Selamat datang kembali di Retro Corner, tempat untuk para gamer yang ingin bernostalgia dengan segala yang berhubungan dengan gim lawas. Kalian sudah nonton E3 2019 kan? Dari berbagai gim yang diumumkan pada E3 Nintendo 2019 ini, apakah di antara kalian tahu apa itu gim Animal Crossing?

Nah, pada Retro Corner kali ini, penulis akan membahas sekaligus merekomendasikan kalian salah satu gim Nintendo yang dijamin membuat kalian betah memainkannya sepanjang hari!

Gambar penyegar yang sehat

Animal Crossing adalah gim life simulation yang dikembangkan serta diterbitkan oleh Nintendo. Kalian di sini bermain sebagai pemuda atau pemudi yang hidup di desa yang dihuni oleh karakter-karakter hewan anthropomorphic dan hidup rukun bersama mereka.

Awalnya gim ini merupakan lokalisasi dari gim Nintendo 64 yang berjudul Doubutsu no Mori (Animal Forest). Kemudian, berlangsung menjadi sebuah re-imagining untuk versi Gamecube pada tahun 2002 hingga memiliki kelanjutannya di platform lain. Nama Animal Crossing sendiri diambil dari tanda jalan penyeberangan hewan yang memperingati pengemudi agar tidak menabrak hewan yang melintasi jalan.

Gameplay

Memancing bersama pemain lain

Sama halnya dengan gim Harvest Moon dan gim sejenis lainnya, gameplay Animal Crossing merupakan life simulation yang simpel. Kalian disini menata suasana di sekitar kalian atau bahkan seluruh desa, dengan menanam pohon dan bunga. Kalian mungkin bisa merasakan sakit atau status negatif lainnya seperti habis disengat lebah dan kelaparan, tetapi tidak akan berlangsung mengakhiri permainan kalian. Ya, dengan kata lain gim ini tidak akan ada tamatnya sampai kapanpun kalian mainkan.

Memancing ikan, salah satu aspek yang mengisi keseharian kalian dalam gim ini.

Mengumpulkan benda-benda adalah aspek utama dalam gameplay Animal Crossing. Seperti memancing ikan, menangkap serangga, menggali fosil, dan benda-benda lainnya yang bisa kalian dapat dan dijual untuk pendapatan kalian disini. Kalian juga bisa mempergunakannya sebagai dekorasi interior rumah kalian, atau menyumbang ikan dan serangga yang kalian tangkap ke museum.

Satu hal yang unik pada masa itu adalah latar waktunya yang menyesuaikan waktu di dunia nyata. Jika waktu pada dunia nyata sedang larut malam, waktu dalam gim ini juga ikut larut malam. Ada beberapa NPC dan binatang seperti ikan dan serangga yang muncul pada waktu tertentu, maka kalian juga harus selalu cek pada jam – jam tertentu. Kemudian, kalian bisa berinteraksi dengan pemain lain baik via online maupun offline.

Pada Animal Crossing di Gamecube dulu, kalian bisa berkunjung ke desa pemain lain via transfer Memory Card. Animal Crossing: Wild World untuk NDS dulu pertama kali memperkenalkan fitur online play via Nintendo Wi-Fi Connection.

Seekor tikus tanah pemarah Resetti siap menegur siapa saja yang lupa melakukan save data terlebih dahulu

Sebuah himbauan penting, hati-hati jika kalian ingin berhenti bermain Animal Crossing. Seekor tikus tanah galak bernama Resetti akan menegur kalian bila kalian mematikan gim atau me-reset gim kalian tanpa melakukan save game terlebih dahulu.

List Seri – Seri Animal Crossing

Dōbutsu no Mori

Doubutsu no Mori atau Animal Forest merupakan gim perdana pada seri ini. Dirilis untuk Nintendo 64 pada tahun 2001. Pada gim ini, waktu tan tanggal masih diatur secara manual karena mesin Nintendo 64 sendiri belum memiliki internal clock. Gim ini mendukung expansion pak agar bisa dimainkan pada resolusi TV yang lebih besar dari 320×240 ke 640×480.

Animal Crossing

Merupakan lokalisasi barat dan juga re-imagine dari Doubutsu no Mori. Gim ini dirilis untuk konsol Gamecube pada tahun 2002. Banyak perubahan pada seri ini selain peningkatan grafis. Diantaranya adalah sekarang tidak perlu mengatur tanggal dan waktu secara manual di gimnya, dikarenakan Gamecube sudah memiliki internal clock. Ada satu batu yang akan mengeluarkan uang jika dihantam dengan sekop dan kapak. Nook’s Shop akan berkembang seiring waktu kalian berbelanja di sana.

Animal Crossing: Wild World

Animal Crossing: Wild World dirilis untuk NDS pada tahun 2005. Gim ini pertama kali memperkenalkan fitur online play melalui Nintendo Wi-Fi Connection. Gim ini memiliki fitur modifikasi yang kuat demi memaksimalkan fungsi touchscreen pada NDS. Kalian bisa mendesain pattern atau gambar kalian sendiri untuk diaplikasikan ke baju kalian. Kalian juga bisa menggambar rasi bintang yang bisa kalian lihat di malam hari pada layar atas.

Animal Crossing: City Folk

Dirilis untuk Wii pada tahun 2008, dan menjadi seri Animal Crossing terakhir yang dirilis untuk konsol rumahan. Gim ini mendukung aksesori Wii Speak untuk berkomunikasi dengan pemain lain saat melakukan online play. Kalian bisa berkunjung ke kota dan bertemu dengan NPC dan beberapa tempat yang hanya ada di kota. Gim ini juga mendukung data transfer dari Animal Crossing: Wild World berupa karakter di desa dengan menghubung NDS kalian dengan Wii via wireless connection.

Animal Crossing: New Leaf

Animal Crossing: New Leaf merupakan seri Animal Crossing terbaru untuk saat ini. Dirilis untuk 3DS pada tahun 2013. Meskipun memakai dua layar, sayangnya tidak mengambil perspektif dua layar seperti Animal Crossing: Wild World. Namun, sudut pandang di sini memakai sudut pandang orang ketiga seperti Animal Crossing: City Folk sehingga kalian tetap bisa melihat pemandangan langit.

Karena di sini kalian berperan sebagai walikota, maka kalian juga bisa menata seluruh kota. Seperti membangun jembatan, air mancur, lampu taman, serta menambah fasilitas baru seperti kantor polisi dan kafe. Kalian juga bisa berenang di lautan yang berbatasan dengan kota.

Animal Crossing: New Horizon

Animal Crossing: New Horizon adalah seri Animal Crossing yang akan dirilis pada tahun 2020 nanti untuk Switch. Gim ini memiliki fitur dimana kalian bisa meracik material tertentu menjadi benda yang dipakai untuk peralatan dan dekorasi rumah. Di sini kalian akan bisa menyesuaikan penampilan karakter kalian sesuka hati, mulai dari rambut, muka, dan bahkan warna kulit. Gim ini nantinya akan menyesuaikan musim tertentu berdasarkan musim pada tempat tinggal kalian. Sebagai contoh jika ditempat kalian sedang musim salju, maka di Animal Crossing: New Horizon akan terjadi musim salju juga.

Kemunculannya di Media Lain

Dōbutsu no Mori

Doubutsu no Mori atau Animal Crossing: The Movie merupakan short-movie yang ditangani studio OLM dan didistrubusikan oleh Toho. Film ini pertama kali tayang pada tahun 2006 diteater Jepang. Film ini berpusat pada seorang gadis berusia 11 tahun bernama Ai yang pindah ke sebuah desa yang penuh dengan binatang. Di sini ia melakukan segala hal demi mencari teman baru, seperti halnya pada tujuan kita untuk memainkan Animal Crossing.

Playable Character Untuk Super Smash Bros.

Sebelumnya, aspek pada Animal Crossing untuk Super Smash Bros. hanya sebatas item, arena, dan karakter Resetti sebagai cameo. Semenjak Super Smash Bros. 3DS & WiiU, kalian bisa bermain sebagai Villager yang merupakan karakter utama serial Animal Crossing. Kemudian, Isabelle yang merupakan sekretaris pada gim Animal Crossing: New Leaf ikut serta dalam pertarungan di Super Smash Bros. Ultimate.

Overall

Jika dibandingkan dengan gim simulation lainnya, mungkin memang gameplay Animal Crossing tergolong sangat simpel dan biasa. Namun, gim ini sukses membuat orang-orang pecinta gim simulation termasuk penulis sendiri merasa ketagihan tiada henti. Dimulai dari waktu dan tanggal yang menyesuaikan kehidupan nyata hingga implementasi visual yang memanjakan mata dan hati pemain. Gim ini sangat direkomendasikan bagi kalian yang mencari gim yang dapat dijadikan pelarian ketika sedang stress terhadap masalah di dunia nyata.

Oleh karena itu, kalian akan memilih untuk menjalani kehidupan di Animal Crossing tempat kalian banyak menjalankan aktivitas santai serta berinteraksi dengan karakter anthropomorphic yang menggemaskan itu.

Itulah beberapa info terkait dari Retro Corner hari ini. Adakah teman-teman Riscomrades sekalian yang punya masukan, saran, dan ide untuk bahasan Retro Corner berikutnya? Seperti biasa, silakan sampaikan pendapat kalian pada kolom komentar di bawah ini, ya!

Sampai ketemu di Retro Corner berikutnya!

Tulisan ini adalah opini pribadi dari penulis, tidak mencerminkan pandangan umum Risa Media. Penulisan oleh Ivan Mahendrawan.