Pelecehan Seksual Terhadap Cosplayer di ComiketDibutuhkan waktu 2 menit untuk membaca artikel ini

Comiket 96

Seorang cosplayer asal Tiongkok diberondong kamera dari fotografer yang tidak memerhatikan batas privasi, dan tetap mengarahkan kamera bahkan ketika diminta mundur.

Comic Market seharusnya menjadi event yang menyenangkan–tempat para kreator dan sirkel untuk menampilkan karya-karya mereka yang berdedikasi, bertemu langsung dengan para penggemar dari seluruh dunia untuk menikmati dan mengapresiasi karya mereka. Acara dengan ratusan ribu pengunjung ini juga penuh dengan cosplayer-cosplayer paling populer seantero Jepang dan sekitarnya, beserta para fotografer yang antusias mengambil foto dari idola mereka.

Namun, tak semua sesi pengambilan foto berlangsung dengan lancar dan sopan. Comiket kali ini mengalami insiden yang tidak mengenakkan: seorang cosplayer secara massal mendapatkan pelecehan dari sekumpulan orang.

Insiden Pelecehan Saat Sesi Foto Cosplayer

Sang cosplayer, All, mendapati para fotografer berada terlalu dekat dengan dirinya. Namun, alih-alih mundur, para fotografer justru semakin mendekat dan memotret sang cosplayer, yang sudah merasa tidak nyaman dan hampir menangis, dari segala sisi. Parahnya, mereka juga mencoba mengambil foto dari sudut pandang bawah rok, suatu tindakan yang sudah termasuk kategori pelecehan.

Bahkan, ketika petugas comiket menyuruh para fotografer untuk mundur, para fotografer tetap mengelilingi All, menyudutkannya sampai terjatuh dan masih tetap saja mengarahkan kameranya pada cosplayer tersebut.

Sang cosplayer sendiri telah memberi pernyataan lewat akun resminya:

“Itu aku dalam video tersebut. Aku berkata, berkali-kali, ‘Kamu terlalu dekat, tolong agak mundur’, tapi tidak ada yang mendengarkan. Aku berterimakasih pada staf (comiket) yang datang membantu. Kalau kejadian seperti ini terulang lagi, aku akan menendang orang-orang yang mengambil foto (Aku mengambil kelas boxing)”

Padahal, dengan menghormati jarak privasi dan mengambil foto dengan sopan, hal-hal seperti ini tidak perlu terjadi. Masih banyak orang-orang yang mampu mengendalikan diri dan mengambil foto yang bagus, seperti pada cuitan ini dengan cosplayer yang sama:

Bagaimanapun juga, cosplayer juga manusia yang harus dihormati dan diperlakukan dengan sopan santun. Dengan tata krama yang sederhana, seluruh peserta event, dimanapun itu, dapat sama-sama senang mengekspresikan dan menikmati hobinya masing-masing. Anda dapat mempelajari tata krama bersama cosplayer di artikel kami

Comiket sendiri telah berakhir pada beberapa hari yang lalu. Acara terbesar pada kelasnya ini mencetak rekor pengunjung, jauh melebihi rekor sebelumnya, dengan mayoritas sirkel mendedikasikan diri untuk serial Fate.

Sumber: Soranews
Foto milik Crunchyroll.