Biar dibenci, biar dihina, semangatnya untuk bersuara tetap menyala.

Komik Strip Untuk Umum, biasa lebih dikenal dengan nama KOSTUM, sudah lama malang melintang di ranah maya. Mengusung tema kritik sosial, banyak yang menyukainya, tetapi tidak sedikit pula yang benci. Meskipun begitu, karir Haryadhi selaku komikus KOSTUM tidak selamanya kontroversial. Beliau juga banyak membuat karya lain dalam berbagai genre yang tentunya menarik untuk dibaca.

Dalam perhelatan Indonesia Comic Con 2017 beberapa waktu silam, kami bertemu dengan beliau untuk menjawab rasa penasaran kami akan kebebasan berkarya dan pembentukan jati diri sebagai komikus profesional.

Kapan pertama kali membuat komik, dan apa karya pertama Anda?

Pada saat saya masih menduduki bangku SD, saya pernah membuat membuat satu komik, tetapi tidak pernah selesai. Semenjak memasuki bangku SMP, saya mulai serius membuat komik bergenre aksi bersama dengan teman.

‎Siapa komikus panutan Anda, dan apa alasannya?
Banyak komikus yang saya jadikan panutan, salah satunya adalah Benny Mice. Perbedaan komik Kostum dengan Benny Mice yaitu Kostum lebih satir dan apa adanya.

Salah satu komik Anda, Kostum, terkenal akan kontennya yg sarat akan kritik sosial. Apa alasan Anda memilih tema itu?
Saya menyukai hal yang berbau kritik sosial. Semenjak dulu saya menyukai musik dengan tema tersebut. Semasa kuliah, salah satu band musik yang saya sukai adalah Efek Rumah Kaca, karena konten lagunya yang mengandung kritik keras dan blak-blakan.

Bagaimana cara Anda menghadapi tantangan dan ancaman haters?
Mengingat konten yang saya bawakan adalah konten berbau politik dan anti-rasisme, saya sering menjadi sasaran kemarahan mereka. Pada awalnya, saya sempat stress, tidak kuat dan selalu melimpahkan kemarahan saya lewat media sosial. Sekarang saya sudah terbiasa dan saya bisa melawan mereka dengan berkarya.

‎Selain Kostum, apalagi karya Anda yang lain? Kalau ada, apakah komik-komik tersebut dikerjakan sendiri atau bersama dengan tim?
Dulu saya pernah berkenalan dengan pendiri majalah Kosmik, di mana dia suka hal-hal tentang astronomi. Akhirnya, saya dengan pendiri Kosmik bekerjasama dengan LAPAN untuk menciptakan komik tentang astronomi yang berjudul Rixa. Selain itu, saya juga pernah menjadi seorang illustrator dari sebuah komik yang berjudul Setan Jalanan bersama dengan Pepeng, personil band NAIF.

Tidak hanya komik strip, Haryadhi juga membuat ilustrasi komik ini!

Ada juga komik yang akan diluncurkan pada saat Comicfest.id nanti. Komik tersebut merupakan kerjasama antara saya dengan Re:ON.

Apa pesan Anda untuk komikus lainnya?
Untuk komikus yang baru memulai perjalanan mereka, terutama yang masih muda, kalian sudah sangat beruntung, karena sekarang ini, publikasi komik Indonesia sudah lebih baik dibandingkan dulu, karena akses Anda untuk berkarya lebih mudah. Ada portal komik daring, buku komik, dan media sosial yang bisa Anda manfaatkan.

Hal yang terpenting untuk seorang komikus adalah konsisten dan membuka peluang akan ekspansi ke media lain, seperti animasi, stiker Line dan sebagainya. Koneksi dengan komikus lain juga tidak boleh dilupakan, jadi jangan sungkan untuk bergabung dalam komunitas grup dan sering memberikan saran dan semangat untuk mereka.

Tertarik dengan kejutan yang akan beliau buat selanjutnya? Baca KOSTUM di tautan ini, dan beli komik Rixa dan Setan Jalanan di festival komik terdekat. Bersuara dengan karya, maju terus komik Indonesia!

Liputan oleh Excel, penulisan oleh Excel dan Dede