[Liputan] ‘Sekaten’ ala Jepang di Gambarimasu!Dibutuhkan waktu 2 menit untuk membaca artikel ini

Gambarimasu menawarkan cara baru bagi kita untuk menikmati acara jejepangan.

Hai-hai Riscomrades! Sebuah kabar gembira di hari ini, Risa Media telah secara resmi melebarkan sayapnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Kami hadir untuk menyajikan hal-hal unik seputar kegiatan jejepangan dan industri kreatif di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Liputan kali ini akan memberitakan serunya acara perdana Gamabunta Hikari Matsuri di Yogyakarta, yang dilaksanakan pada tanggal 28-30 September 2018.

Acara-acara untuk subkultur jejepangan tak eksklusif milik kota-kota besar seperti Jakarta, tetapi juga dimiliki komunitas-komunitas lokal-regional yang lebih sederhana, salah satunya di Yogyakarta. Meskipun skala dan kapasitas acara tak sebesar ibukota, namun kegiatan di tingkat lokal ini memiliki coraknya sendiri.

Adalah komunitas Gamabunta di Kota Yogyakarta, yang kali ini untuk pertama kalinya menyelenggarakan acara serupa dengan judul Gamabunta Hikari Matsuri, atau Gambarimasu! Dengan basis komunitas yang kuat, Ganbarimasu hadir bagi para pegiat kebudayaan Jepang untuk berkumpul bersama dalam minatnya masing-masing.

Acara ini diselenggarakan di area terbuka Jogja Expo Center dengan konsep matsuri, atau festival khas Jepang. Kebudayaan lokal sendiri mempunyai acara dengan semangat serupa, yaitu pada pasar malam Sekaten, dan dengan budaya lokal yang masih kuat, Gambarimasu memperlihatkan diri seperti Sekaten a lá Jepang.

Area acara dipenuhi dengan lebih dari 80 stan makanan dan minuman, banyak di antaranya telah menjadi langganan untuk acara serupa, seperti takoyaki dan okonomiyaki. Tata ruang acara yang luas menjadikan posisi stan-stan ini menjadi esensial bagi kenyamanan pengunjung, apalagi acara diadakan di luar ruangan.

Belasan komunitas meramaikan acara dengan spesialisasinya masing-masing, seperti Gundam Universe Jogja, AMV Indonesia, Love Live x Bang Dream Jogja, NKC48 x ALIC, Yogyakarta Itasha Community, serta komunitas-komunitas lainnya yang meramaikan acara.

Panggung utama yang menjadi pusat perhatian menghadirkan para bintang tamu yang kental dengan kebudayaan Jepang, seperti tari yosakoi oleh Tsukiyomi serta tari bon odori dari komunitas U-Maku Eisa Shinka Indo. Selain itu, hadir juga bintang tamu yang sarat dengan subkultur jejepangan, seperti Momiji Velvet, Rosemetal, Crossover, E-quorz, dan lainnya. Seperti sebelumnya, pertunjukan ini juga direspon dengan semangat oleh para pengunjung yang sangat antusias.

Tersedia juga elemen-elemen khas dari matsuri seperti permainan-permainan tangkap ikan dan lempar ring ke botol. Tak hanya itu, dekat dengan panggung utama terdapat pertunjukan kabuki yang khas dengan tarian dan topengnya. Selain itu, terdapat juga gacha berbentuk undian yang lazim ditemukan di pusat perbelanjaan Jepang, namun dengan unsur budaya lokal: salah satu hadiah berupa kuliner instan sederhana dari berbagai daerah Indonesia.

Undian, tapi karena dari Jepang, namanya jadi Gacha.

Gambarimasu menawarkan corak baru pada acara-acara subkultur jejepangan: yang tak hanya berfokus pada subkultur otaku, tetapi  juga jangkauannya lebih luas mencakup kebudayaan lokal dari Jepang sendiri. Acara ini menunjukkan bahwa kegiatan semacam ini memiliki keseruan dan keunikannya sendiri, kental dengan nuansa kebudayaan Jepang tetapi tetap mencirikan latar belakang Indonesia.

Gambarimasu dapat memberi pengaruh yang baik bagi perkembangan acara jejepangan yang cenderung otaku-sentris.

Liputan oleh Tim Risa Media Jawa Tengah – Yogyakarta

Risa Media Divisi Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta

Tinggalkan Balasan