[Liputan] Utsuru 2018! Mari Bertemu Dengan Teman Sekomunitas

Sukses dengan Utsuru F! tahun lalu Japan Culture Daisuki kembali menggelar pesta bagi komunitas jejepangan di Kota Malang. Tahun ini pun Utsuru tetap seru dan meriah

Hai hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan dari Kota Malang, Jawa Timur.

Kali ini Tim Risa Media meliput sebuah acara yang sudah tidak asing lagi bagi komunitas-komunitas penikmat budaya Jepang di Jawa Timur khususnya di kota Malang, ya apalagi kalau bukan Utsuru!. Acara ini diadakan pada tanggal 2 september  2018 di rooftop Mall Dinoyo City. Acara ini adalah acara tahunan yang diadakan oleh Japan Culture Daisuki, yang juga membuat acara Daisuki Japan setiap tahunnya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Utsuru kembali hadir menyediakan tempat bagi komunitas-komunitas jejepangan di Kota Malang untuk berkumpul dan mengekspresikan diri.

Meskipun baru dimulai jam 10 pagi, acara ini sudah dipenuhi oleh pengunjung yang ingin datang melihat berbagai keseruan yang ada di acara ini. Harga tiket masuk yang sangat murah, dan berbagai hiburan yang disediakan panitia dan komunitas selalu sukses menarik minat penikmat acara jejepangan di  Kota Malang, bahkan hingga kota lain seperti Surabaya dan sekitarnya.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sepanjang acara, pengunjung dapat berinteraksi dengan berbagai stan komunitas yang ada. Selain berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai komunitas hiburan, di atas panggung juga tidak kalah menghibur, dari dance cover, band¸cosplay¸dan DJ ikut meramaikan acara ini. Seperti tahun tahun sebelumnya, Utsuru menghadirkan sesuatu yang tidak umum dilakukan di acara jejepangan yaitu lomba makan kerupuk dan lomba balap tirek. Ya, sebuah lomba yang tidak umum tapi justru semakin menambah kemeriahan di acara ini. Semua pengunjung dan komunitas yang hadir terlihat sangat menikmati acara ini dari pagi hingga malam hari

Kesenangan hari itu harus ditutup dengan pertunjukan dari para DJ yang sudah malang melintang di skena musik jejepangan di Jawa Timur. DJ Mbah Kacang, Zuharu, dan Adidkh memainkan playlist yang sangat nge-beat seakan membuat pengunjung tidak ingin pulang dan terus bergoyang hingga akhir. Semua pengunjung, komunitas dan pengisi acara sangat bergembira pada hari itu. Mereka semua berharap Utsuru datang lagi tahun depan dan kembali memberikan ruang bagi komunitas dan penikmat budaya Jepang untuk berkarya dan bersenang-senang.

Sekian liputan Risa Media di acara Utsuru semoga tahun depan Japan Culture Daisuki dapat membuat acara ini kembali dengan lebih seru dan besar lagi. Terima kasih bagi panitia yang sudah membuat acara ini sangat meriah dan menyenangkan. Sampai jumpa di liputan berikutnya!

Liputan dan foto oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Comico Access “Let’s Go Global” Malang

Lagi-lagi, bibit komikus di tanah Malang terlihat potensinya.

Hai hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan Risa Media Jawa Timur. Kali ini, tim Risa Media mendapat kesempatan untuk meliput sebuah acara lokakarya (talkshow) tentang perkomikan. Pada hari Minggu, 22 April 2018 yang lalu, Risa Media diundang datang lagi ke HDR Comic Café untuk meliput COMICO ACCESS. Acara ini merupakan acara talkshow dan portfolio review yang diadakan oleh platform komik daring Comico. Selain Comico , juga hadir perwakilan dari studio komik Kisai Entertainment dan re:ON Comics.

Acara ini merupakan bagian rangkaian acara yang diadakan di 3 kota berbeda: Denpasar, Surabaya, dan Malang. Di Kota Malang sendiri acara ini dapat terselenggara atas insiatif komunitas Perakit Komik Malang. dengan tema Let’s go global! Peserta diajak untuk semakin produktif dengan karya mereka terutama di bidang komik. Karena perkembangan dunia industri kreatif terutama komik sudah sangat mendunia dan dapat menjadi sebuah ladang untuk mencari rezeki.

Acara ini diawali dengan pengenalan platform komik daring Comico oleh Muhammad Daniel dan Evelyn selaku editornya. Comico sendiri merupakan sebuah platform komik daring dari Jepang yang sudah mempunyai banyak cabang di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Platform ini sudah banyak berhasil menaikkan popularitas berbagai seri komik daring, salah satunya serial ReLIFE yang ditulis oleh mangaka Yayoiso dan diterbitkan oleh Comico. Serial ini bahkan sudah mendapatkan adaptasi anime dan film live-action. Selain perkenalan, Comico juga mengajak peserta yang hadir untuk berpatisipasi dalam Comico Challenge. Tantangan ini terbuka bagi siapa saja dan tentu saja ada hadiah yang sangat menarik. Selain challenge , Comico juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin karya komiknya diterbitkan secara online di platform yang mereka miliki.

Setelah sesi Comico, dilanjutkan dengan presentasi dari Esa Pavlichenko yang akrab dipanggil Jendral Pavlichenko selaku editor dari re:ON Comics. Berbeda dengan Comico yang merupakan platform digital, re:ON Comics merupakan sebuah majalah komik kompilasi cetak yang terbit setiap enam minggu sekali. Banyak sekali judul yang sudah diterbitkan oleh re:ON Comics seperti Grand Legend Ramayana karya komikus Is Yuniarto dan Galauman karya Ockto Baringbing – Ino Septian. Dalam acara ini, Esa Pavlichenko mengajak semua peserta yang ingin karya komiknya diterbitkan secara cetak untuk mengirimkan karyanya ke re:ON Comics. Selain dalam bentuk kompilasi cetak, re:ON Comics juga bisa membantu komikus yang ingin karyanya dicetak dalam bentuk lain seperti komik satuan, merchandise, dan artbook. Esa Pavlichenko juga membuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin bertanya tentang re:ON Comics.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah sesi tanya jawab dengan Esa Pavlichenko selesai, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Tessa Y.P yang merupakan pendiri dari studio komik Kisai Entertainment. Tessa memberikan presentasi tentang bagaimana membuat karakter protagonis dan antagonis yang menarik. Ada beberapa poin yang diberikan oleh Tessa untuk membuat karakter protagonis dan antagonis yang bagus dan menarik bagi pembaca. Peserta juga diajak secara langsung untuk berdiskusi tentang cara pembuatan karakter. banyak hal dapat dipelajari dari diskusi ini. Setelah sesi presentasi selesai, acara ini ditutup oleh sesi portfolio review narasumber yang hadir. Peserta yang membawa portofolionya dapat secara langsung diulas oleh semua narasumber yang hadir. Selain review , peserta juga dapat bertanya bagaimana cara membuat karya komik yang lebih bagus lagi langsung kepada ahlinya.

Sekian liputan Risa Media Jawa Timur di acara COMICO ACCESS. Berkat acara ini, terlihat jelas bibit-bibit komikus di kota Malang. Semoga dengan diadakan acara ini, dapat muncul komikus-komikus baru dengan karyanya yang semakin bagus dan dapat bersaing dengan komik-komik lain dari dalam dan luar negeri. Ayo terus berkarya dan buktikan industri kreatif Indonesia dapat bersaing di kancah internasional!

Liputan dan penulisan oleh Giovanni Yano

[Wawancara] Inilah Karya Siswa Animasi SMK Terbaik Se-ASEAN!

Hai hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan dari kota Malang, Jawa Timur. Kali ini tim Risa Media datang berkunjung ke salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kota Malang, yaitu SMKN 4, Malang. Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di Jalan Tanimbar no. 22, Malang ini memang sudah dikenal memiliki banyak prestasi. Prestasi yang baru-baru ini didapatkan adalah di bidang Animasi.

Animasi pendek karya murid jurusan animasi yang berjudul Kiwa (The Advanture of Dayu and Ong) berhasil menyabet juara pertama di lomba tingkat ASEAN. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan mengingat animasi ini adalah karya dari murid SMK. Pada hari senin tanggal 23 april 2018 yang lalu tim Risa Media berhasil mewawancara Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma, Khadijah dan guru pembimbing mereka Ibu Siti Cholifa. Mereka adalah animator yang membuat animasi Kiwa (The Advanture of Dayu and Ong). Bagaimana kisah mereka dalam membuat animasi ini? Ayo kita ikuti bersama!

Animasi Karya murid-murid SMKN 4 dapat dilihat di sini

Siapa saja sih yang membuat animasi ini, dan kelas berapa kalian saat ini?

Kami bertiga, Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma, dan Khadijah, yang membuat animasi ini ada. Kami semua masih kelas 12.

Animasi buatan kalian juara di kompetisi apa? Kalian mendapat Juara ke berapa?

Kami mendapatkan juara pertama di kategori animasi pada kompetisi SEA Creative Camp 2018. Kompetisi ini dilaksanakan secara online yang diikuti oleh murid-murid tingkat SMA-SMK di seluruh Asia Tenggara.

Apa sih cerita dari animasi yang kalian buat?

Cerita dari animasi ini berdasarkan cerita dari pulau Bali tentang ilmu baik (panengen) dan ilmu jahat (pangiwa) tetapi dengan latar waktu sekarang. Jadi animasi ini berkisah tentang petualangan Dayu dan Ong dalam melawan ilmu Jahat yang menyerang Desa mereka.

Kenapa mengambil cerita rakyat Bali tersebut?

Kita ingin membuat animasi yang membawa budaya dari Indonesia dan bagi masyarakat luar negeri lebih mengenal budaya Bali sebagai budaya asli Indonesia. Sehingga budaya Indonesia dapat semakin dikenal oleh masyarakat luar.

Berapa karakter yang ada dan siapa saja yang akan muncul di animasi ini?

Ada 5 karakter yaitu Dayu, Ong, Uwa Bardah, Datu, dan Rangda. Rangda sendiri merupakan perwujudan dari Leak.

Kapan kalian mulai membuat animasi ini dan berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan animasi ini ?

Kami membuat animasi ini selama 3 minggu dari bulan Maret lalu.

Apakah animasi ini akan dilanjutkan?

Iya, rencana kami melanjutkan seri ini menjadi 13 episode. Per episode nantinya berdurasi antara 1-3 menit

Referensi untuk animasi ini diambil dari mana saja?

Referensi animasi kami diambil dari kisah Barong dan Leak yang berasal dari Pulau Bali.

Apa saja program yang digunakan untuk membuat animasi ini?

Kami hanya menggunakan program Toon Boom Harmony untuk membuat animasi ini

Apakah kalian punya animator favorit? Kalau ada siapa?

Sebenarnya kami memfavoritkan kakak-kakak kelas kami sendiri sih. Tapi kalo dari luar negeri kita semua memfavoritkan Hayao Miyazaki pendiri dari Studio Ghibli. Karena Hayao Miyazaki tetap konsisten dari awal hingga sekarang.

Bagaimana pandangan kalian terhadap perkembangan industri kreatif terutama animasi di Indonesia?

Kami melihat belakangan ini perkembangan industri kreatif di Indonesia sudah sangat pesat, namun di bidang animasi masih belum banyak diapresiasi karena animasi sendiri masih dipandang sebelah mata. Masih banyak orang yang beranggapan animasi hanya tontonan untuk anak-anak, padahal animasi zaman sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Animasi juga dapat menjadikan tontonan yang mendidik bagi generasi muda Indonesia.

Menurut kalian apakah animasi Indonesia dapat bersaing dengan animasi dari luar negeri contohnya anime dari Jepang atau kartun-kartun Amerika?

Bisa, tetapi kembali lagi pada tingkat apresiasi disini masih dirasa kurang. Sekolah kami pernah melakukan studi banding ke Malaysia dan ternyata disana televisi nasionalnya punya 1 slot khusus untuk animasi karya studio-studio animasi mereka sendiri, tidak peduli bagus atau jelek tetap ditayangkan di televisi. Kami harap di Indonesia bisa seperti itu agar animasi-animasi karya anak negeri bisa bersaing dengan animasi dari luar negeri.

Bagaimana caranya agar masyarakat Indonesia bisa tertarik untuk menonton animasi karya animator lokal?

Menurut kami cara agar menarik minat masyarakat adalah membuat animasi berdasarkan kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Contohnya serial Upin Ipin yang becerita tentang kehidupan anak-anak di Malaysia yang mirip-mirip dengan kehidupan sehari-hari di sini dan serial Adit Sopo Jarwo juga tentang kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat kita. Animasi kami, Kiwa juga mengadaptasi kehidupan sehari-hari masyarakat Bali saat ini.

Apakah kedepannya kalian memiliki projek animasi yang lain?

Kedepannya kami ingin melanjutkan serial Kiwa sampai 13 episode. Setelah animasi ini selesai mungkin kami akan membuat animasi-animasi lain.

Setelah kalian lulus ini apakah kalian masih ingin berkecimpung di bidang animasi?

Iya, kami ingin tetap disini untuk terus memajukan animasi di Indonesia. Mungkin beberapa dari kami akan menambah ilmu kami di luar negeri tapi tentu setelah mendapatkan ilmunya kami akan kembali kesini lagi untuk memajukan animasi dalam negeri.

Sekian wawancara tim Risa Media dengan murid-murid berprestasi dari jurusan animasi dari SMKN4, Malang. semoga semakin banyak lagi murid-murid Indonesia yang berprestasi hingga ke kancah Internasional terutama di bidang industri kreatif. Buktikan bahwa industri kreatif bisa menjadikan lapangan pekerjaan yang menjanjikan.

Wawancara oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah, penulisan oleh Giovanni Yano

[Liputan] MindaRyn, Artis J-Pop dari Negeri Gajah Putih

Selidik punya selidik, lagu-lagu yang dikerjakannya adalah kolaborasi dari dua negara yang berbeda!

Hai hai Riscomrades! Masih di liputan special Daisuki! Japan Fest dari kota Malang. Selain Hati Hati Techno dan Naru dan Echow, ada bintang tamu lain yang datang jauh jauh dari Thailand, siapa lagi kalau bukan artis coversing, MindaRyn. Sudah banyak penggemar musik-musik jepang di Indonesia yang sudah tidak asing dengan penyanyi satu ini. Tim Risa Media Jawa Timur mendapatkan kesempatan untuk mewawancara penyanyi cantik ini.

Dua tahun yang lalu, MindaRyn memulai mengunggah video coversing di kanal YouTube miliknya. Selain video coversing lagu-lagu anime, game, dan J-Pop, ia juga mengunggah konten-konten lain seperti vlog dan gaya hidup di kanal YouTube miliknya. Selain MindaRyn juga memiliki akun sosial media lain seperti Facebook dan Instagram. Kanalnya sendiri sudah memiliki subscriber lebih dari 170.000 orang, dan masih terus bertambah hingga hari ini. Selain bernyanyi, ternyata dia juga sedang aktif belajar ilmu programming juga.

Awalnya, MindaRyn mengerjakan semua videonya sendiri, tapi kini dia mengerjakan video-video covernya dibantu oleh produsernya. Uniknya lagi, produser MindaRyn ternyata berasal dari Indonesia. Lagu-lagu instrumental dikerjakan oleh produsernya di Indonesia, sedangkan proses pengambilan video dan suara dilakukan oleh MindaRyn di Thailand.

Di panggung Daisuki! Japan ini merupakan kali pertama MindaRyn tampil di Indonesia. Dia mengaku sangat terkejut dengan event Daisuki! Japan Fest ini, karena sejak sebelum pintu dibuka sudah banyak sekali pengunjung yang datang dan mengantri untuk masuk ke area Dome UMM, venue Daisuki! Japan Fest. diadakan.

Kedepannya, MindaRyn ingin terus menambahkan konten-konten baru di kanal YouTube miliknya agar semakin banyak subscriber dari mancanegara, khususnya dari Indonesia. Dia berharap untuk penggemarnya, terutama di Indonesia, agar terus mendukung MindaRyn agar kanal YouTube miliknya terus berkembang dan dapat menyajikan konten-konten lain yang lebih baik lagi.

Sekian wawancara tim Risa Media Jawa Timur dengan penyanyi cantik dari Thailand MindaRyn. Terus dukung MindaRyn dan jangan lupa untuk subscribe kanalnya di YouTube. Sampai jumpa di liputan lainnya!

Wawancara dan foto oleh Giovanni Yano

[Liputan] Nostalgia 90-an di Daisuki! Japan Fest 2018

Tahun, ini Daisuki! Japan Fest sukses membawa penggemar jejepangan di Jawa Timur kembali ke era anime 90-an.

Hai hai Riscomrades!

Kali ini, Risa Media meliput Daisuki! Japan Fest, festival jejepangan tahunan yang digelar oleh Japan Culture Daisuki. Acara ini sudah menjadi salah satu acara jejepangan paling ditunggu oleh pecinta budaya Jepang khususnya yang berada di Jawa Timur. Acara ini setiap tahunnya selalu diramaikan oleh penampilan dari bintang tamu yang keren-keren. Tahun ini Daisuki! Japan Fest mengundang bintang tamu yang menarik, yaitu Hati-Hati Techno, MindaRyn dan cosplayer Naru dan Echow.

Acara ini diadakan di Dome Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 11 Maret 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, pengunjung yang datang sangat banyak, bahkan sebelum gerbang menuju venue dibuka pengunjung sudah ramai mengantri di depan gerbang masuk. Selain jajaran bintang tamu yang ditunggu-tunggu oleh pengunjung, harga tiket masuk yang cukup terjangkau juga menjadi faktor lain pengunjung rela mengantri sejak pagi.

Tahun ini Daisuki! Japan Fest menggusung tema back to 90’s. Ya! Kembali ke zaman keemasan anime di Indonesia. Siapa yang tidak kenal dengan Doraemon dan segala alat-alat ajaibnya dari masa depan? Atau berharap bisa menjadi besar dan kuat seperti Ultraman? Dengan tema back to 90’s ini, pengunjung dibawa ke kenangan masa kecilnya.  Salah satu yang ditunggu di acara ini  selain penampilan dari bintang tamu adalah Hamtaro Circle Pit, di mana pengunjung dibolehkan untuk melakukan circle pit seperti pada konser musik metal, tapi dengan iringan lagu dari anime Hamtaro yang sudah sangat familiar. Selain Hamtaro Circle Pit, ada kegiatan lain seperti lomba coswalk dan Gundam Challenge yang diadakan oleh komunitas Gundama (Gundam Malang). Selain itu banyak sekali nostalgia terutama bagi penggemar budaya Jepang yang sudah mengenal anime dari tayangan televisi pada era 90-an yang disajikan oleh acara ini. Pengunjung seakan dibawa kembali ke masa-masa bahagia ketika menonton anime semasa kecil.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Selain bernostalgia dengan berbagai kenangan masa kecil, pengunjung juga diajak untuk menjadi “wibu bermartabat” di acara ini. Dilatarbelakangi oleh keprihatinan dengan berbagai drama negatif yang sering terjadi di ranah jejepangan, panitia Daisuki! Japan Fest. mengajak pengunjung untuk selalu menjaga kebersihan area venue dengan memberikan kantong plastik bergambar karakter Kakek Rerere dari serial The Genius Bakabon yang digunakan untuk menampung sampah yang dibawa oleh pengunjung. Panitia berharap para penggemar jejepangan di Indonesia bisa mencontoh nilai-nilai positif yang dimiliki oleh orang-orang Jepang dengan dimulai dari menjaga kebersihan di area venue acara.

Acara jejepangan yang asik dan ramai namun tetap kondusif dan bersih itu merupakan salah satu nilai tambah dari acara Daisuki! Japan Fest. ini. Selama acara diselenggarakan, pengunjung dihibur oleh penampilan-penampilan yang menarik di atas panggung, pembawa acara yang interaktif, dan banyak stan kuliner  dan komunitas juga membuat pengunjung betah bertahan di venue hingga acara berakhir. Tata panggung yang spesial juga sangat memanjakan penggunjung yang datang ke acara ini, juga didukung juga oleh sukarelawan dan panitia yang sangat tanggap menjadikan acara ini selalu ditunggu tiap tahunnya. Sejauh mata memandang, tidak terlihat masalah yang berarti dalam acara ini, sehingga pengunjung bisa bersenang-senang hingga acara berakhir.

Sekian liputan  tim Risa Media Jawa Timur di acara Daisuki! Japan Fest. sampai bertemu di acara selanjutnya. Jika ada penyelenggara acara dan komunitas jejepangan di Jawa Timur yang ingin acaranya diliput oleh Risa Media dapat menghubungi kami di [email protected].

Foto dan liputan oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Seharian Penuh di Japan Lovevolution Vol. 3

Seharian penuh bersama Risa Media di Full Japan Day, Japan Lovevolution Vol. 3 Malang!

Hai hai Riscomrades!

Risa Media Jawa Timur kembali meliput sebuah event jejepangan di Kota Malang, tepatnya di Full Japan Day, Japan Lovevolution Vol. 3 yang diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Widyagama, Malang. event ini telah sukses diselenggarakan untuk ketiga kalinya pada tanggal 25 Februari 2018 di Kampus 3 Universitas Widyagama, Malang.

Full Japan Day merupakan salah satu dari sekian banyak event budaya pop Jepang  yang rutin diadakan di Kota Malang. event ini selalu diadakan setiap tahunnya pada bulan yang selalu identik dengan hari kasih sayang. Yang berbeda pada tahun ini adalah kehadiran guest star yang diundang secara special untuk meramaikan event ini. Kali ini yang menjadi guest star adalah seorang cosplayer cantik asal Pemalang, Jawa Tengah, Kameaam. Kehadiran Kameaam di event Full Japan Day  ternyata disambut sangat antusias oleh  penggemar cosplay dan budaya Jepang di Kota Malang.  Kameaam juga berkesempatan bertatap sapa dengan para penggemarnya pada hari itu. Selain menyapa penggemar pada saat meet and greet, Kameaam juga menyempatkan menyapa penggemarnya melalui direct selling merchandise  dan bincang-bincang di atas panggung bersama MC.

Selain menghadirkan bintang tamu cosplayer Kameaam, Full Japan Day juga menghadirkan banyak pengisi acara seperti Band, Cosplay, dan Dance Cover. Selain menyugguhkan aksi panggung yang apik panitia juga mengadakan lomba-lomba yang juga menarik untuk diikuti, seperti kontes swafoto, coswalk dan artwork. Selain itu juga banyak stand kuliner jejepangan juga stand komunitas dan merchandise. Pengunjung yang datang sangat terhibur oleh konten dan hiburan yang disajikan selama event berlangsung.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Seperti namanya, event ini diadakan selama seharian penuh dari jam 11 pagi hingga jam 9 malam. Walaupun begitu antusiasme pengunjung event ini tidak menurun hingga akhir acara. Panggung selalu ramai oleh penampilan terbaik dari pengisi-pengisi acara. Stan kuliner serta merchandise juga selalu ramai oleh pengunjung hingga acara berakhir. Hal ini membuktikan bahwa keberadaan budaya pop Jepang masih sangat diminati oleh masyarakat Kota Malang. oleh karena ini walaupun event ini sudah berjalan selama 3 tahun berturut-turut tetap tidak sepi pengunjung.

Sekian liputan tim Risa Media Jawa Timur di event Full Japan Day, Japan Lovevolution Vol. 3. Semoga tahun depan dapat terlaksana lagi dengan konten dan pengisi acara yang makin variatif. Bagi penyelenggara event Jejepangan dan komunitas di Jawa Timur, terutama di Kota Surabaya dan Kota Malang, yang ingin acara atau komunitasnya diliput oleh Risa Media dapat menghubungi kami di [email protected]. Sampai jumpa di event berikutnya!

Liputan dan foto oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Hati Hati Techno, Idol Tapi Rasa EDM

Bosan dengan konsep idol yang begitu-begitu saja? Suka dengan aliran musik EDM (Electronic Dance Music)? Yuk kenalan dengan Idol Group Hati Hati Techno. Idol Group yang membawa angin segar bagi penikmat budaya idoling karena konsep Kawaii EDMnya.

Hai hai Riscomrades! Risa Media kembali melapor dari Malang, Jawa Timur!

Pada hari Minggu, 11 Maret lalu, ada acara jejepangan yang paling ditunggu-tunggu, terutama yang berdomisili di Jawa Timur, yaitu Daisuki! Japan Fest, selanjutnya disebut Daijap. Acara ini merupakan acara jejepangan terbesar di Jawa Timur. Setiap tahunnya, Daijap selalu mengundang bintang tamu yang menarik, dan untuk tahun ini ada Hati Hati Techno, MindaRyn, dan Naru-Echow. 

Bintang tamu yang pertama kali kami wawacara adalah idol group dengan konsep kawaii+EDM asal Jepang, yaitu Hati Hati Techno. Dengan anggota 3 orang, Rui, Risa, dan Anju, grup ini membawakan genre baru Kawaii+EDM (Electronic Dance Music) dengan apik. Hati Hati Techno ingin menyatukan konsep kawaii yang sangat popular di Jepang dan EDM yang banyak digemari oleh kaum muda. Hal inilah yang membuatnya unik dan dapat digemari oleh penikmat jejepangan dan penggemar musik EDM.

Hati Hati Techno dibentuk pada Oktober 2017 sebagai sub-unit dari grup idol Enka Girls, grup yang diproduseri oleh musisi Indonesia yang berbakat, Kevin Aprillio. Mereka memilih nama Hati Hati Techno, karena bagi mereka, nama “Hati Hati” terkesan kawaii. Harapannya, konsep kawaii EDM yang dibawakan bisa membuat pendengarnya semakin “berhati-hati” dan merasa senang.

Hati Hati Technosudah 2 kali tampil di Indonesia, dan panggung Daijap ini adalah yang panggung keduanya di Indonesia, sekaligus yang pertama di Malang. Karena baru pertama kali tampil di Malang, grup ini mengakui sedikit gugup, tetapi mereka berharap dengan tampilnya mereka di panggung Daijap ini, semakin banyak orang suka dengan penampilan Hati Hati Techno. Pada event ini, Hati Hati Techno membawakan 6 lagu untuk menghibur pengunjung dan penggemar mereka di Daijap.

Hati Hati Techno ingin terus menambah penggemar dari Indonesia. Oleh karena itu, mereka punya rencana untuk cover lagu-lagu yang populer di Indonesia, tetapi dengan gaya Hati Hati Techno sendiri. Bagi penggemar yang ingin terus mengikuti aktivitas Hati Hati Techno, Anda dapat mengikuti media sosial mereka di laman penggemar Facebook Enka Girls dan di Twitter @hatihati_techno. Tetap terus mendukung Hati Hati Techno dan Enka Girls, karena kedepannya mereka akan sering tampil di Indonesia.

Sekian wawancara Hati Hati Techno oleh tim Risa Media Jawa Timur. Masih banyak bintang tamu Daijap 2018 yang tidak kalah seru. Stay tuned!

Wawancara dan foto oleh Giovanni Yano

Ayo Bertarung Bersama Cross Gathering!

Kendati popularitasnya tergerus oleh gim MOBA dan idol, komunitas ini tetap teguh akan pendiriannya akan gim fighting.

Suka main gim Tekken, King Of Fighter dan gim fighting lainnya?  Kebetulan Tim Risa Media kembali meliput sebuah komunitas keren dari kota Malang, Jawa Timur. Kali ini tim Risa Media Jawa Timur kembali diundang ke HDR Comic Café  untuk meliput kegiatan dari sebuah komunitas penggemar dan pemain gim bertema fighting yang menamakan komunitasnya sebagai  Cross Gathering.

Kali ini, Tim Risa Media ditemani oleh Kak Eko selaku ketua dari Cross Gathering. Berdasarkan cerita dari Kak Eko, Cross Gathering sendiri sudah ada sejak 5-6 tahun yang lalu. Cross Gathering ini lebih dari sekadar komunitas, tetapi juga sebagai wadah bagi komunitas-komunitas penggemar gim fighting, khususnya di kota Malang. Komunitas ini bermarkas di HDR Comic Café, Malang dan rutin berkumpul setiap minggunya. Sebagai sebuah wadah bagi penggemar gim fighting, komunitas ini selalu update dengan berbagai jenis dan judul gim fighting dari berbagai konsol.

Salah satu pojok keseruan komunitas Cross Gathering (Foto: Cross Gathering)

Komunitas Cross Gathering juga sangat aktif dalam mencari pemain baru. Dalam hal ini, Cross Gathering selalu aktif membuka stand atau booth di banyak acara jejepangan di kota Malang. Di banyak acara jejepangan Cross Gathering sering membuat challenge agar menarik minat pemain baru dan juga mengenalkan serunya bermain gim fighting  bersama Cross Gathering.  Kak Eko juga sangat terbuka bagi pemain gim fighting yang tertarik untuk bermain bersama di HDR Comic Café.

Dari pengakuan Kak Eko, minat dan antusiasme pemain gim fighting sudah mulai turun diakibatkan makin banyaknya jenis gim lain seperti MOBA dan gim gawai lainnya yang sudah makin ramai dan digandrungi oleh masyarakat. Gim fighting adalah gim yang cukup sukar untuk dipelajari. Hal ini juga menjadi salah satu penyebab turunnya antusiasme masyarakat umum terhadap gim fighting  ini. Padahal, gim fighting  dapat melatih reflek, koordinasi, dan hapalan bagi pemainnya. Karenanya, Cross Gathering selalu aktif untuk mencari pemain baru agar minat terhadap gim fighting kembali besar.

Di balik antusiasme terhadap gim fighting yang menurun, ternyata banyak pemainnya sudah mendunia. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kompetisi gim fighting dalam skala nasional dan internasional. Di skala nasional, ada kompetisi Gim fighting  yang bernama Indonesia Game Tour. Kompetisi ini diadakan di banyak kota di Indonesia, dan pemain terbaik dari setiap daerah akan dipertandingkan di ibukota. Banyak pemain dari Cross Gathering yang sudah pernah mencapai posisi tinggi di ajang bergengsi ini.  Kak Eko juga berharap makin banyak pengembang gim fighting dapat membuat membuat acara gim fighting  yang menarik untuk ditonton, agar semakin banyak orang yang tertarik untuk bermain gim fighting.

Cross Gathering juga eksis di event, loh! (Foto: Cross Gathering)

Sekian liputan Tim Risa Media untuk komunitas Cross Gathering  di kota Malang. bagi yang berminat untuk bergabung dengan Cross Gathering bisa langsung datang ke HDR Comic Café, di Jalan Bunga Coklat no. 11, Malang. Terima kasih dan sampai jumpa di lain kesempatan!

Liputan oleh Giovanni Yano kredit foto oleh Cross Gathering

Mengenal Komunitas Board Game Tavern dari Malang

Mari berkenalan dengan komunitas board game asal kota Malang, Board Game Tavern!

Hai Hai Riscomrades! Kembali lagi dengan Risa Media Jawa Timur! Kali ini kita bakal memperkenalkan salah satu komunitas yang keren di Kota Malang, Jawa Timur, nih. Komunitas tersebut bernama Board Game Tavern.  Ya! Dari namanya memang komunitas ini adalah sebuah komunitas penggemar permaian papan (board game). Apa sih permainan papan itu? Menurut Wikipedia bahasa Indonesia, Permainan papan didefinisikan sebagai jenis permainan yang dimainkan di atas papan yang khas bagi permainan tersebut. Seperti hiburan lainnya, permainan papan dapat menggambarkan subyek apapun.

Umur Board Game Tavern sendiri ternyata masih belum genap setahun. Komunitas ini pertama kali berdiri pada bulan Juli tahun 2017 silam. Board Game Tavern mempunyai basecamp di HDR Comic Café, Malang. Awalnya, komunitas ini hanya berawal dari 7 orang, salah satunya adalah pemilik dari HDR Comic Café sendiri. Board Game Tavern juga menyewakan permainan-permainan papan yang dimiliki oleh anggota komunitas. Jadi, pengunjung HDR Comic Café juga bisa ikut memainkan permainan papan tersebut. Untuk memainkan permainan-permainan papan ini, pengunjung bisa memilih beberapa jenis membership yang tersedia: ada Daily Membership (pengunjung bisa bermain selama seharian dengan membayar Rp15.000 per orang,
Monthly Membership (pengunjung dalam waktu untuk satu bulan membayar Rp60.000 per orang), dan Group Membership (untuk maksimal 6 orang sebesar Rp50.000). komunitas ini memiliki koleksi board game yang terbilang cukup banyak, lebih dari 110 judul permainan.

Pada liputan kali ini, Risa Media ditemani oleh Kak Kris dan Kak Dika dari Board Game Tavern. Kak Kris dan Kak Dika ini adalah salah satu GM (Game Master) di komunitas ini. Tugas dari GM sendiri adalah untuk mengawasi dan membimbing pengunjung Café yang ingin bermain permainan papan. Untuk memainkan permainan yang disediakan, pengunjung wajib meminta bantuan GM untuk mengawasi permainan.

Di tengah arus perkembangan zaman yang diikuti juga oleh perkembangan gim elektronik, ternyata tidak turut menyurutkan minat pemain permainan papan. Menurut Kak Kris, dengan semakin majunya perkembangan gim elektronik dan gim gawai, justru semakin meningkatkan ketertarikan masyarakat untuk mencoba memainkan permainan papan ini karena permainan papan merupakan permainan sosial yang makin mempererat hubungan antar teman atau keluarga. Kak Dika juga menyetujui hal tersebut karena menurutnya permainan papan tidak kalah dengan gim elektorinik dan gim gawai karena permainan papan menuntut pemainnya untuk mendalami sistem dan alur permainannya berbeda dengan gim elektronik yang sudah berjalan secara otomatis.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Menurut Kak Kris dan Kak Dika, antusiasme penduduk kota Malang terhadap board game sendiri masih dirasa belum besar karena banyak dari mereka yang masih belum mengerti tentang serunya permainan papan ini. Oleh karena itu, Board Game tavern ini sangat terbuka bagi pemain baru yang tertarik untuk ikut bermain disini dan juga komunitas ini mempunyai misi untuk terus memasyarakatkan budaya bermain permainan papan, terutama bagi penduduk kota Malang. Selain berusaha untuk mempopulerkan permainan papan, komunitas ini juga turut mendukung produsen dan pengembang permainan papan lokal untuk terus berkarya. Dukungan tersebut dilakukan dengan cara membeli salinan permainan asli, lalu tersedia untuk disewakan dan dipromosikan. Kak Kris juga menambahkan, perkembangan industri permainan papan di Indonesia juga sudah menunjukan perkembangan positif dan pengembang permainan papan di Indonesia juga sudah menunjukan banyak variasi judul. Bahkan, Putra dari Bapak Presiden kita, Gibran dan Kaesang juga turut meramaikan industri permainan papan di Indonesia.

Board Game Tavern juga sangat terbuka untuk pemain yang membawa permainannya sendiri untuk dimainkan bersama di HDR Comic Café. Tentu saja, komunitas ini juga terbuka bagi pemain table top lainnya seperti TCG ( Trading Card Game) dan card game. Bahkan, untuk yang tertarik untuk memulai bermain TCG, ada anggota Board Game Tavern yang juga menjual kebutuhan pemain TCG. Selain itu, bagi yang tertarik untuk membeli perminan papan sendiri, Board Game Tavern siap untuk membantu untuk mencarikan barangnya.

Selama perkembangannya, komunitas ini juga menemui berbagai halangan salah satunya yang lagi hangat adalah masalah SNI karena hampir 90% permainan papan harus diimpor. Menurut kak Kris, ada judul permainan papan yang masih tertahan di Bea Cukai Malang. Oleh karena itu, Kak Kris memberikan saran bagi pembuat peraturan untuk terus memperbarui aturan-aturan tentang impor mainan agar semakin jelas dan tidak memberatkan bagi penghobi mainan.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Komunitas Board Game Tavern ini juga sudah menorehkan prestasi dengan mendapatkan juara di ajang kompetisi membuat permainan papan yang diadakan oleh Subogama (Surabaya Board Game Market). Permainan papan yang dibuat oleh tim Board Game Tavern berhasil mendapatkan juara kedua. Oleh karena itu, Board Game Tavern juga menjadi rujukan bagi mahasiswa yang sedang menulis tugas akhir tentang permainan papan. Menurut Kak Dika, sempat ada mahasiswa dari Institut Teknologi Bandung datang untuk mengkonsultasikan tugas akhirnya yang membahas tentang permainan papan. Selain mahasiswa, juga ada beberapa orang yang datang untuk berkonsultasi dan berdiskusi tentang cara mendesain permainan papan sendiri.

Nah, itu dia liputan Board Game Tavern oleh Tim Risa Media Jawa Timur. Semoga ke depannya semakin banyak komunitas kreatif di Jawa Timur yang bisa kami liput. Untuk mengirimkan proposal liputan di Jawa Timur, kalian bisa menghubungi Risa Media Jawa Timur di [email protected]. Terima kasih dan sampai berjumpa di kesempatan lainnya.

Liputan oleh Giovanni Yano