedia BanG Dream! pada Januari 2015 dan band Poppin’ Party dibentuk untuk proyek tersebut pada Februari 2015.

Sumber: Anime News Network

Layanan Aplikasi dan Situs Web Manga Rock Akan Ditutup Pihak Pengelola

Para staf memohon maaf karena telah menyebabkan masalah untuk industri manga.

Aplikasi agregator manga bajakan Manga Rock telah mengungkapkan pada hari Minggu (1/9) kepada situs web J-Cast News bahwa mereka merencanakan untuk mematikan layanan aplikasi tersebut. Saat ini, situs web Manga Rock tidak dapat diakses, tetapi pengguna masih dapat mengunduh manga melalui aplikasi smartphone. Situs web dan laman Facebook dari Not a Basement Studio, perusahaan Vietnam yang mengelola Manga Rock juga tidak dapat diakses.

Kepada J-Cast News, Not a Basement Studio mengatakan bahwa Manga Rock bermula sebagai projek saat para staf masih merupakan mahasiswa, dan aplikasi ini mengumpulkan skanlasi yang telah dirilis. Berikut ini adalah pernyataan dari pihak perusahaan:

Saat itu, kami tidak memahami industri manga dan tidak tahu mengenai asal muasal dari berbagai skanlasi yang ada. Seiring waktu berlalu, kami menjadi mengerti kerugian yang dialami oleh pembuat dan penerbit manga. Lebih lanjut, dengan meningkatnya kepopuleran Manga Rock menyebabkan kerugian tersebut menjadi bertambah banyak. Kami meminta maaf dari hati yang terdalam untuk pembuat manga dan penerbit dan berencana untuk menutup aplikasi dan situs web skanlasi milik kami. Kami juga mengimbau bahwa situs web serupa (dengan Manga Rock) untuk menutup juga layanan mereka. Kami benar-benar meminta maaf karena telah menyebabkan masalah untuk industri manga.

Sebelumnya, CEO Irodori Comics On Takahashi menuliskan cuitan bersambung dalam bahasa Inggris dan Jepang pada Selasa lalu dengan tujuan mengritisi Manga Rock dan utas Twitter bahasa Jepang dalam bahasan tersebut telah mendapatkan 60.000 retweet sejak dimuat olehnya.

Sumber: Anime News Network

[Ulasan] Weathering With You: Cerita Alamak, Visual Aduhai

Makoto Shinkai (lagi-lagi) hadir membawakan film garapannya dengan mengambil tema hujan sebagai balutan utamanya.

Tenki no Ko atau yang dirilis ke pasar internasional dengan judul Weathering With You adalah salah satu film anime yang cukup dinantikan pada tahun ini. Film berdurasi 112 menit yang disutradarai oleh Makoto Shinkai ini telah dirilis di Indonesia untuk penayangan regulernya mulai 21 Agustus 2019.

Film ini mengisahkan tentang Hodaka Morishima (disuarakan oleh Kotarou Daigo) yang melarikan diri dari kota asalnya di Shikoku menuju kota besar impiannya, Tokyo. Namun, sesampainya di sana ia malah menghadapi kesulitan, tak mampu menemukan pekerjaan untuknya hingga tak bermodal dan tidak memiliki tempat tinggal sama sekali untuk bertahan hidup di Tokyo.

Meskipun demikian, nasib baik masih cukup berpihak padanya saat dia mendapatkan pekerjaan sebagai penulis untuk seorang pria yang ditemuinya saat dia baru mendaratkan kaki di Tokyo, Suga Keisuke (disuarakan oleh Shun Oguri). Dengan ditemani oleh seorang gadis bernama Natsumi (disuarakan oleh Tsubasa Honda), Hodaka pun membantu mereka berdua dan dapat menyambung hidup untuk sementara.

Sementara itu, di belahan Tokyo lainnya, Hina Amano (disuarakan oleh Nana Mori) harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan adik laki-lakinya, Nagi Amano (disuarakan oleh Sakura Kiryuu). Diam-diam, Hina ternyata adalah seorang hareonna yang memiliki kemampuan untuk mengendalikan cuaca dan mengubah langit yang penuh dengan hujan menjadi cerah kembali.

Pertemuan Hodaka dengan Hina pun terjadi, dan ternyata Hodaka tengah mendapatkan tugas untuk melakukan penulisan mengenai hareonna, apa yang melekat pada Hina. Mengetahui hal ini, Hodaka pun saling bekerja sama dengan Hina dan menggunakan kemampuan Hina untuk membantu banyak orang. Seperti apa takdir yang akan menanti mereka selanjutnya?

Cerita Alamak

Klik tombol ini untuk melihat isi teksnya. Peringatan: Paragraf di bawah ini mengandung SPOILER KERAS!

Sepanjang hampir dua jam lamanya, kisah yang disajikan dalam Weathering With You boleh dikatakan nyaris ‘sebelas-dua belas’ dengan apa yang dilakukan Makoto Shinkai dalam Your Name: mulai dari protagonis gadis dan bujang yang berada dalam momen romansa pada masa mudanya, topik supernatural yang berkaitan dengan kepercayaan Jepang, hingga momentum keajaiban yang menyatukan mereka kembali.

Secara garis besar, cerita yang ada tidaklah begitu mengecewakan untuk sekelas film garapan Makoto Shinkai. Akan tetapi, dengan eksekusi dari awal hingga akhir yang tampak seolah-olah Weathering With You dipaksakan habis begitu saja tanpa ada detail mengenai hal penting yang muncul di dalam film seperti makhluk-makhluk penunggu langit, latar belakang tokoh utama, hingga masuk ke tahap alamak saat film ini disudahi dengan akhir yang sangat tragis dengan tenggalamnya kota Tokyo, walau menjadi akhir paling aman bagi semua kalangan penonton: Hodaka berjumpa kembali dengan Hina setelah tiga tahun tak saling bersua.

Sembunyikan isi teks

Visual Aduhai

Terlepas dari ceritanya yang cukup membuat “hah?”, harus diakui bila Weathering With You memasang keunggulan yang sangat tinggi pada aspek visualnya. Mulai dari latar belakang, animasi, hingga detail seperti turunnya hujan, jalanan Tokyo, dan makanan yang muncul di dalam film ini berhasil disajikan dengan baik dari sisi visual. Benar-benar memanjakan mata, begitulah ungkapan yang tepat untuk mengomentari hampir semua scene yang ada.

RADWIMPS Kembali

Dari sisi musik, RADWIMPS kembali mengisi film layar lebar dengan hadir sebagai pengisi lagu-lagu yang muncul dalam Weathering With You. Salah satu lagu utama yang cukup memorable dari film ini adalah “Grand Escape” yang dibawakan RADWIMPS dengan Toko Miura. Nama band ini mulai melambung setelah mengisi film Your Name.

Kesimpulan

Weathering With You sudah berhasil menjadi film berkelas dari segi visual dan Makoto Shinkai berhasil mempertahankan kekhasan film yang digarapnya dalam karya terbarunya yang satu ini. Akan tetapi, jalan cerita yang coba dihadirkan di dalamnya malah terasa harusnya lebih bisa digali lagi untuk dapat dinikmati. Dengan demikian, nilai yang pas bagi film ini adalah 7,5/10.

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Rahmat Maulana Koto.

Counter Strike Online Tutup Server

Kabar duka kembali datang dari dunia gim online lokal

Setelah beberapa bulan yang lalu Closers Indonesia ditutup oleh Megaxus, kini giliran game shooter Counter Strike Online (CSO) yang harus merasakan nasib yang serupa. Selama hampir 8 tahun, CSO merupakan salah satu game online yang cukup terkenal di masanya, yang juga bersaing dengan game-game ber-gameplay serupa, seperti Point Blank ataupun CrossFire.

Alasan dibalik penutupan server pun tidak disebutkan secara jelas oleh Megaxus. Namun, mereka akan tetap memberi kompensasi bagi para pemain dengan memberikan item in-game untuk game-game lain dari Megaxus—Ayodance PC, Ayodance Mobile, dan Fatal Raid.

Penutupan server pun dilakukan secara berkala, dimulai dari penghentian pengisian in-game currency pada tanggal 3 Juli, dan penutupan resmi server akan dilakukan pada tanggal 1 Agustus. Untuk info selengkapnya tentang kompensasi, bisa dilihat disini.

Salute, Soldier!

Penulisan oleh Kevin Akbar

[Liputan] Serunya Mengunjungi Ennichisai 2019!

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, Ennichisai selalu meriah dan dipenuhi oleh para pengunjung!

Festival Jepang (Matsuri) Little Tokyo Ennichisai telah selesai digelar pada 22-23 Juni untuk tahun ini. Seperti biasa, bukan Ennichisai namanya kalau tidak ramai dan penuh dengan semangat pengunjung untuk mengarungi jalan-jalan di kawasan Blok M.

Ennichisai ke-10 juga diperingati sebagai 10th Anniversary dari acara ini dengan tujuan mempromosikan kawasan Blok M dengan banyak restoran Jepang dan area belanja yang cocok sebagai tujuan wisata di Jakarta.

Sama seperti Ennichisai sebelumnya, Ennichisai 2019 terdiri dari Main Stage (Traditional, Band), Pop Culture Stage (Pop Culture, Performer dari Jepang, JKT48, Cosplay), dan Chika Stage (Berbagai komunitas hobi Jepang, Idol lokal, Band lokal).

Seperti apa keseruan suasana Ennichisai pada tahun ini yang memiliki tema UNITY? Yuk, kita lihat saja foto-fotonya, ya!

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Serta telah dikonfirmasi bahwa Ennichisai tahun ini menjadi Ennichisai terakhir di kawasan Little Tokyo Blok M.

Sampai jumpa di Ennichisai tahun depan!

Diliput oleh Tim Risa Media

Insert Live: Bincang-bincang Seputar Nogizaka46 Bersama Sakamichi Indonesia

Sakamichi Series merujuk kepada sekumpulan grup saudari dari grup idola Jepang dengan angka 46 yang merupakan sebuah grup rival resmi 48. Berdasarkan pada konsep "idola yang akan menemuimu" yang merupakan lawan dari konsep "idola yang akan kamu temui" milik AKB48.

Empat Grup Sakamichi

Untuk saat ini sudah terdiri dari 4 grup, yaitu kakak mereka, Nogizaka46, yang dibentuk pada 22 Agustus 2011, lalu dilanjutkan dengan grup saudari pertama, Keyakizaka46, dibentuk pada 21 Agustus 2015. Kemudian pada 21 Februari 2018, Yoshimotozaka46 dibentuk sebagai grup saudari kedua dan pada 11 Februari 2019 sub-grup dari grup Keyakizaka46 yakni Hiragana Keyakizaka46 memulai debutnya sebagai grup independen dan berganti nama menjadi Hinatazaka46.

Dalam hal nya, ada idola, ada pula fans. Salah satunya fans dari Sakamichi Indonesia yang menyebut diri mereka dengan nama Sakamichi Jabodetabek dan Sakamichi Squad Bandung. Pada tanggal 26 Juni 2019, Insert Live J-POP menayangkan wawancara bersama mereka dengan mengupas tuntas tentang Nogizaka46 yang dapat disaksikan melalui situs webnya di insertlive.com

Kenapa Sih Harus Nogizaka46?

Nogizaka46 sendiri membawakan lagu-lagu dengan nuansa elegan dan sudah merupakan ciri khasnya tersendiri. Banyak filosofi yang terkandung dalam lirik lagu Nogizaka46 sehingga kita yang mendengar tidak akan dibuat bosan.

Di dalam variety show mereka yang bernama Nogizaka Koujichuu sendiri pun, para member memiliki karakternya masing-masing dan sebagian dari mereka unik sehingga membuat para fans tertarik untuk menjadikan para member sebagai oshinya.

Memang tidak dapat dipungkiri lagi mengoshikan member adalah suatu kewajiban bagi para pendukung idol tersebut. Tentunya setiap fans memiliki oshinya masing-masing, dengan jumlah yang beragam.

Tidak Hanya Satu Oshi

Ada yang memilih mengoshikan satu member saja. Namun, ada pula yang mengoshikan banyak member. Bicara soal oshi, yuk kita dengar alasan Rizka Farah (18) kenapa memilih Ikuta Erika sebagai oshinya.

“Karena Erika sendiri lahir di Jerman, dan dia pinter main piano, di rumahnya juga ada grand piano gitu. Mungkin biasanya kan kalau idol nyanyi sambil nari gitu ya, kadang di konser juga dia yang ngiringin pianonya.Bahkan saking pintarnya dia main piano, orangtuanya hampir kayak nggak setuju gitu dia masuk Nogizaka46, tapi karena itu kemauan dia sendiri, akhirnya orangtuanya merestui” ujar Kak Farah di acara Insert Live J-POP yang tayang setiap hari pukul 13.00. Wah, memang latar belakang yang menarik!

Pada awal mula dibentuk, Sakamichi Jabodetabek bercerita bahwa komunitas ini berdiri dari buka bersama yang digelar di rumah Gemilang Ramadhan(27) yang merupakan salah satu member dari grup fanbase yang hadir dalam acara tersebut.

Setelah saling berbincang banyak tentang idol Nogizaka46 dan sister grupnya yang lain, mereka pun berkumpul di salah satu lokasi taman Kota Jakarta sebagai tempat gathering mereka dengan membawa kesan yang berbeda seperti piknik.

Sakamichi Squad Bandung juga memiliki ceritanya sendiri, berawal dari sekedar kumpul di minimarket untuk saling berbagi file idol Nogizaka46, kemudian terbentuklah komunitas tersebut. Partisipasinya dalam event sebagai Community Partner dan Divisi Dokumentasi cukup memiliki andil sehingga aktif dalam dunia jejepangan.

Sakamichi Fan-Indonesia tidak hanya mereka tentunya, mereka ada dan terbagi disetiap daerah seperti Sakamichi Surabaya, Sakamichi Yogyakarta, Sakamichi Soloraya, Sakamichi Semarang, hingga Sakamichi Sulut, dan masih banyak lagi. Mereka juga memiliki visi-misi, lo, yaitu membawa Sakamichi Grup untuk konser di Indonesia! Wah, kita tunggu, semoga impian mereka terwujud, ya!

Sumber: Insert Live J-POP
Penulisan oleh Kantata Manik Astagina

Seiyuu Kaji Yuki dan Taketatsu Ayana Umumkan Pernikahannya!

Tidak disangka-sangka, kedua seiyuu ini akhirnya mengumumkan momen bahagia mereka!

Seiyuu Kaji Yuki (33) dan Taketatsu Ayana (30) resmi mengumumkan pernikahan mereka melalui akun Twitter resmi mereka pada hari Minggu (23/6). Kaji Yuki mengungkapkan mereka berdua adalah manusia yang belum dewasa, tetapi mereka akan berusaha lebih keras lagi sehingga semua orang dapat mendukung mereka.

Sementara itu, Taketatsu Ayana menambahkan keinginannya untuk membangun keluarga yang hangat dan penuh kebahagiaan dan akan melakukan yang terbaik untuk pekerjaannya.

Kedua seiyuu ini sama-sama berperan sebagai Pipimi untuk anime Pop Team Epic pada tahun lalu. Kaji Yuki terkenal dalam perannya mengisi suara Eren Yeager (Shingeki no Kyojin), Hyoudou Issei (High School DxD), dan Ouma Shu (Guilty Crown).

Kemudian, Taketatsu Ayana terkenal mengisi suara Nakano Nino (Gotoubun no Hanayome), Koshimizu Sachiko (The [email protected] Cinderella Girls), dan Kousaka Kirino (Ore no Imouto ga Konna ni Kawaii wake ga Nai).

Ditulis oleh Aditya Putera T.

Sumber : Livedoor