Akhirnya, Risa Media kembali membahas geografi setelah dua tahun. Tentu, bahasan geografi kali ini masih sejalan dengan bahasan pop kultur Risa Media.

Beberapa waktu terakhir, kota Wuhan sering disebut di berbagai media. Kota ini tengah terkena wabah virus korona, di mana 547 penduduknya terjangkit virus ini, menelan 17 korban jiwa. Virus ini telah menyebar ke berbagai negara, dari Taiwan, Korea, Jepang, hingga Eropa dan Amerika Serikat. Karena virus ini pertama mewabah di Wuhan, media sering menyebutnya virus Wuhan.

Ada alasan kenapa sebuah media pop kultur membahas hal ini. Pasalnya, cosplayer Haoge diketahui berdomisili di Wuhan. Ya, Haoge yang sempat menggegerkan ranah jejepangan karena cosplaynya yang tampak indah, meskipun ia adalah seorang pria.

Wuhan, Urat Nadinya Tiongkok

Wuhan (武汉) adalah sebuah kota di provinsi Hubei, Tiongkok tengah, dengan populasi 11 juta jiwa. Kota ini berdiri di tengah sungai Yangtze, sungai terpanjang ketiga di dunia.

Meskipun daerah ini sudah dipenuhi manusia sejak 1500 SM, kota Wuhan sendiri masih termasuk muda. Sebelumnya, daerah ini terdiri dari tiga kota, yakni Wuchang, Hankou, dan Hanyang. Ketiganya baru disatukan pada tahun 1927.

Jembatan sungai Yangtze di Wuhan. Dibangun di tahun 1957, jembatan ini menjadi pembuktian Republik Rakyat Tiongkok sebagai negara yang berdikari. (Sumber: Pixabay)

Karena lokasinya yang strategis, kota ini memegang pengaruh penting dalam sejarah Tiongkok. Kota ini menjadi awal mula berkobarnya revolusi Xinhai, yang menumbangkan monarki Qing dan mengubah Tiongkok menjadi republik. Kota ini sempat menjadi ibukota Republik Tiongkok di tahun 1937, saat Jepang menduduki Nanking dan membantai penduduk di sana.

Kota ini juga sering disebut sebagai urat nadinya Tiongkok. Jembatan pertama sungai Yangtze dibangun pada tahun 1957, menghubungkan Tiongkok utara dan selatan. Kini, kota ini menjadi titik temu jaringan kereta api dan jalan tol di Tiongkok. Putusnya akses ke kota ini (yang kebetulan baru saja dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Wuhan) akan berdampak besar pada ekonomi dan transportasi di negara Tirai Bambu ini.

Bagaimana Haoge Sekarang?

Alice Haoge (dibaca hau-ke, bukan hao-gé) memang berasal dari Wuhan. Akun Weibo dan Twitternya pun menegaskan hal ini.

Alice Weiniang, grup idol di mana Haoge meniti karirnya.

Haoge mengawali karirnya di Alice Weiniang, grup idol yang semuanya beranggotakan crossdresser, pria yang merias menyerupai wanita. Grup ini berbasis di Wuhan, kota yang juga menjadi bahasan di artikel ini. Haoge adalah anggota dari grup tersebut, sekaligus yang paling terkenal. Ia banyak mengisi acara-acara cosplay di Tiongkok.

Terkait virus yang saat ini mewabah kotanya, Haoge sempat membuat tiga pos terkait di akun Weibonya. Berikut terjemahan dari pos tersebut:

"Jual artefak belanja, masker gas, masker, sarung tangan pelindung kimia, dll." (Sumber)
"Wuhan sudah menutup kota. Semua orang diusahakan tidak keluar rumah. Jika hendak keluar, harus mengenakan masker. Semua kegiatan dibatalkan sementara. Kami akan bertemu lagi setelah wabah berlalu. Semangat Wuhan!" (Sumber)

"Satu orang meninggal di seberang rumah saya kemarin, dan saya tidak heran.

Tetapi, teman saya mengatakan bahwa pada awal tahun lalu, beberapa orang melaporkan Huanan Seafood Market. Diketahui, beberapa orang membunuh anak serigala kecil di malam hari, tetapi laporan itu tidak membuahkan hasil. Sekarang, pasar tersebut telah ditutup.

Apakah pihak terkait terlibat dalam kasus korupsi atau penyuapan, saya tidak tahu. Saya tidak tahu, apakah pedagang satwa liar masih lebih banyak dari yang diberitakan. Baru dengar! Tetapi, saya pikir pihak terkait dan para pedagang itu memiliki tanggung jawab besar!

Banyak orang tidak dapat kembali ke rumah untuk Tahun Baru Imlek, staf medis yang tidak bersalah dan warga negara terinfeksi, dan kasus ini akan merugikan ekonomi negara.

Bahkan, saya juga sangat marah, dan saya benar-benar ingin memarahi orang-orang agresif yang membeli dan menjual makanan menjijikan tersebut, dan orang konyol yang masih memakannya.

Saya membuat pos ini untuk memberi tahu Anda, bahwa selain mengenakan masker, Anda tidak harus keluar. Jika Anda melihat hal semacam ini terjadi, tolong laporkan itu. Mungkin teman saya melaporkan bahwa pihak terkait tidak memperhatikannya, tetapi jika lebih banyak orang melaporkannya, itu akan efektif.

Lihat berita-berita yang tersiar saat ini! Jika tidak, Anda dapat menghubungi wartawan! Media multi-partai terkadang lebih efektif daripada departemen tertentu." (Sumber)

Mari kita doakan keselamatan untuk Haoge, dan juga 11 juta warga Wuhan dan sekitarnya agar badai ini segera berlalu. Tetap jaga kesehatan dan jangan sembarang makan ya, Riscomrades.