Survei Menunjukkan Perempuan Jepang juga Bahagia Jika Mendapatkan Coklat di Hari Valentine.

Tidak hanya laki-laki, ternyata banyak perempuan Jepang yang senang jika diberi coklat ketika Valentine.

Hari Valentine sudah dekat, banyak perbincangan di Jepang tentang Giri Choco, atau “Coklat Obligasi” yang akan diberikan perempuan Jepang ke temannya dengan alasan pertemanan dan Honmei Choco, coklat yang akan diberikan ke laki-laki yang mereka cintai. Namun, sebuah survei terbaru dari perusahaan kudapan manis Lotte menunjukkan ada tipe coklat lain yang ternyata juga menimbulkan perbincangan di antara para perempuan: Gyaku Choco.

Gyaku adalah kata bahasa Jepang yang berarti “kebalikan”. Gyaku choco merujuk pada kebalikan dari tradisi perempuan yang memberikan coklat ke laki-laki saat Valentine di Jepang. Singkatnya, gyaku choco adalah coklat yang diterima oleh seorang perempuan dari laki-laki di hari Valentine. Walaupun keberadaannya seolah menentang tradisi lama Valentine, gyaku choco justru mulai lumrah terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

Survei yang mengambil sampel dari 2400 laki-laki dan perempuan berusia 10 sampai 69 tahun ini berisikan pertanyaan-pertanyaan kepada perempuan yang menerima gyaku choco tentang bagaimana perasaan dan respon terhadap coklat yang mereka terima. Ternyata, 96.1% dari sampel menyatakan sangat bahagia ketika mereka atau pasangan mereka (bagi sampel laki-laki) menerima coklat saat Valentine. Ketika mereka (para sampel perempuan) diajukan pertanyaan lain mengenai dari siapa mereka ingin menerima gyaku choco, 45.4 persen menginginkan coklat dari suami atau pacar mereka, dan 21.3 persen mengharapkan dari teman laki-laki dan 9.2 persen menginginkan putra mereka memberikan mereka kudapan manis tersebut pada tanggal 14 Februari.

Namun, ada satu pertanyaan yang tidak ditanyakan dalam survei ini. Apakah gyaku choco berpengaruh dengan White Day? Tanggal 14 Maret di Jepang adalah hari dimana para laki-laki untuk membalas kembali hadiah coklat yang mereka terima saat Valentine. Apakah memberikan coklat ke perempuan saat hari Valentine dihitung sebagai hadiah mereka untuk White Day? Apakah laki-laki tetap akan dituntut untuk memberikan lagi hadiah sebulan kemudian? Bagaimanakah jika laki-laki memberikan seorang perempuan coklat saat Valentine, apakah perempuan tersebut harus membalas dengan memberikan gyaku choco pada White Day? Atau mereka semua mendapat dua hadiah coklat?

Dengan budaya dan etika Jepang yang mempunyai peraturan tidak tertulis tentang memberikan hadiah dan menunjukkan penghormatan kepada seseorang, pertanyaan-pertanyaan tersebut mungkin membuat gyaku choco tidak menjadi bagian penting dari Hari Valentine dalam waktu dekat. Namun, pendapat masyarakat Jepang tentang coklat Valentine, Giri, dan lain lain, terus berkembang, bukan tidak mungkin jika di masa depan akan semakin banyak perempuan menerima gyaku choco. 

Penulis: Aditya Putera T.

Sumber:

Anime Spinoff Crayon Shin-chan “Super Shiro” Telah Diumumkan!

Kali ini saatnya Shiro-chan atau Si Putih beraksi!

Sutradara Yuasa Masaaki dan Studio Science SARU pada hari Minggu, 27 Januari 2019, mengkonfirmasikan bahwa mereka akan memproduksi spinoff Anime dari Serial Crayon Shin-chan berjudul Super Shiro . Anime ini akan Menceritakan tentang Anjing yang dimiliki Shin-chan bernama Shiro yang seperti anjing-anjing biasanya, namun diam-diam Shiro sebenarnya adalah pahlawan super yang melindungi dunia!

Anime Crayon Shin-chan berasal dari Manga dengan nama yang sama karya Usui Yoshito sejak 1992 dan ditayangkan oleh TV Asahi. Acara ini tercatat sebagai salah satu dari anime yang sangat banyak ditonton di Jepang. Serial ini juga mempunyai 26 Film yang sudah ditayangkan. Film ke 27 dari serial ini berjudul Eiga Crayon Shin-chan Shinkon Ryokou Hurricane ~Ushinawareta Hiroshi~ (Crayon Shin-chan the Movie: Honeymoon Hurricane, Lost Hiroshi) akan tayang pada 19 April 2019 di Jepang.

Manga Crayon Shin-chan sendiri hadir di Indonesia sejak tahun 2000, lalu Elex Media Komputindo menerbitkan kembali seri ini di tahun 2012. Anime Crayon Shin-chan sendiri hadir dengan pengisi suara berbahasa Indonesia dan tayang di RCTI.

Penulis: Aditya Putera T.

Sumber : ANN

Hassan-i Sabbah, Pemimpin Assassin dan Ulama yang Tegas

Siapakah sosok sejarah yang ada di balik pembuatan karakter "King Hassan" di semesta Fate?

Sumber: fate-go.us

Fate/Grand Order versi NA (Amerika Utara) mengumumkan kemunculan sekaligus rate-up gacha dari “First Hassan“, kelas assassin dengan pangkat SSR yang merupakan karakter terkuat dalam kelasnya. Pemain dapat mendapatkannya dalam waktu yang terbatas, mulai 1 Januari, 10.00 WIB, sampai dengan 24 Januari 2019, 09.59 WIB. Siapa sebenarnya “First Hassan” dan apa yang menyebabkan ia menjadi karakter yang sangat diinginkan?

Karakter “First Hassan” dibuat berdasarkan tokoh Hassan-i Sabbah, seorang panglima, ulama, dan pemimpin tarekat dari Persia pada abad ke-11 masehi. Ia awalnya merupakan sosok yang dipercaya utnuk melaksanakan misi kenegaraan bagi Turki Seljuk, tetapi tak lama kemudian menentang langsung rezim tersebut karena adanya rasa keterasingan yang dirasakan warga Persia dari kepemimpinan Turki Seljuk.

Selain itu, salah satu petinggi rezim, Nizam al-Mulk, menjalankan sentimen anti-Ismailiyyah dan menentang doktrin taklim yang merupakan ajarah sentral dari Nizar Ismailiyyah, di mana Hassan lah yang kemudian menjadi pemimpinnya. Dalam memimpin ajarannya, Nizar Ismailiyyah, Hassan mendapatkan banyak pengikut dan kemudian mencanangkan tujuannya untuk mendapatkan basis yang kuat di Benteng Alamut, jauh di ketinggian Pegunungan Elburz.

Capture of Alamut, Sumber: Wikicommon

Peristiwa itu, kemudian dikenal sebagai Penaklukan Alamut, merupakan salah satu catatan penting dalam sejarah. Hassan, yang saat itu sudah memiliki banyak pengikut di antara orang-orang Persia, mengajak seluruh masyarakat di sekeliling Alamut—mayoritas Syiah Ismailiyyah—untuk memberontak melawan Turki. Ia kemudian dengan hati-hati melakukan ekspedisi infiltrasi ke dalam jantung pertahanan kota di Alamut. Rakyat Alamut sendiri banyak yang mendukung Hassan. Ketika Hassan akhirnya muncul di hadapan penguasa setempat untuk merebut tahta, sang penguasa menyuruh para penjaganya untuk menangkap dan mengusir Hassan, tetapi mereka justru berbalik arah dan menetapkan kesetiaannya pada Hassan. Seluruh proses, mulai dari perencanaan sampai jatuhnya benteng ke tangan Hassan, berjalan tanpa adanya banyak pertumpahan darah.

Dalam penaklukan tersebut, juga dalam ekspedisi-ekspedisi Hassan yang lain, ia dibantu oleh pasukannya yang dinamakan Hashashin atau Assassiyun (أساسيون, mereka yang setia pada keyakinannya), akar etimologi dari kata “assassin” seperti yang kita kenal sekarang.

Hasan-e Sabah. Sumber: Wikicommon
Deskripsi King Hassan. Sumber: fate-go.us

Pada semesta “Fate”, Hassan-i Sabbah sendiri tidaklah tunggal, tapi dideskripsikan sebagai sembilan belas pemimpin Hashashin. Mereka yang sudah muncul dalam semesta Fate diantaranya adalah “Hassan of the Cursed Arm” dari “Fate/Stay Night”, “Hassan of the Hundred Faces” di “Fate/Zero”, serta “Hassan of Serenity” dan “First Hassan” sendiri di “Fate/Grand Order”. First Hassan menjadi yang pertama dan terakhir dari para Hassan dalam semesta Fate, dan ialah manifestasi dari Hassan-i Sabbah, sang tokoh sejarah dibalik orde Hashashin. Oleh Ritsuka Fujimaru (Gudako/Gudao), ia dinamakan “King Hassan”.

King Hassan sendiri dikenal sebagai pemimpin yang sangat ketat terkait dengan prinsip-prinsip hidup dan hukum syariah baik di Persia maupun Chaldea. Di Persia, ia merupakan ulama dengan pengetahuan yang mumpuni, menjalankan syariah secara ketat dan keras dan menuntut komunitasnya untuk melakukan hal yang serupa di bawah pimpinannya tanpa memandang bulu. Kedua anaknya dieksekusi, masing-masing untuk tuduhan pembunuhan dan kecurigaan atas meminum alkohol. Menurut Rashid-ad Din, penerusnya, ia menghabiskan waktunya membaca buku, melaksanakan ajarannya, dan mengurus pemerintahannya.

Di Chaldea pun tak terlalu jauh—ia akan mengeksekusi siapapun bawahannya, termasuk Hassan of the Cursed Arm, Thousand Faces, dan Serenity, untuk tidak menyimpang dari “ajaran Tuhan”. Sebab ajaran yang ia canangkan sangatlah ketat, para Hassan lain itu hampir pasti akan terancam dieksekusi olehnya. Namun, di luar ketegasannya, ia dideskripsikan sebagai tokoh dengan hati yang lapang, tidak banyak bicara, dan mampu berkorban—ia meninggalkan gelarnya sebagai Grand Asssassin untuk turun bersama karakter-karakter Chaldea lain untuk melawan Tiamat.

 

Kekuatannya pun tidak main-main. Masing-masing Hassan memiliki kemampuan yang disebut dengan Zabaniya—sembilan belas pembantu malaikat Malik di Neraka. Sedangkan Noble Phantasm dari King Hassan adalah Izrail, sang malaikat pencabut nyawa.

Akhir kata, agak ironis bagi mereka yang menghabiskan banyak uang untuk mencari untung-untungan untuk memunculkan King Hassan, sedang gacha, praktik-yang-mendekati-perjudian (karena sebenarnya tidak bisa begitu saja disebut sebagai perjudian yang nyata ), tak akan terlihat baik di mata praktik syariah manapun, apalagi milik Hassan. Gacha adalah peradaban buruk, klaim Atilla, dan pedang sang raja selalu mengarah kepada mereka yang menyalahi ajaran agama—ini berarti banyak atau malah semua dari kita.

Tapi toh, dengan statistik yang mumpuni dan karakter yang baik untuk berada dalam satuan tim, First Hassan pantas mendapatkan pangkat SSR dan gelar serta kemampuan Grand Assassin dengan segala kemampuannya—hero yang setara dengan jumlah saint quartz yang dikeluarkan untuk menebusnya.

Sumber: Fate-go.us

Sumber sejarah didapatkan dari berbagai sumber dan https://iis.ac.uk/encyclopaedia-articles/hasan-sabbah

Sumber pengkisahan semesta Fate dibantu oleh laman facebook Perjalanan Menembus Nasuverse di Dalam Vantank. https://www.facebook.com/GoldolfSeksi/

Ditulis oleh: Naufal Hanif

 

Anime Karakai Jouzu no Takagi-san Mendapatkan Season Keduanya!

Apakah kalian siap untuk digoda oleh Takagi-san sekali lagi?

Melalui konfirmasi pada situs resminya, Takagi-san akan kembali menggoda para penonton melalui penayangan season kedua anime yang diangkat dari manga karya Yamamoto Soichiro yaitu “Karakai Jouzu no Takagi-san”.

Studio Animasi Shin-Ei Animation dipercaya kembali untuk memproduksi season kedua anime ini dengan bantuan sutradara animasi Akagi Hiroaki untuk mengepalai proyek ini. Sang sutradara berterima kasih kepada para penggemar yang telah mendukung anime ini dan meminta dukungan mereka sekali lagi dalam season kedua karena adanya “sedikit perubahan” yang direncanakan. Beliau juga menggambar ilustrasi spesial untuk menyambut season kedua anime ini.

Pengisi suara dari kedua peran utama, Takahashi Rie dan Kaji Yuuki juga mengkonfirmasi akan kembali untuk mengisi karakter masing-masing di season keduanya.

Sebelumnya, website Gekkan Shonen Sunday memberikan kode pada Desember lalu, bahwa majalah tersebut akan memberikan pengumuman penting untuk serial “Karakai Jouzu no Takagi-san” pada tanggal 12 Januari 2019.

Season pertama anime ini mulai tayang pada 8 Januari 2018 dengan 12 episode dan mendapatkan OVA yang didapatkan melalu bundel pembelian volume ke-9 “manga Karakai Jouzu no Takagi-san” yang ceritanya berdasar pada chapter 57-59 dalam manga tersebut.

Anime ini bercerita tentang kisah Takagi-san, seorang siswi yang gemar menggoda Nishikata, teman sekelasnya hingga tersipu malu. Nishikata bertekad untuk membalas Takagi-san dan membuatnya merasa malu setelah menggodanya.

Sumber: Anime News Network, Twitter Resmi Anime Karakai Jouzu no Takagi-san.

Ditulis oleh: Aditya Putera T.

[Fangirling Corner] Pertarungan Rap Sengit Antarpria demi Kebebasan, Hypnosis Mic!

Hypnosis Microphone menjadikan musik rap sebuah senjata dalam pertarungan memperluas wilayah kekuasaan!

Halo halo Risacomrades! Bagi kalian para fangirl yang juga pecinta genre rap mungkin sudah mengetahui tentang proyek rap yang sedang naik daun ini. Namun, bagi kalian yang belum tahu berikut penjelasan singkat mengenai proyek “Hypnosis Mic“.

Hypnosis Mic adalah proyek music 2.5 dimensi yang melibatkan 12 seiyuu dimana karakter-karakter yang ada dibagi menjadi empat divisi dengan 3 anggota di dalamnya. Masing-masing divisi menggambarkan beberapa area yang ada di Jepang.

Dalam proyek ini, musik rap dan ‘Hypnosis Microphone’ digunakan sebagai senjata untuk bertarung dan juga memperluas daerah kekuasaan masing-masing divisi. Hypnosis Microphone sendiri merupakan mic spesial yang bisa mempengaruhi psikologi orang-orang yang mendengar apapun yang diucapkan melalui mic tersebut. Bentuk mic yang dimiliki masing-masing karakter juga berbeda-beda sesuai dengan karakteristik dari pemiliknya.

Selain konsep yang menarik, penggemar juga bisa ikut andil di pertarungan dalam proyek ini karena pemenang dari tiap pertarungan ditentukan melalui voting oleh penggemar yang membeli CD fisik mereka dan bagi divisi yang menjadi pemenang akan melanjutkan ke ronde berikutnya.

Begitulah gambaran singkat mengenai Hypnosis mic. Pada artikel kali ini penulis akan menjelaskan divisi-divisi yang ada di proyek ini. Penasaran ada divisi apa saja disini? Berikut penjelasannya.

  1. Divisi Ikebukuro : Buster Bros!!!

Divisi yang berasal dari area yang terkenal akan tempat berbelanjanya ini semua anggotanya merupakan saudara kandung. Ketiga karakter tersebut adalah Ichiro Yamada si sulung dengan hobi menonton anime, Jiro Yamada si anak tengah dengan sangat mengidolakan kakaknya, dan Saburo Yamada alias si bungsu bermulut tajam di keluarga ini. Gaya bermusik dari divisi ini terinspirasi dari genre Street dan Hip-Hop.

  1. Divisi Yokohama : MAD TRIGGER CREW

MAD TRIGGER CREW atau biasa disingkat sebagai MTC merupakan divisi yang menjadi representasi daerah Yokohama yang terkenal akan lokasi tamasya dan taman bermainnya. Divisi ini diketuai seorang bos yakuza bernama Samatoki Aohitsugi dan berisikan 2 anggota yaitu, Juto Iruma yang merupakan seorang polisi dan seorang perwira angkatan laut yang bernama Rion Mason Busujima. Meskipun tiap karakter memiliki pekerjaan berbeda dan bisa dibilang cukup clash, sebagai tim mereka dapat bekerja sama dengan baik. Gaya music yang digunakan dalam divisi ini adalah genre West-Side Gangsta.

  1. Divisi Shibuya : Fling Posse

Selanjutnya adalah Fling Posse yang mewakilkan area Shibuya dalam proyek ini. Sama seperti divisi-divisi sebelumnya, Fling Posse juga terdiri dari 3 orang yaitu seorang perancang busana berwajah imut yang merangkap sebagai ketua divisi bernama Ramuda Amemura, diikuti dengan seorang pejudi bernama Dice Arisugawa, dan terakhir adalah Gentaro Yumeno yang merupakan seorang penulis. Musik yang dibawakan oleh divisi ini memberikan kesan vibrant dan semangat yang menggambarkan kehidupan di distrik Shibuya.

  1. Divisi Shinjuku : Matenrou

Divisi yang terakhir adalah divisi Matenrou, divisi yang merepresentasikan area Shinjuku ini beranggotakan oleh seorang dokter bernama Jakurai Jinguji yang juga merupakan ketua dari divisi ini, seorang host tampan yang sering disalahpahami bernama Hifumi Izanami, dan seorang pekerja kantoran bernama Doppo Kanonzaka. Musik yang dibawakan oleh divisi ini bertemakan mengenai kehidupan di area Shinjuku yang diiringi dengan instrumental yang terkesan gelap dan kotor.

Masing-masing divisi yang sudah dijelaskan di atas memiliki kharisma dan kelebihannya masing-masing, yang tentu saja sangat menarik utuk diikuti. Jadi Risacomrades apakah kalian sudah tau apa divisi yang akan kalian dukung?

Sumber: HandThatFeedSHQ dan sumber lainnya.

Ditulis oleh Alissa Rachma

Mengenali Tokoh-tokoh dalam Film DreadOut

Kali ini, Fella membeberkan hasil wawancaranya dengan empat dari tokoh yang ada di DreadOut!

Hai hai Riscomrades, Fella kembali lagi menemani hari kalian dengar berita segar! Hehe… Tapi bukan bertajuk Jepang ataupun gim, Fella kali ini dapat kesempatan untuk mewawancarai cast DreadOut! Hayo, kalian pastinya sudah pernah dengar dong.

DreadOut ini dulunya merupakan sebuah gim PC yang bertajuk horor dan dirilis pada tahun 2014. Gim ini menjadi salah satu gim Indonesia yang dikenal sampai mancanegara sehingga dimainkan dan di-review oleh salah YouTuber terkenal, yaitu PewDiePie. Game yang dibuat oleh Digital Happiness ini mempunyai tokoh utama siswa SMA bernama Linda. Nah, dialah yang akan membawa pemain menuju dunia horror lokal menggunakan smartphone miliknya yang bisa digunakan untuk memotret dan membasmi hantu yang ditemui sepanjang jalan. Hantunya juga Indonesia banget lho! Ada pocong, kuntilanak, dan juga hantu-hantu lain.

Melihat kesuksesan game ini, akhirnya game ini pun diadaptasi ke bentuk layar lebar karya sutradara Kimo Stamboel. Film ini direncanakan akan rilis pada tanggal 3 Januari 2019 mendatang. Oh ya, ada beberapa perbedaan cerita antara gim dengan filmnya. Salah satunya adalah jumlah karakter utama yang bertambah menjadi sekelompok siswa SMA. Siapa saja sih? Nih, Fella akan beberkan hasil wawancara dengan empat dari tokoh yang ada di DreadOut, yakni: Erik (Jeffri Nicole), Beni (Muhammad Riza Irsyadillah), Linda (Caitlyn Halderman), dan Alex (Ciccio Manassero).

Fella       : “Bagaimana sih karakter masing-masing dari kalian di film ini?”

Ciccio     : “Alex ini karakter yang paling berandal, tetapi sebenarnya dia yang paling penakut dan tidak bisa bercanda pada waktu yang tepat.”

Caitlyn  : “Linda paling dewasa dibandingkan dengan temannya yang lain, selain itu juga dark dan cukup introvert.”

Irsyad    : “Beni ini berbeda dengan anak-anak lainnya, dia juga yang mengajak teman-teman lainnya untuk pergi ke gedung berhantu.”

Nicole   : “Erik adalah anak yang paling normal dan menjadi penengah di antara teman-temannya. Bapaknya anak-anak.”

Fella       : “Mengapa kalian tertarik untuk memerankan karakter di DreadOut?”

Semua  : “Karena kita tahu kualitas dari DreadOut dari nasional atau internasional, buat shooting dan riset tidak sembarangan. Selain itu juga alur ceritanya juga bagus.”

Fella       : “Kira-kira mau kalau diberi kesempatan untuk memerankan hantunya?”

Ciccio     : “Nggak mau.”

Irsyad    : “Mau, menjadi hantu anak kecil yang ada di trailer atau menjadi hantu yang kepalanya bisa berputar”

Nicole   : “Mau, jadi babi ngepet raksasa.”

Caitlyn  : “Jadi wanita berkebaya merah, karena paling kuat.”

Fella       : “Pernah lihat atau memainkan game DreadOut sendiri?”

Semua  : “Pernah dari PewDiePie, tetapi kita tidak memainkan gamenya.”

Fella       : “Apa pendapat kalian tentang game DreadOut dari go international hingga menjadi film layar lebar?”

Ciccio     : “Bangga tentunya, apalagi hantu sampai seragamnya merupakan aset lokal tetapi bisa mendunia.”

Irsyad    : “Terutama ini pertama kalinya di Indonesia mengangkat gim menjadi film layar lebar sehingga punya kebanggaan tersendiri.”

Fella       : “Wah, terima kasih sudah mau menjawab pertanyaan-pertanyaan dari Fella!”

Selain menjawab pertanyaan dari Fella, para aktris dan aktor ini juga punya salam untuk disampaikan kepada Riscomrades sekalian loh! Simak videonya di bawah ya!

Petualangan Robotik Dengan Nuansa Cyberpunk Dalam ProtoG

Dengan khasnya lampu neon di jalanan yang cenderung redup penerangan, ProtoG menghadirkan pengalaman petualangan robotik tersendiri

Beberapa hari yang lalu Fella sempat mencoba sebuah demo dari game buatan anak bangsa lagi nih, Riscomrades! Berbeda dari game yang sebelumnya sempat Fella review, game yang kali ini menggunakan aspek 3D ber-genre hack-and-slash dengan perspektif dari orang ketiga. Kita sebagai karakter utama dapat langsung menghajar monster dari field kita berada. Nggak pakai lama lagi nih, Fella bakal kasih tahu judulnya. Judul game ini adalah ProtoG dari studio Benua Softworks!

Pertama kali Fella mencoba memainkan game ini, tekstur 3D dari bahan metalnya cukup memanjakan mata, ditambah lagi dengan adanya voice act berbahasa Inggris dengan aksen amerika yang natural. Namun sebuah kekurangan yang Fella temukan dalam game ini adalah kurangnya render ataupun texturing pada karakter-karakter manusia.

Dalam game ini kita akan bermain sebagai seorang robot bernama Adam yang dibangunkan dari status hibernasinya oleh seorang manusia bernama Jack. Adam memiliki dua jenis senjata, yakni sebilah pedang sebagai senjata jarak dekat dan pistol laser dengan lubang bidik yang dapat diaktifkan menggunakan klik kanan. Jangan khawatir bila amunisi pistol kalian habis karena akan terisi sendiri seiring waktu.

Saat melawan bos—di sini baru ada seorang bos yang bernama The Brawler—scene pun berubah menjadi arena khusus hanya antara player dengan seorang bos. Sebelum berubah menjadi sebuah arena, kita akan menyaksikan cutscene dengan cinematography yang baik. Setelah melawan bos ini, demo game pun selesai.

ProtoG bertemakan dunia cyberpunk dengan khasnya lampu neon di jalanan yang cenderung redup penerangan. Adanya keragaman bahasa pada satu game juga menjadi ciri di mana dunia ini berada di dimensi yang berbeda dengan dimensi dunia nyata kita pada umumnya. Menurut Fella, konsep ini sangat bagus dan bisa memanjakan mata apalagi dengan tekstur dinding dan metal yang bisa lebih diperkuat. Akan lebih bagus lagi apabila lampu neon yang dipajang lebih bervariasi dan cuacanya dibuat hujan agar lebih terkesan cyberpunk-nya.

Dewasa ini, game open field dengan perspektif orang ketiga biasanya membolehkan player untuk menggunakan dodging atau menghindar, tetapi ProtoG tampaknya tidak memilikki control tersebut. Sebagai gantinya, ProtoG memilikki kontrol dash untuk menghindar dan lainnya. Kontrol mouse pada game ini cukup sensitif tanpa ada opsi untuk menyetting sensitivitas pada kursor.

Game ini masih dalam tahap pengembangan awal sehingga belum begitu terdapat penceritaan mendetail dalam demo. Namun dengan adanya cinematography yang baik dan 3D, ProtoG bisa menjadi salah satu jembatan developer lokal untuk go internasional. Waktu rilis game ini masih belum ditentukan tepatnya, tetapi yang jelas game ini akan tersedia pada tahun 2019. Bila kalian mau tahu lebih lanjut soal game ini, kalian bisa follow laman Steam-nya di sini.

Berkunjung ke BEKRAF Animation Conference (BEACON) 2018 di Surabaya

BEACON (Bekraf Animation Conference), sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif sebagai jembatan bagi para pegiat animasi di Indonesia!

BEACON (BEKRAF Animation Conference) merupakan sebuah acara yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif untuk menjembatani kolaborasi dan interaksi antara para aktor-aktor yang berperan dalam perkembangan animasi di Indonesia, seperti: pelaku animasi nasional, pemilik IP, distributor, TV, agensi, investor, pemerintah, dan media. Dalam BEACON diharapkan terjadi pertukaran informasi, pengalaman, transaksi bisnis dan sarana dalam mempublikasikan karya-karya animasi anak bangsa yang nantinya akan mampu mengembangkan ekonomi kreatif nasional, khususnya dalam subsektor animasi.

Bertempat di Hotel Wyndham Surabaya pada Selasa, 13 November 2018 , Acara BEACON dibuka oleh bapak Wawan Rusiawan selaku Direktur Riset dan Pengembangan Badan Ekonomi Kreatif. Beliau menyebutkan bahwa film dan animasi, sebagai salah satu subsektor ekonomi kreatif, menyumbang nilai tambah sebesar Rp1,354 trilyun  terhadap pembentukan Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif sebesar 0,16% atau sebesar 0,01% terhadap PDB Nasional.

Salah satu rangkaian acara BEACON adalah pameran yang memperkenalkan dan mempromosikan hasil karya dari berbagai studio animasi Indonesia, terutama studio asal Surabaya dan juga beberapa karya siswa SMK di Surabaya.

Diselenggarakan pula talkshow yang menghadirkan beberapa narasumber seperti Eki N.F (MPic Animation), Faza Sulthon (Hompimpa Studio), Cak Waw (Trio Hantu Cs), Berny Julianto (Neo Paradigm Comics), Alfi Zachkyelle (Kampoong Monster), Cak Ikin (CuloBoyo) dan mas Akbar (Komikus/Jatim strip).

Tertarik untuk hadir namun melewatkan acara ini? Tenang, akan ada BEKRAF Festival 2018 pada 15-17 NOVEMBER 2018 di GRAND CITY, SURABAYA!