[Liputan] Serba Tak Lazim di POPCON Asia 2018Dibutuhkan waktu 4 menit untuk membaca artikel ini

POPCON Asia 2018 menawarkan sesuatu yang berbeda dari perhelatan tahun-tahun sebelumnya.

Tidak lazim. Dua kata yang mampu mewakilkan perhelatan POPCON Asia 2018 tahun ini, tentunya dalam arti positif. Apa yang dimaksud dengan sesuatu yang tidak lazim ini? Tim Risa Media kembali meliput acara berjargon #CLASHofPOP ini selama dua hari penuh.

Hari Pertama (22 September 2018)

Sama halnya dengan C3 AFA Jakarta 2018 tiga pekan sebelumnya, POPCON Asia 2018 turut berpindah tempat ke ICE (Indonesian Convention Exhibition) BSD City, Tangerang. Meskipun lebih jauh, acara ini tetap mudah diakses melalui KRL Commuter Line dan Tol Jakarta-Serpong.

Sesampainya di pintu masuk acara, penulis disambut dengan boneka angin bentuk Tahilalats, yang kebetulan menjadi salah satu mitra resmi acara ini. Tidak hanya di pintu masuk, stan komik strip yang tidak berfaedah ini juga megah dan nyentrik di dalam, bersandingan dengan stan PIONICON dan FRANK KOMIK yang tak kalah megahnya. Acara ini juga turut dimeriahkan oleh puluhan artist yang menjajakan karyanya di Artist Alley. Tidak mau kalah dengan stan besar, artist yang mengisi Artist Alley juga turut menghias stannya untuk menarik hati para pelanggan. Sebut saja Komikin Ajah yang mengadakan kuis berhadiah, Kisai Entertainment yang menghadirkan tantangan menggambar dengan tangan kiri, bahkan ada pula stan yang membawa gerobak utuh! Sungguh kreatifnya insan berkarya Indonesia ini.

Satu hal yang paling ditunggu di POPCON Asia 2018, Kak Seto!

Ketidaklaziman acara ini rupanya belum berakhir, ditandai dengan adanya ring tinju di tengah area acara. Memiliki nama keren Battle Stage, panggung ini adalah arena untuk bertarung, tentunya bertarung untuk menghasilkan karya terbaik. Banyak hal tak lazim terjadi di panggung ini, sebut saja perkenalan serial televisi Satria Naga, komik terbaru Setan Jalanan, peluncuran sekuel gim Dreadout, adaptasi film Terlalu Tampan, dan yang paling ditunggu, Kak Seto! Meskipun jadwalnya padat, psikolog anak legendaris yang sempat terkenal dengan “sleding”-nya menyempatkan diri untuk menyapa insan kreatif yang hadir, serta mengingatkan kembali akan pentingnya mengembangkan potensi anak untuk berkarya.

Menyikapi tren gim dan e-Sports yang kian menggeliat, POPCON Asia 2018 juga diramaikan oleh perilisan berbagai gim terbaru, seperti Pengabdi Setan dan Dreadout terbaru yang sudah mendukung VR. Para sales yang berseragam SMA pun turut menjajal gim yang pernah dicoba PewDiePie ini. Hasilnya? Kaget bukan kepalang.

Panggung utama POPCON Asia diisi oleh lomba e-Sports yang diselenggarakan oleh Supreme League, di mana lomba yang diadakan adalah DotA dan Mobile Legends. Sejumlah nama besar turut hadir mengikuti lomba ini, salah satunya adalah Team RRQ yang terkenal akan salah satu personilnya, Lemon. Pemain tampak sangat antusias berjuang demi kemenangan.

Hari Kedua (23 September 2018)

Hari kedua acara POPCON Asia 2018 cukup ramai, tidak kalah dengan hari pertama. Sesampainya dekat pintu masuk, kami langsung disuguhkan dengan parade cosplayer, di mana para cosplayer berkumpul membuat barisan untuk berjalan memutari lokasi acara POPCON Asia 2018 layaknya sedang mengikuti parade.

Parade cosplayer di POPCON Asia 2018

Acara parade cosplayer selesai, kami pun mengunjungi berbagai booth yang ada di POPCON Asia 2018, Banyak sekali booth menarik untuk dikunjungi, sebut saja Si Juki dan Tahilalats, yang pastinya sudah tidak asing lagi. Anda dapat menyaksikan sang Creator beraksi menggambar karakternya di tempat. Selain itu, Anda juga dapat membeli berbagai macam merchandise resminya di acara ini.

Faza Meonk, komikus Si Juki, tengah menyapa penggemarnya.

Masih di keseruan rangkaian acara POPCON Asia 2018, Nusantara Stage menghadirkan berbagai bintang tamu terkenal, salah satunya adalah David J. Fielding dan Karan Ashley, pemain serial TV tersohor Power Rangers. Di panggung ini, mereka berdua mengumumkan adanya film aksi terbaru, The Order: Icarus Rising, di mana beberapa pemain Power Rangers turut meraimakan film tersebut.

Selanjutnya, acara di Nusantara Stage dilanjutkan dengan penayangan trailer film animasi asal Indonesia, Balpil n Bhinneka. Film ini bergenrekan animasi aksi superhero, di mana jurus-jurusnya terinspirasi dari silat berbagai daerah di Indonesia. POPCON juga menghadirkan Dalang Pelo, animator Instagram yang tersohor akan video animasinya.

Pengumuman animasi superhero asal Indonesia.

Kejutan yang hadir di POPCON tidak hanya sampai di situ. Diumumkan pula satu lagi film baru yang akan hadir di layar kaca 2019 mendatang, yaitu Satria Heroes. Film ini merupakan seri pembaharuan dari seri Bima Satria Garuda yang sebelumnya pernah tayang di televisi. Rencananya Film ini akan tayang di SCTV.

Sesuai semangatnya yang menjunjung tinggi pop kultur, POPCON juga menunjukkan antusiasmenya terhadap cosplay dengan mengadakan Cosplay Competition, juga memberikan kesempatan akses masuk gratis untuk cosplayer. Untuk Anda yang senang menggambar, POPCON juga menghadirkan seminar membuat stiker LINE dan mendapatkan uang dari hasil penjualannya.

Cosplay Competition di POPCON Asia 2018

Hari sudah mulai malam, tapi keramaian panggung POPCON masih terasa. Acara terakhir dibawakan oleh penampilan dari RAN, sebuah grup musik yang pastinya tidak asing bagi penggemar insan musik tanah air. Pengunjung yang sudah mulai kelelahan bersemangat kembali dibuatnya.

Banyak hal yang tentunya bisa kita dapat dari POPCON kali ini. Teman baru, koneksi baru, pengalaman baru, karya baru, juga ilmu-ilmu baru. Semoga saja POPCON bisa kembali lagi menyapa kita di sini.

Liputan dan penulisan artikel oleh Excel Coananda dan Dikki Cantona Putra.

Excel Coananda

Komikus Risa Comics, Penulis Risa Media Hobi membuat dan membunuh meme.

Tinggalkan Balasan