Mekkah, kota suci umat Islam, tempat umat Muslim di seluruh dunia melaksanakan ibadah umroh dan haji. Sejumlah wacana telah diusulkan untuk menjadikan kota Mekkah menjadi standar waktu dunia, namun apa yang terjadi jika hal itu benar terlaksana?

Selama ini tentunya kita tahu bahwa kota Greenwich adalah standar waktu dunia, karena di situlah garis bujur 0 derajat berada, disebut Greenwich Mean Time (GMT). Meskipun begitu, terdapat standar lainnya yang tak kalah populer, sebut saja Paris Mean Time, dan yang tak kalah populer, Mecca Mean Time (MMT).

Dalam standar waktu ini, kita akan menempatkan kota suci Mekkah, Saudi Arabia, sebagai garis bujur 0 derajat yang baru. Garis ini akan melintasi berbagai negara, di antaranya Rusia bagian barat, Turki bagian timur, dan negara-negara di pantai Afrika Timur. Dengan standar waktu baru ini, negara-negara lainnya harus kembali menyesuaikan zona waktu mereka sesuai standar MMT.

Jika Anda mencari pro kontra MMT dalam artikel ini, sayangnya Anda salah tempat. Karena salah satu fokus Risa Media adalah geografi, maka artikel ini akan membahas pembagian zona waktu yang baru jika MMT didaulat menggantikan standar GMT saat ini.

Masalah dan Solusinya

Umat Islam bangga mempunyai kalender Hijriah sebagai sistem penanggalannya. Seperti yang kita tahu, kalender Hijriah menetapkan pergantian hari pada waktu matahari terbenam, bukan pada tengah malam seperti standar waktu pada umumnya. Selain itu, standar waktu yang juga menyesuaikan dengan waktu shalat ini menciptakan masalah baru.

Alkisah, kaum Muslimin sedang melaksanakan penyembelihan hewan kurban di hari Nahar, padahal Rasulullah belum melakukannya. Alhasil, mereka pun disuruh mengulang penyembelihan. Hal ini tertulis dalam surat Al-Hujurat ayat 1.

Dengan standar waktu saat ini, kota Mekkah berada di zona waktu GMT+3, sedangkan Jakarta ada di GMT+7, yang dalam artian kita mendahului shalat empat jam dari Masjidil Haram. Hal ini tentunya bertentangan dengan ayat di atas.

Gimana solusinya? Gampang! Letakkan saja garis tanggal internasional di Mekkah.

Eh bentar. Garis tanggal internasional itu apa?

Garis Tanggal Internasional

Singkatnya, garis tanggal Internasional adalah garis (dalam gambar ini garis putus-putus merah) yang membagi perbedaan hari dalam zona waktu. Jika daerah di sebelah barat garis adalah hari Senin, di sebelah timur masih hari Minggu. Dalam standar GMT, lokasi garis ini berada di tengah-tengah Samudera Pasifik, berseberangan dengan bujur Greenwich (180 derajat).

Kembali ke masalah di atas, pindahkan saja garis tanggal internasional ke Mekkah, sehingga Mekkah adalah zona waktu tercepat. Masjidil Haram dapat memulai shalat Jumat terlebih dahulu, yang kemudian diikuti oleh umat Muslim lain di seluruh dunia.

Sebenarnya, masalah belum selesai di sini.

Garis merah adalah garis bujur di mana Mekkah berada. Garis ini memotong berbagai negara, seperti disebut di atas. Sebuah negara tentunya tak rela salah satu bagian utama dari negaranya berlainan hari. Kenapa?

Berikut ini adalah contoh kasus garis tanggal internasional di Kiribati, yang bersumber dari video WonderWhy. Kiribati (baca: Kiribas) adalah sebuah negara kepulauan di Pasifik, yang terbagi menjadi tiga zona waktu dan awalnya terpotong oleh garis tanggal internasional. Kondisi ini tentunya menyulitkan instansi yang hanya buka saat weekday (Senin-Jumat), karena hanya bisa berkomunikasi empat hari dalam seminggu. Solusinya? Pindahkan saja garisnya, alhasil kini Kiribati seluruhnya terletak di sebelah barat garis, dengan zona waktunya +12, +13, dan +14.

Kasus serupa akan bertambah parah dalam MMT, karena garis ini melewati daratan, bukan lautan. Garis tanggal internasional MMT akan berkelok lebih ekstrim dibanding garis tanggal internasional GMT. Penasaran seperti apa? Inilah petanya.

Pembagian Zona Waktu Menurut MMT

Inilah peta pembagian zona waktu menurut MMT. Tidak ada zona waktu yang lebih cepat dari Mekkah (semuanya minus). Garis tanggal internasional ditandai dari kepulauan Rusia sekitar Franz Josep Land, menyusuri perbatasan Finlandia-Rusia dan Laut Baltik, menempatkan Rusia sepenuhnya berada di timur garis. Selanjutnya, garis ini membelah Laut Hitam, menuju perbatasan Turki dan Saudi Arabia. Garis ini terus berlanjut ke pinggir pantai timur Afrika dan Selat Mozambik.

Uniknya, Moskow dan Mekkah memiliki waktu yang sama, hanya saja berada di tanggal berbeda. Jika umat Muslim di Mekkah melaksanakan ibadah shalat Jumat, warga Moskow baru akan melaksanakannya keesokan hari.

Indonesia Gimana?

Masih tiga zona waktu, tapi ada sedikit perubahan.

  • MMT -20: Waktu Indonesia Barat, mencakup seluruh Sumatera dan Bangka Belitung. Sama dengan waktu Thailand, Vietnam, dan Mongolia.
  • MMT -19: Waktu Indonesia Tengah, mencakup seluruh Jawa, Kalimantan, Kepulauan Riau, dan Bali. Sama dengan waktu Malaysia, Singapura, dan China.
  • MMT -18: Waktu Indonesia Timur, mencakup seluruh Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua. Sama dengan waktu Jepang, Korea, dan Filipina.

Demikian ulasan seputar Mecca Mean Time jika benar dilaksanakan? Pro atau kontra? Semuanya kembali ke Anda.

xaxaxa Crimea is Russia

 

Sumber: WonderWhy