Layanan Manga BL Legal dalam Bahasa Inggris Telah Hadir!

Manga BL alias Boys Love akhirnya mendapatkan giliran digitalisasinya, dengan layanan baru yang diluncurkan oleh Futekiya.

Menikmati Percintaan Pria Secara Legal

Kabar gembira untuk para fujoshi! Situs berita khusus untuk manga bergenre BL (Boys Love), futekiya, pada Senin lalu telah meluncurkan layanan untuk berlangganan dan membaca manga BL berbahasa Inggris secara legal. Layanan ini mencakup akses untuk membaca semua koleksi manga BL yang sudah tersedia dengan biaya berlangganan bulanan sebesar US$6.99 (Rp97.000 kurs 14/7).

Futekiya memulai layanan ini dengan sepuluh titel dari raksasa penerbit Jepang, Shodensha:

  • Shining Stars in Line (Tsunaru Stella) karya Takano Hitomi
  • At 25:00, in Akasaka (25-ji, Akasaka de) karya Natsuno Hiroko
  • Pornographer and Mood Indigo (Indigo no Kibun) karya Marukido Maki
  • Shinjuku Lucky Hole and When We Were in the Rose Forest (Bara no Mori ni Ita Koro) karya Kumota Hiroko
  • Sneaky Red and Motion Emotion karya Thanat
  • Elevator Strategy karya Haruyuki
  • The Beautiful Greenness (Utsukushii Yasai) karya Matsumoto Miecohouse

Tidak hanya itu, layanan ini menawarkan doujinshi dan manga berlisensi resmi dari mangaka independen, seperti ‘Lover’ karya Hana, ‘If I Could Touch Your Heart’ karya Tachibana, dan ‘Reversible Friend’ karya Kurachi Mikoto.

Sebelumnya, Digital Manga Publishing telah menerbitkan As Many as There are Stars (Hoshi no Kazu Hodo) karya Matsumoto pada tahun 2016, sedangkan Vertical telah melisensi manga My Boy (Watashi no Shonen) milik Takano dan merilis volume keempat pada 21 Mei 2019 silam.

Manga Descending Stories: Showa Genroku Rakugo Shinju diterbitkan Kodansha melalui majalah Itan pada 2010 dan selesai pada Juni 2016. Kodansha Comics kemudian merilis manga ini dalam bahasa Inggris. Manga ini telah mendapatkan adaptasi anime sebanyak dua musim, masing-masing pada Januari 2016 dan 2017. Crunchyroll, layanan streaming anime besar, juga telah menayangkan dua seri ini dan tayang pada hari yang sama di Jepang (simulcast). Manga ini juga mendapatkan 2 episode OVA sebelum animenya tayang dan adaptasi live action yang tayang di televisi pada Oktober 2018 lalu.

Kami dari pihak redaksi selalu mendorong pembaca untuk mendukung para pekerja kreatif dengan mendapatkan karya-karyanya dari sarana yang legal dan berbayar. Mudah-mudahan dengan adanya layanan tambahan ini dapat membantu kita untuk lebih mendukung para kreator yang kita senangi!

 

Sumber : ANN, Futekiya
Oleh: Aditya Putera Tanriawan

Gempa Mengguncang, Aqours Tak Tergoyahkan

Anime Expo (AX), festival subkultur Jepang di daerah Los Angeles dan sekitarnya, diinterupsi oleh gempa besar berskala 7.1 SR saat Aquors sedang tampil di panggung utama.

Anime Expo atau yang sering disebut sebagai AX merupakan salah satu acara jejepangan terbesar di Amerika Serikat, dengan mengundang ratusan ribu otaku dari penjuru negeri yang luas itu. Diselenggarakan di Los Angeles tahun ini pada tanggal 4 sampai 7 Juli 2019, acara harian sempat tertunda oleh gempa berukuran 7.1 Skala Richter yang mengguncang LA dan sekitarnya selama beberapa puluh detik saat Aquors! dari Love Live tampil di panggung.

Anggota Aquors terus melakukan performanya dalam menyanyikan Brightest Melody! menembus gempa bumi sampai selesai, lalu berhenti sejenak sebelum menlanjutkan kembali dengan lagu Koi ni Naritai Aquarium. Tak ada gangguan serius dari gempa bumi terhadap pergelaran acara tahunan tersebut.

Gempa terjadi pada hari kedua acara, 5 Juli kemarin, pukul 16.41 waktu setempat dan dapat dirasakan oleh sebagian kawasan metropolitan Los Angeles. Satuan polisi dan pemadam kebakaran langsung bersiaga untuk mengamankan situasi dan mengantisipasi adanya gempa lanjutan.

Diperkirakan akan terjadi gempa tambahan beberapa hari ke depan, terbesar di antaranya dapat mencapai 6.0 SR. Negara Bagian California telah merasakan ribuan gempa berskala kecil akhir-akhir ini.

Selain Anime Expo, terdapat pemadaman lampu di beberapa tempat yang berdampak pada sekiranya 1.000 orang dan evakuasi dalam berbagai wahana Disneyland. Pertandingan bola basket pada liga lokal setempat tetap berlangsung tanpa adanya gangguan yang berarti.

Beberapa kerusakan dan kerugian finansial telah dilaporkan, namun tak ada korban jiwa maupun celaka dari kejadian ini.

Sumber: NBC, CBS, FOX, Los Angeles Times, Twitter

 

Dengarkan Love Live di Spotify Tanpa Region Lock!

Setelah bertahun-tahun melawan streaming, produser-produser musik Jepang akhirnya melunak. Pelan-pelan memasuki layanan streaming, kali ini lagu-lagu Love Live bisa didengarkan di Spotify secara gratis!

Manajemen LoveLive serta produksi Lantis memberikan satu dari sederet ‘hadiah’ bagi para penggemar untuk merayakan sembilan tahun franchise¬†ini. Kini, seluruh lagu dari serial Love Live, baik itu dari őľ’s maupun Aquors, dapat didengarkan melalui kanal streaming¬†Spotify tanpa¬†region lock.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa label-label industri musik Jepang ‘alergi’ dengan keberadaan layanan¬†streaming¬†musik. Dengan menjadi satu dari sedikit negara yang masih bertahan dengan penjualan CD dan DVD, butuh waktu bertahun-tahun bagi Jepang untuk mulai melirik pasar internasional dan perlahan-lahan menengok potensi layanan¬†streaming.

Bagaimanapun juga, masa emas musik berbentuk fisik sudah berakhir. Kanal digital maupun streaming seperti Apple Music, Spotify, dan Youtube adalah bagaimana hampir semua orang menikmati musiknya hari-hari ini.

Sembilan Tahun Idol Multiplatform LoveLive

Love Live tak dimulai dari gim maupun serial anime hits. Kisah mengenai para gadis SMA yang secara optimis dan ajaib memutuskan untuk menjadi grup idol untuk menyelamatkan sekolahnya yang kurang murid itu dimulai di majalah Dengeki G sembilan tahun lalu, pada tahun 2012.

Franchise¬†itu kemudian berkembang menjadi anime dua musim, gim ritmik¬†gacha, film layar lebar, serta¬†spin-off¬†dengan dua musim anime tambahan. Dengan produksi yang apik, baik őľ’s maupun Aquors dengan cepat mendapatkan jutaan penggemar loyal yang rela mendedikasikan waktunya untuk serial¬†idol¬†ini, termasuk menghabiskan kocek untuk mendapatkan SSR dalam gimnya,¬†Love Live: School Idol Festival!

Gim itu sendiri memiliki basis penggemar yang cukup besar, termasuk di Indonesia. Gim tersebut tak kunjung-kunjung berkurang setelah bertahun-tahun kemudian dan kemunculan banyak gim tambahan dari [email protected]¬†dan¬†Bang Dream!

Mengharap Streaming Musik-Musik Jepang Lain

Ketika penulis mengatakan ‘industri musik Jepang melunak terhadap¬†streaming’¬†ini, bukan berarti ia masih memperhitungkan para penggemar di luar Jepang. Meskipun tersedia melalui Apple Music dan Spotify, lagu tersebut terkunci dan hanya bisa didengarkan oleh pengguna dari Jepang, apalagi LINE Music yang hanya tersedia di Jepang dan Thailand.

Dengan melunaknya Lantis, mudah-mudahan label besar jepang lain yang terkenal dengan kekerasan hatinya memgenai ‘kekhawatiran bajakan digital’ dapat melunak pula dan merilis lagu-lagunya dalam kanal-kanal¬†streaming.

Lebih baik lagi jika tak hanya tersedia di satu kanal streaming. Kenshi Yonezu dan RADWIMPS, misalnya, tersedia hanya di Spotify, begitu pula Inori Minase dan Wake Up, Girls! yang hanya tersedia di layanan musik milik Apple. Sudah waktunya bagi pemain industri musik Jepang untuk menyadari bahwa kemudahan akses akan dengan sukarela diapresiasi penggemar yang tak perlu lagi mengunduh lagu kesukaannya melalui situs-situs mencurigakan penuh dengan malware dan virus.

Omong-omong soal ketersediaan lagu idol di layanan streaming, kira-kira kapan [email protected] akan mengikuti Love Live dan Bang Dream! dalam hal kemudahan akses? Sebelum waktu itu datang, redaksi selalu mengajak para pembaca dan penggemar subkultur Jejepangan di manapun untuk menikmati idol-idolnya¬†melalui sarana-sarana legal, untuk mendukung penuh para kreator kesukaan kita yang sudah membuat musik-musik yang kita senangi dengan usaha yang tak kecil.

Arjuna, Ksatria Sakti Tanpa Cela

Rate-up gacha kedua dari Lostbelt no.4 berisikan Arjuna Alter, tersedia terbatas, dan Karna yang baru. Rate-up ini akan berlangsung sampai tanggal 6 Juli 2019.

Fate/Grand Order memasuki bagian cerita baru: Lostbelt no.4, kali ini berlokasi di India. Berada di bawah komando crypter Scandinavia Pepperoncino (bukan nama sebenarnya) dan servant-nya Ashwatthama, Chaldea yang berkeliling dunia untuk menghancurkan lostbelt-lostbelt yang ada kali ini berhadapan dengan tokoh-tokoh pewayangan India, dengan Arjuna sebagai antagonis utamanya. Seperti bagian-bagian FGO sebelumnya, musuh utama kali ini adalah hero baik-baik yang dirusak/merusak diri sendiri menjadi versi alter. Jika Orleans mempunyai Jeanne Alter dan E Pluribus Unum mempunyai Cu Chulainn Alter, kali ini Ritsuka, Mashu, dan Karna berhadapan dengan Arjuna Alter.

Arjuna sudah muncul jauh sebelumnya dalam F/GO sebagai pemanah sakti yang dicintai semua orang, salah satu servant¬†paling kuat. Kisahnya sebagai salah satu anggota pandawa terbawa-bawa, utamanya konflik dengan kakak tirinya, Karna.¬†Fate¬†memfokuskan kisahnya pada rivalitas kakak-beradik itu, dimana Arjuna digambarkan sebagaimana kehidupan sebelumnya–jujur, bersih, berhati mulia, dan ksatria tanpa tanding: tetapi tetap tak bisa mengalahkan Karna.

Bagaimana Arjuna, servant dengan kelas Archer dan Berserker itu, digambarkan dalam kisah aslinya?

Arjuna, anak Raja Pandu

Tak seperti Karna yang menghabiskan hampir seluruh masa hidupnya sebagai anak dari ‘kelas rendahan’, Arjuna telah menikmati privilese penuh sejak lahir. Anak dari Raja Pandu dengan segala kemewahan yang dimiliki keluarga itu, Arjuna tumbuh dicintai dan disenangi semua orang. Ia jujur, hatinya bersih, dan digambarkan sering membantu orang lain tanpa pamrih. Tetapi lebih dari itu, kekuatan bertarungnya tak bisa dikalahkan siapapun–ia yang terkuat di antara kelima Pandawa bersaudara.

Patung Arjuna di Bali.

Ia sedikit banyak sadar akan kekuatannya yang luar biasa (ini akan bermasalah nantinya, ketika para Pandawa hampir masuk surga, Arjuna gagal karena terlalu percaya diri). Tak ada yang berani mengajak duel dirinya, sebab semua tahu bahwa ia pemanah yang paling kuat. Saat Drupadi yang cantik jelita itu diperebutkan melalui sayembara, Arjuna dengan mudah mengalahkan seluruh kontestan lain dan ‘memenangkan’ Drupadi untuk menjadi istrinya–meskipun kemudian harus ia bagi dengan saudaranya yang lain.

Maka ia juga seorang ksatria dengan segala macam sifat yang harus dimiliki seorang ksatria. Ketika ia melakukan kesalahan dengan mengganggu waktu Drupadi dengan salah satu saudaranya yang lain, ia menerima hukuman pengasingannya selama duabelas tahun. Ia juga dikisahkan mempunyai keberanian tanpa tanding: ketika gurunya, Durna, diserang oleh buaya, tak seorangpun selain Arjuna yang berani untuk menangkap buaya itu termasuk anak Durna sendiri, Ashwatthama. Kepahlawanan dan kegigihannya bahkan membuat dewa Khrisna sangat menyukainya, menyatakan bahwa teman Arjuna adalah temannya, musuh Arjuna adalah musuhnya.

Arjuna, ksatria yang tak ingin berperang

Keksatriannya itu–ingat, dalam Hindu, status seseorang sudah ditentukan sejak lahir–akhirnya bermasalah di kemudian hari. Menjelang Perang Kurukshetra, Arjuna sangat ragu untuk berperang, meskipun ia salah satu prajurit andalan kubu Pandawa. Ia mempertanyakan langsung moralitas perang: mengapa ia harus bertarung dengan, dan bahkan membunuh, teman-temannya sendiri? Mengapa ia harus melawan saudara-saudara sedarahnya sendiri? Bahkan sampai melawan orang-orang terdekat hidupnya seperti Durna dan Bhisma?

Patung Arjuna dan kereta kudanya di Jakarta.

Lantas Khrisna mendekati Arjuna, berdialog dan menyampaikan tetuah padanya mengenai bagaimana ia, sebagai Ksatria, memiliki tugas yang tak dapat dihindari untuk bertarung dan berperang. Menghindari tugas (dharma) bagaimanapun juga, Arjuna adalah Ksatria, dan Ksatria harus berperang. Percakapan mereka berdua menjadi bagian penting dalam Bhagavad Gita, skriptur suci umat Hindu.

Arjuna kemudian melaju bersama kakak-adiknya untuk mengalahkan Kurawa, termasuk membunuh Karna dengan Anjalika Astra  di saat-saat terakhir perang ketika kakaknya itu sedang sibuk membenarkan roda kereta kuda nya yang terbenam di tanah. Pandawa kemudian memenangkan peperangan tersebut dan menguasai Hastinapura.

Pemanah melankolis di lorong-lorong Chaldea

Meskipun pada umumnya sama dengan Arjuna dalam Mahabarata, F/GO menambahkan fitur penting: bagaimana Arjuna, ksatria yang paling jujur dan baik hati itu, mempunyai sisi ‘gelap’. Sisi gelap itu membedakannya dari Karna yang, meksipun terlihat dingin dalam sikapnya, ia anggap hatinya tulus dan benar-benar tanpa pamrih. Ia, yang oleh kawan-kawannya dianggap tak terkalahkan, tahu bahwa ia tak bisa melawan Karna tanpa disertai tipudaya tertentu.

Benar saja–Arjuna mengalahkan Karna tak dalam pertarungan langsung. Melakukan tipudaya yang ‘tak pantas dilakukan seorang Ksatria’, Arjuna menembakkan panahnya ketika Karna sedang sibuk membetulkan kereta kudanya. Karna mati, kakaknya itu, ketika tak jelas apakah ia tahu prajurit lawan yang telah ia bunuh adalah kakaknya sendiri.

Arjuna membunuh Karna yang sedang lengah.

Maka ketika dalam singularitas keenam, E Pluribus Unum, Karna dan Arjuna berlawanan kembali dalam bentuk prajurit Edison dan prajurit Medb, ia sudah maklum. Bahkan setelah kematian dan kemunculan kembalinya, dimanapun dan kapanpun Karna adalah musuh Arjuna, bukan yang lain.

Desain Arjuna setelah Ascension terakhir

Arjuna memiliki¬†Noble Phantasm¬†berupa Pashupata (dalam bahasa Indonesia: Pasopati) yang merupakan senjata paling kuat–ia bisa menghancurkan dunia dengannya.

By the wrath of Shiva, here ends thy life. Pashupata!

Arjuna digambarkan sebagai seorang penyendiri yang agak tidak nyaman dengan Ritsuka. Dalam bond¬†level rendah, Arjuna sama sekali tak percaya dengan¬†master-nya itu, bahkan terbersit keinginan untuk membunuhnya. Baru ketika¬†bond¬†level-nya tinggi, Arjuna mempercayai tuannya dengan memberikan panah yang menembus rivalnya, Karna.¬†Berbeda dengan Karna, ia mempunyai harapan untuk holy grail–kesendirian abadi.

I wish for eternal solitude…That’s not a joke.

(Catatan: Merlin sudah mendapatkan itu, tapi ia malah sengsara karenanya)

Arjuna alter melawan Chaldea

Pada Lostbelt no.4, kisah asli Perang Kuruksetra diselewengkan–sebagaimana Lostbelt dan Singularitas lain menyelewengkan sejarah manusia–dan Arjuna dikatakan menyerap kekuatan seluruh dewa-dewa India, termasuk Sri Khrisna. Dalam Lostbelt milik Pepperoncino itu dikisahkan bahwa Arjuna, sekarang menjadi dewa penguasa alam semesta, sangat terobsesi untuk memurnikan dunia. Ia tak menyadari ‘ketidakmurnian’ di dalam dirinya sendiri yang merasa berhak menghapuskan siapapun yang ‘jahat’, meskipun dalam kadar sangat sedikit.

Desain Arjuna Alter setelah Ascension ketiga

Lostbelt keempat ini memiliki ranking A, sebab proses seleksi tersebut terjadi dalam waktu yang sangat cepat–sepuluh hari sekali. Apa yang dilakukan Arjuna Alter bermasalah sebab dalam prosesnya mencari ‘manusia yang paling murni’, pada akhirnya tak ada yang lebih ‘murni’ daripada dirinya, maka seluruh manusia akan dimusnahkan olehnya.

Karna, yang dalam Perang Kurukshetra dibunuh oleh Arjuna (dengan Anjalika Astra di cerita aslinya, Pashupata/Pasopati dalam F/GO) lantas menuntaskan tugasnya dengan menghabisi kakaknya yang penuh dengan kekacauan itu dengan senjata yang memang direncakan untuk membunuh Arjuna, Vasavi Shakti.

Semua gambar didapatkan dari desain resmi Fate/Grand Order, ilustrasi oleh pako, dan Wikimedia.

 

[Guide] Tips Agar Kamu dan Barangmu Aman saat Event

Ennichisai akan segera hadir, dan Tim Risamedia akan berikan Tips tips menarik tentang barang kamu di event nanti!

Di Antara Bahaya Khilaf dan Bahaya Copet

Acara jejepangan, dengan berbagai macam bentuk tempat dan skala keramaiannya, hampir pasti membuat anda sulit bergerak, atau setidaknya tak selenggang biasanya. Di kota-kota besar, apalagi di Jakarta, keramaian ini dapat menjadi sangat padat, apalagi pada acara-acara besar seperti Ennichisai dan Comic Frontier.

Di antara para¬†ilustrator yang menjual¬†doujin¬†dan¬†fanart-nya, pengunjung “sultan” yang membelinya, cosplayer¬†dan mereka yang datang untuk melihat¬†cosplayer,¬†beberapa orang memasuki acara seperti ini tidak dengan tujuan menikmati panggung acara maupun stand-stand disampingnya, melainkan untuk merebut dompet, telepon, maupun barang berharga lain yang anda bawa.

Dalam rangka mendukung karya kreator Indonesia yang berkualitas, anda membutuhkan simpanan uang yang tidak dicuri. Oleh karena itu, kami dari Risamedia akan memaparkan beberapa tips untuk menjaga barang bawaan anda dalam area acara. Yuk simak tips-tips kami :

“Kak, Aku ke Event Bawa Barang Apa Yah?”

Tak semua hal perlu dibawa ke dalam tempat ramai yang berisi banyak orang berniat jahat. Pastikan dulu apa yang ingin anda lakukan–jika untuk melihat comiket atau stan-stan yang ada, anda mungkin perlu membawa uang tunai yang cukup gampang diakses, misal di dalam saku atau totebag.¬†Kalau tujuan utama anda adalah ngidol¬†apalagi¬†moshing¬†di depan panggung, lebih baik¬†tidak usah membawa banyak barang.¬†Lebih baik lagi jika ponsel dan dompet anda telah dititipkan pada orang terpercaya di area yang aman. Tidak usah¬†ngotot¬†membawa laptop, buku pelajaran, atau hal-hal lain yang hampir pasti tidak akan disentuh saat anda sibuk mencari¬†cosplayer¬†untuk diajak foto bersama.

Tapi jika terpaksa untuk membawa barang lebih, mungkin karena anda baru saja pulang kuliah atau mengunjungi acara di sela-sela pekerjaan, anda dapat mengantisipasi dengan membawa wadah yang aman. Pastikan tas ransel telah tertutup, diamankan cover kecil di atasnya, dan telah terpasang klip pengaman di sekelilingnya jika ada. Langkah ekstra bisa dilakukan dengan membeli gembok atau kunci nomor kecil khusus untuk tas. Bawa totebag yang memiliki resleting, begitu juga saku celana yang ada pengamannya seperti pada celana kargo. Hindari membawa tas yang terlalu besar maupun terlalu kecil, juga totebag yang memiliki lubang terlalu lebar, serta celana dengan saku kecil dan barangnya gampang keluar.

“Kak Aku Bawa Barang Tapi Takut Hilang, Bagaimana yah?”

Mengikuti ajaran filosofis Thomas Hobbes dan Niccolo Machiavelli, kita harus selalu waspada terhadap orang lain yang bisa jadi memiliki niat jahat dan kepentingan pribadi berupa mengambil dompet anda. Tidak ada tempat orang-orang suci–Masjid sekalipun sering menjadi sasaran copet. Pastikan anda waspada¬†sepanjang acara. Ingat selalu apa saja yang anda baw (dan beli) dengan secara rutin mengecek keberadaan barang-barang anda!

Image result for japanese event jakarta

Bagi para penunggu stan, performer, serta cosplayer yang wajib membawa barang ekstra, ada baiknya menata barang-barang bawaan ini agar ringkas, gampang dicari, dan tidak menghabiskan banyak ruang. Ketahui barang apa yang akan sering diambil, serta letakkan barang strategis seperti obat-obatan pribadi di lokasi yang strategis pula. Lebih baik lagi jika anda telah berkoordinasi dengan teman-teman anda terkait barang-barang bawaan tersebut.

Agar tidak repot, lebih baik anda membawa wadah yang cukup bagi barang-barang yang akan dibeli. Jika hanya membeli pin dan gantungan kunci, mungkin dapat dibawa dengan mudah, tapi lakukan antisipasi jika anda berniat membeli figurin, apalagi dakimakura.

Juga, ukur berapa jumlah uang yang akan dikeluarkan dan barang apa saja yang akan dibeli untuk menghindari membawa terlalu banyak uang tunai. Jika ternyata anda khilaf, toh masih ada ATM terdekat. Jika mau, pisahkan tempat anda membawa uang tunai dengan dokumen-dokumen penting seperti KTP, SIM, dan STNK.

Pastikan anda mengetahui informasi yang diperlukan untuk memblokir kartu kredit anda, serta selalu pasang sandi dan nyalakan koneksi internet agar gawai anda dapat dihubungi melalui aplikasi Find My Device milik Google atau Apple.

“Kak!!! Barang Aku Hilang Nih!! Bagaimana?

 

Jangan panik! Kecopetan akan membuat anda putus asa, tapi usahakan jangan panik. Jika anda sudah melakukan antisipasi penuh sebelumnya, kemungkinan anda bisa melakukan damage control. Segera berhenti, cari barang lain yang kemungkinan hilang juga, ingat kronologi perjalanan sampai saat anda terakhir mengingat keberadaan barang itu, lalu segera mencari.

Jika keberuntungan anda sedang ampas, segera lakukan apa yang bisa anda lakukan: hubungi pelayanan pelanggan bank yang akan dengan cepat memproses pemblokiran kartu kredit anda, cari perangkat yang hilang anda melalui aplikasi Find My Device.

Laporkan kehilangan barang anda ke panitia, dan jika barang yang dicuri terhitung berharga, kabarkan kawan-kawan anda dan segera umumkan melalui media sosial.

Berkas:Kodomo mikoshi, Ennichisai, Blok M, Jakarta.jpg

Ennichisai bakal diadakan besok dan lusa, semoga artikel singkat ini akan berguna untuk kamu. Selamat bersenang-senang, bertemu dengan teman maupun idola yang didambakan. Jaga selalu barang bawaan agar pengalaman event jejepangan anda paripurna tanpa gangguan, dari awal sampai akhir.

Tifa, Nessa, dan Polemik Desain Karakter Gim yang Mengundang Sensasi yang Tak Dinanti

Dari segala keributan di balik desain karakter Tifa Lockhart dan Nessa, setidaknya yang perlu dipahami adalah tidak semua yang protes itu SJW dan tidak semua yang tidak protes itu rasis.

Polemik Desain Karakter Gim Video

Setidaknya ada dua keributan dari desain-desain karakter gim video yang baru diumumkan beberapa saat silam. Pertama, desain ulang Tifa Lockhart yang menjadi¬†waifu¬†semua lelaki itu, yang fitur-fitur tubuhnya ‘diproposionalkan’, dibuat lebih ‘sporty’,¬†dan ditambah lapisan pakaian di sini dan sana. Kedua, desain¬†trainer¬†baru pokemon, Nessa, yang dianggap representasi orang-orang berkulit-berwarna (people of colour).

Secara singkat: urusan Tifa dipermasalahkan oleh orang-orang yang tak senang, uhm ‘fitur-fitur’ tubuhnya diminimalisir. Dianggap desain baru yang membuatnya lebih ‘proporsional’ itu ulah orang-orang yang terlalu sensitif dan gampang marah sehingga Tifa tak lagi se-seksi dulu. Sedangkan urusan Nessa dipermasalakan ketika beberapa gambaran penggemar (fanart)-nya dianggap¬†whitewashing,

Overseksualisasi Kaum Hawa dalam Gim

Ini tentu bukan pertama lainnya desain karakter video gim diprotes. Sejak dulu Overwatch pertama kali rilis, dan bahkan ditarik jauh sebelumnya, orang sudah mulai mempertanyakan niat di balik desain karakter gim yang dinilai terlalu jauh dari kenyataan, atau justru menggambarkan suatu stereotipe yang berbahaya, biasanya soal karakter perempuan.

Mengenai objektivikasi dan overseksualisasi, desain karakter perempuan yang paling sering dikritisi. Masalah yang paling klasik: mengapa armor level tinggi dari karakter laki-laki berbentuk baju zirah dan tameng besi berlapis-lapis, sedangkan armor perempuan berupa baju tanggung yang jelas tidak melindungi apa-apa saat bertarung?

Kesadaran mulai muncul beberapa tahun lalu mengenai bagaimana perempuan digambarkan dalam gim video. Tidak masuk akal armor yang tipis-tipis dalam pertarungan, apalagi macam Shuten Douji atau Jack the Ripper di FGO itu.

Image result for jack the ripper fgo

Soal bentuk tubuh yang proporsionalpun bisa jadi masalah: kalau terdapat distorsi terlalu banyak pada bagian tertentu, ya, patut dipertanyakan pula, jangan-jangan perempuan sengaja diseksualisasikan secara berlebihan untuk memenuhi fantasi pemainnya.

Image result for free nagisa swimsuit

Laki-laki juga bisa diseksualisasi berlebihan. Pernah main gim otome?

Makanya, karakter-karakter seperti Tifa seringkali dikritik karena kalau orang memang niat bertarung di alam liar, ya, yang ditunjukkan jangan dadanya saja. Desain yang baru mencoba mencapai itu: cewek sporty yang pakaiannya dua lapis, dengan bentuk tubuh yang proporsional.

Beberapa gamer lalu protes keras–ini ulah-ulah orang yang terlalu sensitif, katanya. Begitu saja dipermasalahkan, sampai-sampai desain karakternya harus jadi seperti itu. Beberapa pengguna 4chan mengamuk dan hampir-hampir mau gerilya betulan.

Whitewashing dan Stereotipe Bermasalah dalam Desain Gim 

Soal representasi etnis maupun ras juga bisa jadi masalah. Memang fleksibel, tapi kalau misal dalam suatu gim protagonisnya aristokrat Eropa kulit-putih semua, sedangkan antagonisnya orang-orang preman kulit-hitam semua, ya, jangan-jangan desainernya punya pandangan negatif terhadap kelompok tertentu.

Juga soal stereotipe–mengapa protagonis harus selalu laki-laki gagah berani yang menyelamatkan perempuan¬†damsel in distress¬†yang tidak bisa apa-apa? Memangnya perempuan tidak bisa jadi petarung juga?

Soal whitewashing, dapat dilihat kasus film Ghost in the Shell silam. Itu film Jepang, memiliki karakter orang-orang Jepang dengan berlatarbelakang Jepang, tapi aktor dan aktris yang mewakilinya nggak ada jepang-jepangnya.

Itu yang disebut¬†whitewashing:¬†tokoh dari ras atau etnis minoritas, seperti kulit berwarna atau orang asia, di’putih’kan agar ‘kelihatan lebih menarik’, suatu alasan yang jelas sangat rasis. Ini pula yang dituduhkan pada gambar-gambar Nessa di atas.

Orang SJW Melawan Orang Rasis

Penulis kira esensi yang bisa didapatkan dari kasus-kasus menjengkelkan seperti ini adalah melihat hal sesuai dengan proporsinya masing-masing.

Pada kasus Tifa jelas desain barunya tidak mengurangi seberapa atraktifnya dia bagi para lelaki. Tetap cantik dan seksi juga. Ini justru membuktikan bahwa karakter perempuan tidak butuh diseksualisasi berlebihan untuk membuatnya dapat disenangi oleh para penggemar.

Representasinya terhadap orang betulan juga cocok–Tifa seorang petarung yang sporty¬†dan berotot, tidak butuh dibesarkan bagian-bagian tertentunya.

Orang-orang 4chan dan di tempat-tempat lain tidak perlu repot-repot teriak-teriak soal SJW, karena toh sebenarnya tidak ada masalah dengan desain karakter yang lebih proporsional dan representatif. Ya, karakter fiksi itu fiksi dan tidak perlu sesuai dengan kehidupan nyata, tapi bagaimana fiksi digambarkan, sampai titik tertentu, merupakan cerminan dunia nyata juga.

Pada kasus Nessa, beberapa orang benar-benar perlu memahami bahwa tuduhan rasis tidak bisa seenaknya dilemparkan. Dua gambar di atas jelas-jelas tidak membuat Nessa terlihat lahir dari Skotlandia atau Jerman, ia tetap berkulit gelap meskipun tak persis sama palet warnanya dengan desain resmi–dan itu seharusnya tidak menjadi masalah. Niatan dari ilustrator juga harus dihitung.

Apakah sang ilustrator Jepang dan Sakimi-Chan yang berasal dari asia tenggara mempunyai tendensi rasis terhadap orang berkulit gelap? Ya, sangat gegabah untuk mengatakan demikian, siapa tahu menggunakan warna yang lebih cerah sedikit memang keputusan yang murni artistik, bukan kebencian terhadap ras tertentu.

Kasus yang Berulang Seperti Kaset Rusak

Sepertinya ini ajang tahunan. Cyberpunk 2077 juga dilanda masalah-masalah serupa yang terlalu panjang untuk dimasukkan di sini. Tetapi memangnya kita tidak capek saling ngotot dan ngamuk soal hal-hal seperti ini?

Mulai dari desain karakter yang dianggap menghina dan melecehkan, atau kasus doujin yang dianggap berbahaya terhadap anak-anak, penulis kira kalau mau membicarakan hal-hal seperti ini, ada baiknya dimulai dari pola pikir yang mengikuti ujaran Pram: adil sejak dalam pikiran. Siapa tahu yang kita tuduh rasis tidak berniat rasis ataupun melecehkan. Siapa tahu yang kita tuduh SJW sebenarnya membawa masalah yang benar-benar penting dan harus dibicarakan.

Kalau sudah seperti itu, diskusi bisa dibahas dengan enak dan jernih, menambah pengetahuan serta wawasan mengenai topik kompleks tentang hubungan dunia nyata dengan dunia fiksi, tidak hanya menambah emosi dengan berdebat online selama berjam-jam.

Tapi kalau¬†gamer-gamer¬†ini memutuskan untuk menutup telinga soal hal-hal penting dan terus-menerus teriak soal apa yang menurutnya benar, ya, kayaknya memang harus ditindas saja. Nggak¬†perlu¬†‘gamer rise up’.

Sumber ilustrasi: Hitekno.com / Polygon/ Official Free Key Visual by Kyoto Animation / Jack The Ripper by Type-Moon Keyvisual for Fate/Grand Order.