Hai hai semuanya! Bagaimana kabar kalian? Semoga tetap sehat dan semoga pandemi COVID-19 yang sedang melanda seluruh dunia, termasuk Indonesia agar lekas menghilang, ya!

Omong-omong, sesuai dengan imbauan pemerintah tentang physical distancing dan beraktivitas di rumah, tentunya ruang gerak kalian cukup terbatas beberapa hari belakangan ini. Namun, tentu saja ada aktivitas yang bisa kalian lakukan di sela-sela waktu luang kalian bekerja atau melakukan hal lainnya. Salah satunya adalah menonton sebagai alternatif hiburan.

Nah, kali ini saya merekomendasikan salah satu anime yang baru saja tamat penayangannya pada awal 2020. Sebuah tayangan dengan genre sekolahan berjudul Koisuru Asteroid.

Poster dan logo Koisuru Asteroid. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Koisuru Asteroid, atau yang memiliki judul alternatif Asteroid in Love ini, diadaptasi dari manga 4-panel dengan judul yang sama karangan Quro. So far, manga ini sudah terbit sebanyak tiga volume di Jepang dan diterbitkan oleh Houbunsha dari majalah bulanan Manga Time Kirara Charat. Lagi-lagi Kirara!

Disutradai oleh Daisuke Hiramaki (Watashi ni Tenshi ga Maiorita!) di studio animasi Doga Kobo, anime ini didukung oleh Yuka Yamada (Watashi ni Tenshi ga Maiorita!) dalam penaskahannya. Lagu pembukanya berjudul "Aruite Ikou!" oleh Nao Touyama dan lagu penutup berjudul "Yozora" oleh Minori Suzuki.

Seperti apa sih kisah yang tersaji di dalam anime berjumlah 13 episode ini? Yuk, langsung simak saja dalam paragraf selanjutnya!

Manis Tanpa Amnesti

Dua tokoh utama dalam Koisuru Asteroid, Ao Manaka (kiri) dan Mira Konohata (kanan). (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Sepertinya tokoh-tokoh dari semesta Kirara never failed to make us to not think bahwa mereka semua ini manis dan lucu. Itulah salah satu poin esensial yang dapat kalian temukan dalam Koisuru Asteroid.

Cerita dibuka dengan scene pertemuan Mira Kinohata (Tomoyo Takayanagi) dengan Ao Manaka (Megumi Yamaguchi) saat mereka masih kecil. Saat itu, Ao rambutnya pendek banget dan bikin Mira salting karena ngirain dia itu cowok.

Singkat cerita, mereka berdua sama-sama suka dengan topik angkasa, muncullah dialog membahas bintang di langit dan sepakat untuk membuat janji yang ingin dituntaskan suatu hari nanti: menemukan asteroid!

Awal pertemuan mencari asteroid impian. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Enggak kerasa, Mira sudah SMA saja, dan minatnya dengan astronomi semakin tidak terbendung. Begitu masuk sekolah, dia langsung cus tertarik dengan ekstrakurikuler Geosains di SMA Hoshizaki. Ada tiga senpai sebagai anggotanya plus satu siswi baru yang juga tertarik dengan astronomi.

Ternyata oh ternyata, Mira rupanya pernah ketemu sama siswi baru tersebut yang ternyata adalah... Ao. Waduh, langsung pada merah muka mereka dan sontak ekspektasi Mira yang sudah mengira Ao adalah cowok idamannya kelak menjadi berubah semenjak hari itu!

Ekskul ini seru juga, btw, terdiri dari dua grup yang merupakan gabungan dari dua eks-ekskul, astronomi dan geologi. Anggotanya adalah Mari Morino (Sumire Uesaka) sebagai sang ketua ekskul, Mikage Sakurai (Nao Touyama), dan Mai Inose (Maria Sashide).

Lima anggota Ekskul Geosains SMA Hoshizaki. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Hari-hari yang penuh dengan petualangan mereka seputar astronomi dan geologi bakal tersaji selanjutnya. Anime ini hadir dengan cheerful dan ditambah beberapa drama penuh suka dan duka yang lazim muncul untuk cerita berlatar belakang kehidupan di bangku SMA.

Ceritanya juga enggak membosankan. Kehadiran Moe Suzuya (Reina Ueda) sebagai tokoh yang bukan bagian dari ekskul dan tokoh-tokoh pendukung lainnya sangat terasa memberikan stamina tambahan bagi terciptanya hubungan antartokoh dalam Koisuru Asteroid.

Moe Suzuya adalah katalis pembangun cerita dengan ekspresi yang dihadirkannya. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Kembali ke misi utama, berhasilkah Mira dan Ao menemukan asteroid impian mereka?

Karena Sains Takkan Pernah Mati

Momen jalan-jalan. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Aside of cute girls, poin utama yang menjadi premis dari Koisuru Asteroid adalah mengenalkan topik sains yang dapat dinikmati oleh penggemar anime. Banyak wawasan seputar sains yang berkaitan dengan astronomi, geologi, kartografi, meteorologi, ilmu tanah, serta pengeboran (boring) yang dieksplorasi dalam anime ini.

Kerennya lagi, produksi Koisuru Asteroid turut bekerja sama dengan lembaga antariksa asal Jepang, JAXA (Badan Penjelajah Antariksa Jepang), setara NASA di Amerika Serikat sana atau LAPAN di Indonesia.

Suasana di dalam JAXA Tsukuba Space Center. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Kalian bisa lihat dalam salah satu episodenya saat ekskul Geosains jalan-jalan ke JAXA Tsukuba Space Center. Selain itu, turut dihadirkan pula Ishigakijima Astronomical Observatory, tempat observasi untuk meneliti objek langit.

Meskipun topiknya cukup berat karena banyak bicara soal rasi bintang, jenis batuan, dan lain sebagainya, tetap saja terasa penjelasannya secara ringan dan ceplas-ceplos oleh para tokoh mungkin bisa menjadi pengetahuan baru bagi kalian yang cukup tertarik dengan dunia sains.

Aspek Lainnya

Gemini yang direpresentasikan oleh Mira dan Ao dalam eyecatcher. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Animasi dari Koisuru Asteroid boleh dibilang begitu indah untuk anime dengan tema slice of life. Peralihan antar-scene terasa smooth dan penggambaran objek-objek sains di dalamnya terasa real dan detailnya kelihatan banget.

Hal yang paling menarik bagi saya adalah gambar transisi bagian di pertengahan episode (eyecatcher) yang menunjukkan para tokoh Koisuru Asteroid yang menjadi rasi bintang dalam zodiak.

Hal selanjutnya adalah pemilihan musik latar belakang (BGM) yang pas dan selaras dengan scene yang ditampilkan. Kekuatan musik memang gak main-main dan sukses menjadi penguat dialog yang dibangun dalam Koisuru Asteroid.

Kesimpulan

Ekspresi kalian saat menyaksikan Koisuru Asteroid. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Jalan cerita Koisuru Asteroid bagi saya bisa dibilang cukup slow pada paruh awal penayangannya sehingga terkesan lamban. Ada yang hambar, tetapi bukan roti. Ada yang datar, tetapi bukan bumi.

Akan tetapi, semuanya mulai berubah saat memasuki paruh akhir, terlebih saat mendekati episode puncak. Intensitas dan drama yang dihasilkan membuat anime ini kembali menarik untuk disaksikan hingga rampung. Semakin menuju akhir, semakin seru alurnya.

Anime ini cocok bagi kalian yang cukup tertarik dengan bidang sains, wabil khusus astronomi atau geologi karena penjelasannya cukup serius dan seru, bagaikan masuk ke buku Carl Sagan versi ringan, bukan sekadar bumbu-bumbu kaldu tambahan semata.

Tokoh favorit penulis, Inose-senpai sang pecandu peta. (© Quro/ Houbunsha/ Hoshizaki Earth Science Study Club)

Selain itu, kalau kalian adalah kaum pengabdi produk Manga Time Kirara yang sudah tayang sebelumnya, seperti Gochiusa, Machikado Mazoku atau Comic Girls, anime ini sayang untuk dilewatkan karena nuansa Kirara-nya kental sekali: penuh tokoh cewek SMA yang moe-nggemaskan. Menggemaskan.

Kalian bisa menyaksikan semua episode Koisuru Asteroid secara legal dan gratis melalui saluran YouTube Muse Asia. Jangan lupa di-subscribe dulu ya sebelum menikmatinya!

Bagaimana? Are you ready for a sweet CGDCT science adventure?