Arknights, gim tower defense dari Tiongkok itu, menjadi penyegar di antara banyaknya gim gacha RPG yang digemari wibu Indonesia. Tak hanya mekanisme gim dan desain karakter, satu aspek yang perlu lebih sering dibicarakan dari Arknights adalah jalan ceritanya.

Premisnya sederhana: Rhodes Island, kumpulan orang-orang infected yang berjuang untuk menyelamatkan infected lain, dan juga melawan kumpulan infected yang lebih radikal, Reunion Movement. Tetapi dengan segera terlihat bahwa ini bukan urusan pahlawan melawan musuh semata. Ada faktor-faktor lain di sini. Keliru jika kita mengatakan bahwa musuh utama dan satu-satunya dari Rhodes Island adalah Reunion Movement. Ada satu faktor lain: otoritarianisme a la Lungmen Guard Departement.

Memahami Ekstremisme Reunion Movement

Reunion Movement memang digambarkan dengan sangat buruk dari awal. Organisasi ini bekerja dengan teror: membunuh dan menyerang warga sipil tanpa pandang bulu dan punya tujuan menyebarkan kekacauan pada umumnya. Tetapi, setiap organisasi — bukan individu — yang melakukan teror punya latar belakang, dan kadang-kadang punya ideologinya sendiri.

Reunion jelas punya ideologi: bahwa mereka yang terjangkit Oripathy, disebut sebagai infected, sudah terlalu lama dimarjinalisasi mayoritas masyarakat maupun pemerintahan yang ada, baik itu Ursus maupun Lungmen. Keluarga direbut, hak dicabut, ditinggalkan, dan dianggap aib. Dengan opresi bertahun-tahun, Reunion adalah sekumpulan orang dengan dendam, dan sebagaimana orang dengan dendam jauh melampaui apa yang bisa kita bayangkan, prinsipnya adalah mata balas mata — semua orang pantas menjadi buta.

Kelompok ini percaya bahwa kalau lawan terlalu berkuasa dan playing field jauh tidak seimbang, maka tak ada cara untuk mencapai keadilan kecuali melalui kekerasan ekstrem, bahkan dengan cara meneror rakyat sipil sekalipun.

Bandingkan dengan Rhodes Island Pharmaceutical. Berasal dari niatan yang sama, keinginan antar infected untuk membantu satu sama lain, Rhodes Island tidak tumbuh dari dendam, tapi solidaritas. Ia tidak memakai strategi bumi hangus. Dengan segala hal yang buruk di muka bumi, Amiya dan jajarannya percaya bahwa ada win-win solution dari semua ini, jalan keluar yang dapat diterima semua orang. Amiya masih percaya bahwa semua orang pada dasarnya baik, maka kekerasan adalah jalan terakhir — pertama dan utama, mereka yang termarginalisasi harus menyatukan diri, membentuk jaringan, membantu satu sama lain dalam satu atap bernama Rhodes Island.

Rhodes Island Pharmaceutical, Inc.

Tetapi Reunion dengan paham ekstremnya berhasil membujuk massa. Mereka yang ditindas oleh pemerintahan Lungmen via Wei Yenwu dan pasukan kepolisian Ch'en (akan dijelaskan di bawah) tentu melihat Reunion sebagai penyelamat yang akan menghancurkan segala kekuatan yang telah menindas mereka. Satu-satunya harapan adalah melawan, dan satu-satunya cara melawan yang efektif adalah dengan kekerasan.

Meskipun begitu, kita tahu bahwa bahkan dalam kondisi termarjinalisasikan pun, ide-ide ekstrem tak tumbuh subur. Radikalisme akan menjauhkan moderat — membuat mereka takut, lebih tepatnya. Para moderat akhirnya berkumpul dalam atap Rhodes Island dari latar belakang yang amat beragam. Eyjafjalla seorang profesor geologi, Angelina lulusan SMA, Dobermann mantan instruktur militer, dan masih banyak lagi.

Terlebih, dengan tidak adanya doktrin 'kemurnian gerakan' seperti Reunion yang tidak mentoleransi 'kolaborator' dan 'pengkhianat terhadap tujuan awal', Rhodes Island tidak sendirian. Kontrak bersama Penguin Logistics, Karlan Commercial, dan Lungmen Guard Departement membuatnya lebih fleksibel. Inilah mengapa, meskipun Reunion menang jumlah, Rhodes Island menang kemampuan: ia berisi para intelek, akademisi, dan praktisi profesional.

Reunion Movement di bawah kepemimpnan Talulah.

Kita bisa melihat perbedaan komposisi anggota di sini. Reunion Movement mengutamakan kader — lebih banyak, lebih baik. Mereka 'berjualan' pintu-ke-pintu, satu infected ke lainnya, menghimpun jumlah yang sanggup untuk melumpuhkan Chernobog dan Lungmen. Sedangkan Rhodes Island adalah sekumpulan apa yang bisa disebut sebagai 'elitis'. Kelompok-kelompok kecil ahli, spesialis dalam bidangnya masing-masing, tidak sembarangan orang bisa masuk: serangkaian tes ketat dilaksanakan, dan kader yang lolos langsung dilatih secara intensif.

Dari sini, terlihat seakan-akan Reunion sekumpulan preman tidak profesional, sedangkan Rhodes Island adalah organisasi rapi dengan jaringan yang luas. Tetapi, faktor berikutnya membuat perbandingan ini akan lebih sulit: faktor pemerintahan Lungmen yang otoriter, Wei Yenwu sebagai kepala negara yang cenderung fasis, dan Ch'en sebagai kepala kesatuan polisi yang opresif dan brutal.

Rezim Semi-Fasis Lungmen dan L.G.D. yang Serupa NKVD

Tangan Lungmen berlumuran darah. Wei Yenwu, pemimpinnya, mengenal moda politik machiavellian: kekuasaan adalah satu-satunya hal yang penting. Maka tak mengherankan ketika ia memerintahkan untuk membunuh semua infected —dan telah membunuh semua infected kelas menengah-ke-bawah di kawasan kumuh — dengan alasan potensi bergabung dengan Reunion, meskipun tak ada alasan konkrit ia harus melakukan itu.

Ch'en tak jauh berbeda. Memimpin organisasi polisi paramiliter, ia punya pola pikir yang brutal dan efisien: mengutamakan keamanan dan ketertiban Lungmen di atas segala-galanya. Meskipun tak bisa disamakan dengan pola fasistik kepemimpinan Wei Yenwu, kepemimpinan Ch'en menjadikannya sulit untuk lebih fleksibel dengan Rhodes Island yang moderat. Ia tak menerima hierarki lebih tinggi, menggunakan penuh komando dan otoritas yang ia miliki, dan memandang infected sebagai suatu ancaman, suatu bahaya.

Wei Yenwu dan istrinya, penyebar teror di seluruh negeri.

Sebagai contoh di dunia nyata, L.G.D. di bawah Ch'en dapat disetarakan dengan NKVD, lembaga keamanan Uni Soviet di era Stalin yang terkenal membunuh dan memenjarakan banyak orang dengan alasan "khawatir orang tersebut menjadi musuh negara"— serupa dengan alasan pembantaian infected di Lungmen. Ch'en sendiri tidak ubahnya dengan Nikolai Yezhov, pemimpin NKVD di era Pembersihan Besar tahun 1930-an, di mana keduanya adalah orang yang pragmatis, loyal dan patuh pada otoritas dan hierarki yang kaku, serta memiliki pandangan bahwa "tidak apa-apa jika orang tak bersalah harus menjadi korban, yang penting negara aman." Hasilnya? Pembantaian, teror, dan pengutukan terhadap infected di Lungmen tanpa pandang bulu yang disponsori oleh imitasi NKVD bernama L.G.D. pimpinan "Commissar Ch'en".

Ini penting untuk memahami mengapa Reunion menjadi ekstremis penebar teror jalanan. Awal mulanya adalah orang-orang sakit yang terjangkit penyakit menyebar, oripathy. Namun, alih-alih menyembuhkan dan merehabilitasi, Lungmen memperlakukan infected semacam musuh, atau setidak-tidaknya ancaman yang harus diperhatikanm meskipun mereka merupakan orang-orang yang tak bersalah. Pembantaian a la Wei Yenwu dan teror satuan polisi Ch'en di mana-mana menghilangkan segala kemungkinan para infected Lungmen untuk jadi moderat: musuh telah meninggalkan aturan main, maka tidak ada gunannya mereka masih mengikuti aturan main.

Kompromi Rhodes Island dengan L.G.D Akan Menghancurkan Dirinya Sendiri

Lungmen dan Reunion adalah ekstrem di posisinya masing-masing. Diawali dengan prasangka buruk terhadap kedua belah pihak, keduanya terobsesi dengan menjaga posisi diri sendiri dari ancaman luar, terlalu terobsesi, malah, sampai mencederai pihak-pihak yang malah sebetulnya punya potensi menjadi kawan.

Tetapi kesamaan di antara keduanya tidak paralel: Lungmen diisi oleh birokrat efisien, sedangkan Reunion diisi orang-orang sinting dengan tujuan yang sudah tidak bisa lagi dinalar. Kita masih melihat orang-orang waras di L.G.D, seperti Swire, musuh abadi Ch'en, dan Hoshiguma yang masih memegang teguh kode etiknya. Namun di Reunion, hanya W yang masih punya alasan yang bisa dijustifikasi. Skullshatterer dibutakan balas dendam, FrostNova serupa mesin pembunuh, Mephisto seorang psikopat, dan terakhir, Talulah yang meninggalkan semua raison dan hanya ingin menghancurkan semuanya.

Meskipun komandan-komandan di Reunion dikenal sebagai orang-orang yang sudah dibutakan akalnya, kita tidak bisa menilai kepribadian dan sifat mereka hanya dari apa yang sudah ditampilkan di in-game story saat artikel ini diterbitkan (mengingat baru lima chapter saja di server EN yang dapat dimainkan). Sebagai contoh, Skullshatterer mesin pembunuh Reunion yang dikenal sebagai pemburu Misha di Chapter 2 — ternyata mengikuti Reunion dan menjadi mesin pembunuh karena trauma atas pembunuhan ibu kandungnya yang berusaha melindunginya ketika ia diburu sebagai infected di masa kecilnya. Dengan mengambil contoh tersebut, Talulah, Mephisto, Frostnova, atau yang lainnya mungkin memiliki latar belakang yang menarik dan dapat mengungkap alasan mereka menjadi sinting namun belum diungkap oleh chapter yang tersedia — terutama Talulah yang merupakan teman masa kecil Ch'en.

Meskipun demikian, apabila menggunakan asumsi keadaan saat ini bahwa Reunion berisi orang-orang yang irasional dan sinting, kolaborasi Rhodes Island dengan L.G.D. akan menjadi hal yang rasional. Tetapi kesulitan segera muncul: Lungmen bukan kawan bagi infected.

Kedua belah pihak tahu ini, dan kontrak yang dibentuk pragmatis alih-alih idealis. Ch'en tidak percaya Amiya dan kawan-kawan pada awalnya, dan Rhodes Island menganggap Ch'en serupa pengkhianat yang meninggalkan Amiya beserta pasukan Meteorite sendirian untuk menyelamatkan diri sendiri. Amiya kesulitan meminta intelijen dari Ch'en dan Ch'en sekali waktu ditolak permintaan informasinya oleh operator Rhodes Island.

Rasa saling percaya cenderung minim, dan penulis kira akan dengan mudah dan cepat rusak: pada saat Wei Yenwu memutuskan untuk menghancurkan Reunion, Dokter, Amiya, dan Schwarz tahu bahwa Wei ingin mengorbankan Rhodes Island. Ia tak peduli dengan infected: hanya peduli keamanan dan ketertiban negara.

Para ekstremis jalanan, Reunion Movement.

Lungmen adalah musuh yang harus lebih diperhatikan daripada Reunion. Ia akar masalah: kebijakan yang opresif, mengabaikan hak-hak mendasar dari infected yang masih manusia, dan membuka jalan bagi radikalisasi banyak sekali infected. Ia adalah rekan yang bermanfaat untuk menumpas pengacau jalanan Reunion, tetapi pada dasarnya, antipati terhadap para infected dan pengabaian terhadap hak-hak mendasar manusia menjadikannya musuh ideologis dari Rhodes Island.

Jika Rhodes Island ingin serius menyembuhkan dan memulihkan kehidupan para infected dan mengembalikan posisi mereka dalam masyarakat, maka Reunion hanyalah musuh jangka pendek — musuh jangka panjang ada berupa wajah-wajah otoritarian Lungmen dan Ursus, para pembunuh infected tak hanya secara langsung, melainkan via institusi yang menindas secara brutal dan sistematis.

Pada akhirnya, meruntuhkan sistem opresif akan jauh lebih sulit daripada sekedar mengalahkan preman jalanan.

Semua ilustrasi adalah ilustrasi resmi Arknights, lisensi oleh Hypergryph Co., Ltd.