Miku Melepaskan Diri Dari VOCALOID Milik Yamaha

Crypton Future Media

Karakter-karakter Crypton akan memiliki sistem sendiri, terlepas dari VOCALOID milik Yamaha.

Pada Magical Mirai 2019 di Tokyo beberapa saat yang lalu, Wataru Sasaki dari Crypton Future Media mengumumkan hal-hal penting mengenai Hatsune Miku dan karakter-karakter vocal synth software lain dari Piapro, serta perkembangannya ke depan terkait hubungannya dengan sistem VOCALOID milik Yamaha.

 

Perubahan besar yang mengejutkan ini adalah: Hatsune Miku dan karakter-karakter Crypton lain akan memisahkan diri dari mesin VOCALOID milik Yamaha. Ini berarti, bank suara (voicebank) Miku beserta karakter lain akan dilepaskan ikatannya dari mesin VOCALOID, dan produk/mesin baru untuk karakter-karakter ini akan menggunakan algoritma dari Crypton sendiri, yang telah mengembangkannya selama dua tahun.

Meskipun begitu, ‘identitas’ dari Miku dan teman-temannya akan tetap sama.

Produk milik Crypton ini belum memiliki nama, dan 11 effector VST baru akan disertakan pada produk baru ini, termasuk Cherry Pie, HS Booster, dan Vocal Drive. Produk ini akan dirilis sebagai serial baru bersama generasi selanjutnya dari Studio Piapro pada tahun 2020.

Hubungan Crypton dengan Yamaha akan terus berjalan, namun tidak akan ada update baru terkait Miku dan teman-temannya terkait dengan mesin VOCALOID 5 milik Yamaha.

Dengan pembaharuan ini, Crypton digadang-gadang akan lebih memiliki fleksibilitas dan tambahan-tambahan baru pada perangkat lunak mereka, suatu hal yang akan diapresiasi oleh pelaku sekaligus penikmat pasar Vocaloid. Mengutip mikufan.com, bahkan mungkin akan terdapat penurunan harga, sebab tidak ada biaya royalti yang harus dibayarkan ke Yamaha setelah ini.

Informasi lebih lanjut akan diumumkan oleh Crypton Future Media dan Yamaha pada akhir tahun ini.

Sumber: Mikufan.com

Tate no Yuusha Dapatkan Season 2 dan 3!

tate no yuusha season 2 season 3

Naofumi kembali lagi tidak hanya dengan satu, tapi dua season tambahan.

Pada minggu (1/9) silam, Crunchyroll Expo mengumumkan bahwa Tate no Yuusha no Nariagari (The Rise of The Shield Hero) akan mendapatkan tidak hanya satu, melainkan dua season baru. Meskipun tanggal rilis belum diumumkan, namun visual baru telah diberikan oleh Crunchyroll.

Dalam Crunchyroll Expo tersebut, panel Tate no Yuusha diisi oleh pengisi lagu tema MADKID, pengisi suara Myne, Sarah Emi, desainer karakter Masahiro Suwa, komposer musik Kevin Penkin, dan produser itu sendiri, Jun’ichiro Tamura.

Tate no Yuusha sebelumnya telah ditayangkan sejak Januari 2019 dan baru saja berakhir. Anime tersebut telah tayang sebanyak 25 episode dan secara langsung disiarkan oleh Crunchyroll. Serial bertema isekai ini diadaptasi dari light novel dan manga dengan judul yang sama. Volume pertama novel tersebut dideskripsikan sebagaimana berikut:

“Naofumi Iwatani, seorang otaku yang tak berkarisma menghabiskan kesehariannya dalam gim dan manga, sebelum tiba-tiba muncul di dunia lain! Ia menemukan bahwa ia adalah satu dari empat pahlawan yang menggunakan senjata legendaris, serta ditugasi untuk menyelamatkan dunia dari takdir kiamatnya. Sebagai Shield Hero, yang paling lemah di antara empat itu, semua tak terlihat baik-baik saja. Naofumi segera ditinggalkan sendiri, tanpa uang, dan dikhianati. Dengan tanpa seseorang untuk dimintai bantuan dan tak ada tempat untuk melarikan diri, ia tertinggal hanya dengan tamengnya. Sekarang, Naofumi harus bangkit dan menjadi Shield Hero yang legendaris dan menyelamatkan dunia!

Sumber: ANN

Anime Singkat Yuru Camp Tampilkan Teaser Baru

heya camp yuru camp

Rin dan kawan-kawan kembali berkemah dalam musim baru anime singkat Heya Camp.

Situs resmi Yuru Camp telah mengeluarkan trailer teaser dari Heya Kyan (Room Camp) pada Minggu (1/9) silam. Anime pendek tersebut akan mulai tayang pada Januari 2020.

Selain Heya Kyan△, Yuru Camp akan mendapatkan musim kedua dan filmnya sendiri. Musim pertama sendiri telah tayang pada Januari 2018 silam sebanyak 12 episode, dengan tambahan Episode 0 dalam home video yang dirilis di Jepang.

Masato Jinbo akan menjadi direktur Heya Kyan kembali di C-Station , dengan Mutsumi Ito sebagai penulis dan supervisornya. Mutsumi Sasaki kembali sebagai desainer karakter dan kepala direktur animasi dan Yoshiaki Kyougoku sebagai supervisor.

Serial bergenre slice of life, atau lebih spesifiknya cgdct (cute girls doing cute things) menceritakan Rin, Nadeshiko, dan teman-temannya yang sama-sama mempunyai hobi mengunjungi tempat-tempat berkemah. Rin selalu berkemah sendirian, sedangkan Nadeshiko, tak pernah kemah sebelumnya, bergabung dengan klub cinta alam SMA-nya bersama Aoi dan Chiaki.

Anime yang dianggap santai, tenang, dan damai itu berisi kegiatan Rin, Nadeshiko dan kawan-kawan mengunjungi pinggir danau, pegunungan, dan tempat-tempat betulan di Jepang dengan bersepeda atau naik motor, untuk kemudian berkemah dan menikmati pemandangan alam di tempat tersebut.

Sumber: ANN

Hokago Tea-Time Datang Kembali dengan Penampilan Kejutan!

Hokago Tea Time Animelo

Hokago-Tea Time kembali lagi setelah 10 tahun K-On di Animelo Summer Live 2019.

Yui dan kawan-kawan dari Hokago Tea Time secara mengejutkan kembali lagi pada Minggu (1/9) dalam konser Animelo Summer Live 2019. Terakhir kali HTT tampil di panggung adalah delapan tahun lalu pada tahun 2011.

Hokago Tea Time terdiri dari Yui Hirasawa (Aki Toyosaki, Vokal), Mio Akiyama (Yoko Hikasa Gitar), Ritsu Tainaka (Satomi Satou, Drum), Tsugumi Kotobuki (Minako Kotobuki, Piano), dan Azusa Nakano (Ayana Taketatsu, Bass). Masing-masing juga menjadi pengisi suara untuk karakter terkait dalam serial animenya, K-On!, sepuluh tahun silam.

hokago tea time animelo

Kelima anggota band tersebut masuk panggung dan berkata “Ini adalah Hokago Tea Time!”, Toyosaki mengatakan “Maaf telah membuatmu menunggu!”, Hikasa dengan “Moe Moe Kyun!”, dan Satou dengan “Aku adalah presiden klubnya!’ Mereka juga membicarakan seberapa tersentuhnya mereka atas audiens yang masih mendukung mereka bahkan 10 tahun setelah K-On! dirilis. Setelah mereka selesai, Satou berkata pada Hikasa, “Mio, jangan menangis” sebari turun dari panggung.

HTT sendiri muncul dari manga komedi empat-panel (4koma) berjudul K-On! dari kakifly mengenai sekumpulan anak SMA yang membentuk band rock, dengan jadwal latihan setiap pulang sekolah. Manga tersebut mendapatkan dua adaptasi anime pada 2009 dan 2010 dan adaptasi layar lebar pada 2011. K-On! sendiri menjadi sangat populer dan, bagi beberapa orang, menjadi penanda kemunculan gaya anime ‘moe’ serta mulai menjamurnya genre slice of life maupun cute girls doing cute things, membawa Kyoto Animation menjadi nama sehari-hari dalam dunia produksi anime, setelah kesuksesannya dalam Lucky Star! dan Haruhi Suzumiya.

Animelo Summer Live tahun ini diadakan pada 30 Agustus sampai 1 September pada Saitama Super Anime, dengan Dwango dan Nippon Cultural Broadcasting yang telah menyelenggarakannya secara tahunan sejak 2005.

Sumber: ANN, Crunchyroll

Mengapa Hodaka Morishima Begitu Keras Kepala?

hodaka morishima

Mengandung spoiler dari 'Tenki no Ko'.

Berabad-abad silam, manusia masih sibuk mencari kode etika yang ‘pas’. Bentham dan Mills menawarkan solusi tahan-lama: utilitarianisme. Sistem etika itu sederhana: tindakan jadi benar ketika ia memberikan manfaat paling tinggi untuk jumlah orang yang paling banyak.

Maka anda tak boleh hanya memikirkan diri sendiri atau orang lain. Anda harus memikirkan semua orang. Hanya dengan pilihan yang menguntungkan sebanyak mungkin orang, tindakan anda menjadi dapat dibenarkan.

Dalam perjalanannya, muncul tantangan yang cukup menohok. Jika, misal, anda seorang pelancong yang tiba-tiba menemui sepasang penculik dan 12 orang tahanan. Sang penculik memberi pistol pada anda, dan berkata: jika anda tembak kepala dua orang ini, 10 sisanya akan bebas. Secara utilitarian, jika anda memutuskan untuk menembakkan pistol itu, anda benar: anda menyelamatkan 10 orang. Tetapi apakah mencabut nyawa orang lain adalah tindakan yang bermoral? Apakah membunuh dua orang dibenarkan, sebab dengan itu anda membebaskan lebih banyak orang?

Bagi beberapa orang, hak manusia untuk hidup merupakan hak yang semurni-murninya, yang tak dapat dicabut oleh orang lain. Oleh karena itu, ia tak boleh diganggu.

Hodaka Morishima setuju.

Mengapa pula ia dan Hina perlu memikirkan kepentingan kolektif jika taruhannya adalah nyawa? Mengapa pula ia, yang terlunta-lunta di kejamnya metropolitan Tokyo, harus ikhlas kehilangan orang yang paling menyayangi dirinya untuk kepentingan orang lain? Orang-orang lain itu pun belum tentu memedulikan mereka berdua. Hina harus hidup. Ia harus tetap ada di samping Hodaka. Ini bukan egoisme: Hodaka percaya, seperti halnya PBB dan Amnesty International, bahwa nyawa berada di atas segalanya. Hak tersebut hadir ketika bahkan seseorang belum lahir sekalipun.

Sepanjang perjalanannya, Hodaka memang tak terlalu memedulikan hal-hal yang berada di luar sistem ‘kebenaran’-nya sendiri. Apa yang menjadi hak dirinya dan orang-orang yang disayanginya, seperti hak untuk mengurus diri sendiri, hak kasih sayang, maupun hak untuk hidup, merupakan harga mati.

Standar Moral yang Tak Bisa Diganggu

Sejak awal Hodaka Morishima memang keras kepala.

Makoto Shinkai memang tak memberitahu mengapa Hodaka sangat keras kepala untuk tak kembali ke rumahnya, namun prinsip itu ia pegang teguh: ia tak akan kembali. Seorang siswa SMA baru, tanpa KTP ataupun kartu pelajar, harus hidup dengan gaji yang layak di tengah metropolitan paling suram seantero dunia: Tokyo. Maka ia mencari dan terus mencari pekerjaan.

Tetapi tak seperti manusia-manusia di sekeliling kita, ia punya standar moral yang tetap tak bisa diganggu. Bahkan ketika ia adalah pemuda yang kelelahan dan kurang makan dengan fisik yang lemah. Ia tetap harus melindungi orang lain, ia harus melindungi seorang perempuan yang sedang berada di tengah-tengah proses human trafficking dan perdagangan seks di bawah umur.

Ia tahu ada yang salah. Seseorang wanita (dibawah umur?) yang digiring dalam klub esek-esek untuk ditawarkan ‘pekerjaan’, dalam industri yang penuh dengan eksploitasi. Ada yang salah? Jelas. Meskipun ia tak punya bukti apa-apa, suatu bentuk paksaan pasti ada dalam Hina, langsung maupun tidak langsung.

Tentu saja Hodaka Morishima melawan dengan segala yang ia miliki. Termasuk: melanggar hukum dengan benar-benar menodongkan dan menembakkan senjata api ke arah seseorang. Ini, di banyak negara termasuk Jepang, merupakan pelanggaran serius yang akan menyulitkannya di lain hari.

Hina selamat. Sisanya adalah masa-masa yang terlihat akan indah selamanya, dimana Hodaka tak perlu lagi bersikap heroik dan vigilan terhadap orang-orang terkutuk di lorong-lorong sumpek perkotaan.

Krisis dan Moral Hodaka Morishima yang Bertahan

Tentu saja mereka yang bertahan dengan moralitas yang mereka miliki akan selalu bertabrakan dengan orang lain, di dunia itu, di dunia ini.

Kondisi dengan cepat menjadi kacau. Ia masuk daftar pencarian orang dan tersangka kepemilikan senjata api illegal. Hina ternyata memalsukan identitasnya, dan ia pun hidup kelayapan tanpa orangtua maupun wali. Di tengah suasana yang mencekam itu, hujan yang akan menghancurkan dunia nyata kita jika ia benar-benar terjadi terus mengguyur Jepang, membanjiri seluruh kota.

Hodaka akan segera menemui krisis eksistensialnya: ketika hak hidup dari orang yang paling ia cintai akan direnggut demi kepentingan umum.

Ya, Hina harus lenyap. Agar cuaca kembali menjadi normal dan urusan duniawi tetap berjalan seperti biasanya, seseorang harus dikorbankan. Mirip-mirip seperti realisme magis yang pahit milik Gabriel Garcia Marquez, keajaiban ada, di dunia yang banal itu, namun ia juga tragis dan tak melupakan kerasnya dunia yang tak ajaib itu. Langit yang cerah tak akan terus-menerus terjadi, kecuali Hina membiarkan dirinya sendiri pergi untuk kebahagiaan jutaan orang lain. Ini adalah konsekuensi logis, bahkan dengan adanya keajaiban dan takdir yang tak logis.

Hodaka Morishima tak bisa menerima itu.

Maka Manusia Berhak Hidup, Bebas, dan Bahagia

Manusia dilahirkan berhak atas tiga hal secara mutlak: ia berhak hidup (tak diancam nyawanya), bebas (tak diperbudak), dan mengejar kebahagiaannya (self-determination: mengatur diri sendiri). Setidaknya itu yang dipercayai Thomas Jefferson dan para pendiri negara adidaya Amerika Serikat. Hodaka, sedikit banyak, memahat prinsip itu dalam-dalam di hatinya.

Baginya kepolisian boleh sampai kapanpun mengejar dirinya, tapi ia tak boleh dipisahkan dari Hina dan Nagi, dan ia tak mau dikembalikan ke pulau asal tempat tinggalnya. Penjelasan tak dibutuhkan: keajaiban tak punya tempat di kepala polisi yang teratur dan terpatri oleh hukum-hukum duniawi yang jelas. Maka ia harus mencari jalannya sendiri, apapun itu: ia (dan Hina) berhak untuk hidup, bebas, dan saling mengejar kebahagiaannya.

Hanya dengan alasan itulah ia berani berteriak: lebih baik kita kabur bersama, jadi buronan seantero negeri, daripada kita berpisah dan kembali menjalankan dunia ‘seperti semestinya’.

“Aku Memilihmu Daripada Langit yang Cerah!”

Baginya juga: Tokyo boleh tenggelam. Ia mendeklarasikan manifestonya secara tegas: sebelum seseorang berpikir untuk mengorbankan dirinya sendiri, nyawanya sendiri, untuk orang banyak, ia harus memikirkan dirinya sendiri, nyawanya sendiri, untuknya sendiri. Maka buku pelajaran geografi bisa diubah dan masyarakat maju Jepang bisa menyesuaikan diri, tetapi Hina tak boleh mati.

Langkahnya hampir dihentikan oleh skeptis terakhir dalam film itu, Keisuke Suga. “Mengapa repot-repot melakukan semua ini?” pikirnya. Serahkan dirimu ke polisi, kembalilah ke keluargamu, biarkan Hina kemanapun ia berada. Begitulah semestinya hal-hal bekerja, dan hal-hal seperti itu harus ditaati.

Tetapi Suga segera disadarkan oleh Hodaka. Bukankah ia pun hidup untuk sesuatu yang ia sangat inginkan, seseorang yang sangat ia sayangi? Ia ingin bertemu dengan anak perempuannya sebagaimana Hodaka ingin bertemu Hina. Ada hal-hal yang perlu diperjuangkan, jika perlu sampai mati, dan jikapun ia gagal, ia harus gagal ketika sedang mengejar impian itu.

Suga sepakat. Ia memberi Hodaka waktu. Dalam klimaks film itu, Hodaka dan Hina bertemu kembali, dalam ruang-ruang imajinasi yang sangat riil dan keajaiban-keajaiban yang sangat nyata.

Misinya telah selesai. Apapun yang harus ia bayarkan, akan ia bayarkan: ditahan polisi, dikembalikan ke keluarganya, dipisahkan dari Hina selama tiga tahun, di tengah Tokyo yang kini tenggelam seperti berabad-abad yang lalu.

Namun, kali ini, Hina akan tetap hidup, dan Hodaka sewaktu-waktu dapat menemuinya kembali. Ia tak lagi perempuan untuk dikorbankan: ia manusia merdeka yang nyawanya tak dapat digantikan apapun.

Para Pemuda Akan Terus Berjuang untuk Misinya

Berapa kali kita sering mendengar bahwa orang-orang harus mempunyai prinsip moral yang teguh dan harus memperjuangkan dunia yang ia anggap ideal?

Tentu saja orang-orang itu sedang mengatakan omong-kosong, sebab orang-orang yang tetap menjalankan apa yang mereka percayai tak pernah dianggap sebagai pahlawan, melainkan orang dungu yang kekanak-kanakan. “Jadilah dewasa.” kata Suga. Tetapi tentu saja di hari ini dan abad-abad sebelumnya, selalu ada mereka yang tak ingin menjadi dewasa.

Selalu ada orang-orang yang melawan: demi dunia yang lebih baik, maka tak ada prinsip lain yang lebih penting, bukan para tetua, bukan kebijaksanaan umum, dan bukan hukum negara sekalipun. Demi hidup yang lebih sejahtera, tak ada yang bisa menghalang-halangi, bahkan mereka yang berkuasa dan hidup dari menghalang-halangi kesejahteraan orang lain. Selalu ada mereka yang tanpa tedeng aling-aling menyatakan: ini saya, inilah apa yang saya yakini, dan anda tidak dapat menghalang-halangi saya.

Mudah-mudahan, ketika Hodaka Morishima kembali ke masa SMA, ia mempelajari apa yang terjadi di Sorbonne, Paris pada Mei 1968, ketika orang-orang turun ke jalanan untuk mempertahankan apa yang merupakan hak bagi mereka.

Ia mungkin akan klop dengan slogan populer pada zaman itu, zaman ketika para anak muda dituntut untuk ‘realistis’ dan lebih ‘moderat’: soyez realistez, demande l’impossible. Jadilah realistis, mintalah hal yang mustahil!

 

 

μ’s Kembali Lagi dengan Single Terbaru!

love live

Setelah konser final pada 2016 silam, grup pertama Love Live akan muncul kembali dengan single, MV, dan konser terbaru.

Honoka dan kawan-kawan mungkin telah melakukan konser penutup pada 2016 silam dan perjalanan Love Live! dilanjutkan oleh penerus mereka, Aquors, namun staf franchise tersebut telah mengumumkan bahwa μ’s akan kembali dengan MV anime untuk merayakan ulang tahunnya yang ke-sembilan.

Sembilan idol orisinil dari Love Live! ini akan mendapatkan lagu baru beserta MV anime. Selain itu, koleksi penggemar dari lagu-lagu grup ini yang berisi 12 keping CD akan hadir pada bulan Desember mendatang. μ’s Memorial CD-BOX “COMPLETE BEST BOX” akan hadir antara 25 Desember  sampai 31 Maret 2021.

Juga, koleksi Blu-Ray untuk ulang tahun kesembilan ini akan muncul pada September mendatang. Edisi terbatas akan dibanderol seharga 25.000 Yen (Rp3.346.000), dalam bentuk illustrated box dan undian tiket Love Live! Fes; Versi Forever akan dibanderol seharga 45.000 Yen (Rp6.022.000) dengan isi tambahan berupa buklet 28 halaman, bonus CD dengan cover-cover solo, dan video tambahan yang termasuk rekaman langsung acara dan featurettes. Edisi ini akan muncul pada 25 Oktober.

μ’s Belum Bubar

Single terakhir dari μ’s adalah MOMENT RING yang dirilis bersamaan dengan adaptasi layar lebar Love Live! The School Idol Movie pada 2016 silam. Grup tersebut juga telah merilis koleksi penggemar Solo Live! collection Memorial BOX III dan koleksi konser μ’s Final LoveLive! ~μ’sic Forever♪♪♪♪♪♪♪♪♪~. Single terakhir tersebut telah menembus 113.278 penjualan dalam dua minggu setelah memasuki pasar.

Nitta Emi dan kawan-kawan terakhir melakukan konser pada April 2016 lalu dengan tajuk μ’s Final Love Live! di Tokyo Dome dan akan reuni pada acara Love Live! Fes pada Januari mendatang. Acara ini merupakan yang pertama bagi franchise Love Live!, diselenggarakan di Saitama Super Arena pada 18 sampai 19 Januari, 2020.

Meskipun kontrak dari para pengisi suara μ’s telah berakhir pada Maret 2016, Emi Nitta telah menyatakan bahwa konser μ’s Final LoveLive! hanya merupakan konser final bagi para anggota μ’s, bukan berarti grup tersebut telah ‘bubar’.

Sumber: ANN, Crunchyroll

 

 

Naofumi Memasak untuk Raphtalia dalam Spin-off Terbaru Tate no Yuusha!

Naofumi, selain bertarung, juga mempunyai keahlian hero yang lain: memasak.

Naofumi tak terus-menerus menggunakan senjata dan kekuatan fisik untuk bertahan hidup dalam dunia barunya. Ia juga memiliki keahlian yang lain: memasak. Situs Comic Walker milik Kadokawa telah meluncurkan spin-off baru dari Tate no Yuusha no Nariagari berjudul Tate no Yuusha no Oshinagaki (Menu of the Shield Hero). Akano Amamichi akan membuat manga masak-memasak ini, dengan chapter selanjutnya dijadwalkan terbit pada 21 September mendatang.

Episode pertama sendiri telah rilis kemarin (21/8) dan menunjukkan Naofumi yang memasak monster buruannya untuk Raphtalia. Bagaimanapun juga, memasak adalah keahlian mendasar seorang hero untuk dapat bertahan hidup di isekai!

Spin-off ini sendiri didasarkan Tate no Yuusha no Nariagari, dimana Naofumi Iwatani terlempar ke dunia lain berbasis RPG. Ia segera dikhianati oleh orang kuat dalam dunia asing tersebut, dan dengan segera diusir dan dikucilkan. Naofumi, kemudian ditemani Raphtalia, harus berlatih untuk menjadi Shield Hero yang legendaris.

Light Novel ini sendiri telah diadaptasi menjadi anime 25-episode yang tayang sejak Januari awal tahun ini.

Sumber: ANN, Crunchyroll

OVA Ulang Tahun Ke-10 Yuruyuri Akan Segera Rilis!

OVA Yuru Yuri

Paket OVA dari Yuruyuri akan segera rilis pada 13 November mendatang.

Situs resmi dari Yuruyuri telah mengumumkan bahwa OVA untuk memperingati ulang tahun ke-10 serial itu akan dirilis dalam bentuk Blu-ray pada 13 November mendatang. Amazon Jepang telah merilis item tersebut dengan harga 8.800 Yen (Rp1.175.000). Paket tersebut tak hanya berisi OVA, melainkan CD dari lagu tema pembuka dan penutup anime tersebut, masing-masing Yuruyuri, Tenyawanya☆ dan Ripitte Chime♪, beserta tiga rekaman audio dari anggota Nanamori-chu Gorakubu.

Selain itu, paket OVA tersebut akan berisi tiket ke acara terbatas, booklet eksklusif, dan illustration board yang digambar dan ditandatangani oleh Namori.

OVA ini berhasil diproduksi atas urunan dana dari penggemar yang telah dimulai pada 25 Desember silam sampai 15 Februari lalu. Kampanye crowdfunding tersebut telah berhasil mengumpulkan 87.936.374 yen (Rp11,762,809,068), jauh melampaui targetnya sebesar 10 juta yen (sekitar 1,4 miliar rupiah).

Proyek baru ini dinamakan Yuruyuri, (dibaca Yuruyuri ten). ‘Ten’ merupakan permainan kata antara ‘sepuluh’ dalam bahasa Inggris dan ‘koma’ dalam bahasa Jepang.

Jika tertarik, anda dapat memesan barangnya di sini!

Sumber: ANN, Crunchyroll

Kei Takebuchi Buat Video Moshimo Mata Itsuka Bersama Fans!

Kei Takebuchi GJUI

Kei Takebuchi telah membawakan 'Moshimo Mata Itsuka' sebagai kejutan untuk fans di Gelar Jepang UI 25 silam.

Pada tanggal 4 Agustus lalu, artis asal Jepang Kei Takebuchi tampil di acara Gelar Jepang UI 25. Ini merupakan pertama kalinya Kei tampil di luar negeri setelah memulai karirnya sebagai artis solo. Kei diundang sebagai penampil utama dari Jepang dan tampil dihadapan 3000 lebih pengunjung pada malam terakhir acara Gelar Jepang UI.

Acara ini bertepatan dengan terjadinya pemadaman listrik massal di wilayah Jakarta, Jawa Barat, serta Jawa Tengah. Namun, jumlah pengunjung yang hadir pada hari ketiga penyelenggaraan acara Gelar Jepang tetap melampaui pencapaian tahun sebelumnya. Di dalam daftar lagunya, Kei membawakan lagu orisinal dan dari penyanyi lain, termasuk di dalamnya judul “Mungkin Nanti”. Lagu ini dirilis pada tahun 2004 dan dipopulerkan oleh Peterpan, yang belakangan diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang menjadi もしもまたいつか (Moshimo Mata Itsuka) oleh Ariel NOAH bersama Ariel NIDJI. Kei membawakan lagu ini sebagai lagu kejutan untuk para penggemar yang datang malam itu.

Video Kolaborasi Kei Takebuchi dan Penggemar

Video acara tersebut sudah diunggah di kanal Youtube resmi Kei Takebuchi pada 18 Agustus kemarin. Terdapat  bagian yang berisi kumpulan video hasil unggahan para penggemar yang datang ke konser malam tersebut. Produser YAMO-lah yang membuka kesempatan ini kepada pengunjung yang hadir, untuk kemudian video yang masuk dijadikan kolase video dan menjadi video kolaborasi antara Kei dan penggemarnya.

Selain itu, video yang baru dirilis ini juga memasukkan potongan video persiapan di balik layar mengenai penampilan pertama Kei di luar negeri. Sebagai tambahan, video dokumentasi kejutan ulang tahun yang disiapkan oleh para penggemar serta panitia dan penampil lainnya juga bisa dilihat di sana. Dalam kurang dari 24 jam, video ini telah dilihat lebih dari 20 ribu orang dan mendapatkan komentar sebanyak lebih dari 400 komentar.

Indonesia Menurut Kei Takebuchi

Kei juga berkomentar mengenai kunjungan pertamanya ke Indonesia. “Ïndonesia merupakan negara yang terdiri dari beragam suku, bahasa, agama, dan juga kepercayaan di dalamnya, namun saya kemudian begitu sadar bahwa orang Indonesia memiliki mentalitas untuk bersatu.”, ujarnya. “Saya percaya bahwa mentalitas seperti inilah yang dapat menghilangkan jarak diantara setiap orang, kemudian akan membuat ikatan yang kuat. Saya pun juga percaya bahwa mentalitas seperti inilah yang dapat menyatukan orang-orang di dunia, dan musik bisa memiliki andil yang besar dalam hal ini, seperti yang kita rasakan bersama pada malam 4 Agustus lalu.”

Ilhamulkarim, yang terlibat dalam proses mengundang Kei ke Gelar Jepang dari akhir tahun lalu juga berkomentar: “Kei membuktikan kepada kita bahwa musik tidak terbatas oleh bahasa dan negara, dan pesan-pesan yang ingin disampaikannya benar-benar tersampaikan kepada penggemar serta staf yang bekerja keras selama setahun ke belakang. Kami benar-benar bangga bahwa Indonesia dan Gelar Jepang lah yang menjadi tempat penampilan Internasional pertama Kei. ”

Setelah ini, Kei akan tampil di Malaysia pada acara Animangaki 2019 pada 31 Agustus dan 1 September. “Saya ingin ikatan ini semakin meluas!”, ujarnya, “Saya harap kalian akan terus mengikuti perjalanan saya dan masuk ke dalam ikatan persahabatan ini” tutup Kei.

Anda dapat menghubungi maupun mengetahui lebih lanjut mengenai Kei Takebuchi melalui situs resmi, kanal Youtube, twitter, maupun instagram-nya.

Foto oleh Satria Khindi dan Poto-Pot