[Liputan] Pertama Kali Creators Super Fest by AFA Hadir di Surabaya!

Ayo kita mlaku-mlaku nang Tunjungan! Ndelok CSF by AFA!

Hai-hai Riscomrades! Pasti kalian sudah pada tau kalau AFAID (Anime Festival Asia Indonesia) sudah tidak ada lagi sejak tahun 2018 yang lalu. Walau demikian, AFA tetap ada di Indonesia dengan dengan skala yang lebih kecil. AFA tetap hadir di Indonesia tiap tahun dengan nama Creators Super Fest. Pada tahun ini Creators Super Fest diadakan di 2 kota berbeda yaitu Surabaya dan Jakarta. Pada tanggal 31 agustus dan 1 September 2019 yang lalu tim Risa Media Jawa Timur berkesempatan untuk meliput keseruan CSF ini loh.

CSF Surabaya diadakan di Chameleon Hall, Tunjungan Plaza, Surabaya. Selama 2 hari penuh. Walaupun dengan skala yang lebih kecil dari AFAID, CSF tetap seru dan ramai. Antusiasme penikmat acara jejepangan terutama yang berada di Jawa Timur sungguh besar sekali bahkan sejak hari diumumkan bahwa CSF bakal diadakan di Surabaya dan Jakarta. Ya! ini kali pertama CSF diadakan di Kota Surabaya. CSF Surabaya ini berlangsung meriah walaupun banyak teman-teman di Sosial Media yang sempat mengeluhkan harga tiket yang mahal. Tapi sepertinya harga tiket yang lumayan mahal tetap menarik antusiasme pengunjung yang ingin menikmati serunya event besutan AFA ini.

CSF Surabaya mengundang banyak guest star dari dalam dan luar negeri dimulai dari Guest  Cosplayer, Heyleydia dari Thailand, Mon dari Taiwan, dan Nekonoi Katsu dari Indonesia. Lalu ada Guest Musician, DJ D-Yama dari Jepang, DJ Soba, dan Vibetronic. Selain cosplayer dan Musisi CSF juga mengundang seorang illustrator dari Taiwan, Loiza. Oh iya ada yang berbeda dengan CSF kali ini yaitu hadirnya juga Guest Star virtual Seperti KMNZ, Maya Putri, Fujima Sakura (22/7) C.V Amaki Sally, dan Mintchan. Semua Guest Star Virtual hadir menyapa fans mereka pada hari pertama melalui layar megatron di atas panggung.

Selain penampilan Guest Star, CSF juga mengadakan berbagai kompetisi seperti kompetisi cosplay, art duel, dan game Tournaments. CSF juga memberikan kesempatan bagi circle dan komunitas lokal untuk memamerkan dan menjual karya mereka. Seperti namanya acara ini memang ditujukan selain untuk bersenang-senang juga memberikan ruang berkarya bagi Content Creator lokal. Banyak sekali circle dan komunitas yang turut hadir meramaikan acara ini. Semoga tahun depan CSF bisa kembali hadir lagi di kota Surabaya karena peminat budaya Pop dan industri kreatif di Jawa Timur juga tidak kalah besar dibandingkan dengan ibu kota. Banyak sekali karya-karya yang dipamerkan di CSF Surabaya ini.

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Sekian liputan kami di Creators Super Fest by AFA di Surabaya tunggu liputan kami di Creators Super Fest by AFA di Jakarta pada tanggal 26-27 oktober 2019 ini di SMESCO Exhibition Hall. Yang pastinya tidak kalah seru dengan CSF Surabaya. Terima kasih semuanya!

Liputan oleh Canang Cita dan Giovanni Yano
Penyuntingan oleh Rahmat

[Liputan] UTSURU SX! Bersenang-senang Bersama Teman Komunitas

Meskipun cuaca Malang cukup dingin, namun semangat komunitas jejepangan tetap membara.

Hai-hai Riscomrades! Pada 4 Agustus kemarin, Tim Risa Media Jawa Timur kembali meliput sebuah acara seru di Kota Malang, Jawa Timur. Acara ini secara khusus diadakan agar para komunitas, circle, cosplayer, dan penggiat popkultur lainnya dapat berkumpul bersama. Acara yang kami liput kali ini adalah Utsuru SX!

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Utsuru SX diadakan di rooftop Mall Dinoyo City, Malang. Penyelenggaraannya diadakan oleh komunitas sekaligus event organizer, yaitu Japan Culture Daisuki. Utsuru memang secara khusus didesain bagi komunitas-komunitas penggemar popkultur Jepang. Dalam prosesnya, acara ini mengundang seluruh komunitas jejepangan yang berada di Malang dan daerah lain di Jawa Timur untuk berpartisipasi, bersenang-senang, dan berkarya.

Keramaian acara sudah dapat ditebak jauh sebelum hari H. Poster teaser dari acara ini disebarkan oleh banyak orang, utamanya karena desainnya yang tidak mainstream. Terlihat bahwa poster ini menampilkan karikatur bergaya manga shonen era 90an. Karakter yang dikarikaturkan tak lain adalah para anggota dari Japan Culture Daisuki yang cukup dikenal di kalangan penggiat jejepangan Kota Malang.

Ini poster event lho!

Japan Culture Daisuki juga memberikan banyak ruang bagi para komunitas dan sirkel yang ingin mengekspresikan diri. Banyak sekali booth yang didedikasikan khusus bagi para komunitas dan sirkel.

Menari dan Bernyanyi dalam Cuaca Dingin

Selain itu, hiburan di atas panggung juga tidak bisa dilewatkan begitu saja. Berbagai performer seperti band, dance cover, dan cosplay bergantian menghibur semua pengunjung yang sudah datang di acara ini. Para pengunjung yang datang tampak senang dan terhibur oleh semua hiburan yang diberikan oleh acara ini, padahal hari itu cuaca di Kota Malang agak tidak bersahabat karena angin yang cukup keras dan dingin. Tapi, sepertinya cuaca tidak mengganggu kesenangan di hari itu (meskipun penulis akhirnya masuk angin). Dari awal acara hingga akhir, tampak antusiasme dari pengunjung dan tidak ada gangguan yang berarti, kecuali sinyal ponsel yang sempat hilang beberapa kali akibat padamnya listrik di beberapa bagian Pulau Jawa.

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Setelah bersenang-senang seharian di Utsuru SX, pengunjung dihibur oleh penampilan pungkasan dari komunitas DJ, Vibetronic. Semua pengunjung berdansa mengikuti alunan lagu yang dimainkan di atas pangung. Kesenangan hari itu ditutup dengan berdansa bersama teman-teman sepermainan. Pengunjung yang masih bertahan hingga akhir terus berdansa seakan tidak peduli akan kemungkinan masuk angin, atau bahwa besoknya adalah hari senin.

Sekali lagi, Japan Culture Daisuki berhasil membuat acara yang sangat meriah bagi teman-teman komunitas penggemar budaya Jepang.

Sekian liputan Tim Risa Media Jawa Timur di acara Utsuru SX. Terima kasih bagi teman-teman dari Japan Culture Daisuki yang sudah memberikan kesempatan bagi Risa Media untuk meliput acara Utsuru SX. Semoga tahun depan Utsuru semakin ramai dan meriah lagi. Sampai jumpa di liputan berikutnya!

Liputan dan foto oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Seru-seruan Sebelum Ramadan di J-Chosokai 4 Malang

Gawat! Tim liputan kami sempat dicegat oleh preman dari Suzuran ketika meliput acara ini!

Hai-hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan dari Kota Malang, Jawa Timur. Kali ini tim Risa Media meliput sebuah acara yang bernama J-Chosokai. Acara ini rutin diadakan setiap tahun oleh komunitas Japan Corner Politeknik Negeri Malang.

Pada tahun ini, penyelenggaraan J-Chosokai memasuki tahun ke-4. Dengan mengusung tema Hibana no Utopia, acara ini telah diselenggarakan pada hari Minggu, 28 April 2019 yang lalu dan bertempat di gedung Graha Polinema, Politeknik Negeri Malang.

Acara ini memang masih tergolong baru. Namun, tiap tahunnya selalu ramai dan juga ada yang menjadi ciri khas tersendiri yaitu acara ini selalu diadakan: acara ini berlangsung tepat sebelum bulan suci Ramadhan tiba. Berbeda dengan tahun lalu, pada tahun ini J-Chosokai diadakan di gedung Graha Polinema yang baru saja selesai dipugar. Tempatnya luas, megah, dan tentu saja adem karena full-AC.

Panitia acara juga menyediakan karpet sehingga pengunjung yang lelah berdiri bisa duduk-duduk di karpet. Tiket masuk yang sangat murah (hanya Rp.15.000 saja) dan dapat dibeli jauh sebelum acara berlangsung juga menjadi salah satu faktor acara ini tetap ramai meskipun diadakan pada akhir bulan.

Tentu saja selain harga tiket yang murah dan gedung yang megah, kehadiran bintang tamu dan perfomer juga menarik bagi peminat acara jejepangan di kota Malang. Tahun ini J-Chosokai mengundang 2 cosplayer yang terkenal yaitu, Takiya Edi yang beberapa waktu yang lalu sempat viral di media sosial karena cosplaynya sebagai Takiya Genji dari serial Crows Zero dan Nekonoi Katsu, cosplayer cantik asal kota Surabaya yang menjadi perwakilan Jawa Timur di kontes ICGP (Indonesia Cosplay Grand Prix). Kehadiran dua bintang tamu ini tentu membuat suasana acara ini menjadi makin ramai. Banyak sekali pengunjung yang meminta foto bareng bersama Takiya Edi dan Nekonoi Katsu.

Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, acara ini kembali mengadakan lomba-lomba seperti lomba coswalk, cosplay team, tabetakai, fotografi, dan Tik-tok cosplay. Selain itu hiburan di atas panggung juga selalu menarik animo pengunjung untuk melihat dan ikut meramaikan penampilan perfomer diatas panggung.

Banyak sekali band-band dan dance cover lokal mengisi acara ini dari awal hingga akhir. Lapar dan haus juga tidak jadi masalah di acara ini karena ada banyak stan makanan dan minuman disini, bahkan di dalam venue ada gerobak soto ayam dan bakso kikil yang jarang sekali ditemui di acara Jejepangan di kota Malang. stan merchandise  juga tersedia bagi para pengunjung yang hobi mengoleksi berbagai merchandise jejepangan.

Sekian liputan tim Risa Media Divisi Jawa Timur di acara J-chosokai 4. Sampai jumpa di lain kesempatan dan juga selamat menunaikan ibadah puasa selama bulan Ramadhan bagi yang merayakan. Bagi komunitas dan event di Jawa Timur yang ingin komunitasnya atau acaranya diliput bisa menghubungi kami di surel [email protected].

Liputan dan foto oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Serunya Japanese Total Festival Isshoni Tanoshimimashou 14

Kami meliput salah satu acara Jepang "tertua" di kota Malang.

Hai hai Riscomrades! Risa Media divisi Jawa Timur kembali lagi meliput salah satu acara Jejepangan yang paling ditunggu di kota Malang, Jawa Timur. bertempat di Gedung Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Brawijaya malang pada tanggal 20-21 april 2019 yang lalu diadakan sebuah acara yang bernama Isshoni Tanoshimimashou atau yang sering disebut IT.

Acara ini merupakan salah satu acara Jejepangan yang cukup lama eksis di kota Malang karena tahun ini merupakan tahun ke-14 sejak acara ini pertama kali berlangsung. Diadakan setiap tahun oleh Himpunan Mahasiswa (HIMA) Sastra Jepang Universitas Brawijaya, Malang, acara ini  elalu ramai dengan pengunjung karena acara ini tidak memungut tiket masuk alias gratis.

Acara ini berlangsung selama dua hari. Hari pertama dikhususkan untuk lomba-lomba akademik dan non-akademik dan hari kedua menjadi puncak acara ini dengan festivalnya.

Ciri khas dari acara ini adalah banyaknya lomba-lomba akademik dan non-akademik yang dikhususkan bagi siswa dan siswi SMA. Banyak SMA di kota Malang mengirimkan perwakilan terbaiknya untuk berlomba di acara ini.

Selain lomba-lomba dia tas, yang paling ditunggu dari acara ini adalah festival yang diadakan di hari kedua. Sebuah panggung berdiri megah di tengah-tengah halaman gedung FIB UB. Berbagai sajian kesenian Jepang ditampilkan oleh berbagai pengisi acara yang tentu saja sangat keren.

Tidak hanya kesenian moderen seperti band, Dance cover, dan cosplay namun juga berbagai kesenian tradisional jepang seperti Parade omikoshi, yosakoi, shoudou Performance, kendo, dll juga ditampilkan di sini.

Selain acara ini juga mengundang bintang tamu yang keren banget yaitu mantan member JKT48, Cindy Gulla, lalu idol group Shoujou Complex dan Momiji Velvet. Kehadiran para bintang tamu tersebut tentu menarik animo pengunjung yang datang.

Selain bisa menyaksikan pertunjukan yang ditampilkan oleh pengisi acara dan bintang tamu di atas, panggung pengunjung juga bisa membeli tiket meet and greet dengan para bintang tamu yang datang.

Lapar dan haus tidak jadi masalah di sini karena banyak sekali stan kuliner yang turut meramaikan acara ini. Selain stan kuliner, stan komunitas dan stan merchandise juga turut meramaikan acara ini. Stan tertata rapi dan banyak tempat sampah disediakan panitia di area acara sehingga acara ini terlihat bersih selama acara.

Selain stan dan panggung juga ada hiburan lain seperti obake (rumah hantu) dan maid café membuat penggunjung tidak merasa bosan selama acara berlangsung. Hal ini terlihat dari ramainya pengunjung dari pagi awal acara sampe malam, semua tampak antusias pada hari itu.

Sekian liputan tim Risa Media Divisi Jawa Timur di acara Isshoni Tanoshimimashou 14. Tunggu liputan kami yang lainnya ya. Oh iya bagi komunitas atau event di Jawa Timur yang ingin komunitasnya atau eventnya diliput oleh Risa Media bisa menghubungi kami di surel [email protected]

Liputan dan foto oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Melihat Kemeriahan DAISUKI! JAPAN FESTIVAL X ICGP 2019

Event ini menjadi pembuktian kalau cosplayer Jawa Timur pantas untuk bertanding di WCS.

Hai hai Riscomrades! kembali lagi dengan liputan dari kota Malang, Jawa Timur.

Nah, pasti kalian sudah tahu dengan salah satu event Jejepangan di Kota Malang yang selalu ramai tiap tahunnya. Yak! Daisuki! Japan Festival. Acara ini diselenggarakan oleh event organizer Japan Culture Daisuki tiap tahunnya di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM). Namun, untuk tahun ini ada yang berbeda.

Pada tahun ini, Japan Culture Daisuki berkolaborasi dengan ICGP (Indonesia Cosplay Grand Prix). Jadi, di acara ini juga diselenggarakan lomba cosplay untuk mencari tim cosplay terbaik dari Jawa Timur untuk bertanding di final ICGP di Jakarta. Tim terbaik dari yang terbaik akan mewakili Indonesia di ajang World Cosplay Summit (WCS) yang diadakan di Jepang.

DAISUKI! Japan Festival Tahun ini diselenggarakan pada tanggal 3 Maret 2019 yang lalu. Kebetulan pada tanggal tersebut banyak sekali acara yang berlangsung di Kota Malang sehingga jalanan macet di mana-mana ditambah cuaca yang kurang bersahabat, hujan deras beberapa kali mengguyur area venue. Namun, walaupun macet dan hujan, acara ini masih ramai dikunjungi oleh para wibu dan cosplayer yang bukan hanya datang dari Kota Malang namun dari banyak kota di Jawa Timur seperti Surabaya, Kediri, Blitar, dan lainnya. Para pengunjung ini rela menembus macet dan hujan deras demi melihat keseruan acara DAISUKI! Japan Festival dan memberikan semangat bagi tim-tim cosplay Jawa Timur yang bertanding di ICGP.

Sama seperti tahun-tahun yang lalu DAISUKI! Japan Festival Selalu mengundang perfomer dan bintang tamu yang keren sekali. Karena tahun ini DAISUKI! Japan Festival berkolaborasi dengan ICGP, maka bintang tamu kali ini adalah para cosplayer perwakilan WCS dari Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Dari Indonesia diwakilkan oleh Zhuge Kamiya dan Yumaki, Malaysia diwakilkan oleh Shinku dan Dova, Thailand diwakilkan oleh Jasper Z. selain menjadi bintang tamu mereka juga menjadi juri untuk ICGP Jawa Timur.

Kemeriahan acara ini juga didukung oleh banyak performer lokal dari Kota Malang beserta komunitas dan circle kreatif dari berbagai daerah di Jawa Timur. Berbeda dengan DAISUKI! Japan Festival tahun lalu yang hanya ada 1 panggung, tahun ini penyelenggara menyediakan 2 panggung sekaligus, yaitu Main Stage yang berada di dalam dome dan REGALIA Stage di area luar dome. Karena cuaca yang kurang bersahabat rangkaian acara di REGALIA stage sempat terhambat namun antusiasme pengunjung yang menyaksikan pertunjukan dari perfomer dan band tetap tidak pudar bahkan semakin seru dan ramai.

Acara yang ditungu-tunggu pun tiba yaitu perlombaan ICGP. Ada 11 tim cosplayer dari jawa Timur yang berlomba di perlombaan yang bergengsi ini. Kesebelas tim tersebut berlomba menampilkan cosplay terbaik mereka dihadapan para pengunjung dan juri-juri perwakilan WCS. semua tim menampilkan penampilan yang terbaik. Setelah perlombaan selesai tim Risa Media berkesempatan untuk bertemu dan berbincang sedikit dengan para juri ini. Semua juri sepakat bahwa kesebelas tim cosplay dari Jawa Timur ini bagus-bagus dan punya kesempatan untuk menjadi wakil Indonesia di WCS nanti.

Para juri ini berpesan agar tim yang terpilih untuk menampilkan penampilan yang lebih baik lagi di final ICGP nanti karena nantinya mereka akan bertanding melawan tim cosplay dari daerah lain yang tentu tidak kalah bagus. Dan seperti biasa DAISUKI! Japan Festival tahun ini ditutup oleh penampilan DJ. Dyolow yang membuat pengunjung berdisko dengan alunan lagu-lagu remix Jepang dan anime. Rasa lelah bermacet ria dan berhujan-hujanan terbayarkan sudah oleh kemeriahan acara DAISUKI! Japan Festival X ICGP tahun ini.

Sekian liputan Risa Media Jawa Timur di acara Jejepangan paling keren di Jawa Timur. Selamat untuk tim cosplay yang terpilih untuk mewakili Jawa Timur di final ICGP di Jakarta nanti. Tampilkan yang terbaik buktikan #JatimIso menjadi perwakilan Indonesia di perlombaan cosplay paling bergengsi di dunia. Sampai jumpa di DAISUKI! JAPAN FESTIVAL Tahun depan. Terima kasih, nuwus nawak-nawak ngalam!

 Foto dan liputan oleh : Giovanni Yano, Karsa Septiansyah, Canang Cita Gemilang

[Liputan] Utsuru 2018! Mari Bertemu Dengan Teman Sekomunitas

Sukses dengan Utsuru F! tahun lalu Japan Culture Daisuki kembali menggelar pesta bagi komunitas jejepangan di Kota Malang. Tahun ini pun Utsuru tetap seru dan meriah

Hai hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan dari Kota Malang, Jawa Timur.

Kali ini Tim Risa Media meliput sebuah acara yang sudah tidak asing lagi bagi komunitas-komunitas penikmat budaya Jepang di Jawa Timur khususnya di kota Malang, ya apalagi kalau bukan Utsuru!. Acara ini diadakan pada tanggal 2 september  2018 di rooftop Mall Dinoyo City. Acara ini adalah acara tahunan yang diadakan oleh Japan Culture Daisuki, yang juga membuat acara Daisuki Japan setiap tahunnya. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, Utsuru kembali hadir menyediakan tempat bagi komunitas-komunitas jejepangan di Kota Malang untuk berkumpul dan mengekspresikan diri.

Meskipun baru dimulai jam 10 pagi, acara ini sudah dipenuhi oleh pengunjung yang ingin datang melihat berbagai keseruan yang ada di acara ini. Harga tiket masuk yang sangat murah, dan berbagai hiburan yang disediakan panitia dan komunitas selalu sukses menarik minat penikmat acara jejepangan di  Kota Malang, bahkan hingga kota lain seperti Surabaya dan sekitarnya.

Sepanjang acara, pengunjung dapat berinteraksi dengan berbagai stan komunitas yang ada. Selain berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai komunitas hiburan, di atas panggung juga tidak kalah menghibur, dari dance cover, band¬łcosplay¬łdan DJ ikut meramaikan acara ini. Seperti tahun tahun sebelumnya,¬†Utsuru menghadirkan sesuatu yang tidak umum dilakukan di acara jejepangan yaitu lomba makan kerupuk dan lomba balap tirek. Ya, sebuah lomba yang tidak umum tapi justru semakin menambah kemeriahan di acara ini. Semua pengunjung dan komunitas yang hadir terlihat sangat menikmati acara ini dari pagi hingga malam hari

Kesenangan hari itu harus ditutup dengan pertunjukan dari para DJ yang sudah malang melintang di skena musik jejepangan di Jawa Timur. DJ Mbah Kacang, Zuharu, dan Adidkh memainkan playlist yang sangat nge-beat seakan membuat pengunjung tidak ingin pulang dan terus bergoyang hingga akhir. Semua pengunjung, komunitas dan pengisi acara sangat bergembira pada hari itu. Mereka semua berharap Utsuru datang lagi tahun depan dan kembali memberikan ruang bagi komunitas dan penikmat budaya Jepang untuk berkarya dan bersenang-senang.

Sekian liputan Risa Media di acara Utsuru semoga tahun depan Japan Culture Daisuki dapat membuat acara ini kembali dengan lebih seru dan besar lagi. Terima kasih bagi panitia yang sudah membuat acara ini sangat meriah dan menyenangkan. Sampai jumpa di liputan berikutnya!

Liputan dan foto oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah

[Liputan] Comico Access “Let’s Go Global” Malang

Lagi-lagi, bibit komikus di tanah Malang terlihat potensinya.

Hai hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan Risa Media Jawa Timur. Kali ini, tim Risa Media mendapat kesempatan untuk meliput sebuah acara lokakarya (talkshow) tentang perkomikan. Pada hari Minggu, 22 April 2018 yang lalu, Risa Media diundang datang lagi ke HDR Comic Café untuk meliput COMICO ACCESS. Acara ini merupakan acara talkshow dan portfolio review yang diadakan oleh platform komik daring Comico. Selain Comico , juga hadir perwakilan dari studio komik Kisai Entertainment dan re:ON Comics.

Acara ini merupakan bagian rangkaian acara yang diadakan di 3 kota berbeda: Denpasar, Surabaya, dan Malang. Di Kota Malang sendiri acara ini dapat terselenggara atas insiatif komunitas Perakit Komik Malang. dengan tema Let’s go global! Peserta diajak untuk semakin produktif dengan karya mereka terutama di bidang komik. Karena perkembangan dunia industri kreatif terutama komik sudah sangat mendunia dan dapat menjadi sebuah ladang untuk mencari rezeki.

Acara ini diawali dengan pengenalan platform komik daring Comico oleh Muhammad Daniel dan Evelyn selaku editornya. Comico sendiri merupakan sebuah platform komik daring dari Jepang yang sudah mempunyai banyak cabang di berbagai negara, salah satunya Indonesia. Platform ini sudah banyak berhasil menaikkan popularitas berbagai seri komik daring, salah satunya serial ReLIFE yang ditulis oleh mangaka Yayoiso dan diterbitkan oleh Comico. Serial ini bahkan sudah mendapatkan adaptasi anime dan film live-action. Selain perkenalan, Comico juga mengajak peserta yang hadir untuk berpatisipasi dalam Comico Challenge. Tantangan ini terbuka bagi siapa saja dan tentu saja ada hadiah yang sangat menarik. Selain challenge , Comico juga membuka kesempatan bagi siapa saja yang ingin karya komiknya diterbitkan secara online di platform yang mereka miliki.

Setelah sesi Comico, dilanjutkan dengan presentasi dari Esa Pavlichenko yang akrab dipanggil Jendral Pavlichenko selaku editor dari re:ON Comics. Berbeda dengan Comico yang merupakan platform digital, re:ON Comics merupakan sebuah majalah komik kompilasi cetak yang terbit setiap enam minggu sekali. Banyak sekali judul yang sudah diterbitkan oleh re:ON Comics seperti Grand Legend Ramayana karya komikus Is Yuniarto dan Galauman karya Ockto Baringbing – Ino Septian. Dalam acara ini, Esa Pavlichenko mengajak semua peserta yang ingin karya komiknya diterbitkan secara cetak untuk mengirimkan karyanya ke re:ON Comics. Selain dalam bentuk kompilasi cetak, re:ON Comics juga bisa membantu komikus yang ingin karyanya dicetak dalam bentuk lain seperti komik satuan, merchandise, dan artbook. Esa Pavlichenko juga membuka sesi tanya jawab bagi peserta yang ingin bertanya tentang re:ON Comics.

Setelah sesi tanya jawab dengan Esa Pavlichenko selesai, acara dilanjutkan dengan presentasi dari Tessa Y.P yang merupakan pendiri dari studio komik Kisai Entertainment. Tessa memberikan presentasi tentang bagaimana membuat karakter protagonis dan antagonis yang menarik. Ada beberapa poin yang diberikan oleh Tessa untuk membuat karakter protagonis dan antagonis yang bagus dan menarik bagi pembaca. Peserta juga diajak secara langsung untuk berdiskusi tentang cara pembuatan karakter. banyak hal dapat dipelajari dari diskusi ini. Setelah sesi presentasi selesai, acara ini ditutup oleh sesi portfolio review narasumber yang hadir. Peserta yang membawa portofolionya dapat secara langsung diulas oleh semua narasumber yang hadir. Selain review , peserta juga dapat bertanya bagaimana cara membuat karya komik yang lebih bagus lagi langsung kepada ahlinya.

Sekian liputan Risa Media Jawa Timur di acara COMICO ACCESS. Berkat acara ini, terlihat jelas bibit-bibit komikus di kota Malang. Semoga dengan diadakan acara ini, dapat muncul komikus-komikus baru dengan karyanya yang semakin bagus dan dapat bersaing dengan komik-komik lain dari dalam dan luar negeri. Ayo terus berkarya dan buktikan industri kreatif Indonesia dapat bersaing di kancah internasional!

Liputan dan penulisan oleh Giovanni Yano

[Wawancara] Inilah Karya Siswa Animasi SMK Terbaik Se-ASEAN!

Hai hai Riscomrades! Kembali lagi dengan liputan dari kota Malang, Jawa Timur. Kali ini tim Risa Media datang berkunjung ke salah satu Sekolah Menengah Kejuruan Negeri di kota Malang, yaitu SMKN 4, Malang. Sekolah Menengah Kejuruan yang berlokasi di Jalan Tanimbar no. 22, Malang ini memang sudah dikenal memiliki banyak prestasi. Prestasi yang baru-baru ini didapatkan adalah di bidang Animasi.

Animasi pendek karya murid jurusan animasi yang berjudul Kiwa (The Advanture of Dayu and Ong) berhasil menyabet juara pertama di lomba tingkat ASEAN. Sebuah prestasi yang sangat membanggakan mengingat animasi ini adalah karya dari murid SMK. Pada hari senin tanggal 23 april 2018 yang lalu tim Risa Media berhasil mewawancara Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma, Khadijah dan guru pembimbing mereka Ibu Siti Cholifa. Mereka adalah animator yang membuat animasi Kiwa (The Advanture of Dayu and Ong). Bagaimana kisah mereka dalam membuat animasi ini? Ayo kita ikuti bersama!

Animasi Karya murid-murid SMKN 4 dapat dilihat di sini

Siapa saja sih yang membuat animasi ini, dan kelas berapa kalian saat ini?

Kami bertiga, Toby Nugroho Wibisono, Salsabilla Aulia Rahma, dan Khadijah, yang membuat animasi ini ada. Kami semua masih kelas 12.

Animasi buatan kalian juara di kompetisi apa? Kalian mendapat Juara ke berapa?

Kami mendapatkan juara pertama di kategori animasi pada kompetisi SEA Creative Camp 2018. Kompetisi ini dilaksanakan secara online yang diikuti oleh murid-murid tingkat SMA-SMK di seluruh Asia Tenggara.

Apa sih cerita dari animasi yang kalian buat?

Cerita dari animasi ini berdasarkan cerita dari pulau Bali tentang ilmu baik (panengen) dan ilmu jahat (pangiwa) tetapi dengan latar waktu sekarang. Jadi animasi ini berkisah tentang petualangan Dayu dan Ong dalam melawan ilmu Jahat yang menyerang Desa mereka.

Kenapa mengambil cerita rakyat Bali tersebut?

Kita ingin membuat animasi yang membawa budaya dari Indonesia dan bagi masyarakat luar negeri lebih mengenal budaya Bali sebagai budaya asli Indonesia. Sehingga budaya Indonesia dapat semakin dikenal oleh masyarakat luar.

Berapa karakter yang ada dan siapa saja yang akan muncul di animasi ini?

Ada 5 karakter yaitu Dayu, Ong, Uwa Bardah, Datu, dan Rangda. Rangda sendiri merupakan perwujudan dari Leak.

Kapan kalian mulai membuat animasi ini dan berapa lama waktu yang kalian butuhkan untuk menyelesaikan animasi ini ?

Kami membuat animasi ini selama 3 minggu dari bulan Maret lalu.

Apakah animasi ini akan dilanjutkan?

Iya, rencana kami melanjutkan seri ini menjadi 13 episode. Per episode nantinya berdurasi antara 1-3 menit

Referensi untuk animasi ini diambil dari mana saja?

Referensi animasi kami diambil dari kisah Barong dan Leak yang berasal dari Pulau Bali.

Apa saja program yang digunakan untuk membuat animasi ini?

Kami hanya menggunakan program Toon Boom Harmony untuk membuat animasi ini

Apakah kalian punya animator favorit? Kalau ada siapa?

Sebenarnya kami memfavoritkan kakak-kakak kelas kami sendiri sih. Tapi kalo dari luar negeri kita semua memfavoritkan Hayao Miyazaki pendiri dari Studio Ghibli. Karena Hayao Miyazaki tetap konsisten dari awal hingga sekarang.

Bagaimana pandangan kalian terhadap perkembangan industri kreatif terutama animasi di Indonesia?

Kami melihat belakangan ini perkembangan industri kreatif di Indonesia sudah sangat pesat, namun di bidang animasi masih belum banyak diapresiasi karena animasi sendiri masih dipandang sebelah mata. Masih banyak orang yang beranggapan animasi hanya tontonan untuk anak-anak, padahal animasi zaman sekarang sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Animasi juga dapat menjadikan tontonan yang mendidik bagi generasi muda Indonesia.

Menurut kalian apakah animasi Indonesia dapat bersaing dengan animasi dari luar negeri contohnya anime dari Jepang atau kartun-kartun Amerika?

Bisa, tetapi kembali lagi pada tingkat apresiasi disini masih dirasa kurang. Sekolah kami pernah melakukan studi banding ke Malaysia dan ternyata disana televisi nasionalnya punya 1 slot khusus untuk animasi karya studio-studio animasi mereka sendiri, tidak peduli bagus atau jelek tetap ditayangkan di televisi. Kami harap di Indonesia bisa seperti itu agar animasi-animasi karya anak negeri bisa bersaing dengan animasi dari luar negeri.

Bagaimana caranya agar masyarakat Indonesia bisa tertarik untuk menonton animasi karya animator lokal?

Menurut kami cara agar menarik minat masyarakat adalah membuat animasi berdasarkan kehidupan sehari-hari masyarakat kita. Contohnya serial Upin Ipin yang becerita tentang kehidupan anak-anak di Malaysia yang mirip-mirip dengan kehidupan sehari-hari di sini dan serial Adit Sopo Jarwo juga tentang kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya bisa dinikmati oleh masyarakat kita. Animasi kami, Kiwa juga mengadaptasi kehidupan sehari-hari masyarakat Bali saat ini.

Apakah kedepannya kalian memiliki projek animasi yang lain?

Kedepannya kami ingin melanjutkan serial Kiwa sampai 13 episode. Setelah animasi ini selesai mungkin kami akan membuat animasi-animasi lain.

Setelah kalian lulus ini apakah kalian masih ingin berkecimpung di bidang animasi?

Iya, kami ingin tetap disini untuk terus memajukan animasi di Indonesia. Mungkin beberapa dari kami akan menambah ilmu kami di luar negeri tapi tentu setelah mendapatkan ilmunya kami akan kembali kesini lagi untuk memajukan animasi dalam negeri.

Sekian wawancara tim Risa Media dengan murid-murid berprestasi dari jurusan animasi dari SMKN4, Malang. semoga semakin banyak lagi murid-murid Indonesia yang berprestasi hingga ke kancah Internasional terutama di bidang industri kreatif. Buktikan bahwa industri kreatif bisa menjadikan lapangan pekerjaan yang menjanjikan.

Wawancara oleh Giovanni Yano dan Karsa Septiansyah, penulisan oleh Giovanni Yano

[Liputan] MindaRyn, Artis J-Pop dari Negeri Gajah Putih

Selidik punya selidik, lagu-lagu yang dikerjakannya adalah kolaborasi dari dua negara yang berbeda!

Hai hai Riscomrades! Masih di liputan special Daisuki! Japan Fest dari kota Malang. Selain Hati Hati Techno dan Naru dan Echow, ada bintang tamu lain yang datang jauh jauh dari Thailand, siapa lagi kalau bukan artis coversing, MindaRyn. Sudah banyak penggemar musik-musik jepang di Indonesia yang sudah tidak asing dengan penyanyi satu ini. Tim Risa Media Jawa Timur mendapatkan kesempatan untuk mewawancara penyanyi cantik ini.

Dua tahun yang lalu, MindaRyn memulai mengunggah video coversing di kanal YouTube miliknya. Selain video coversing lagu-lagu anime, game, dan J-Pop, ia juga mengunggah konten-konten lain seperti vlog dan gaya hidup di kanal YouTube miliknya. Selain MindaRyn juga memiliki akun sosial media lain seperti Facebook dan Instagram. Kanalnya sendiri sudah memiliki subscriber lebih dari 170.000 orang, dan masih terus bertambah hingga hari ini. Selain bernyanyi, ternyata dia juga sedang aktif belajar ilmu programming juga.

Awalnya, MindaRyn mengerjakan semua videonya sendiri, tapi kini dia mengerjakan video-video covernya dibantu oleh produsernya. Uniknya lagi, produser MindaRyn ternyata berasal dari Indonesia. Lagu-lagu instrumental dikerjakan oleh produsernya di Indonesia, sedangkan proses pengambilan video dan suara dilakukan oleh MindaRyn di Thailand.

Di panggung Daisuki! Japan ini merupakan kali pertama MindaRyn tampil di Indonesia. Dia mengaku sangat terkejut dengan event Daisuki! Japan Fest ini, karena sejak sebelum pintu dibuka sudah banyak sekali pengunjung yang datang dan mengantri untuk masuk ke area Dome UMM, venue Daisuki! Japan Fest. diadakan.

Kedepannya, MindaRyn ingin terus menambahkan konten-konten baru di kanal YouTube miliknya agar semakin banyak subscriber dari mancanegara, khususnya dari Indonesia. Dia berharap untuk penggemarnya, terutama di Indonesia, agar terus mendukung MindaRyn agar kanal YouTube miliknya terus berkembang dan dapat menyajikan konten-konten lain yang lebih baik lagi.

Sekian wawancara tim Risa Media Jawa Timur dengan penyanyi cantik dari Thailand MindaRyn. Terus dukung MindaRyn dan jangan lupa untuk subscribe kanalnya di YouTube. Sampai jumpa di liputan lainnya!

Wawancara dan foto oleh Giovanni Yano