Apa Itu Simulcast dan Apa Bedanya dengan Streaming? Ponimu Menjawab!

Bukannya sama-sama tayang di internet ya? Bedanya apa?

Dewasa ini, istilah simulcast semakin banyak dikumandangkan di internet, layanan-layanan seperti Netflix, Amazon Prime, dan Crunchyroll sering memasarkan konten mereka dengan istilah tersebut. Begitu juga dengan Ponimu, pemain baru di dunia streaming anime legal di Indonesia yang membawakan anime-anime berlisensi langsung dari Jepang. Mereka juga menyuguhkan simulcast sebagai salah satu senjata utama mereka.

Akan tetapi, apa sih sebenarnya yang disebut dengan simulcast? Memang apo bedanya dengan streaming yang sudah ada di internet selama ini? Bukankah selama medianya sama, artinya tidak peduli sebutannya apa maka namanya bakal disebut sebagai streaming juga?

Jawabannya tentu saja tidak, karena sebenarnya streaming dan simulcast adalah istilah yang berbeda. Untuk mempelajarinya lebih lanjut, mari kita bahas bersama!

Streaming

Streaming adalah sebuah proses pengiriman data multimedia (video, lagu, dsb.) kepada pengguna (end user) sembari melihat data multimedia tersebut. Mudahnya, streaming adalah proses mendengarkan lagu atau menonton video lewat internet tanpa mengunduh failnya ke komputer masing-masing. Contoh termudah untuk menggambarkan layanan streaming adalah seperti menonton video lewat YouTube atau mendengarkan lagu lewat Spotify.
Menonton televisi dan mendengarkan radio juga merupakan sebuah proses streaming yang dilakukan tanpa menggunakan internet namun menggunakan jaringan mereka masing-masing. Istilah ini dalam bahasa Indonesia disebut sebagai pengaliran.

Simulcast

Sementara itu, simulcast merupakan sebuah proses penayangan di radio, televisi, dan internet melalui beberapa media sekaligus dalam waktu yang relatif sama. Artinya, pengguna (end user) bisa menikmati tayangan yang disiarkan oleh seorang pemilik acara dalam waktu yang relatif sama dengan saat acara tersebut pertama kali tayang. Bila diumpamakan, streaming merupakan tayangan TV yang sudah direkam sebelumnya dan ditayangkan di kemudian waktu, sedangkan simulcast merupakan sebuah acara yang ditayangkan secara berbarengan di beberapa tempat sekaligus. Simulcast bisa menggunakan streaming sebagai media penayangannya, tetapi tidak semua streaming bisa disebut dengan simulcast. Istilah ini dalam bahasa Indonesia disebut sebagai siar serentak.

Perbedaan

Lalu, apa perbedaan antara kedua istilah di atas? Sekilas sepertinya sama, tetapi ada perbedaan antara live streaming dengan simulcast. Sesuai dengan namanya, live streaming harus bersifat live, ditayangkan langsung kepada para penonton dan bukan rekaman yang ditayangkan di kemudian hari. Namun, tayangan simulcast tidak harus live, tetapi yang paling penting penayangannya harus di lingkup waktu yang relatif sama di berbagai saluran yang memiliki izin untuk menayangkan konten tersebut.

Bagaimana dengan simulcast dari Ponimu?

Sebagai sebuah situs streaming dan simulcast anime, Ponimu juga mengandalkan simulcast sebagai salah satu produk mereka. Pada bulan Oktober ini Ponimu membawakan 2 buah judul yang menarik bagi para penggunanya, yakni Ms. Vampire who lives in my Neighborhood (Tonari no Kyuuketsuki-san) yang sudah tayang mulai tanggal 5 Oktober lalu. Anime ini adalah sebuah serial slice of life tentang seorang siswi SMA yang hidup bersama vampir modern imut. Sedangkan simulcast keduanya adalah Merc StoriA, sebuah serial yang diangkat dari sebuah mobile game yang terkenal di Jepang. Merc Storia memiliki latar adventure fantasy yang mungkin bisa menarik perhatian para penikmat genre adventure.

Sebagai acara simulcast, Tonakyuu dan Merc StoriA juga bisa ditonton setiap minggunya dengan jeda selama 1 jam dari penayangan perdananya di Jepang. Berikut ini adalah jadwal penayangannya.
– Tonari no Kyuuketsuki-san: Setiap hari Jumat pukul 21:00 WIB
– Merc Storia: Setiap hari Kamis pukul 22:30 WIB

Nah, bisa disimpulkan bahwa streaming dan simulcast adalah 2 istilah yang berbeda. Streaming adalah sebuah proses pengiriman data lewat sebuah medium, sedangkan simulcast adalah sebuah metode penayangan yang menekankan waktu penayangan yang relatif bersamaan dengan penayangan perdananya.

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia

Studio Animasi Production IMS Memulai Proses Kebangkrutannya di Pengadilan

Bagaimana nasib serial "Haifuri"?

Studio animasi Production IMS yang berpusat di Tokyo mengajukan proses kebangkrutannya dengan Pengadilan Tinggi Tokyo pada 21 September. Setelah itu, pihak pengadilan memutuskan untuk memulai proses kebangkrutan pada 3 Oktober seperti yang disampaikan oleh Tokyo Shoko Research pada Kamis ini (11/10). Jumlah utang yang dimiliki oleh Production IMS saat ini dilaporkan mencapai 250 juta yen (sekitar 33,7 miliar rupiah).

Production IMS didirikan oleh eks produser dari AIC, Yoshiyuki Matsuzuki, pada bulan Februari 2013. Ketika Production IMS dilaporkan permintaan untuk biaya produksi dan pembayaran untuk para subkontraktor meningkat pada Juni lalu, penjualan tetap berlangsung stagnan dan arus kas mereka merosot. Sebagai bagian dari upaya rekonstruksi perusahaan, Production IMS menutup Studio Hikarigaoka yang berlokasi di Tokyo pada Desember tahun lalu. Sayangnya, upaya ini malah tidak berjalan baik. Pihak manajemen pada akhirnya tidak dapat berbuat banyak lagi untuk menanggulangi krisis keuangan di dalam perusahaan dan menyebabkan hal terkait pascapengerjaan yang ada diserahkan sepenuhnya kepada pengacara per 7 Juni 2018.

Beberapa anime utama yang dikerjakan oleh Production IMS adalah Date A Live II (2014), Ore, Twintail ni Narimasu. (2014), Shinmai Maou no Testament (2015), Joukamachi no Dandelion (2015), Hundred (2016), High School Fleeti (2016), dan Takunomi (2018).

Situs web Production IMS telah resmi ditutup. Akan tetapi, hal ini belum berpengaruh untuk serial anime High School Fleet atau yang dikenal juga dengan Haifuri, termasuk pengumuman proyek film animenya yang telah dibeberkan pada April 2018 yang tetap masih terus berjalan sejauh ini dan tidak ada kabar terkait penghentian atau kabar lainnya terkait film anime ini. Sementara itu, gim smartphone dari serial ini yang berjudul High School Fleet: Kantai Battle de Dai Pinch! masih terus menerima praregistrasi pengguna untuk peluncurannya pada tahun ini.

Sumber: Crunchyroll

Ponimu Umumkan “Tonari no Kyuuketsuki-san” dan “Merc Storia” sebagai Judul Simulcast

thumbnailPonimu

Kedua judul tersebut adalah "Tonakyuu" dan "Merc Storia"!

Anime musim gugur tahun 2018 sudah akan dimulai, dan dalam jendela waktu yang cukup singkat ini, Ponimu akhirnya mengumumkan 2 buah judul simulcast yang sudah mereka dapatkan. Lisensi dari kedua judul tersebut didapatkan dari Hakuhodo DY Music & Pictures. Apakah ada yang sudah bisa menebaknya?

Sebelum ini Ponimu juga sudah membocorkan sedikit informasi mengenai simulcast ini di acara Comifuro XI akhir Agustus lalu. Kemudian Ponimu juga menambahkan lebih banyak petunjuk minggu lalu saat mereka mengunggah 2 buah gambar petunjuk bagi kedua acaranya. Akhirnya, simulcast pertama Ponimu akan segera tayang mulai tanggal 5 Oktober mendatang.

Acara simulcast Ponimu yang pertama adalah Tonari no Kyuuketsuki-san, sebuah anime mengenai keseharian seorang vampir yang hidup di dunia modern. Vampir ini bernama Sophie, tetapi dia tidak menyerang manusia untuk makan darah, dia membeli darah secara online beserta dengan berbagai merchandise anime dari situs online.

Acara simulcast kedua Ponimu adalah Merc Storia, sebuah seri yang diangkat dari mobile game (mobage) yang cukup terkenal di Jepang. Merc Storia mengambil latar di dunia tempat monster dan manusia hidup berdampingan. Pemeran utamanya, Yuu adalah seorang healer yang memiliki kemampuan untuk menjinakkan monster dan sedang dalam tugas untuk mengambil kembali ingatan dari Merc, seorang gadis yang terperangkap dalam botol.

Tonari no Kyuuketsuki-san bisa ditonton mulai tanggal 5 Oktober mendatang dan Merc Storia bisa mulai ditonton pada tanggal 11 Oktober. Kedua acara simulcast ini juga akan memiliki jeda satu jam setelah animenya tayang secara perdana di Jepang.

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia

POPCON Asia 2018 Pertama Kalinya Menggelar POPCON Award untuk Film-Film Indonesia

POPCONAWARDS2017_PREVIEW_531

2018 merupakan tahun yang spesial bagi industri perfilman tanah air. Dalam waktu tiga tahun terakhir, jumlah penonton film Indonesia semakin meningkat. Total penonton film Indonesia pada tahun 2016 sudah mencapai 34,5 juta, atau meningkat lebih dari dua kali lipat daripada tahun 2015 serta mencapai 40,5 juta di tahun 2017. Pencapaian ini terus berlanjut pada tahun ini dengan jumlah penonton film Indonesia sepanjang Januari-Agustus saja sudah tembus 36 juta!

Angka-angka fantastis ini didukung oleh hadirnya film-film Indonesia yang semakin unik dan menarik. Film Warkop DKI Reborn: Jangkrik Boss! Part 1 (6,9 juta) dan Dilan 1990 (6,3 juta) bahkan menjadi film terlaris sepanjang masa, yang hanya bisa dikalahkan oleh Avengers: Infinity War (7,9 juta).

Film adalah salah satu pilar POPCON. Sebagai acara terbesar di Indonesia yang merayakan budaya pop, tentu saja film menjadi salah satu perayaan utama. POPCON Award untuk film panjang Indonesia yang untuk pertama kalinya digelar adalah usaha untuk melengkapi penghargaan-penghargaan bagi film Indonesia yang sudah ada.

Ada lima buah kategori yang dihadirkan oleh POPCON Award untuk film panjang, yaitu Most Memeable Film, Idola Kawula, Best Duet, Best Horror, dan Best Product Placement. Beberapa judul yang masuk dalam nominasi di atas adalah Dilan 1990, Pengabdi Setan, Ayat-Ayat Cinta 2. Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, Posesif, Yo Wis Ben, dan Sebelum Iblis Menjemput.

Selain penghargaan untuk film panjang, POPCON juga tidak melupakan film-film pendek dan web-series. Kategori yang tersedia untuk film-film pendek dan web-series adalah Rising Filmmaker, Memorable Character, dan Outstanding Web-Series.

Khusus POPCON Award kategori film panjang Indonesia, film pendek, dan web-series, POPCON Asia 2018 memboyong nama-nama terkenal untuk menjadi kurator seperti Adrian Jonathan Pasaribu pendiri dari Cinema Poetica, Stephany Josephine blogger “thefreakyteppy”, dan Candra Aditya reviewer film yang suka menggunakan gaya bahasa menggemaskan serta suka melihat detail-detail kecil dari film yang terkadang terlewatkan.

“POPCON Award Film Panjang Indonesia adalah penghargaan yang diberikan kepada film dan perfilman Indonesia, sebagai budaya Pop – melahirkan cendekia dan talenta-talenta kreatif yang menjadi lokomotif dunia kreatif Indonesia di masa depan” terang Yenny Wangsawidjaja, CEO POPCON Inc.

“Mengenai pemilihan kategori yang unik adalah untuk membedakan POPCON Awards Film Panjang Indonesia dengan event-event sejenis dan sekaligus untuk memberikan ciri khas tersendiri yang akan dikenal oleh insan-insan perfilman nusantara” tambahnya.

Selain POPCON Award bertema film, ada juga Comic Category, Game Category, dan untuk pertama kalinya ada nominasi Best Boardgame Of The Year yang bakal membuat suasana penutupan hari pertama POPCON Asia 2018 berlangsung meriah.

Pada tahun ini, POPCON Asia juga menampilkan konten-konten bertema film yang lebih banyak. Ada diskusi panel para pemain dari film Foxtrot Six yang bakal tayang di awal tahun 2019, peluncuran teaser trailer perdana dari film Dreadout yang merupakan film live-action pertama yang diadaptasi dari video gim karya anak bangsa, para pemain film Generasi Micin Vs Kevin, dan kehadiran pemain Dear Nathan: Hello Salma, film drama remaja tahun 2017 dimana pemeran utamanya, aktor muda Jefri Nichol meraih penghargaan bergengsi dari festival film Bandung untuk kategori pemeran utama pria terpuji film bioskop.

Tiket POPCON Asia 2018 bisa dibeli online di https://ticket.popconinc.com. Untuk anak-anak yang tinggi badannya di bawah 100 cm tidak dikenakan biaya saat memasuki POPCON Asia 2018.

Artikel ini merupakan rilis pers resmi dari POPCON Asia.

Serial Anime Gochiusa Dapatkan OVA Baru dan Musim Ketiganya

gochiusa

Asyik, mantap, Gochiusa bakal tayang lagi anime televisinya dua tahun lagi!

Siapa yang tidak rindu dengan ke-moe-an Chino Kafuu dkk.? Nah, bila Anda adalah salah satu penggemar gadis-gadis imut dan menggemaskan dari serial anime Gochuumon wa Usagi Desu ka? atau disingkat Gochiusa, bersiaplah untuk kabar manis yang satu ini.

Akun Twitter resmi serial Gochiusa mengumumkan bahwa serial ini akan mendapatkan sebuah OVA baru pada tahun 2019. Tidak hanya itu, serial ini juga telah diberi lampu hijau untuk penayangan musim ketiganya pada tahun 2020. Kepastian informasi ini sebelumnya telah didapatkan dari salah satu cuitan warganet di Jepang yang mengikuti acara Dear My Sister Tea Party yang diselenggarakan pada hari Minggu ini (16/9).

Tanpa tanggung-tanggung, informasi mengenai OVA baru dan musim ketiga ini juga dipublikasikan melalui saluran YouTube dari NBCUniversal Anime/Music.

Jadi, siapa yang sudah tak sabar menyiapkan diri untuk melihat gadis-gadis moe di kafe ini kembali?

Sumber: Otakomu

Gim Kapal “Azur Lane” Mendapatkan Adaptasi Anime

azur lane

Azur Lane, salah satu permainan strategi yang menghadirkan moefikasi kapal itu telah diberikan lampu hijau untuk penayangan animenya.

Kabar gembira bagi Anda pencinta gim kapal-kapalan Azur Lane! Pada hari Sabtu ini (15/9), telah diumumkan bahwa Azur Lane mendapatkan sebuah adaptasi anime dengan memperlihatkan video promosi singkat perdananya pada acara peringatan ulang tahun gim Azur Lane yang pertama di Tokyo, Jepang.

Tensho (Grisaia, Rewrite, Kinmoza!) akan bertindak sebagai sang sutradara. Sementara itu, Jin Hagenaya (skenario gim Demonbane, penaskahan Kamen Rider Gaim dan Guilty Crown) akan bertanggung jawab untuk penaskahan serial anime ini.

Anime Azur Lane diproduksi di studio animasi Bibury Animation Studio.

Hadir sebagai gim untuk perangkat Android dan iOS, para pemain Azur Lane mengumpulkan kapal perang dari berbagai negara dan menggunakan armada kapal yang terdiri dari enam kapal untuk melawan pemain lawan. Gim ini dirilis pertama kali pada Mei 2017 di Tiongkok dan pada September 2017 di Jepang. Tak ketinggalan juga, gim ini telah mendapatkan versi bahasa Inggrisnya yang dirilis secara open beta pada bulan Agustus lalu untuk wilayah Amerika Utara. Gim orisinalnya sendiri akan berkolaborasi dengan Utawarerumono pada bulan November mendatang.

Sumber: Anime News Network

[Wawancara] Menjadi Sejuk dengan Nyanyian dari Eri Sasaki!

Eri Sasaki

Mulai dari "Ring of Fortune" hingga "Fuyubiyori", Eri Sasaki berhasil membawakan lagu-lagunya pada acara C3 AFA Jakarta 2018 pekan lalu.

Eri Sasaki merupakan seorang penyanyi anisong kelahiran Fukuoka, 13 Juni 1989. Karier debutnya adalah saat menyanyikan lagu tema pembuka untuk anime Plastic Memories, yaitu “Ring of Fortune” pada tahun 2015. Penyanyi yang berafiliasi dengan label musik 5pb.Records ini telah mengeluarkan tiga single dan satu album.

Menjelang kedatangannya ke Indonesia dalam rangka C3 AFA Jakarta 2018, Eri Sasaki menjawab pertanyaan yang berkaitan seputar kariernya. Simak selengkapnya di bawah ini!

Selamat untuk kunjungan perdana Anda ke Indonesia! Apa kesan Anda terhadap Indonesia?
Terima kasih banyak atas sambutannya! Karena sebelumnya saya belum pernah mengunjungi Indonesia, saya sangat menantikannya nanti! Saya ingin mencicipi nasi goreng yang enak! (wkwkwk) Sebelumnya, saya pernah menonton salah satu acara di televisi yang memperlihatkan orang Indonesia dengan senyuman yang tenang dan hangat sehingga saya merasakan bahwa di sana bakal banyak orang yang baik.

Pada acara Dokomi 2018 (salah satu festival anime di Jerman), Anda memainkan biola saat menyanyikan “Gate of Steiner”. Nah, Apakah ada alat musik lainnya yang paling ingin Anda pelajari?
Saya belajar bermain biola sejak masih kecil. Alat musik lainnya yang ingin saya coba adalah selo dan saksofon! Suara dari kedua alat musik itu terdengar sangat mengesankan. Selain itu, saya juga ingin belajar memainkan gitar untuk lagu “Fuyubiyori”.

Karena Anda menyanyikan lagu penutup untuk gim Steins; Gate 0 dan dalam salah satu wawancara Anda mengatakan bahwa Anda menyukai serial-serial dari Science Adventure (Steins;Gate, Robotics; Notes, dsb.), apakah Anda saat ini masih mengikuti jalannya anime Steins;Gate 0 yang sedang tayang?
Tentu saja saya menontonnya! Meski Okarin saat ini sedang tidak keren-kerennya, saya rasa Daru-kun yang menggantikan kerennya dia untuk musim ini!

Belakangan ini, lagu “Fuyubiyori” meraih kepopuleran berkat terkenalnya anime Yuru Camp. Apakah ada pesan untuk mereka yang baru saja mengikuti musik Anda?
Semua lagu yang ada dibuat untuk bisa bergaung di dalam hati semua yang mendengarkannya. Saya ingin mereka bisa rileks sambil menikmati musik saya. Meskipun sayalah yang paling bahagia saat melihat orang-orang datang dan menikmati hari pada saat konser berlangsung, mereka bisa mendapatkan sensasi yang serupa dengan mendengarkan lagunya dari CD. Silakan tutup mata Anda dan nikmati musiknya!

Eri Sasaki membawakan Special Showcase pada hari kedua C3 AFA Jakarta 2018 (1/9). Sebanyak delapan lagu dibawakan oleh Eri Sasaki pada hari Sabtu itu. Lagu-lagu yang dibawakannya adalah “GATE OF STEINER”, “Ring of Fortune” (lagu tema pembuka anime Plastic Memories), “YURUSU”, “Dia vo Lhizer” (lagu tema gim Yuusha Neptune), “Shampoo”, “Haruka naru Tabi” (lagu tema penutup anime BAKUMATSU), “Time To Wake Up”, dan disudahi dengan lagu sensasionalnya, “Fuyubiyori” (lagu tema penutup anime Yuru Camp). Eri Sasaki juga tampil pada hari Jumat dan hari Minggu di Akiba Stage.

Ya, “Fuyubiyori” yang merupakan lagu tema penutup dari serial anime Yuru Camp adalah salah satu tembang anisong yang sangat disukai saat ini berkat kombinasi suara merdu Eri Sasaki berpadu dengan alunan gitar yang meresapi alam seperti yang dapat Anda lihat dalam video klipnya di bawah ini.

Dalam cuitannya, Eri Sasaki tak lupa mengungkapkan bahwa dia merasa senang dapat bernyanyi bersama dan juga mengucapkan terima kasih atas sambutan yang begitu hangat di Indonesia.

[Wawancara] Nyaris Kepala Tiga, Megumi Nakajima Tetap Bertenaga!

mameguThumbnail

Penyanyi anisong dan juga seiyuu yang satu ini terkenal dengan perannya sebagai Ranka Lee dari serial Macross Frontier.

Megumi Nakajima atau yang kerap juga dipanggil dengan Mamegu merupakan seorang seiyuu kelahiran Ibaraki, 5 Juni 1989 dan saat ini berafiliasi dengan agensi E-Stone Music. Seiyuu yang juga penyanyi keturunan Jepang-Filipina ini telah malang melintang dalam industri anime. Karakter debutnya sekaligus merupakan karakter yang paling berpengaruh baginya hingga saat ini adalah Ranka Lee dari serial Macross Frontier. Hingga saat ini, Mamegu telah merilis dua belas single dan empat album.

Menjelang kedatangannya ke Indonesia dalam rangka C3 AFA Jakarta 2018, Mamegu menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan karier seiyuunya. Simak selengkapnya di bawah ini!

Apa yang pada mulanya memotivasi Anda untuk menjadi seorang seiyuu?
Saya menyukai manga sejak masih kecil dan saya sangat menghormati mereka yang telah membuat karakter yang ada di dalam manga tersebut menjadi hidup. Saat saya berusia 18 tahun, saya lulus audisi serial Macross dan momen itu mengubah hidupku untuk selamanya.

Anda sangat dikenal oleh para penggemar untuk peran Anda sebagai Ranka Lee dari serial Macross Frontier. Bagaimana Anda melihat sosok Ranka Lee serta bagaimana Anda cocok dengannya?
Saya merasa bahwa saya dapat melihat diri saya ada pada seorang Ranka Lee, yaitu mengenai kegemarannya bernyanyi serta bagaimana ia mengejar impian dan cita-citanya.

Siapa karakter tersulit yang pernah Anda suarakan?
Meloetta dari serial Pokemon. Untuk mampu mengekspresikan diri dan memaknai perannya hanya dengan tangisan Pokemon itu adalah sebuah pengalaman menantang sekaligus berharga bagi saya.

Apakah ada karakter yang benar-benar menimbulkan kesan yang mendalam kepada Anda seperti misalnya karakter itu mirip sifatnya dengan diri Anda atau hal lainnya dari yang pernah Anda perankan?
Semua karakter yang pernah saya perankan meninggalkan kesan yang begitu mendalam, terutama Ranka Lee (Macross Frontier) dan Cure Lovely (Happiness Charge Precure!).

Mamegu mengisi konser I LOVE ANISONG hari kedua dengan membawakan delapan lagu yang rata-rata berasal dari serial Macross. Lagu-lagu yang dibawakannya adalah “What ‘Bout My Star @Formo”, “Saturday Night Question”, “TRY UNITE”, “Bitter Sweet Harmony”, “Anata no Oto”, “Ao no Ether”, “Houkago Overflow”, dan lagu termasyhurnya, “Seikan Hikou”. Mamegu menyanyikan semua lagu yang ada dengan penuh semangat dan tenaga, tampak sesekali dia ikut bergoyang mengikuti irama yang ada pada malam itu.

Penampilan Megumi Nakajima di konser I LOVE ANISONG (Sumber: ANIME FESTIVAL ASIA)
Penampilan Megumi Nakajima di konser I LOVE ANISONG (Sumber: ANIME FESTIVAL ASIA)

Setelah konser berakhir, Mamegu tak lupa mengucapkan terima kasih untuk penampilan perdananya di Jakarta, Indonesia. Dalam cuitannya, dia mengungkapkan bahwa dari atas panggung dapat menyaksikan wajah-wajah penuh kegembiraan dari para pengunjung konser dan berharap bahwa suatu saat bisa kembali lagi ke Indonesia.

Mamegu sendiri baru saja merilis single-nya pada bulan Agustus lalu yang terdiri dari “Bitter Sweet Harmony” (lagu tema pembuka serial anime Sunohara-sou no Kanrinin-san), “Shiranai Kimochi”, dan “Kanashimi to Tomo ni”.

Peluncuran Awal Ponimu Hadirkan Berbagai Anime!

Ponimu juga baru saja menambahkan lebih banyak konten pada bulan September.

Bulan ini sudah masuk ke bulan kedua dari fase peluncuran awal (soft launching) Ponimu sejak pertama kali diluncurkan pada tanggal 30 Juli lalu. Saat itu, konten Ponimu masih bisa dihitung dengan jari saja, yaitu Project Itoh: Empire of Corpses, Polyphonica, dan Higashi no Eden. Pengguna juga mendapatkan 3 hari gratis untuk mencoba menonton anime-anime Ponimu.

Selain 3 hari gratis tersebut, para peserta survei awal dan juga mereka yang mengikuti Ponimu CSF Challenge juga akan mendapatkan bonus-bonus hari gratis yang dapat digunakan sampai minggu kedua setelah situs Ponimu go live.

Pada bulan Agustus lalu, Ponimu juga menghadiri salah satu acara kreatif besar di Indonesia, Comifuro XI, yang diadakan di Balai Kartini. Dalam acara tersebut, Ponimu menjual berbagai macam merchandise dan menawarkan paket-paket edisi terbatas yang dapat dibeli selama acara tersebut berlangsung. Berbicara mengenai paket edisi terbatas, pada tanggal 31 Agustus sampai 2 September, Ponimu juga menawarkan paket spesial dalam rangka menyambut Egoist yang datang ke Indonesia.

Memasuki bulan September ini, Ponimu akan kembali menambahkan judul-judul ke dalam jajaran animenya. Judul yang akan Ponimu tambahkan di bulan September ini antara lain adalah:

– Project Itoh: Harmony
– Girls und Panzer
– Polyphonica Crimson S
– Higashi no Eden movie I dan II
– Canaan
– Tari Tari

Ponimu akan mulai menambahkan konten mereka dimulai pada tanggal 3 September 2018, tepatnya pada pukul 23.59. Selain berbagai konten di atas, Ponimu juga akan membawakan 2 buah movie, yaitu film ketiga dari Project Itoh dan juga Maquia. Tidak lupa pula 2 buah acara simulcast yang akan dibawakan oleh Ponimu di musim gugur tahun ini.

Artikel ini merupakan rilis pers dari Ponimu Indonesia